Blog Archives

[Giveaway] Letter from November

image

Dear Hunter,
Selamat datang event giveaway Letter from November. Ini merupakan event giveaway kedua yang saya adakan bersama teman-teman Novemberian dalam rangka merayakan blogoversary dan ulangtahun.

Ketentuan dan syarat-syaratnya sebagai berikut:

Untuk para hunter:
A. Menebak 16 judul buku dengan tepat.
B. Merangkai 16 judul buku dalam sebuah surat untuk November.
C. Mengisi form di bawah ini dengan lengkap (terutama yang mandatory, yang optional tidak apa kalau tidak diisi 🙂 )
D. Pengisian google docs cukup dilakukan di salah satu blog saja.
E. Giveaway berlangsung dari 5-20 November 2014. Jadi pastikan jangan terlambat mengisi form beserta jawabannya ya.
F. Be creative ya buat suratnya karena jawaban kamu akan di-voting oleh para Novemberian.

Sponsor dan the missing pieces riddle dapat ditemukan di blog-blog Novemberian berikut ini:
Phie @ Resensi Harlequin
A.S. Dewi @ Through Tinted Glass
Asrina @ Kubukabukuku
Astrid @ Books to Share
Chei @ Book Admirer
Desty @ Desty Baca Buku
Luna @ Clair de Lune
Nisa @ Markica
Esti @ Lentera Dunia
Melody @ Lamunyata
Cindy @ Let’s Read Between The Pages
Rahmah @ Resensi Kata
Ken @ Review What I’ve Read
Ren @ Ren’s Little Corner
Afifah @ Lady Book’s Notes

Untuk 3 pemenang terpilih:
1. Pemenang berdomisili di Indonesia.
2. Pemenang harus menebak 16 judul buku dengan tepat.
3. Apabila dalam 2×24 jam tidak ada respon dari pemenang, akan dipilih pemenang lainnya.
4. Apabila juara 1 gugur, maka juara 2 akan menjadi juara 1, juara 3 akan menjadi juara 2, dan seterusnya.
5. Harga buku yang dipilih belum termasuk diskon.
6. Apabila jumlah harga buku yang diminta pemenang melebihi batas yang diberikan setelah diberikan dua kali kesempatan untuk revisi, pemenang akan digugurkan dan dipilih pemenang lain.
7. Hadiah yang dipilih oleh pemenang harus dari 1 online store yang sama.
8. Ongkos kirim ditanggung oleh Novemberian.
9. Syarat dan ketentuan di atas tidak dapat diganggu gugat oleh pemenang.

Hadiah berupa VOUCHER BUKU senilai:
1st
Rp 350.000,-

2nd
Rp 250.000,-

3rd
Rp 150.000,-

Apabila ada pertanyaan, silakan meninggalkan komentar di post ini atau tweet ke @yuska77 @harlequinr

Nah, sekarang riddle-nya nih. Gampang aja. Jawabannya bisa dicari di book review yang sudah pernah diposting di blog ini.

Dear Lovely Hunter,

Aku adalah tanda kehidupan. Jika tidak ada aku berarti tidak ada kehidupan. Kadang ritmeku lambat, kadang cepat, kadang sedang-sedang saja, tergantung keadaan.
Banyak juga musisi yang menyanyikan aku, menyelipkan aku di penggalan lirik lagu. Aku kerap diasosiasikan dengan cinta.

Aku berkawan akrab dengan napas karena kami sejalan.

Dan, tentu saja, aku ada di dalam dirimu, Lovely Hunter. Dekat dan bisa dirasakan.

Xoxo,
November

P.S. Ada hadiah kejutan untuk pembaca blog Lust and Coffee. Bagi yang memberikan komentar di postingan review mana pun dan meninggalkan link di komentar postingan ini, maka kamu berhak untuk mendapat undian hadiah kejutan dari saya.
Pengumuman hadiah kejutan akan diposting bersamaan dengan pengumuman GA Letter from November ya.

Happy Hunting.

image

[Book Review] Queen, Empress, and Concubine by Claudia Gold

https://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg

20140726-045544.jpg

Judul: Queen, Empress, Concubine
Penulis: Claudia Gold
Penerjemah: Ida Rosdalina
Penerbit: Alvabet
Web Penerbit: link
Terbit: April 2012, cetakan pertama
Tebal: 152 halaman

ISBN: 978-602-9193-17-6
Kategori: Non Fiksi
Genre: Biografi, Sejarah
Beli di: Yes24
Harga: Rp. 115,900

book_blurb

Di balik dominasi laki-laki dalam sejarah, ternyata ada sejumlah perempuan hebat yang menjadi penguasa, sebagai ratu atau permaisuri, presiden atau perdana menteri. Kaum elit perempuan ini—yang berkuasa melalui suksesi dinasti, pemilu demokratis, atau dengan cara lain—telah mencapai kepemimpinan tertinggi dalam politik. Beberapa di antara mereka bahkan menjadi tokoh sangat berpengaruh dan karismatik dalam sejarah dunia.

