Blog Archives

[Book Review] Malaikat Jatuh by Clara Ng

bookinfo Untitled

bookblurb

Beppu, manusia bersayap yang cacat.Sayapnya yang hanya sebelah tidak dapat mengangkatnya terbang meniti angin.
Louissa Manna, seorang ibu berusia ratusan tahun. Dia telah memakan jantung manusia bersayap untuk mendapatkan hidup abadi.

Pada pertemuan mereka yang dipenuhi oleh kekejaman, Beppu dan Manna berjuang mempertahankan kewarasan, kesucian, dan di atas semuanya, cinta.

Sepuluh cerita. Tentang wajah perempuan. Dari ibu sampai pelacur, dari perawan sampai hanya pemeran. Semuanya dibingkai dalam dongeng-dongeng malam, kematian, dan narasi kelam.

thoughts

Punya buku ini ternyata sudah cukup lama dan baru sempat dibaca sekarang. Lumayan kaget dengan tema yang diangkat Clara juga cara penuturannya yang jauh berbeda dengan “Dimsum Terakhir”.

1. Malaikat Jatuh

Cerita ini paling panjang diantara seluruh cerita yang ada di buku ini. Mungkin bisa disebut novella. Bercerita tentang Beppu, malaikat yang memiliki sayap sebelah, yang jatuh ke bumi, kemudian bertemu Manna dan Mae yang mengubah takdir mereka. Cerita ini cukup gelap dan agak gory. Kisah tentang persahabatan dan kasih ibu yang begitu kuat.

2. Negeri Debu

Lucinda berteman dengan Polo yang kerap mengajaknya ke negeri debu, di mana Lucinda bisa berteman dengan siapa saja di sana. Ibunya kerap tak kunjung tiba, Lucinda jadi memiliki dunia khayal. Kisah ini berakhir tragis, dan agak mengingatkan gue dengan film-film horror bule.

3. Makam

Cerita tentang seorang bayi yang ditinggalkan oleh ibu kandungnya dan dibesarkan oleh seekor kucing. Cerita yang paling gelap dan penuh kengerian.

4. Di Uluwatu

Cerpen yang paling nggak gue sukai di buku ini. Mengingatkan gue dengan legenda Nyi Roro Kidul dan sebangsanya. Suara gaib yang menyebabkan Sergio melompat dari atas tebing.

5. Lelaba

Ini juga cerita yang gue nggak suka. Terkesan agak vulgar. Ada legenda werewolf dibalut dengan siluman lain.

6. Hutan Sehabis Hujan

Entahlah, gue merasa tokoh nenek di sanatorium ini menderita dementia. Dan ceritanya agak mengganjal. Si nenek merasa dia berhubungan dengan peri di masa lalunya.

7. Akhir

Ini salah satu cerpen yang paling gue suka. Lebih realis. Kisah tentang keluarga yang mengalami goncangan gara-gara politik (orde baru). Mata gue berkaca-kaca membacanya. Menyentuh walau dibalut aura gelap.

8. Barbie

Ough, ini toko mainan atau ‘toko mainan di Mangga Besar’? Kesannya seperti kota maksiat. Sex, drugs, whatever, you name it. Hingar bingar dan riuh serta terbayang bau seks yang tajam, hingga pembunuhan. Tapi gue setuju dengan Clara, Barbie is a whore 🙂

9. Bengkel Las Bu Ijah

Hmmm, si perekat hati ini sebenarnya profesinya apa ya? Sampai dituduh sebagai penista agama? Entah dukun cabul atau pekerja seks. Ijah pun mengalami ketragisan pada akhirnya.

10. Istri Paling Sempurna

Penutup yang sangat cantik. Cerpen ini paling indah dibanding cerpen-cerpen lainnya. Cinta yang tulus tidak akan tergoyahkan oleh distraksi. Kisah romantis antara suami istri yang dibalut kesedihan yang berkepanjangan.

Benang merah dari semua cerita adalah kasih ibu yang tulus dibalut dengan kematian. Dan memang cover bukunya sangat menipu. Buku ini tidak semanis covernya. Gue rasa salah cover deh. Seharusnya kesannya gelap macam “Hush, Hush”.

Dan seharusnya juga diberi label bacaan untuk dewasa karena memuat adegan seks yang kurang pantas dibaca anak usia sekolah.

20130322-091428.jpg

20130322-091443.jpg