Blog Archives

Wishful Wednesday 36: Teatime for The Firefly

20130403-124544

Nggak kerasa sudah menginjak bulan Maret, dan saya sudah 2 bulan hiatus Wishful Wednesday.

Bertepatan dengan Rabu Abu, saya juga sekalian ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah menyambut pra-Paskah untuk teman-teman yang merayakannya ya.

Saya sedang ngidam karya sastra Asia, terutama India, setelah terkesan dengan karya Chitra Divakaruni, yaitu Arranged Marriage yang review-nya ada di sini.

Saya juga lagi kesengsem dengan buku-buku terbitan Harlequin yang bukan genre romance yang biasanya bertebaran di rak pajang Gramedia atau di website Harlequin. Salah satunya adalah ini:

20140305-040516.jpg

Description

Layla Roy has defied the fates.

Despite being born under an inauspicious horoscope, she is raised to be educated and independent by her eccentric grandfather, Dadamoshai. And, by cleverly manipulating the hand fortune has dealt her, she has even found love with Manik Deb—a man betrothed to another. All were minor miracles in India that spring of 1943, when young women’s lives were predetermined—if not by the stars, then by centuries of family tradition and social order.

Layla’s life as a newly married woman takes her away from home and into the jungles of Assam, where the world’s finest tea thrives on plantations run by native labor and British efficiency. Fascinated by this culture of whiskey-soaked expats who seem fazed by neither earthquakes nor man-eating leopards, she struggles to find her place among the prickly English wives with whom she is expected to socialize, and the peculiar servants she now finds under her charge.

But navigating the tea-garden set will hardly be her biggest challenge. Layla’s remote home is not safe from the powerful changes sweeping India on the heels of the Second World War. Their colonial society is at a tipping point, and Layla and Manik find themselves caught in a perilous racial divide that threatens their very lives.

Saya tertarik ingin memiliki buku ini selain coverlust juga judulnya yang bikin saya kepingin baca. Sebagai seorang tea addict, saya selalu penasaran dengan novel dengan latar budaya minum teh.

Yang ingin berpartisipasi posting meme Wishful Wednesday, langsung aja klik blognya Astrid. Jangan lupa untuk memasang logo, follow blognya, dan masukkan link postingan di Mr. Linky yang ada di bawahnya.

Happy Wednesday

20130622-091605.jpg

Advertisements

[Book Review] Simply Sinful by Carly Phillips @Gramedia

book_info

20130913-062446.jpg
Judul: Simply Sinful (Simply Series #1)
Penulis: Carly Phillips
Penerjemah: Iing Liana
Penerbit: GPU
Terbit: Maret 2012
ISBN: 978-979-22-9123-0
Tebal: 236
Kategori: Novel Fiksi Terjemahan
Genre: Romance, Contemporary, Suspense
Beli di: Bukabuku harga Rp. 28,000
Kalimat pertama: Buat dia terpesona! Masuk dan berubahlah.

book_blurb

Kane McDermott detektif yang selalu mempertahankan ketajamannya dalam pekerjaan. Tak satu hal pun dapat mengganggu pekerjaan dan prinsip yang dianutnya. Begitu juga ketika ia ditugaskan menyelidiki sekolah etiket yang diduga merupakan kedok jaringan prostitusi. Dan itu berarti menyelidiki pemiliknya, wanita muda yang sangat memesona dan cerdas bernama Kayla Luck.

Kane mati-matian berusaha menjaga penyamaran, sekaligus perasaannya yang sesungguhnya terhadap wanita itu. Namun jelas itu tak mudah, karena hasil penyelidikan awal justru membuat Kane semakin ingin mengawasi Kayla—dan melindungi wanita itu dari bahaya yang mengancam…

thoughts

Akhirnya, lengkap juga Simply Series gue, walaupun belinya di dua OL shop berbeda, karena stocknya Bukabuku terbatas. Setelah selesai membaca dan mereview Simply Sexy yang merupakan buku terakhir dari Simply Series, gue malah mulai membaca buku pertamanya ini. Kalau Simply Sexy lebih chicklit dengan latar belakang dunia media, Simply Sinful lebih berbau suspense dengan tokoh utama seorang detektif yang menyelediki kasus sekolah kepribadian yang memiliki bisnis underground.

Simply Sinful dibuka dengan adegan Kane, seorang detektif yang menyamar menjadi sales suatu perusahaan dengan dandanan geeky, mendatangi kantor Charmed!, pusat kursus etiket untuk businessman. I bertemu dengan Kayla, pengelola Charmed! yang charming dan merobohkan pertahanan Kane yang biasanya selalu profesional.

