Monthly Archives: January 2013

[Book Review] Duet @penerbitharu

20130127-025823.jpg

Judul : Duet
Penulis: Angela Marchelin, Nita Ramadhita, Ryvannafiza
Penerbit: Haru (@penerbitharu)
Genre: Romance
Tebal : 212 halaman
Terbit: November 2012

Book Blurb:

Jika Young Hee tak menyukai kopi, ia tak akan pernah bertemu dengan Martin Jo yang selalu berlagak percaya diri.

Jika Tae Joon tak punya mimpi mengejar matahari terbenam, ia tak akan pernah melihat Na Bi di kamera bututnya.

Jika Min Woo tidak merusak CD limited edition suatu boyband, ia tak akan pernah berurusan dengan seorang fanboy seperti Sun Ho.

Pertemuan pertama itu membekas dengan kuat di benak mereka masing-masing, menjadi hari yang tak akan pernah mereka lupakan. Hari yang tak pernah mereka sangka akan menjadi titik tolak perubahan besar pada hidup mereka masing-masing…

Duet adalah kumpulan novela dari 3 pemenang Korean Story Contest 2012.

Thoughts:

Gue iseng ikutan kuis yang digelar sama @all_Kdramamovie bekerjasama dengan @penerbitharu. Waktu itu lagi macet-macetnya di daerah Wijaya, gue, suami dan anak on the way mau dinner untuk merayakan anniversary ke-4. Pas ngecek timeline, ada kuis berhadiah buku “Duet”. Ternyata, gue menang. Karena admin @all_Kdramamovie sakit, jadi pengiriman buku terlambat dan gue baru bisa baca buku ini bulan Januari 2013. Semoga admin @all_Kdramamovie yang bernama Debby sudah sembuh 🙂

Buku “Duet” ini berisi tiga novella dengan benang merah yang sama: cinta, Seoul, food & beverages. Gue jadi lapar dan membayangkan lezatnya Korean Barbeque di kala hujan saat membaca buku ini. Jadi pengen ngacir ke Arang 22 dan Mugunghwa 🙂
Tiga novella tersebut adalah:

1. Black Cafe by Angela Marchelin

Adalah Shin Young Hee, manajer Black Coffee, yang trauma akan hubungan cintanya yang lalu. Mantannya melakukan kekerasan terhadap Young Hee. Pertama kali bertemu dengan Martin Jo, yang diibaratkan seperti Dewa Hermes menurut Young Hee, tidak membuat Young Hee tergugah untuk membuka hatinya.
Domestic violence (tidak selalu diasosiasikan dengan kekerasa dalam rumah tangga) memang menyisakan trauma batin selain luka fisik. Kira-kira gue bisa membayangkan penderitaan yang dialami Young Hee pada saat masih berhubungan dengan mantannya: rendah diri, jauh dari lingkup sosial teman dan keluarga, juga tidak memiliki kontrol akan hidupnya sendiri. Korban KDRT atau Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) yang dialami Young Hee membutuhkan waktu untuk memulihkan luka batinnya, termasuk menerima cinta dari laki-laki, karena biasanya para korban KDP menjadi sangat defensif dan tertutup dalam urusan hati.
Tetapi, akhir novella “Black Cafe” berakhir sangat manis dan romantis. Gue jadi pengin nyoba Love Machine, walau perut gue selalu nggak tahan dengan kopi.

2. Chasing The Sunset by Nita Ramadhita

Tae Joon sangat menyukai fotografi. Ia tidak suka memotret manusia sebagai objeknya, melainkan alam dan matahari terbenam. Tetapi, semua berubah ketika Na Bi tertangkap lensanya saat Tae Joon memotret di Hill of Wind, puncak tertinggu Seoul Sup. Na Bi adalah gadis aneh dengan penampilan seperti anak kecil, suka mengejar angin, menangkap balon, dan menari di bawah hujan. Tae Joon tersedot ke dunia Na Bi dan menganggalkan logikanya. Tenyata, Na Bi menderita Peter Pan Syndrome, yang mengingatkan gue akan kasus almarhum Michael Jackson. Mayoritas pengidap Peter Pan Syndrome adalah laki-laki, tapi tidak menutup kemungkinan perempuan juga bisa.

