Blog Archives

[Book Review + Giveaway] Danur by Risa Saraswati @Bukune

danur

book_info

Judul: Danur
Penulis: Risa Saraswati
Penerbit: Bukune
Terbit: Januari 2012
Tebal: 209 halaman
ISBN: 6022200199
Kategori: Non Fiksi
Genre: Horror, Memoar
Bisa dibeli di: Kutukutubuku
Harga: IDR 25,500

book_blurbJangan heran jika mendapatiku sedang berbicara sendirian atau tertawa tanpa seorangpun terlihat sedang bersamaku. Saat itu, mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.

thoughts

Danur adalah buku terakhir yang saya baca dari rangkaian Virtual Book Tour Horror Bukune, dan seperti kata pepatah, third time’s the charm, buku ini adalah buku yang paling saya sukai dari ketiga buku yang saya baca.

Danur adalah novel berdasarkan kisah nyata penulisnya, Risa Saraswati, yang suka melihat sekaligus berinteraksi dengan hantu sejak kecil. Bukannya takut, Risa malah berteman dengan mereka. Risa kerap dianggap aneh oleh orang-orang disekitarnya karena ia sering kepergok berbicara atau tertawa sendirian.

Buku ini tidak seram dan tujuan Risa menuliskan buku ini juga bukan untuk menakut-nakuti pembaca. Buku ini bercerita tentang jiwa-jiwa kesepian yang tidak bisa kemana-mana. Karena Risa peka, arwah-arwah itu kerap mendatanginya hanya untuk didengar.

Buku ini ditulis menggunakan POV orang pertama, yaitu penulisnya dan hantu-hant yang bercerita tentang masa lalu mereka ketika mereka masih menjadi manusia.

Ada anak-anak Belanda (Peter, Hans, Hendrick, Janshen, dan William), lalu para perempuan muda Belanda yang menjadi kakak-kakak para anak laki-laki itu (Elizabeth, Teddy, dan Sarah). Juga ada arwah penasaran yang menjadi sosok yang mengerikan (Asih dan Ardiah). Juga ada seorang anak perempuan yang dulunya tinggal di atas bukit yang ditinggal oleh orangtuanya karena sakit keras (Samantha).

Risa sempat ingin meminta pertolongan orang pintar untuk menghilangkan kemampuannya dalam melihat makhluk halus, tapi niat itu akhirnya diurungkan.

Saya jadi teringat dengan diri sendiri yang masih belum bisa mensyukuri kemampuan melihat hantu (ya abisnya serem sih, siapa yang nggak ketakutan liat hantu?). Saya sering berdoa untuk tidak bisa melihat mereka. Tapi, seperti Risa, seharusnya kita nikmati saja karena Tuhan pasti punya maksud tertentu dengan memberikan kemampuan seperti itu.

Masih ada typo yang rada banyak, namun saya tidak akan menjadi polisi typo di sini, selain saya juga rada capek mencatat typo-typo tersebut.

Kesimpulan saya setelah membaca Danur adalah para arwah tersebut nasibnya lebih memilukan daripada kita. Jadi ya, para ababil yang suka ngegalau nggak keruan di Twitter/FB seharusnya bersyukur karena hidup kalian jauh lebih menyenangkan daripada nasib tragis para arwah tersebut.

Oiya, saya jadi ingat lagu Hanschen Klein versi Sunda yang diajarkan mama saya waktu saya kecil. That song is creepy, I just realized.

Mau dapat buku Danur? Caranya mudah saja:

1. Berikan pendapatmu mengenai resensi buku Danur di kolom komentar.
2. Jangan lupa cantumkan nama, alamat email dan akun Twitter.
3. Pemenang akan dipilih berdasarkan komentar terbaik.
4. Akan ada satu pemenang yang akan dapat hadiah 3 buku horror selama virtual book ini berlangsung.
5. Pemenang yang berhak mendapatkan hadiah adalah yang memberikan komentar di 3 resensi buku horror yang akan diposting selama virtual book ini berlangsung di bulan Desember.
6. Giveaway ditutup tanggal 5 Januari 2014
7. Pemenang akan diumumkan tanggal 7 Januari 2014.
8. Good luck ^^

[Book Review + Giveaway] After School Horror by Nana R. Praptini @Bukune

after-school-horror

book_infoJudul: After School Horror
Penulis: Nana R. Praptini
Penerbit: Bukune
Website: Di sini
Terbit: Mei 2013
Tebal: 164 halaman
ISBN: 602-220-102-0
Kategori: Non Fiksi
Genre: Horror, Kumpulan Cerita
Bisa dibeli di: Bukabuku
Harga: IDR 29,600

book_blurb

Hujan turun deras dan motorku sulit untuk di-starter. Aku bimbang, ingin bolos tapi rasanya harus tetap les. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Dalam perjalanan, di tikungan yang gelap, sebuah mobil muncul dengan kecepatan tinggi.

Aku terlambat menyadari kedatangannya. Kubanting setang motor ke kiri untuk menghindari tabrakan. Tapi percuma…. Aku terjatuh dan kepalaku terbentur pembatas jalan dengan sangat keras. Darah segar mengalir dari kepalaku, tubuhku terasa lumpuh seketika. Sakit sekali rasanya. Sedikit demi sedikit rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhku….