Mereka berkencan dan panas…panas…panas deh pokoknya. Belum apa-apa adegannya sudah melibatkan whipped cream *LOL*

Terjadi drama di kamar hotel, karena memang Kane menyelidiki Charmed! Yang menurut informan merupakan usaha prostitusi berkedok sekolah etiket. Tentu saja Kayla berang dan meninggalkan Kane di kamar hotel.

Baru melangkah masuk ke kantornya, Kayla didatangi tamu tak diundang yang mengenakan topeng. Catherine, kakaknya, datang dan menemukan Kayla terbujur di lantai. Suasana kantor juga kacau, berantakan habis digeledah oeh si garong tak dikenal.

Catherine menelepon kantor polisi. Mudah ditebak, Kane datang dengan identitas aslinya, membuat Kayla marah. Namun keadaan tidak memungkinkan Kayla untuk protes berlama-lama karena ia membutuhkan perlindungan Kane. Apalagi Kayla mendapat telepon ancaman dari si garong yang menginginkan uang tersebut.
Sebenarnyw Reid, atasan Kane, mengatakan bahwa Kayla tak perlu dijaga. Namun Kane bersikeras dan ia yakin Kayla berada dalam bahaya. Bersama-sama mereka memecahkan misteri di balik Charmed!

OK, novel ini banyak adegan ranjang, jadi tidak cocok dibaca oleh anak dibawah umur 18 tahun. Premisnya menarik, namun hubungan cinta Kayla dan Kane terkesan terburu-buru. Dibandingkan dengan Simply Sexy, gue lebih suka Simply Sexy yang lebih chicklitish dan hubungan cinta Colin dan Rina bertahap, lebih terasa chemistry-nya walau premisnya mirip dengan Simply Sinful.
Agak ganggu juga kalau tokohnya horny all the time. Bukannya menyelesaikan kasus penyerangan Kayla, detektif malah sibuk jelalatan memelototi lekuk tubuh Kayla lah, aroma shampo lemon yang membangkitkan gairah. Gue cuma bisa geleng-geleng kepala.

Seperti novel lainnya dalam Simply series bersetting di kota Boston. Novel ini ringan banget dan bisa habis dibaca dalam satu kali duduk. Bacaan menghibur di sela-sela kesibukan mengurus anak. Dan yang jelas, Simply series lebih berisi daripada the infamous 50SoG. Nggak sabar untuk melahap 3 buku lainnya dari Simply Series. Cover Simply Series simple namun terkesan sexy and sassy. Me likey! Nggak malu-maluin kalau dibawa-bawa ke tempat umum 😀

Oiya, masih ditemukan typo nih.
 
kalalu – seharusnya kalau (hal. 62)
pegangann – seharusnya pegangan (hal. 112)

quotes

Orang bodoh macam apa yang membutuhkan sekolah pesona untuk merayu wanita? (hal. 6)

Ibuku selalu berkata kalau kau tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar, lebih baik tak usah sekalian. (hal. 55)

20130908-081724.jpg

Until next time

20130330-114856.jpg

[Book Review] Simply Sexy by Carly Phillips @Gramedia

book_info

20130908-070847.jpg

Judul: Simply Sexy (Simply Series #5)
Penulis: Carly Phillips
Penerjemah: Nur Aini
Penerbit: GPU
Terbit: Januari 2013
ISBN: 978-979-22-9123-0
Jumlah Halaman: 240
Kategori: Novel Fiksi Terjemahan
Genre: Romance, Chicklit, Contemporary
Beli di: http://www.rumah-buku.net harga Rp. 28,000
Kalimat pertama: Emma Montgomery berdiri di dekat jendela kantor redaksi koran sambil mengetukkan kuku-kukunya yang terawat dengan tak sabar.

book_blurb

Setelah sekian lama, Colin Lyons akhirnya pulang karena mendengar kabar ayah angkatnya sakit. Namun ia juga mendapati bahwa perusahaan koran milik sang ayah terancam bangkrut dan malah jadi mirip tabloid wanita—semua karena istri kedua ayahnya. Colin terpaksa memikirkan cara agar perusahaannya tidak hancur sekaligus mengembalikan koran tersebut ke jalur yang benar.

