Monthly Archives: December 2013

[Book Review] The Happy Endings Book Club by Jane Tara @momentumbooks

book_info

20131211-125136.jpg

Title: The Happy Endings Book Club
Penulis: Jane Tara
Publisher: Momentum Books, Australia
Date of Published: 1 December 2013
Format: Ebook
No. of Pages: 182
ISBN: 9781760080587
Category: Fiction
Genre: Contemporary, Romance, Family, Paranormal Romance
Received from: Momentum Books via Netgalley
Link: here
Opening sentence:
Paige flipped open sign on her bookshop door to closed.

book_blurb

This Christmas, the women of the Happy Endings Book Club are about to uncover a world of love and magic as they discover how to have their own happy ending or beginning, as they’re often the same thing.

Once a month, seven very different women come together to discuss books. They all love a happy ending, but have lost sight of how to get their own. Paige misses glimpsing the magic in the world. Sadie doesn’t see the beauty inside people. Amanda wonders what she ever saw in her ex husband. Tilda literally can’t see herself. Michi can’t bear looking at her family, while Clementine is blind to what’s right in front of her. And Eva looks for romance in all the wrong places.

But things are about to change …

Meet the women of the Happy Endings Book Club as they celebrate Christmas, and themselves, in London, Paris, Vienna, New York, Sydney and in love.

thoughtsI received this ARC from the publisher via Netgalley in exchange for an honest review.

What can I say about this book? I love it. The Happy Endings Book Club is about a bunch of mid-age ladies finding their own happy endings, which is it (I want to spoil it a little bit).

Usually I love bitter-sweet ending or just simply bitter ending. But this book is too cute, too funny and heartwarming that I want to tell readers who love chicklit to go to Netgalley and request this title.

The Happy Endings Book Club tells about Paige, Clementine, Michi, Eva, Amanda, Tilda, and Sadie. They have their own issues and personal problems to solve, and it includes romance, as their favorite genre.

The story starts with Paige who owned a bookshop in London. Besides taking care of the business, she also ran a book club called The Happy Endings, named after the book shop. These 7 ladies had a special bond besides sharing their love on romance and happy endings.

Paige’s mom, Jean, was on her death bed. Before she died, she told Paige that her father’s still alive. And to Paige’s surprise, her father was a fairy. FAIRY. With the help of Jean’s physiotherapist, Arley, Paige was having a journey that she’d never forget.

And then Clementine, the naive girl who believed in cyber-romance. She decided to spend Christmas in New York with her love of her life that she never met, Sam. Sadly, she found out the truth about her cyber lover, but came a surprise that she’d treasure later on.

One of my favorite characters is Michi. She spent her Christmas holiday in Sydney, her hometown, a place where she hated the most. Her parents, Kayoko and Keith, were known as the celebrity sex therapists. Michi met Jake, a handsome guy who worked together with Michi’s brother, Greg. Michi avoided skinship, although she was attracted to Jake. One night, she opened up to Jake about what changed her about her past. Something that a little child should not see.

Tilda was having a symptom of insidious disorder. She could not see her hand, nose, and ear. After talking to a doctor, she went off to Paris and found herself completely. She also found her love back in London.

I love how the characters have flaws and have to deal with their problems. But in the end, love conquers the world. I think that’s what the writer wants to convey. It’s one of the best Christmas-themed novels I read this year.

Looking forward to reading other books from Jane Tara.

 

quotes

Respect where you’re standing (p. 57)

It’s extremely healthy to do what it takes to feel good about yourself. (p. 124)

Style is not about following trends, or even starting them. It’s about being yourself (p. 126)

Whenever my mum gets depressed about her age, she goes to Paris. (p. 128)

Sometimes it takes a while to see what’s right in front of us. (p. 160)

 

20131125-062111.jpg

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

 

 

Advertisements

[Book Review] The Naked Traveler 4 by Trinity @bentangpustaka

book_info

20131204-080410.jpg

Judul: The Naked Traveler 4
Penulis: Trinity
Penerbit: B First – Bentang Pustaka
Terbit: September 2012
Tebal: 262 halaman
ISBN: 978-602-8864-65-7
Kategori: Non Fiksi
Genre: Travel, Humor, Culture
Beli di: Kutukutubuku Harga Rp. 41,650
Kalimat pertama:
Misool dan kepulauan sekitarnya memang paling indah dibanding daerah lainnya di Raja Ampat.

book_blurb

Jalan-jalan bersama Trinity memang tak ada habisnya. Tiga seri laris The Naked Traveller ternyata tak cukup untuk menceritakan pengalaman seru Trinity menjelajah ke berbagai negara. Sesuai ciri khasnya, Trinity mampu memberikan “kesan baru” pada setiap tempat yang ia singgahi. Selalu ada kejutan yang akan membuat kita melakukan refleksi.

Kali ini, kita akan diajak untuk menikmati Afrika, makan zebra di Namibia, dipenjara dan ketemu hiu putih raksasa, eksisnya Ladyboys di Thailand, sampai dipalak anak kecil di Kalimantan. Tambah lagi, kita juga bakal tetep sirik setengah mati sama cerita Trinity yang makan sushi paling enak sedunia dan nonton festival Unta di Pushkar.

