Blog Archives

[Book Review] For One More Day by Mitch Albom

https://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg

for-one-more-day
Judul: For One More Day (Satu Hari Bersamamu)
Penulis: Mitch Albom
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Desember 2007
Tebal: 248 halaman
ISBN: 978-979-22-3433-6
Kategori: Novel Fiksi
Genre: Family, Death, Sports
Beli di: Lotte Mart Bintaro
Harga: Rp. 15,000
Kalimat Pembuka:
“Biar kutebak. Kau ingin tahu kenapa aku mencoba bunuh diri.”

book_blurbFor One More Day adalah kisah tentang seorang ibu dan anak laki-lakinya, kasih sayang abadi seorang ibu, dan pertanyaan berikut ini: Apa yang akan kaulakukan seandainya kau diberi satu hari lagi bersama orang yang kausayangi, yang telah tiada? Ketika masih kecil, Charley Benetto diminta untuk memilih oleh ayahnya, hendak menjadi “anak mama atau anak papa, tapi tidak bisa dua-duanya.” Maka dia memilih ayahnya, memujanya—namun sang ayah pergi begitu saja ketika Charley menjelang remaja. Dan Charley dibesarkan oleh ibunya, seorang diri, meski sering kali dia merasa malu akan keadaan ibunya serta merindukan keluarga yang utuh. Bertahun-tahun kemudian, ketika hidupnya hancur oleh minuman keras dan penyesalan, Charley berniat bunuh diri. Tapi gagal. Dia justru dibawa kembali ke rumahnya yang lama dan menemukan hal yang mengejutkan. Ibunya—yang meninggal delapan tahun silam masih tinggal di sana, dan menyambut kepulangannya seolah tak pernah terjadi apa-apa.

thoughts

For One More Day adalah buku ketiga karya Mitch Albom yang saya baca, dan buku fiksi pertama karya beliau yang saya baca. Beruntung saya berhasil menemukan buku ini di boks obralan Gramedia Lotte Mart, Bintaro. Ternyata, buku ini diobral karena penerbit merilis ulang dengan cover baru yang lebih cantik.

for-one-more-day-baru

For One More Day bercerita tentang Chick Benetto yang menghabiskan satu hari bersama almarhum ibunya, Posey. Chick adalah mantan atlet bisbol pro yang pernah masuk World Series. Hidupnya hancur setelah ia cedera dan tidak bisa lagi bermain bisbol. Lalu, hubungannya dengan istrinya, Catherine, dan putrinya, Maria, juga tidak baik. Ia bahkan tidak diundang untuk menghadiri pernikahan Maria. Chick mencoba untuk mematikan rasa sakit dengan minum-minuman keras, dan ia bertekad untuk mengakhiri hidupnya karena ia sudah merasa tidak berguna lagi. Sebuah kecelakaan membuatnya kembali ke rumah masa kecilnya, dan ia menghabiskan satu hari bersama ibunya.

Setelah membaca tiga buku, saya berkesimpulan bahwa Mitch Albom suka mengangkat tema kematian dalam buku-bukunya. Mitch seolah ingin menekankan bahwa hidup sangat singkat, jadi jangan sia-siakan kesempatan untuk melakukan sesuatu sehingga jika orang tersebut/kita pergi meninggalkan dunia, tidak ada penyesalan yang tertinggal.

Sama seperti buku-buku terdahulunya, buku ini ditulis dengan apik dan membuat pembaca berkaca-kaca. Setelah melahap buku ini, saya jadi ingin memeluk orangtua saya dan mengucapkan terima kasih kepada mereka.

Bacaan yang recommended jika kamu ingin berderai-derai dan memboroskan tisu.

quotes

“Aku melakukan apa yang penting bagiku,” katanya. “Aku menjadi seorang ibu.” (hal. 165)

Percaya, kerja keras,cinta—kalau kau punya hal-hal ini, kau bisa melakukan apa pun. (hal. 202)

 

20131125-062111.jpg

 

Need a second opinion?

Bacaan Bzee
Crazy in Books
Membaca Buku

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

[Book Review] Before I Fall by Lauren Oliver

book_info

20130923-113024.jpg

Title: Before I Fall
Author: Lauren Oliver
Publisher: HarperCollins
Date of Published: March 2nd, 2010
ISBN: 9780061987496
Format: Ebook
Category: Fiction
Genre: YA, Contemporary, Fantasy
Literary Awards:
Romantic Times Reviewers’ Choice Award (RT Award) Nominee for Best Young Adult Paranormal/Fantasy Novel (2010), YALSA Best Fiction for Young Adults (2011), Deutscher Jugendliteraturpreis Nominee for Preis der Jugendjury (2011), Publishers Weekly’s Best Children’s Books of the Year for Fiction (2010), Goodreads Choice for Young Adult Fiction, Debut Author, Nominee for Goodreads Author, Favorite Heroine (2010)
First sentence:
They say that just before you die your whole life flashes before your eyes, but that’s not how it happened for me.

book_blurb

What if you had only one day to live? What would you do? Who would you kiss? And how far would you go to save your own life?

Samantha Kingston has it all: the world’s most crush-worthy boyfriend, three amazing best friends, and first pick of everything at Thomas Jefferson High—from the best table in the cafeteria to the choicest parking spot. Friday, February 12, should be just another day in her charmed life.

Instead, it turns out to be her last.

Then she gets a second chance. Seven chances, in fact. Reliving her last day during one miraculous week, she will untangle the mystery surrounding her death—and discover the true value of everything she is in danger of losing.

thoughts

What would you do if you were given a second chance to live? Would you fix the damage that you’ve caused? Would you make it up to yourself?

That’s what happened to Sam. She’s dead but she came back to life to finish the unfinished business.

There’s a popular clique at Thomas Jefferson High School. Sam is one of the mean girls. They did terrible things to Juliet, a beautiful girl actually, an outcast and Sam’s friends’ target of bullying.

Things changed after the accident which took Sam’s life. But God is good, that He sent her back to September 12 over and over again to make things right.

One big secret was revealed. Sam never looks at Juliet and Kent like she used to.

This is not your typical YA novels. I was blown away. The message is clear: to reflect things that we’ve done and said. Are we ready to die and leave in peace?
Do you have unfinished business, things that you have to do before it’s to late?
I read this book all night and I was in tears. Gosh, this book is so good I’m still thinking about Sam, Kent and Juliet.

I really want to give everyone a big hug right now.

20130923-121407.jpg

Need a Second Opinion?

Sandy Now Wrote Review
Books To Share Review
The Cow and Her Books Review

20130923-121453.jpg