Blog Archives

Scene on Three 6: James and the Giant Peach

sceneon3

Ketemu lagi sama Scene on Three edisi keenam. Sepertinya gue rada lama absen karena mengurus event yang lain *lap keringet*

Kali ini, gue akan mengambil satu scene dari buku karya Roald Dahl, James and the Giant Peach:

20130910-113937.jpg

Poor James was still slaving away at the chopping block. The heat was terrible. He was sweating all over. His arm was aching. The chopper was a large blunt thing far too heavy for a small boy to use. And as he worked, James began thinking about all the other children in the world and what they might be doing at this dens. Some would be walking in cool woods and picking bunches of wild flowers. And all the little friends whom he used to know would be down by the seaside, playing in the wet sand and splashing around in the water…

Ketika membaca adegan di atas, pikiran gue langsung melayang kepada illegal child labors yang tersebar di negara-negara berkembang. Dengan upah tak layak dan jam kerja panjang, anak-anak ini terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Gue nggak napsu punya barang bermerek, apalagi setelah membaca artikel di blog ini dan menonton videonya, tambah ga napsu lagi untuk memiliki barang branded. Miris banget ūüė•

sceneonthree

Ikutan Scene on Three yuk. Caranya:

    1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
    2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
    3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
    4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
    5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Until next time!

20130330-114856.jpg

Scene on Three 5: Thirteen Reasons Why

sceneon3

We’re finally reaching the end of August. Bulan ini pace baca gue agak lamban karena satu dan lain hal. Maunya sih punya waktu luang tak terbatas untuk membaca. Namun, banyak hal yang harus dikerjakan. Jadi, ya, pasrah deh, sebisanya aja.

Untuk Scene on Three ke-5 ini, gue akan mengambil secuplik bagian dari novel yang masih gue baca, Thirteen Reasons Why. Novel YA ini rada gelap karena tokoh utamanya bunuh diri. Sebelumnya, ia merekam suara di kaset dan bercerita tentang orang-orang yang berhubungan dalam kasus tersebut.

20130826-011548.jpg

Bullies. Drugs. Self-image. Relationships. Everything was fair game in Peer Communications. Which, of course, made a lot of other teachers upset. It was a waste of time, they said. They wanted to teach us cold hard facts. They understood cold hard facts.
They wanted to teach us the meaning of x in relation to pi, as opposed to helping us better understand ourselves and each other. They wanted us to know when the Magna Carta was signed-never mind what it was-as opposed to discussing birth control.

Setuju! Tiap sekolah seharusnya punya kelas Peer Communications (selain Sex Ed) untuk memberi gambaran tentang jahatnya dunia luar. Ilmu pengetahuan memang penting, namun membekali anak dengan fakta di luar sana juga sama pentingnya. Gue sering banget dengar anak SMA buka kamar lalu … ya, you know what they did. Mulai dari anak-anak jetset sampai kalangan bawah, sama aja nakalnya. Gue punya anak umur 3.5 tahun yang bakal jadi ABG. Melihat kenyataan dunia luar kaya gini, terus terang gue ngeri. *knock on wood* jangan sampai terjadi kaya gitu.
Gue follow akun @DearPornAddicts di Twitter yang isinya segala jenis keburukan pornografi. Gue sering RT tweetnya, sebagai bentuk kampanye anti pornografi. Gue membaca beberapa buku memoir ex porn star yang memberi kesaksian tentang kejahatan di balik layar industri pornografi. Seandainya gue punya banyak waktu luang dan bisa mobile kemana-mana, dengan senang hati gue akan datang ke sekolah-sekolah untuk kampanye dan berdiskusi dengan anak-anak sekolah tentang bahayanya pornografi. Moga-moga keinginan gue ini tercapai.

sceneonthree

Ikutan Scene on Three yuk. Caranya:

    1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
    2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
    3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
    4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zeesekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
    5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Until next time!

20130330-114856.jpg

Scene on Three 4: Some Girls, Some Hats and Hitler

sceneon3

Nggak berasa udah sampai di tanggal 23 Agustus, hari Jumat pulak. Hari ini lebih spesial karena bertepatan dengan hari ultah bokap gue :’) Jadi agak sentimental pagi-pagi.

