Blog Archives

[Review] Opentrolley Indonesia Online Bookstore

Review: Opentrolley Indonesia Online Bookstore

Gue dapat email dari Opentrolley Indonesia dan gue mendapat complimentary voucher untuk belanja buku impor di website tersebut.
Dengan senang hati, voucher sebesar Rp. 50,000 tersebut gue pergunakan untuk membeli buku ini:

20130403-101121.jpg

Gue baru melirik genre classics gara-gara bloghopping ke blog tetangga. Kebetulan gue lagi membaca Pride and Prejudice-nya Jane Austen. Gue tertarik untuk mengoleksi semua buku karya Jane Austen.

Koleksi classics terbitan Signet Classics covernya keren, kayak cover buku chick lit. Gue coba iseng browsing di toko online langganan gue, ternyata koleksi Jane Austen dari Signet Classics nggak ada. Pastinya gue bakal beli lagi di opentrolley untuk melengkapi koleksi.

Opentrolley adalah toko buku online berbasis di Singapura. Semua buku yang dijual di sana adalah buku impor. Untuk harga, memang cukup variatif. Untuk koleksi classics banyak juga yang harganya di bawah Rp. 100,000. Kebetulan untuk memperingati earth day di bulan April ini, ada diskon 10%. Dan mulai bulan ini juga, opentrolley sudah bisa menerima pembayaran dengan kartu kredit.

Koleksi buku di opentrolley lumayan banyak. Ada sekitar 2 jutaan judul dari berbagai genre. Pengiriman buku juga cepat, antara 8 sampai 14 hari kerja. Pesanan gue nggak sampai 2 minggu sudah selamat sampai di rumah.
Packagingnya juga rapi, dibalut dengan bubblewrap.

Untuk yang suka beli buku impor, silahkan mampir ke Opentrolley.

20130330-114856.jpg

Advertisements

[Book Review] The Not-So-Amazing Life of @aMrazing

20120819-050114.jpg

Gue ikutan pre-order buku ini berbarengan dengan novel duet Kala Kali milik @vabyo & @windyariestanti via @bukabuku.

Sebelumnya gue udah baca tulisan Alex di buku The Journeys dan Cerita Sahabat. Beberapa cerita di buku #TNSALOA ini pernah gue baca di blognya Alex, dan tentunya rasanya berbeda setelah melalui tahap editing di buku.

Salah satu profesi yang mengharuskan kita menghadapi berbagai jenis manusia adalah bidang jasa. Alex pernah mencicipinya ketika bekerja di konter HP di Jakarta nyingcet.

Gaya bercerita Alex yang khas ceplas-ceplos, sedikit nyinyir dan gamblang juga terasa di buku ini. Beberapa pengalaman Alex bikin gue gondok, misalnya kisah si Pretty Asmara kecil yang super manja minta ditabok. Lalu, ada juga anggota DPRD songong yang bodoh dan mamak-mamak sasak Monas yang ‘ngotot’.

Ada bagian yang bikin berkaca-kaca, misalnya kisan tentang Rama. Juga mas Bambang yang tidak terlihat seperti penampilannya.

Dan tentunya nggak ketinggalan cerita kocak bikin ngakak tentang mas ngondek dan bapak ‘Yu Jam Ai Jam’, mas Bokep, dan yang bikin gue ngakak sambil mikir, kenapa Alex selalu berjodoh ketemu kastemer mulut bau naga?! Maybe that’s his fate.

Overall, gue suka buku ini. Bacaan ringan nggak perlu mikir sampe bikin kepala cenat-cenut yang pas banget dinikmati saat mati gaya pas libur lebaran ini. Kalo kata Alex, lemparin bukunya kalo ada yang nanya “kapan nikah?”.

Gue juga banyak belajar dan berkaca sambil merenung setelah melahap lembar demi lembar buku ini. Gue nggak mau kaya ibunya si Pretty Asmara. Gue gak mau kaya mamak-mamak rambut sasak Monas. Dan gue juga ga mau ketemu orang dengan mulut bau naga busuk.

Cukup beberapa jam saja gue menghabiskan buku ini. Sarat makna, menghibur, dan tersenyum haru saat menutup halaman terakhir.

So, gue harap Alex mau nulis sekuelnya, terutama cerita #memetwit nya itu.

20120819-051627.jpg

20120819-051706.jpg

[Book Review] You’ll Never Nanny In This Town Again

Title: You’ll Never Nanny In This Town Again: The True Adventures of a Hollywood Nanny

Author: Suzanne Hansen

Hollywwood stories are always fascinating.
This time it’s about Suzy who worked for Micheal & Judy Ovitz. Then she was hired to take care of Max, Debra Winger’s son. Finally, she jumped to another celebrity couple, Danny & Rhea DeVito.

Being a nanny is tough, yet interesting, especially when you were given a chance to taste the glitz and blitz of Hollywood.

The writer is witty and funny, and this book is a great choice for a holiday reading.