Prita tidak bisa melanjutkan membaca surat yang ditulis Lydia, muridnya. Bulu kuduknya bergidik. Bagaimana mungkin Lydia bisa hadir di kelas dan menulis surat itu, padahal dia sendiri sudah menghembuskan napas terakhir di perjalanan?


Kisah horor dan seram banyak terjadi di sekitar kita, tidak terkecuali ketika kita mencari ilmu—di bangunan kampus tua, sudut-sudut kelas sepi, atau toilet gelap sekolah yang selalu kamu hindari. After School Horror berisi delapan cerita nyata yang terjadi di lingkungan kampus dan sekolah. Membuktikan bahwa mereka juga ada di sekitar kita. Bersiaplah untuk jam pelajaran tambahanmu…, yang penuh teror….

thoughtsAkhir-akhir ini saya sedang suka baca genre teenlit. Seperti kembali ke masa remaja. Rasanya sudah lama nggak merasakan cinta monyet, seru-seruan pergi bareng teman sekelas, menjahili guru, dan membolos ramai-ramai.

Setelah membaca Aku Tahu Kamu Hantu, saya jadi penasaran dengan buku-buku horror karya penulis Indonesia. Saya memang lebih sering membaca novel thriller ketimbang horror, tapi nggak salahnya dicoba. Sekalian uji nyali ^^

After School Horror awalnya saya pikir adalah novel terjemahan. Saya juga teringan ada film asing dengan judul yang sama. Ternyata, buku ini ditulis oleh penulis Indonesia berdasarkan kisah nyata.

Ada 8 kisah seram yang terangkum dalam After School Horror. Menurut penulisnya, kisah-kisah ini merupakan pengalaman penulis sendiri dan orang-orang terdekatnya.

Ciuman Pertama

Dessy, siswa baru di sebuah sekolah menengah, berpura-pura sakit dan beristirahat di UKS. Ternyata, ia mendapat ‘penglihatan’ tentang kejadian 8 bulan lalu di sekolah tersebut yang melibatkan pembunuhan seorang siswa. Dessy juga mendapat teman misterius bernama Evan dan mereka jatuh cinta.

Kisah singkat ini sedikit mengingatkan saya pada novel Aku Tahu Kamu Hantu yang premisnya mirip, hanya minus cerita cintanya saja.

Teman Sekamar

Rina, mahasiswa baru yang merantau ke Jakarta, tinggal di asrama. Ia merasa senang bisa mandiri dan tinggal jauh dari orangtuanya. Rina menempati kamar A-13, angka yang berkonotasi negatif, berhubungan dengan kesialan.

Rina ternyata sekamar dengan gadis bernama Asri. Saat pertama kali bertemu, Rina terkejut dan ketakutan karena entah Asri datang dari mana.

Ternyata Asri adalah roommate yang baik. Ia juga sering merapikan kamar. Namun, Rina lama-lama gerah dengan sikap Asri yang agak posesif.

Teman Sekamar merupakan salah satu cerita terseram di buku ini. Lumayan bikin merinding.

Tapi, ada paragraf yang membuat saya bingung.

Asri, teman sekamar Rina, adalah mahasiswi jurusan MIPA semester tiga. Asri teman sekamar yang baik hati. Saat aku harus begadang hingga malam untuk mengerjakan tugas laporan, paper dan sejenisnya, ia mau membantu? Bahkan, untuk urusan menyikat kamar mandi, Asri mengerjakannya sendiri.

Ia memaklumi kesibukanku sebagai MABA (mahasiswa baru) yang sudah mulai pra-perkuliahan dua minggu sebelum ia sendiri masuk kuliah. Rina kembali merasa beruntung, sebab Asri yang lebih senior darinya, memiliki pengetahuan yang memadai tentang seluk-beluk kampus, seperti kantin favorit, spot internet kencang beserta waktunya, jadwal shuttle bus, hingga jadwal kereta.

Cerita Teman Sekamar menggunakan POV 3, tapi tiba-tiba jadi POV 1 dan kembali ke POV 3 secara mendadak.

Lalu kata paper dan mug (hal. 30) tidak dicetak miring, padahal dua kata tersebut adalah kata-kata dalam bahasa asing. Juga penggunaan tanda tanya tidak tepat.

Cerita ini lumayan seram, apalagi saya membacanya di malam hari dan tiba-tiba listrik padam.

Terlambat Datang

Prita, 24 tahun, adalah staf pengajar di sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris di Surabaya. Bangunan tempat Prita mengajar adalah bangunan peninggalan jaman Belanda. Seperti cerita horror dalam film mau pun buku, bangunan kuno identik dengan hantu, demikian juga dengan bangunan itu.

Konon, ada hantu seram yang terlihat di tangga. Kejadian paling parah adalah ketika suatu hari ada staf pengajar yang sempat dilarikan ke UGD gara-gara melihat hantu seram tersebut.

