Blog Archives

[Book Review] Her Sunny Side by Koshigaya Osamu + Giveaway

bookinfo

hersunnyside

Website |  Facebook |  Twitter

bookblurb

“Apakah kau sendiri juga menganggap bertemu denganku adalah takdir?”

Setelah sepuluh tahun, aku bertemu kembali dengan teman masa kecilku.
Berbeda dengan dirinya dulu yang dijuluki ‘Anak Paling Bodoh Di Sekolah’ dan sering ditindas, kini ia bertransformasi menjadi seorang gadis jelita yang serba bisa, sekaligus sukses dalam pekerjaan.

Tetapi, ternyata gadis itu menyimpan sebuah rahasia masa lalu yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit rahasia itu terbongkar.
Apakah aku bisa menerima rahasia itu apa adanya?
Apakah kisah cinta kami bisa berakhir bahagia?

Selalu ada kegetiran yang mengiringi sebuah kebahagiaan saat kita menyukai seseorang. Novel ini menggabungkan keduanya dengan manis.

 

thoughts

Apa jadinya jika dua sahabat sekolah yang sudah lama berpisah kemudian bertemu lagi saat dewasa? Tentu banyak surprise, baik dari sifat maupun penampilan. Dan itu juga yang terjadi dengan  Kosuke dan Mao.

Kosuke yang kerap membela Mao ketika ia dibully saat sekolah dulu, tidak menyangka dengan perubahan Mao yang tumbuh menjadi gadis cantik penuh percaya diri. Mao adalah karyawan perusahaan lingerie Lara Aurore, sedangkan Kosuke bekerja sebagai staf junior di biro iklan.
Pertemuan di ruang rapat yang membawa keduanya untuk bertemu lagi, bernostalgia ke masa sekolah, hingga timbul benih rasa suka, dan Kosuke nekat mendaratkan bibirnya ke bibir Mao.
Dan cinta pun tumbuh di hati keduanya.
Plot bergulir hingga Mao yang eksentrik mengajak Kosuke untuk kawin lari.
Sekali lagi, Osamu mampu membuat surprise yang membuat gue ternganga. Endingnya juga tak terduga.

Yang gue suka dari drama Jepang adalah: segala kegilaan bisa dibalut dengan kisah yang manis. Seandainya gue bisa bahasa Jepang, gue mau banget membaca versi asli buku ini. Kebayang indah banget rangkaian kata yang ditulis Osamu.

Lalu covernya. Simpel tapi cantik. Lukisan jendela dengan nuansa warna kuning pastel. Cocok dengan gambaran musim semi, hanya minus sakura saja.

Selain bisa belajar adat dan kosakata dalam bahasa Jepang, novel ini sukses membuat perut gue keroncongan. Ada steak, salmon bakar, tuna carpaccio, chasu ramen, yakitori dan lain-lain. Sungguh rasanya gue pengin banget ngubek-ngubek Tokyo dan warung tendanya. Walau hiruk pikuk, sempit dan penuh asap, rasanya nikmat banget makan di sana.
Kuliner Jepang terkenal lezat walau minim bumbu. I’m drooling already.

Pas tahu film ini dibintangi oleh Matsujun, gue juga jingkrak-jingkrak kegirangan. Gue penggemar berat Matsujun, dan semua film atau serial dorama yang dibintanginya, pasti gue tonton.

If you love sweet romance and Japanese stuff, you’d better read this book. Dijamin bakal blown away.

13748-b3fpvfx1gs

Cek trailer Hidamari no Kanojo yang baru akan ditayangkan di Jepang 12 Oktober 2013.

20130330-114930.jpg

giveaway

Yes, setelah membaca dan mereview buku ini, sekaligus mengurangi timbunan buku di rak, ada baiknya gue bagikan buku ini. Caranya? Isi aja data diri dan sebagainya via Rafflecopter di bawah ini ya. Good luck!

a Rafflecopter giveaway

20130330-114856.jpg

Pic credit: here.

[Book Review] The Notebook by Nicholas Sparks

20130420-050317.jpg

 

bookinfo

Title: The Notebook
Author: Nicholas Sparks
Publisher: Warner Books
Date of Published: February 1, 2004
ISBN-10: 0446605239
Format: Ebook
Website: http://www.nicholassparks.com/books/the-notebook

 

bookblurb

“Somewhere,” muses Noah Calhoun, while sitting on his porch in the moonight, “there were people making love.” The Notebook, a Southern-fried story of love-lost-and-found-again, revolves around a single time-honored romantic dilemma: will beautiful Allison Nelson stay with Mr. Respectability (to whom she happens to be engaged), or will she choose Noah, the romantic rascal she left so many years ago?

Quotes copy


I’m not a huge fan of romance novels (though I adore chicklit), but this one really got me hooked.
Ada rasa yang berbeda ketika menonton film dan membaca bukunya. Dan ada beberapa adegan yang berbeda dari buku. Gue sebenarnya suka yang seperti ini, berarti sineasnya kreatif, nggak plek-plekan nyomot adegan dari buku mentah-mentah.
Di film, adegan pertemuan Noah dan Allie disajikan secara detil, sementara di buku tidak. Tentang ayah Noah, di film juga lebih detil, di buku tidak. Kepribadian Lon di buku memang dijelaskan lebih detil, sedangkan di film hanya sekilas saja.

Kesimpulannya, buku “The Notebook” melengkapi filmnya, dan demikian sebaliknya. Tapi kalau boleh memilih, gue lebih suka filmnya dibanding bukunya. Di film, kisah cinta Noah dan Allie sweet banget, sedangkan di buku banyak dialog mendayu-dayu. Gue kurang suka sih dengan gaya mendayu-dayu.

Tapi gue nggak kapok juga sih membaca buku Nicholas Sparks, walau dia bukanlah penulis favorit gue.

20130420-050337.jpg

Film “The Notebook” memang layak disebut sebagai salah satu film paling romantis sepanjang masa. Ryan Gossling dan Rachel McAdams mampu menghidupkan Noah dan Allie dengan sempurna.

Us Magazine’s 30 Most Romantic Movies of All Time

20130330-114838.jpg

20130330-114856.jpg