Monthly Archives: January 2014

[Book Review] Brida by Paulo Coelho – Secret Santa

posting bareng BBI 2014book_infoBrida
Judul: Brida
Penulis: Paulo Coelho:
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Oktober 2013, Cetakan Keempat
Tebal: 232 halaman
ISBN: 978-979-22-9942-7
Kategori: Novel Fiksi Dewasa
Genre: Spiritual, Romance
Dapat dari: Secret Santa BBI 2013
Bisa dibeli di: KutukutubukuBukabukuBukukita
Harga: Rp. 38,250
Kalimat Pembuka:
Kami biasa duduk-duduk hingga larut malam di kafe di Lourdes.

book_blurbSemua orang memiliki “Takdir” yang harus dijalani.

“Tapi bagaimana caraku mengetahui siapa Pasangan Jiwa-ku?” tanya Brida.

“Dengan mengambil risiko kegagalan, kekecewaan, kehilangan arah, tapi tak pernah berhenti dalam pencarianmu menuju Cinta.”

Brida, dua puluh tahun, melemparkan pertanyaan yang paling penting ke dalam hidup kita, “Apa yang kaucari dalam kehidupan ini?”

Perjalanan yang mengisi jiwa untuk menemukan diri, dipenuhi cahaya yang mengagumkan!

thoughtsPertama-tama, saya harus mengucapkan terima kasih untuk Secret Santa yang mengirimkan buku ini. Sebenarnya ada 2 buku yang mendarat di rumah. Tapi, sekali lagi mohon maaf, review untuk buku satunya menyusul ya, karena bulan Januari ini saya masih disibukkan dengan merevisi novel saya.

Saya pertama kali berkenalan dengan karya Paulo Coelho tahun 2013 lalu.Reviewnya di sini. Saya jatuh cinta dengan karya beliau. Saya juga bertekad untuk mengoleksi buku-buku karya Coelho yang lain, salah satunya Brida, yang pernah masuk wishlist saya tahun lalu.

Dari bab awal saya sudah bisa menebak kira-kira isi buku ini tentang apa. Takdir dan pasangan jiwa. Adalah Brida O’Fern, perempuan yang bertugas mengurus satu bagian khusus di Jalan menuju Roma. Sewaktu muda, perempuan ini menemui Magus, seorang guru tradisi matahari yang hidup di suatu hutan di Irlandia, dan ia ingin mempelajari ilmu sihir. Alasannya karena ia ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya selama ini. Saya agak kaget ketika membaca bagian ini, karena hal tersebut juga pernah saya alami sebelum saya menginjak usia 30 tahun. Magus bertanya pada Brida, apa ia rela mengorbankan semua yang telah ia pelajari, meninggalkannya jika ia bertemu dengan cinta sejatinya. Jawaban Brida adalah ia akan melepaskan segalanya.

Kemudian Brida bertemu dengan Wicca yang membantunya membuka tabir misteri dalam kehidupan Brida, tentang pasangan jiwa, juga tentang bagian diri Brida di masa lalu. Wicca berkata bahwa Brida adalah seorang penyihir dengan Bakat bisa menggunakan ingatan Waktu (kembali ke masa lampau).

Setelah menerima pelajaran dari Magus dan Wicca, Brida mengetahui tentang Loni, juga umat Cathar, yang diburu oleh penganut Katolik di abad 12 karena dianggap sesat atau selevel dengan gereja setan. Tidak ada penjelasan logis tentang bagaimana Brida bisa berada di masa lalu. Bahkan Brida tidak pernah tahu adanya kaum Cathar sebelumnya.

Brida memiliki kekasih, Lorens. Tapi dari awal cerita chemistry diantara keduanya tidak ada, karena pasangan jiwa Brida bukan pria itu.

Seperti biasa, karya Coelho mampu membuat saya terpikat, walau kali ini tokohnya bersentuhan dengan magis. Rangkaian kalimat indah bertebaran di buku ini. Bahkan, saya sampai bingung memilih kutipan favorit saking banyaknya.

Satu hal yang membuat saya merenung adalah adanya kalimat seperti ini:

Tuhan ada dalam perkataan, maka hati-hatilah ketika kau berbicara.

