Blog Archives

[Book Review] Lampau by Sandi Firly @Gagasmedia

book_info

20131130-053523.jpg

Judul: Lampau
Penulis: Sandi Firly
Penerbit: Gagasmedia
Terbit: April 2013
Tebal: 346 halaman
ISBN: 978-979-780-620-0
Kategori: Novel Fiksi
Genre: Sastra Indonesia
Dapat dari: penerbit dalam event #GagasDebut
Kalimat pertama:
Aku terlahir dari seorang Uli Idang, Balian Tuha, dukun yang namanya membuat gentar segenap hantu di hutan larangan Meratus – semua ilmu kesaktian merapat ke dirinya meminta untuk dipinang.

book_blurb

Aku mengingatmu, gadis berkepang dua. Di jalan menyusuri masa kecil. Senyum manis, cinta pertamaku. Mengingatmu adalah perjalanan panjang kembali ke buku-buku bergaris masa sekolah dasar, pensil warna, dan mimpi-mimpi beralur manis.

Gadis berkepang dua dengan senyum semenarik krayon warna, kau juga mengingatkanku pada takdir. Takdir yang lekat akan gemerincing denting gelang hiyang perunggu dalam iringan tetabuhan gendang, dan senandung mantra-mantra yang dengan sendirinya dapat kubaca.

Hingga bayangmu kutinggalkan dalam frame tua. Aku menemui gadis lain berwajah teduh. Gadis yang tak mengingatkanku pada takdir yang menunggu. Gadis yang membuatku tahu bahwa hidup bukan sekadar menjalani takdir yang kita tahu.

Namun, gadis berkepang dua, jalanku memutar, entah mengapa seolah ujungnya ingin menemukanmu. Senandung mantra siapa yang akan aku jelmakan, kali ini?

thoughts

Ayuh adalah anak Uli Idang, dukun Dayak Meratus. Menjadi anak Balian memiliki banyak keistimewaan. Juga, Ayuh diharapkan bisa mewarisi ilmu ibunya, menjadi Balian di kemudian hari.

Suatu hari, sepucuk surat dengan cap darah mendarat di tangan Ayuh yang berada di Jakarta. Surat itu dari ibunya yang sakit keras dan meminta Ayuh untuk pulang. Ayuh dipercaya sebagai satu-satunya penyembuh, sesuatu yang diragukannya sendiri.

Ayuh kembali ke kampung halamannya, Desa Malaris. Dan Ayuh berflashback ke masa kecilnya. Ia kerap diolok-olok teman sekelasnya karena lemah dalam pelajaran eksakta. Ia lebih pandai bercerita. Sebelum ayahnya pergi meninggalkan keluarganya, ia suka membawa banyak buku cerita. Selain diwariskan oleh ayahnya, kesukaan Ayuh membaca juga karena pamannya, Amang Dulalin, yang suka bermalas-malasan di kamarnya sambil membaca.

Suatu hari, seorang bulr Amerika bernama Anna dan kawannya mengadakan penelitiN tentang kehidupan suku Dayak. Ia tinggal di rumah ibu Ayuh. Warga desa gempar dengan kedatangan Anna yang berkulit putih dan berambut jagung. Ayuh teringat dengan poster perempuan bule seksi yang dipajang Amang di kamarnya. Ia langsung mengajak Amang untuk datang ke rumahnya, karena idolanya datang.

Ada pertemuan, ada juga perpisahan. Tiba saatnya Anna harus kembali ke negaranya. Bersama Abdi, temannya, ia pamit pada warga Desa Malaris. Amang sibuk menulis surat cinta untuk Anna. Tak disangka, Ayuh mendapat kecupan di pipi sebagai tanda perpisahan dari Anna, diiringi sorak sorai warga desa. Amang tidak mencuci mukanya selama seminggu.

Ayuh risau karena ia ingin melanjutkan sekolah. Ia ingat, di sekolah, guru agama Islam berkata, pondok pesantren tidak memungut biaya untuk murid yang kurang mampu. Ibu Ayuh tak sanggup menyekolahkan Ayuh ke SMP karena masalah biaya. Ayuh mengajukan ide tersebut. Ibu Ayuh kaget, karena mereka menganut agama Kaharingan, agama adat. Dengan berat hati, Uli Idang melepas kepergian Ayuh untuk menuntut ilmu di pesantren yang berlokasi di Banjarbaru. Ayuh juga harus berpisah dengan teman-temannya: Septa, Tuma, Evi, Warna, dan Ranti. Ayuh menyukai Ranti yang cantik. Ia murid pindahan dari Jakarta.

