Blog Archives

[Book Review] Under the Jeweled Sky by Alison McQueen

book_info

18957779

Title: Under the Jeweled Sky
Author: Alison McQueen
Publication date: Feb 2014
Publisher: Sourcebooks
Format: eARC
ASIN: B00FM31ZFY
Genre: Historical fiction
Age group: Adult
Source: Publisher via Netgalley
Buy it: The Book Depository

book_blurb

London 1957. In a bid to erase her past, Sophie Schofield accepts a wedding proposal from ambitious British diplomat, Lucien Grainger. When he is posted to New Delhi, into the glittering circle of ex-pat society, old wounds begin to break open as Sophie is confronted with the memory of her first, forbidden love and its devastating consequences. This is not the India she fell in love with ten years before in a maharaja’s palace, the India that ripped out her heart as Partition tore the country in two. And so begins the unravelling of an ill-fated marriage, setting in motion a devastating chain of events that will bring her face to face with a past she tried so desperately to forget, and a future she must fight for. This is a tender story of love, loss of innocence, and the aftermath of a terrible decision no one knew how to avoid.Purchase this book

thoughts

I received a copy from the publisher via Netgalley.

Under the Jewelled Sky by Alison McQueen is a beautiful novel about India, where the country is one of the integral characters. Set at the time of Partition and a decade or so later, the author brought us back to the mid 1900s, when the British was about to leave.

Besides telling about vibrant India , the author was successfully portray a realistic character through Sophie. Her father is a physiscian at the palace. She builds a friendship with Jag (one of my favorite characters as well), the son of a servant. In that era, such relationship was kind of forbidden.

Ten years later, Sophie was involved in an ill-fated marriage. She found India a different place, unlike the place that she loved when she was younger.

When she came back to England, she felt strange. Meeting her distant mother and found out about her grandmother’s passing. All I can say that this story is about Sophie’s journey in finding happiness. Some parts made me cry. This novel was beautifully crafted. The way she writes about India, the details and everything, makes me want to go there, maybe someday.

Overall, I love this book to pieces. I want to reread it and I will definitely read other books by the same author.

20131125-062111.jpg

Need a second opinion?

Vicki
Our Book Club

Find the excerpt here

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

[Book Review] The Naked Traveler 4 by Trinity @bentangpustaka

book_info

20131204-080410.jpg

Judul: The Naked Traveler 4
Penulis: Trinity
Penerbit: B First – Bentang Pustaka
Terbit: September 2012
Tebal: 262 halaman
ISBN: 978-602-8864-65-7
Kategori: Non Fiksi
Genre: Travel, Humor, Culture
Beli di: Kutukutubuku Harga Rp. 41,650
Kalimat pertama:
Misool dan kepulauan sekitarnya memang paling indah dibanding daerah lainnya di Raja Ampat.

book_blurb

Jalan-jalan bersama Trinity memang tak ada habisnya. Tiga seri laris The Naked Traveller ternyata tak cukup untuk menceritakan pengalaman seru Trinity menjelajah ke berbagai negara. Sesuai ciri khasnya, Trinity mampu memberikan “kesan baru” pada setiap tempat yang ia singgahi. Selalu ada kejutan yang akan membuat kita melakukan refleksi.

Kali ini, kita akan diajak untuk menikmati Afrika, makan zebra di Namibia, dipenjara dan ketemu hiu putih raksasa, eksisnya Ladyboys di Thailand, sampai dipalak anak kecil di Kalimantan. Tambah lagi, kita juga bakal tetep sirik setengah mati sama cerita Trinity yang makan sushi paling enak sedunia dan nonton festival Unta di Pushkar.

Bersiap-siaplah dengan virus Trinity yang kali ini lebih seru!

thoughts

Akhirnya kelar juga baca buku seri The Naked Traveler keempat ini. Covernya paling funky, pink ngejreng, wueheheehe. Entah apa warna ini adalah warna favorit Trinity apa memang pilihan dari penerbit.

Jujur aja, dibandingkan buku-buku sebelumnya, entah kenapa saya merasa buku ini ‘garing’. Selipan humor di akhir bab terasa agak nanggung. Tapi, saya masih bisa menikmati buku ini kok. Memang saya ngiler dan iri berat dengan Trinity yang bebas oergi ke mana saja, dibayarin pulak. Well, saya cuma bisa menikmati sambil membayangkan aja berada di tempat-tempat yang disebutkan oleh Trinity.

Bagian awal buku ini membahas tentang domestic traveling alias jalan-jalan di kandang sendiri. Saya iba dengan Trinity dan kawannya yang harus menahan lapar di kapal menuju Misool, Raja Ampat.
Lalu tentang premanisme anak kecil di Kalimantan, tepatnya di kampung suku Dayak Kenyah di Pampang, saya cuma bisa mengurut dada. Kadang suka malu juga sih dengan budaya minta-minta, entah di kota atay desa, apalagi kuburan. Satu sisi pengin juga budaya kita dianggap di luar negeri, tapi kalau ada turis berkunjung malah disusahin. Duh *urut dada Matt Sanders*

Saya ngakak baca bab ‘Rumah Kuburan’ di Tanah Kusir. Daerah dekat rumah saya. Kebayang aja sih rumah keluarga Trinity yang dibedengi kuburan, lalu tamu yang disuguhi minum dibilang airnya adalah air kuburan. Jahil bener Trinity, hihihi.

Ada juga tentang eksplorasi timah di Bangka yang membuat banyak lubang. Tentu lubang-lubang itu kelihatan sangat tidak indah. Ngeri.

Saya suka dengan kebiasaan warga Gorontalo yang harus beristirahat tiap siang, atau siesta istilahnya. Menurut para ahli, rehat sejenak di siang hari bisa membantu mengoptimalkan otak. Google, Microsoft, dan berbagai perusahaan raksasa juga memberlakukan siesta untuk karyawannya.

Trinity juga membagikan kisahnya di Namibia. Ia bertandang ke sana sebagai duta pariwisata sampai masuk TV lokal di sana.

Ada juga tips jalan-jalan murah untuk mahasiswa dan backpacker berbujet pas-pasan. Ada usaha, ada niat, pasti ada cara. Prinsip yang keren dan patut ditiru.

Overall buku ini nggak membosankan, bukan panduan wisata atau brosur agen perjalanan. Bahasa yang dipakai Trinity masih santai seperti biasanya, ceplas-ceplos dan terkesan apa adanya. Buku ini juga selalu menyajikan cerita seru di tiap babnya, bikin saya cuma bisa garuk-garuk tanah karena nggak bisa jalan-jalan kayak Trinity.

