Blog Archives

[Book Review] Heartbeat by Elizabeth Scott @HarlequinTeen

book_info

20131214-014714.jpg

Title: Heartbeat
Author: Elizabeth Scott
Publisher: Harlequin Teen
Date of Published: 1 January 2014
Format: Ebook
No. of Pages: 240
ISBN: 9780373210961
Category: Fiction
Genre: Contemporary, Romance, Family, Young Adult, Realistic Fiction
Received from: Harlequin Teen via Netgalley
Link: here
Opening sentences:
I sit down with my mother. My smile is shaky as I tell her about my day.

book_blurb

Life. Death. And…Love?

Emma would give anything to talk to her mother one last time. Tell her about her slipping grades, her anger with her stepfather, and the boy with the bad reputation who might be the only one Emma can be herself with.

But Emma can’t tell her mother anything. Because her mother is brain-dead and being kept alive by machines for the baby growing inside her.

Meeting bad-boy Caleb Harrison wouldn’t have interested Old Emma. But New Emma-the one who exists in a fog of grief, who no longer cares about school, whose only social outlet is her best friend Olivia-New Emma is startled by the connection she and Caleb forge.

Feeling her own heart beat again wakes Emma from the grief that has grayed her existence. Is there hope for life after death-and maybe, for love?

thoughts

I received this ARC from the publisher via Netgalley in exchange for an honest review.

Heartbeat is a heart-wrenching story. It tells about Emma, a seventeen year-old girl who lost her mother but had to see her everyday because she’s pregnant.

Lisa met Dan and they fell in love. Soon, they started a family. Emma was happy because she felt that Dan loved her and her mother.

Until her mother’s pregnant and died, things changed unexpectedly. Every single day, Emma visited her mother in the hospital. Her body was kept alive by machines – pumping her heartbeat to incubate the baby in her womb.

Emma thought Dan just wanted to keep the baby and was devastated knowing that she wasn’t involved when Dan decided to keep Lisa alive. Emma thought everything he had done was for the sake of the baby.

A former straight A’s student, Emma’s grades were failing and she’s on a downward spiral. Until she met Caleb, a troubled teen who was also grieving for his sister, Minnie.
Their relationship developed gradually, since they had things in common.

Olivia, Emma’s best friend, was shocked learning about this ‘odd’ couple. Caleb was in a lot of troubles. He stole cars, did drugs, and hit a stranger with a car.

Dan tried to be a good father, but Emma refused the warm gesture. She was so stubborn, shutting herself out and pretending that Dan didn’t exist. Dan was hurt, Emma was too.

What I like about Heartbeat is that there’s no perfect family. I believe in that too. Every family is dysfunctional, everybody has problems, but it depends on you how to work things out.

I like this quote from the book;

A family is more than one person.

Heartbeat touches about grief, friendship, making the right decision, how to put yourself in a family, and romance. The romance is not too much, unlike any other HQ lines.

My rant is when Emma repeats her thoughts about Dan’s decision. I kept reading about this over and over again.

I love how the characters develop and the ending is very sweet.

quotes

Under the idea that we can all make our fates, that we have choices, is the reminder that sometimes we don’t. That sometimes life is bigger than our plans. Bigger than us.

I knew grief could destroy you, but I didn’t know it could turn you into a walking dead.

20131125-062111.jpg

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

[Book Review] Reasons by Aditia Yudis @NouraBooks

book_info18271929Judul: Reasons: Untuk Sebuah Impian

Penulis: Aditia Yudis

Penerbit: Teen Noura

Terbit: Juli 2013

Tebal: 332 halaman

ISBN: 9786027816411

Kategori: Novel Fiksi

Genre: Fiksi Remaja, Romance, Drama

Bisa dibeli di: [Bukabuku] [Bukukita] [Yes24]

Kalimat pertama: Kalau saja si Mbak penjaga kost-nya ada di sini sekarang, situasi yang dialami Adeline ini pasti akan dijabarkannya dengan analisi logika ala sinetron yang akurat.

book_blurb

Adeline

“Aku bisa saja meminta bantuan Sigit, Tapi aku takut semua jadi rumit.”

Sigit

“Baru kali ini ada yang mengajakku makan malam, Amber memang menarik, tapi ….”

Amber

“Jadi, Abi akan pergi? Kenapa dia bisa tega meninggalkanku?”

Abi

“Aku hanya ingin Adeline tahu. Bahwa dia lebih baik dari yang orang kira.”