50 Perempuan Penguasa melukiskan dengan jelas potret kehidupan 50 perempuan luar biasa yang memegang posisi politik sangat dominan dalam sejarah, dari Ratu Sheba di zaman kuno hingga Perdana Menteri Benazir Bhutto di era modern. Setiap profil tokoh digambarkan dengan jelas dalam konteks dan budaya setempat kala itu, sehingga memungkinkan sang penulis untuk tidak hanya menceritakan kisah hidup tokoh-tokoh perempuan yang penuh keberanian dan ketegasan ini, melainkan juga menyuguhkan informasi memikat perihal sejarah sosial alternatif selama 3.500 tahun terakhir.

Dilengkapi dengan gambar-gambar eksklusif untuk setiap tokoh serta didesain dengan tata letak isi yang bervariasi, buku ini benar-benar indah dan memikat. Dan, jika Anda meragukan kompetensi, keahlian, dan keagungan perempuan dalam kepemimpinan dan kekuasaan, buku ini akan dengan mudah membalikkan pandangan Anda.

thoughts

Saya nggak sengaja menemukan buku ini di situs Yes24. Tadinya saya mau membeli sepatu. Ternyata, memang dasar bukan rezeki, sepatu tersebut sold out. Saya bingung mau beli apa. Pada hari tersebut, buku ini muncul di halaman utama. Karena saya sedang menonton serial The Borgias, saya memutuskan untuk membeli buku ini. Dua tokoh dalam serial yang berdasarkan kisah nyata pemerintahan Vatikan era Paus Alexander VI tersebut, yaitu Lucrezia Borgia dan Catharina Sforza dibahas dalam buku ini.
Saya juga sedang membaca buku Maharani karya Pearl S. Buck. Tokoh utamanya, mantan selir yang menjadi Empress dinasti Qing, yaitu Ci Xi juga ada di buku ini.

Dari ke-50 tokoh wanita penguasa di buku ini, beberapa yang menarik perhatian saya adalah:
1. Nefertiti
Selain terkenal karena kecantikannya, Nefertiti dan suaminya, Akhenaten, berani membuat agama baru. Sebelumnya, rakyat Mesir memuja Amun-Ra. Saat Akhenaten berkuasa, ia menghancurkan kuil pemujaan terhadap dewa Amun, Mut, dan Khonsu, diganti dengan dewa tunggal, Aten.

2. Izebel
Istri raja Ahab yang memuja Baal ini menjadi musuh Elia. Suaminya yang dulu mengakui satu tuhan membiarkan istrinya membawa nabi-nabi palsu ke istananya. Ia juga membunuh nabi-nabi pemuja Yahweh. Sesuai ramalan Elia, Izebel mati mengenaskan. Sebelumnya saya pernah membaca kisah Izebel dari buku The Fifth Mountain yang reviewnya ada di sini.

3. Caterina Sforza
Musuh bebuyutan keluarga Borgia ini dikenal sebagai perempuan perkasa yang mampu berperang dalan keadaan hamil.
Ketika musuh mengancam akan membunuh anaknya, ia mengangkat roknya dan mempertontonkan kelaminnya sambil berkata bahwa ia tidak takut karena ia sanggup memproduksi lebih banyak anak lagi.

4. Mary Tudor
Ratu pertama Inggris yang ditolak ayahnya karena kasus pembatalan perkawinan antara ayahnya, Henry VIII dengan ibunya Catherine Aragon. Ia juga difitnah telah melakukan pembakaran massal kaum Protestan. Gara-gara peristiwa itu, ia dikenal dengan nama “Bloody Mary”.

5. Cixi
Selir kelas tiga yang naik pangkat menjadi istri raja karena kecerdasannya. Demi ambisinya untuk naik tahta, ia mencuri hati ibu suri, juga menjalin hubungan baik dengan kasim kerajaan dan pemegang kekuasaan politik. Ia melahirkan seorang putra yang kelak menjadi kaisar, namun anaknya mengangkat musuh Cixi menjadi menteri. Peristiwa berdarah tak terelakkan. Cixi memimpin tahun-tahun terakhir runtuhnya dinasti Manchu.

Yang saya sukai dari buku ini selain ukurannya yang besar (coffee table), juga ilustrasi dan halaman full color. Biografi tiap tokoh ringkas dan padat, dilengkapi inset kejadian penting dan kronologis dari awal mula berkuasa hingga tokoh tersebut tutup usia.

Sayangnya, terjemahannya masih terasa kaku di beberapa bagian.
Tapi secara keseluruhan saya suka buku ini. Gara-gara membaca buku ini saya jadi tertarik untuk mencari buku biografi beberapa tokohnya.