Bersiap-siaplah dengan virus Trinity yang kali ini lebih seru!

thoughts

Akhirnya kelar juga baca buku seri The Naked Traveler keempat ini. Covernya paling funky, pink ngejreng, wueheheehe. Entah apa warna ini adalah warna favorit Trinity apa memang pilihan dari penerbit.

Jujur aja, dibandingkan buku-buku sebelumnya, entah kenapa saya merasa buku ini ‘garing’. Selipan humor di akhir bab terasa agak nanggung. Tapi, saya masih bisa menikmati buku ini kok. Memang saya ngiler dan iri berat dengan Trinity yang bebas oergi ke mana saja, dibayarin pulak. Well, saya cuma bisa menikmati sambil membayangkan aja berada di tempat-tempat yang disebutkan oleh Trinity.

Bagian awal buku ini membahas tentang domestic traveling alias jalan-jalan di kandang sendiri. Saya iba dengan Trinity dan kawannya yang harus menahan lapar di kapal menuju Misool, Raja Ampat.
Lalu tentang premanisme anak kecil di Kalimantan, tepatnya di kampung suku Dayak Kenyah di Pampang, saya cuma bisa mengurut dada. Kadang suka malu juga sih dengan budaya minta-minta, entah di kota atay desa, apalagi kuburan. Satu sisi pengin juga budaya kita dianggap di luar negeri, tapi kalau ada turis berkunjung malah disusahin. Duh *urut dada Matt Sanders*

Saya ngakak baca bab ‘Rumah Kuburan’ di Tanah Kusir. Daerah dekat rumah saya. Kebayang aja sih rumah keluarga Trinity yang dibedengi kuburan, lalu tamu yang disuguhi minum dibilang airnya adalah air kuburan. Jahil bener Trinity, hihihi.

Ada juga tentang eksplorasi timah di Bangka yang membuat banyak lubang. Tentu lubang-lubang itu kelihatan sangat tidak indah. Ngeri.

Saya suka dengan kebiasaan warga Gorontalo yang harus beristirahat tiap siang, atau siesta istilahnya. Menurut para ahli, rehat sejenak di siang hari bisa membantu mengoptimalkan otak. Google, Microsoft, dan berbagai perusahaan raksasa juga memberlakukan siesta untuk karyawannya.

Trinity juga membagikan kisahnya di Namibia. Ia bertandang ke sana sebagai duta pariwisata sampai masuk TV lokal di sana.

Ada juga tips jalan-jalan murah untuk mahasiswa dan backpacker berbujet pas-pasan. Ada usaha, ada niat, pasti ada cara. Prinsip yang keren dan patut ditiru.

Overall buku ini nggak membosankan, bukan panduan wisata atau brosur agen perjalanan. Bahasa yang dipakai Trinity masih santai seperti biasanya, ceplas-ceplos dan terkesan apa adanya. Buku ini juga selalu menyajikan cerita seru di tiap babnya, bikin saya cuma bisa garuk-garuk tanah karena nggak bisa jalan-jalan kayak Trinity.

Saya masih menunggu seri The Naked Traveler berikut yang gosipnya akan membahas perjalanan Trinity di Amerika Selatan.

20131119-085715.jpg

Need another opinion?

Baca Buku here
The Bookie Looker here
Desti Baca Buku here

Until next time

20130330-114856.jpg

[Book Review + Giveaway] Danur by Risa Saraswati @Bukune

danur

book_info

Judul: Danur
Penulis: Risa Saraswati
Penerbit: Bukune
Terbit: Januari 2012
Tebal: 209 halaman
ISBN: 6022200199
Kategori: Non Fiksi
Genre: Horror, Memoar
Bisa dibeli di: Kutukutubuku
Harga: IDR 25,500

book_blurbJangan heran jika mendapatiku sedang berbicara sendirian atau tertawa tanpa seorangpun terlihat sedang bersamaku. Saat itu, mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.

thoughts

Danur adalah buku terakhir yang saya baca dari rangkaian Virtual Book Tour Horror Bukune, dan seperti kata pepatah, third time’s the charm, buku ini adalah buku yang paling saya sukai dari ketiga buku yang saya baca.

Danur adalah novel berdasarkan kisah nyata penulisnya, Risa Saraswati, yang suka melihat sekaligus berinteraksi dengan hantu sejak kecil. Bukannya takut, Risa malah berteman dengan mereka. Risa kerap dianggap aneh oleh orang-orang disekitarnya karena ia sering kepergok berbicara atau tertawa sendirian.

Buku ini tidak seram dan tujuan Risa menuliskan buku ini juga bukan untuk menakut-nakuti pembaca. Buku ini bercerita tentang jiwa-jiwa kesepian yang tidak bisa kemana-mana. Karena Risa peka, arwah-arwah itu kerap mendatanginya hanya untuk didengar.

Buku ini ditulis menggunakan POV orang pertama, yaitu penulisnya dan hantu-hant yang bercerita tentang masa lalu mereka ketika mereka masih menjadi manusia.

Ada anak-anak Belanda (Peter, Hans, Hendrick, Janshen, dan William), lalu para perempuan muda Belanda yang menjadi kakak-kakak para anak laki-laki itu (Elizabeth, Teddy, dan Sarah). Juga ada arwah penasaran yang menjadi sosok yang mengerikan (Asih dan Ardiah). Juga ada seorang anak perempuan yang dulunya tinggal di atas bukit yang ditinggal oleh orangtuanya karena sakit keras (Samantha).

