Blog Archives

[Book Review] Simple Thinking About Blood Type by Park Dong Sun @penerbitharu

book_infosimple thinking about blood type_04d98380ca8f3cc23c0369254940e74fJudul: Simple Thinking About Blood Type
Penulis: Park Dong Sun
Penerjemah: Achie Linda
Penerbit: Haru
Terbit: Desember 2013
Tebal: 263 halaman
ISBN: 978-602-77-4225-3
Kategori: Komik
Genre: Humor
Bisa dibeli di: Bukabuku
Harga: IDR 46,400

book_blurb

Tahu nggak sih kalau orang bergolongan darah A itu orang-orang yang halus, tapi kaku dan taat pada peraturan? Atau tahukah kamu kalau golongan darah B itu orang-orang yang kreatif dan bebas?

Apa jadinya kalau mereka disatukan? Jangan-jangan, bisa terjadi pertengkaran!

Ternyata, selain perbedaan jenis kelamin, tempat tinggal, agama, dan kondisi ekonomi, golongan darah juga bisa menentukan perbedaan sifat kita, lho.

Meski sifat seseorang tidak bisa hanya dilihat dari golongan darahnya, semoga komik Simple Thinking about Bloodtype ini bisa menghibur, sekaligus sedikit membantu kamu untuk memahami orang lain, ya!

thoughtsSenang banget saya bisa membaca buku yang di-proofread oleh rekan sesama blogger member BBI, Minjul. Dan benar-benar teliti deh Minjul ini. No typo, rapi jali.

Buku ini full color dengan illustrasi yang menarik. Kartunnya juga lucu banget, gemes lihatnya, hahaha.

Dan orang Korea sepertinya memang lebih suka membaca sifat seseorang berdasarkan golongan darahnya, nggak terlalu terpatok dengan zodiak atau shio.

Misalnya seperti K-movie lawas yang ini:

220px-My_Boyfriend_Is_Type_B_Poster

Film berjudul My Boyfriend is Type B menceritakan tentang Young-Bin, seorang cowok dengan golongan darah B yang memiliki sifat cuek, arogan, playboy, dan serampangan. Ia nggak sengaja bertemu dengan cewek golongan darah A, Han-mi, yang sensitif dan naif. Ok, saya nggak akan terlalu banyak membahas filmnya, hanya kebetulan saya ingat film ini ketika membaca komik Simple Thinking about Blood Type. Tapi, barangkali penasaran dengan filmnya, klik ini aja.

Balik lagi ke komik, saya cukup terhibur dengan deskripsi detail tiap tipe golongan darah.

Misalnya:

image001Atau posisi tiap golongan darah jika berada dalam satu ruangan:

Golongan darah O

Sifat umum berdasarkan golongan darah:

A: hidup teratur dan taat peraturan. Dia peduli dan perhatian kepada orang lain. Namun, golongan A agak sulit beradaptasi jika berada dalam lingkungan baru. Sangat berhati-hati dan bersikap di lingkungan baru. Ia memandang masa depan dengan pesimis, untuk itu ia melakukan persiapan yang matang.

B: Tidak suka ikut campur dalam urusan orang lain, juga hidup teratur. Jika ia menyukai sesuatu, ia akan melakukannya terus menerus tanpa mempedulikan orang lain. Ia juga kaku, pendiam, dan apatis terhadap lingkungan.

O: Semangat hidupnya sangat tinggi. Ia juga idealis dan realistis, dan suka mengatur orang lain.

AB: Golongan ini memiliki campuran sifat A yang stabil dan B yang labil (nah lho). Ia dingin, realistis dan memiliki kemampuan negosiasi yang baik. Selain itu, AB juga kritikus yang handal, walau tidak semua orang suka mendengarnya. AB juga memiliki sifat aneh da sentimental.

Itu hanya sebagian saja dari penjelasan mengenai masing-masing golongan darah.

Golongan darah saya A namun saya cenderung memiliki sifat B. Yang kocak, suami sayaA banget dan ada adegan di dalam komik yang miriiiip banget sama dia, waktu mengomeli istrinya XD

Komik ini juga bisa dibaca dalam satu kali duduk. Tidak membuat kening berkerut, malah membuat saya terbahak.

Terima kasih, Haru, sudah mengirim buku ini.