Dalam buku berjudul “The Peter Pan Syndrome”, Dr. Dan Kiley menyebutkan,

The Peter Pan Syndrome (PPS) describes men, who are childlike in their relationships, their ability to handle responsibilities, and their pursuit of pleasure. “He’s a man because of his age; a child because of his acts. The man wants your love, the child your pity. The man yearns to be close, the child is afraid to be touched. If you look past his pride, you’ll see his vulnerability. If you defy his boldness, you’ll feel his fear” (p.3).

Pengidap Peter Pan Syndrome akan berhenti berkembang secara emosional di usia remaja. Cara mereka bertahan dengan masalah yang mereka hadapi adalah dengan ‘engaging in a great deal of primitive denial’.
Banyak yang bergantung pada obat-obatan dan alkohol untuk melupakan masalah yang mereka hadapi, seperti yang terjadi pada Michael Jackson. Jacko terkenal penyuka anak-anak dan membangun Neverland di rumahnya. Lalu, ketergantungannya pada obat-obatan juga terungkap pada saat hasil otopsi dibeberkan oleh media. Jacko yang menurut kabar mengalami penyiksaan secara seksual sejak kecil, menderita Dissociative Identity Disorder (DID) atau dulu lebih dikenal dengan istilah split personality disorder.

Kisah “Chasing The Sunset” menurut gue genrenya drama romance psikologis. Sedikit mengingatkan gue akan film “Mad Love” yang dibintangi oleh Drew Barrymore dan Chris O’Donnell, walau tokoh utamanya nggak mengidap Peter Pan Syndrome.

Tokoh Na Bi membuat gue tersenyum sambil membayangkan asyiknya berperilaku bebas dan don’t care kayak dia. People might think it’s crazy, but it’s a fun thing to do.

Di akhir cerita, gue jadi kurang simpatik dengan Tae Joon yang nggak mau melawan ego dan emosi untuk melupakan Na Bi saat ia sudah bersama dengan kekasih barunya.
Dan makna cinta bagi Tae Joon dan Na Bi pada akhirnya memang berbeda.

3. Duet by Ryvannafiza

Judul novel ini diangkat dari karya Ryvannafiza. Nuansa KPop sangat terasa di cerita ini. Min Woo, mahasiswa jurusan psikologi, memiliki impian terpendam untuk menjadi pianis handal. Takdir mempertemukannya dengan Sun Ho, teman adiknya, Ji Yool, seorang fan boy TVXQ yang masuk panti rehabilitasi karena kenakalannya.
Sejak awal gue curiga kalau penulisnya ngefans sama idol group lawas, Shinhwa, karena Min Woo adalah nama salah satu membernya. Dan ternyata, dugaan gue tepat, tokoh Min Woo memainkan intro T.O.P. Salah satu hits Shinhwa yang mengambil sampling dari karya klasik Tchaikovsky yang berjudul “Swan Lake Op.20”.
Dua manusia dengan karakter dan latar belakang yang sangat berbeda, bisa dekat dan bersahabat. Min Woo dan Sun Ho membuat lagu berjudul “Duet” dalam rangka audisi idol SM Entertainment, perusahaan raksasa yang menaungi TVXQ, Super Junior, juga SNSD. Persahabatan yang erat mengalahkan keinginan dan ego, nilai plus untuk cerita ini.
Dan gue masih terkekeh geli kalau ingat dengan tokob Sun Ho yang ngefans berat dengan TVXQ.

Persamaan dari ketiga novella diatas juga adalah pertemuan yang mengubah takdir para tokoh utamanya.

Selain psychological insights dan bumbu romance, novel ini juga memuat beberapa istilah dalam bahasa Korea yang tertangkap dalam berbagai K-Drama seperti:
Yeoboseyo, Ya!, bogeosippo, dan lain sebagainya.

Overall, novel ini sangat menghibur dan berhasil membuat gue berkhayal tentang bintang Korea yang memerankan tokoh-tokohnya.