Risa sempat ingin meminta pertolongan orang pintar untuk menghilangkan kemampuannya dalam melihat makhluk halus, tapi niat itu akhirnya diurungkan.

Saya jadi teringat dengan diri sendiri yang masih belum bisa mensyukuri kemampuan melihat hantu (ya abisnya serem sih, siapa yang nggak ketakutan liat hantu?). Saya sering berdoa untuk tidak bisa melihat mereka. Tapi, seperti Risa, seharusnya kita nikmati saja karena Tuhan pasti punya maksud tertentu dengan memberikan kemampuan seperti itu.

Masih ada typo yang rada banyak, namun saya tidak akan menjadi polisi typo di sini, selain saya juga rada capek mencatat typo-typo tersebut.

Kesimpulan saya setelah membaca Danur adalah para arwah tersebut nasibnya lebih memilukan daripada kita. Jadi ya, para ababil yang suka ngegalau nggak keruan di Twitter/FB seharusnya bersyukur karena hidup kalian jauh lebih menyenangkan daripada nasib tragis para arwah tersebut.

Oiya, saya jadi ingat lagu Hanschen Klein versi Sunda yang diajarkan mama saya waktu saya kecil. That song is creepy, I just realized.

Mau dapat buku Danur? Caranya mudah saja:

1. Berikan pendapatmu mengenai resensi buku Danur di kolom komentar.
2. Jangan lupa cantumkan nama, alamat email dan akun Twitter.
3. Pemenang akan dipilih berdasarkan komentar terbaik.
4. Akan ada satu pemenang yang akan dapat hadiah 3 buku horror selama virtual book ini berlangsung.
5. Pemenang yang berhak mendapatkan hadiah adalah yang memberikan komentar di 3 resensi buku horror yang akan diposting selama virtual book ini berlangsung di bulan Desember.
6. Giveaway ditutup tanggal 5 Januari 2014
7. Pemenang akan diumumkan tanggal 7 Januari 2014.
8. Good luck ^^

[Book Review + Giveaway] My Creepy Diary by Ayumi Chintiami @Bukune

my-creepy-diary

book_infobook_infoJudul: My Creepy Diary: Catatan Seorang Gadis Indigo
Penulis: Ayumi Chintiami
Penerbit: Bukune
Website: Di sini
Terbit: Mei 2013
Tebal: 259 halaman
ISBN: 602-220-103-9
Kategori: Non Fiksi
Genre: Horror, Memoar
Bisa dibeli di: Bukabuku
Harga: IDR 36,000

book_blurb

Masih teringat jelas kali pertama pengalamanku bersinggungan dengan sesuatu yang berasal dari dunia lain. Aku yang masih kecil sering bermain dekat pohon yang kemudian terkenal angker. Dari gelapnya langit mendung, sesosok wanita terlihat melayang menembus benda – benda, kemudian terbang dan menghilang diatas pohon. Saat itu, aku hanya bisa diam…, bahakn terlalu takut untuk berteriak.

Aku tidak pernah menyangka jika itu hanyalah awal dari banyak kejadian seram lainnya. Semua yang kualami membuatku merasa tidak nyaman. Aku takut mereka menggangguku atau mencelakaiku nanti. Sampai aku menadari…, mereka menginginkan sesuatu dariku.

Namaku Ayumi. Keseharianku sebagai orang yang bisa melihat dan berbicara dengan “mereka”, membuatku memiliki dua dunia. Siang yang indah dan malam yang mencekam. Semuanya kutuliskan dalam sebuah buku harian…, My Creepy Diary

thoughts

Satu lagi memoar horror yang saya baca dari Bukune. Setelah sebelumnya saya membaca dan mereview After School Horror yang merupakan kumpulan cerita horror berdasarkan kisah nyata, kali ini My Creepy Diary, sesuai dengan judulnya, berbentuk catatan harian pengalaman seram sang penulis.

Kisah pertama diawali dengan prolog yang menjadi pembuka diary ini (yang menurut saya terlalu panjang untuk sebuah prolog). Penulis menceritakan kisahnya ketika melihat makhluk halus sehingga membuat ia nyaris celaka.

Cerita berikutnya adalah pengalaman penulis melihat dan berinteraksi dengan makhluk halus bernama Hiroshi, seorang anak laki-laki yang murung di rumah sakit. Ia meminta bantuan penulis untuk memberitahu orangtuanya bahwa ia sudah tenang. Orangtuanya masih tidak rela ia sudah meninggal.

Lalu ada seorang ibu yang meninggal dan arwahnya masih penasaran karena suaminya belum memberikan nama untuk anaknya, juga ia belum bisa ikhlas melepas kepergiannya.

Ada lagi arwah penasaran Sarah yang tewas karena bunuh diri. Ia meminta tolong penulis agar menyampaikan kepada orangtuanya supaya mereka tidak membenci suaminya. Sebelum tewas, Sarah menerima siksaan fisik dari suaminya tersebut.

Dan masih ada kisah-kisah lain seputar arwah penasaran yang masih memiliki urusan duniawi yang belum selesai. Benang merahnya adalah mereka meminta bantuan kepada penulis untuk menyampaikan pesan.

Masih ada typo yang saya temui di buku ini. Ilustrasinya menarik, saya suka dengan ilustrasi antar bab dan garis-garis menyerupai buku tulis. Tetapi, ada yang cetakannya kurang pas sehingga menabrak garis, jadi agak terganggu waktu membaca.