 

20131128-083506.jpg

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

 

[Book Review] Always with Me by Hyun Go Wun @penerbitharu

book_info 20131121-074600.jpg Judul: Always with Me

Penulis: Hyun Go Wun

Penerjemah: Putu Pramania Adnyana

Penerbit: Haru

Terbit: Oktober 2013, cetakan pertama

Tebal: 428 halaman

ISBN: 9786027742239

Kategori: Novel Fiksi

Genre: K-Iyagi, Romance, Family

Dapat dari: Penerbit Haru untuk diresensi

Bisa dibeli di: Yes24

Kalimat pertama: Suasana setelah tengah malam sungguh sunyi. book_blurb

KISAH LELAKI YANG SANGAT PERCAYA PADA ‘TAKDIR’, DAN WANITA YANG MENGANGGAP SEMUA KEJADIAN HANYA ‘KEBETULAN SEMATA’. Chae Song Hwa, Cinderella Bertubuh Besar “Dasar lelaki cabul! Awas saja kalau kau tertangkap tanganku lagi.” Lelaki itu sungguh arogan. Ia menganggap bahwa seluruh wanita di Korea Selatan harus menyukainya. Selain itu, ia juga punya kebiasaan berbicara banmal kepada para pasiennya seenaknya. Ia bahkan dengan beraninya memanggilku ‘ajumma’, mentang-mentang ia dokter pengobatan tradisional. Entah apa yang terjadi padanya, setelah selama ini bersikap tak sopan padaku, kini tiba-tiba saja lelaki itu tak hentinya memintaku menjadi kekasihnya. Mencurigakan! Pasti ada sesuatu yang busuk di balik semua sikapnya itu. Yoon Sang Yup, Romeo yang Kurang Ajar “Pasti nanti kau akan menyesal. Sudahlah, tidak usah banyak alasan. Ayo, berpacaran denganku!” Setiap pagi wanita itu selalu tertidur di dalam kereta dengan bau alkohol yang tercium kuat dari tubuhnya. Tidak hanya itu, bahkan air liurnya sampai menetes-netes. Benar-benar ‘suguhan’ sebelum bekerja yang tidak menyenangkan. Namun entah sejak kapan, wanita bernama Song Hwa ini mulai membuatku tersenyum. Akan tetapi, ketika aku mengajaknya berpacaran, mengapa ia malah menjawabnya dengan permainan gunting-batu-kertas? Aneh. Apa yang sebenarnya ada di dalam kepala wanita itu?

thoughts Pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Haru yang sudah memberikan buku Always with Me edisi tanda tangan Hyun Go Wun ^^ Always with Me berkisah tentang Chae Song Hwa, gadis malang yang harus menelan pil pahit ditinggal ibunya ketika ia masih berusia seratus hari. Song Hwa memiliki seorang kakak perempuan yang anggun, Yang Ji (mengingatkan saya dengan kakaknya Dao Ming Shi), dan adik tiri perempuan yang bernama Jang Mi, berprofesi sebagai artis. Ayah Song Hwa menikah lagi dengan janda, dan akhirnya keluarga Chae riuh dengan tiga anak perempuan. Diapit si anggun dan si populer, Song Hwa terlihat seperti si ugly duckling.

Song Hwa tidak sengaja bertemu Sang Yup, dokter pengobatan alternatif yang narsisnya gila-gilaan. Pada awalnya Song Hwa sebal bukan main dengan Sang Yup, namun karena kegigihan Sang Yup, akhirnya Song hwa luluh ketika diminta untuk menjadi pacar Sang Yup.

Masalah kembali muncul ketika Jang Mi, si artis terkenal, tergila-gila pada Sang Yup. Ia gigih berjuang demi mendapatkan cinta Sang Yup.

Always with Me meramu Cinderella, Beauty and the Beast, Bridget Jones hingga Romeo and Juliet menjadi cerita segar a la K-Iyagi. Saya belum selesai membaca 4 Ways to Get a Wife, namun saya bisa merasakan napas yang sama di novel ini. Tulisan khas Hyun Go Wun yang meramu romance dengan drama keluarga dibalut komedi membuat Always with Me menjadi sajian yang mengenyangkan dan menghibur pembaca. Walau masih mengusung formula yang sama: cewek jutek naksir cowok naksir yang menyebalkan, Always with Me sama sekali tidak membosankan. Cuma kenapa semua buku Hyun Go Wun tebal ya?

Saya nggak sabar ingin membaca karya Hyun  Go Wun yang lain.

quotesMenjadi menantu tertuadi sebuah keluarga. Membayangkannya saja sudah membuatku lelah. (hal. 9)

Dunia selalu tetap sama, manusianya saja yang berubah. Rasa cinta pun tak pernah berubah, manusianya lah yang berubah. (hal. 172)
Di dunia ini, kadang ada hal-hal yang tidak perlu diucapkan dengan kata-kata (hal. 401)

20131119-085715.jpg

Need another opinion?

Bookie-Looker here
Kumpulan Sinopsis Buku here
Joo Virginia here

 

TTFN ^^

20131105-024143.jpg

Meet the Author: Lia Indra Andriana @penerbitharu

lia-author copy

Haloooo,

Selamat hari Senin. Ketemu lagi di segmen Meet the Author. Kali ini Lust and Coffee berkesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan penulis Good Memories yang bukunya baru saja dirilis. Good Memories ini bercerita tentang Maya yang harus menempuh pendidikan di Korea, sementara pacarnya, Alva, kuliah di Jakarta. Untuk review lengkapnya bisa dibaca di sini.