Prita mengalami kejadian aneh dan seram di kelas, hingga ia sadar bahwa ia menemukan petunjuk yang akan menyelamatkan seseorang.

Salah satu kisah favorit saya dari buku ini.

Makalah Remedial

Sophie dan Ninda mengambil jurusan berbeda di kampus, namun keduanya berteman akbrab dan tinggal di rumah kost yang sama.

Suatu sore, Ninda meminta Sophie untuk menemaninya mengerjakan tugas di perpustakaan. Gedung perpustakaan tersebut terletak dekat dengan taman dengan pohon-pohon besar dan rindang. Konon, di antara pohon-pohon tersebut sering ada penampakan hantu berbungkus kain putih yang melayang-layang.

Sophie dan Ninda bertemu dengan gadis aneh di perpustakaan. Gadis tersebut membantu Ninda mengerjakan tugasnya. Lalu, misteri tentang gadis itu terkuak secara tak sengaja.

Masih ditemukan typo, seperti di halaman 62:
Selain mudah mencari materi tanpa harus membeli bukunya, perpustakaan juga tempat yang sangat nyaman untuk belajar., dibandingkan kamar kost yang sempit dan penuh barang-barang.

Lalu, tiba-tiba di halaman 76 ada tokoh baru bernama Laras. Tanpa perkenalan, tokoh Laras dimunculkan.

Sepertinya bab ini belum selesai karena ending-nya menggantung.

Penunggu Kamar Kos

Jodi baru pindah ke rumah kos daerah Pogung, Yogyakarta. Salah satu teman Jodi melihat ada wanita cantik di kostnya, namun setelah diperiksa, tidak ada peremouan yang tinggal di rumah kost tersebut, karena rumah kost tersebut khusus untuk laki-laki.

Jodi mulai mengalami peristiwa aneh. Hawa dingin yang meniup tengkuknya, bau busuk, hingga wujud hantu penghuni kamar kost-nya menampakkan diri.

Bukan hanya Jodi yang diganggu oleh makhluk tersebut. Ketika Firman, teman Jodi, datang ke kost Jodi bersama pacarnya, tiba-tiba mereka jadi bertengkar dan suara pacar Firman berubah menjadi serak dan dalam.

Playlist Siapa?

Dian sangat ketergantungan dengan earphone. Ia mendengarkan lagu setiap saat. Saking gilanya dengan musik, hingga ia tertidur pun earphone itu terus menancap di kupingnya.

Karena keasyikan mendengarkan lagu, Dian kesulitan mendengar jika ada yang memanggilnya. Lama-lama, tak ada yang tertarik untuk bergaul dengannya.

Suatu hari, Dian pergi ke lab dan tertidur setelah mendengarkan playlist-nya. Tiba-tiba ia terbangun karena ia mendengar lagu jadul yang bukan miliknya.

Dian mendapati dirinya berada di sebuah rumah tua. Seorang gadis kecil berpakaian kuno yang mengaku bernama Mimi berbicara padanya melalui pikiran.

Kejadian aneh dialami Dian. Ia diseret ke tahun 1961, ke Panti Asuhan Kasih Iboe, tempat Mimi tinggal bersama anak-anak yatim piatu lainnya.

Cerita ini lumayan bikin penasaran dan berpotensi untuk jadi film horror keren ala The Others jika difilmkan. Sayangnya, ceritanya agak terburu-buru.

Yang pasti, untuk sementara waktu saya nggak mau mendengarkan lagu Nobody’s Child.

Di Gazebo Tengah Malam

Kalau yang ini ceritanya sekelompok mahasiswa diganggu oleh hanty iseng di gazebo. Entah kenapa saya ngakak baca cerita ini. Nggak serem sama sekali, malah jadi horror-comedy 😀
Saya membayangkan Komeng dan Budi Anduk jadi pemerannya.

Saat Jantung Berdegup Kencang

Dea adalah karyawan yang saat akhir minggu mengambil kuliah. Ada kejadian aneh di kelas. Terdengar suara anak-anak berlarian ketika sedang ada kuliah. Ketika Dea mengecek keluar, tidak ada siapa-siapa di lorong. Kejadian aneh dialami oleh Dea dan temannya, Alya. Gedung tua memang identik dengan kengerian.

Lalu, kisah kedua adalah tentang pengalaman Ikhsan di kampusnya. Ia melihat hantu setengah badan yang sudah terkenal di kampusnya.

Kisah ketiga adalah pengalaman seram yang dialami Yuna. Lift yang dinaikinya tidak mau berkompromi, dan ia harus melihat hantu di sebuah lantai.

Dari semua cerita di buku ini, yang paling tidak saya sukai adalah bab terakhir, karena satu bab dibagi tiga cerita. Terkesan buru-buru banget menulisnya.

Overall buku ini cukup menghibur dan bisa dibaca sekali duduk.