Buku ini sebenarnya tidak seram dan masih kurang terasa suasana horrornya. Saya malah jadi kasihan kepada arwah-arwah sedih yang kesepian itu.

Overall, buku ini cukup asyik menemani waktu senggangmu.

Meet the Author

Nama : Ayumi Chintiami
Twitter : @AyumiChintiami
FB : Ayumi Chintiami (ayumi_kudo8@rock.com)
Blog : hitoriko-ayumi.blogspot.com
Penulis Favorit : J.K. Rowling

1. Sejak kapan bisa melihat makhluk halus?

Sejak kecil. Tapi sadarnya pas SMP.

 

2. Megapa memutuskan untuk menuliskan pengalaman Ayumi?

Ingin berbagi pelajaran yg aku dapat dari “mereka”

 

3. Berapa lama proses penulisan buku My Creepy Diary?

Proses pengalamannya 1 tahun. Proses penulisan seriusnya itu 2 bulan.

 

4. Ada pesan khusus yang ingin Ayumi sampaikan melalui buku My Creepy Diary?

Lebih ke pesan “mereka hanya ingin didengar”

 

5. Tips menulis ala Ayumi?

Menulislah dengan jujur.

Mau dapat buku My Creepy Diary? Caranya mudah saja:

1. Berikan pendapatmu mengenai resensi buku My Creepy Diary di kolom komentar.
2. Jangan lupa cantumkan nama, alamat email dan akun Twitter.
3. Pemenang akan dipilih berdasarkan komentar terbaik.
4. Akan ada satu pemenang yang akan dapat hadiah 3 buku horror selama virtual book ini berlangsung.
5. Pemenang yang berhak mendapatkan hadiah adalah yang memberikan komentar di 3 resensi buku horror yang akan diposting selama virtual book ini berlangsung di bulan Desember.
6. Giveaway ditutup tanggal 5 Januari 2014
7. Pemenang akan diumumkan tanggal 7 Januari 2014.
8. Good luck ^^

Indonesian Romance Reading Challenge 2014 Updated Info

IRRC2014

Halooooo,

Sebelumnya saya mau minta maaf kepada teman-teman yang sudah mendaftar untuk mengikuti challenge yang rencananya akan digelar tahun depan.

Namun, karena satu dan lain hal, dengan sangat menyesal, saya tidak dapat menjadi host IRRC 2014.

Dibuka kesempatan untuk teman-teman blogger yang ingin menjadi host IRRC 2014.

Jika tidak ada yang mau menjadi host, maka event ini akan vakum untuk sementara waktu.

Tetap semangat ya dan jangan lupa untuk mendukung karya anak negeri dengan membaca karyanya.

20131128-083529.jpg

Wishful Wednesday 35: Happy Christmas

20130403-124544

Merry Christmas untuk Astrid dan teman-teman lain yang merayakannya. Semoga damai natal menyertai kita sekeluarga.

Udah lama nggak ikutan Wishful Wednesday karena lagi puasa beli buku sebenarnya sih. Tapi khusus hari ini, saya punya wish buku ini. Semoga ada santa yang mengirimkan buku ini ke rumah :p

20131225-103306.jpg

Description

A little boy was found dead in a children’s playground…Daniel Hunter has spent years defending lost causes as a solicitor in London. But his life changes when he is introduced to Sebastian, an eleven-year-old accused of murdering an innocent young boy. As he plunges into the muddy depths of Sebastian’s troubled home life, Daniel thinks back to his own childhood in foster care – and to Minnie, the woman whose love saved him, until she, too, betrayed him so badly that he cut her out of his life. But what crime did Minnie commit that made Daniel disregard her for fifteen years? And will Daniel’s identification with a child on trial for murder make him question everything he ever believed in?

Link BDLink GR

Tertarik ingin baca buku ini gara-gara newsletter Bookperk yang suka menawarkan ebook dengan harga murah. Tapi tetep lebih asyik baca hard copy ya.

Selain itu, sinopsisnya juga bikin penasaran. Kebetulan memang genrenya juga saya suka.

Oiya, untuk edisi Christmas ini, ada giveaway lho di blognya Astrid, jadi langsung aja ke TKP untuk lihat persyaratannya ya.

20130622-091605.jpg

[Book Review + Giveaway] After School Horror by Nana R. Praptini @Bukune

after-school-horror

book_infoJudul: After School Horror
Penulis: Nana R. Praptini
Penerbit: Bukune
Website: Di sini
Terbit: Mei 2013
Tebal: 164 halaman
ISBN: 602-220-102-0
Kategori: Non Fiksi
Genre: Horror, Kumpulan Cerita
Bisa dibeli di: Bukabuku
Harga: IDR 29,600

book_blurb

Hujan turun deras dan motorku sulit untuk di-starter. Aku bimbang, ingin bolos tapi rasanya harus tetap les. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Dalam perjalanan, di tikungan yang gelap, sebuah mobil muncul dengan kecepatan tinggi.

Aku terlambat menyadari kedatangannya. Kubanting setang motor ke kiri untuk menghindari tabrakan. Tapi percuma…. Aku terjatuh dan kepalaku terbentur pembatas jalan dengan sangat keras. Darah segar mengalir dari kepalaku, tubuhku terasa lumpuh seketika. Sakit sekali rasanya. Sedikit demi sedikit rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhku….

