Blog Archives

[Book Review] The Moon Opera by Bi Feiyu @Elexmedia

book_info

20141212-060641.jpg

Judul: The Moon Opera
Penulis: Bi Feiyu
Penerjemah: Indrayati Soebakdi J.A.
Penerbit: Elex Media Komputindo
Web Penerbit: klik
Goodreads: klik
Terbit: 30 Oktober 2013
Tebal: 144 halaman
ISBN: 9786020224084
Kategori: Fiksi
Genre: Budaya, Chinese Literature
Beli di: Mbak Maria
Harga: Rp. 15,000 (Clearance Sale)
Kalimat pembuka:
Bagi Qiao Bingzhang acara makan malam itu seperti kencan buta, dan dia baru menyadari setelah separuh acara berlangsung, bahwa lelaki yang duduk di seberangnya adalah seorang pengusaha pabrik rokok.

book_blurb

Bi Feiyu—seorang pujangga muda dari Cina yang berbakat—mengangkat kehidupan opera Cina dan bintangnya, menciptakan kembali segala godaan dan kesuksesan yang dihasilkan dari pementasan itu.

Seorang diva yang iri hati, Xiao Yanqiu, bintang dari Opera Rembulan—sebuah opera Cina yang sukses di zamannya—mencelakai pemeran penggantinya dengan air mendidih hingga cacat wajah seumur hidup. Dengan alasan itulah dia dikucilkan oleh anggota rombongan sandiwaranya, dan beralih menjadi seorang pengajar di sebuah akademi drama.

Dua puluh tahun kemudian, seorang bos pabrik rokok menawarkan diri untuk menanggung semua biaya pementasan ulang opera terkutuk itu, namun hanya jika Xiao Yanqiu yang memerankan peran Chang’e. Maka dia pun melakukannya, dan percaya bahwa dia adalah seorang dewi bulan yang hidup dalam keabadian.

Kisah yang dipenuhi dengan intrik, drama, dan kecemburuan di belakang panggung sebuah opera Peking, The Moon Opera menyajikan gambaran mengagumkan tentang seorang wanita dengan dunia yang secara tidak sadar telah menjunjung sekaligus membatasinya.

Editor’s Note
Kisah ini dituliskan dengan singkat namun dramatis oleh sang penulis. Sang penulis menampilkan emosi yang mengena dalam tulisannya. Membawa kita masuk ke dalamnya sehingga kita dapat mengikuti aliran emosi yang dibawa sang penulis ke dalam kisah itu. Dinominasikan dalam Independent Foreign Fiction Prize tahun 2008.

thoughts

The torment of envy is like a grain of sand in the eye.
(Chinese Proverb)

Di mana wanita berkumpul, di situ ada iri hati. Mungkin perempuan memiliki kadar iri dan cemburu yang lebih besar daripada pria. Entahlah. Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui kasus pencemaran nama baik hingga kriminal yang pelakunya wanita atas dasar iri hati atau cemburu.

Xiao Yanqiu, tokoh sentral dalam The Moon Opera, dikisahkan berparas cantik, memiliki tubuh indah dan lentur, serta suara merdu yang mampu memukau penonton opera. Di usia sembilan belas, Yanqiu tampil sebagai Chang’e (pemeran utama wanita dalam pertunjukan opera Cina). Dalam setiap pertunjukan opera, selalu ada pemeran pengganti untuk mendukung pemeran utama. Li Xuefen, aktris tersohor pada zamannya, bertugas sebagai pemeran pengganti dalam Opera Rembulan. Yanqiu yang tidak mau berbagi dengan Xuefen, memonopoli peran dalam panggung dan tidak memberi kesempatan pada Xuefen untuk unjuk kebolehan di depan penonton.

Konflik tak terelakkan. Yanqiu menyiram wajah Xuefen dengan air panas. Opera Rembulan tidak jadi dipentaskan.

Waktu berlalu dan Yanqiu bertambah usia. Pemilik pabrik rokok ingin agar Opera Rembulan kembali dipentaskan. Yanqiu bersemangat ingin kembali naik pentas, tapi kemampuan yang dulu ia miliki telah hilang. Chunlai, Chang’e baru yang masih muda didapuk untuk menggantikan Yanqiu. Sadar akan kemampuannya, Yanqiu melatih Chunlai agar penampilannya sempurna. Namun dalam hati, Yanqiu masih belum rela untuk mundur sebagai pemeran pengganti.

Selain konflik dalam grup opera, rumah tangga Yanqiu dengan suaminya, Miangua, juga mengalami turbulensi. Pada akhirnya, saya sebagai pembaca merasa kasihan pada Yanqiu.

Novel ini pendek dan sebenarnya bisa dibaca dalam sekali duduk. Namun saya tidak menemukan greget seperti saat membaca Farewell, My Concubine yang juga berkisah tentang pemain opera Cina dan rasa cemburu yang memicu konflik. Beberapa bagian The Moon Opera membuat saya bosan, terutama bagian Yanqiu dan Miangua. Novel ini singkat tapi kurang padat. Tokoh Yanqiu juga sangat menyebalkan. Airmata penyesalan seolah palsu dan tetap tidak menimbulkan rasa simpati.
Mungkin jika membaca bahasa aslinya, buku ini akan lebih enak dibaca. Sayang saya tidak bisa bahasa Mandarin.

Yang saya sukai dari buku ini adalah kutipannya. I’m a sucker for beautiful quotes. Gara-gara membaca buku ini, saya jadi kepikiran ingin punya 1 notebook khusus berisi kutipan.

Saya masih punya 1 buku karya Bi Feiyu lagi yang mengantri di timbunan. Semoga lebih seru dari The Moon Opera.

image

Ada saat ketika seorang wanita seakan memang terlahir untuk menjadi milik pria yang ditangisinya. (hal. 37)

Lelaki berkelahi dengan lelaki lain, tetapi perempuan menghabiskan seluruh hidup mereka untuk memerangi diri sendiri. (hal. 46)

20141212-072005.jpg

Need a second opinion?
Juushika

Have a fantastic day!

image

[Book Review] Queen, Empress, and Concubine by Claudia Gold

https://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg

20140726-045544.jpg

Judul: Queen, Empress, Concubine
Penulis: Claudia Gold
Penerjemah: Ida Rosdalina
Penerbit: Alvabet
Web Penerbit: link
Terbit: April 2012, cetakan pertama
Tebal: 152 halaman

ISBN: 978-602-9193-17-6
Kategori: Non Fiksi
Genre: Biografi, Sejarah
Beli di: Yes24
Harga: Rp. 115,900

book_blurb

Di balik dominasi laki-laki dalam sejarah, ternyata ada sejumlah perempuan hebat yang menjadi penguasa, sebagai ratu atau permaisuri, presiden atau perdana menteri. Kaum elit perempuan ini—yang berkuasa melalui suksesi dinasti, pemilu demokratis, atau dengan cara lain—telah mencapai kepemimpinan tertinggi dalam politik. Beberapa di antara mereka bahkan menjadi tokoh sangat berpengaruh dan karismatik dalam sejarah dunia.

