Blog Archives

So Many Books, So Little Time

20130728-083101.jpg

Hal yang kerap dikeluhkan oleh avid reader adalah so many books, so little time, jargon yang juga terkenal karena diucapkan oleh Frank Zappa.

Seorang ibu rumah tangga kayak gue yang punya banyak waktu luang lebih daripada ibu-ibu kantoran atau anak kuliahan juga mengeluhkan hal yang sama. Masalahnya, walau di rumah, gue juga harus mengurus anak, antar-jemput sekolah, mengurus suami, bebenah rumah, dan lain-lain. Belum distraksi acara TV dan internet, semakin menipiskan waktu untuk membaca.

Selain itu, kebiasaan menimbun buku juga penyakit kambuhan yang sulit untuk disembuhkan. Beneran deh, info sale, bazaar, diskonan, dan kawan-kawannya itu begitu menggoda, sampai gue rela mantengin internet untuk mencari buku idaman dengan harga murah. Sekali lagi, seperti yang sering didengungkan oleh penasihat finansial, belanja saat diskon justru lebih boros karena kita biasanya tergoda untuk membeli lebih banyak dari yang kita butuhkan. Ini bener banget, sangat bener karena hal itu yang menimpa gue beberapa kali. Yang ada budget untuk belanja buku malah membengkak berkali-kali lipat.

Reading Challenge juga salah satu pemicu gue untuk membaca buku. Tantangan dengan berbagai tema menarik (yang walau bisa overlap), namun malah membuat gue keteteran dalam mengikutinya. Akhirnya, gue harus rela tidak bisa melanjutkan beberapa tantangan karena nggak sanggup mengikuti semuanya. Salah sendiri, keburu napsu mendaftar challenge ini dan itu. Akhirnya, gue hanya mengikuti beberapa saja yang kira-kira bisa diikuti. Target membacanya juga dibatasi hanya 3 buku per challenge.

Saat ini, gue masih berjuang untuk menyelesaikan beberapa buku yang harus dibuat resensinya. Menantang dan sangat memicu adrenalin, hahaha. Namun ya itu, tidak semua bisa diselesaikan sesuai target di awal. Misalnya, gue mengikuti Canadian Reading Challenge bulan ini. Targetnya sih baca 3 buku, namun hingga detik ini belum satu pun buku yang kelar di baca. *melirik novel Story Girl di sisi ranjang*

Problem gue yang lain adalah I’m a multiple reader alias tukang selingkuh, alias tidak bisa setia membaca satu buku, lalu setelah selesai, baru membaca buku lainnya. Selalu ada dua atau tiga buku yang dibaca secara bergantian. Memang sih membuat pace membaca jadi lamban, namun gue juga belum bisa menyembuhkan penyakit satu ini, karena mudah tergoda untuk membuka buku yang sepertinya menarik untuk diselingkuhi.

Gue selalu berjanji untuk tidak membeli buku dulu sebelum selesai membaca timbunan, namun hal itu masih menjadi polemik batin dan belum bisa diatasi. Jadinya, buku semakin menumpuk sementara waktu berjalan dan span hidup gue semakin berkurang tiap detiknya.

Adakah yang memiliki keluhan yang sama dengan gue? Bagaimana cara mengatasinya?

Share yuk di sini, siapa tahu kita bisa mendapat solusi.

Happy Sunday!

20130330-114856.jpg

Button from here