Prita tidak bisa melanjutkan membaca surat yang ditulis Lydia, muridnya. Bulu kuduknya bergidik. Bagaimana mungkin Lydia bisa hadir di kelas dan menulis surat itu, padahal dia sendiri sudah menghembuskan napas terakhir di perjalanan?


Kisah horor dan seram banyak terjadi di sekitar kita, tidak terkecuali ketika kita mencari ilmu—di bangunan kampus tua, sudut-sudut kelas sepi, atau toilet gelap sekolah yang selalu kamu hindari. After School Horror berisi delapan cerita nyata yang terjadi di lingkungan kampus dan sekolah. Membuktikan bahwa mereka juga ada di sekitar kita. Bersiaplah untuk jam pelajaran tambahanmu…, yang penuh teror….

thoughtsAkhir-akhir ini saya sedang suka baca genre teenlit. Seperti kembali ke masa remaja. Rasanya sudah lama nggak merasakan cinta monyet, seru-seruan pergi bareng teman sekelas, menjahili guru, dan membolos ramai-ramai.

Setelah membaca Aku Tahu Kamu Hantu, saya jadi penasaran dengan buku-buku horror karya penulis Indonesia. Saya memang lebih sering membaca novel thriller ketimbang horror, tapi nggak salahnya dicoba. Sekalian uji nyali ^^

After School Horror awalnya saya pikir adalah novel terjemahan. Saya juga teringan ada film asing dengan judul yang sama. Ternyata, buku ini ditulis oleh penulis Indonesia berdasarkan kisah nyata.

Ada 8 kisah seram yang terangkum dalam After School Horror. Menurut penulisnya, kisah-kisah ini merupakan pengalaman penulis sendiri dan orang-orang terdekatnya.

Ciuman Pertama

Dessy, siswa baru di sebuah sekolah menengah, berpura-pura sakit dan beristirahat di UKS. Ternyata, ia mendapat ‘penglihatan’ tentang kejadian 8 bulan lalu di sekolah tersebut yang melibatkan pembunuhan seorang siswa. Dessy juga mendapat teman misterius bernama Evan dan mereka jatuh cinta.

Kisah singkat ini sedikit mengingatkan saya pada novel Aku Tahu Kamu Hantu yang premisnya mirip, hanya minus cerita cintanya saja.

Teman Sekamar

Rina, mahasiswa baru yang merantau ke Jakarta, tinggal di asrama. Ia merasa senang bisa mandiri dan tinggal jauh dari orangtuanya. Rina menempati kamar A-13, angka yang berkonotasi negatif, berhubungan dengan kesialan.

Rina ternyata sekamar dengan gadis bernama Asri. Saat pertama kali bertemu, Rina terkejut dan ketakutan karena entah Asri datang dari mana.

Ternyata Asri adalah roommate yang baik. Ia juga sering merapikan kamar. Namun, Rina lama-lama gerah dengan sikap Asri yang agak posesif.

Teman Sekamar merupakan salah satu cerita terseram di buku ini. Lumayan bikin merinding.

Tapi, ada paragraf yang membuat saya bingung.

Asri, teman sekamar Rina, adalah mahasiswi jurusan MIPA semester tiga. Asri teman sekamar yang baik hati. Saat aku harus begadang hingga malam untuk mengerjakan tugas laporan, paper dan sejenisnya, ia mau membantu? Bahkan, untuk urusan menyikat kamar mandi, Asri mengerjakannya sendiri.

Ia memaklumi kesibukanku sebagai MABA (mahasiswa baru) yang sudah mulai pra-perkuliahan dua minggu sebelum ia sendiri masuk kuliah. Rina kembali merasa beruntung, sebab Asri yang lebih senior darinya, memiliki pengetahuan yang memadai tentang seluk-beluk kampus, seperti kantin favorit, spot internet kencang beserta waktunya, jadwal shuttle bus, hingga jadwal kereta.

Cerita Teman Sekamar menggunakan POV 3, tapi tiba-tiba jadi POV 1 dan kembali ke POV 3 secara mendadak.

Lalu kata paper dan mug (hal. 30) tidak dicetak miring, padahal dua kata tersebut adalah kata-kata dalam bahasa asing. Juga penggunaan tanda tanya tidak tepat.

Cerita ini lumayan seram, apalagi saya membacanya di malam hari dan tiba-tiba listrik padam.

Terlambat Datang

Prita, 24 tahun, adalah staf pengajar di sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris di Surabaya. Bangunan tempat Prita mengajar adalah bangunan peninggalan jaman Belanda. Seperti cerita horror dalam film mau pun buku, bangunan kuno identik dengan hantu, demikian juga dengan bangunan itu.

Konon, ada hantu seram yang terlihat di tangga. Kejadian paling parah adalah ketika suatu hari ada staf pengajar yang sempat dilarikan ke UGD gara-gara melihat hantu seram tersebut.

Prita mengalami kejadian aneh dan seram di kelas, hingga ia sadar bahwa ia menemukan petunjuk yang akan menyelamatkan seseorang.

Salah satu kisah favorit saya dari buku ini.

Makalah Remedial

Sophie dan Ninda mengambil jurusan berbeda di kampus, namun keduanya berteman akbrab dan tinggal di rumah kost yang sama.