Adeline dan Amber bertemu dalam satu titik kehidupan. Mereka punya impian yang sama, tapi hanya satu yang bisa mencapainya. Awalnya, mereka pikir persaingan itu hanya sementara, tapi ternyata masa depan mereka pun saling bertautan, karena beberapa alasan ….

thoughts
Saya pertama kali kenal Adit karena sama-sama mengikuti lomba cerpen yang diadakan oleh Nulisbuku.com. Setelah itu, kita sering interaksi, bahkan beberapa kali bergabung dalam proyek antologi. And now she’s part of our book club, Reight.
Jujur aja, buku ini adalah buku pertama karya Adit yang baru saya baca. Sebelumnya, saya sering membaca karyanya berupa cerpen atau FF yang sering diposting di blognya.
Novel ini berkisah tentang persaingan. Simpel aja. Dua remaja perempuan, two bitches from different background, the have and the not, bersaing mendapatkan beasiswa di UI. And just like other bitches, they did their bitchy way to consume each other.
Adeline yang agak tertutup dan berasal dari keluarga pas-pasan, berjuang keras untuk meraih beasiswa agar ia bisa melanjutkan kuliah. Ibunya tidak menghendaki ia kuliah karena alasan biaya. Ia menghendaki Adeline untuk bekerja saja sehabis lulus SMA.
Ada lagi Amber, anak orang berada, yang jengah dibanding-bandingkan dengan kakaknya yang sangat berprestasi, Abi. IA mati-matian meraih beasiswa agar ‘dianggap’ oleh kedua orangtuanya.
Ketika nama Adeline yang terpampang di papan pengumuman sebagai peraih beasiswa, Amber berang. Sebagai cewek populer di sekolah, ia memanfaatkan kekuatannya untuk menekan Adeline.
Ada lagi Sigit, mahasiswa UI yang bekerja di warnet tempat nongkrong Adeline. Terjalin hubungan yang agak rumit antara Amber-Sigit-Adeline-Abi.
Adit piawai dalam menuliskan narasi secara detil. Hal-hal kecil tak luput dan dimasukannya dalam tulisan.Adeline itu sepertinya alter-nya Adit, karena kegilaannya akan Star Trek dan Tolkien. Tapi jujur aja, dalam buku ini kesukaan Adeline akan karya Tolkien (baik buku maupun adaptasi film) agak terlalu banyak. It’s too much.

Lalu ada adegan ketika Abi memandang Adeline seperti hendak memakannya. Langsung inget Twilight.
Lalu, karakter utamanya, Adeline, asli bikin gemes. Saya nggak suka dengan Adeline yang menurut saya lebih menyebalkan daripada Amber. Adeline itu memanfaatkan kepolosan dan kenaifannya untuk minta tolong sama Sigit dan Abi.
Dalam kata lain, Adeline punya kemiripan dengan Amber, terutama dalam hal suka pouting, manja dan egois. Tapi setidaknya, Amber tidak pernah memanfaatkan cowok untuk kepentingannya.
Sekarang bahas points of discussion:
1. First Impression:
Yes, buku ini bercerita tentang rivalry, jelas banget di covernya. Tapi entah kenapa janggal banget liat cover lapis keduanya. Seperti nggak nyambung dengan cover pink di depannya yang sudah bagus. Ilustrasi dalamnya keren, suka banget.
2. How did you experience the book:
Harus menghela napas saking sebelnya sama Adeline, heheheh.
3. Characters:
Sudah dijabarkan di atas. I have no sympathy for the main character.
4. Plot:
Plotnya menarik kok, menggunakan alur maju.
5. POV
Menggunakan POV ketiga.
6. Main Idea/Theme:
Rivalry, two bitches (back)stabbing each other (the other one stabs in the front, whereas the other doing some dirty tricks in the back.
7. Quotes:
(I lost my notes)
8. Ending
Cukup memuaskan
9. Question:
Memangnya beneran ada ya lomba karya ilmiah yang hadiahnya beasiswa masuk UI?
10. Benefits:
Jadi tau pernak-pernik Tolkien dan Star Trek
20130911-085212.jpg
Submitted for:
New Author Challenge
IRRC
20131105-012106.jpg