Dan Ayuh berangkat ke ibukota, mengadu nasib. Namun masa lalu membawanya kembali ke kampung.

Ceritanya menarik dan banyak penjelasan tentang adat Dayak Malaris, namun di beberapa bagian terasa membosankan.

Secara keseluruhan, novel ini cukup asyik untuk disimak.

quotes

Setiap anak harus mengetahui nama yang disandangnya, apakah itu pemberian orangtuanya atau siapa pun. (hal. 7)

20131119-085715.jpg

Until next time

20130330-114856.jpg

[Book Review] Always with Me by Hyun Go Wun @penerbitharu

book_info 20131121-074600.jpg Judul: Always with Me

Penulis: Hyun Go Wun

Penerjemah: Putu Pramania Adnyana

Penerbit: Haru

Terbit: Oktober 2013, cetakan pertama

Tebal: 428 halaman

ISBN: 9786027742239

Kategori: Novel Fiksi

Genre: K-Iyagi, Romance, Family

Dapat dari: Penerbit Haru untuk diresensi

Bisa dibeli di: Yes24

Kalimat pertama: Suasana setelah tengah malam sungguh sunyi. book_blurb

KISAH LELAKI YANG SANGAT PERCAYA PADA ‘TAKDIR’, DAN WANITA YANG MENGANGGAP SEMUA KEJADIAN HANYA ‘KEBETULAN SEMATA’. Chae Song Hwa, Cinderella Bertubuh Besar “Dasar lelaki cabul! Awas saja kalau kau tertangkap tanganku lagi.” Lelaki itu sungguh arogan. Ia menganggap bahwa seluruh wanita di Korea Selatan harus menyukainya. Selain itu, ia juga punya kebiasaan berbicara banmal kepada para pasiennya seenaknya. Ia bahkan dengan beraninya memanggilku ‘ajumma’, mentang-mentang ia dokter pengobatan tradisional. Entah apa yang terjadi padanya, setelah selama ini bersikap tak sopan padaku, kini tiba-tiba saja lelaki itu tak hentinya memintaku menjadi kekasihnya. Mencurigakan! Pasti ada sesuatu yang busuk di balik semua sikapnya itu. Yoon Sang Yup, Romeo yang Kurang Ajar “Pasti nanti kau akan menyesal. Sudahlah, tidak usah banyak alasan. Ayo, berpacaran denganku!” Setiap pagi wanita itu selalu tertidur di dalam kereta dengan bau alkohol yang tercium kuat dari tubuhnya. Tidak hanya itu, bahkan air liurnya sampai menetes-netes. Benar-benar ‘suguhan’ sebelum bekerja yang tidak menyenangkan. Namun entah sejak kapan, wanita bernama Song Hwa ini mulai membuatku tersenyum. Akan tetapi, ketika aku mengajaknya berpacaran, mengapa ia malah menjawabnya dengan permainan gunting-batu-kertas? Aneh. Apa yang sebenarnya ada di dalam kepala wanita itu?

thoughts Pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Haru yang sudah memberikan buku Always with Me edisi tanda tangan Hyun Go Wun ^^ Always with Me berkisah tentang Chae Song Hwa, gadis malang yang harus menelan pil pahit ditinggal ibunya ketika ia masih berusia seratus hari. Song Hwa memiliki seorang kakak perempuan yang anggun, Yang Ji (mengingatkan saya dengan kakaknya Dao Ming Shi), dan adik tiri perempuan yang bernama Jang Mi, berprofesi sebagai artis. Ayah Song Hwa menikah lagi dengan janda, dan akhirnya keluarga Chae riuh dengan tiga anak perempuan. Diapit si anggun dan si populer, Song Hwa terlihat seperti si ugly duckling.

Song Hwa tidak sengaja bertemu Sang Yup, dokter pengobatan alternatif yang narsisnya gila-gilaan. Pada awalnya Song Hwa sebal bukan main dengan Sang Yup, namun karena kegigihan Sang Yup, akhirnya Song hwa luluh ketika diminta untuk menjadi pacar Sang Yup.