Saya masih menunggu seri The Naked Traveler berikut yang gosipnya akan membahas perjalanan Trinity di Amerika Selatan.

20131119-085715.jpg

Need another opinion?

Baca Buku here
The Bookie Looker here
Desti Baca Buku here

Until next time

20130330-114856.jpg

[Book Review + Giveaway] Danur by Risa Saraswati @Bukune

danur

book_info

Judul: Danur
Penulis: Risa Saraswati
Penerbit: Bukune
Terbit: Januari 2012
Tebal: 209 halaman
ISBN: 6022200199
Kategori: Non Fiksi
Genre: Horror, Memoar
Bisa dibeli di: Kutukutubuku
Harga: IDR 25,500

book_blurbJangan heran jika mendapatiku sedang berbicara sendirian atau tertawa tanpa seorangpun terlihat sedang bersamaku. Saat itu, mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.

thoughts

Danur adalah buku terakhir yang saya baca dari rangkaian Virtual Book Tour Horror Bukune, dan seperti kata pepatah, third time’s the charm, buku ini adalah buku yang paling saya sukai dari ketiga buku yang saya baca.

Danur adalah novel berdasarkan kisah nyata penulisnya, Risa Saraswati, yang suka melihat sekaligus berinteraksi dengan hantu sejak kecil. Bukannya takut, Risa malah berteman dengan mereka. Risa kerap dianggap aneh oleh orang-orang disekitarnya karena ia sering kepergok berbicara atau tertawa sendirian.

Buku ini tidak seram dan tujuan Risa menuliskan buku ini juga bukan untuk menakut-nakuti pembaca. Buku ini bercerita tentang jiwa-jiwa kesepian yang tidak bisa kemana-mana. Karena Risa peka, arwah-arwah itu kerap mendatanginya hanya untuk didengar.

Buku ini ditulis menggunakan POV orang pertama, yaitu penulisnya dan hantu-hant yang bercerita tentang masa lalu mereka ketika mereka masih menjadi manusia.

Ada anak-anak Belanda (Peter, Hans, Hendrick, Janshen, dan William), lalu para perempuan muda Belanda yang menjadi kakak-kakak para anak laki-laki itu (Elizabeth, Teddy, dan Sarah). Juga ada arwah penasaran yang menjadi sosok yang mengerikan (Asih dan Ardiah). Juga ada seorang anak perempuan yang dulunya tinggal di atas bukit yang ditinggal oleh orangtuanya karena sakit keras (Samantha).

Risa sempat ingin meminta pertolongan orang pintar untuk menghilangkan kemampuannya dalam melihat makhluk halus, tapi niat itu akhirnya diurungkan.

Saya jadi teringat dengan diri sendiri yang masih belum bisa mensyukuri kemampuan melihat hantu (ya abisnya serem sih, siapa yang nggak ketakutan liat hantu?). Saya sering berdoa untuk tidak bisa melihat mereka. Tapi, seperti Risa, seharusnya kita nikmati saja karena Tuhan pasti punya maksud tertentu dengan memberikan kemampuan seperti itu.

Masih ada typo yang rada banyak, namun saya tidak akan menjadi polisi typo di sini, selain saya juga rada capek mencatat typo-typo tersebut.

Kesimpulan saya setelah membaca Danur adalah para arwah tersebut nasibnya lebih memilukan daripada kita. Jadi ya, para ababil yang suka ngegalau nggak keruan di Twitter/FB seharusnya bersyukur karena hidup kalian jauh lebih menyenangkan daripada nasib tragis para arwah tersebut.

Oiya, saya jadi ingat lagu Hanschen Klein versi Sunda yang diajarkan mama saya waktu saya kecil. That song is creepy, I just realized.

Mau dapat buku Danur? Caranya mudah saja:

1. Berikan pendapatmu mengenai resensi buku Danur di kolom komentar.
2. Jangan lupa cantumkan nama, alamat email dan akun Twitter.
3. Pemenang akan dipilih berdasarkan komentar terbaik.
4. Akan ada satu pemenang yang akan dapat hadiah 3 buku horror selama virtual book ini berlangsung.
5. Pemenang yang berhak mendapatkan hadiah adalah yang memberikan komentar di 3 resensi buku horror yang akan diposting selama virtual book ini berlangsung di bulan Desember.
6. Giveaway ditutup tanggal 5 Januari 2014
7. Pemenang akan diumumkan tanggal 7 Januari 2014.
8. Good luck ^^

Wishful Wednesday 35: Happy Christmas

20130403-124544

Merry Christmas untuk Astrid dan teman-teman lain yang merayakannya. Semoga damai natal menyertai kita sekeluarga.

Udah lama nggak ikutan Wishful Wednesday karena lagi puasa beli buku sebenarnya sih. Tapi khusus hari ini, saya punya wish buku ini. Semoga ada santa yang mengirimkan buku ini ke rumah :p

20131225-103306.jpg

Description

A little boy was found dead in a children’s playground…Daniel Hunter has spent years defending lost causes as a solicitor in London. But his life changes when he is introduced to Sebastian, an eleven-year-old accused of murdering an innocent young boy. As he plunges into the muddy depths of Sebastian’s troubled home life, Daniel thinks back to his own childhood in foster care – and to Minnie, the woman whose love saved him, until she, too, betrayed him so badly that he cut her out of his life. But what crime did Minnie commit that made Daniel disregard her for fifteen years? And will Daniel’s identification with a child on trial for murder make him question everything he ever believed in?

Link BDLink GR

Tertarik ingin baca buku ini gara-gara newsletter Bookperk yang suka menawarkan ebook dengan harga murah. Tapi tetep lebih asyik baca hard copy ya.

Selain itu, sinopsisnya juga bikin penasaran. Kebetulan memang genrenya juga saya suka.

Oiya, untuk edisi Christmas ini, ada giveaway lho di blognya Astrid, jadi langsung aja ke TKP untuk lihat persyaratannya ya.

20130622-091605.jpg

[Book Review + Giveaway] After School Horror by Nana R. Praptini @Bukune

after-school-horror

book_infoJudul: After School Horror
Penulis: Nana R. Praptini
Penerbit: Bukune
Website: Di sini
Terbit: Mei 2013
Tebal: 164 halaman
ISBN: 602-220-102-0
Kategori: Non Fiksi
Genre: Horror, Kumpulan Cerita
Bisa dibeli di: Bukabuku
Harga: IDR 29,600

book_blurb

Hujan turun deras dan motorku sulit untuk di-starter. Aku bimbang, ingin bolos tapi rasanya harus tetap les. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Dalam perjalanan, di tikungan yang gelap, sebuah mobil muncul dengan kecepatan tinggi.