Untuk Scene on Three ke-4 ini, gue akan mengambil sedikit cuplikan dari memoir Some Girls, Some Hats and Hitler yang ditulis oleh Trudi Kanter. Buku ini bercerita tentang kisah cinta antara Trudi dengan Walter di era Holocaust yang merebak di Austria.

 

20130821-033002.jpg

Much later, I learnt that Steffi had asked my parents regularly if they needed money. The answer was always the same: ‘No, no, Trudi left us plenty. If we need anything, we will tell you.’ The fact was that they had been robbed of almost everything and were penniless. They were selling what was left of their possessions, one by one. (p. 178)

Hampir semua orangtua tidak ingin memyusahkan anaknya. Walau sudah sulit secara finansial, mereka tidak akan meminta kepada anaknya. Asli, pas baca scene di atas, gue teringat sama ortu dan ngebayangin kalau sampai ada kejadian kayak gitu. *langsung mellow*

sceneonthree

Ikutan Scene on Three yuk. Caranya:

    1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
    2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
    3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
    4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
    5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Until next time!

20130330-114856.jpg

Scene on Three 3: Perfect Match

sceneon3

Akhirnya sampai juga di awal Agustus yang masih sering hujan ini. Hari-hari gini lagi musim mudik Lebaran. Stay safe, ya teman-teman.

Liburan terasa belum lengkap tanpa buku bacaan. Walau gue nggak berlibur secara khusus, tapi selalu ada bacaan yang menemani di kala senggang.

Kali ini gue ingin membagikan satu scene dalam buku Perfect Match yang sedang gue baca. Novel ini adalah novel terjemahan karya Jodi Picoult terakhir yang diterjemahkan oleh Gramedia. Semoga ada lagi novel Jodi yang bakal diterjemahkan.

Dr. Robichaud mengatakan sesuatu, tapi suaranya seolah tak terdengar. Pandanganku tertuju pada Nathaniel, yang sedang duduk di sudut kamar bermain. Di atas pangkuannya, dia memegangi boneka yang ditelungkupkan. Dengan tangan lain, dia menusukkan krayon di pantat boneka itu. Dan wajahnya, oh, wajahnya – sama kosongnya seperti selembar kertas putih. (hal. 58)

Mungkin adegan tersebut adalah adegan paling disturbing dalam buku tersebut. Saat membacanya, gue langsung mual dan nyesek. Child molesters adalah salah satu monster yang harus dihukum berat. Dan mata gue juga sukses meleleh selama membaca buku ini.

 

sceneonthree

Ikutan Scene on Three yuk. Caranya:

    1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
    2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
    3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
    4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
    5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Until next time!

20130330-114856.jpg

Scene on Three 2: The Rescue

sceneon3

Akhir bulan Juli tiba, nggak sabar menunggu libur Hari Raya di mana gue bisa makan kenyang, hihihi.

Di penghujung bulan ini, gue ingin mengutip satu bagian dari novel ‘The Rescue’ yang ditulis oleh Oom Nicholas Sparks. Siapa yang nggak kenal ama bapak romance satu ini?

‘The Rescue’ bercerita tentang penyelamatan (dalam arti harfiah dan implisit). Ceritanya mengalir, ada bagian yang menegangkan, mengharukan, juga romantis tapi tidak berlebihan. Sejujurnya, gue lebih suka novel ini dibanding ‘The Notebook’. Semoga saja novel ‘The Rescue’ difilmkan dengan bintang utama Drew Barrymore dan Ryan Reynolds, karena mereka berdua yang muncul dalam pikiran saat Denise dan Taylor berdialog.

Without further ado, here’s one of my favorite scenes from the book:

kissOriginal pic from here

Ketika mereka berjalan meninggalkan pelabuhan dan menuju pusat kota lagi, Denise tercengang menyadari dunianya sudah jauh berubah akhir-akhir ini; dan dia sadar semua itu ada hubungannya dengan pria di sampingnya ini. Namun, tak pernah sekali pun, padahal begitu banyak yang telah dilakukan Taylor untuknya, Taylor memaksa Denise membalas kebaikannya, dengan sesuatu yang belum siap dilakukan Denise. Bahkan Denise-lah yang duluan mencium Taylor, dan dia juga yang mencium Taylor kedua kalinya. Bahkan ketika Taylor tinggal sampai malam di rumah Denise setelah seharian di pantai, Taylor pulang ketika dia merasa sudah saatnya pulang. (hal. 295)