20140225-050101.jpg

Until next time

20131128-083529.jpg

[Book Review] Betrayal by Danielle Steel

https://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg

20140301-112809.jpg

Title: Betrayal
Author: Danielle Steel
Publisher: Corgi
Published: February 28, 2013
No. of Pages: 400 pages
ISBN: 978-0-55215-905-0
Format: Mass Market Paperback
Bought at: Periplus Pondok Indah
Price: IDR 69,000 (Bargain) — I redeemed a voucher
Buy the book at: Periplus | Bookdepository | Google Play
Goodreads: here
Opening sentence:
The two men who lay parched in the blistering sun of the desert were so still they barely seemed alive.

book_blurb

Tallie Jones is a Hollywood legend. An ambitious and passionate film director, her award-winning productions achieve the rare combination of critical and commercial success. But she has little interest in the glitz and glamour of Los Angeles, instead focusing intently on her work and family.

She has close, loving relationships with her daughter, her elderly father and Hunter Lloyd – her co-producer and partner of four years. Completing her trusted circle is Brigitte Parker – Tallie’s best friend and devoted personal assistant. They’ve been friends since film school, and Brigitte’s polished glamour and highly organized style provides a perfect balance to Tallie’s casual appearance and down-to-earth approach to life.

However as Tallie is in the midst of directing her most ambitious film to date, small disturbances start to ripple through her faultlessly ordered world. An audit reveals worrying discrepancies in her financial records, which have always been maintained by her trusted accountant, Victor Carson. Receipts hint at activities of which she has no knowledge. Someone close to Tallie has been steadily helping themselves to enormous amounts of her money. Her once safe world of trusted associates is suddenly shaken to its very core – and Tallie is in shock, trying to figure out who has betrayed her among those she trusts and holds dear…

thoughts

Saya sudah tahu nama Danielle Steel sejak lama, tapi baru kali ini punya kesempatan untuk membaca karya beliau. Betrayal merupakan novel DS ke-86. Bisa dibayangkan jika ada yang mengoleksi novel-novel karya DS, rak bukunya pasti penuh oleh karya DS.

Terus terang saya mengambil buku ini karena terpikat dengan cover-nya yang cantik. Sederhana tapi memikat. Mengingatkan saya dengan cover buku karya David Levithan yang ini:

20140301-115625.jpg

Betrayal berkisah tentang Tallie Jones, sutradara ternama di Hollywood yang tinggal bersama partnernya Hunt Lloyd selama empat tahun. Tallie dan Hunt telah sukses bersama-sama membuat film yang ngehits di pasaran. Ketika sedang mengerjakan sebuah proyek yang disponsori oleh investor Jepang, akuntan Tallie, Victor Carson, menemukan keganjilan dalam laporan keuangan Tallie. Ada penarikan uang tunai sebesar $25,000 per bulan selama empat tahun, ditambah tagihan hotel yang tidak dikenal oleh Tallie. Pada mulanya, Tallie mengira ada yang mencuri kartu kreditnya, tapi ternyata hasil audit Victor tidak salah. Ayah Tallie membantunya memeriksa laporan keuangan tersebut, dan Victor tidak mengada-ada. Seseorang yang dekat dengan Tallie mencuri uang tersebut.

Tallie memiliki sahabat sekaligus asisten pribadi selama 17 tahun. Brigitte Parker telah menjadi kaki tangan dan orang kepercayaan Tallie. Namun, kecurigaan juga jatuh padanya, karena ia yang mengatur keuangan Tallie.

Di tengah kebingungannya, Tallie menghubungi pengacaranya, Greg Thomas. Ia menyarankan Tallie untuk menghubungi kenalannya, Margaret Simpson, seorang investigator yang biasa menangani kasus serupa. Berdasarkan pengintaian dan hasil investigasi Meg, diketahui Hunt berselingkuh dengan janda beranak satu, Angela, yang menjadi korban kekerasan domestik. Sebelum berhubungan dengan Angela, Hunt pernah berselingkuh dengan Brigitte, sahabatnya. Tallie shock dan sakit hati mendengar hasil temuan tersebut.

Tallie mengkonfrontasi Hunt disertai bukti foto yang diambil oleh Meg. Mereka berpisah, karena Angela hamil. Meg menyarankan Tallie untuk menghubungi agen FBI bernama Jim Kingston untuk investigasi mengenai uang yang hilang tersebut.

Cerita Betrayal klise menurut saya: sahabat yang berselingkuh dengan kekasih tokoh utama. Banyak repetisi di novel ini. Dan yang agak mengganggu adalah cara penulisan DS yang kurang detail. Di novel ini, saya tidak bisa merasakan kesedihan Tallie, bagaimana ia sakit hati karena ulah Hunt dan Brigitte. Terasa datar saja.