Memang benar, lidah lebih tajam daripada pedang. Perkataan bisa membuat orang bahagia, bisa juga membuat orang terluka. Saya merasa beruntung mendapat kesempatan untuk membaca buku ini, karena banyak pelajaran yang bisa saya ambil, sekaligus pengingat agar saya bisa menjaga perkataan agar tidak menyinggung orang lain.

Gara-gara buku ini saya jadi membayangkan berada di dalam hutan di Irlandia seperti ini:

Ir-frst
Source: here

Juga karena Brida menyukai musik Iron Butterfly, saya jadi mencarinya di Youtube. Bukan tipe musik yang saya dengarkan setiap hari. Not bad though.

Namun, ada hal yang agak mengganjal batin saya. Karena saya percaya Tuhan (walau tidak religius), saya berpikir okultisme dan kepercayaan pada Tuhan adalah hal yang bertentangan, seperti minyak dan air. Menurut Magus, penganut Tradisi Matahari bersekutu dengan Tuhan dalam doa. Mengutip satu ayat dalam alkitab, “You shall not permit a sorceress to live.” (Exodus: 22:18). 

Secara keseluruhan, saya menikmati buku ini dan saya sengaja membacanya lambat-lambat karena ingin menikmatinya. Saya akan ingat dengan Santa saya, karena buku ini settingnya di Irlandia, negara favoritnya ^^

quotesSemua jalan berujung ke Roma. (hal. 11)

Dalam hidup, setiap orang bisa mengambil satu dari dua sikap: membangun atau menanam. (hal. 12)

Ketika kaau menemukan jalanmu, kau tidak boleh takut. Kau harus memiliki keberanian yang cukup untuk melakukan kesalahan. Kekecewaan, kesalahan, dan keputusasaan adalah alat-alat yang digunakan Tuhan untuk menunjukkan jalan pada kita. (hal. 23)

Kau bisa menemukan Pasangan Jiwamu dengan melihat cahaya di mata mereka. (hal. 41)

Memilih satu jalan berarti harus kehilangan jalan-jalan lain. (hal. 90)

20131125-062111.jpg

Need a second opinion?

Annisa Anggiana here
Indri here

SS4

Setelah rembukan, nanyak-nanyak sama teman-teman Bajaj Jaboers di WA, akhirnya saya menuduh mbak Linda sebagai Secret Santa saya.

Terima kasih banyk ya sudah mengirim dua buku wishlist *terharu*

Postingan riddle SS ada di sini

Moga-moga saya bisa ikutan event SS tahun ini lagi ^^

20131128-083529.jpg

Advertisements

[Book Review] Under the Jeweled Sky by Alison McQueen

book_info

18957779

Title: Under the Jeweled Sky
Author: Alison McQueen
Publication date: Feb 2014
Publisher: Sourcebooks
Format: eARC
ASIN: B00FM31ZFY
Genre: Historical fiction
Age group: Adult
Source: Publisher via Netgalley
Buy it: The Book Depository

book_blurb

London 1957. In a bid to erase her past, Sophie Schofield accepts a wedding proposal from ambitious British diplomat, Lucien Grainger. When he is posted to New Delhi, into the glittering circle of ex-pat society, old wounds begin to break open as Sophie is confronted with the memory of her first, forbidden love and its devastating consequences. This is not the India she fell in love with ten years before in a maharaja’s palace, the India that ripped out her heart as Partition tore the country in two. And so begins the unravelling of an ill-fated marriage, setting in motion a devastating chain of events that will bring her face to face with a past she tried so desperately to forget, and a future she must fight for. This is a tender story of love, loss of innocence, and the aftermath of a terrible decision no one knew how to avoid.Purchase this book

thoughts

I received a copy from the publisher via Netgalley.

Under the Jewelled Sky by Alison McQueen is a beautiful novel about India, where the country is one of the integral characters. Set at the time of Partition and a decade or so later, the author brought us back to the mid 1900s, when the British was about to leave.

Besides telling about vibrant India , the author was successfully portray a realistic character through Sophie. Her father is a physiscian at the palace. She builds a friendship with Jag (one of my favorite characters as well), the son of a servant. In that era, such relationship was kind of forbidden.

Ten years later, Sophie was involved in an ill-fated marriage. She found India a different place, unlike the place that she loved when she was younger.