Meet The Author

20131225-021632.jpg

Nama : Nana R Praptini
Tgl lahir : 9 Juli 1961
FB : nana_r_praptini@yahoo.com
Twitter : nanarpraptini (tdk aktif)
Blog : tdk aktif
Penulis favorit : Sidney Sheldon, Dan Brown, Meg Cabot, Mary Higgins Clark, Agatha Christy, Alistair Mc Lean, Sandra Brown, V Lestari, S Mara Gd, Aditya Mulia, NiNit Yunita, Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu

Sejak kapan suka menulis?
Saya menulis sejak tahun 2005.

Bagaimana cara Nana menulis? Dikonsep/dibuat outline dulu apa langsung menulis?
Langsung menulis, tidak pakai outline

Sejak kapan Nana bisa melihat makhluk halus?
Sejak kecil

Apa ada pengalaman dari pembaca yang diganggu makhluk halus setelah membaca buku After School Horror?
Mungkin yang ini bisa ditanyakan ke pembaca ya

Tips menulis singkat dari Nana?
* Tulislah hal yang kamu benar-benar tahu dan suka
* Sebaiknya dibuat outline supaya cerita tidak melenceng dari ide awal
* Adakan riset yang memadai tentang materi yg kamu tulis
* Minta teman-teman dekat proof read begitu cerita selesai sebelum dikirim ke penerbit
* Libatkan perasaan kamu dalam menulis, karena sesuatu yang jujur dan tulus gampang menyentuh pembaca

Mau dapat buku After School Horror? Caranya mudah saja:

1. Berikan pendapatmu mengenai resensi buku After School Horror di kolom komentar.
2. Jangan lupa cantumkan nama, alamat email dan akun Twitter.
3. Pemenang akan dipilih berdasarkan komentar terbaik.
4. Akan ada satu pemenang yang akan dapat hadiah 3 buku horror selama virtual book ini berlangsung.
5. Pemenang yang berhak mendapatkan hadiah adalah yang memberikan komentar di 3 resensi buku horror yang akan diposting selama virtual book ini berlangsung di bulan Desember.
6. Giveaway ditutup tanggal 5 Januari 2014
7. Pemenang akan diumumkan tanggal 7 Januari 2014.
8. Good luck ^^

[Book Review] Lisey’s Story by Stephen King @Gramedia

book_info12348714Judul: Lisey’s Story

Penulis: Stephen King

Penerjemah: Rosemary Kesauli

Penerbit: GPU

Terbit: Agustus 2011

Tebal: 704 halaman

ISBN: 9789792274127

Kategori: Novel Fiksi

Genre: Horror, Supernatural, Thriller

Beli di: nitip Chei di Obralan Gramedia, Harga IDR 25,000

Kalimat pertama:

Bagi publik, para istri penulis terkenal sama sekali tidak penting.

book_blurbLisey Debusher Landon kehilangan suaminya, Scott, dua tahun yang lalu, setelah dua puluh lima tahun menikah. Scott adalah pengarang terkenal yang berkepribadian sangat rumit. Setelah beberapa lama mengenal Scott, Lisey baru mengerti bahwa Scott mempunyai kemampuan untuk masuk ke dunia lain––sebuah tempat yang menakutkan, namun sekaligus menyembuhkan dan memberinya ide-ide yang dia butuhkan untuk bisa bertahan dari kegilaan yang menggerogotinya. Sekarang, setelah Scott tiada, giliran Lisey yang harus menghadapi hantu-hantu masa lalu suaminya.

thoughtsSalah satu keuntungan menjadi member BBI adalah bisa berbagi info buku murah. Saya harus mengucapkan terima kasih sama Zellie yang sudah rela berberat-berat membawa buku-buku pesanan para penimbun buku (kecup).

Saya baru membaca satu buku Stephen King, yaitu Carrie. Itu juga ceritanya ada tugas meresensi buku bebas waktu kuliah, dan saya langsung nyomot Carrie sebagai bacaan kelompok kami (yang langsung diprotes sama teman-teman kelompok, namun mereka nggak punya pilihan).

Lisey’s Story menurut saya adalah cerita sedih, heartbreaking story tentang masa lalu Scott (dan kakaknya, Paul) yang sangat-sangat menyedihkan. Beberapa kali saya menyeka air mata saking nyeseknya membaca buku ini (ini juga saya sambil menahan jatuhnya air mata saking sedihnya mengingat detil masa lalu Scott yang bisa dikatakan disturbing).

Lisey adalah istri Scott, penulis terkenal yang menyimpan rahasia kelam tentang masa kecilnya. Sebelum menikah dengan Lisey, Scott berkata bahwa ia menderita penyakit jiwa turunan dan ia tidak menginginkan anak karena takut.

Setelah dua tahun kematian Scott, Lisey membereskan barang-barang Scott di ruang kerjanya. Lisey dipaksa menyerahkan manuskrip Scott yang belum sempat diterbitkan kepada Joseph Woodbody, seorang profesor. Lisey tidak mau menyerahkan naskah Scott. Tak lama berselang, Lisey diteror oleh pria asing yang mengaku bernama Zack McCool (norak banget ya nama aliasnya).

Lisey sendiri harus mengurus Amanda, kakaknya, yang mengalami gangguan psikologis. Amanda yang sudah tidak muda lagi suka memutilasi diri sehingga ia dibawa ke sanatorium.