Bagian itu adalah salah satu alasan gue menyukai Taylor karena dia sangat santun dalam memperlakukan Denise, padahal Denise adalah single mother yang memiliki seorang anak di luar nikah.
Bayangkan kalau laki-laki hidung belang yang ada di posisi Taylor, entah apa yang akan dilakukannya kepada Denise. Gue selalu teringat dengan perkataan nyokap yang pernah bilang bahwa lelaki yang baik (dan pantas untuk dinikahi) akan selalu memperlakukan perempuan dengan baik dan santun. Terbukti, Taylor memang dekat dan sangat menghormati ibunya, sama seperti ia memperlakukan Denise. Teori yang mengatakan bahwa cara pria memperlakukan istri adalah cerminan ia memperlakukan ibunya sepertinya benar.

Tipe cowok kaya Taylor ini nggak fiktif kok. Seorang teman yang menikah dengan cowok bule asal Canada pernah bercerita kalau suaminya itu waktu sebelum menikah sopan banget, bahkan dia sangat menghormati curfew dan selalu menjemput dan mengantarnya sambil berpamitan pada orangtua temen gue yang cewek ini. Si bule ini memang tidak tinggal di Indonesia. Sepertinya cowok-cowok bule yang tidak pernah tinggal di sini perilakunya jauh lebih baik. Untuk membahas perilaku bule yang tinggal di sini nanti saja kalau kopdar ya ^^

sceneonthree

Ikutan Scene on Three yuk. Caranya:

    1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
    2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
    3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
    4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
    5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Until next time!

20130330-114856.jpg

Scene on Three 1: Waiting

sceneon3

Seneng banget kalau ada rekan sesama blogger bikin meme. Kali ini, Bzee ngehosting meme keren ini.

Scene on Three pertama dari gue diambil dari novel Waiting karya novelis asal Cina, Ha Jin. Novel ini mendapat penghargaan National Book Award. Gue membaca novel ini untuk Baca Bareng BBI tema Historical Fiction. Review-nya menyusul ya ^^

Banyak adegan menarik dan beberapa juga eksplisit sampai gue merinding. Salah satu yang gue ingat adalah yang ini:

On Lin’s desk lay a sheet of paper, half torn in the middle. It was a telegram from his elder brother, which said, “Father passed away. Return immediately.”

Thinking of his father, who had toiled in the fields all his life but grown poorer each year, Lin was tearful again and kept massaging the inner corners of his eyes with his forefinger and thumb. If only he had been able to go home and attend the funeral. He had asked the leaders to allow him to take an early leave, but they hadn’t approved, because throughout the spring of 1969 the hospital was in combat readiness. There had been conflicts between the Chinese and the Russian troops on the Amur and the Wusuli rivers in the winter.

Berdasarkan sejarah, saat itu memang terjadi perang dingin ketika komunis menancapkan taringnya di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Terjadi perpecahan ideologi antara Cina (waktu itu dipimpin oleh Mao Tse-tung) dengan Rusia (Sino-Soviet Split) terutama setelah kunjungan Nixon Ke Cina. Konflik memanas di perbatasan Cina-Soviet yang terjadi mulai 2 Maret hingga 11 September 1969 menyebabkan banyak kerusakan, kematian dan krisis ekonomi. Salah satu suku etnis di Cina, yaitu Uyghur yang menempati provinsi Xinjiang, berimigrasi ke Soviet karena faktor ekonomi yang memburuk di Cina. Tidak tanggung-tanggung, 60,000 penduduknya hijrah ke Soviet. Pihak Cina menyalahkan Soviet yang menyebabkan kehancuran populasi suku Uyghur, namun tidak ada kelanjutan untuk menyelesaikan kasus ini.

Gue selalu tertarik untuk membaca novel dengan genre historical fiction karena muatan sejarahnya yang bikin gue rajin mengunjungi pusat informasi Google untuk mencari informasi kejadian yang menjadi latar buku tersebut.

 

sceneonthree

Ikutan Scene on Three yuk. Caranya:

    1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
    2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
    3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
    4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
    5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Until next time!

20130330-114856.jpg