Apa saja yang Lia akan share seputar pembuatan novel Good Memories? Simak aja wawancara berikut ini 🙂

18589068

Bisa diceritakan dari mana dapat ide untuk novel Good Memories?

Saya sempat mengikuti kelas bahasa Korea di Seoul selama tiga bulan. Selama tiga bulan tersebut, banyak sekali pengalaman yang saya alami bersama teman (pengalaman ini juga ada di dalam buku non fiksi berjudul (Not) Alone in Otherland yang saya tulis bersama 2 penulis lain: Fei dan Andry Setiawan… sekalian promo yah hehe).

Ide awal saya dapatkan dari mengamati teman-teman sekelas. Ada dua teman saya yang cukup menarik perhatian: seorang cewek yang tinggal kelas dan seorang cowok yang ditawari naik ke tingkatan kelas berikutnya tapi menolak. Itulah awal mula idenya.

 

Apa saja yang Lia lakukan sewaktu melakukan riset?

Sebagian besar kegiatan yang tertuang di Good Memories memang saya alami: makan malam bersama, tentang kerja part time, piknik, dll… jadi risetnya nggak terlalu susah. Namun saya cukup harus kerja keras untuk mencari tahu tentang sifat pemuda Prancis dan latar belakang kebudayaannya. Saya banyak membaca artikel dan blog tentang orang Prancis, juga apa-apa saja yang mereka lakukan di waktu senggang dan pemikiran mereka akan orang Asia. Saya juga menonton beberapa video orang Prancis supaya bisa membayangkan gesture Luc.

 

Berapa lama proses penulisan novel ini?

Sekitar 2 bulan + revisi 1 bulan

 

Ide untuk merekam kenangan dengan kamera polaroid itu unik banget. Kok bisa kepikiran untuk memasukkan ide ini?

Saya harus berterima kasih pada salah satu teman sekelas saya untuk ini. Teman ini senang sekali membawa kamera polaroid ke kelas. Apalagi di Korea penjual kamera polaroid banyak banget. Saya sempat pengin banget beli, tapi akhirnya batal karena biasanya saya suka angin-anginan… kalau sudah beli belum tentu dipake.

 

Jika novel Good Memories difilmkan, siapa yang cocok untuk memerankan:

Maya: Gita Gutawa. Sejak awal nulis, yang ada di kepala saya adalah penyanyi ini

Alva: Derby Romero atau Rezky Aditya (aaaargh sebenernya saya agak kurang update sama seleb Indo hoho)

Luc: Cody Christian (pemain Mike Montgomery di Pretty Little Liars)

Yujin: Park Gyuri-Kara

Ahn sonsaengnim: Kim Nam Ju

 

Ada pengalaman menarik selama proses penulisan novel ini?

Hm… apa yaaah. Saya cuma inget saya ganti Bab 1 sampai 3x gara-gara merasa nggak oke (meski akhirnya kembali ke tulisan pertama) dan rombak alur beberapa kali.

 

Bisa share playlist yang Lia dengarkan ketika menggarap novel ini?

Sebenarnya, saya justru kurang bisa menulis jika mendengarkan musik. Meski bisa, tapi saya akan lebih cepat menulis dalam keadaan benar-benar hening.

 

Bagaimana cara Lia membentuk karakter dalam Good Memories? Apakah semuanya fiktif atau berdasarkan karakter orang yang benar-benar ada?

Karakter Maya dan Alva benar-benar fiktif. Kalau ada orang seperti Maya atau Alva saya pasti bisa gregetan sendiri. Kalau Luc… alasan saya membuat karakter Prancis karena (lagi-lagi) dari teman di kelas bahasa Korea. Saya menggabungkan karakter dari 2 orang Prancis yang saya kenal: outgoing dan banyak teman, pinter ngomong (atau nggombal :P) dan nggak malu kalau pakai kosmetik.

 

Apa proyek novel selanjutnya yang akan Lia kerjakan?

Saat ini sedang mengerjakan Oppa&I 3 bersama Orizuka. Dijadwalkan akhir tahun ini terbit.

 

Ada tips singkat untuk penulis yang ingin mengirim naskahnya ke Penerbit Haru? Apa saja yang harus diperhatikan?

Langkah awal adalah memperhatikan ketentuan yang sudah ada di website penerbit, lalu sesuaikan genre dengan yang sudah Haru terbitkan selama ini.

 

Terima kasih banyak Lia, untuk wawancaranya yang menyenangkan.

Masih ada waktu untuk yang ingin ikutan giveaway berhadiah novel Good Memories bertanda tangan Lia. Bisa di check di sini.