Lisey merasa Amanda mengetahui sesuatu tentang hal yang menghantui Scott. Ia menculik Amanda dari klinik dan membawanya ke rumahnya untuk menelusuri barang-barang Scott.

Akhirnya Lisey bisa melihat makhluk yang menghantui Scott sejak ia kecil, makhluk yang bisa menghinggapi siapa pun yang bisa melihatnya.

Buku bantal ini saya habiskan selama 6 hari. Saya berjanji untuk membaca secara maraton setiap weekend, untuk menghabiskan timbunan. So far, program #weekendreadathon saya lumayan berhasil. Buku ini saya baca selama weekend dan hampir setengahnya habis dilahap dalam tiga hari.

Stephen King menulis kisah ini secara detil. Namun ada beberapa hal yang saya mengerti namun sulit untuk diekspresikan melalui tulisan. Seperti bul misalnya.

Sampul depan novel ini ada gambar sekop. Itu merupakan penghubung antara masa lalu Scott dengan peristiwa penting sebelum Scott tewas.

Overall, saya puas membaca kisah Lisey. Tebalnya buku ini tidak membuat saya terintimidasi karena isinya yang menarik dan bikin penasaran.

quotes

Melupakan kejadian saat peristiwa traumatis berlangsung memang bagian dari proses yang terjadi sesudahnya. (hal. 36)

Setiap perkawinan memiliki dua inti, satu terang, satunya gelap. (hal. 80)

Bukankah keberanian selalu kelihatan indah. (hal. 89)
Mutilasi diri memangtidak bisa dianggap sebagai bunuh diri, sama seperti anoreksia, tapi keduanya bisa mengakibatkan kematian. (ha. 149)

Bicara pada diri sendiri memang enak karena kau tidak perlu menyelesaikan ucapan. (hal. 307)

Kalau kau sudah lama menikah ada semacam telepati. (hal. 369)

20130923-121407.jpg

Submitted for:

Baca Bareng BBI tema Horror/Thriller

20130923-121453.jpg

[Gagas Debut Tour] Book Review + Giveaway: Aku Tahu Kamu Hantu by Eve Shi @Gagasmedia

GD1

book_info20131031-065549.jpgJudul: Aku Tahu Kamu Hantu

Penulis: Eve Shi

Penerbit: GagasMedia

Terbit: 5 Juli 2013

Tebal: 268 halaman

ISBN: 9789797806521

Kategori: Novel Fiksi

Genre: Horor, Thriller, Suspense, Teen Lit

Bisa dibeli di: Bukabuku Harga: IDR 31,200

Kalimat pertama:

Isak tangis lirih mengalun dari salah satu bilik begitu Olivia masuk ke kamar mandi sekolah.

book_blurbAku di sini.
Kamu bisa melihatku,
tetapi kamu tidak bisa mendengarku.
Aku tahu kamu bingung,tetapi yakinlah…
aku tidak pernah bermaksud jahat.
Aku hanya ingin meminta tolong,
karena kamulah satu-satunya orang yang bisa memecahkan teka-teki ini.
Jika kamu melihatku lagi,
tolong jangan berpaling.
Semoga kamu mengerti isyaratku.

thoughts

Saya jarang membaca buku genre horor, apalagi yang ditulis oleh penulis Indonesia. Kebetulan, saya diberi kesempatan untuk menjadi host Gagas Debut Tour dan saya memilih buku ini karena penasaran. Selain itu, buku ini juga merupakan buku bacaan Reight Book Club yang menjadi salah satu pemenang Arisan Buku Gagas dan Bukune bulan ini. It’s like killing birds with one stone.

Aku Tahu Kamu Hantu bercerita tentang Olivia (yang sering dipanggil Liv saja), siswi SMA Yutawidya yang bisa melihat makhluk halus ketika usianya menginjak 17 tahun. Liv mencoba mengalihkan pikirannya, berpura-pura tidak melihat makhluk halus di toilet sekolahnya. Namun, sosok Frans, teman sekolahnya, muncul di hadapan Liv. Frans hilang selama beberapa hari. Orangtuanya juga terlihat bolak-balik ke sekolah untuk mencai informasi tentang keberadaan anak mereka.

Dalam usahanya mencari tahu tentang Frans, Liv harus berhadapan dengan Ines, salah satu anggota gank cewek populer di sekolah. Liv juga harus berjuang melawan trio cowok ganteng yang juga populer, Bayu, Arwin, dan Stefan.

Liv juga memergoki Saras yang ketakutan di kamar mandi dengan tas sobek karena sayatan pisau. Liv akhirnya sadar, ia tidak hanya menghadapi hantu, juga bullying di sekolahnya. Dan akhirnya, Liv mengalami hal yang serupa dengan Saras.

Di rumah, Liv juga harus menerima kenyataan kedua orangtuanya bercerai. Ayah Liv tenggelam dengan pekerjaan, sedangkan ibu Liv sudah memiliki keluarga baru. Background broken home sedikit banyak mempengaruhi karakter Liv.