 

 

[Book Review] Malibu Nanny: The True Adventures of The Former Kardashian Nanny

20120803-122124.jpg

Why the Kardashians? They sell! Well, I’m not a big fan of the Kardashians. Everytime I see “Keeping Up with the Kardashians” on E! I switch the channel.

Yang bikin saya tertarik membaca buku ini adalah kata “nanny” nya. Sebelumnya saya membaca buku Hollywood Nanny (belum selesai) dan sepertinya banyak cerita seru seputar kehidupan celeb HWood.

Saya membaca buku ini gratis dari sini

Pam Behan adalah former nanny the Kardashian yang juga merangkap sebagai aspri Kris Jenner. Sebelum bekerja di rumah keluarga Kardashian, Pam lebih dulu mengurus anak dari Bruce Jenner. Pam’s dream came true when she knew she worked for Bruce, her childhood idol.

Menurut Pam, Kris berjiwa bisnis & sejak dulu sudah merencanakan untuk membuat semua anaknya populer, atau dengan kata lain fame whore.

Pam paling dekat dengan Khloe dan Rob, karena waktu itu mereka masih kecil. Lalu, Pam juga pernah bekencan dengan Sylvester Stallone.

Anything juicy? Nope! This book was endorsed by the Kardashians, I suppose. No juicy tell-alls, no gory details in the Kardashians household. Ini buku paling sopan tentang kisah celeb Hollywood.

Quite entertaining but not satisfying.

20120803-123527.jpg

20120803-123549.jpg

[Review] Hitam Putih Dunia Angel: Dan Pelangi Diantaranya

20120429-105555.jpg

Senang banget rasanya mendengar novel perdana Angeline Julia, yang akrab dipanggil Angel, akhirnya diluncurkan. Saya sudah lama mendengar Angel akan merilis kisah hidupnya yang luar biasa ini, dan tentu saja, saya juga ikut deg-degan menunggu telur itu pecah.

Setelah mbak Dewi, bos Stiletto Book, mengabarkan via BBM bahwa beliau ingin mengirimkan buku ini kepada saya untuk direview, saya tambah double lagi girangnya. Merasa tersanjung dipercaya untuk mereview buku ini.

Novel ini ditulis Angel berdasarkan kisah nyata yang dialaminya. Ia dijual oleh orang tua kandungnya karena mereka tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Orang tua angkat Angel kemudian mengadopsinya. Karena perceraian demi perceraian yang dialami oleh ibu angkat Angel, ia mengalami gangguan psikis dan sering menyiksa anak semata wayangnya baik secara fisik maupun verbal.

Di usia rawan dimana seorang anak membutuhkan kasih sayang, bimbingan dan pembentukan karakter, Angel mengalami goncangan batin. Ia juga dilecehkan secara seksual oleh ibunya, sehingga Angel mulai mengalami disorientasi seksual. Belum lagi doktrin dari sang ibu yang mengatakan bahwa laki-laki hanya mengincar tubuh wanita dan ingin melampiaskan nafsu saja. Angel yang berusia 13 tahun merasa dirinya seorang lesbian dan ia menjalin cinta dengan guru wanita di sekolahnya.

Hubungan terlarang tersebut akhirnya kandas. Angel pindah ke Bandung dan menjalani kehidupan hedon bersama komunitasnya. Takdir mempertemukan Angel dengan pria yang mau menerima dan mencintainya secara tulus. Cobaan demi cobaan datang menghadang, tapi Angel mampu menjalani hidupnya dan menebas semua duri tajam yang menyakitinya.

Novel ini sangat jujur dan Angel menuturkan kisahnya seperti bercerita kepada sahabat. Beberapa kali saya ikut merasakan emosi Angel dan menitikkan air mata.
Angel juga menemukan kedamaian secara spiritual setelah diberi petunjuk lewat penglihatan.
Buku ini banyak sekali memberi pelajaran berharga bagi pembacanya. Salah satu kutipan yang saya suka,

“Luka dan sakit adalah tanda bahwa kita masih hidup.”

Beberapa masukan dari saya:

1. Masih ditemukan beberapa typo.
2. Ketidak konsistenan pemakaian huruf kapital dan huruf kecil dalam memanggil mama, nenek, kakek, dsb.
3. Di halaman 191, paragraf ke-3, ada kalimat seperti ini:
Seketika, Lia begitu panik ketika mengetahui bahwa Mama akan datang menemuiku, dia curiga dan berpikir bahwa Mama datang untuk membawaku kembali ke Medan.
– sebaiknya tanda koma itu diganti dengan titik, menjadi dua kalimat.
– saya agak bingung di bagian tersebut, karena sebelum Angel ke Yogyakarta, ia tinggal bersama ibunya di Jakarta. Tidak dijelaskan tentang kepindahan ibunya kembali ke Medan.

Tapi, kesalahan tersebut minor. Sama sekali tidak mengurangi nilai ceritanya.