Masalah kembali muncul ketika Jang Mi, si artis terkenal, tergila-gila pada Sang Yup. Ia gigih berjuang demi mendapatkan cinta Sang Yup.

Always with Me meramu Cinderella, Beauty and the Beast, Bridget Jones hingga Romeo and Juliet menjadi cerita segar a la K-Iyagi. Saya belum selesai membaca 4 Ways to Get a Wife, namun saya bisa merasakan napas yang sama di novel ini. Tulisan khas Hyun Go Wun yang meramu romance dengan drama keluarga dibalut komedi membuat Always with Me menjadi sajian yang mengenyangkan dan menghibur pembaca. Walau masih mengusung formula yang sama: cewek jutek naksir cowok naksir yang menyebalkan, Always with Me sama sekali tidak membosankan. Cuma kenapa semua buku Hyun Go Wun tebal ya?

Saya nggak sabar ingin membaca karya Hyun  Go Wun yang lain.

quotesMenjadi menantu tertuadi sebuah keluarga. Membayangkannya saja sudah membuatku lelah. (hal. 9)

Dunia selalu tetap sama, manusianya saja yang berubah. Rasa cinta pun tak pernah berubah, manusianya lah yang berubah. (hal. 172)
Di dunia ini, kadang ada hal-hal yang tidak perlu diucapkan dengan kata-kata (hal. 401)

20131119-085715.jpg

Need another opinion?

Bookie-Looker here
Kumpulan Sinopsis Buku here
Joo Virginia here

 

TTFN ^^

20131105-024143.jpg

[Book Review] Bangkok: The Journal by @moemoerizal @Gagasmedia #unforgotTEN

book_infobkk

book_blurb

Pembaca tersayang,

Siapkan paspormu dan biarkan cerita bergulir. BANGKOK mengantar sepasang kakak dan adik pada teka-teki yang ditebar sang ibu di kota itu. Betapa perjalanan tidak hanya mempertemukan keduanya dengan hal-hal baru, tetapi juga jejak diri di masa lalu.

Di kota ini, Moemoe Rizal (penulis Jump dan Fly to The Sky) membawa Edvan dan adiknya bertemu dengan takdirnya masing-masing. Lewat kisah yang tersemat di sela-sela candi Budha Wat Mahathat, di antara perahu-perahu kayu yang mengapung di sekujur sungai Chao Phraya, juga di tengah dentuman musik serta cahaya neonyang menyala di Nana Plaza, Bangkok mengajak pembaca memaknai persaudaraan, persahabatan, dan cinta.

เที่ยวให้สนุก, tîeow hâi sà-nùk, selamat jalan,

EDITOR

thoughtsBuku buntelan #KadoUntukBlogger kedua yang gue lahap. Serial STPC yang ini bukan buku petama, malah yang ketiga. Berhubung nggak ada keterkaitan antara satu dengan yang lain, gak masalah sama sekali kalo bacanya ngacak.

Gue tertarik baca novel karya Moemoe Rizal ini atas rekomendasi dari Iif. Pas udah setengah baca, ternyata ratingnya bagus di Goodreads. Lalu, pas gue mendapat email sebagai salah satu blogger yang beruntung, ada pilihan buku ini. Tanpa ragu-ragu, gue pilih buku ini sebagai salah satu kado dari Gagas. Thanks banget, Gagasmedia untuk kadonya.

Edvan sudah sepuluh tahun tidak bertemu dengan ibu dan adiknya. Alasannya sendiri kurang begitu jelas, hanya disebutkan perihal warisan ayahnya.
Hingga pesan SMS yang masuk dari Edvin, adiknya, yang mengatakan ibunya sudah meninggal dunia (entah dari mana Edvin mendapat nomor kakaknya).
Edvan terperangah mendapati adiknya dengan sosok yang berbeda, dan minta dipanggil Edvina.
Bersama-sama mereka terbang ke Bangkok untuk mencari ‘warisan’ ibu mereka yang tersebar di berbagai penjuru kota di sana.
Berbekal nomor telepon yang diberikan oleh pramugari Indonesia Airbridge, Edvan menelusuri kota Bangkok dipandu oleh Charm, perempuan Thai yang fasih berbahasa Indonesia dan Inggris.