Suatu sore, Ninda meminta Sophie untuk menemaninya mengerjakan tugas di perpustakaan. Gedung perpustakaan tersebut terletak dekat dengan taman dengan pohon-pohon besar dan rindang. Konon, di antara pohon-pohon tersebut sering ada penampakan hantu berbungkus kain putih yang melayang-layang.

Sophie dan Ninda bertemu dengan gadis aneh di perpustakaan. Gadis tersebut membantu Ninda mengerjakan tugasnya. Lalu, misteri tentang gadis itu terkuak secara tak sengaja.

Masih ditemukan typo, seperti di halaman 62:
Selain mudah mencari materi tanpa harus membeli bukunya, perpustakaan juga tempat yang sangat nyaman untuk belajar., dibandingkan kamar kost yang sempit dan penuh barang-barang.

Lalu, tiba-tiba di halaman 76 ada tokoh baru bernama Laras. Tanpa perkenalan, tokoh Laras dimunculkan.

Sepertinya bab ini belum selesai karena ending-nya menggantung.

Penunggu Kamar Kos

Jodi baru pindah ke rumah kos daerah Pogung, Yogyakarta. Salah satu teman Jodi melihat ada wanita cantik di kostnya, namun setelah diperiksa, tidak ada peremouan yang tinggal di rumah kost tersebut, karena rumah kost tersebut khusus untuk laki-laki.

Jodi mulai mengalami peristiwa aneh. Hawa dingin yang meniup tengkuknya, bau busuk, hingga wujud hantu penghuni kamar kost-nya menampakkan diri.

Bukan hanya Jodi yang diganggu oleh makhluk tersebut. Ketika Firman, teman Jodi, datang ke kost Jodi bersama pacarnya, tiba-tiba mereka jadi bertengkar dan suara pacar Firman berubah menjadi serak dan dalam.

Playlist Siapa?

Dian sangat ketergantungan dengan earphone. Ia mendengarkan lagu setiap saat. Saking gilanya dengan musik, hingga ia tertidur pun earphone itu terus menancap di kupingnya.

Karena keasyikan mendengarkan lagu, Dian kesulitan mendengar jika ada yang memanggilnya. Lama-lama, tak ada yang tertarik untuk bergaul dengannya.

Suatu hari, Dian pergi ke lab dan tertidur setelah mendengarkan playlist-nya. Tiba-tiba ia terbangun karena ia mendengar lagu jadul yang bukan miliknya.

Dian mendapati dirinya berada di sebuah rumah tua. Seorang gadis kecil berpakaian kuno yang mengaku bernama Mimi berbicara padanya melalui pikiran.

Kejadian aneh dialami Dian. Ia diseret ke tahun 1961, ke Panti Asuhan Kasih Iboe, tempat Mimi tinggal bersama anak-anak yatim piatu lainnya.

Cerita ini lumayan bikin penasaran dan berpotensi untuk jadi film horror keren ala The Others jika difilmkan. Sayangnya, ceritanya agak terburu-buru.

Yang pasti, untuk sementara waktu saya nggak mau mendengarkan lagu Nobody’s Child.

Di Gazebo Tengah Malam

Kalau yang ini ceritanya sekelompok mahasiswa diganggu oleh hanty iseng di gazebo. Entah kenapa saya ngakak baca cerita ini. Nggak serem sama sekali, malah jadi horror-comedy 😀
Saya membayangkan Komeng dan Budi Anduk jadi pemerannya.

Saat Jantung Berdegup Kencang

Dea adalah karyawan yang saat akhir minggu mengambil kuliah. Ada kejadian aneh di kelas. Terdengar suara anak-anak berlarian ketika sedang ada kuliah. Ketika Dea mengecek keluar, tidak ada siapa-siapa di lorong. Kejadian aneh dialami oleh Dea dan temannya, Alya. Gedung tua memang identik dengan kengerian.

Lalu, kisah kedua adalah tentang pengalaman Ikhsan di kampusnya. Ia melihat hantu setengah badan yang sudah terkenal di kampusnya.

Kisah ketiga adalah pengalaman seram yang dialami Yuna. Lift yang dinaikinya tidak mau berkompromi, dan ia harus melihat hantu di sebuah lantai.

Dari semua cerita di buku ini, yang paling tidak saya sukai adalah bab terakhir, karena satu bab dibagi tiga cerita. Terkesan buru-buru banget menulisnya.

Overall buku ini cukup menghibur dan bisa dibaca sekali duduk.

Meet The Author

20131225-021632.jpg

Nama : Nana R Praptini
Tgl lahir : 9 Juli 1961
FB : nana_r_praptini@yahoo.com
Twitter : nanarpraptini (tdk aktif)
Blog : tdk aktif
Penulis favorit : Sidney Sheldon, Dan Brown, Meg Cabot, Mary Higgins Clark, Agatha Christy, Alistair Mc Lean, Sandra Brown, V Lestari, S Mara Gd, Aditya Mulia, NiNit Yunita, Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu

Sejak kapan suka menulis?
Saya menulis sejak tahun 2005.