When she came back to England, she felt strange. Meeting her distant mother and found out about her grandmother’s passing. All I can say that this story is about Sophie’s journey in finding happiness. Some parts made me cry. This novel was beautifully crafted. The way she writes about India, the details and everything, makes me want to go there, maybe someday.

Overall, I love this book to pieces. I want to reread it and I will definitely read other books by the same author.

20131125-062111.jpg

Need a second opinion?

Vicki
Our Book Club

Find the excerpt here

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

Meet the Author: Alison McQueen

meet_the_authUNDER the jeweled sky

I’m so delighted that I was given the opportunity to have a little chat with my new finding author: Miss Alison McQueen.

I’ve read her recent work, Under The Jeweled Sky, and I was so drawn to the beautiful story. I’ll get to that later.

Let’s meet the author ^^

1 –  Can you tell us what the inspiration was for your new novel, “Under The Jeweled Sky”?

Under The Jewelled Sky was inspired by memories of my mother’s friends; the women I would eavesdrop on, the hushed voices and grave expressions passed over teacups. My mother’s friends had grown up (many of them in India) in the days before such things were openly spoken of, but it was all there: domestic violence, unwanted pregnancies, addiction, ruin, and occasional salvation.

Bad marriages were commonplace, but divorce was unthinkable, and the brittle veneers of fake harmony were part of the everyday landscape. Morals and ethics were knotted up with religious doctrine and stiff upper lip. Respectable people did not wash their laundry in public, nor did they question what went on behind the closed doors of their neighbours’ houses.

Part of the story is set in a maharaja’s palace. Although the fictional palace and its location are anonymous, I did have an inside track into life inside an Indian palace. In her twenties, my mother was hired as the private nurse to the Maharaja of Indore’s mother-in-law. She arrived there from Bombay and was shown to her quarters, an enormous suite in a grand building set across the grounds from the main palace.

A car was sent for her every morning, but she said that she preferred to walk. So off she would go, strolling through the grounds while the car followed along a few yards behind, driving at snail’s pace in case she should change her mind. Her breakfast would be served to her on a solid silver service, with a footman standing by should she want for anything.

From what she has told me, I am not sure that she handled it particularly well. She said that she didn’t want any fuss, which was quite the wrong way to go about things in a palace. There was also an incident when she was caught preparing her own boiled egg, which didn’t go down at all well. The cook was quite overcome with grief, and my mother never ventured to lift a finger again.

2  –  Can you tell us a bit about your writing process –i.e., are you a planner or do you just dive into the story?

I don’t have a particular plan except to wear holes in the carpets while I pace around for months thinking about the story. My house is filled with interruptions and life constantly gets in the way. As with all working mothers, it’s an ever-changing balancing act, juggling a family.

3 – Are you planning to write a sequel to the novel “Under the Jeweled Sky”?

Right now I’m not planning a sequel to Under The Jeweled Sky. I am currently working on another novel set partially in India and touching upon a subject that remains one of the last taboos. The draft is still at an early stage which means that my house is awash with scraps of paper and cryptic messages that I will have no hope of understanding when they eventually surface. Creating a first draft is utter torture.

4 – When you’re writing, do you use any celebrities or people you know as visual inspiration for the characters? If so, have you got any examples?!

Now that you mention it, I realize that I never carry a presumption about who my characters will be. I rarely know in advance what they look like or how they will behave. Sometimes a character will come crashing in fully formed. Others are far more coy and will keep you waiting a long time before they decide to show their true colors. I need to know my characters inside out, but you can’t rush a deep relationship. They always surprise me, even the ones who remind me of people I know. I don’t model my characters consciously at all, they just sort of turn up on the doorstep and ring the bell.

5 –  What is your favourite book of all time and why?

That is such a cruel question. If I had to choose just one novel, I think it would be Daphne du Maurier’s wonderful Rebecca. I re-read it every few years because I just love it.

6 –  What is your average writing day like?

Before anything, coffee. I can’t function without my morning hit. After that, the day will disappear. When I am in the thick of the writing process I completely lose track of time. Seasons come and go unnoticed and my husband drops hints like “I might as well be living on my own”.