Novel ini page turner—lumayan membuat saya penasaran tentang kelanjutan investigasi terhadap Hunt dan Brigitte, tapi di tengah-tengah saya agak jenuh membaca buku ini. Menurut beberapa review, novel ini kurang greget, dan saya setuju dengan pendapat tersebut. Karena saya juga baru pertama kali membaca karya DS, saya belum bisa membandingkan buku ini dengan buku lain karya beliau.

Saya masih penasaran dengan beberapa judul yang menurut teman-teman bagus.

20140225-050101.jpg

Until next time

20131128-083529.jpg

[Book Review] Brida by Paulo Coelho – Secret Santa

posting bareng BBI 2014book_infoBrida
Judul: Brida
Penulis: Paulo Coelho:
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Oktober 2013, Cetakan Keempat
Tebal: 232 halaman
ISBN: 978-979-22-9942-7
Kategori: Novel Fiksi Dewasa
Genre: Spiritual, Romance
Dapat dari: Secret Santa BBI 2013
Bisa dibeli di: KutukutubukuBukabukuBukukita
Harga: Rp. 38,250
Kalimat Pembuka:
Kami biasa duduk-duduk hingga larut malam di kafe di Lourdes.

book_blurbSemua orang memiliki “Takdir” yang harus dijalani.

“Tapi bagaimana caraku mengetahui siapa Pasangan Jiwa-ku?” tanya Brida.

“Dengan mengambil risiko kegagalan, kekecewaan, kehilangan arah, tapi tak pernah berhenti dalam pencarianmu menuju Cinta.”

Brida, dua puluh tahun, melemparkan pertanyaan yang paling penting ke dalam hidup kita, “Apa yang kaucari dalam kehidupan ini?”

Perjalanan yang mengisi jiwa untuk menemukan diri, dipenuhi cahaya yang mengagumkan!

thoughtsPertama-tama, saya harus mengucapkan terima kasih untuk Secret Santa yang mengirimkan buku ini. Sebenarnya ada 2 buku yang mendarat di rumah. Tapi, sekali lagi mohon maaf, review untuk buku satunya menyusul ya, karena bulan Januari ini saya masih disibukkan dengan merevisi novel saya.

Saya pertama kali berkenalan dengan karya Paulo Coelho tahun 2013 lalu.Reviewnya di sini. Saya jatuh cinta dengan karya beliau. Saya juga bertekad untuk mengoleksi buku-buku karya Coelho yang lain, salah satunya Brida, yang pernah masuk wishlist saya tahun lalu.

Dari bab awal saya sudah bisa menebak kira-kira isi buku ini tentang apa. Takdir dan pasangan jiwa. Adalah Brida O’Fern, perempuan yang bertugas mengurus satu bagian khusus di Jalan menuju Roma. Sewaktu muda, perempuan ini menemui Magus, seorang guru tradisi matahari yang hidup di suatu hutan di Irlandia, dan ia ingin mempelajari ilmu sihir. Alasannya karena ia ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya selama ini. Saya agak kaget ketika membaca bagian ini, karena hal tersebut juga pernah saya alami sebelum saya menginjak usia 30 tahun. Magus bertanya pada Brida, apa ia rela mengorbankan semua yang telah ia pelajari, meninggalkannya jika ia bertemu dengan cinta sejatinya. Jawaban Brida adalah ia akan melepaskan segalanya.

Kemudian Brida bertemu dengan Wicca yang membantunya membuka tabir misteri dalam kehidupan Brida, tentang pasangan jiwa, juga tentang bagian diri Brida di masa lalu. Wicca berkata bahwa Brida adalah seorang penyihir dengan Bakat bisa menggunakan ingatan Waktu (kembali ke masa lampau).

Setelah menerima pelajaran dari Magus dan Wicca, Brida mengetahui tentang Loni, juga umat Cathar, yang diburu oleh penganut Katolik di abad 12 karena dianggap sesat atau selevel dengan gereja setan. Tidak ada penjelasan logis tentang bagaimana Brida bisa berada di masa lalu. Bahkan Brida tidak pernah tahu adanya kaum Cathar sebelumnya.

Brida memiliki kekasih, Lorens. Tapi dari awal cerita chemistry diantara keduanya tidak ada, karena pasangan jiwa Brida bukan pria itu.

Seperti biasa, karya Coelho mampu membuat saya terpikat, walau kali ini tokohnya bersentuhan dengan magis. Rangkaian kalimat indah bertebaran di buku ini. Bahkan, saya sampai bingung memilih kutipan favorit saking banyaknya.

Satu hal yang membuat saya merenung adalah adanya kalimat seperti ini:

Tuhan ada dalam perkataan, maka hati-hatilah ketika kau berbicara.

Memang benar, lidah lebih tajam daripada pedang. Perkataan bisa membuat orang bahagia, bisa juga membuat orang terluka. Saya merasa beruntung mendapat kesempatan untuk membaca buku ini, karena banyak pelajaran yang bisa saya ambil, sekaligus pengingat agar saya bisa menjaga perkataan agar tidak menyinggung orang lain.