Edvan adalah tipe laki-laki dengan ego tinggi. Ia seperti balas dendam terhadap ibunya (mungkin) dan berhasil menjadi arsitek ternama. Ia juga keras kepala dan sangat ingin menunjukkan kemaskulinannya dengan menyebut bahwa ia punya koleksi film porno pemberian temannya, Stevan. Edvan, Stevan, quite a rhyme.
Honestly, tipe cowok kaya gini yang gue hindari di dunia nyata karena dunianya hanya diisi dengan dia, dia dan dia dengan segala kehebatannya. Megalomaniak. Gue jadi membayangkan Tom Cruise waktu menulis kata megalomaniak itu.

Sedangkan Edvin lebih membumi, sensitif dan sabar, mewarisi sifat ibunya.

Mereka bertemu untuk membicarakan perihal peninggalan ibu mereka. Awalnya, Edvan tidak yakin tentang perjalanannya ke Bangkok demi mencari jurnal-jurnal lain yang ditulis ibunya itu. Petualangan demi petualangan juga dialami oleh Edvan. Mulai ke temple, lady boy bar, hingga tempat muaythai underground.
Gue larut dalam petualangan Edvan, Charm yang dibantu oleh si tengil Max keliling Bangkok demi mendapatkan potongan jurnal yang akhirnya lengkap.

10 Things I Love about this novel:
1. Cara bertutur Moemoe yang mengalir dan blak-blakan. I suka (pakai bahasa Max)
2. Design covernya sederhana, namun sangat memikat. Good job, Jeffri Fednando. Purple is one of my favorite colors.
3. Ilustrasi novelnya bikin gue betah berlama-lama menatapnya, dan hampir nggak rela membuka halaman terakhir. Buku ini bisa selesai dalam dua kali duduk, namun gue memilih membacanya perlahan demi menikmati ilustrasinya.
4. Setting-nya di Bangkok. Gue punya pengalaman manis dan pahit di sini. Tapi, lebih dominan manisnya karena gue menghabiskan bulan madu bersama suami di Bangkok dan Phuket. Selama membaca buku ini, gue serasa dibawa kembali menuju Desember 2008-Januari 2009. Dan gue nggak akan pernah lupa dinner di resto Thai di pinggir Chao Phraya saat sunset.
5. Novel ini membuat gue lapar karena menyebut makanan kesukaan gue, mulai Som Tam, Pad Thai, sampai oyster. Yum!
6. Tokohnya, Edvan, yang semula sangat menyebalkan, asshole bin jerk, berubah menjadi cowok yang (hampir) likeable gara-gara jatuh cinta pada Charm. Perubahannya sangat terasa.
7. Drama keluarga yang disajikan oleh penulisnya menyentuh. Di bab awal, gue sudah berkaca-kaca gara-gara bahasan tentang hubungan Edvan dengan ibunya.
8. Genre novel ini yang nyerempet petualangan bikin gue betah membaca sambil memikirkan isi jurnal selanjutnya yang ditulis oleh Artika. Oiya, Artika adalah salah satu nama tokoh favorit gue. Indonesia banget, namun nggak kuno.
9. Gue sangat suka dengan tokoh Khun Niran yang digambarkan memiliki wajah yang jauh dari sempurna namun hatinya seperti emas. Bab Khun Niran adalah salah satu bab yang paling gue suka dan membuat gue terharu.
10. Selain Khun Niran, beberapa tokoh lain yang likeable adalah Charm, Max, dan Artika (melalui tulisan di jurnalnya). Kelihaian Moemoe yang lain adalah menciptakan tokoh yang likeable dan memorable.

Kekurangan novel ini:
1. Banyak kalimat/kata dalam bahasa Inggris yang kurang tepat (I’m not a grammar nazi, jadi nggak mau menjabarkannya di sini. Semoga dalam cetakan berikut bisa diperbaiki).
2. Banyak kalimat dalam bahasa Thai yang tidak ada terjemahannya, bikin gue bingung menebak-nebak artinya.
3. Masih ada sedikit typo dan ketidakkonsistenan penulisan seksama vs saksama, juga noodlesoup vs noodle soup

Will I recommend this novel to anyone? Definitely! Serius, liburan lebaran bakal lebih seru dengan membaca buku ini. Gara-gara buku ini, gue mau membaca seluruh serial STPC.