Aku terlambat menyadari kedatangannya. Kubanting setang motor ke kiri untuk menghindari tabrakan. Tapi percuma…. Aku terjatuh dan kepalaku terbentur pembatas jalan dengan sangat keras. Darah segar mengalir dari kepalaku, tubuhku terasa lumpuh seketika. Sakit sekali rasanya. Sedikit demi sedikit rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhku….

Prita tidak bisa melanjutkan membaca surat yang ditulis Lydia, muridnya. Bulu kuduknya bergidik. Bagaimana mungkin Lydia bisa hadir di kelas dan menulis surat itu, padahal dia sendiri sudah menghembuskan napas terakhir di perjalanan?


Kisah horor dan seram banyak terjadi di sekitar kita, tidak terkecuali ketika kita mencari ilmu—di bangunan kampus tua, sudut-sudut kelas sepi, atau toilet gelap sekolah yang selalu kamu hindari. After School Horror berisi delapan cerita nyata yang terjadi di lingkungan kampus dan sekolah. Membuktikan bahwa mereka juga ada di sekitar kita. Bersiaplah untuk jam pelajaran tambahanmu…, yang penuh teror….

thoughtsAkhir-akhir ini saya sedang suka baca genre teenlit. Seperti kembali ke masa remaja. Rasanya sudah lama nggak merasakan cinta monyet, seru-seruan pergi bareng teman sekelas, menjahili guru, dan membolos ramai-ramai.

Setelah membaca Aku Tahu Kamu Hantu, saya jadi penasaran dengan buku-buku horror karya penulis Indonesia. Saya memang lebih sering membaca novel thriller ketimbang horror, tapi nggak salahnya dicoba. Sekalian uji nyali ^^

After School Horror awalnya saya pikir adalah novel terjemahan. Saya juga teringan ada film asing dengan judul yang sama. Ternyata, buku ini ditulis oleh penulis Indonesia berdasarkan kisah nyata.

Ada 8 kisah seram yang terangkum dalam After School Horror. Menurut penulisnya, kisah-kisah ini merupakan pengalaman penulis sendiri dan orang-orang terdekatnya.

Ciuman Pertama

Dessy, siswa baru di sebuah sekolah menengah, berpura-pura sakit dan beristirahat di UKS. Ternyata, ia mendapat ‘penglihatan’ tentang kejadian 8 bulan lalu di sekolah tersebut yang melibatkan pembunuhan seorang siswa. Dessy juga mendapat teman misterius bernama Evan dan mereka jatuh cinta.

Kisah singkat ini sedikit mengingatkan saya pada novel Aku Tahu Kamu Hantu yang premisnya mirip, hanya minus cerita cintanya saja.

Teman Sekamar

Rina, mahasiswa baru yang merantau ke Jakarta, tinggal di asrama. Ia merasa senang bisa mandiri dan tinggal jauh dari orangtuanya. Rina menempati kamar A-13, angka yang berkonotasi negatif, berhubungan dengan kesialan.

Rina ternyata sekamar dengan gadis bernama Asri. Saat pertama kali bertemu, Rina terkejut dan ketakutan karena entah Asri datang dari mana.

Ternyata Asri adalah roommate yang baik. Ia juga sering merapikan kamar. Namun, Rina lama-lama gerah dengan sikap Asri yang agak posesif.

Teman Sekamar merupakan salah satu cerita terseram di buku ini. Lumayan bikin merinding.

Tapi, ada paragraf yang membuat saya bingung.

Asri, teman sekamar Rina, adalah mahasiswi jurusan MIPA semester tiga. Asri teman sekamar yang baik hati. Saat aku harus begadang hingga malam untuk mengerjakan tugas laporan, paper dan sejenisnya, ia mau membantu? Bahkan, untuk urusan menyikat kamar mandi, Asri mengerjakannya sendiri.

Ia memaklumi kesibukanku sebagai MABA (mahasiswa baru) yang sudah mulai pra-perkuliahan dua minggu sebelum ia sendiri masuk kuliah. Rina kembali merasa beruntung, sebab Asri yang lebih senior darinya, memiliki pengetahuan yang memadai tentang seluk-beluk kampus, seperti kantin favorit, spot internet kencang beserta waktunya, jadwal shuttle bus, hingga jadwal kereta.

Cerita Teman Sekamar menggunakan POV 3, tapi tiba-tiba jadi POV 1 dan kembali ke POV 3 secara mendadak.

Lalu kata paper dan mug (hal. 30) tidak dicetak miring, padahal dua kata tersebut adalah kata-kata dalam bahasa asing. Juga penggunaan tanda tanya tidak tepat.

Cerita ini lumayan seram, apalagi saya membacanya di malam hari dan tiba-tiba listrik padam.

Terlambat Datang

Prita, 24 tahun, adalah staf pengajar di sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris di Surabaya. Bangunan tempat Prita mengajar adalah bangunan peninggalan jaman Belanda. Seperti cerita horror dalam film mau pun buku, bangunan kuno identik dengan hantu, demikian juga dengan bangunan itu.

Konon, ada hantu seram yang terlihat di tangga. Kejadian paling parah adalah ketika suatu hari ada staf pengajar yang sempat dilarikan ke UGD gara-gara melihat hantu seram tersebut.

Prita mengalami kejadian aneh dan seram di kelas, hingga ia sadar bahwa ia menemukan petunjuk yang akan menyelamatkan seseorang.

Salah satu kisah favorit saya dari buku ini.

Makalah Remedial

Sophie dan Ninda mengambil jurusan berbeda di kampus, namun keduanya berteman akbrab dan tinggal di rumah kost yang sama.

Suatu sore, Ninda meminta Sophie untuk menemaninya mengerjakan tugas di perpustakaan. Gedung perpustakaan tersebut terletak dekat dengan taman dengan pohon-pohon besar dan rindang. Konon, di antara pohon-pohon tersebut sering ada penampakan hantu berbungkus kain putih yang melayang-layang.

Sophie dan Ninda bertemu dengan gadis aneh di perpustakaan. Gadis tersebut membantu Ninda mengerjakan tugasnya. Lalu, misteri tentang gadis itu terkuak secara tak sengaja.