Gara-gara buku ini saya jadi membayangkan berada di dalam hutan di Irlandia seperti ini:

Ir-frst
Source: here

Juga karena Brida menyukai musik Iron Butterfly, saya jadi mencarinya di Youtube. Bukan tipe musik yang saya dengarkan setiap hari. Not bad though.

Namun, ada hal yang agak mengganjal batin saya. Karena saya percaya Tuhan (walau tidak religius), saya berpikir okultisme dan kepercayaan pada Tuhan adalah hal yang bertentangan, seperti minyak dan air. Menurut Magus, penganut Tradisi Matahari bersekutu dengan Tuhan dalam doa. Mengutip satu ayat dalam alkitab, “You shall not permit a sorceress to live.” (Exodus: 22:18). 

Secara keseluruhan, saya menikmati buku ini dan saya sengaja membacanya lambat-lambat karena ingin menikmatinya. Saya akan ingat dengan Santa saya, karena buku ini settingnya di Irlandia, negara favoritnya ^^

quotesSemua jalan berujung ke Roma. (hal. 11)

Dalam hidup, setiap orang bisa mengambil satu dari dua sikap: membangun atau menanam. (hal. 12)

Ketika kaau menemukan jalanmu, kau tidak boleh takut. Kau harus memiliki keberanian yang cukup untuk melakukan kesalahan. Kekecewaan, kesalahan, dan keputusasaan adalah alat-alat yang digunakan Tuhan untuk menunjukkan jalan pada kita. (hal. 23)

Kau bisa menemukan Pasangan Jiwamu dengan melihat cahaya di mata mereka. (hal. 41)

Memilih satu jalan berarti harus kehilangan jalan-jalan lain. (hal. 90)

20131125-062111.jpg

Need a second opinion?

Annisa Anggiana here
Indri here

SS4

Setelah rembukan, nanyak-nanyak sama teman-teman Bajaj Jaboers di WA, akhirnya saya menuduh mbak Linda sebagai Secret Santa saya.

Terima kasih banyk ya sudah mengirim dua buku wishlist *terharu*

Postingan riddle SS ada di sini

Moga-moga saya bisa ikutan event SS tahun ini lagi ^^

20131128-083529.jpg

[Book Review] Under the Jeweled Sky by Alison McQueen

book_info

18957779

Title: Under the Jeweled Sky
Author: Alison McQueen
Publication date: Feb 2014
Publisher: Sourcebooks
Format: eARC
ASIN: B00FM31ZFY
Genre: Historical fiction
Age group: Adult
Source: Publisher via Netgalley
Buy it: The Book Depository

book_blurb

London 1957. In a bid to erase her past, Sophie Schofield accepts a wedding proposal from ambitious British diplomat, Lucien Grainger. When he is posted to New Delhi, into the glittering circle of ex-pat society, old wounds begin to break open as Sophie is confronted with the memory of her first, forbidden love and its devastating consequences. This is not the India she fell in love with ten years before in a maharaja’s palace, the India that ripped out her heart as Partition tore the country in two. And so begins the unravelling of an ill-fated marriage, setting in motion a devastating chain of events that will bring her face to face with a past she tried so desperately to forget, and a future she must fight for. This is a tender story of love, loss of innocence, and the aftermath of a terrible decision no one knew how to avoid.Purchase this book

thoughts

I received a copy from the publisher via Netgalley.

Under the Jewelled Sky by Alison McQueen is a beautiful novel about India, where the country is one of the integral characters. Set at the time of Partition and a decade or so later, the author brought us back to the mid 1900s, when the British was about to leave.

Besides telling about vibrant India , the author was successfully portray a realistic character through Sophie. Her father is a physiscian at the palace. She builds a friendship with Jag (one of my favorite characters as well), the son of a servant. In that era, such relationship was kind of forbidden.

Ten years later, Sophie was involved in an ill-fated marriage. She found India a different place, unlike the place that she loved when she was younger.

When she came back to England, she felt strange. Meeting her distant mother and found out about her grandmother’s passing. All I can say that this story is about Sophie’s journey in finding happiness. Some parts made me cry. This novel was beautifully crafted. The way she writes about India, the details and everything, makes me want to go there, maybe someday.

Overall, I love this book to pieces. I want to reread it and I will definitely read other books by the same author.

20131125-062111.jpg

Need a second opinion?

Vicki
Our Book Club

Find the excerpt here

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

[Book Review] The Happy Endings Book Club by Jane Tara @momentumbooks

book_info

20131211-125136.jpg

Title: The Happy Endings Book Club
Penulis: Jane Tara
Publisher: Momentum Books, Australia
Date of Published: 1 December 2013
Format: Ebook
No. of Pages: 182
ISBN: 9781760080587
Category: Fiction
Genre: Contemporary, Romance, Family, Paranormal Romance
Received from: Momentum Books via Netgalley
Link: here
Opening sentence:
Paige flipped open sign on her bookshop door to closed.

book_blurb

This Christmas, the women of the Happy Endings Book Club are about to uncover a world of love and magic as they discover how to have their own happy ending or beginning, as they’re often the same thing.