[Book Review] Perfect Match by Jodi Picoult @Gramedia

book_info

20130731-101334.jpg

Judul Buku: Perfect Match (Pasangan Sempurna)
Penulis: Jodi Picoult
Penerjemah: Julanda Tantani
Penerbit: GPU
Tahun Terbit: 2010 (Mei, Cetakan I)
Jumlah Halaman: 504
ISBN: 9789792257687
Kategori: Novel Fiksi Terjemahan
Genre: Drama, Crime, Family
Harga: Rp. 35,000
Beli di: Bazaar Gramedia @ Lotte Bintaro
Kalimat pertama:

Ketika akhirnya monster itu benar-benar muncul dari balik pintu, dia mengenakan topeng.

book_blurb

Nina Frost, pengacara untuk anak-anak yang dianiaya. Bekerja keras memastikan sistem hukum yang memiliki banyak lubang bisa menahan para pelaku kejahatan di belakang terali. Tapi ketika anak laki-lakinya yang berusia lima tahun, Nathaniel, mengalami trauma karena penganiayaan seksual, Nina dan suaminya, Caleb—seorang pengrajin batu yang tenang dan praktis—hancur, tercabik-cabik dalam amarah dan keputusasaan di hadapan sistem pengadilan yang menggelikan, sesuatu yang Nina kenal dengan baik. Dengan mudahnya kejujuran dan pembelaan absolut Nina dijungkirbalikkan, dan dengan membabi buta dia mencari sendiri keadilan bagi anaknya—apa pun konsekuensinya, apa pun pengorbanannya.

thoughts

Nathaniel adalah anak dari pasangan Nina dan Caleb Frost. Dulunya ia anak yang periang, walau masih cadel dan kurang bisa melafalkan huruf L dan R dengan baik. Nathaniel juga gemar mendengarkan The Beatles, terutama White Album. Ketika lagu Rocky Racoon tidak lagi membuat Nathaniel riang, Nina mulai bertanya-tanya tentang perubahan drastis pada anaknya.
Nina dan gurunya, Ms. Lydia, mendapati Nathaniel yang berbeda. Ia jadi pemurung, mudah marah, juga mengompol.
Nathaniel juga beberapa kali melakukan tindakan yang membahayakan dirinya, seperti melompat dari monkey bar yang tinggi, juga menenggelamkan dirinya di dalam bak mandi.
Nathaniel juga melakukan aksi diam, membuat orangtuanya bingung dan cemas.
Setelah diperiksa oleh dokter, Nathaniel dirujuk untuk menemui seorang psikiater. Dan ternyata misteri yang terkubur di dalam diri Nathaniel itu terkuak. Nathaniel mengalami pelecehan seksual yang membuatnya trauma. Karena keterbatasan Nathaniel dalam berbahasa, ia sulit mengekspresikannya karena ia sendiri tidak tahu namanya.
Di ruang praktek dokter, ia meraih sebuah boneka laki-laki dan menempelkan sepotong krayon di daerah bokongnya. Seketika itu, Nina yang berprofesi sebagai asisten jaksa wilayah yang biasanya menangani kasus serupa yang dialami anak orang lain, lemas dan menangis sambil memeluk Nathaniel (bagian ini yang bikin airmata gue meleleh).

Salah satu ciri anak korban pelecrhan adalah DID (Dissociative Identity Disorder) di mana anak tersebut ingin menjadi orang/pribadi lain, atau mengasosiasikannya dengan tokoh tertentu. Seperti Nathaniel yang tiba-tiba ingin menjadi Batman dan tidak mengijinkan Nina untuk menjadi Robin. Memang wajar sekali anak-anak berpura-pura menjadi Batman atau Spiderman, namun scene Nathaniel yang ingin dipanggil Batman tersebut membuat gue bergidik.

Dua orang pria dewasa dicurigai melakukannya pada Nathaniel. Yang pertama adalah Patrick, teman dekat Nina sejak kecil, yang mencintai Nina secara diam-diam, dan masih dekat dengan keluarga Nina. Yang kedua adalah Caleb, suami Nina yang juga ayah kandung Caleb. Peristiwa itu membuat hubungan antara kedua suami istri itu renggang. Caleb diusir dari rumah, membuat Nathaniel terluka dan menyalahkan diri sendiri.

Nina dan Nathaniel mempelajari bahasa isyarat untuk membantu Nathaniel bicara. Ditengah kefrustrasiannya, Nathaniel menemukan gambar yang ia cari selama ini. Ia merobeknya, dan menunjukkannya pada Nina dan psikiater yang membantunya dalam terapi. Terkuaklah sosok monster yang melakukan kejahatan seksual pada Nathaniel. Nina berhasil menyeretnya ke persidangan. Peristiwa tak terduga pun terjadi. Nina menembak kepala orang yang diduga telah menghancurkan Nathaniel. Mulai detik itu, kehidupan Nina dan keluarganya berubah.