Yang saya sukai dari novel ini adalah: it’s a page turner. Mulai dari halaman pertama, pembaca diajak oleh Liv untuk menghadapi suasana mencekam dan kengerian, dan saya tidak mau berhenti membaca.

Lalu, konflik keluarga yang disajikan Eve Shi juga pas. Pemberontakan kecil khas remaja juga ada di novel ini. Namun, saya masih kurang puas dengan beberapa bagian. Salah satunya adalah tentang hantu berambut panjang penjaga kamar mandi. Siapa dia dan apa masalahnya sehingga masih gentayangan di toilet perempuan?

Ada beberapa percakapan dan kalimat yang terdengar janggal.

Liv merenungkan bantalnya dengan penuh damba, ingin menyurukkan wajahnya kembali di sana. (hal. 24).

This sentence sounds odd to me.

Overall, saya menyukai alurnya, konflik, dan tokoh-tokohnya yang menurut saya wajar. Liv digambarkan agak tomboy karena ia menyukai karate dan ia termasuk dalam golongan cewek tough. Pembaca akan mudah menyukai Liv.

Aku Tahu Kamu Hantu bersih typo (yaaay!!!). Siap-siap dengan ilustrasinya yang agak menakutkan.

Oiya, sedikit berbagi saja, hari pertama saya membaca buku ini, ada suara aneh seperti mendesis di luar jendela yang diikuti oleh sekelebat bayangan yang lewat. Saya juga seperti merasakan ada makhluk halus berdiri di pojok tangga. Ketika tidur, anak saya tiba-tiba ketakutan dan pindah tidur di sebelah saya. Tangannya menunjuk ke arah makhluk halus yang berdiri di sisi ranjang.

Testimonial penampakan makhluk halus juga saya dengar dari editor Gagasmedia dan pembaca yang berbagi di linimasa @Gagasmedia. Cek aja kalau berani 🙂

Novel Aku Tahu Kamu Hantu adalah bacaan pas buat Halloween. Saya menanti karya Eve Shi selanjutnya.

quotesItulah enaknya jadi orang dewasa. Punya penghasilan sendiri, bisa menata hidup baru kapan saja. (hal. 45)

Buku dan benda bisa dicari, tapi teman baik belum tentu ada. (hal. 53)

Ada kepercayaan bahwa sekali pisau dihunus takkan bisa disarungkan lagi sebelum terkena darah. (hal. 75)

 

Reight Book Club points of discussions:

First impression:
Covernya manis banget dengan komposisi warna lembut. Sama sekali nggak berbau horor atau darah. Namun, setelah diteliti, gambar mawar itu bud-nya bergambar tengkorak. Kok saya jadi teringat dengan logo Death Bat-nya Avenged Sevenfold ya (sama-sama tengkorak).

How did you experience the book:

Seperti saya bilang di atas, membaca Aku Tahu Kamu Hantu seperti naik roller-coaster yang meliuk-liuk. It’s quite a journey. Saya juga jarang membaca genre teenlit. It’s such a great experience knowing about teenage problems nowadays.

Characters:
Semua tokoh di novel Aku Tahu Kamu Hantu terkesan nyata. Believable. Porsinya pas. Yang antagonis tidak terlalu jahat, dan protagonis memiliki kelemahan. Ada satu karakter yang mengingatkan saya sama Chris Brown. Barangkali ia korban kekerasan orangtuanya atau ibunya mengalami KDRT.

Plot:
Plotnya menarik, it’s a page turner. Beneran, nggak bisa berhenti baca kok. Saya juga tidak keberatan dengan sedikit flashback.

POV:
Diceritakan dari sudut pandang Liv namun menggunakan POV orang ketiga.

Main idea/theme:
Bullying

Ending:
Saya nggak bisa nulis spoiler di sini. Masih ada rasa penasaran dengan Daniel dan Frans.

Questions to author:
Akan saya posting besok. Sudah saya siapkan 10 pertanyaan khusus mengenai Aku Tahu Kamu Hantu 🙂

Benefits:
Saya mempelajari cara Eve Shi bertutur. Eve suka bermain dengan kata-kata, namun intinya to the point. Lalu, saya jadi tahu tentang dunia remaja beserta semua problematikanya.

 

20130923-121407.jpg

 

Mau mengintip review Aku Tahu Kamu Hantu dari blogger lain? Silahkan klik link di bawah:

Fica
Lina
Linda

GA1Siapa yang mau mendapatkan novel Aku Tahu Kamu Hantu? Saya punya 4 novel untuk 4 orang pemenang.

Caranya mudah aja. Silahkan klik Rafflecopter di bawah ya.

RC

Periode giveaway Aku Tahu Kamu Hantu dimulai dari tanggal 2 November 2013 sampai 20 November 2013.