Good luck ^^

20130923-121453.jpg

[Book Review + Giveaway] Good Memories by Lia Indra Andriana @penerbitharu

book_info

18589068

Judul: Good Memories
Seri: Hi! Kwangdae
Penulis: Lia Indra Andriana
Penerbit: Haru
Terbit: September 2013, Cetakan Pertama
Tebal: 336 halaman
ISBN: 9786027742222
Kategori: Novel Fiksi
Genre: Young Adult, Romance
Dapat dari: Penerbit Haru, copy untuk reviewer
Bisa dibeli di: Yes24 Indonesia Harga Rp. 41.650
Kalimat pertama:
Maya, cewek berumur 19 tahun itu mencoba menajamkan matanya untuk membaca pengumuman pembagian kelas baru yang ditempel di salah satu dinding luar auditorium kampusnya.

book_blurb

“Tiga bulan lagi, di waktu dan tempat yang sama, aku akan mengevaluasi apakah kau layak diberi tambahan kupon pertemanan.”

Saat banyak orang berharap bisa kuliah di luar negeri, Maya malah rela melakukan apa pun agar bisa meninggalkan Kwanghan University dan kembali bersama kekasihnya, Alva, di Indonesia. Sayangnya semua tidak semudah itu.

Seakan hidupnya sekarang belum cukup rumit, Maya harus menghadapi Luc, teman sekelasnya, seorang pria berkebangsaan Prancis yang terang-terangan menyatakan suka kepadanya.

Luc bahkan tidak keberatan hanya menjadi teman Maya setelah mendapatkan kupon Friendvitation buatan gadis itu.

Ketika kupon Friendvitation yang Maya berikan kepada Luc telah expired, akankah Maya memperpanjang masa berlaku kuponnya? ataukah Maya akhirnya akan kembali kepada Alva dan melupakan semua yang terjadi di Korea?

“Inikah cinta? Membuatmu rela melakukan tindakan bodoh yang tak masuk akal?

thoughts

Seri Hi! Kwangdae terbitan Penerbit Haru pertama yang gue baca. Ceritanya ringan. Tentang seorang gadis bernama Maya yang belajar bahasa Korea di Kwangdae (Kwanghan Daehakkyo) dan terpaksa harus menjalankan LDR dengan pacarnya di Indonesia, Alva.

Karena Maya sakit, ia tidak dapat mengikuti ujian akhir level 2. Terpaksa ia harus mengulang kelas yang sama, dan harus beradaptasi dengan guru dan teman-teman baru. Seperti kebanyakan cewek Indonesia (atau mungkin Asia), Maya sering menggunakan hp di kelas untuk berkomunikasi dengan Alva, sehingga menyebabkan nilai afektifnya buruk.

Ketika Maya mendapat pesan dari adiknya, Rani, ia mendapat ide untuk membuat ‘Good Memories Project’. Maya bertekad untuk mengukir kenangan bersama teman-temannya karena ia, dengan PDnya, merasa waktunya di Korea semakin sempit karena ia yakin ayahnya akan memintanya pulang ke Indonesia. Maya menjadi dekat dengan Luc, cowok bermata hazel asal Prancis yang ceria dan memiliki pribadi hangat dan menyenangkan (sangat nggak Prancis banget). Kebetulan di kelas, Ahn sonsaengnim meminta murid-murid kelas tersebut untuk membuat PR kupon menarik. Maya akhirnya membuat kupon berisi Friendvitation dengan masa berlaku tiga bulan, berhubungan dengan proyek Good Memories-nya itu. Karena tidak ada yang berminat, maka Luc yang kasihan dengan Maya, bersedia untuk menjadi temannya selama tiga bulan.

Sudah bisa ditebak kemana arah pertemanan mereka ini.

Lalu, kabar buruk menimpa Maya. Karena nilai-nilainya jauh dari memuaskan, ayah Maya tidak mengijinkan Maya pulang sebelum lulus S1. Tentu Maya bingung dengan keputusan ayahnya, dan sedih, karena Alva juga memberi ultimatum tentang status hubungan mereka berdua (what a jerk).

Maya berusaha untuk bisa pulang cepat dengan ingin naik tingkat lebih cepat. Luc yang seharusnya berada di level 3 menolak naik tingkat, dan Maya bersedia menggantikannya. Namun, Maya gagal ujian naik tingkat, membuatnya harus tinggal di level 2.

Maya yang merasa diberi ide oleh Luc, mulai gigih untuk mencari pekerjaan part-time untuk membeli tiket pulang ke Indonesia. Namun, ternyata tidak mudah mencari pekerjaan di sana, apalagi Maya masih berbicara dengan bahasa Korea yang terbata-bata.

Di tengah pencarian kerja part-time, Luc mengungkapkan isi hatinya pada Maya, yang disambut dengan ketidakantusiasan dari pihak Maya tanpa ada penyelesaian yang jelas (memang sudah sifat Maya kalau ia tidak mampu bersikap tegas terhadap laki-laki).

Di tengah kekalutannya mencari pekerjaan, Maya juga dihadapkan pada dua pilihan: kembali ke Indonesia dan mengorbankan studinya atau meninggalkan Alva dan fokus pada pendidikannya, sesuai dengan harapan ayahnya.