Perfect Match adalah novel karya Jodi Picoult yang gue baca untuk pertama kali. Dulu gue pernah menonton My Sister Keeper namun hanya sekilas. Satu kata untuk mendeskripsikan novel ini adalah disturbing. Beberapa kali gue harus menyeka airmata dan rehat sejenak demi cooling down dari adegan-adegan yang membuat gue ‘terganggu’.
Novel dengan tema pelecehan seksual selalu membuat gue bergidik, namun gue masih suka untuk membacanya. Sadomasochist ya?
Lalu, Jodi juga piawai dalam mendeskripsikan cerita dari berbagai sudut pandang berbeda (multiple POVs). Pada awalnya gue harus membaca dua kali jika sedang berganti POV. Namun, setelah 1/4 buku, gue sudah bisa mengikuti alurnya Jodi dengan lancar.
Kemampuan Jodi mengupas ranah hukum dan kegetiran kisah keluarga patut diacungi jempol. Love it!

Dalam beberapa hal, gue merasa memiliki kemiripan dengan Nina, terutama dalam hal kesabaran menghadapi anak yang sedikit terlambat bicara.
Gue merasakan kecemasan Nina dan Caleb sewaktu mengajari Nathaniel melafalkan kata-kata dengan baik, karena AJ juga seperti itu. Sempat khawatir kalau AJ mengalami speech delay. Tapi, gue meyakinkan diri bahwa setiap anak dibekali kemampuan berbahasa secara alami, jadi gue biarkan saja ia tumbuh demikian adanya. Gue membantu AJ untuk berbicara dengan lafal yang baik. Mungkin karena gue mengajari bahasa Indonesia dan Inggris dalam waktu bersamaan, membuat AJ jadi bingung bahasa. Selama ini, tontonan AJ memang channel berbahasa Inggris, jadi mau nggak mau gue mengajari keduanya. Lambat laun, AJ bisa mengikuti walau masih cadel dan beberapa kata terdengar seperti bahasa alien.

Membaca Perfect Match membuat gue ingin terus memeluk AJ, melindunginya dan tidak ingin lepas. Di titik ini, gue nggak bisa menyalahkan orangtua yang overprotective pada anak. Mungkin gue juga akan seperti itu setelah membaca buku ini.

Satu lagi yang bikin gue parno adalah ketika si pelaku berkata bahwa ia mencintai anak-anak. Pikiran gue langsung tertuju pada Michael Jackson dan kasus-kasusnya dulu.

quotes

Kejadian traumatik bisa melekat seperti duri di tenggorokan seorang anak. (hal. 33)

Bagaimana anak orang lain bisa lebih penting daripada anakmu sendiri? (hal. 52)

Pikiran kita bisa membuat tubuh kita sakit. (hal. 58)

Di mana Tuhan waktu peristiwa itu terjadi? (hal. 92)

Patrick pernah berkata mereka sengaja merendahkan suhu di ruang pemeriksaan sepuluh derajat lebih rendah daripada ruang-ruang lainnya di kantor polisi, untuk membuat si terdakwa merasa tidak nyaman. (hal. 123)

Mungkin ada benih kejahatan bahkan dalam diri orang-orang yang paling jujur sekalipun. (hal. 315)

Hubungan antarmanusia seringkali seperti ikatan tali yang rumit, sehingga butuh kehadiran manusia lain yang ahli melepaskan ikatan itu. (hal. 130)

tidbits

* Berdasarkan statistik, 1 dari 3 anak perempuan dan 1 dari 5 anak laki-laki mengalami kekerasan seksual sebelum menginjak usia 18 tahun.

* 90 persen korban kekerasan seksual mengenal pelaku. 68 persennya dilakukan oleh anggota keluarga.

* 13.6 juta kasus kekerasan pada anak dilaporkan setiap tahunnya di US.

* 80 persen dari orang dewasa berusia 21 tahun yang mengalami kekerasan sewaktu kecil menderita setidaknya satu gangguan psikologis.

*14 persen narapidana pria dan 36 persen narapidana wanita mengalami kekerasan seksual maupun fisik sewaktu kecil.