Satu kata yang bisa mewakili novel ini adalah charming.

quotes

Di hadapanku, duduk seorang pria yang selama tiga puluh tahun terakhir mengumpulkan uang untuk bertemu ibu. Sementara aku, sepuluh tahun terakhir mengumpulkan uang untuk menjauhi ibu. (hal. 165)

Aku nggak tertarik wisata bangunan artistik seperti di Eropa. Itu semua buatan manusia. Aku ingin wisata alam. Wisata yang bangunannya duciptakan langsung oleh Tuhan. (hal. 94)

Aku nggak milih untuk cinta dia. (hal. 259)

Buddha melarang pria berpakaian seperti wanita. Tapi yang kuinginkan hanyalah anakku bahagia. (hal. 297)

20130323-114025.jpg

Mau dapetin novel ‘Bangkok’ karya Moemoe Rizal?

Follow akun twitter: @yuska77

Petunjuk ada di timeline gue. Kuis ditutup jam 23:55 besok Senin tanggal 15 Juli 2013.

Happy Sunday!

20130622-091605.jpg

[Book Review] Murjangkung by A.S. Laksana @Gagasmedia #unforgotTEN

book_infomurjangkung

book_blurb

“Murjangkung ingin mengatakan bahwa: teks fiksi sebaiknya membuka keran imajinasi para pembaca untuk memiliki dunia
dan atmosfer cerita yang khas….”—Harian Jawa Pos

Mereka datang 243 tahun sebelum negeri mereka menemukan kakus. Mula-mula mereka singgah untuk mengisi air minum dan membeli arak dari kampung Pecinan di tepi barat sungai; lima tahun kemudian mereka kembali merapatkan kapal mereka ke pantai dan menetap di sana seterusnya. Tuan Murjangkung, raksasa berkulit bayi yang memimpin pendaratan, membeli dari Sang Pangeran tanah enam ribu meter persegi di tepi timur sungai. Di sana ia mendirikan rumah gedong dan memagar tanahnya dengan dinding putih tebal dan menghiasi dinding pagarnya dengan pucuk-pucuk meriam.—“Bagaimana Murjangkung Mendirikan Kota dan Mati Sakit Perut”.

Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-Hantu adalah kumpulan cerpen kedua A.S. Laksana setelah Bidadari yang Mengembara (buku sastra terbaik tahun 2004 versi Majalah Tempo).

thoughtsSenang banget rasanya terpilih menjadi salah satu dari 30 blogger yang mendapat swag dari Gagasmedia berisi 10 buku pilihan (I only got 9 though, kata mas Omem ketinggalan satu. Semoga nggak nyasar 1 buku lagi ^^).

Gue memilih untuk membaca buku ini untuk di-review pertama karena proofreader-nya, Jia Effendi, merekomendasikan buku berisi kumpulan cerita pendek ini via Goodreads. Setelah melihat ratingnya juga yang tinggi (dan buku ini high demand di kalangan pembaca sastra), gue nggak ragu lagu untuk membacanya.

Sebenarnya gue bukan penggemar kumpulan cerpen (walau beberapa kali terlibat dalam proyek antologi). Dulu gue sempat meringket mendengar kata ‘sastra’ yang pasti bikin kepala berdenyut. Langsung terbayang rangkaian kata puitis yang sulit dicerna. Namun, tahun belakangan gue membiasakan diri untuk membaca genre sastra Indonesia, senggaknya satu buku per tahun. Gue berjanji pada diri sendiri untuk memperluas genre bacaan karena yakin akan manfaatnya.

Buku ini berisi 20 cerita pendek berikut:

1. Bagaimana Murjangkung Mendirikan Kota dan Mati Sakit Perut

Cerpen pertama ini berkisah tentang Murjangkung, si raksasa berkulit bayi, yang akhirnya mampu mendirikan kota jaman Portugis melawat Indonesia. Bau era itu terasa. Para tokohnya adalah pelaut, sama seperti bangsa Portugis. Juga disebutkan Lapangan Banteng yang dulu disebut sebagai Lapangan Singa. Entah, cerpen ini berdasarkan sejarah yang sebenarnya, atau historical fiction, atau mungkin  alternate version. Karena Tugu Singa didirikan pada masa pendudukan Jepang. Diceritakan, Murjangkung mendirikan gereja untuk menampung anak buahnya yang kesepian. Pikiran gue langsung tertuju pada gereja Katedral. Kemungkinan seting cerita ini di Kampung Tugu, Koja, Jakarta Utara, di mana banyak orang Portugis yang menetap saat itu.