I write in my bedroom which has a lovely view of the garden. In the summer months, I sit at the desk with the windows wide open to let in the bird song. In winter, I drag everything I need into bed which feels fabulously bohemian but causes havoc with one’s back.

The house degenerates into a terrible mess, no food in the fridge, no sign of the woman in the attic. By the time I emerge everyone looks a little older.

7 –  Your characters are very three dimensional, real women. Do you take inspiration from people you already know?

I was born in London during the swinging sixties when mixed marriages were still a rarity. My mother was born in Assam in 1928. She came to England thirty years later, never meaning to stay, and met my father, a strapping great Viking of a man. He was a wonderful jazz musician with a great many peculiar friends.

Ours was a strange family without extension. I knew that I had a grandfather and that he had a farm in Africa, but I never met him. He existed only as a single photograph in my mother’s album.

My father was effectively an orphan, abandoned to a Barnardo’s home at the age of five.

With so little information about who I was and where my family came from, it’s little wonder I became a writer. My unusual parentage and odd upbringing no doubt influences my writing. I am the product of two mismatched people from wildly different cultures, and I have seen from the inside what that can do to a family.

8 –  How was your journey to getting published?

I have always written, ever since I was a kid. My mother still has some of the notebooks I filled with drivel during elementary school. I worked as an advertising copywriter for many years and my first novel was picked up by a popular TV show over here in the UK. It was a completely unexpected turn of events. I had always planned to start writing novels seriously a little later in life once my children were grown, but the opportunity stood in front of me ten years early. Even now it all seems quite unreal.

Thanks so much for the heartwarming chat. Looking forward to reading your other works ^^

Connect with Alison at:

Website & BlogTwitterFacebookInstagramPinterest

See you tomorrow for the review of Under the Jeweled Sky.

 

20131128-083529.jpg

Liebster Blog Award 2014

20140109-060812.jpg

Tadi tiba-tiba dapat mention di Twitter dari ABO. Ternyata saya bersama 10 blogger lain menjadi target pertanyaan berantai Liebster Blog Award 2014 yang entah siapa starter-nya.

Tugas saya adalah menjawab 10 pertanyaan dari ABO, lalu memberikan 10 random facts about me, lalu melempar 10 pertanyaan untuk 10 blogger lain yang beruntung.

Pertanyaan dari ABO:

1. Buku yang paling ingin kamu baca sekarang?
The Shining by Stephen King dan The Valley of Amazement by Amy Tan

2. Sad ending, Happy ending atau cliffhanger ending?
Sebenernya sih suka semua tapi kalau ditodong pake pistol disuruh milih salah satu ya pilih sad ending aja deh

3. Edward Cullen atau Peeta Melark?
Pilihan yang sulit. Peeta aja deh.

4. Lebih suka baca buku sambil ngemil atau sambil dengerin musik?
Lebih banyak sambil ngemil tapi pernah nyobain pasang playlist lagu klasik dan instrumental scoring film. Suka juga.

5. Buku yang paling menjadi favoritmu selama ini?
Have a Little Faith by Mitch Albom

6. Pernah baca buku yang bikin kesel setengah mati? Judulnya?
Pernah. Fifty Shades of Grey, apalagi *kemudian ditimpuk gerombolan #TeamGrey*

7. Paperback atau hardcover?
Hardcover, lebih kokoh, gagah, dan mantep megangnya.

8. Apa judul buku yang menurutmu paling sukses ketika diadaptasi jadi film?
Interview with the Vampire-nya Anne Rice cukup keren versi filmnya walau ada beberapa bagian latar belakang Louis yang tidak muncul di film.

9. Dan apa film adaptasi dari buku yang paling mengecewakan menurutmu?
The Hunger Games dan The Queen of the Damned. Juga serial The Firm yang bikin nguap.

10. Metropop atau Amore?
Easy peasy. Metropop.

Terima kasih banyak untuk pertanyaannya ^^

10 Facts About Me

1. Penimbun buku yang impulsif. Sampai rumah kadang nyesel kenapa beli buku tersebut.

2. Sejak sudah bisa membaca paling suka baca sambil tiduran.

3. Tahun 2013 kemarin cukup ngotot dalam membaca, tahun ini nggak mau kaya gitu lagi. Membaca jadi terpaksa dan terbebani.