50 Perempuan Penguasa melukiskan dengan jelas potret kehidupan 50 perempuan luar biasa yang memegang posisi politik sangat dominan dalam sejarah, dari Ratu Sheba di zaman kuno hingga Perdana Menteri Benazir Bhutto di era modern. Setiap profil tokoh digambarkan dengan jelas dalam konteks dan budaya setempat kala itu, sehingga memungkinkan sang penulis untuk tidak hanya menceritakan kisah hidup tokoh-tokoh perempuan yang penuh keberanian dan ketegasan ini, melainkan juga menyuguhkan informasi memikat perihal sejarah sosial alternatif selama 3.500 tahun terakhir.

Dilengkapi dengan gambar-gambar eksklusif untuk setiap tokoh serta didesain dengan tata letak isi yang bervariasi, buku ini benar-benar indah dan memikat. Dan, jika Anda meragukan kompetensi, keahlian, dan keagungan perempuan dalam kepemimpinan dan kekuasaan, buku ini akan dengan mudah membalikkan pandangan Anda.

thoughts

Saya nggak sengaja menemukan buku ini di situs Yes24. Tadinya saya mau membeli sepatu. Ternyata, memang dasar bukan rezeki, sepatu tersebut sold out. Saya bingung mau beli apa. Pada hari tersebut, buku ini muncul di halaman utama. Karena saya sedang menonton serial The Borgias, saya memutuskan untuk membeli buku ini. Dua tokoh dalam serial yang berdasarkan kisah nyata pemerintahan Vatikan era Paus Alexander VI tersebut, yaitu Lucrezia Borgia dan Catharina Sforza dibahas dalam buku ini.
Saya juga sedang membaca buku Maharani karya Pearl S. Buck. Tokoh utamanya, mantan selir yang menjadi Empress dinasti Qing, yaitu Ci Xi juga ada di buku ini.

Dari ke-50 tokoh wanita penguasa di buku ini, beberapa yang menarik perhatian saya adalah:
1. Nefertiti
Selain terkenal karena kecantikannya, Nefertiti dan suaminya, Akhenaten, berani membuat agama baru. Sebelumnya, rakyat Mesir memuja Amun-Ra. Saat Akhenaten berkuasa, ia menghancurkan kuil pemujaan terhadap dewa Amun, Mut, dan Khonsu, diganti dengan dewa tunggal, Aten.

2. Izebel
Istri raja Ahab yang memuja Baal ini menjadi musuh Elia. Suaminya yang dulu mengakui satu tuhan membiarkan istrinya membawa nabi-nabi palsu ke istananya. Ia juga membunuh nabi-nabi pemuja Yahweh. Sesuai ramalan Elia, Izebel mati mengenaskan. Sebelumnya saya pernah membaca kisah Izebel dari buku The Fifth Mountain yang reviewnya ada di sini.

3. Caterina Sforza
Musuh bebuyutan keluarga Borgia ini dikenal sebagai perempuan perkasa yang mampu berperang dalan keadaan hamil.
Ketika musuh mengancam akan membunuh anaknya, ia mengangkat roknya dan mempertontonkan kelaminnya sambil berkata bahwa ia tidak takut karena ia sanggup memproduksi lebih banyak anak lagi.

4. Mary Tudor
Ratu pertama Inggris yang ditolak ayahnya karena kasus pembatalan perkawinan antara ayahnya, Henry VIII dengan ibunya Catherine Aragon. Ia juga difitnah telah melakukan pembakaran massal kaum Protestan. Gara-gara peristiwa itu, ia dikenal dengan nama “Bloody Mary”.

5. Cixi
Selir kelas tiga yang naik pangkat menjadi istri raja karena kecerdasannya. Demi ambisinya untuk naik tahta, ia mencuri hati ibu suri, juga menjalin hubungan baik dengan kasim kerajaan dan pemegang kekuasaan politik. Ia melahirkan seorang putra yang kelak menjadi kaisar, namun anaknya mengangkat musuh Cixi menjadi menteri. Peristiwa berdarah tak terelakkan. Cixi memimpin tahun-tahun terakhir runtuhnya dinasti Manchu.

Yang saya sukai dari buku ini selain ukurannya yang besar (coffee table), juga ilustrasi dan halaman full color. Biografi tiap tokoh ringkas dan padat, dilengkapi inset kejadian penting dan kronologis dari awal mula berkuasa hingga tokoh tersebut tutup usia.

Sayangnya, terjemahannya masih terasa kaku di beberapa bagian.
Tapi secara keseluruhan saya suka buku ini. Gara-gara membaca buku ini saya jadi tertarik untuk mencari buku biografi beberapa tokohnya.

20140225-050101.jpg

Until next time

20131128-083529.jpg

[Book Review] In The Name of Honor by Mukhtar Mai

posting bareng BBI 2014

https://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg

in-the-name-oh-honor-atas-nama-kehormatan
Judul: In The Name of Honor (Atas Nama Kehormatan)
Penulis: Mukhtar Mai
Penerbit: Pustaka Alvabet
Terbit: Desember 2009
Tebal: 198 halaman
ISBN: 978-979-3064-78-9
Kategori: Non Fiksi
Genre: Memoir, Culture, Feminism
Beli di: Bukabuku – Harga: Rp. 29,750
Harga: Rp. 23,000
Kalimat pembuka:
PADA MALAM HARI TANGGAL 22 JUNI 2002, KELUARGA kami membuat sebuah keputusan.

book_blurb

INTERNATIONAL BESTSELLER TELAH DITERJEMAHKAN DALAM 18 BAHASA DI 19 NEGARA

“Mukhtar Mai adalah seorang pahlawan. Dia telah mengalami pemerkosaan dan kebrutalan pengadilan. Atas kejadian itu dia meyakinkan kita akan pentingnya pendidikan—dan harapan. —Nicholas Kristoff, The New York Times

Mukhtar Mai adalah perempuan Muslim berusia 35 tahun yang tinggal di perkampungan kecil di selatan Punjab, Pakistan. Ia termasuk satu dari 100 tokoh paling berpengaruh versi Majalah TIME.

Melalui kisah ini, mudah-mudahan saya dapat membantu orang lain untuk memahami bahwa perubahan harus dilakukan.”—Mukhtar Mai

Untuk pertama kalinya, Mukhtar Mai menuangkan pengalaman pahitnya dalam buku yang sangat menyentuh hati. Sebuah kisah mengenai penderitaan dan kehinaan yang mendalam, juga keberanian dan keyakinan yang besar.