Banyak adegan jorok seperti melempar ludah dan berak (ewwww), tapi sebagai pembuka, cerita pendek ini cukup memikat. Ada pertempuran, konspirasi, dan dictatorship.

2. Otobiografi Gloria

Gloria adalah bayi yang hanya sempat menghirup oksigen di dunia dalam waktu sekejap. Nenek dan kakeknya terobsesi ingin memiliki cucu, hingga mendatangi tempat keramat. Paman Gloria adalah bujang lapuk, dan hidup membujang hingga ia mati. Bibi Gloria tidak dikaruniai anak walau sudah menikah cukup lama, dan ibu Gloria , satu-satunya yang bisa memberikan cucu pada kakek nenek Gloria, hamil tanpa suami.

Cerpen ini adalah salah satu cerpen paling tragis di buku ini.

3. Dongeng Cinta Yang Dungu

Ini cerpen lucu tentang body swap. Entah apa yang dilakukan si belatung. Mungkin ia mencampur sesuatu yang sudah diberi mantra ke dalam minuman Fira hingga terjadi penukaran tubuh.

4. Perempuan Dari Masa Lalu

Menurut gue, Seto itu laki-laki galau dan naif, yang menganggap kehidupan masa lalu itu benar-benar ada. Yang lebih menggelikan, tiap kali ia melihat wanita di halte, ia merasa dekat, lebih dekat lagi, dan benar-benar dekat. Endingnya bikin gue ngakak.

5. Bagaimana Kami Selamat dari Kompeni dan Sebagainya

Cerpen yang satu ini luput dari memori, jadi harus dibaca ulang. Lalu, setelah dibaca ulang, gue masih bingung dengan inti ceritanya.

6. Seto Menulis Peri, Pelangi, dan Para Putri

Mungkin ini adalah cerita lanjutan kisah Seto. Gara-gara dipaksa menjadi tentara, ia minggat dari rumah. Seto menjadi juru selamat anak Mayor, si berandal Pramono, dari keroyokan orang, kemudian ia disuruh tinggal di rumah Mayor itu sebagai balas jasa. Ia ikut lari pagi bersama Mayor seminggu sekali, mencuci mobilnya, juga mengawal Pramono. Kisah pendek tentang drama keluarga Mayor ini sepertinya lumrah terjadi di kalangan keluarga pejabat.

7. Teknik Mendapatkan Cinta Sejati

Menceritakan tentang Seto (entah tokoh yang sama dengan dua cerpen sebelumnya atau bukan) dan kegemarannya berpindah agama karena perempuan. Pemikirannya sederhana, tapi benar juga.

8. Dua Perempuan di Satu Rumah

Masih berkisah tentang Seto dan masa lalunya yang menyedihkan. Ia pernah dibully karena ayahnya menjadi transgender. Ketika ia dewasa, ia yang sering membully transgender. Cerpen ini getir dan membenarkan tentang adanya siklus dalam kehidupan; seorang yang disakiti semasa kecil akan menyakiti orang lain ketika ia dewasa.

9. Bukan Ciuman Pertama

Cerita kesembilan ini agak mengerikan. Entah kutukan, takdir, atau ada sesuatu hal lain yang terjadi yang menyebabkan anak si narator memiliki ciri fisik yang sama dengan seseorang yang ia temui di tikungan.

10. Tuhan, Pawang Hujan, dan Pertarungan Yang Remis

Salah satu cerita favorit gue. Alit yang semula merasa tak punya bakat, ternyata berbakat menjadi pawang hujan. Namun ia kecewa karena bakatnya tidak mampu menjerat gadis impian. Cerpen yang paling sakses bikin gue ngakak.

11. Kisah Batu Menangis

Kalau cerpen sebelumnya sakses bikin gue ngakak, cerpen yang ini sakses bikin gue hampir ngejengkang. Intinya adalah tentang pria yang tidak mampu mengurung burungnya dalam sangkar. Lalu, skandal Maria Eva dan Yahya Zaini sepertinya dibahas juga di sini. Pesan moral dari cerita ini: cheating is addictive, so don’t you dare doing that.