* Children of God, salah satu sekte yang didirikan di Huntington Beach, California, tahun 1968, melakukan ritual persembahan dengan melakukan kekerasan seksual pada anak-anak di bawah umur. Sekte ini pernah dilarang di Indonesia.

* River Phoenix (1970-1993) pernah diwawancarai oleh majalah Detail mengenai kasus kekerasan seksual yang menimpanya. Ia dan keluarganya (yang hippie) pernah menjadi anggota sekte Children of God. Phoenix mengaku ia mengalami kekerasan seksual ketika ia berusia 4 tahun. Pendapat River tentang sekte tersebut, “They’re disgusting. They’re ruining people’s lives”.

* Selain Children of God (yang sekarang sudah berganti nama menjadi Family International), banyak sekte yang melakukan kekerasan kepada anak dibawah umur, seperti Mormon (mantan anggotanya banyak yang merilis buku tentang kejahatan dalam lingkungan keagamaan tersebut). Pemuka agama mainstream juga beberapa kali dilaporkan karena melakukan kekerasan seksual pada anak-anak.

* Bahkan guru sekolah juga ada yang melakukan pelecehan seksual pada murid. Kejadian tragis dan traumatis ini pernah menimpa seorang teman di SD. Ia pernah disangka kesurupan karena berlaku aneh, namun setelah gue sadari, ia mungkin trauma hingga menjadi histeris di sekolah.

20130725-125152.jpg

dream_cast

Seandainya novel ini difilmkan, aktris/aktor yang cocok untuk mewakili tokoh-tokohnya:

pm

Need a second opinion?
Baca juga resensi dari teman-teman BBI:

Vaan Opan @ Kandang Baca link
B.Zee @ Bacaan B.Zee link
Maria @ Lemari Hobby Bukuku link

Submitted for:
Jodi Picoult Reading Challenge here

New Authors Reading Challenge here

Until next time.

20130330-114856.jpg

[Book Review] Crying 100 Times by Nakamura Kou @penerbitharu

book_info

cry

book_blurb

 

“To love, to honor. To cherish, to help. Until death do us apart.”

Waktu itu, kami sedang memperbaiki sepeda motor tuaku.

Waktu itu, ia memintaku untuk menjenguk Book, anjing tua kesayanganku yang sekarat.

Dari dulu, Book sangat menyukai suara mesin motorku.

Waktu itu, Aku melamarnya. Waktu itu aku merasa aku adalah pria paling bahagia di dunia.

Aku kira, kebahagiaan ini tidak akan berakhir. Tapi…

thoughts

Scene dibuka dengan Fujii yang mendapat kabar tentang keadaan Book yang buruk. Book adalah seekor anjing yang ia pungut ketika masih bayi. Sejak dipungut Fujii, Book sangat bersemangat jika ia mendengar bunyi deru motor Fujii yang khas. Demi kesembuhan Book, Fujii memperbaiki motornya yang sudah lama tak terpakai atas saran Yoshimi, kekasihnya.

Dengan minim konflik dan pace yang tidak terlalu cepat, gue sempat stuck ditengah-tengah, seperti penulis kalau kena writer’s block.

Lalu, Fujii dan Yoshimi yang mulai serius dalam membina hubungan, pura-pura menikah selama satu tahun sebelum memutuskan untuk benar-benar menikah. Tetapi, di tengah proses tersebut, kondisi fisik Yoshimi mengalami penurunan.

Sudah tidak aneh pasangan di Jepang hidup bersama sebelum menikah, hal yang masih menjadi kontroversi di negara kita walau banyak banget yang melakukannya. Tapi, Nakamura tidak menggambarkannya secara vulgar.

Poin plus novel ini adalah percintaan yang manis, juga hubungan Fujii dengan Book. Gue memang gampang tersentuh dengan anak atau hewan piaraan. Juga kosakata Jepang dan adat-istiadat yang menjadi selipan yang gurih. Endingnya bakal bikin trenyuh kok, jangan lupa siapkan kleenex ya.

quotes

Pengetahuan bercerita kepadaku. Dalam semua hal, akhir adalah hal yang paling penting. Tak terkecuali kehidupan dan cinta, semuanya ada akhirnya. Itulah kenyataannya… Pada dasarnya, dunia yang diberkahi ini adalah perasaan, hasrat biologis, hak, dan kewajiban yang telah dijanjikan hingga akhir kebahagiaan tersebut.

Kurasa kopi dan beef bowl adalah pasangan yang pas.