Buku ini sangat layak untuk dikoleksi, terutama untuk yang penasaran dengan kehidupan LGBT.

Pesan saya: sedia Kleenex sebelum membaca dan biarkan emosimu larut dalam kisah Angel.

3.8 out of 5

[Review] Joker – Ada Satir Dalam Watir ala @vabyo

Joker sebenarnya pertama kali terbit tahun 2007. Iya, gue telat tahu dan baca buku ini. Setelah membaca Kedai 1001 Mimpi, gue akhirnya tahu ada penulis yang namanya Valiant Budi, terus dia nekat jadi TKI ke Arab. Yang belum baca buku tersebut, baca deh. Gue rekomendasiin kalo lo mau tahu tentang kelakuan orang Arab.

Balik lagi ke Joker. Sinopsisnya dibawah:

Ketika yang kamu kejar ternyata bukan yang kamu inginkan—semua yang klise ternyata tidak biasa—atau batu justru berada di balik udang.

Mungkin kamu baru saja bertemu dengan seorang Joker.

Hati-Hati

Gak semua yang tampak seperti yang terlihat
Gak semua yang bunyi seperti yang terdengar

Joker. Ada lelucon di setiap duka

Joker bercerita tentang Brama yang terobsesi pada Mauri, hingga ia mengikutinya kuliah di kampus yang sama sampai jadi penyiar di Bandung. Lalu ada Alia yang kepalanya berisi ‘kamar tidur’. Ada juga Dimas, pemilik kos di Bandung yang TTM-an sama Alia, dan tokoh-tokoh minor lain yang berkaitan dengan tokoh utama dan menjadikan plot cerita ini menarik.

Bahasa yang dipakai Valiant asik, ringan, gaul, sama sekali nggak berat. Cuma kita sebagai pembaca dituntut untuk jeli dalam setiap clue yang diberikan karena ending buku ini cukup bikin surprise.

Yang gue suka dari buku ini, selain setting-nya di Bandung (my hometown), juga penokohannya. Masing-masing tokoh sentral kuat, punya kepentingan yang juga dideskripsikan dengan jelas. Selama ini, buku-buku yang gue baca kebanyakan lebih memfokuskanndiri pada plotnya, bukan tokoh.

Konflik yang dibuat tidak ekstrim. Banyak kalimat-kalimat kocak, seperti:

Hmm, gue sebenernya gak peduli juga mau dia pegang wine kayak megang bir atau megang bajigur juga.

Nggak perlu ribet atau mikir sampe mumet pas baca buku ini. Alurnya juga cepet, nggak berbelit-belit.

Nyesel kenapa nggak dari dulu-dulu gue baca ni buku.

Kekurangan buku ini hanya beberapa typo yang masih ditemukan dan ketentuan penulisan yg ‘dilanggar’, tapi nggak mengurangi nilai bukunya.

Baca aja deh!

Gue kasih empat gelas dari 5 botol Cabernet Sauvignon.

[Review] Madre – Kisah Klasik Tentang Biang Roti

 

I love good books. Buku yang bagus akan melekat diingatan juga membawa imajinasi berkelana ke tempat yang sebelumnya belum pernah dikunjungi tapi merasa familiar. Seperti dejavu.

Gue suka nulis cerpen dan beberapa kali ikut project kumcer bersama teman-teman. Tapi, terus terang, gue jarang baca kumcer. Lebih sering baca novel. Tapi, Madre membuat gue terpaku di kamar dan menghabiskannya perlahan. Buku ini gurih, segurih roti Tan de Bakker yang diceritakan Dee di buku tersebut.

Karya jagoan di buku ini tentu saja Madre, yang artinya ibu dalam bahasa Spanyol.

Madre adalah kisah tentang bakery jadul yang mati suri karena dilibas bakery modern yang berseliweran di mal. Baca cerpen Madre membuat gue bernostalgia dengan roti Tan Ek Tjoan yang dulu suka dibeli oleh almarhum nenek gue. Gue juga ikut sedih karena banyak pabrik roti jadul yang harus tutup. Lalu, Madre juga bercerita tentang operasional pabrik roti, pentingnya biang roti, sampai kisah cinta Tan dengan Mei.

Gue yang tuna sastra, agak kurang suka dengan puisi sebetulnya. Tapi, gue bersedia meluangkan waktu untuk membaca prosa pendek Dee.

Lalu, cerpen ‘Menunggu Layang-Layang’ tentang sepasang manusia urban yang sama-sama menunggu kejatuhan cinta. Perasaan yang harus melibatkan trust. Che dan Starla yang memulai hubungan sebagai teman dan akhirnya … Nggak mau bocorin spoiler, hehehe.

Gue banyak belajar kosa kata dan cara bertutur Dee dari buku ini. She’s one of the best story-tellers in Indonesia menurut versi gue, selain Fira Basuki tentunya.

Gue kasih 4 bintang dari 5.