20130127-030004.jpg

20130127-030019.jpg

Advertisements

[Book Review] Last Roommate by Theresia Anik

20130125-091559.jpg

Judul: Last Roommate
Penulis: Theresia Anik
Terbit: Juni 2012
Penerbit: Stiletto Book
Genre: chick lit/romance

Book blurb:

Renata Camelia, seorang perempuan biasa-biasa saja. Penampilannya biasa, pekerjaannya biasa (kalau tidak bisa dibilang membosankan), kondisi keuangannya juga biasa (metafor dari pas-pasan), dan dia belum punya pacar di usia matang. Benar-benar terlalu biasa.

Yang luar biasa adalah rekornya berganti teman seapartemen hingga empat kali dalam dua tahun. Kepolosan dan kebaikan hati Renata sering disalahartikan oleh teman seapartemennya tersebut. Padahal sebenarnya, dia hanya menginginkan seseorang yang bisa menjadi sahabatnya. Bukan gadis bermulut manis tapi berbisa, bukan cewek oportunis, atau malah cewek minderan yang hanya bisa hidup di dunia fantasi.

Beruntunglah akhirnya Renata menemukan teman lebih dari apa yang diharapkannya. Seorang cowok bernama Nesta yang membuatnya kembali merasa bahagia, utuh dan terlindungi. Apalagi Renata bisa tetap bebas mondar-mandir di apartemennya dengan hanya memakai celana pendek atau bahkan berkeliaran dengan bikini saja, karena Nesta adalah seorang gay.

Tunggu, tapi apakah benar Nesta adalah seorang gay seperti pengakuannya? Karena ternyata Nesta juga punya begitu banyak rahasia. Dan seperti bom waktu, akhirnya rahasia-rahasia itu meledak dan membuat Renata seperti terpental sampai ke bulan.

Thoughts:

Akhirnya beres juga baca buku ini setelah selang-seling selingkuh baca buku lain sana-sini (bad habit).

First impression: bukunya chick-lit banget, khas Stiletto. Komposisi warna menarik dengan ilustrasi cewek megang kopi (kayak siapa ya?).

Tokoh utamanya, Renata Camelia, juga cukup berkarakter. Hobi baca komik Smurf, agak clumsy, dibully atasan. Penggambaran makhluk kantoran dengan segala gosio dan intriknya juga cukup menarik, bikin gue kangen kerja kantoran.

Twistnya dapet, konfliknya bikin penasaran baca sampe halaman terakhir. Romance-nya ada, tapi bukan sajian utama.

Kesulitan gue cuma satu: mungkin karena gue ga mudah menghafal nama orang, jadi gue perlu beberapa waktu untuk mengingat nama-nama tokoh di buku ini.

Dan nama Vittorio mengingatkan gue akan salah satu vampire ciptaan Anne Rice. Apa mungkin penulisnya penggemar Anne Rice juga?

Overall: buku ini ringan namun banyak cuplikan-cuplikan ilmu yang didapat. Gue baru tau kalo anjing ikut Kresna ke nirwana.

20130125-092208.jpg

20130125-092231.jpg

Character Thursday 3: The Madman’s Daughter

20130124-012330.jpg

Ketemu lagi sama hari Kamis, saatnya posting Character Thursday.

Gue masih baca buku ini:

20130124-012454

“The Madman’s Daughter” adalah twist version dari novel klasik “The Island of Dr. Morreau” karya H.G. wells yang pernah difilmkan dan dibintangi oleh Val Kilmer.

Gue baru baca halaman-halaman awal, tapi udah hooked banget. This is a very good book, dan gue yakin gue bakal kecanduan baca sampai halaman terakhir.

Dua tokoh di buku ini adalah:

Juliet

20130124-012658.jpg

Putri dari Dr. Morreau yang harus menderita dari anak keluarga berada menjadi seorang maid di sebuah rumah sakit karena skandal Dr. Morreau. Gue belum bisa cerita banyak tentang Juliet karena baru baca buku sedikit. Ia cerdas, pemberani, tapi agak minder jika berada di lingkungan aristokrat.

Lalu, tokoh selanjutnya adalah Adam.

20130124-012930.jpg

Yes, swoon over him, will ya?! Adam is a medical student. Cool, nggak banyak ngomong, tapi pemerhati sekitar, terutama Juliet. Nggak sabar nunggu perkembangan hubungan mereka.