Well, untuk mengetahuinya tentu kamu harus membaca buku ini 🙂

Yang pasti, konflik di novel ini diramu cukup baik dan asik untuk dinikmati, walau gue gemes setengah mati dengan Maya karena entah apa yang ia lihat dari Alva yang hanya memanfaatkannya untuk membeli barang-barang untuk Stella, his so-called best friend.

Gue suka dengan cover buku ini yang girlie banget dan mewakili isi cerita. Warnanya pastel, terkesan lembut namun eye-catching. Ilustrasi di dalam buku juga lucu dan khas Haru banget.

Setting tempat di novel ini fiktif, namun terasa real, apalagi ada peta dan ilustrasi tempat-tempat penting di bagian belakang novel. Liur gue menetes ketika membaca tentang adegan makan-makan samkyeopsal, tteokbokki, juga minuman soda Korea.

Novel ini manis dan romantis, namun nggak mendayu-dayu. Walau di bagian awal agak lamban dan rada dragging, gue sangat terhibur dengan perkembangan cerita, alur, juga gaya bertutur Lia yang mengalir.

Sayang, penggambaran daerah-daerah di Korea seperti Itaewon, dan lain-lain kurang dideksripsikan secara detil, sehingga gue kurang bisa merasakan suasana khas di sana. Gue belum pernah ke Korea, jadi gue mengharapkan penulisnya bisa menggambarkan suasana khas di sana. Jadinya, gue harus googling untuk mendapat gambaran dan berimajinasi tentang suasana di Itaewon.

Yang agak mengganggu juga penggunaan kalimat ‘egois sekali rasanya jika…’ Gue sering menemukan kata/ungkapan egois ini. Kalau satu, dua kali nggak masalah. Jika terlalu banyak jadi terasa mengganggu.

Yang paling menarik dari novel ini adalah idenya, yaitu mengukir kenangan. Sederhana namun cukup kuat dan nempel pada ingatan.

character

maya

Maya: anak orang berada yang tidak menghargai pemberian orangtuanya. Kerjanya bukannya belajar atau mencari pengalaman baru, namun ia sibuk download film atau menonton video streaming. Ia juga tidak bisa bersikap tegas dengan Alva yang memperlakukannya semena-mena. Dan, kelakuannya di kelas dengan sering memakai hp dan tidak menyimak pelajaran juga seolah-olah menganggap enteng pelajaran yang diberikan. Jadi, tinggal kelas dan kartu kredit yang diblokir ayahnya adalah hukuman yang setimpal untuknya. Namun, Maya sangat gigih ketika mencoba mencari lowongan kerja part-time demi membeli tiket pulang ke Indonesia, demi kekasihnya yang nggak worth-it, Alva.

Kevin-Julio-14

Alva: Ok, gue mau curhat pribadi sedikit. Gue dua kali memiliki pengalaman buruk dengan cowok bernama Alva. Kurang lebih, gambaran sosok Ava seperti di buku ini sama dengan yang gue alami kok. Entah ini hanya kebetulan atau memang berdasarkan riset penulis. Kalau ada judul film There’s Something About Mary, mungkin harus dibuat film dengan judul There’s Something Wrong with Alva. No offense, ya, untuk Alva-Alva yang lain. Seperti apa sih sosok Alva ini? Cukup diwakili dengan satu kata saja: bully.

luc

Luc: Pas membaca bagian perkenalan karakter di bab awal, penulis menjelaskan bahwa Luc adalah cowok asal Prancis. Mau nggak mau gue teringat dengan Luc Besson, sutradara film action terkenal asal negeri wine tersebut. Menurut Lia, Luc digambarkan hangat, rame, ramah, juga kelihatan live life to the fullest. Agak berbeda dengan mitos cowok Prancis pada umumnya sih yang kalem, agak snotty juga romantic freak. Namun, ada sedikit kesamaan Luc dengan tipe cowok Prancis pada umumnya, yaitu suka didekati cewek dan dicemburui. Satu lagi tipikal cowok Prancis yang melekat pada Luc, yaitu suka bersolek alias agak feminin.

quotes

Dalam berpacaran, sedikit jarak itu bagus. (hal. 20)

Dianggap tidak becus itu sangat menyakitkan. (hal. 35)

Kupikir berteman adalah hal yang gampang, tak kusangka sesusah ini.(hal. 59)

Makan selalu bisa membuat suasana hati membaik. (hal. 166)

Pada umumnya, wanita akan takluk pada pujian. (hal. 167)

20130908-081724.jpg

Need a Second Opinion?

Ini Bacaan Ira Review
Oky dan Buku Review

GA

Mau dapetin 1 buah novel Good Memories edisi tanda tangan penulisnya? Syaratnya mudaaaaah dan gampaaaang. Isi saja Rafflecopter di bawah ya. Periode giveaway ini mulai tanggal 4 Oktober – 21 Oktober 2013.

a Rafflecopter giveaway

Good luck ^^

20130923-121453.jpg

[Book Review] Crying 100 Times by Nakamura Kou @penerbitharu

book_info

cry

book_blurb

 

“To love, to honor. To cherish, to help. Until death do us apart.”