Pada 22 Juni 2002, Mukhtar Mai dijatuhi hukuman oleh Dewan Adat di desanya dengan cara diperkosa. Dia dipegangi oleh empat orang laki-laki, ditelanjangi dan kemudian diperkosa beramai-ramai. Lalu, ia diperintahkan untuk berjalan pulang dalam kondisi setengah telanjang di hadapan 300-an penduduk desa. Dengan cara dipertontonkan dan dipermalukan di depan umum, Mai harus melakukan itu demi ‘membayar’ suatu tindak kejahatan yang tanpa bukti, yang dituduhkan kepada adik laki-lakinya.

Adik laki-laki Mai, Abdul Syakur (12 tahun), dituduh memiliki affair dengan seorang gadis dari kasta yang lebih tinggi. Dewan Adat akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Mukhtar Mai dengan cara diperkosa. Menjelang menit-menit pelaksanaan hukumannya, Mukhtar Mai meminta belas kasihan, memohon agar adiknya dibebaskan, dan membaca al-Quran—satu-satunya bacaan yang dihapalnya.

thoughtsSudah cukup lama saya tidak membaca buku non fiksi. Pas nggak sengaja browsing di BukaBuku.com, saya menemukan buku ini dan tertarik untuk memilikinya. Kebetulan tema baca bareng bulan ini mengusung tema perempuan, saya pikir buku ini cocok dengan tema tersebut.

Mukhtar Mai adalah seorang perempuan miskin anak petani dari kasta Gujar yang tinggal di desa Meerwala, Pakistan. Adik laki-lakinya dituduh berzina dengan seorang perempuan yang usianya jauh lebih tua. Sialnya, perempuan itu berasal dari kasta Mastoi, kasta yang lebih tinggi dari kaum Gujar. Orang-orang Mastoi menguasai sebagian besar lahan di desa tersebut dan kerap berlaku sewenang-wenang terhadap kaum Gujar.

Untuk meringankan hukuman adiknya, Mukhtar Mai diutus keluarganya untuk memohon kepada para lelaki Mastoi. Bukannya diberi maaf, Mukhtar Mai diseret ke gudang dan diperkosa beramai-ramai, lalu dilemparkan keluar kandang dalam keadaan setengah telanjang.

Orang normal akan bunuh diri jika mengalami kejadian yang dialami oleh Mukhtar Mai. Karena mukjizat dari Tuhan serta tekad yang kuat, Mukhtar melawan para pemerkosanya dan ia berjuang hingga akhirnya ia mendapat perhatian international.

Pada awalnya, Mukhtar yang buta huruf dikerjai oleh pihak kepolisian. Ia dipaksa menempelkan sidik jari pada lembaran kosong (yang tadinya akan dibuat laporan palsu tentang pengakuan Mukhtar). KArena kebijakan hakim, Mukhtar berkata jujur dan laporannya tersebut berhasil menyeret para pemerkosa dan pihak yang terlibat dalam kejahatan tersebut ke meja hijau. Mukhtar membuka jalan bagi para wanita Pakistan yang sebelumnya diinjak-injak oleh kaum lelaki bejat.

Buku ini membuat saya menahan napas, menangis, dan meringis karena tak tega. Untung saja penulis tidak menceritakan bagian pelecehan seksual secara eksplisit. Jujur saja, saya paling tidak kuat membaca buku tema pemerkosaan. Saya jadi teringat dengan para wanita yang mendapat perlakuan tak adil seperti ini. Banyak kasus pemerkosaan di daerah Timur Tengah yang malah merugikan pihak wanita. Mereka diadili dengan tuduhan perzinahan lalu dihukum mati. Miris saya mendengar kabar seperti ini.

Mukhtar Mai adalah sosok perempuan sederhana yang memiliki ketegaran seperti baja. Saya salut dengan perjuangannya yang membuahkan hasil di luar dugaan. Ia mendapat uang kompensasi dari pemerintah yang kemudaian ia gunakan untuk membangun sekolah di kampungnya. Ia juga dianugerahi penghargaan oleh pemerintah Pakistan. Selain itu, buku memoir ini pertama kali terbit di Prancis. Kasus Mukhtar Mai yang mendapat perhatian international juga membawanya ke markas PBB dan Mukhtar bicara di sana untuk menyuarakan hak wanita. Mukhtar juga dinobatkan sebagai satu dari 100 tokoh paling berpengaruh di dunia.

Tadinya saya ingin memberikan 5 bintang untuk buku ini, sayang terjemahannya terasa agak kaku. Tapi secara keseluruhan, saya sangat menyukai buku ini, apalagi karena endingnya membuat saya tersenyum.

 

20131125-062111.jpg

Need a second opinion?

Baltyra
Stefanus Akim

 

Until next time

20131128-083529.jpg

[Book Review] For One More Day by Mitch Albom

https://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg

for-one-more-day
Judul: For One More Day (Satu Hari Bersamamu)
Penulis: Mitch Albom
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Desember 2007
Tebal: 248 halaman
ISBN: 978-979-22-3433-6
Kategori: Novel Fiksi
Genre: Family, Death, Sports
Beli di: Lotte Mart Bintaro
Harga: Rp. 15,000
Kalimat Pembuka:
“Biar kutebak. Kau ingin tahu kenapa aku mencoba bunuh diri.”

book_blurbFor One More Day adalah kisah tentang seorang ibu dan anak laki-lakinya, kasih sayang abadi seorang ibu, dan pertanyaan berikut ini: Apa yang akan kaulakukan seandainya kau diberi satu hari lagi bersama orang yang kausayangi, yang telah tiada? Ketika masih kecil, Charley Benetto diminta untuk memilih oleh ayahnya, hendak menjadi “anak mama atau anak papa, tapi tidak bisa dua-duanya.” Maka dia memilih ayahnya, memujanya—namun sang ayah pergi begitu saja ketika Charley menjelang remaja. Dan Charley dibesarkan oleh ibunya, seorang diri, meski sering kali dia merasa malu akan keadaan ibunya serta merindukan keluarga yang utuh. Bertahun-tahun kemudian, ketika hidupnya hancur oleh minuman keras dan penyesalan, Charley berniat bunuh diri. Tapi gagal. Dia justru dibawa kembali ke rumahnya yang lama dan menemukan hal yang mengejutkan. Ibunya—yang meninggal delapan tahun silam masih tinggal di sana, dan menyambut kepulangannya seolah tak pernah terjadi apa-apa.

thoughts

For One More Day adalah buku ketiga karya Mitch Albom yang saya baca, dan buku fiksi pertama karya beliau yang saya baca. Beruntung saya berhasil menemukan buku ini di boks obralan Gramedia Lotte Mart, Bintaro. Ternyata, buku ini diobral karena penerbit merilis ulang dengan cover baru yang lebih cantik.

for-one-more-day-baru

For One More Day bercerita tentang Chick Benetto yang menghabiskan satu hari bersama almarhum ibunya, Posey. Chick adalah mantan atlet bisbol pro yang pernah masuk World Series. Hidupnya hancur setelah ia cedera dan tidak bisa lagi bermain bisbol. Lalu, hubungannya dengan istrinya, Catherine, dan putrinya, Maria, juga tidak baik. Ia bahkan tidak diundang untuk menghadiri pernikahan Maria. Chick mencoba untuk mematikan rasa sakit dengan minum-minuman keras, dan ia bertekad untuk mengakhiri hidupnya karena ia sudah merasa tidak berguna lagi. Sebuah kecelakaan membuatnya kembali ke rumah masa kecilnya, dan ia menghabiskan satu hari bersama ibunya.