Bagaimana cara Nana menulis? Dikonsep/dibuat outline dulu apa langsung menulis?
Langsung menulis, tidak pakai outline

Sejak kapan Nana bisa melihat makhluk halus?
Sejak kecil

Apa ada pengalaman dari pembaca yang diganggu makhluk halus setelah membaca buku After School Horror?
Mungkin yang ini bisa ditanyakan ke pembaca ya

Tips menulis singkat dari Nana?
* Tulislah hal yang kamu benar-benar tahu dan suka
* Sebaiknya dibuat outline supaya cerita tidak melenceng dari ide awal
* Adakan riset yang memadai tentang materi yg kamu tulis
* Minta teman-teman dekat proof read begitu cerita selesai sebelum dikirim ke penerbit
* Libatkan perasaan kamu dalam menulis, karena sesuatu yang jujur dan tulus gampang menyentuh pembaca

Mau dapat buku After School Horror? Caranya mudah saja:

1. Berikan pendapatmu mengenai resensi buku After School Horror di kolom komentar.
2. Jangan lupa cantumkan nama, alamat email dan akun Twitter.
3. Pemenang akan dipilih berdasarkan komentar terbaik.
4. Akan ada satu pemenang yang akan dapat hadiah 3 buku horror selama virtual book ini berlangsung.
5. Pemenang yang berhak mendapatkan hadiah adalah yang memberikan komentar di 3 resensi buku horror yang akan diposting selama virtual book ini berlangsung di bulan Desember.
6. Giveaway ditutup tanggal 5 Januari 2014
7. Pemenang akan diumumkan tanggal 7 Januari 2014.
8. Good luck ^^

[Book Review] Tuesdays with Morrie by Mitch Albom @Gramedia

book_info

20131222-115311.jpg

Judul: Tuesdays with Morrie (Selasa Bersama Morrie)
Penulis: Mitch Albom
Edisi: Terjemahan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Juli 2011, cetakan kedelapan
Tebal: 209 halaman
ISBN: 978-979-22-5021-3
Kategori: Non Fiksi
Genre: Spiritual, Biografi
Dapat dari: Astrid
Bisa dibeli di: Bukabuku Harga: IDR 34,000
Kalimat pembuka:
Kuliah terakhir dalam hidup sang profesor yang sudah berusia lanjut itu berlangsung sepekan sekali di rumahnya di dekat jendela ruang kerja tempatnya dapat menikmati keindahan kembang sepatu yang bunganya merah jambu.

book_blurb

Bagi kita mungkin ia sosok orangtua, guru, atau teman sejawat. Seseorang yang lebih berumur, sabar, dan arif, yang memahami kita sebagai orang muda penuh gelora, yang membantu kita memandang dunia sebagai tempat yang lebih indah, dan memberitahu kita cara terbaik untuk mengarunginya. Bagi Mitch Albom, orang itu adalah Morrie Schwartz, seorang mahaguru yang pernah menjadi dosennya hampir dua puluh tahun yang lampau.

Barangkali, seperti Mitch, kita kehilangan kontak dengan sang guru sejalan dengan berlalunya waktu, banyaknya kesibukan, dan semakin dinginnya hubungan sesama manusia. Tidakkah kita ingin bertemu dengannya lagi untuk mencari jawab atas pertanyaan-pertanyaan besar yang masih menghantui kita, dan menimba kearifan guna menghadapi hari-hari sibuk kita dengan cara seperti ketika kita masih muda?

Bagi Mitch Albom, kesempatan kedua itu ada karena suatu keajaiban telah mempertemukannya kembali dengan Morrie pada bulan-bulan terakhir hidupnya. Keakraban yang segera hidup kembali di antara guru dan murid itu sekaligus menjadi sebuah “kuliah” akhir: kuliah tentang cara menjalani hidup. Selasa Bersama Morrie menghadirkan sebuah laporan rinci luar biasa seputar kebersamaan mereka.

thoughts

Surprised banget ternyata saya salah satu pemenang 2nd prize di blognya Astrid dalam rangka November Bloghop kemarin. Langsung aja saya nodong Astrid untuk menghadiahkan saya dua buku Mitch Albom: Tuesdays with Morrie dan Five People You Meet in Heaven. Terima kasih banyak ya, Astrid, untuk hadiah Natalnya :’)

Sebenarnya saya punya buku Tuesdays with Morrie yang saya beli dari OL Shop buku bekas. Namun, setelah diperiksa, bukunya ternyata buku jabakan. Saya paling nista membaca buku jabakan, nggak napsu. Setelah mendapat buku cetakan barunya, saya semangat banget membacanya.

Tuesdays with Morrie adalah buku kedua karya Mitch Albom yang saya baca tahun ini. Sebelumnya, saya membaca Have a Little Faith (review di sini).

Mirip dengan buku Have a Little Faith, buku ini membahas tentang makna hidup dari kacamata orang yang akan meninggal. Buku ini nggak terlalu tebal, namun membuat saya merenung panjang tentang hal sia-sia yang sudah saya lakukan selama ini.

Morrie Schwartz adalah seorang dosen senior yang disukai oleh para mahasiswanya di Brandeis University. Kelas sosiologinya kerap penuh oleh mahasiswa yang ingin mendengarkan kuliahnya. Tidak seperti dosen ilmu eksakta yang setelah selesai kuliah, tidak ada perpanjangan kontak, tidak demikian dengan Morrie. Seperti malaikat, ia bertindak sebagai perantara kasih orang-orang yang datang kepadanya untuk meminta bantuan.