Once a month, seven very different women come together to discuss books. They all love a happy ending, but have lost sight of how to get their own. Paige misses glimpsing the magic in the world. Sadie doesn’t see the beauty inside people. Amanda wonders what she ever saw in her ex husband. Tilda literally can’t see herself. Michi can’t bear looking at her family, while Clementine is blind to what’s right in front of her. And Eva looks for romance in all the wrong places.

But things are about to change …

Meet the women of the Happy Endings Book Club as they celebrate Christmas, and themselves, in London, Paris, Vienna, New York, Sydney and in love.

thoughtsI received this ARC from the publisher via Netgalley in exchange for an honest review.

What can I say about this book? I love it. The Happy Endings Book Club is about a bunch of mid-age ladies finding their own happy endings, which is it (I want to spoil it a little bit).

Usually I love bitter-sweet ending or just simply bitter ending. But this book is too cute, too funny and heartwarming that I want to tell readers who love chicklit to go to Netgalley and request this title.

The Happy Endings Book Club tells about Paige, Clementine, Michi, Eva, Amanda, Tilda, and Sadie. They have their own issues and personal problems to solve, and it includes romance, as their favorite genre.

The story starts with Paige who owned a bookshop in London. Besides taking care of the business, she also ran a book club called The Happy Endings, named after the book shop. These 7 ladies had a special bond besides sharing their love on romance and happy endings.

Paige’s mom, Jean, was on her death bed. Before she died, she told Paige that her father’s still alive. And to Paige’s surprise, her father was a fairy. FAIRY. With the help of Jean’s physiotherapist, Arley, Paige was having a journey that she’d never forget.

And then Clementine, the naive girl who believed in cyber-romance. She decided to spend Christmas in New York with her love of her life that she never met, Sam. Sadly, she found out the truth about her cyber lover, but came a surprise that she’d treasure later on.

One of my favorite characters is Michi. She spent her Christmas holiday in Sydney, her hometown, a place where she hated the most. Her parents, Kayoko and Keith, were known as the celebrity sex therapists. Michi met Jake, a handsome guy who worked together with Michi’s brother, Greg. Michi avoided skinship, although she was attracted to Jake. One night, she opened up to Jake about what changed her about her past. Something that a little child should not see.

Tilda was having a symptom of insidious disorder. She could not see her hand, nose, and ear. After talking to a doctor, she went off to Paris and found herself completely. She also found her love back in London.

I love how the characters have flaws and have to deal with their problems. But in the end, love conquers the world. I think that’s what the writer wants to convey. It’s one of the best Christmas-themed novels I read this year.

Looking forward to reading other books from Jane Tara.

 

quotes

Respect where you’re standing (p. 57)

It’s extremely healthy to do what it takes to feel good about yourself. (p. 124)

Style is not about following trends, or even starting them. It’s about being yourself (p. 126)

Whenever my mum gets depressed about her age, she goes to Paris. (p. 128)

Sometimes it takes a while to see what’s right in front of us. (p. 160)

 

20131125-062111.jpg

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

 

 

[Book Review] The Naked Traveler 4 by Trinity @bentangpustaka

book_info

20131204-080410.jpg

Judul: The Naked Traveler 4
Penulis: Trinity
Penerbit: B First – Bentang Pustaka
Terbit: September 2012
Tebal: 262 halaman
ISBN: 978-602-8864-65-7
Kategori: Non Fiksi
Genre: Travel, Humor, Culture
Beli di: Kutukutubuku Harga Rp. 41,650
Kalimat pertama:
Misool dan kepulauan sekitarnya memang paling indah dibanding daerah lainnya di Raja Ampat.

book_blurb

Jalan-jalan bersama Trinity memang tak ada habisnya. Tiga seri laris The Naked Traveller ternyata tak cukup untuk menceritakan pengalaman seru Trinity menjelajah ke berbagai negara. Sesuai ciri khasnya, Trinity mampu memberikan “kesan baru” pada setiap tempat yang ia singgahi. Selalu ada kejutan yang akan membuat kita melakukan refleksi.

Kali ini, kita akan diajak untuk menikmati Afrika, makan zebra di Namibia, dipenjara dan ketemu hiu putih raksasa, eksisnya Ladyboys di Thailand, sampai dipalak anak kecil di Kalimantan. Tambah lagi, kita juga bakal tetep sirik setengah mati sama cerita Trinity yang makan sushi paling enak sedunia dan nonton festival Unta di Pushkar.

Bersiap-siaplah dengan virus Trinity yang kali ini lebih seru!

thoughts

Akhirnya kelar juga baca buku seri The Naked Traveler keempat ini. Covernya paling funky, pink ngejreng, wueheheehe. Entah apa warna ini adalah warna favorit Trinity apa memang pilihan dari penerbit.