Hanya saja Colin dihadapkan pada masalah lain yang juga tak mudah, yaitu dalam wujud Rina Lowell, kolumnis hubungan asmara. Wanita itu telah menarik perhatiannya sejak hari pertama dan begitu bersemangat melakukan riset untuk kolomnya. Awalnya Colin berniat memanfaatkan Rina demi menyelamatkan koran milik ayahnya, namun kini ia sadar ia malah terlibat terlalu jauh dengan wanita itu…

thoughts

Harlequin… Gue sempat alergi mendengar nama penerbit yang identik dengan novel romance yang ‘dangkal’ dengan plot yang tidak greget. Kenapa sih kok gue kaya gitu? Karena gue punya pengalaman buruk dengan novel Harlequin. Waktu masih kerja (kalau nggak salah waktu itu gue sedang hamil AJ), ada bursa buku murah Gramedia di ITC Permata Hijau. Gue ke sana sama seorang teman, dan seperti beli kucing dalam karung, gue membeli beberapa novel Harlequin yang dibandrol harga 15 ribu. Teman gue bilang, kakaknya dia fans berat HQ. Banyak yang bagus.

Dengan riang gembira, gue menenteng kira-kira 5 novel HQ bersegel dengan judul yang romantis dan hot khas HQ. Pas gue membaca satu novel berjudul Kesatria Idaman Sang Pustakawati karya Cindy Gerard, gue bengong, karena novel itu nggak ada konflik yang berarti.

20130908-074426.jpg
Foto milik Rumah-Buku.net

Sejak saat itu, gue kapok membaca Harlequin. Semua buku HQ yang gue punya (termasuk 5 pararom yang gue beli di Periplus), gue hibahkan pada teman. Pokoknya, no Harlequin novels at home. Jauh-jauh dah sana.

Empat setengah tahun berlalu, gue iseng browsing di OL shop. Gue menemukan obralan Simply Series-nya Carly Phillips. Wait a sec, that name sounds familiar. Tentu saja, gue melipir ke Madame Goodreads untuk mencari tahu sinopsis dan review dari para pembaca. Not bad,agak chicklit-ish jadi sepertinya gue bakal tahan bacanya. Yep, I found my guilty pleasure, hihihi. *siap-siap dikepruk temen-temen yang anti HQ.

Jadi, ceritanya dibuka dengan adegan Emma, nenek tua berumur 80 tahunan yang bekerja di Ashford Times sebagai kolumnis. Colin menyelamatkan Emma dari rumah jompo. Di kantor, Emma bersahabat dengan janda yang suaminya meninggal, Rina. Emma yang hobi menjadi comblang, mulai berpikiran untuk menyomblangi Rina dengan Colin, si lelaki berambut hitam dengan mata biru mempesona (langsung terbayang Ian Somerhalder).
Colin adalah anak angkat Joe dan Nell (almarhum istri Joe). Joe yang sakit keras, menyerahkan perusahaan pada Corrine, istri barunya (yang mengingatkan gue dengan Nicole Kidman). Di tangan Corrine, Ashford Times berubah menjadi koran gosip, menyebabkan para donatur dan pemasang iklan mengeluarkan ultimatum bahwa mereka tidak akan mengucurkan dana jika Ashford Times tidak kembali seperti semula.

Dalam misi penyelamatan kantor, Colin ingin memikat Rina agar ia berpihak padanya, sedangkan Rina melakukan test drive observasi terhadap perilaku pria jika wanita melakukan make over.

Sudah bisa ditebak ke mana arah cerita ini. No spoiler, gue akan berhenti sampai di sini.

Jujur, gue suka dengan penuturan Carly Phillips yang simpel dan menggelitik. Beberapa bagian terasa kocak, membuat gue tertawa. Bagian lain membuat gue tersipu. Novel ini adalah novel HQ kedua yang membuat gue betah membaca sampai akhir. Ada satu novel HQ bahasa Inggris yang gue baca dan sangat chicklitish. Judulnya Suddenly Single dari Harlequin Flipside. Review here

Karakter di Simply Sexy yang paling gue suka adalah Emma. Pengen kaya dia kalau tua nanti, hahaha. Walau sudah berumur, Emma cerdas dan elegan. Mengingatkan gue akan Helen Mirren.

Oiya, masih ditemukan typo nih. Gue menemukan 3 diantaranya.

Simply Sexy seru untuk dinikmati tanpa berpikir. Bacaan yang menghibur sarat dengan adegan sexy. It’s pure entertainment. Just sit back, relax and enjoy it with a hot drink.

Oiya, Simply Sexy adalah buku kelima dari Simply Series. Tidak perlu dibaca berurutan. Ceritanya sebenarnya stand alone namun para tokoh dalam seri ini saling berhubungan.

20130908-093624.jpg

I’ll definitely read the whole series.

Quote yang paling gue suka adalah:
Penampilan yang cantik tidak berarti apa-apa jika wanita itu sendiri tidak merasa dirinya cantik. (hal. 122)

20130908-081724.jpg

Until next time

20130330-114856.jpg