Setelah membaca tiga buku, saya berkesimpulan bahwa Mitch Albom suka mengangkat tema kematian dalam buku-bukunya. Mitch seolah ingin menekankan bahwa hidup sangat singkat, jadi jangan sia-siakan kesempatan untuk melakukan sesuatu sehingga jika orang tersebut/kita pergi meninggalkan dunia, tidak ada penyesalan yang tertinggal.

Sama seperti buku-buku terdahulunya, buku ini ditulis dengan apik dan membuat pembaca berkaca-kaca. Setelah melahap buku ini, saya jadi ingin memeluk orangtua saya dan mengucapkan terima kasih kepada mereka.

Bacaan yang recommended jika kamu ingin berderai-derai dan memboroskan tisu.

quotes

“Aku melakukan apa yang penting bagiku,” katanya. “Aku menjadi seorang ibu.” (hal. 165)

Percaya, kerja keras,cinta—kalau kau punya hal-hal ini, kau bisa melakukan apa pun. (hal. 202)

 

20131125-062111.jpg

 

Need a second opinion?

Bacaan Bzee
Crazy in Books
Membaca Buku

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

[Book Review] Slammed by Colleen Hoover

https://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg

20140221-042907.jpg
Judul: Slammed (Cinta Terlarang)
Seri: Slammed #1
Penulis: Colleen Hoover
Penerjemah: Shandy Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: April 2013
Tebal: 336 halaman
ISBN: 978-979-22-9518-4
Kategori: Novel Fiksi
Genre: Young Adult, Romance, Teen, Family, Drama
Beli di: Mbak Maria
Harga: Rp. 44,000
Kalimat pembuka:
Aku dan Kel memuat dua kardus terakhir ke dalam truk U-Haul.

book_blurb

Layken harus kuat demi ibu dan adiknya. Kematian mendadak sang ayah, memaksa mereka untuk pindah ke kota lain. Bayangan harus menyesuaikan diri lagi dengan lingkungan baru sungguh menakutkan Layken. Namun semua berubah, begitu ia bertemu dengan Will Cooper, tetangga barunya.

Will memang menarik. Dengan ketampanan dan senyum memikat, pemuda itu menularkan kecintaannya pada slams––pertunjukan puisi. Perkenalan pertama menjadi serangkaian hubungan intens yang membuat mereka semakin dekat, hingga keduanya bertemu lagi di sekolah…

Sayangnya, hubungan mereka harus berakhir. Perasaan yang mulai tumbuh antara Will dan Layken harus dihentikan. Pertemuan rutin mereka di kelas tak membantu meniadakan perasaan itu. Dan puisi-puisi menjadi sarana untuk menyampaikan suara hati. Tentang sukacita, kecemasan, harapan, dan cinta terlarang mereka.

thoughts

Sebelum Iif menentukan buku ini sebagai bacaan Reight bulan Desember, saya sudah punya buku ini dan lanjutannya, Point of Retreat. Saya tertarik membaca buku ini karena direkomendasikan oleh Mbak Maria dan ratingnya juga cukup tinggi di Goodreads.

Awalnya saya sempat tersendat-sendat membaca buku ini, entah kenapa. Belum terlihat hal yang menarik. Namun setelah 40 halaman rasanya lancar, malah jadi ketagihan.

Slammed bercerita tentang Layken (biasa dipanggil ‘Lake’) yang pindah dari Texas ke Michigan bersama ibunya, Julia, dan adik laki-lakinya yang berusia 9 tahun bernama Kel.
Belum sempat menurunkan barang, Kel sudah asyik bermain bersama anak laki-laki seusianya, Caulder, yang tinggal di seberang jalan. Kakak Caulder, Will, adalah pria yang menarik. Tidak perlu menunggu lama, Lake dan Will terlibat insta-love.

Kencan pertama mereka merupakan kejutan. Will membawa Lake ke sebuah kelab yang disulap menjadi arena pembacaan puisi, atau disebut slam. Tak disangka, Lake terkesima dan terhanyut dengan puisi yang dibacakan satu peserta.

Malam itu juga, Lake melihat satu sisi Will yang berbeda, yang tidak biasanya ia tampilkan. Keduanya bertambah dekat.

Ketika Lake masuk sekolah, suasana jadi berbeda. Ia berteman dengan gadis eksentrik bernama Eddie (nama yang dipilihnya sendiri). Lake mendapati Will sebagai guru bahasa Inggrisnya. Dunia seolah terbalik. Hubungan mereka harus dihentikan demi menyelamatkan karier Will yang ada sangkut pautnya dengan masa lalunya.

Sementara itu, Lake juga mencurigai ada sesuatu yang disembunyikan oleh ibunya. Sesuatu yang ketika ia ketahui membuat ia menjadi mirip dan lebih dekat dengan Will.

Points of Discussions:

1. First impression
Suka dengan covernya yang sederhana tapi mewakili judulnya. Tapi saya juga suka dengan versi bahasa Jerman ini:

20140222-045309.jpg

2. How did you experience the book?
Agak tersendat-sendat di awal, belum tahu kemana arah ceritanya. Tapi setelah 40 halaman, lancar. CNPID (Could Not Put It Down).

3. Characters
Layken: Gadis Selatan yang agak blak-blakan. Tidak bisa menerima kenyataan bahwa Will adalah gurunya. Keras kepala, tapi sangat penyayang. Cinta berat dengan The Avett Brothers dan Johnny Depp.

Will: berjuang setengah mati untuk menjaga jarak dengan Lake demi menyelamatkan adiknya. Yatim piatu yang sesekali menengok kakek-neneknya. Sangat menyayangi Caulder. Menyukai puisi dan memilih untuk mencurahkan perasaannya lewat acara slam.

Eddie: gadis eksentrik yang berpindah-pindah dari satu shelter home ke shelter home lainnya. Kekasih Gavin. Periang, jago menyimpan rahasia, suka menulari energinya pada Lake. Sangat disayang oleh ayah angkatnya.

4. Plot
Plotnya mengingatkan saya dengan bagian dari serial Pretty Little Liars, terutama hubungan Lake-Will yang mengingatkan saya dengan hubungan Aria-Ezra. Lalu, sedikit latar belakang Eddie dan acara slam yang kebetulan ada di beberapa episode serial The Fosters yang sedang saya tonton. Menggunakan plot maju dengan menceritakan latar belakang lewat deskripsi dan dialog.