20130330-114838.jpg

20130330-114856.jpg

[Book Review] The Imposter Bride by Nancy Richler

book_info

imposterbook_blurb

 

A NATIONAL BESTSELLER

SHORTLISTED FOR THE SCOTIABANK GILLER PRIZE

A young, enigmatic woman—Lily Azerov—arrives in post-war Montreal expecting to meet her betrothed, Sol Kramer.
When Sol sees Lily at the train station, however, he turns her
down. His brother, Nathan, sees Lily and instantly decides to
marry her.

But Lily is not who she claims to be, and her attempt to live a quiet life as Nathan Kramer’s wife shatters when she disappears, leaving her baby daughter with only a diary, an uncut diamond and a need to discover the truth.

Who is Lily and what happened to the young woman whose identity she stole? Why did she leave and where did she go? It is up to the daughter Lily abandoned to find the answers to these questions as she searches for the mother she may never find or truly know.

 

thoughts

I got mixed feelings about this book. The first part is very interesting, the middle part is boring *yawn*, and the last chapters are just okay.

I picked this book to get more in depth with holocaust. It’s about a woman who stole one’s identity during war. She was involved in an arranged marriage, gave birth to a baby girl, then disappeared.

Faux Lily wrote letters to her daughter, Ruth, and sent her stones. One day, they reunited just for a moment. Lily/Yanna didn’t tell her husband about Ruth, so that’s it.

I don’t understand why Faux Lily left her baby (with no remorse).

 

quotes

Having sadness doesn’t mean you can’t have happiness too.

What begins in deception continues in deception.

Did he not even know that curiosity about our own origins is what defines us as human?

20130330-114838.jpg

booktrack

 

1. Everytime We Say Goodbye – Ella Fitzgerald
2. Brown Eyed Handsome Man – Chuck Berry
3. Satin Doll – Duke Ellington
4. Take the A Train – Duke Ellington
5. These Foolish Things – Artie Shaw
6. All The Things You Are – Charlie Parker
7. You Send Me – Sam Cooke
8. I Only Have Eyes on You – The Flamingos
9. Blueberry Hill – Glenn Miller
10.Why Do Fools Fall in Love – Frankie Lymon & The Teenagers

20130330-114856.jpg

 

[Book Review] Kitchen by Banana Yoshimoto

bookinfo

20130506-114331.jpg

20130506-114513.jpg

“Aku tak bisa tidur di tempat lain selain dapur.”

Mikage Sakurai sebatang kara sejak neneknya meningal. dapur menjadi satu-satunya tempat dimana ia dikelilingi panci bekas pakai dan sisa ceceran sayur, serta ditemani sepetak langit malam berbintang di jendela.

namun dapur keluarga Tanabe yang membuatnya jatuh cinta. Di sana selama satu musim panas ia bergulat dengan acar, udon, soba, dan tempura. Di sana pula ia temukan apa yang tak pernah dimilikinya: keluarga, bersama Yuichi Tanabe yang dingin dan Eriko Tanabe yang mempesona–perempuan transeksual yang sejatinya ayah kandung Yuichi.

Ketika Eriko meninggal, Mikage dan Yuichi menjauh dan saling terasing dalam kesedihan. Apa yang harus mereka lakukan untuk bangkit dari dukacita dan menyadari ada cinta di antara mereka?

20130506-114940.jpg

“Tempat yang paling kusukai di dunia ini adalah dapur.”

Sounds like my mother-in-law. Kalimat pembuka yang nendang walau sederhana.
Pertama kali lihat buku ini di Gramedia tapi entah selalu ragu untuk membelinya. Lalu, akhir April, sebuah book club di Goodreads merencanakan untuk baca bareng buku ini. Pas gue cek reviewnya, Jia kasih bintang 4 untuk buku ini. Penasaran, gue cek toko buku online dan susah banget ternyata nyari buku ini yang versi terjemahan. Setelah nanya di group BBI Facebook, akhirnya mbak A.S. Dewi bersedia meminjamkannya kepada gue. Terima kasih banyak ya, mbak Dewi.

Buku ini berisi dua novella. Gue bahas satu-persatu ya.