4. Baru saja menutup akun FB dengan alasan: tidak ingin menjadi makhluk maya dan agar tidak tergoda oleh book OL Shop

5. Paling sebel kalau pas nyari buku di rumah nggak ketemu

6. Sedang gandrung dengan serial TV Rizzoli and Isles dan berniat mengoleksi novelnya

7. Nggak mampu menolak makanan Manado, Sunda dan Jepang

8. Sedang berusaha membaca genre fantasi

9. Sering panik jika berada dalam tekanan

10.Pernah menjadi korban bullying dan berniat untuk menjadikannya tulisan kelak

Sekarang saatnya memilih 10 Blogger kece untuk menjawab 10 pertanyaan dari saya:

Reviews by the Geek
Little Alice Garden
The Black in the Books
Farazziya
Kubikel Romance
Bacaan Ally
Petronela Putri Books
Putri Uthie Utama
Zahra Salsa
Dunia Dalam Kertas

Pertanyaan dari saya:

1. Kapan pertama kali sadar kalau kamu penggila buku/maniak baca?
2. Pernah berantem dengan teman/saudara/pasangan/ortu gara-gara buku? Bisa ceritakan sedikit? :p
3. Blogger buku favoritmu siapa? Sertakan juga link blognya ya ^^
4. Kapan pertama kali ngeblog buku? Sebutkan postingan yang paling berkesan (kalau nggak keberatan, sertakan linknya ya ^^)
5. Buku paling keren yang pernah kamu baca.
6. Buku paling nggak keren yang pernah kamu baca.
7. Apa saja faktor penting yang membuatmu memutuskan untuk membeli sebuah buku?
8. Sebutkan tokoh fiksi favorit sepanjang masa.
9. Sebutkan pasangan fiksi yang menurutmu paling romantis.
10. Toko buku favoritmu.

Terima kasih banyak ya. Jangan lupa pingback supaya saya bisa blogwalking.

Happy Thursday ^^

20131128-083529.jpg

Winners Announcement

gawinners

Halo,

Mohon maaf sebelumnya atas keterlambatan pengumuman pemenang Giveaway dan IRRC karena saya ada kesibukan yang tidak bisa ditunda *mijit kening*

Langsung aja ya kita umumkan pemenang

IRRC Nov 2013

Tammy

IRRC Dec 2013

IRRCwinner

Bukune Virtual Horror Book Tour

horrorwinners

Selamat untuk semua pemenang.
Harap mengirim data diri lengkap beserta alamat dan no hp ke:
miss_yuska(at)yahoo(dot)com

Terima kasih banyak atas partisipasinya ya ^^

20131128-083529.jpg

Staying Strong: 365 Days a Year Project Day 2

20140101-035055.jpgSaya tidak sempat meng-update blog karena ada kesibukan lain yang menguras pikiran dan tenaga. Yup, saya sedang merevisi novel saya yang mudah-mudahan bisa segera dirilis dalam waktu dekat. Dan, percayalah, proses revisi itu bikin saya jadi ingat waktu menyusun scientific writing sewaktu kuliah dulu.

Cukup ah curcolnya, hehehe. Di hari kedua ini, refleksi saya adalah sebagai berikut:

One’s destination is never a place, but a new way of seeing things. – Henry Miller

Saya pernah diberikan kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat indah, baik di dalam maupun luar negri. Pada saat itu, saya agak jor-joran, memikirkan kesenangan saja selama traveling.

Saat ini, saya berada di dalam keadaan di mana saya tidak bisa bepergian jauh apalagi dalam waktu yang lama. Saya harus mengurus suami, anak dan rumah. Boro-boro ke Bandung atau, katakanlah, daerah Kota tempat dulu saya suka ngelayap untuk mencari makan waktu malam. Untuk ke mall saja agak sulit.

Padahal dulu saya sering melakukan impulsive traveling. Tiba-tiba meluncur ke airport sepulang kerja dan terbang ke Bali untuk menghabiskan weekend di kala penat.

Saya sering mengeluh, betapa saya merasa seperti berada di dalam tahanan, tidak bisa bebas pergi kemana saja saya suka, dan saya harus rela menjadi makhluk maya yang beredar di social media untuk bersosialisasi. Pathetic.