Masih ditemukan typo, seperti di halaman 62:
Selain mudah mencari materi tanpa harus membeli bukunya, perpustakaan juga tempat yang sangat nyaman untuk belajar., dibandingkan kamar kost yang sempit dan penuh barang-barang.

Lalu, tiba-tiba di halaman 76 ada tokoh baru bernama Laras. Tanpa perkenalan, tokoh Laras dimunculkan.

Sepertinya bab ini belum selesai karena ending-nya menggantung.

Penunggu Kamar Kos

Jodi baru pindah ke rumah kos daerah Pogung, Yogyakarta. Salah satu teman Jodi melihat ada wanita cantik di kostnya, namun setelah diperiksa, tidak ada peremouan yang tinggal di rumah kost tersebut, karena rumah kost tersebut khusus untuk laki-laki.

Jodi mulai mengalami peristiwa aneh. Hawa dingin yang meniup tengkuknya, bau busuk, hingga wujud hantu penghuni kamar kost-nya menampakkan diri.

Bukan hanya Jodi yang diganggu oleh makhluk tersebut. Ketika Firman, teman Jodi, datang ke kost Jodi bersama pacarnya, tiba-tiba mereka jadi bertengkar dan suara pacar Firman berubah menjadi serak dan dalam.

Playlist Siapa?

Dian sangat ketergantungan dengan earphone. Ia mendengarkan lagu setiap saat. Saking gilanya dengan musik, hingga ia tertidur pun earphone itu terus menancap di kupingnya.

Karena keasyikan mendengarkan lagu, Dian kesulitan mendengar jika ada yang memanggilnya. Lama-lama, tak ada yang tertarik untuk bergaul dengannya.

Suatu hari, Dian pergi ke lab dan tertidur setelah mendengarkan playlist-nya. Tiba-tiba ia terbangun karena ia mendengar lagu jadul yang bukan miliknya.

Dian mendapati dirinya berada di sebuah rumah tua. Seorang gadis kecil berpakaian kuno yang mengaku bernama Mimi berbicara padanya melalui pikiran.

Kejadian aneh dialami Dian. Ia diseret ke tahun 1961, ke Panti Asuhan Kasih Iboe, tempat Mimi tinggal bersama anak-anak yatim piatu lainnya.

Cerita ini lumayan bikin penasaran dan berpotensi untuk jadi film horror keren ala The Others jika difilmkan. Sayangnya, ceritanya agak terburu-buru.

Yang pasti, untuk sementara waktu saya nggak mau mendengarkan lagu Nobody’s Child.

Di Gazebo Tengah Malam

Kalau yang ini ceritanya sekelompok mahasiswa diganggu oleh hanty iseng di gazebo. Entah kenapa saya ngakak baca cerita ini. Nggak serem sama sekali, malah jadi horror-comedy 😀
Saya membayangkan Komeng dan Budi Anduk jadi pemerannya.

Saat Jantung Berdegup Kencang

Dea adalah karyawan yang saat akhir minggu mengambil kuliah. Ada kejadian aneh di kelas. Terdengar suara anak-anak berlarian ketika sedang ada kuliah. Ketika Dea mengecek keluar, tidak ada siapa-siapa di lorong. Kejadian aneh dialami oleh Dea dan temannya, Alya. Gedung tua memang identik dengan kengerian.

Lalu, kisah kedua adalah tentang pengalaman Ikhsan di kampusnya. Ia melihat hantu setengah badan yang sudah terkenal di kampusnya.

Kisah ketiga adalah pengalaman seram yang dialami Yuna. Lift yang dinaikinya tidak mau berkompromi, dan ia harus melihat hantu di sebuah lantai.

Dari semua cerita di buku ini, yang paling tidak saya sukai adalah bab terakhir, karena satu bab dibagi tiga cerita. Terkesan buru-buru banget menulisnya.

Overall buku ini cukup menghibur dan bisa dibaca sekali duduk.

Meet The Author

20131225-021632.jpg

Nama : Nana R Praptini
Tgl lahir : 9 Juli 1961
FB : nana_r_praptini@yahoo.com
Twitter : nanarpraptini (tdk aktif)
Blog : tdk aktif
Penulis favorit : Sidney Sheldon, Dan Brown, Meg Cabot, Mary Higgins Clark, Agatha Christy, Alistair Mc Lean, Sandra Brown, V Lestari, S Mara Gd, Aditya Mulia, NiNit Yunita, Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu

Sejak kapan suka menulis?
Saya menulis sejak tahun 2005.

Bagaimana cara Nana menulis? Dikonsep/dibuat outline dulu apa langsung menulis?
Langsung menulis, tidak pakai outline

Sejak kapan Nana bisa melihat makhluk halus?
Sejak kecil

Apa ada pengalaman dari pembaca yang diganggu makhluk halus setelah membaca buku After School Horror?
Mungkin yang ini bisa ditanyakan ke pembaca ya

Tips menulis singkat dari Nana?
* Tulislah hal yang kamu benar-benar tahu dan suka
* Sebaiknya dibuat outline supaya cerita tidak melenceng dari ide awal
* Adakan riset yang memadai tentang materi yg kamu tulis
* Minta teman-teman dekat proof read begitu cerita selesai sebelum dikirim ke penerbit
* Libatkan perasaan kamu dalam menulis, karena sesuatu yang jujur dan tulus gampang menyentuh pembaca

Mau dapat buku After School Horror? Caranya mudah saja:

1. Berikan pendapatmu mengenai resensi buku After School Horror di kolom komentar.
2. Jangan lupa cantumkan nama, alamat email dan akun Twitter.
3. Pemenang akan dipilih berdasarkan komentar terbaik.
4. Akan ada satu pemenang yang akan dapat hadiah 3 buku horror selama virtual book ini berlangsung.
5. Pemenang yang berhak mendapatkan hadiah adalah yang memberikan komentar di 3 resensi buku horror yang akan diposting selama virtual book ini berlangsung di bulan Desember.
6. Giveaway ditutup tanggal 5 Januari 2014
7. Pemenang akan diumumkan tanggal 7 Januari 2014.
8. Good luck ^^

[Book Review] Tuesdays with Morrie by Mitch Albom @Gramedia

book_info

20131222-115311.jpg

Judul: Tuesdays with Morrie (Selasa Bersama Morrie)
Penulis: Mitch Albom
Edisi: Terjemahan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Juli 2011, cetakan kedelapan
Tebal: 209 halaman
ISBN: 978-979-22-5021-3
Kategori: Non Fiksi
Genre: Spiritual, Biografi
Dapat dari: Astrid
Bisa dibeli di: Bukabuku Harga: IDR 34,000
Kalimat pembuka:
Kuliah terakhir dalam hidup sang profesor yang sudah berusia lanjut itu berlangsung sepekan sekali di rumahnya di dekat jendela ruang kerja tempatnya dapat menikmati keindahan kembang sepatu yang bunganya merah jambu.

book_blurb

Bagi kita mungkin ia sosok orangtua, guru, atau teman sejawat. Seseorang yang lebih berumur, sabar, dan arif, yang memahami kita sebagai orang muda penuh gelora, yang membantu kita memandang dunia sebagai tempat yang lebih indah, dan memberitahu kita cara terbaik untuk mengarunginya. Bagi Mitch Albom, orang itu adalah Morrie Schwartz, seorang mahaguru yang pernah menjadi dosennya hampir dua puluh tahun yang lampau.