5. POV
Slammed diceritakan dari sudut pandang Layken, menggunakan POV orang pertama.

6. Main Idea/Theme
Sesuai dengan tagline-nya, yaitu cinta terlarang. Cerita di buku ini seputar kisah cinta Will dan Lake yang terlarang, karena mereka berstatus guru dan murid. Dibumbui dengan slam dan penyakit, serta drama keluarga.

7. Quotes

Keterbatasan itu ada untuk dilampaui. (hal. 253)
Satu-satunya kesamaan di antara kami semua adalah satu hal yang tidak terhindarkan. Yaitu, kami semua pada akhirnya akan mati. (hal. 251)

8. Ending
Ending-nya mengharu-biru. Sangat puas.

9. Questions
Tidak ada

10. Benefits
Kematian adalah hal mutlak, bagian dari garis hidup manusia. Seharusnya, tiap orang harus siap untuk menghadapinya, baik itu kematian orang terdekat atau kematian diri sendiri. Saya mendapat pandangan tentang cara penerimaan melalui buku ini.

11. Lain-lain
Ada sedikit keganjilan dari buku ini, cuma sedikit aja sih. Beberapa dialog memang panjang, tapi itu masih saya maklumi. Nah, ada satu yang menurut saya agak aneh, seperti ini:

“Kupandangi lekat-lekat bola itu di tanganku, menyusurkan jariku di sekeliling kulit yang membalutnya, menyentuh huruf-huruf merek bola kaki yang tercetak di bagian sampingnya. Bola berbentuk bulat itu bahkan beratnya tidak sampai setengah kilo. Aku lebih memilih bola kulit konyol di tanganku ketimbang darah dagingku sendiri.” (hal. 240)

Adegan tersebut sewaktu Will sedang bicara dengan Eddie dan Lake di kelas. Menurut saya kok seperti berpuisi ya? Padahal konteksnya sedang menceritakan kejadian masa lalu. Hanya detailnya seperti narasi.

Yang lainnya, ada dua adegan yang membuat saya terharu. Pertama, ketika Julia berbicara dari hati ke hati dengan Lake tentang kondisinya. Yang satunya, saat perayaan ulang tahun Eddie, ketika ayah angkatnya meminta Gavin membacakan puisi untuk Eddie, lalu melepas balon-balon. Manis dan mengharukan, sampai menitikkan air mata saat membaca adegan itu. Juga surat terakhir dari Julia untuk Lake.

Saya merekomendasikan Slammed untuk yang suka genre drama dan ingin bacaan yang mengharu-biru.

Nggak sabar untuk membaca Point of Retreat

20140222-044816.jpg

Happy Weekend^^

20131128-083529.jpg

[Book Review] Simple Thinking About Blood Type by Park Dong Sun @penerbitharu

book_infosimple thinking about blood type_04d98380ca8f3cc23c0369254940e74fJudul: Simple Thinking About Blood Type
Penulis: Park Dong Sun
Penerjemah: Achie Linda
Penerbit: Haru
Terbit: Desember 2013
Tebal: 263 halaman
ISBN: 978-602-77-4225-3
Kategori: Komik
Genre: Humor
Bisa dibeli di: Bukabuku
Harga: IDR 46,400

book_blurb

Tahu nggak sih kalau orang bergolongan darah A itu orang-orang yang halus, tapi kaku dan taat pada peraturan? Atau tahukah kamu kalau golongan darah B itu orang-orang yang kreatif dan bebas?

Apa jadinya kalau mereka disatukan? Jangan-jangan, bisa terjadi pertengkaran!

Ternyata, selain perbedaan jenis kelamin, tempat tinggal, agama, dan kondisi ekonomi, golongan darah juga bisa menentukan perbedaan sifat kita, lho.

Meski sifat seseorang tidak bisa hanya dilihat dari golongan darahnya, semoga komik Simple Thinking about Bloodtype ini bisa menghibur, sekaligus sedikit membantu kamu untuk memahami orang lain, ya!

thoughtsSenang banget saya bisa membaca buku yang di-proofread oleh rekan sesama blogger member BBI, Minjul. Dan benar-benar teliti deh Minjul ini. No typo, rapi jali.

Buku ini full color dengan illustrasi yang menarik. Kartunnya juga lucu banget, gemes lihatnya, hahaha.

Dan orang Korea sepertinya memang lebih suka membaca sifat seseorang berdasarkan golongan darahnya, nggak terlalu terpatok dengan zodiak atau shio.

Misalnya seperti K-movie lawas yang ini:

220px-My_Boyfriend_Is_Type_B_Poster

Film berjudul My Boyfriend is Type B menceritakan tentang Young-Bin, seorang cowok dengan golongan darah B yang memiliki sifat cuek, arogan, playboy, dan serampangan. Ia nggak sengaja bertemu dengan cewek golongan darah A, Han-mi, yang sensitif dan naif. Ok, saya nggak akan terlalu banyak membahas filmnya, hanya kebetulan saya ingat film ini ketika membaca komik Simple Thinking about Blood Type. Tapi, barangkali penasaran dengan filmnya, klik ini aja.

Balik lagi ke komik, saya cukup terhibur dengan deskripsi detail tiap tipe golongan darah.

Misalnya:

image001Atau posisi tiap golongan darah jika berada dalam satu ruangan:

Golongan darah O

Sifat umum berdasarkan golongan darah:

A: hidup teratur dan taat peraturan. Dia peduli dan perhatian kepada orang lain. Namun, golongan A agak sulit beradaptasi jika berada dalam lingkungan baru. Sangat berhati-hati dan bersikap di lingkungan baru. Ia memandang masa depan dengan pesimis, untuk itu ia melakukan persiapan yang matang.

B: Tidak suka ikut campur dalam urusan orang lain, juga hidup teratur. Jika ia menyukai sesuatu, ia akan melakukannya terus menerus tanpa mempedulikan orang lain. Ia juga kaku, pendiam, dan apatis terhadap lingkungan.

O: Semangat hidupnya sangat tinggi. Ia juga idealis dan realistis, dan suka mengatur orang lain.

AB: Golongan ini memiliki campuran sifat A yang stabil dan B yang labil (nah lho). Ia dingin, realistis dan memiliki kemampuan negosiasi yang baik. Selain itu, AB juga kritikus yang handal, walau tidak semua orang suka mendengarnya. AB juga memiliki sifat aneh da sentimental.

Itu hanya sebagian saja dari penjelasan mengenai masing-masing golongan darah.

Golongan darah saya A namun saya cenderung memiliki sifat B. Yang kocak, suami sayaA banget dan ada adegan di dalam komik yang miriiiip banget sama dia, waktu mengomeli istrinya XD

Komik ini juga bisa dibaca dalam satu kali duduk. Tidak membuat kening berkerut, malah membuat saya terbahak.

Terima kasih, Haru, sudah mengirim buku ini.