Good luck ^^

20131027-023812.jpg

[Book Review] The Ocean at the End of the Lane by Neil Gaiman @Gramedia

book_info

20130906-074303.jpg

Judul: Samudra di Ujung Jalan Setapak (The Ocean at the End of the Lane)
Penulis: Neil Gaiman
Penerbit: GPU
Terbit: Agustus 2013, Cetakan Pertama
ISBN: 978-979-22-9768-3
Jumlah halaman: 264
Kategori: Novel Fiksi Terjemahan
Genre: Fantasi, Horror, Supernatural
Beli di: Bukabuku.com seharga Rp. 42.500
Kalimat pertama: Aku memakai jas hitam dan kemeja putih, dasi hitam dan sepatu hitam, semuanya licin mengilap: biasanya pakaian begini membuatku tidak nyaman, aku serasa memakai seragam curian, atau pura-pura menjadi orang dewasa.

book_blurb

Samudra di Ujung Jalan Setapak adalah fabel yang membentuk ulang kisah fantasi modern: menggugah, menakutkan, dan puitis—semurni mimpi, segetas sayap kupu-kupu, dari pencerita genius Neil Gaiman.

Kisahnya dimulai empat puluh tahun silam, ketika pemondok di rumah keluarga sang Pencerita mencuri mobil mereka dan bunuh diri di dalamnya. Peristiwa ini membangkitkan kekuatan-kekuatan purba yang seharusnya dibiarkan tak terusik. Makhluk-makhluk gelap dari dunia seberang kini lepas, dan sang Pencerita harus mengerahkan segala daya upayanya agar bisa bertahan hidup: ada kengerian yang nyata di sini, dan kuasa jahat yang terlepas—di dalam keluarganya dan dari kekuatan-kekuatan yang bersatu untuk menghancurkannya.

Yang bisa melindunginya hanyalah tiga perempuan yang tinggal di pertanian ujung jalan. Perempuan yang paling muda menyatakan kolam bebeknya adalah samudra. Perempuan yang paling tua mengaku pernah menyaksikan peristiwa Ledakan Besar.

thoughts

Gue membeli dan membaca buku ini karena buku ini adalah bacaan bulan Agustus Reight Book Club.

Mengintip WW anak-anak BBI, banyak banget yang menginginkan buku ini. Terus terang, gue penasaran juga. People rave about this book, so I think it must be something. Hingga akhirnya gue berkesempatan untuk membaca buku ini. Sejujurnya, membaca The Ocean at the End of the Lane adalah pengalaman yang tidak terlupakan. Tidak terlupakan karena I was tortured while reading it, seriously. Setiap adegan di mana si John Doe (<the unnamed boy from the book) disiksa atau tersiksa, begitu juga perasaan gue saat membacanya. Yep, gue tersiksa membaca buku ini. Bukan karena buku ini jelek, bukan karena genrenya fantasy/horror/supernatural, juga bukan karena keabsurdannya, tapi buku ini benar-benar menyiksa gue.

Adalah John Doe, pria yang tidak disebutkan namanya, atau aku (I prefer calling him John Doe), menghadiri pemakaman entah siapa (yang pasti orang dekat karena dia memberikan eulogy), menyetir mobilnya secara impulsif ke tempat di mana ia menghabiskan masa kecilnya yang suram.

Ia berhenti di depan jalan setapak menuju rumah Lettie Hempstock, teman masa kecilnya yang aneh, karena ia suka berhubungan dengan makhluk-makhluk supernatural.
Setelah itu, John Doe teringat akan kejadian-kejadian aneh yang dialaminya ketika kecil. John Doe yang menemukan koin tiba-tiba bangun tersedak koin dan memuntahkan darah. Lalu, telapak kakinya kemasukan cacing. Setelah cacing itu dikeluarkan, muncul perempuan jahat yang melamar kerja sebagai pengasuh John Doe dan adiknya. Ibu John Doe berkata, Ursula hanya meminta upah tempat tinggal dan makan saja, which is odd. Ketika John Doe menolak untuk makan makanan yang dibuat oleh Ursula Monkton, ayahnya murka hingga menenggelamkan John Doe di bath tub yang dingin. Seolah-olah ayahnya dirasuki oleh pengaruh Ursula yang tidak suka John Doe.
Semua kejadian aneh itu terjadi setelah seorang pria penambang opal yang menyewa kamar di rumah keluarga John Doe ditemukan tewas bunuh diri di mini van milik ayah John Doe. Lettie berkata, peristiwa itu adalah ignition dari kejadian mengerikan yang akan terjadi.
Memang benar, gue dibawa ke tempat gelap dan suram di mana wujud asli Ursula terlihat. Lalu, John Doe juga bisa menikmati alam samudra ketika Lettie mengajaknya ke sana. Lalu, ribuan burung-burung pemangsa datang untuk mencabik-cabik Ursula.

Adegan yang paling bisa gue nikmati adalah ketika John Doe lari dari rumah menuju kediaman Hempstock. Terasa sekali cara bertutur Gaiman yang lugas dan rangkaian kalimatnya bisa membawa gue ke tempat itu, ikut lari bersama John Doe.

Di luar keabsurdannya, yang gue tangkap dari novel ini adalah tentang pemikiran anak-anak yang kerap tidak dipahami orangtua. Dan orangtua yang selalu merasa benar sering memaksakan kehendak kepada anak. Well, at least ada yang bisa gue petik dari novel ini.
Selain itu, gue juga menyukai banyak quotes Gaiman dari buku ini.