Waktu itu, kami sedang memperbaiki sepeda motor tuaku.

Waktu itu, ia memintaku untuk menjenguk Book, anjing tua kesayanganku yang sekarat.

Dari dulu, Book sangat menyukai suara mesin motorku.

Waktu itu, Aku melamarnya. Waktu itu aku merasa aku adalah pria paling bahagia di dunia.

Aku kira, kebahagiaan ini tidak akan berakhir. Tapi…

thoughts

Scene dibuka dengan Fujii yang mendapat kabar tentang keadaan Book yang buruk. Book adalah seekor anjing yang ia pungut ketika masih bayi. Sejak dipungut Fujii, Book sangat bersemangat jika ia mendengar bunyi deru motor Fujii yang khas. Demi kesembuhan Book, Fujii memperbaiki motornya yang sudah lama tak terpakai atas saran Yoshimi, kekasihnya.

Dengan minim konflik dan pace yang tidak terlalu cepat, gue sempat stuck ditengah-tengah, seperti penulis kalau kena writer’s block.

Lalu, Fujii dan Yoshimi yang mulai serius dalam membina hubungan, pura-pura menikah selama satu tahun sebelum memutuskan untuk benar-benar menikah. Tetapi, di tengah proses tersebut, kondisi fisik Yoshimi mengalami penurunan.

Sudah tidak aneh pasangan di Jepang hidup bersama sebelum menikah, hal yang masih menjadi kontroversi di negara kita walau banyak banget yang melakukannya. Tapi, Nakamura tidak menggambarkannya secara vulgar.

Poin plus novel ini adalah percintaan yang manis, juga hubungan Fujii dengan Book. Gue memang gampang tersentuh dengan anak atau hewan piaraan. Juga kosakata Jepang dan adat-istiadat yang menjadi selipan yang gurih. Endingnya bakal bikin trenyuh kok, jangan lupa siapkan kleenex ya.

quotes

Pengetahuan bercerita kepadaku. Dalam semua hal, akhir adalah hal yang paling penting. Tak terkecuali kehidupan dan cinta, semuanya ada akhirnya. Itulah kenyataannya… Pada dasarnya, dunia yang diberkahi ini adalah perasaan, hasrat biologis, hak, dan kewajiban yang telah dijanjikan hingga akhir kebahagiaan tersebut.

Kurasa kopi dan beef bowl adalah pasangan yang pas.

20130330-114838.jpg

20130330-114856.jpg

[Book Review] Her Sunny Side by Koshigaya Osamu + Giveaway

bookinfo

hersunnyside

Website |  Facebook |  Twitter

bookblurb

“Apakah kau sendiri juga menganggap bertemu denganku adalah takdir?”

Setelah sepuluh tahun, aku bertemu kembali dengan teman masa kecilku.
Berbeda dengan dirinya dulu yang dijuluki ‘Anak Paling Bodoh Di Sekolah’ dan sering ditindas, kini ia bertransformasi menjadi seorang gadis jelita yang serba bisa, sekaligus sukses dalam pekerjaan.

Tetapi, ternyata gadis itu menyimpan sebuah rahasia masa lalu yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit rahasia itu terbongkar.
Apakah aku bisa menerima rahasia itu apa adanya?
Apakah kisah cinta kami bisa berakhir bahagia?

Selalu ada kegetiran yang mengiringi sebuah kebahagiaan saat kita menyukai seseorang. Novel ini menggabungkan keduanya dengan manis.

 

thoughts

Apa jadinya jika dua sahabat sekolah yang sudah lama berpisah kemudian bertemu lagi saat dewasa? Tentu banyak surprise, baik dari sifat maupun penampilan. Dan itu juga yang terjadi dengan  Kosuke dan Mao.

Kosuke yang kerap membela Mao ketika ia dibully saat sekolah dulu, tidak menyangka dengan perubahan Mao yang tumbuh menjadi gadis cantik penuh percaya diri. Mao adalah karyawan perusahaan lingerie Lara Aurore, sedangkan Kosuke bekerja sebagai staf junior di biro iklan.
Pertemuan di ruang rapat yang membawa keduanya untuk bertemu lagi, bernostalgia ke masa sekolah, hingga timbul benih rasa suka, dan Kosuke nekat mendaratkan bibirnya ke bibir Mao.
Dan cinta pun tumbuh di hati keduanya.
Plot bergulir hingga Mao yang eksentrik mengajak Kosuke untuk kawin lari.
Sekali lagi, Osamu mampu membuat surprise yang membuat gue ternganga. Endingnya juga tak terduga.

Yang gue suka dari drama Jepang adalah: segala kegilaan bisa dibalut dengan kisah yang manis. Seandainya gue bisa bahasa Jepang, gue mau banget membaca versi asli buku ini. Kebayang indah banget rangkaian kata yang ditulis Osamu.