Yang mau ikutan Character Thursday, cek blog Fanda Classiclit.

Happy Thursday!

20130124-013314.jpg

Wishful Wednesday 6: Matched Box Set

20130123-051809.jpg

My 6th Wednesday Wishlist kali ini hue pengen boxed set seri Matched.

20130123-052553.jpg

Book Description
Release date: November 13, 2012 | Series: Matched
The complete collection of critically acclaimed, award-winning novels from New York Times-bestselling author Ally Condie’s Matched Trilogy, including Matched, Crossed, and a signed edition of the breathtaking conclusion, Reached.

Kayaknya seru banget kalo bisa ngoleksi box set warna putih.

Trilogi Matched juga bakal difilmkan. Info bisa diintip di sini.

Yang mau ikutan Wishful Wednesday bisa klik blog Books To Share.

Happy Wednesday!

20130123-053056.jpg

[Book Review] Lips Unsealed

20130121-111715.jpg

Title: Lips Unsealed
Author: Belinda Carlisle
Publisher: Crown Publishings, June 1st, 2010
Language: English
Format: E-Book

Book Blurb

The women of the iconic eighties band the Go-Go’s will always be remembered as they appeared on the back of their debut record: sunny, smiling, each soaking in her own private bubble bath with chocolates and champagne. The photo is a perfect tribute to the fun, irreverent brand of pop music that the Go-Go’s created, but it also conceals the trials and secret demons that the members of the group—and, in particular, its lead singer, Belinda Carlisle—struggled with on their rise to stardom.

Leaving her unstable childhood home at the age of eighteen, Belinda battled serious weight issues, having been teased for her pudginess throughout grade school, and grappled with her confusion about being deserted by her biological father as a child. This talented but misguided teen found solace in the punk rock world that so openly welcomed misfits—even though acceptance had its price.

Not long after forming, the Go-Go’s became queens of the L.A. punk scene—they sold out venues, attracted a fiercely loyal fan base, and outpartied almost every male band they toured with—and in the process kicked down the doors to the all-boys’ club of eighties rock and roll. With a chart-topping debut album, Belinda found herself launched to international superstardom—and with that fame came more access to A-list parties, and even more alcohol
and drugs to fuel Go-Go’s mania. Inevitably, Belinda began to self-destruct.

Lips Unsealed is filled with the wild stories that Belinda Carlisle fans are dying to hear—stories about the band’s crazy days on tour with acts like the Police and Madness and the fabulous parties and people to whom the Go-Go’s had exclusive access. But more than that, this candid memoir reveals the gritty flip side to the glitz, as Belinda shares her private struggles with abusive relationships, weight, and self-esteem, and a thirty-year battle with drug and alcohol addiction.

This spellbinding and shocking look at her rise, fall, and eventual rebirth as a wife, mother, and sober artist will leave you wistfully fantasizing about the eighties decadence she epitomized, but also cringing at the dark despair hidden behind her charming smile. One of the rare adventures through rock stardom told by a woman, Lips Unsealed is ultimately a love letter to music—to the members of the Go-Go’s, who’ve maintained lifelong friendships, and to the beloved husband and son who led Belinda to sobriety—and the story of a life that, though deeply flawed, was, and is still, fully lived.

Thoughts

Lips Unsealed is another drug-addict memoir. Why is it interesting? Because I can draw conclusions: a broken-home product, trashed, stranded in Hollywood hell-hole, join a band, get famous, binge on drugs or alcohol, get sober, then back to drugs, and the cycle continues. That’s what I got from many celebrity memoirs. Seems like Hollyood addicts have the same pattern.

Belinda Carlisle was one of them. Unhappy with her life, she ranaway to Hollywood. Crashed a party at Hollywood rock scenes, formed The Go-Go’s in the late 70s. Blinded by the glam and glitz of Hollywood, she partied everywhere: backstage, clubs, hotel room, just everywhere. Hit a line of coke, got high, and drunk on stage.
The Go-Go’s got famous, the members were filled with egos, and they’re disbanded.