Kitchen

Kitchen berkisah tentang Mikage Sakurai, yatim piatu yang juga ditinggal oleh kakek neneknya yang meninggal. Ia sangat cinta pada dapur, karena ketika kecil, ia hanya bisa tidur nyenyak di dapur. Mikage tumbuh menjadi seorang kitchen otaku.
Mikage bertemu dengan seorang pemuda yang bekerja di toko bunga yang kerap didatangi oleh almarhum neneknya. Namanya Yuichi Tanabe. Mikage diminta untuk tinggal bersama Yuichi dan ibunya, Eriko, dengan alasan apartemen lamanya terlalu besar untuk ditinggali sendirian. Uniknya, Eriko adalah transgender yang dulunya ayah Yuichi.
Walau jarang bertemu dengan Yuichi dan Eriko, Mikage merasa nyaman tinggal di rumah mereka. Mikage menganggap keluarga Yuichi abnormal. Salah satunya kegemaran mereka belanja barang-barang elektronik.
Gosip tentang Mikage yang tinggal bersama Yuichi santer terdengar seantero kampus. Sotaro, mantan pacar Mikage, bercerita bahwa pacar Yuichi menampar kekasihnya itu setelah tahu Yuichi dan Mikage tinggal satu atap.

Yuichi kehilangan. Peristiwanya terjadi ketika Mikage sudah lulus dan keluar dari apartemen keluarga Tanabe. “Kehilangan” adalah kata kunci dari novella ini. But there’s a silver linings in every cloud, right? Ada kalanya seseorang ‘mendapatkan’ setelah merasakan ‘kehilangan’.
Agak lucu ketika membaca adegan Mikage yang mencium aroma teh Earl Grey. Menurutnya, aromanya seperti bau peti mati.

Lalu, ada juga adegan di mana Yuichi menginap di kuil Buddha atas rekomendasi Chika, teman almarhum ibunya. Di Jepang (juga Korea), banyak kuil yang menerima tamu turis yang ingin menginap dan merasakan atmosfer tradisional.

Contohnya ini. Gue pernah menyaksikan salah satu tayangan di channel Arirang tentang penginapan kuil Buddha di Korea. Menurut kesaksian si turis, makanannya enak, dan tentunya sehat.

Moonlight Shadow
Judulnya berbau paranormal romance. Mirip dengan Kitchen, novella ini juga tidak jauh dari topik kematian. Satsuki harus rela kehilangan kekasihnya, Hitoshi, yang tewas dalam kecelakaan. Sering mimpi burukdi pagi hari, Satsuki memutuskan untuk lari pagi. Ia bertemu dengan seorang wanita aneh yang bernama Urara.

Hitoshi memiliki adik laki-laki bernama Shu. Usianya18 tahun. Ia memiliki seorang kekasih bernama Yumiko yang juga tewas karena kecelakaan. Saat Hitoshi mengantar pulang Yumiko, kecelakaan maut itu terjadi. Semenjak Yumiko meninggal, Shu kerap mengenakan seragam kelasi milik Yumiko ke sekolah. Kebayang anehnya seorang siswa laki-laki memakai seragam perempuan. Orangtuanya dan orangtua Yumiko melarang Shu memakai seragam Yumiko, karena tentu Yumiko tidak akan bahagia jika ia bisa melihatnya. Tapi Shu tak peduli.

Urara mengajak Satsuki untuk bertemu kembali pada hari dan waktu yang ia tentukan. Kata Urara, sesuatu yang langka akan terjadi. Kejadiannya tiap 100 tahun sekali. Peritiwa itu dinamakan fenomena Tanabata. Peristiwa itu hanya bisa terjadi di sungai besar, dan tidak semua orang bisa melihatnya. Keyword untuk cerita ini adalah move on. Bahwa kehilangan bukan berarti membuat kita jadi ikut mati.

Setelah membaca buku ini, kesimpulan gue adalah aishiteru, Banana Yoshimoto! Buku ini indah, diksinya cantik. Hands down to Dewi Anggraeni as a translator, you did an awesome job.

20130506-115101.jpg

Kitchen

Jika suatu hari tiba waktuku untuk mati, aku ingin mengembuskan napas terakhirku di dapur. (hal. 4)

Orang sering bilang, kita bisa menilai tipe pemilik rumah hanya dengan melihat toiletnya. (hal. 11)

Tentu menyakitkan rasanya jika tak punya tempat tujuan saat sedang terluka. (hal. 25)

Rasanya sungguh menyenangkan bisa minum teh pada sore hari bersama orang yang bisa membuatku nyaman. (hal. 31)

Aku bahagia karena bisa menderita. (hal. 53)

Air hujan mengalir bukan ke dalam harapan, melainkan ke dalam keputusasaan yang jauh lebih besar. (hal. 63)