Barangkali, seperti Mitch, kita kehilangan kontak dengan sang guru sejalan dengan berlalunya waktu, banyaknya kesibukan, dan semakin dinginnya hubungan sesama manusia. Tidakkah kita ingin bertemu dengannya lagi untuk mencari jawab atas pertanyaan-pertanyaan besar yang masih menghantui kita, dan menimba kearifan guna menghadapi hari-hari sibuk kita dengan cara seperti ketika kita masih muda?

Bagi Mitch Albom, kesempatan kedua itu ada karena suatu keajaiban telah mempertemukannya kembali dengan Morrie pada bulan-bulan terakhir hidupnya. Keakraban yang segera hidup kembali di antara guru dan murid itu sekaligus menjadi sebuah “kuliah” akhir: kuliah tentang cara menjalani hidup. Selasa Bersama Morrie menghadirkan sebuah laporan rinci luar biasa seputar kebersamaan mereka.

thoughts

Surprised banget ternyata saya salah satu pemenang 2nd prize di blognya Astrid dalam rangka November Bloghop kemarin. Langsung aja saya nodong Astrid untuk menghadiahkan saya dua buku Mitch Albom: Tuesdays with Morrie dan Five People You Meet in Heaven. Terima kasih banyak ya, Astrid, untuk hadiah Natalnya :’)

Sebenarnya saya punya buku Tuesdays with Morrie yang saya beli dari OL Shop buku bekas. Namun, setelah diperiksa, bukunya ternyata buku jabakan. Saya paling nista membaca buku jabakan, nggak napsu. Setelah mendapat buku cetakan barunya, saya semangat banget membacanya.

Tuesdays with Morrie adalah buku kedua karya Mitch Albom yang saya baca tahun ini. Sebelumnya, saya membaca Have a Little Faith (review di sini).

Mirip dengan buku Have a Little Faith, buku ini membahas tentang makna hidup dari kacamata orang yang akan meninggal. Buku ini nggak terlalu tebal, namun membuat saya merenung panjang tentang hal sia-sia yang sudah saya lakukan selama ini.

Morrie Schwartz adalah seorang dosen senior yang disukai oleh para mahasiswanya di Brandeis University. Kelas sosiologinya kerap penuh oleh mahasiswa yang ingin mendengarkan kuliahnya. Tidak seperti dosen ilmu eksakta yang setelah selesai kuliah, tidak ada perpanjangan kontak, tidak demikian dengan Morrie. Seperti malaikat, ia bertindak sebagai perantara kasih orang-orang yang datang kepadanya untuk meminta bantuan.

Mitch Albom merupakan salah satu mahasiswa Morrie yang sudah lama hilang kontak dengannya. Mitch tidak sengaja menonton acara TV yang menyiarkan wawancara Morrie, dan segera ia mengontak sang guru tersebut.
Setiap hari Selasa, Mitch kembali belajar, dibimbing oleh Morrie yang kondisi fisiknya sudah sangat lemah.

20131222-014327.jpg

Pic from here

Morrie mengajarkan tentang berbagi dengan sesama, meluangkan waktu dengan orang-orang yang kita kasihi, pasrah dan menerima keadaan dan diri kita yang sekarang, bukan diri kita di masa lampau, juga belajar untuk membentuk budaya kita sendiri.

Budaya konsumerisme dan sosial media yang semakin mempersempit ruang interaksi dengan sesama manusia di dunia nyata adalah budaya yang salah, dan saya setuju. Saya semakin merenungkan tentang segala kesia-siaan yang saya lakukan.

Morrie juga mengajarkan tentang pentingnya memaafkan diri sendiri sebelum memaafkan orang lain. Saya kembali merenungkan tentang hubungan saya dengan beberapa orang yang dulu pernah dekat namun sekarang jadi jauh. I really want to reach to them and make things better. Semoga saja bisa.

Buku-buku Mitch Albom seperti antidote dari novel-novel fiksi yang saya baca, baik genre thriller mau pun romance. Rasanya seperti diguyur air dingin setelah membaca buku ini.

Satu hal lagi yang saya anggap penting yang saya petik dari buku ini adalah sehebat apapun seseorang, ia pasti memerlukan seorang guru. Seorang guru adalah orang yang bisa melihat kekurangan kita tanpa menghakimi, dan membimbing agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.

quotes

Yang paling penting dalam hidup adalah belajar cara memberikan cinta kita, dan membiarkan cinta itu datang. (hal. 55)

Sesungguhnya, begitu kita ingin tahu bagaimana kita akan mati, itu sama dengan belajar tentang bagaimana kita harus hidup. (hal. 87)

Ketika orang memanipulasi kita, membujuk kita membeli parfum tertentu supaya kita tampil menawan, atau membeli celana jeans yang akan membuat kiya tampak seksi—kemudian kita mempercayai orang-orang ini! Padahal semua omong kosong. (hal. 125)

20131125-062111.jpg

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

The Historian Read Along 2014

20131216-024212.jpg

Sudah hampir 5 tahun saya memiliki buku The Historian tapi belum sempat dibaca. Terima kasih kepada Essy yang sudah bersedia jadi host event keren ini.

Yang ingin berpartisipasi baca bareng buku The Historian, baca dulu peraturannya di bawah ini:

Periode Read Along : 1 January 2014 – 28 February 2014

1. Silahkan SIGN-UP dengan mengisi Mr. linky di blog Essy.
Linky SIGN-UP dibuka sampai selesai periode Read Along, jadi kamu bisa join kapan saja selama bisa ikutan.