12. Seorang Utusan Memotong Telinga Raja Jawa

Satu cerpen lagi yang gue nggak ngerti maksudnya apa. Absurd.

13. Lelaki Beristri Batu

Laki-laki yang sakit hati dan merasa dikhianati istrinya yang kemudian tua sebelum waktunya dan menemukan istri dan anaknya menjadi batu. Satu cerita absurd yang hanya gue pahami setengahnya saja.

14. Efek Sayap Kupu-Kupu

Banyak tokoh dalam cerpen ini yang tidak menyukai ayahnya, termasuk Alit. Ketika ia memaafkan ayahnya, cerita berakhir happy ending.

15. Ibu Tiri Bergigi Emas

Cerpen ini membuat mata gue berkaca-kaca. Gue bisa merasakan kepedihan Alit ketika ditinggal ibunya yang tak kembali lagi. Gue pernah membahas tentang ibu yang tega meninggalan anaknya sama suami beberapa wakt lalu, sesuatu yang nggak akan pernah gue pahami.

16. Seorang Lelaki Telungkup di Kuburan

Mengambil setting waktu peristiwa tsunami dahsyat di Aceh, kembali bercerita tentang kematian dan hantu gentayangan.

17. Malam Saweran

Seorang pejabat yang mengambil istri dengan campur tangan dukun, tidak mampu membahagiakan istrinya dan mencari tempat hiburan untuk melampiaskannya. Menyedihkan. Salah satu cerpen favorit juga.

18. Cerita Untuk Anak-Anakmu

Gue jadi ingat Kristina dangdut yang pernah menikah dengan anggota DPR, lalu tak lama cerai karena tak tahan. Kira-kira cerita ini seperti itu. Dan laki-laki berwajah bopeng bekas cacar sepertinya memang deskripsi mantan suami Kristina yang sempat bolak-balik masuk bui itu.

19. Kuda
Alit mendatangi tempat judi dan jatuh cinta pada seorang pelacur di sana. Pelacur itu menyebutnya kuda.

20. Peristiwa Kedua, Seperti Komidi Putar

Seorang perempuan mengetuk pintu rumah orang untuk meminta pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga, lalu ia diterima bekerja di sana. Dua tahun kemudian, ia tidur dengan majikannya, hamil, lalu harus merelakan anaknya diasuh oleh orang lain. Ada rasa mual saat membaca cerpen ini, sesuatu yang dirasa jika naik komidi putar terlalu lama.

Covernya simpel dengan warna sederhana, namun berkesan klasik dengan sentuhan kapal dan gelombang diujung kiri dengan posisi terbalik. Tidak biasa tapi asik banget, sesuai dengan cerita Murjangkung yang seorang pelaut.
Lalu, tagline-nya yang mengambil salah satu judul cerpen, yaitu “Cinta Yang Dungu”. Such a brilliant idea.
gue takjub membaca judul-judulnya cerpennya yang ‘luar biasa’ atau di luar kebiasaan. Tidak lazim tapi mungkin itu ciri khas penulisnya.

Banyak kalimat yang quotable. A.S. Laksana adalah salah satu penulis cerdas yang mampu menyelipkan humor dan sedikit sarkasme dalam tulisannya. Tajam tapi legit.
Tokoh favorit penulis (sepertinya) adalah Seto dan Alit, karena nama keduanya sering disebut dalam beberapa cerita pendek. Kesamaan kedua tokoh itu adalah: percaya pada kata orang. Seto yakin akan kehidupan masa lampau, hingga ia merasa dekat dengan beberapa wanita, sedangkan Alit percaya akan perkataan pawang hujan bahwa ia memiliki bakat untuk menjadi pawang hujan. Kesamaan kedua tokoh tadi selain itu adalah kesukaannya mendatangi tempat pelacuran. Kesamaan terakhir, Seto dan Alit sama-sama tidak menyukai ayah mereka.
Fakta menarik tentang Alit: ia suka sekali ke kamar kecil.

Masih ada typo di halaman 72, namun tidak fatal.