Mitch Albom merupakan salah satu mahasiswa Morrie yang sudah lama hilang kontak dengannya. Mitch tidak sengaja menonton acara TV yang menyiarkan wawancara Morrie, dan segera ia mengontak sang guru tersebut.
Setiap hari Selasa, Mitch kembali belajar, dibimbing oleh Morrie yang kondisi fisiknya sudah sangat lemah.

20131222-014327.jpg

Pic from here

Morrie mengajarkan tentang berbagi dengan sesama, meluangkan waktu dengan orang-orang yang kita kasihi, pasrah dan menerima keadaan dan diri kita yang sekarang, bukan diri kita di masa lampau, juga belajar untuk membentuk budaya kita sendiri.

Budaya konsumerisme dan sosial media yang semakin mempersempit ruang interaksi dengan sesama manusia di dunia nyata adalah budaya yang salah, dan saya setuju. Saya semakin merenungkan tentang segala kesia-siaan yang saya lakukan.

Morrie juga mengajarkan tentang pentingnya memaafkan diri sendiri sebelum memaafkan orang lain. Saya kembali merenungkan tentang hubungan saya dengan beberapa orang yang dulu pernah dekat namun sekarang jadi jauh. I really want to reach to them and make things better. Semoga saja bisa.

Buku-buku Mitch Albom seperti antidote dari novel-novel fiksi yang saya baca, baik genre thriller mau pun romance. Rasanya seperti diguyur air dingin setelah membaca buku ini.

Satu hal lagi yang saya anggap penting yang saya petik dari buku ini adalah sehebat apapun seseorang, ia pasti memerlukan seorang guru. Seorang guru adalah orang yang bisa melihat kekurangan kita tanpa menghakimi, dan membimbing agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.

quotes

Yang paling penting dalam hidup adalah belajar cara memberikan cinta kita, dan membiarkan cinta itu datang. (hal. 55)

Sesungguhnya, begitu kita ingin tahu bagaimana kita akan mati, itu sama dengan belajar tentang bagaimana kita harus hidup. (hal. 87)

Ketika orang memanipulasi kita, membujuk kita membeli parfum tertentu supaya kita tampil menawan, atau membeli celana jeans yang akan membuat kiya tampak seksi—kemudian kita mempercayai orang-orang ini! Padahal semua omong kosong. (hal. 125)

20131125-062111.jpg

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

Secret Santa 2013

20131220-092804.jpg

Senang banget bisa berpartisipasi dalam event Secret Santa bersama teman-teman BBI. Tahun ini adalah tahun pertama saya ikut event seru ini. Selain mendapat buku impian, event ini juga jadi ajang saling kenal antar blogger buku yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sekarang saya mau pamerin buku hadiah dari Secret Santa:

20131220-093422.jpg

Tahun ini saya sedang tergila-gila dengan karya Paulo Coelho dan senang banget dapat hadiah buku Brida. Selain itu, And The Mountains Echoed juga memenangkan Goodreads Choice Award tahun ini. Nggak sabar ingin segera membacanya.

Nah, riddle Secret Santa-nya ini:

20131220-093441.jpg

Terus terang saya clueless deh, bener-bener nggak bisa nebak siapa, hahahha. Tapi berkat bantuan teman-teman di Bajaj Jabo, ada beberapa nominasi tersangka Santa berdasarkan clue. Terima kasih teman-teman *peluk satu-satu*

Yang pasti, saya mau bilang terima kasih banyak untuk Secret Santa yang udah mengirim buku-buku keren untuk saya. God bless you, Santa.

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

P.S. I stole the button from here

The Historian Read Along 2014

20131216-024212.jpg

Sudah hampir 5 tahun saya memiliki buku The Historian tapi belum sempat dibaca. Terima kasih kepada Essy yang sudah bersedia jadi host event keren ini.

Yang ingin berpartisipasi baca bareng buku The Historian, baca dulu peraturannya di bawah ini:

Periode Read Along : 1 January 2014 – 28 February 2014

1. Silahkan SIGN-UP dengan mengisi Mr. linky di blog Essy.
Linky SIGN-UP dibuka sampai selesai periode Read Along, jadi kamu bisa join kapan saja selama bisa ikutan.

2. Jangan lupa mencantumkan button Read Along The Historian pada blogmu.

3. Read Along ini dibagi menjadi 3 bagian sesuai dengan isi buku, dengan pembagian jadwal baca dan posting sebagai berikut:
Bagian pertama (hal 1-216)* : 1 January 2014 – 17 January 2014, posting review ditunggu sampai dengan 24 January 2014
Bagian kedua (hal 217-494)* : 18 January 2014 – 4 February 2014, posting review ditunggu sampai dengan 14 February 2014
Bagian ketiga (hal 495-768)* : 5 February 2014 – 21 February 2014, posting review ditunggu sampai dengan 25 February 2014
Posting Final Review paling lambat tanggal 28 February 2014

Setelah Final Review (28 February 2014), Essy akan mengundi 2 orang yang beruntung memenangkan paket buku senilai masing-masing Rp. 100.000 (ongkir ditanggung)
Jika ada pertanyaan, silahkan mengisi kolom komentar di blog Mari Membaca.

*) pembagian halaman mengikuti versi The Historian terjemahan Gramedia Pustaka Utama

Sudah siap? Ayo kita mulai perburuan Dracula bersama Elizabeth Kostova dan jangan lupa keep contact ya…asiknya baca bareng itu kan karena bisa sambil diskusi
Happy Reading

20131128-083529.jpg