 

20131128-083506.jpg

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

 

[Book Review] A Virgin River Novel by Robyn Carr

book_info

20131118-074234.jpg

Judul: A Virgin River Christmas
Penulis: Robyn Carr
Penerjemah: Nicodemus Wuri K.
Penerbit: Violet Books – Kompas Gramedia Group
Terbit: 2011
Tebal: 400 halaman
ISBN: 9789790816572
Kategori: Novel Fiksi
Genre: Contemporary, Romance
Beli di: Gramedia Plasa Semanggi, Harga: IDR 20,000
Kalimat pertama:
Marcie berdiri di samping Volkswagen hijau-limau miliknya, menggigil di tengah dinginnya udara November, mentari pagi hampir nyaris belum muncul di ufuk timur.

book_blurb

PADA NATAL TERAKHIR, MARCIE SULLIVAN MENGUCAPKAN SALAM TERAKHIR KEPADA SUAMINYA, BOBBY. NATAL TAHUN INI, IA DATANG KE VIRGIN RIVER UNTUK MENEMUI PRIA YANG TELAH MENYELAMATKAN SUAMINYA DAN YANG MEMBERINYA WAKTU TIGA TAHUN UNTUK MENCINTAI SUAMINYA.

Marinir Ian Buchanan membawa tubuh Bobby yang terluka ke ambulans di Fallujah empat tahun yang lalu, kemudian menghilang sesaat sebelum bantuan datang. Sejak saat itu, surat-surat yang Marcie kirimkan padanya tak pernah terbalas.

Marcie melacak keberadaan Ian di sebuah kota pegunungan kecil di Virgin River dan menemukan seorang pria yang terluka secara emosional, sama seperti Bobby yang terluka secara fisik. Tapi itu tak membuatnya lari dari tujuannya. Sejak Marcie memaksa masuk ke dalam kehidupan keras dan penyendiri pria ini, ia menemukan jiwa yang manis namun terluka dibalik sikap kasarnya.

Ian tak tahu apa yang membuat seorang janda muda itu begitu bersikeras memaksanya untuk menengok kembali masa lalunya dan, yang lebih buruk lagi, masa depannya yang tak pasti. Tapi inilah, setelah semuanya, masa-masa keajaiban dan mungkin, hanya sebuah kemungkinan, waktu untuk mengusir hantu masa lalu dan membuka hatinya.

thoughts

Saya biasanya menghindari buku-buku Harlequin dan novel yang unsur romance-nya kental. Namun, sepertinya saya harus mencoba membaca buku-buku not my cup of tea, apalagi novel tema Natal memang dikuasai oleh genre romance, jadi saya pikir ini saat yang tepat untuk membaca genre ini.

Novel A Virgin River Christmas saya temukan secara tidak sengaja di antara tumpukan buku obralan di Gramedia Plasa Semanggi. Setelah browsing, ternyata Virgin River itu serial namun bisa dibaca secara acak. Karena saya terlanjur membaca A Virgin River Christmas duluan, saya terpaksa menyelesaikannya sebelum membaca buku pertamanya terlebih dahulu.

Ceritanya tentang Marcie, janda muda mendiang Bobby yang meninggal setelah mengalami luka dan cacat karena perang Irak. Marcie ingin berterima kasih kepada Ian Buchanan yang telah menyelamatkan Bobby.
Erin dan Drew, saudara Marcie, melarang Marcie bepergian untuk mencari Ian karena cuaca musim dingin mulai memburuk. Namun Marcie yang keras kepala tidak bisa dilarang. Ia pergi ke arah pegunungan untuk mencari Ian.

Dalam perjalanannya, Marcie bertemu dengan Doc dan Mel, dokter dan perawat yang memiliki bar. Marcie yang mulai kehabisan uang dijamu dengan baik dan hangat oleh Doc. Bahkan Preacher, si koki, memberi Marcie bekal untuk dibawa dalam perjalanan.

Berkat bantuan seseorang, Marcie berhasil menemukan Ian yang penampilan dan perangainya berubah. Ian mengusir Marcie, namun Marcie berkeras. Ia tinggal di mobil Volkswagennya. Ian menemukan Marcie pingsan dan membopongnya ke dalam rumahnya. Setelah siuman, Marcie diminta istirahat dan dirawat dengan baik oleh Ian. Setelah ini bisa ketebak kemana arah cerita ini.

Saya nggak menyangka bakalan menyukai buku ini. Natal selalu membawa kehangatan dalam keluarga, itu yang saya rasakan. Dan ternyata, banyak penulis yang merasakan hal yang sama.

Ada beberapa dialog yang saya rasa agak berlebihan, seperti

Oh, Ian, kau perhatian.
Tetapi demi Tuhan, nyanyianmu seperti nyanyian dewa.

Saya palingan cuma nyengir setiap kali menemukan dialog semacam ini. Namun secara keseluruhan, cerita tentang Marcie dan Ian ini menarik dan membuat saya nggak mau berhenti baca. Saya malah jadi nagih ingin membaca semua novel seri Virgin River ini.

Novel ini membawa nostalgia natal dan membuat saya kangen ingin natalan di gereja.

quotes

Sebenarnya, jika kau tak makan sebanyak itu, kau takkan merasa makan sebanyak itu. (hal. 60)

Setiap hari ia selalu bertanya kepada dirinya sendiri mengapa ia harus mendapatkan medali untuk tindakannya menyelamatkan pri untuk hidup dalam tubuh yang lumouh. (hal. 71)

Aku bukan jemaat gereja atau anggota persekutuan atau apa pun namanya. Itu saja. Aku pergi ke gereja hanya untuk mendengar musiknya. (hal. 186)

Bintang itu adalah iman. Sebuah keyakinan bahwa ada suatu kuasa yang lebih besar daripada kita yang, jika diberi kesempatan, akan menuntun kita mencapai tujuan kita. Bintang itu adalah makna, tujuan, janji bahwa kita akan dikaruniai pencerahan kudus. (hal. 190)

20131119-085715.jpg

Need a second opinion?

Resensi Harlequin here
All About Romance here
Natuschan here

Until next time

20130330-114856.jpg

[Book Review] Swimsuit by James Patterson @Gramedia

book_info

20131123-060929.jpg

Judul: Swimsuit (Maut di Pantai)
Penulis: James Patterson dan Maxine Paetro
Alih Bahasa: Andang H. Sutopo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 31 Mei 2012
Tebal: 464 halaman
ISBN: 9789792284195
Kategori: Novel Fiksi Terjemahan
Genre: Thriller, Mystery
Dapat dari: barter dengan Patricia
Bisa dibeli di: Kutukutubuku Harga: IDR 49,300
Kalimat pertama:
Aku tahu hal-hal yang tidak ingin kutahu.

book_blurb

Kim McDaniels, supermodel cantik menawan, lenyap ketika sedang mengadakan pemotretan di Hawaii. Takut situasi memburuk, kedua orangtuanya langsung terbang ke Hawaii untuk menyelidiki sendiri, tanpa pernah menyangka mereka disambut maut.