Saya sering diajak oleh ibu mertua saya mengunjungi panti werdha, karena beliau melakukan pelayanan di sana. Hati saya mencelos melihat opa-opa dan oma-oma yang tinggal bersama di tempat itu. Entah kemana anak-cucunya. Ada yang memilih untuk tinggal di sana, ada juga yang terpaksa karena anaknya tidak ingin repot mengurus orangtuanya. Ada juga yang tidak memiliki anak dan tidak pernah menikah, lalu terpaksa tinggal di sana.

Beberapa kali juga saya mengunjungi panti asuhan. Seperti kita tahu, anak-anak di panti asuhan tidak memiliki orangtua. Atau memiliki orangtua tapi keadaan membuat mereka berada di sana. Pastinya mereka juga jarang bepergian, melihat tempat baru, apalagi ke Bali atau liar negri. Bisa dikatakan hampir mustahil.

Saya sadar saya sering tidak bersyukur dengan keadaan saya. Tuhan sudah memberikan begitu banyak kebahagiaan pada saya, namun saya merasa kurang.

Sekarangpun, di kala saya tidak bisa bepergian, saya bisa membaca buku atau menonton TV kabel dengan variasi program. Saya terhibur, sekaligus belajar tentang hal baru. Saya masih memiliki orangtua lengkap (Puji Tuhan), ada ibu mertua yang menyayangi saya. Adik-adik saya juga begitu baik dan penuh perhatian. Suami saya juga menyayangi saya, siap membantu pekerjaan rumah tangga jika ART mudik, hehehehe. Dan, my biggest accomplishment, adalah anak saya, malaikat kecil yang super aktif, yang membuat saya sibuk setiap hari melarang ini-itu, mengomel, memeluk dan menciuminya tanpa penah bosan.

Mungkin saat ini saya tidak seberuntung orang-orang lain yang bebas pergi ke mana saja, namun kehidupan saya tidak miskin. Saya beruntung, dan saya harus bersyukur akan itu. (OK, sekarang saya malah jadi mellow ga keruan).

Jika kita sudah diberi berkat cinta, apalagi yang mau dicari?

Happy Friday dan semoga semua yang membaca postingan ini juga diberi kelimpahan cinta dan kasih sayang :’)

BTW (Back to Work).

20131128-083529.jpg

Staying Strong: 365 Days a Year Project Day 1

20140101-035055.jpg

Saya mendengar kalau Demi Lovato merilis buku. Saya pikir, Demi bakal menulis memoar, sama seperti seleb-seleb lain yang mengupas kehidupannya. Namun, ternyata buku ini berbeda.

Staying Strong: 365 Days a Year merupakan jurnal berisi refleksi diri, dimulai dengan kutipan inspirasional. Saya pertama kali melihat Demi Lovato di fiilm Camp Rock dan suka dengan suara dan penampilannya. Ternyata, di masa-masa Camp Rock, Demi berjuang dengan ketergantungannya dengan narkoba juga depresi karena ia juga dibully oleh para penggemar Joe Jonas yang mengata-ngatainya jelek dan tidak pantas menjadi lawan main Joe Jonas, apalagi pas publik tahu Demi dan Jonas juga pernah berhubungan.

Ok, cukup dengan Hollywood what not-nya.

Saya tidak akan langsung meresensi buku ini tapi saya ingin menjadikannya proyek refleksi saya selama tahun 2014. Untuk yang sudah membaca bukunya, di bawah kutipan ada refleksi Demi per hari. Dan saya akan melakukan hal yang sama.

Refleksi saya hari ini:

January 1

You are beautifully and wonderfully made.

God (if you believe in Him) created you, a perfect creation, His masterpiece.
I believe that everyone is beautiful and wonderful, inside and out.
Because you are beautiful and wonderful, God expects you to represent that beauty, inside and out.
You are expected to speak, think, and act beautifully.

I came to a realization that I’m that flawed that sometimes I forgot about that. I forgot to be thankful that I should act, think, and say beautifully. I sometimes curse and nag others and take it to social media. I made mistakes. I am weak. I surrender to anger and emotions.

I will do my best to act, speak, and think wonderfully, and treat others that way.

20130622-091605.jpg