2. Jangan lupa mencantumkan button Read Along The Historian pada blogmu.

3. Read Along ini dibagi menjadi 3 bagian sesuai dengan isi buku, dengan pembagian jadwal baca dan posting sebagai berikut:
Bagian pertama (hal 1-216)* : 1 January 2014 – 17 January 2014, posting review ditunggu sampai dengan 24 January 2014
Bagian kedua (hal 217-494)* : 18 January 2014 – 4 February 2014, posting review ditunggu sampai dengan 14 February 2014
Bagian ketiga (hal 495-768)* : 5 February 2014 – 21 February 2014, posting review ditunggu sampai dengan 25 February 2014
Posting Final Review paling lambat tanggal 28 February 2014

Setelah Final Review (28 February 2014), Essy akan mengundi 2 orang yang beruntung memenangkan paket buku senilai masing-masing Rp. 100.000 (ongkir ditanggung)
Jika ada pertanyaan, silahkan mengisi kolom komentar di blog Mari Membaca.

*) pembagian halaman mengikuti versi The Historian terjemahan Gramedia Pustaka Utama

Sudah siap? Ayo kita mulai perburuan Dracula bersama Elizabeth Kostova dan jangan lupa keep contact ya…asiknya baca bareng itu kan karena bisa sambil diskusi
Happy Reading

20131128-083529.jpg

[Book Review] The Riverman by Aaron Starmer

book_info
20131215-094525.jpg

Title: The Riverman
Author: Aaron Starmer
Publisher: Farrar, Straus and Giroux
Date of Published: 18 March 2014
Format: Ebook
No. of Pages: 340
ISBN: 9780374363109
Category: Fiction
Genre: Fantasy, Young Adult
Received from: the publisher via Netgalley
Link: here
Opening sentence:
Every town has a lost child.

book_blurb

Alistair Cleary is the kid who everyone trusts. Fiona Loomis is not the typical girl next door. Alistair hasn’t really thought of her since they were little kids until she shows up at his doorstep with a proposition: she wants him to write her biography. What begins as an odd vanity project gradually turns into a frightening glimpse into the mind of a potentially troubled girl. Fiona says that in her basement, there’s a portal that leads to a magical world where a creature called the Riverman is stealing the souls of children. And Fiona’s soul could be next. If Fiona really believes what she’s saying, Alistair fears she may be crazy. But if it’s true, her life could be at risk. In this novel from Aaron Starmer, it’s up to Alistair to separate fact from fiction, fantasy from reality.

thoughtsI received this ARC from the publisher via Netgalley in exchange for an honest review.

I requested this title because I was mesmerized by the cover, like usual. I just catched a glimpse on the description. I guess it’s just like any other children’s book, but I was wrong.

The Riverman is too gory for children. I don’t think violence, drugs, and a pinch of romance are suitable for 13 year-olds.

This book tells a tale of Alistair who won people’s trust. His early memory is when he saw a dead body of a missing child, Luke, on the river. Nine years later, something strange happened to him when his neighbor, Fiona, knocked on his door and asked him to write a story about her. Alistair frowned, thought the idea was bizarre.
Soon he realized that Fiona did not make up the stories.

She told Alistair that she had a secret passage to the magical world called Aquavania, where the stories are born. Fiona met other children, even crossing to their world and interact with some of the children there.

Strange things happened again. The number of missing children is increasing and Fiona knew some of them in Aquavina. According to Fiona, the Riverman stole the children’s soul and they would never come back to the Solid World.

This book is a page turner. Every chapter is so tensed that I really wanted to finish it in one night, but my eyes wouldn’t compromise.

I really like this book and how each character connects to one another. And there’s love among teens, jealousy, hatred, and misperceptions. We should not judge a person by his looks, which is true.

But I also put big question marks after I reached the laat page. I don’t know what happened to Kyle and Charlie, and Luke’s case is still a mystery. I heard it’s the first installment of a series (I really hope so).

What I like about this book is the setting. It’s the 80s when Choose Your Own Adventure novels were popular. I’m also curious about PB&J. I haven’t tried that one and I have no idea how it tastes like.

The Riverman brought back my childhood memories. Sorry for being a bit sentimental :’)

As an adult, I enjoyed reading this book and I will recommend it to other adults who like stories about children and their big imaginations. I think Neil Gaiman fans will enjoy The Riverman.

Looking forward to reading The Riverman #2.

quotes

The best thing I can tell you about a chick who lies a lot is this: there’s probably some messed-up stuff going on in her life (p. 50)

Life will sneak up on you sometimes. (p. 69)

You can’t change your mistakes. You can only try to make up for them. (p. 252)

And sometimes kids have to get up and go. (p. 262)

Sometimes what’s worse than people lying to you is people being too honest. (p. 269)

Creative minds like ours were the minds of aliens. (p. 280)

20131125-062111.jpg

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

[Book Review] The Fifth Mountain by Paulo Coelho @Gramedia

book_info202535899_largeJudul: The Fifth Mountain (Gunung Kelima)
Penulis: Paulo Coelho
Penerjemah: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: September 2013
Tebal: 320 halaman
ISBN: 978-979-22-9838-3
Edisi: 25th Anniversary
Kategori: Novel
Genre: Sastra, Spiritual, Historical Fiction
Beli di: Bazaar Gramedia @ Giant Bintaro Sektor 7
Harga: IDR 20,000
Kalimat pertama:
Pada awal tahun 870 S.M., negeri bernama Fenisia, yang oleh bangsa Israel disebut Lebanon, telah hampir tiga abad berdiri dalam damai.

book_blurbBuku ini mengisahkan percobaan-percobaan yang dialami Nabi Elia yang ketika itu berusia 23 tahun. Merasa terancam oleh Ratu Izebel yang hendak membunuhnya, Elia melarikan diri dari Israel ke kota Akbar yang indah, menumpang di rumah seorang janda dan anak laki-lakinya. Ketika kota itu terancam peperangan, Elia berseru pada Tuhan agar menyelamatkan kota itu dan penduduknya, tapi Tuhan seakan tidak mendengar. Ketika dia meminta Tuhan menyelamatkan perempuan yang dicintainya, Tuhan pun seakan memalingkan muka tak peduli. Segala pencobaan ini membuat Elia mempertanyakan kasih dan kemurahan hati Tuhan, dan mendorongnya mengambil satu keputusan: menentang Tuhan sampai Dia memberikan jawaban.