Ben Hawkins, wartawan L.A. Times, menyelidiki sendiri kasus itu, berharap bisa menolong si korban dan mendapatkan gagasan untuk menulis buku laris. Sejak ia tiba di Hawaii, belum juga ada petunjuk yang menuntunnya ke pengungkapan identitas di penculik. Tiba-tiba si iblis mendatanginya dan memaksanya menyepakati perjanjian yang tak mungkin ditolak.

thoughts

Akhirnya, buku Miss Jinjing saya laku juga dibarter, hehehehe. Thanks ya, Patricia, sudah ngebuzz inbox Goodreads saya.

Ok, pertama tertarik membaca buku ini karena penulisnya. Saya baru membaca sedikit buku karya James Patterson dan saya bertekad untuk membaca lebih banyak lagi karya beliau di tahun mendatang, sekaligus ingin mengurangi timbunan yang semakin menggunung.

Ben Hawkins, mantan detektif dan penulis fiksi yang gagal, banting setir menjadi wartawan kriminal untuk L.A. Times. Jumat malam, ia tiba-tiba diberi tiket pesawat ke Maui untuk menyelidiki kasus hilangnya Kim Daniels. Ben terinspirasi untuk menulis novel lagi dengan mengambil ide dari kasus Kim.

Sementara itu, Kim diculik malam setelah pemotretan untuk majalah pria. Ia mendapati dirinya terikat dan terkurung di dalam bagasi mobil. Ia dibawa ke sebuah tempat terpencil dimana tak ada orang yang bisa mendengar jeritannya. Nasib baik tidak berpihak pada Kim. Ia dibunuh secara sadis oleh pria bertopeng. Pembunuhan Kim direkam dengan video dan disaksikan oleh Horst dan Jan, juga anggota Alliance lain yang menyewa si pembunuh untuk melakukan pembunuhan keji dan direkam oleh video. Si pembunuh diiming-imingi kontrak baru dengan angka yang menggiurkan jika ia berhasil membuat rekaman sensasional dan berhasil memikat The Peepers.

Orang tua Kim, Levon dan Barbara, terkejut bukan kepalang ketika mendapat telepon misterius dari seseorang yang mengatakan bahwa Kim sudah jatuh ke tangan orang jahat. Mereka berdua disarankan untuk segera menyusul Ke Maui.

Dalam keadaan panik, mereka terbang ke Maui tanpa membawa koper. Sesampainya di Wailea Princess, Levon dan Barb dikerubuti wartawan yang memborbardir mereka dengan pertanyaan yang membuat duka mereka semakin dalam. Si pembunuh hadir dalam event tersebut, menyamar sebagai wartawan.

Setelah hilangnya Kim, ada dua perempuan lagi yang mayatnya ditemukan: Rosa, gadis Latin, dan Julia Winkler, teman sekamar Kim di Maui dan juga model Sporting Life.

Ben mendekati Levon dan Barb demi mendapatkan kepercayaan dari mereka. Ia juga bercerita tentang masa lalunya, detektif yang difitnah dan dijebak partner dan atasannya, sehingga ia terpaksa mengundurkan diri dan akhirnya mendapat kolom kriminal di L.A. Times.

Ben dibantu detektif lokal, Eddie Keola, memutar otak untuk mencari si pembunuh. Akhirnya, mayat Kim ditemukan di sebuah kapal sewaan. Tubuh dan kepalanya terpisah.

Akhirnya Ben berhadapan dengan si pembunuh yang menyeretnya ikut terlibat dalam pembunuhan-pembunuhan yang dilakukannya.

Dibandingkan Honeymoon, buku ini lebih membuat saya penasaran. Saya hampir tidak mau berhenti membaca. Seru, menegangkan, bikin penasaran dan membuat saya menunggu kejutan di halaman berikutnya.

Saya sangat menikmati buku ini walau agak terganggu dengan beberapa adegan sadis yang membuat saya mual. Aura buku ini maskulin sekali. Adegan berlangsung dengan cepat tanpa basa-basi. Cerita per babnya juga tidak panjang. Setelah sampai di halaman terakhir, saya bisa menarik napas lega.

Dan yang membuat saya sedikit terkejut adalah, cerita di buku ini sampai masuk ke dalam mimpi saya. Seru, menegangkan, dan membuat saya capek.

Saya merekomendasikan buku ini untuk pecinta thriller. Gara-gara buku ini, tahun depan saya berniat untuk membuat James Patterson Reading Challenge.

Nggak ada produser yang tertarik memfilmkan buku ini ya? Kalau digarap dengan baik, buku ini berpotensi untuk jadi film blockbuster action-thriller.

20131125-062111.jpg

Need a second opinion?

Reviews of Unusual Size here
Obsessed with Reading here

Until next time

20130330-114856.jpg

P.S. Review ini menjadi pemenang #ResensiPilihan @Gramedia 3 Desember 2013
Bisa dilihat di sini

Terima kasih banyak, Gramedia ^^

[Book Review] Lisey’s Story by Stephen King @Gramedia

book_info12348714Judul: Lisey’s Story

Penulis: Stephen King

Penerjemah: Rosemary Kesauli

Penerbit: GPU

Terbit: Agustus 2011

Tebal: 704 halaman

ISBN: 9789792274127

Kategori: Novel Fiksi

Genre: Horror, Supernatural, Thriller

Beli di: nitip Chei di Obralan Gramedia, Harga IDR 25,000

Kalimat pertama:

Bagi publik, para istri penulis terkenal sama sekali tidak penting.

book_blurbLisey Debusher Landon kehilangan suaminya, Scott, dua tahun yang lalu, setelah dua puluh lima tahun menikah. Scott adalah pengarang terkenal yang berkepribadian sangat rumit. Setelah beberapa lama mengenal Scott, Lisey baru mengerti bahwa Scott mempunyai kemampuan untuk masuk ke dunia lain––sebuah tempat yang menakutkan, namun sekaligus menyembuhkan dan memberinya ide-ide yang dia butuhkan untuk bisa bertahan dari kegilaan yang menggerogotinya. Sekarang, setelah Scott tiada, giliran Lisey yang harus menghadapi hantu-hantu masa lalu suaminya.

thoughtsSalah satu keuntungan menjadi member BBI adalah bisa berbagi info buku murah. Saya harus mengucapkan terima kasih sama Zellie yang sudah rela berberat-berat membawa buku-buku pesanan para penimbun buku (kecup).

Saya baru membaca satu buku Stephen King, yaitu Carrie. Itu juga ceritanya ada tugas meresensi buku bebas waktu kuliah, dan saya langsung nyomot Carrie sebagai bacaan kelompok kami (yang langsung diprotes sama teman-teman kelompok, namun mereka nggak punya pilihan).

Lisey’s Story menurut saya adalah cerita sedih, heartbreaking story tentang masa lalu Scott (dan kakaknya, Paul) yang sangat-sangat menyedihkan. Beberapa kali saya menyeka air mata saking nyeseknya membaca buku ini (ini juga saya sambil menahan jatuhnya air mata saking sedihnya mengingat detil masa lalu Scott yang bisa dikatakan disturbing).