Belinda became a solo artist. The album rocketed to US & UK charts. She continued doing drugs. Marriage and pregnancy didn’t stop her use of cocaine. She stopped using drugs when she was pregnant, but continued to binge after that.
Drug addicts tend to lie, hide and deny the addiction. Sooner or later, people around them will notice the problem. The obvious signs will show. That happened to Belinda. Million times she pledged to stop, until her husband couldn’t take it anymore.

Slowly bit sure, Belinda stayed away from drugs and alcohol, then finally she was totally sober. She found her solace on yoga and spiritual enlightenment in India.

Lips Unsealed is not as crazy as It’s So Easy (Duff McKagan) or The Heroin Diaries (Nikki Sixx) but I enjoyed reading this book.
It’s not perfectly written. Sometimes the athor jumped from one subject to another. I could feel Belinda’s anger and frustration.

Belinda is one oc my 80s heroes. I didn’t follow The Go-Go’s (I only recognize one song “We Got The Beat”). Literally, I grew up listening to her solo albums, like “Heaven Is A Place On Earth” and “Runaway Horses”. She’s unique and her red hair was significant. I was surprised to learn that she was struggling with drug addiction.

I’m happy to know that she can save her marriage.

20130119-102227.jpg

20130121-112014.jpg

It’s Monday! What Are You Reading? (2)

20130121-111637.jpg

Nggak kerasa udah hari Senin lagi. Sekarang, gue lagi baca buku ini:

20130121-111715.jpg

Memoir ini ditulis sama mantan vokalis The Go-Go’s yang cukup ngetop tahun 80an, Belinda Carlisle. Gue nggak ngikutin The Go-Go’s, gue suka album solonya era pasca The Go-Go’s.
Nggak nyangka kalau Belinda pernah terlibat drugs.

Karena gue masih baca buku ini, gue belum bisa nulis reviewnya.

Happy Monday!

20130121-112014.jpg

[Book Review] Guns N’ Roses: The Band That Time Forgot

20130119-093855.jpg

Title: Guns N’ Roses: The Band That Time Forgot: The Complete Unauthorised Biography
Author: Paul Stenning
Publisher: Chrome Dreams; Revised edition (September 28, 2005)
Language: English
Format: E-Book

Book Blurb

Both new and old incarnations of the explosive rock band Guns N’ Roses are discussed in this compelling biography. Featuring exclusive interviews with key players on their personal and musical histories and supplemental color photographs, this is a comprehensive look at where the band started, the reasons behind their infamous split in 1994, and what the original members are doing now. This fully revised edition contains information on the highly anticipated Summer 2005 release of Chinese Democracy, Axl’s first release in 10 years, as well as details of ex–lead guitarist Slash and ex–bass player Duff’s hot new band, Velvet Revolver.

Thoughts

Guns N’ Roses was named “The most dangerous band in the world”. They were Axl Rose, Slash, Duff, Izzy, and Steven, 5 bad boys from Hollywood. Axl and Izzy were high school buddies in Indiana, whereas Slash and Steven played bike and skateboard together.

They used to play small gigs in many clubs in LA: Troubadour, Whisky A Go-Go, Roxy, and the likes, they became crowds’ favorite.
Paul Stanley of Kiss was interested to produce their album, but the guys declined. Nikki Sixx of Motley Crue was offered to give some commercial touch, but he was so high on drugs, he was f*cked up, then turned it down, even though later GNR and Motley toured together.

The book was focused on Axl. I don’t mind, I’ve read Slash & Duff’s memoir.

During Appetite for Destruction & Live?! Like A Suicide, they guys were solid and stable. After huge success, some people said Axl started to behave like a superstar. He often came late to the concert, made the crowd angry and caused riots.

Axl had a complex personality. He was raised in a broken-home family, was sexually and physically abused. He’d been diagnosed manic depressive, then found solace through spiritual teachings. According to the book, Axl brought his own entourage during world tour, including spiritual teachers.

One by one, the original gunners left, either fired or quit. Tommy Lee once said that Axl had an LSD (Lead Singer Disease).

Axl’s antics caught people’s attentions, even more interesting than GNR’s music itself. The infamous “Chinese Democracy”, the full length album after Use Your Illusion, also brought people’s attention. Even Moby said the album would never happen. Perhaps, it has set a new record as the longest album in development as well as the most expensive, due to it taking so long to come out, giving Geffen a massive headache.