Jujur aja, dibandingkan buku-buku sebelumnya, entah kenapa saya merasa buku ini ‘garing’. Selipan humor di akhir bab terasa agak nanggung. Tapi, saya masih bisa menikmati buku ini kok. Memang saya ngiler dan iri berat dengan Trinity yang bebas oergi ke mana saja, dibayarin pulak. Well, saya cuma bisa menikmati sambil membayangkan aja berada di tempat-tempat yang disebutkan oleh Trinity.

Bagian awal buku ini membahas tentang domestic traveling alias jalan-jalan di kandang sendiri. Saya iba dengan Trinity dan kawannya yang harus menahan lapar di kapal menuju Misool, Raja Ampat.
Lalu tentang premanisme anak kecil di Kalimantan, tepatnya di kampung suku Dayak Kenyah di Pampang, saya cuma bisa mengurut dada. Kadang suka malu juga sih dengan budaya minta-minta, entah di kota atay desa, apalagi kuburan. Satu sisi pengin juga budaya kita dianggap di luar negeri, tapi kalau ada turis berkunjung malah disusahin. Duh *urut dada Matt Sanders*

Saya ngakak baca bab ‘Rumah Kuburan’ di Tanah Kusir. Daerah dekat rumah saya. Kebayang aja sih rumah keluarga Trinity yang dibedengi kuburan, lalu tamu yang disuguhi minum dibilang airnya adalah air kuburan. Jahil bener Trinity, hihihi.

Ada juga tentang eksplorasi timah di Bangka yang membuat banyak lubang. Tentu lubang-lubang itu kelihatan sangat tidak indah. Ngeri.

Saya suka dengan kebiasaan warga Gorontalo yang harus beristirahat tiap siang, atau siesta istilahnya. Menurut para ahli, rehat sejenak di siang hari bisa membantu mengoptimalkan otak. Google, Microsoft, dan berbagai perusahaan raksasa juga memberlakukan siesta untuk karyawannya.

Trinity juga membagikan kisahnya di Namibia. Ia bertandang ke sana sebagai duta pariwisata sampai masuk TV lokal di sana.

Ada juga tips jalan-jalan murah untuk mahasiswa dan backpacker berbujet pas-pasan. Ada usaha, ada niat, pasti ada cara. Prinsip yang keren dan patut ditiru.

Overall buku ini nggak membosankan, bukan panduan wisata atau brosur agen perjalanan. Bahasa yang dipakai Trinity masih santai seperti biasanya, ceplas-ceplos dan terkesan apa adanya. Buku ini juga selalu menyajikan cerita seru di tiap babnya, bikin saya cuma bisa garuk-garuk tanah karena nggak bisa jalan-jalan kayak Trinity.

Saya masih menunggu seri The Naked Traveler berikut yang gosipnya akan membahas perjalanan Trinity di Amerika Selatan.

20131119-085715.jpg

Need another opinion?

Baca Buku here
The Bookie Looker here
Desti Baca Buku here

Until next time

20130330-114856.jpg

[Book Review + Giveaway] Danur by Risa Saraswati @Bukune

danur

book_info

Judul: Danur
Penulis: Risa Saraswati
Penerbit: Bukune
Terbit: Januari 2012
Tebal: 209 halaman
ISBN: 6022200199
Kategori: Non Fiksi
Genre: Horror, Memoar
Bisa dibeli di: Kutukutubuku
Harga: IDR 25,500

book_blurbJangan heran jika mendapatiku sedang berbicara sendirian atau tertawa tanpa seorangpun terlihat sedang bersamaku. Saat itu, mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.

thoughts

Danur adalah buku terakhir yang saya baca dari rangkaian Virtual Book Tour Horror Bukune, dan seperti kata pepatah, third time’s the charm, buku ini adalah buku yang paling saya sukai dari ketiga buku yang saya baca.

Danur adalah novel berdasarkan kisah nyata penulisnya, Risa Saraswati, yang suka melihat sekaligus berinteraksi dengan hantu sejak kecil. Bukannya takut, Risa malah berteman dengan mereka. Risa kerap dianggap aneh oleh orang-orang disekitarnya karena ia sering kepergok berbicara atau tertawa sendirian.

Buku ini tidak seram dan tujuan Risa menuliskan buku ini juga bukan untuk menakut-nakuti pembaca. Buku ini bercerita tentang jiwa-jiwa kesepian yang tidak bisa kemana-mana. Karena Risa peka, arwah-arwah itu kerap mendatanginya hanya untuk didengar.

Buku ini ditulis menggunakan POV orang pertama, yaitu penulisnya dan hantu-hant yang bercerita tentang masa lalu mereka ketika mereka masih menjadi manusia.