Meski cerita ini diambil dari cuplikan episode di Alkitab, temanya bersifat universal, yakni membahas hubungan antara manusia dengan Tuhannya, dan betapa pentingnya iman serta harapan. Seperti Elia, saat kemalangan datang silih berganti, kita pun sering kali bertanya-tanya, “Kenapa ini terjadi pada saya?” “Kenapa Tuhan tidak mendengar doa saya?”Ada orang-orang yang menjadi lebih kuat setelah mengalami kemalangan, ada pula yang langsung menyerah dan tak mau bangkit lagi. Ada yang jadi meninggalkan Tuhan, Ada pula yang jadi lebih dekat dengan Tuhan.

Tema itulah yang diangkat oleh Paulo Coelho dalam The Fifth Mountain dengan sangat menyentuh. Seperti buku-buku Coelho lainnya, The Fifth Mountain adalah buku yang memberikan inspirasi bagi para pembacanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

thoughtsSetelah membaca buku Mitch Albom, saya seperti diseret untuk membaca lagi buku spiritual. Pilihan saya adalah buku The Fifth Mountain, yang menurut banyak anak BBI bagus.

Bab dibuka dengan adegan Elia bersama orang Lewi yang bersembunyi di kandang kuda selama dua hari. Saat itu awal tahun 870 S.M. di Fenisia (Lebanon). Raja Ahab memperistri putri Izebel dari Tirus yang menyembah Baal. Setelah ratu naik tahta, ia menginginkan semua rakyat Fenisia menyembah Baal untuk menggantikan Allah Israel. Hadiah diberikan kepada orang-orang yang mau meninggalkan Tuhan untuk mrnyembah Baal. Orang-orang yang menolak tawaran tersebut diburu lalu dibunuh, termasuk Elia.

Sejak kecil, Elia dapat mendengar suara malaikat dan diberikan penglihatan. Ketika ia bekerja di bengkel tukang kayu, tiba-tiba pandangannya gelap. Ia mendengar suara kuasa yang besar yang mengatakan bahwa Fenisia akan mengalami kekeringan yang panjang, namun semua akan berubah kalau orang-orang berhenti menyembah Baal.

Elia, seorang nabi, memberitahukan kabar tersebut kepada raja. Ketika Elia memyampaikan hal tersebut pada raja, yang mendengarkan dengan saksama adalah ratu Izebel.

Setelah itu, Izebel meminta raja Ahab untuk memburu nabi dan membunuhnya karena dianggap berbahaya.

Ketika prajurit utusan Ahab diperintahkan untuk membunuh Elia, Tuhan tidak mengijinkan adanya pembunuhan tersebut. Sebanyak empat ratus lima puluh nabi tewas terbunuh, sementara busur yang ditujukan kepada Elia nyasar. Elia selamat, namun ia harus meninggalkan desa Gilead untuk menyelamatkan diri.

Dalam pelariannya, Elia bertemu dengan gagak dan janda miskin yang menjadi penolongnya. Menurut perkataan malaikat, jika janda tersebut menolong Elia, maka janda tersebut tidak akan kekurangan makanan hingga turun hujan.

Berita tentang kedatangan Elia terdengar hingga ke telinga imam agung kota Akbar. Elia dipersilahkan untuk tinggal di sana setelah mendengar bahwa Elia adalah penyembah Allah Yang Esa yang sedang diburu oleh ratu Izebel. Menurut mereka, harga kepala Elia sangat mahal, jadi mereka akan menyerahkannya pada pemimpin Fenisia itu suatu hari nanti.

Ketika anak si janda miskin jatuh sakit, penduduk Akbar berpendapat itu gara-gara si janda yang menerima kehadiran Elia. Dewa-dewa penunggu puncak Gunung Kelima murka. Elia berdoa tiada henti, memohon kesembuhan anak itu. Namun, anak tersebut tak kunjung pulih.

Si janda memohon kepada Elia agar ia memyembuhkan anaknya. Si janda tahu bahwa kepala Elia sangat mahal dan ia bersumpah akan meloloskan Elia melalui rute rahasia yang diketahuinya. Si janda juga berjanji jika Elia berhasil menyembuhkan anaknya, ia akan ikut menyembah Tuhan. Keajaiban datang, anaknya mulai bergerak. Tak lama kemudian anak itu mati.

Penduduk kota Akbar membawa Elia ke hadapan Imam Agung untuk diadili. Elia dianggap membawa kutuk bagi anak si janda. Elia diminta untuk menaiki Gunung Kelima untuk memohon kepada dewa-dewa di sana. Jika dewa tidak memurkainya dan Elia berhasil turun gunung, maka Imam Agung yang akan menghakiminya. Sesuai tradisi, jantung Elia akan direnggut dan kepalanya akan dipenggal. Menurut kepercayaan kuno, orang yang jantungnya direnggut tidak bisa masuk surga.

Iring-iringan Elia menuju Gunung Kelima mengingatkan saya akan peristiwa iring-iringan Yesus menuju bukit Golgota. Ia menerima hinaan, demikian juga Elia. Ia dilempari batu dan dihina oleh penduduk kota Akbar.

Elia bertanya kepada Tuhan tentang kemalangan yang dideritanya. Ia telah melaksanakan perintah-Nya, namun Tuhan masih mengambil nyawa anak itu. Ketika Elia mendaki menuju puncak, seberkas cahaya turun ke arahnya. Cahaya tersebut adalah malaikat utusan Allah. Ia menyuruh Elia untuk turun gunung dan meminta kepada Tuhan untuk menghidupkan anak itu sebanyak tiga kali.

Sesuai janji malaikat tersebut, anak itu membuka matanya dan menemui ibunya. Pelayat di rumah si janda beserta pengawal takjub, lalu mereka semua berlutut. Namun mereka tidak percaya bahwa Tuhan yang menghidupkan anak itu, melainkan para dewa penghuni Gunung Kelima.

Elia kembali mengalami dilema. Ia tidak tahu caranya untuk memberitahu orang-orang tentang mukjizat dan kekuasaan Tuhan. Malaikat kembali berbicara kepadanya untuk bertahan dan tetap memuliakan Tuhan walau hingga ia kembali ke ke desanya, tidak akan ada keajaiban yang akan terjadi lagi karena Tuhan membutuhkan Elia untuk membangun Israel kembali.

Buku ini sarat perenungan. Orang suci seperti Elia bisa ragu, takut, frustrasi, menyumpahi, galau, dan meninggalkan Tuhan karena Elia merasa Tuhan hanya memberikan penderitaan padanya dan orang-orang disekitarnya. Elia bahkan merasa Tuhan meninggalkannya, apalagi ketika kota Akbar hancur berkeping-keping karena serangan bangsa Asyur.