If you want to know more about Guns N’ Roses, you should read this book. Not as good as Duff’s “It’s So Easy (And Other Lies)” or Motley Crue’s “The Dirt”, but it’s an OK reading to learn about GNR’s brief history.

20130119-102227.jpg

20130119-102254.jpg

Quotastic Friday [2]

20130118-095416.jpg

source

Happy Friday & pray for Jakarta.

20130118-095615.jpg

Character Thursday 2: Marked (House of Night 1)

new-character-thursday-button

Nemu blog Fanda dan gue suka banget sama meme yang ini.

Kali ini gue mau bahas beberapa karakter dari buku YA/Paranormal/Vampire yang baru kelar gue baca:

20130117-075936.jpg

Tokoh sentral dari cerita ini adalah Zoey, gadis keturunan Cherokee, salah satu suku Indian terbesar di Amerika.

20130117-081508.jpg

Zoey tidak bahagia dengan keadaan keluarganya, terutama setelah ibunya menikah kembali dengan ayah tirinya yang control freak. Zoey memiliki kekuatan supernatural, yang diturunkan oleh neneknya. Hingga suatu hari seorang tracker menandainya sebagai calon vampir.

Zoey mudah beradaptasi dengan teman dan lingkungan baru. Dia juga berani dan memiliki jiwa pemimpin.

20130117-081743.jpg

Aphrodite, the queen bee, yang suka memanipulasi, mengintimidasi dan membully teman-temannya yang lemah. Ia bercita-cita untuk menjadi high priestess. Tetapi sifatnya yang buruk membuatnya terlempar dari posisi ketua Daughters of Night, kelompok eksklusif di Hoise of Night, vampyre school. Aphrodite bisa melihat masa depan secara jelas dan nyata.
Ia masih mencintai Erik, mantannya, yang suka dengan Zoey.

20130117-082105.jpg

Erik Night, cowok paling cool dan ganteng se-House of Night, mantan Aphrodite yang suka dengan Zoey. Erik digambarkan sebagai cowok idaman.

20130117-083541.jpg

Heath, mantan Zoey di sekolah lama. Good looking, atletis, tapi agak bodoh. Suka hangoit dengan teman-teman bodohnya yang doyan ngebir, merokok dan mengisap marijuana.

20130117-083717.jpg

Stevie Rae, roommate Zoey di Hoise of Night yang kemudian menjadi salah satu sahabatnya. She’s bubbly, easy-going, dan mudah tertawa. Stevie Rae sangat takut terhadap Aphrodite. Ia memiliki logat Southern yang kental, dan penggemar berat musik country.

20130117-084417.jpg

Damien, salah satu sahabat Zoey, seorang gay yang dibuang keluarganya. Setia kawan, lucu, dan melindungi para cewek sahabatnya.

20130117-084526.jpg

Shaunee, sahabat Zoey yang ceplas-ceplos, blak-blakan dan fashionable. Ia paling dekat dengan Erin, dan mereka berdua dijuluki si kembar.

20130117-084706.jpg

Erin, sahabat kembaran Shaunee, yang bicara dan berpakaian mirip dengan Shaunee.

Masih ada lagi beberapa karakter dewasa, tapi kebanyakan kalo dimasukin semua.

Share your fave fictional character here

Happy Thursday!

20130117-085018.jpg

[Book Review] Marked: House of Night 1

20130114-014553.jpg

Title: Marked (The House of Night Book 1)
Authors: P.C. Cast and Kristin Cast
Published: April 1st, 2007
Publisher: St. Martin’s Griffin
Genre: YA/Paranormal/Vampire/Urban Fantasy/Supernatural
Format: Ebook

Enter the dark, magical world of the House of Night, a world very much like our own, except here vampyres have always existed. Sixteen-year-old Zoey Redbird has just been Marked as a fledgling vampyre and joins the House of Night, a school where she will train to become an adult vampyre. That is, if she makes it through the Change – and not all those who are Marked do.

It sucks to begin a new life, especially away from her friends, and on top of that, Zoey is no average fledgling. She has been chosen as special by the vampyre Goddess Nyx. Zoey discovers she has amazing powers, but along with her powers come bloodlust and an unfortunate ability to Imprint her human ex-boyfriend.