Lalu covernya. Simpel tapi cantik. Lukisan jendela dengan nuansa warna kuning pastel. Cocok dengan gambaran musim semi, hanya minus sakura saja.

Selain bisa belajar adat dan kosakata dalam bahasa Jepang, novel ini sukses membuat perut gue keroncongan. Ada steak, salmon bakar, tuna carpaccio, chasu ramen, yakitori dan lain-lain. Sungguh rasanya gue pengin banget ngubek-ngubek Tokyo dan warung tendanya. Walau hiruk pikuk, sempit dan penuh asap, rasanya nikmat banget makan di sana.
Kuliner Jepang terkenal lezat walau minim bumbu. I’m drooling already.

Pas tahu film ini dibintangi oleh Matsujun, gue juga jingkrak-jingkrak kegirangan. Gue penggemar berat Matsujun, dan semua film atau serial dorama yang dibintanginya, pasti gue tonton.

If you love sweet romance and Japanese stuff, you’d better read this book. Dijamin bakal blown away.

13748-b3fpvfx1gs

Cek trailer Hidamari no Kanojo yang baru akan ditayangkan di Jepang 12 Oktober 2013.

20130330-114930.jpg

giveaway

Yes, setelah membaca dan mereview buku ini, sekaligus mengurangi timbunan buku di rak, ada baiknya gue bagikan buku ini. Caranya? Isi aja data diri dan sebagainya via Rafflecopter di bawah ini ya. Good luck!

a Rafflecopter giveaway

20130330-114856.jpg

Pic credit: here.

[Book Review] Duet @penerbitharu

20130127-025823.jpg

Judul : Duet
Penulis: Angela Marchelin, Nita Ramadhita, Ryvannafiza
Penerbit: Haru (@penerbitharu)
Genre: Romance
Tebal : 212 halaman
Terbit: November 2012

Book Blurb:

Jika Young Hee tak menyukai kopi, ia tak akan pernah bertemu dengan Martin Jo yang selalu berlagak percaya diri.

Jika Tae Joon tak punya mimpi mengejar matahari terbenam, ia tak akan pernah melihat Na Bi di kamera bututnya.

Jika Min Woo tidak merusak CD limited edition suatu boyband, ia tak akan pernah berurusan dengan seorang fanboy seperti Sun Ho.

Pertemuan pertama itu membekas dengan kuat di benak mereka masing-masing, menjadi hari yang tak akan pernah mereka lupakan. Hari yang tak pernah mereka sangka akan menjadi titik tolak perubahan besar pada hidup mereka masing-masing…

Duet adalah kumpulan novela dari 3 pemenang Korean Story Contest 2012.

Thoughts:

Gue iseng ikutan kuis yang digelar sama @all_Kdramamovie bekerjasama dengan @penerbitharu. Waktu itu lagi macet-macetnya di daerah Wijaya, gue, suami dan anak on the way mau dinner untuk merayakan anniversary ke-4. Pas ngecek timeline, ada kuis berhadiah buku “Duet”. Ternyata, gue menang. Karena admin @all_Kdramamovie sakit, jadi pengiriman buku terlambat dan gue baru bisa baca buku ini bulan Januari 2013. Semoga admin @all_Kdramamovie yang bernama Debby sudah sembuh 🙂

Buku “Duet” ini berisi tiga novella dengan benang merah yang sama: cinta, Seoul, food & beverages. Gue jadi lapar dan membayangkan lezatnya Korean Barbeque di kala hujan saat membaca buku ini. Jadi pengen ngacir ke Arang 22 dan Mugunghwa 🙂
Tiga novella tersebut adalah:

1. Black Cafe by Angela Marchelin

Adalah Shin Young Hee, manajer Black Coffee, yang trauma akan hubungan cintanya yang lalu. Mantannya melakukan kekerasan terhadap Young Hee. Pertama kali bertemu dengan Martin Jo, yang diibaratkan seperti Dewa Hermes menurut Young Hee, tidak membuat Young Hee tergugah untuk membuka hatinya.
Domestic violence (tidak selalu diasosiasikan dengan kekerasa dalam rumah tangga) memang menyisakan trauma batin selain luka fisik. Kira-kira gue bisa membayangkan penderitaan yang dialami Young Hee pada saat masih berhubungan dengan mantannya: rendah diri, jauh dari lingkup sosial teman dan keluarga, juga tidak memiliki kontrol akan hidupnya sendiri. Korban KDRT atau Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) yang dialami Young Hee membutuhkan waktu untuk memulihkan luka batinnya, termasuk menerima cinta dari laki-laki, karena biasanya para korban KDP menjadi sangat defensif dan tertutup dalam urusan hati.
Tetapi, akhir novella “Black Cafe” berakhir sangat manis dan romantis. Gue jadi pengin nyoba Love Machine, walau perut gue selalu nggak tahan dengan kopi.