Memang praktis kan, kalau kamu tetap menempel padanya dalam hubungan tanpa status? (hal. 97)

Selalu ada permata di dalam hati manusia. (hal. 117)

Moonlight Shadow

Kami tak punya cara lain selain bermain-main dan menjadikan luka hati kami sebagai lelucon. (hal. 157)

Orang yang sudah mati tidak akan kembali dan benda akan tetap menjadi benda. (hal. 159)

 

20130330-114930.jpg

20130330-114856.jpg

[Book Review] Her Sunny Side by Koshigaya Osamu + Giveaway

bookinfo

hersunnyside

Website |  Facebook |  Twitter

bookblurb

“Apakah kau sendiri juga menganggap bertemu denganku adalah takdir?”

Setelah sepuluh tahun, aku bertemu kembali dengan teman masa kecilku.
Berbeda dengan dirinya dulu yang dijuluki ‘Anak Paling Bodoh Di Sekolah’ dan sering ditindas, kini ia bertransformasi menjadi seorang gadis jelita yang serba bisa, sekaligus sukses dalam pekerjaan.

Tetapi, ternyata gadis itu menyimpan sebuah rahasia masa lalu yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit rahasia itu terbongkar.
Apakah aku bisa menerima rahasia itu apa adanya?
Apakah kisah cinta kami bisa berakhir bahagia?

Selalu ada kegetiran yang mengiringi sebuah kebahagiaan saat kita menyukai seseorang. Novel ini menggabungkan keduanya dengan manis.

 

thoughts

Apa jadinya jika dua sahabat sekolah yang sudah lama berpisah kemudian bertemu lagi saat dewasa? Tentu banyak surprise, baik dari sifat maupun penampilan. Dan itu juga yang terjadi dengan  Kosuke dan Mao.

Kosuke yang kerap membela Mao ketika ia dibully saat sekolah dulu, tidak menyangka dengan perubahan Mao yang tumbuh menjadi gadis cantik penuh percaya diri. Mao adalah karyawan perusahaan lingerie Lara Aurore, sedangkan Kosuke bekerja sebagai staf junior di biro iklan.
Pertemuan di ruang rapat yang membawa keduanya untuk bertemu lagi, bernostalgia ke masa sekolah, hingga timbul benih rasa suka, dan Kosuke nekat mendaratkan bibirnya ke bibir Mao.
Dan cinta pun tumbuh di hati keduanya.
Plot bergulir hingga Mao yang eksentrik mengajak Kosuke untuk kawin lari.
Sekali lagi, Osamu mampu membuat surprise yang membuat gue ternganga. Endingnya juga tak terduga.

Yang gue suka dari drama Jepang adalah: segala kegilaan bisa dibalut dengan kisah yang manis. Seandainya gue bisa bahasa Jepang, gue mau banget membaca versi asli buku ini. Kebayang indah banget rangkaian kata yang ditulis Osamu.

Lalu covernya. Simpel tapi cantik. Lukisan jendela dengan nuansa warna kuning pastel. Cocok dengan gambaran musim semi, hanya minus sakura saja.

Selain bisa belajar adat dan kosakata dalam bahasa Jepang, novel ini sukses membuat perut gue keroncongan. Ada steak, salmon bakar, tuna carpaccio, chasu ramen, yakitori dan lain-lain. Sungguh rasanya gue pengin banget ngubek-ngubek Tokyo dan warung tendanya. Walau hiruk pikuk, sempit dan penuh asap, rasanya nikmat banget makan di sana.
Kuliner Jepang terkenal lezat walau minim bumbu. I’m drooling already.

Pas tahu film ini dibintangi oleh Matsujun, gue juga jingkrak-jingkrak kegirangan. Gue penggemar berat Matsujun, dan semua film atau serial dorama yang dibintanginya, pasti gue tonton.

If you love sweet romance and Japanese stuff, you’d better read this book. Dijamin bakal blown away.

13748-b3fpvfx1gs

Cek trailer Hidamari no Kanojo yang baru akan ditayangkan di Jepang 12 Oktober 2013.

20130330-114930.jpg

giveaway

Yes, setelah membaca dan mereview buku ini, sekaligus mengurangi timbunan buku di rak, ada baiknya gue bagikan buku ini. Caranya? Isi aja data diri dan sebagainya via Rafflecopter di bawah ini ya. Good luck!

a Rafflecopter giveaway

20130330-114856.jpg

Pic credit: here.