To add to her stress, she is not the only fledgling at the House of Night with special powers: When she discovers that the leader of the Dark Daughters, the school’s most elite group, is misusing her Goddess-given gifts, Zoey must look deep within herself for the courage to embrace her destiny – with a little help from her new vampyre friends.

Zoey adalah remaja keturunan suku Cherokee, salah satu suku terbesar dari 5 Indian tribes di Amerika. Suku Cherokee terkenal sangat spiritual. Buku pertama dari seri House of Night ini mengambil latar tempat di Tulsa, Oklahoma. menurut situs ini, memang banyak keturunan suku Cherokee yang bertempat tinggal di Tulsa.

Balik lagi ke Zoey, tokoh sentral dalam cerita ini. Zoey digambarkan sebagai anak pemberontak yang tidak bahagia sejak ibunya menikah lagi dengan John Heifer, ayah tirinya, seorang control freak yang juga salah satu tetua People of Faith, aliran agama radikal. Suatu hari, Zoey diikuti oleh seorang tracker, lalu muncul tanda bintang sabit didahinya, sebagai tanda bahwa Zoey adalah calon vampir yang harus pindah ke sekolah khusus calon vampir, House of Night. Perlahan, kekuatan supernatural Zoey semakin kuat, hingga ia didatangi langsung oleh dewi Nyx dan di”baptis” oleh Nyx. Zoey dijadikan mata dan telinga dewi Nyx.

Zoey bertemu dengan teman-teman baru, juga musuhnya, Aphrodite, ketua perkumpulan eksklusif, yaitu Daughters of Night. Aphrodite berambisi ingin menjadi high priestess. Masalah muncul ketika Zoey yang memiliki kekuatan istimewa menjadi murid Neferet, high priestess yang juga mengajar di House of Night.
Ditambah lagi Erik, mantan kekasih Aphrodite, suka dengan Zoey. Heath, mantan Zoey di sekolah lama, tidak putus asa, malah semakin semangat mengejar Zoey hingga ke House of Night.

Ciri-ciri vampir di buku ini agak berbeda dengan penjabaran vampir di buku Bram Stoker, Stephenie Meyer, atau Anne Rice.
Vampirism terjadi karena seseorang diberi tanda, dididik sebagai murid di House of Night, dan kuat hingga lulus sekolah. Hanya murid terpilih yang bisa menjadi vampir. Yang tidak lulus akan mati.

Bloodlust tetap ada, tapi biasanya semakin tinggi tingkatan seeorang, kevampirannya akan muncul.

Di buku ini, Zoey mengalami masa transisi dari remaja biasa hingga menjadi murid di House of Night, pre-vampire.

Yang seru adalah saat Zoey dan teman-temannya melakukan ritual purifikasi menggunakan elemen: udara, api, air, bumi, dan roh. Lebih mirip ritual witch daripada vampir.

Penggunaan herbs dalam ritual juga menarik. Menurut buku ini, sage digunakan untuk mengusir energi negatif. Ritual ini pada awalnya memang dilakukan oleh Native Americans, tetapi di jaman modern ini, ahli Fengshui juga melakukan hal yang sama, terutama jika baru pindah rumah atau kantor.

Smudging-Crystal

Menurut situs ini, weengush atau sweet grass digunakan untuk membersihkan tubuh, pikiran dan jiwa. Disakralkan oleh suku Indian karena sweet grass merupakan simbol penyucian. Agak membingungkan karena menurut situs tersebut, asap sweet grass tidak disukai roh jahat. Tetapi, menurut buku Marked, asap sweet grass bisa mengundang roh-roh lain yang jahat.

Zoey menyebutkan pohon oak dianggap sakral untuk bangsa Cherokee. Menurut situs ini, pohon oak dihubungkan dengan misteri api suci, salah satu elemen penting dalam ritual Cherokee.

Satu sisi, buku ini agak childish, tapi isinya sangat tidak childish. Apa gue bakal lanjut baca seri House of Night? Absolutely! This book is addicting.

Nggak sabar kelanjutan kisah Zoey dengan Erik dan Heath juga Aphrodite.

20130105-102345.jpg

20130105-102423.jpg