2. Chasing The Sunset by Nita Ramadhita

Tae Joon sangat menyukai fotografi. Ia tidak suka memotret manusia sebagai objeknya, melainkan alam dan matahari terbenam. Tetapi, semua berubah ketika Na Bi tertangkap lensanya saat Tae Joon memotret di Hill of Wind, puncak tertinggu Seoul Sup. Na Bi adalah gadis aneh dengan penampilan seperti anak kecil, suka mengejar angin, menangkap balon, dan menari di bawah hujan. Tae Joon tersedot ke dunia Na Bi dan menganggalkan logikanya. Tenyata, Na Bi menderita Peter Pan Syndrome, yang mengingatkan gue akan kasus almarhum Michael Jackson. Mayoritas pengidap Peter Pan Syndrome adalah laki-laki, tapi tidak menutup kemungkinan perempuan juga bisa.

Dalam buku berjudul “The Peter Pan Syndrome”, Dr. Dan Kiley menyebutkan,

The Peter Pan Syndrome (PPS) describes men, who are childlike in their relationships, their ability to handle responsibilities, and their pursuit of pleasure. “He’s a man because of his age; a child because of his acts. The man wants your love, the child your pity. The man yearns to be close, the child is afraid to be touched. If you look past his pride, you’ll see his vulnerability. If you defy his boldness, you’ll feel his fear” (p.3).

Pengidap Peter Pan Syndrome akan berhenti berkembang secara emosional di usia remaja. Cara mereka bertahan dengan masalah yang mereka hadapi adalah dengan ‘engaging in a great deal of primitive denial’.
Banyak yang bergantung pada obat-obatan dan alkohol untuk melupakan masalah yang mereka hadapi, seperti yang terjadi pada Michael Jackson. Jacko terkenal penyuka anak-anak dan membangun Neverland di rumahnya. Lalu, ketergantungannya pada obat-obatan juga terungkap pada saat hasil otopsi dibeberkan oleh media. Jacko yang menurut kabar mengalami penyiksaan secara seksual sejak kecil, menderita Dissociative Identity Disorder (DID) atau dulu lebih dikenal dengan istilah split personality disorder.

Kisah “Chasing The Sunset” menurut gue genrenya drama romance psikologis. Sedikit mengingatkan gue akan film “Mad Love” yang dibintangi oleh Drew Barrymore dan Chris O’Donnell, walau tokoh utamanya nggak mengidap Peter Pan Syndrome.

Tokoh Na Bi membuat gue tersenyum sambil membayangkan asyiknya berperilaku bebas dan don’t care kayak dia. People might think it’s crazy, but it’s a fun thing to do.

Di akhir cerita, gue jadi kurang simpatik dengan Tae Joon yang nggak mau melawan ego dan emosi untuk melupakan Na Bi saat ia sudah bersama dengan kekasih barunya.
Dan makna cinta bagi Tae Joon dan Na Bi pada akhirnya memang berbeda.

3. Duet by Ryvannafiza

Judul novel ini diangkat dari karya Ryvannafiza. Nuansa KPop sangat terasa di cerita ini. Min Woo, mahasiswa jurusan psikologi, memiliki impian terpendam untuk menjadi pianis handal. Takdir mempertemukannya dengan Sun Ho, teman adiknya, Ji Yool, seorang fan boy TVXQ yang masuk panti rehabilitasi karena kenakalannya.
Sejak awal gue curiga kalau penulisnya ngefans sama idol group lawas, Shinhwa, karena Min Woo adalah nama salah satu membernya. Dan ternyata, dugaan gue tepat, tokoh Min Woo memainkan intro T.O.P. Salah satu hits Shinhwa yang mengambil sampling dari karya klasik Tchaikovsky yang berjudul “Swan Lake Op.20”.
Dua manusia dengan karakter dan latar belakang yang sangat berbeda, bisa dekat dan bersahabat. Min Woo dan Sun Ho membuat lagu berjudul “Duet” dalam rangka audisi idol SM Entertainment, perusahaan raksasa yang menaungi TVXQ, Super Junior, juga SNSD. Persahabatan yang erat mengalahkan keinginan dan ego, nilai plus untuk cerita ini.
Dan gue masih terkekeh geli kalau ingat dengan tokob Sun Ho yang ngefans berat dengan TVXQ.

Persamaan dari ketiga novella diatas juga adalah pertemuan yang mengubah takdir para tokoh utamanya.

Selain psychological insights dan bumbu romance, novel ini juga memuat beberapa istilah dalam bahasa Korea yang tertangkap dalam berbagai K-Drama seperti:
Yeoboseyo, Ya!, bogeosippo, dan lain sebagainya.

Overall, novel ini sangat menghibur dan berhasil membuat gue berkhayal tentang bintang Korea yang memerankan tokoh-tokohnya.

20130127-030004.jpg

20130127-030019.jpg