Banyak perselingkuhan dalam perkawinan, kebobrokan pejabat, lalu juga dunia pelacuran, kematian, dan karma yang menjadi tema dalam kumpulan cerita pendek ini.
Diksinya apik, tulisan A.S. Laksana tajam dan sindirannya tentang kebobrokan moral memuat unsur komedi, bisa melemaskan otot-otot di saat tegang.

Overall, gue sangat menyukai buku ini dengan segala keabsurdannya.

Satu kata yang gue nggak mengerti dan tidak ditemukan di KBBI:

buyuten –> ternyata artinya shaky-shaky gejala Parkinson, ditemukan di Wiki Jawa x_x
Itu tandanya bahwa gue harus belajar bahasa Jawa, salah satu bahasa tersulit di dunia.

quotes

Seorang lelaki, jika tidak menjadi raja di rumah sendiri, niscaya akan menjadi setan di jalanan. (hal. 57)

Dengan berpindah agama, kau sekadar berpindah dari satu kebaikan ke kebaikan lain. (hal. 66)

Kata orang kau tak boleh melihat pemandangan yang terlalu buruk saat istrimu hamil. (hal. 87)

Kenangan pahit akan melekat lebih kuat dalam pikiran ketimbang pikiran manis. (hal. 113)

Hanya para pendengki yang suka bergunjing dan aku tidak akan mengalami cedera parah karena digunjingkan oleh para pendengki. (hal. 180)

Ada problem kesastraan pada anggota DPR; ia tak enak dituliskan, apalagi dijadikan tokoh utama sebuah cerita. (hal. 190)

Pembantu lama itu sebetulnya berniat kembali, tetapi ia seperti lupa jalan. (hal. 204)

20130330-114930.jpg

20130330-114856.jpg

[Book Review] Crying 100 Times by Nakamura Kou @penerbitharu

book_info

cry

book_blurb

 

“To love, to honor. To cherish, to help. Until death do us apart.”

Waktu itu, kami sedang memperbaiki sepeda motor tuaku.

Waktu itu, ia memintaku untuk menjenguk Book, anjing tua kesayanganku yang sekarat.

Dari dulu, Book sangat menyukai suara mesin motorku.

Waktu itu, Aku melamarnya. Waktu itu aku merasa aku adalah pria paling bahagia di dunia.

Aku kira, kebahagiaan ini tidak akan berakhir. Tapi…

thoughts

Scene dibuka dengan Fujii yang mendapat kabar tentang keadaan Book yang buruk. Book adalah seekor anjing yang ia pungut ketika masih bayi. Sejak dipungut Fujii, Book sangat bersemangat jika ia mendengar bunyi deru motor Fujii yang khas. Demi kesembuhan Book, Fujii memperbaiki motornya yang sudah lama tak terpakai atas saran Yoshimi, kekasihnya.

Dengan minim konflik dan pace yang tidak terlalu cepat, gue sempat stuck ditengah-tengah, seperti penulis kalau kena writer’s block.

Lalu, Fujii dan Yoshimi yang mulai serius dalam membina hubungan, pura-pura menikah selama satu tahun sebelum memutuskan untuk benar-benar menikah. Tetapi, di tengah proses tersebut, kondisi fisik Yoshimi mengalami penurunan.

Sudah tidak aneh pasangan di Jepang hidup bersama sebelum menikah, hal yang masih menjadi kontroversi di negara kita walau banyak banget yang melakukannya. Tapi, Nakamura tidak menggambarkannya secara vulgar.

Poin plus novel ini adalah percintaan yang manis, juga hubungan Fujii dengan Book. Gue memang gampang tersentuh dengan anak atau hewan piaraan. Juga kosakata Jepang dan adat-istiadat yang menjadi selipan yang gurih. Endingnya bakal bikin trenyuh kok, jangan lupa siapkan kleenex ya.

quotes

Pengetahuan bercerita kepadaku. Dalam semua hal, akhir adalah hal yang paling penting. Tak terkecuali kehidupan dan cinta, semuanya ada akhirnya. Itulah kenyataannya… Pada dasarnya, dunia yang diberkahi ini adalah perasaan, hasrat biologis, hak, dan kewajiban yang telah dijanjikan hingga akhir kebahagiaan tersebut.

Kurasa kopi dan beef bowl adalah pasangan yang pas.

20130330-114838.jpg

20130330-114856.jpg