Saya sempat bertanya apakah semua nabi galau? Reaksi teman-teman di Twitter rata-rata mengatakan iya. Nabi adalah manusia juga yang merasakan fase keragu-raguan, apalagi menyangkut kepentingan umat manusia. Seperti halnya Elia, yang kadang kurang peka terhadap perkataan dan perintah Allah.

Buku ini membuat saya belajar untuk menerima semua cobaan yang diberikan Tuhan. Saya mencoba untuk melihat cobaan tersebut bukan dari kacamata penderita atau korban, tetapi dari sisi yang memberikan cobaan tersebut. Ada kalanya teguran keras dan cobaan justru malah membuat kita menjadi ‘runcing’ dan ‘halus’, seperti pensil yang diraut. Prosesnya menyakitkan, namun setelahnya kita menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Rangkaian kata yang disusun Coelho juga indah, sangat indah. Iman adalah hal yang luar biasa, dan Coelho mampu merangkainya jadi lebih indah lagi.

Doa-doa yang dipanjatkan juga hendaknya bukan doa-doa yang egois. Saya tersentuh dengan Elia yang berdoa tiada henti demi kesembuhan anak si janda dari kota Akbar. Tuhan menyukai doa-doa tulus.

Saya jadi ingin membaca semua buku karya Paulo Coelho dan mengoleksinya. Kelak saya akan mewariskan buku-buku tersebut kepada AJ.

quotes

Hampir semasa hidupnya, manusia tidak berkuasa membuat keputusan. (hal. 36)

Jiwa manusia, seperti halnya sungai dan tanaman, juga membutuhkan hujan, meski dari jenis berbeda: harapan, keyakinan, alasan untuk hidup. (hal. 38)

Sering kali nasib manusia tidak ada kaitannya dengan keyakinannya ataupun ketakutan-ketakutannya (hal. 83)

Memang tidak ada seorang pun yang mempunyai kekuatan. Tapi semua orang memiliki kekuatan dari Tuhan, dan tidak menggunakannya. (hal. 87)

Dari segala macam senjata penghancur ciptaan manusia, yang paling berbahaya-dan paling kuat-adalah kata-kata. (hal. 92)

Adat-istiadat gunanya untuk mengatur dunia ini. Kalau kita mengotak-atiknya, dunia ini akan berantakan. (hal. 111)

Tuhan mendengarkan doa orang-orang yang minta dijauhkan dari kebencian. Tapi Dia menulikan diri dari orang-orang yang hendak melarikan diri dari cinta. (hal. 125)

20131206-071243.jpg

Need a second opinion?

Althesia
Dicta

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

[Book Review] The Christmas Wedding by James Patterson

book_info

20131117-063534.jpg

Title: The Christmas Wedding
Author: James Patterson, Richard DiLallo
Publisher: Grand Central Publishing
Published: 2011
Format: Paperback
ISBN: 978-0-446-58543-9
No. of Pages: 266
Category: Fiction
Genre: Romance, Contemporary
Bought at: Periplus.com Price: IDR 49,000
Opening Sentence:
ONLY TWENTY-FOUR DAYS until Christmas, and this Christmas is going to be one you won’t forget.

book_blurb

The tree is decorated, the cookies are baked, and the packages are wrapped, but the biggest celebration this Christmas is Gaby Summerhill’s wedding. Since her husband died three years ago, Gaby’s four children have drifted apart, each consumed by the turbulence of their own lives. They haven’t celebrated Christmas together since their father’s death, but when Gaby announces that she’s getting married–and that the groom will remain a secret until the wedding day–she may finally be able to bring them home for the holidays.

But the wedding isn’t Gaby’s only surprise–she has one more gift for her children, and it could change all their lives forever. With deeply affecting characters and the emotional twists of a James Patterson thriller, The Christmas Wedding is a fresh look at family and the magic of the season.

thoughts

I saw this book in Periplus, but somehow I didn’t pick it up. Then I remember that I wanted to read Christmas themed novels this month and, luckily, onread.com provides free copy to be read online. But, onread.com pissed me off. Every 3 pages there’s a sign “too many people are reading right now” and I had to go back to the beginning.
I decided to purchase this book online. Luckily, Periplus still had the copy. I’m so lucky that the cheap copies are sold out. I bought this book for IDR 49,000, so it’s like a small victory for me.
It’s a short, heartwarming novel about family reunion on Christmas eve.

Gaby, Summerhill, 44, a teacher, a mother of four, a widow for three years, sent a video message to all her children, announcing that she’d get married on Christmas. She didn’t reveal the groom, just expected her family to gather together on christmas. It’s been three years since their last reunion. Gaby wanted to do it again.

Claire, Gaby’s eldest daughter, had issues in her family. Hank was a pothead, and her son, Gus, was found drunk outside a mall. Hank slapped her face once when she said he’s an asshole. He was irresponsible and short-tempered, blaming it on the weed.
Gus did not do well at school. His grades are sliding down to the very bottom of the pit. He was getting friendly with the bad crowds. Claire taught remedial class. Sadly, Hank didn’t do anything to help.

Lizzie had to take care of Mike, her husband, due to serious illness. Emily’s a busy woman, and Seth was upset because his recent work was refused by his publisher, Knopf.

This book is sad and funny at the same time. I like Marty, Gaby’s brother in law. They had a thing. And there’s Jacob, a Jewish rabbi, who asked Gaby to marry him. Tom, who grew up with Gaby, was also interested to be Gaby’s second husband.

My favorite part is when Marty helped Gaby to teach remedial class. He taught the kids to love reading. I agree with Marty that we don’t have to like anything. Even the books that we hate can give something.

I love reading Christmas-themed books because they always give me a good feeling. I like this book, but I like Swimsuit better. I have tried reading other romance books by James Patterson. Not a huge fan though.

The Christmas Wedding is about one divorce and two weddings. The ending is sweet and touching.

quotes

If you don’t change, you’re stuck in a rut. (p. 8)

You can be the strongest person in the world and still make some bad decisions and have a pretty miserable life. (p. 27)

Be a giver, not a taker. (p. 34)

I read somewhere that cancer often disappears if you just sit very still. (p. 92)

Life is a temporary situation. (p. 116)

How can you read To Kill a Mockingbird or The Things They Carried and completely understand the book but not in any way feel the book? (p. 118)

If you’re not reading – with your heart as well as your brain – you will be one stupid grown-up. (p. 120)

20131119-085715.jpg

Need a second opinion?

Annette’s Book Spot here

Kuroneko Book Club here

Until next time

20130330-114856.jpg