Baru membaca setengah buku ini, tadi malam gue bermimpi tentang orang yang mati tenggelam, lalu bangun lagi dengan pribadi yang sangat berbeda. Apakah gara-gara membaca buku ini gue bermimpi seperti itu? I don’t know.

The Ocean at the End of the Lane mengingatkan gue akan:
Twilight
Ketika Joe Dohn bertanya pada Lettie, berapa lama kamu berumur sebelas tahun, exactly like Bella asked Edward about his age. You know that famous quote ‘how long have you been seventeen’ right?

American Horror Story Season 1
Ketika Ursula, yang notabene adalah pengasuh, bergenit ria dengan ayah John Doe, hingga ayah John Doe menidurinya. Mirip dengan adegan hantu pelayan tua bermata picek bernama Moira yang di mata si peran utama pria, Ben, adalah wanita cantik berambut merah dan mereka bercinta, kemudian dipergoki oleh istri Ben, Vivien.

The Ocean at the End of the Lane is about your childhood’s worst nightmares, your fears, and strenght to get the courage to fight it.

I’ve tried so hard to like the book, unfortunately, my dislike overshadows my like. Can’t help it. No offense, Gaiman’s fans. I know your leader is a genius, but he fails to impress me.

quotes

Biar bagaimana pun, buku-buku lebih aman daripada manusia. (hal. 8)

Rasanya aku tidak pernah bertanya tentang apa pun pada orang dewasa, kecuali kalau sangat terpaksa. (hal. 72)

Maka kularikan anganku ke dalam buku. Ke sanalah aku pergi kalau kehidupan nyata terasa sangat berat, atau tidak fleksibel. (hal. 88)

Buku-buku adalah para guru dan penasihatku. (hal. 113)

Ayah-ibuku merupakan satu kesatuan, tak terpisahkan. (hal. 117)

Kalau orang dewasa bertarung dengan anak-anak, orang dewasa selalu menang. (hal. 128)

Kalimat yang agak aneh setelah diterjemahkan:

“Oh, puding-dan-pai-yang-manis, kau dalam masalah besar.” (hal. 122)
Mungkin aslinya “Oh, my sweet-pudding-pie, you’re in a big trouble.” Cmiiw 🙂
Gue jadi inget lagu Georgie Porgie yang liriknya kaya gini:
Georgie Porgie puddin’ and pie, kiss the girls and made them cry.
Kebetulan nama asli John Doe adalah George.

OK, let’s go to the points of discussion:

First Impression
Suka dengan covernya yang mewakili judulnya. Namun font judul dan nama penulis keriting bikin lieurbacanya. Mungkin maksudnya ingin menggambarkan isinya yang disturbing dan absurd. Judulnya juga OK banget. Biar panjang kalimatnya, namun catchy

How did you experience the book?
Below my expectations. I was tortured like hell. I couldn’t enjoy it at all. Well, perhaps only 20% of it.

Characters
John Doe masih tetap linglung ketika digiring ke rumah Hempstock ketika ia dewasa. Gue nggak mau menebar spoiler di sini. Namun, kurang lebih ya begitu deh. Nggak ada perubahan berarti.

Plot
John Doe bercerita tentang pengalaman masa kecilnya yang tidak terlupakan. Menggunakan alur flashback, ia berkisah tentang the Big Bang yang terjadi pada saat itu. Dua hari yang gue perlukan untuk membaca buku ini.

POV
TOATEOTL memggunakan single POV, diceritakan dari sudut pandang John Doe.

Main Idea/Symbolism
Inti ceritanya adalah tentang ketakutan masa kecil. Banyak banget simbol yang digunakan Gaiman. Misalnya: adegan koin adalah simbol dari manusia yang rakus akan uang. Lalu, adegan John Doe yang bisa bernapas di bawah air menurut gue adalah simbol dari segala ketakutan akan sirna jika kita yakin pada diri sendiri. Lalu, seperti yang sudah ditulis di atas, orangtua yang gagal paham dalam mencerna pemikiran anak, dan anak yang takut mengutarakan pikiran dan perasaan pada orangtua. Seperti ada tembok raksasa yang menghalangi kedua kubu.

Ending
Endingnya ya begitulah. Nggak mengecewakan juga sih.

Questions
1. Apa maksud hantu si penambang opal waktu melempari adik John Doe dan teman-temannya dengan uang?
2. Apa juga maksud dari si Ursula menginstall jalan keluar di tubuh John Doe? Kenapa harus dia? Apa salah John Doe kepada Ursula?

Benefits
Sebagai orangtua, gue nggak boleh otoriter. Gue harus mendengarkan maunya anak. Jika ada pertentangan, cari solusi. Itu aja sih yang gue dapat dari novel ini.

20130330-114838.jpg

Need a Second Opinion?

Astrid. Review here

A Fancy Read. Review here

Submitted for

Reigh Book Club August Read-along here

New Authors Reading Challenge here

Until next time 🙂

20130330-114856.jpg

*Note: This book is for sale for 35K. Email me at: miss_yuska@yahoo.com if you’re interested.