Lisey adalah istri Scott, penulis terkenal yang menyimpan rahasia kelam tentang masa kecilnya. Sebelum menikah dengan Lisey, Scott berkata bahwa ia menderita penyakit jiwa turunan dan ia tidak menginginkan anak karena takut.

Setelah dua tahun kematian Scott, Lisey membereskan barang-barang Scott di ruang kerjanya. Lisey dipaksa menyerahkan manuskrip Scott yang belum sempat diterbitkan kepada Joseph Woodbody, seorang profesor. Lisey tidak mau menyerahkan naskah Scott. Tak lama berselang, Lisey diteror oleh pria asing yang mengaku bernama Zack McCool (norak banget ya nama aliasnya).

Lisey sendiri harus mengurus Amanda, kakaknya, yang mengalami gangguan psikologis. Amanda yang sudah tidak muda lagi suka memutilasi diri sehingga ia dibawa ke sanatorium.

Lisey merasa Amanda mengetahui sesuatu tentang hal yang menghantui Scott. Ia menculik Amanda dari klinik dan membawanya ke rumahnya untuk menelusuri barang-barang Scott.

Akhirnya Lisey bisa melihat makhluk yang menghantui Scott sejak ia kecil, makhluk yang bisa menghinggapi siapa pun yang bisa melihatnya.

Buku bantal ini saya habiskan selama 6 hari. Saya berjanji untuk membaca secara maraton setiap weekend, untuk menghabiskan timbunan. So far, program #weekendreadathon saya lumayan berhasil. Buku ini saya baca selama weekend dan hampir setengahnya habis dilahap dalam tiga hari.

Stephen King menulis kisah ini secara detil. Namun ada beberapa hal yang saya mengerti namun sulit untuk diekspresikan melalui tulisan. Seperti bul misalnya.

Sampul depan novel ini ada gambar sekop. Itu merupakan penghubung antara masa lalu Scott dengan peristiwa penting sebelum Scott tewas.

Overall, saya puas membaca kisah Lisey. Tebalnya buku ini tidak membuat saya terintimidasi karena isinya yang menarik dan bikin penasaran.

quotes

Melupakan kejadian saat peristiwa traumatis berlangsung memang bagian dari proses yang terjadi sesudahnya. (hal. 36)

Setiap perkawinan memiliki dua inti, satu terang, satunya gelap. (hal. 80)

Bukankah keberanian selalu kelihatan indah. (hal. 89)
Mutilasi diri memangtidak bisa dianggap sebagai bunuh diri, sama seperti anoreksia, tapi keduanya bisa mengakibatkan kematian. (ha. 149)

Bicara pada diri sendiri memang enak karena kau tidak perlu menyelesaikan ucapan. (hal. 307)

Kalau kau sudah lama menikah ada semacam telepati. (hal. 369)

20130923-121407.jpg

Submitted for:

Baca Bareng BBI tema Horror/Thriller

20130923-121453.jpg

[Book Review] Warna Air by Kim Dong Hwa

book_info

8949011

Judul: Warna Air (Trilogi Warna #2)
Penulis: Kim Dong Hwa
Penerjemah: Rosi L. Simamora
Editor: Tanti Lesmana
Illustrator: Kim Dong Hwa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Agustus 2010
Tebal: 320 halaman
ISBN: 9789792259889
Kategori: Novel Grafis
Genre: Family, Sex Ed, Romance, Korean Culture
Beli di: Bukabuku.com
Kalimat pertama:
Bunga-bunga ini indah sekali.

book_blurbWarna Air adalah buku kedua dari Trilogi Warna karya Kim Dong Hwa, Dalam buku ini, Ehwa yang cantik telah bertambah dewasa, sementara hubungan ibunya dengan si tukang gambar semakin serius. Ehwa, yang telah mengerti rasanya jatuh cinta, untuk pertama kali dalam hidupnya menyimpan rahasia dari ibunya.

Alam pedesaan Korea yang dilukiskan dengan indah menjadi latar belakang kisah tentang cinta dan perjalanan menjadi dewasa ini.

thoughts

Buku kedua dari trilogi Warna ini mengisahkan Ehwa remaja yang mulai beranjak dewasa muda. Ehwa mengutarakan isi hatinya mengenai pria yang ia sukai: Chung-Myung dan Sunoo kepada ibunya. Ehwa merasa kedua laki-laki itu datang dan pergi dalam sekejap. Ibu Ehwa berkata, bahwa pria ketiga yang akan memikat Ehwa. Third time’s fhe charm, seperti.n141) kata pepatah.

Pria ketiga yang datang dalam hidup Ehwa adalah Duksam, laki-laki bertubuh tinggi tegap yang jago bergulat.

Lucunya, Duksam datang ketika Ehwa mandi, dan kembali ketika ibunya mandi *LOL*

Eksplorasi seksual Ehwa juga sudah sampai ke hubungan intercourse antar sepasang kekasih. Bongsoon, sahabat Ehwa yang lebih ahli dalam masalah ini mengajari Ehwa bagaimana cara orang dewasa melakukan aktivitas ‘rahasia’.

Yang lucu adalah ketika Ehwa membahas tentang bunga kastanye kepada ibunya. Muka ibunya langsung menjadi merah. Bunga kastanye ternyata memiliki konotasi seksual.

Salah satu bab yang kocak adalah ketika Master Cho, kakek mata keranjang bos Duksam naksir Ehwa dan meminta jasa mak comblang untuk mendapatkan Ehwa. Segala daya upaya ia lakukan demi mendapatkan Ehwa. Ibu Ehwa berang, karena tentu saja si tua bangka Cho tidak pantas untuk anaknya. Seperti layaknya bunga yang cantik, semakin banyak kumbang yang melihatnya, maka semakin banyak yang ingin hinggap di atasnya. Begitu juga dengan perempuan cantik yang sering jalan keluar.

Warna Air tidak seseru Warna Tanah, namun masih asik untuk dinikmati.

quotes

Kau bisa mengatakan banyak hal tentang seorang laki-laki hanya dari kesan yang ditimbulkannya. (hal. 48)

Meskipun cinta yang di mata bagaikan petir, cinta di hati adalah seperti perapian. (hal. 52)

Konon katanya perempuan tidak pernah terlalu tua untuk bunga. (hal. 59)

Jangan memercayai seorang gadis yang mengatakan ia tidak bakal menikah. (hal 141)

Memiliki orangtua yang baik dan anak-anak yang baik adalah anugerah, namun bertemu suami yang baik adalah sesuatu yang langka dan indah. (hal. 163)

Wanita tak perlu memanjakan dirinya untuk membuat seseorang terkesan. Dia bisa melakukannya hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri. (hal. 208)

Takdir tak pernah mau mendengarkan perintah kita, jadi janganlah kita mencoba memanipulasinya. (hal. 252)

20131119-085715.jpg

Until next time

20130330-114856.jpg