Ada anak-anak Belanda (Peter, Hans, Hendrick, Janshen, dan William), lalu para perempuan muda Belanda yang menjadi kakak-kakak para anak laki-laki itu (Elizabeth, Teddy, dan Sarah). Juga ada arwah penasaran yang menjadi sosok yang mengerikan (Asih dan Ardiah). Juga ada seorang anak perempuan yang dulunya tinggal di atas bukit yang ditinggal oleh orangtuanya karena sakit keras (Samantha).

Risa sempat ingin meminta pertolongan orang pintar untuk menghilangkan kemampuannya dalam melihat makhluk halus, tapi niat itu akhirnya diurungkan.

Saya jadi teringat dengan diri sendiri yang masih belum bisa mensyukuri kemampuan melihat hantu (ya abisnya serem sih, siapa yang nggak ketakutan liat hantu?). Saya sering berdoa untuk tidak bisa melihat mereka. Tapi, seperti Risa, seharusnya kita nikmati saja karena Tuhan pasti punya maksud tertentu dengan memberikan kemampuan seperti itu.

Masih ada typo yang rada banyak, namun saya tidak akan menjadi polisi typo di sini, selain saya juga rada capek mencatat typo-typo tersebut.

Kesimpulan saya setelah membaca Danur adalah para arwah tersebut nasibnya lebih memilukan daripada kita. Jadi ya, para ababil yang suka ngegalau nggak keruan di Twitter/FB seharusnya bersyukur karena hidup kalian jauh lebih menyenangkan daripada nasib tragis para arwah tersebut.

Oiya, saya jadi ingat lagu Hanschen Klein versi Sunda yang diajarkan mama saya waktu saya kecil. That song is creepy, I just realized.

Mau dapat buku Danur? Caranya mudah saja:

1. Berikan pendapatmu mengenai resensi buku Danur di kolom komentar.
2. Jangan lupa cantumkan nama, alamat email dan akun Twitter.
3. Pemenang akan dipilih berdasarkan komentar terbaik.
4. Akan ada satu pemenang yang akan dapat hadiah 3 buku horror selama virtual book ini berlangsung.
5. Pemenang yang berhak mendapatkan hadiah adalah yang memberikan komentar di 3 resensi buku horror yang akan diposting selama virtual book ini berlangsung di bulan Desember.
6. Giveaway ditutup tanggal 5 Januari 2014
7. Pemenang akan diumumkan tanggal 7 Januari 2014.
8. Good luck ^^

[Book Review + Giveaway] After School Horror by Nana R. Praptini @Bukune

after-school-horror

book_infoJudul: After School Horror
Penulis: Nana R. Praptini
Penerbit: Bukune
Website: Di sini
Terbit: Mei 2013
Tebal: 164 halaman
ISBN: 602-220-102-0
Kategori: Non Fiksi
Genre: Horror, Kumpulan Cerita
Bisa dibeli di: Bukabuku
Harga: IDR 29,600

book_blurb

Hujan turun deras dan motorku sulit untuk di-starter. Aku bimbang, ingin bolos tapi rasanya harus tetap les. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Dalam perjalanan, di tikungan yang gelap, sebuah mobil muncul dengan kecepatan tinggi.

Aku terlambat menyadari kedatangannya. Kubanting setang motor ke kiri untuk menghindari tabrakan. Tapi percuma…. Aku terjatuh dan kepalaku terbentur pembatas jalan dengan sangat keras. Darah segar mengalir dari kepalaku, tubuhku terasa lumpuh seketika. Sakit sekali rasanya. Sedikit demi sedikit rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhku….

Prita tidak bisa melanjutkan membaca surat yang ditulis Lydia, muridnya. Bulu kuduknya bergidik. Bagaimana mungkin Lydia bisa hadir di kelas dan menulis surat itu, padahal dia sendiri sudah menghembuskan napas terakhir di perjalanan?


Kisah horor dan seram banyak terjadi di sekitar kita, tidak terkecuali ketika kita mencari ilmu—di bangunan kampus tua, sudut-sudut kelas sepi, atau toilet gelap sekolah yang selalu kamu hindari. After School Horror berisi delapan cerita nyata yang terjadi di lingkungan kampus dan sekolah. Membuktikan bahwa mereka juga ada di sekitar kita. Bersiaplah untuk jam pelajaran tambahanmu…, yang penuh teror….

thoughtsAkhir-akhir ini saya sedang suka baca genre teenlit. Seperti kembali ke masa remaja. Rasanya sudah lama nggak merasakan cinta monyet, seru-seruan pergi bareng teman sekelas, menjahili guru, dan membolos ramai-ramai.

Setelah membaca Aku Tahu Kamu Hantu, saya jadi penasaran dengan buku-buku horror karya penulis Indonesia. Saya memang lebih sering membaca novel thriller ketimbang horror, tapi nggak salahnya dicoba. Sekalian uji nyali ^^

After School Horror awalnya saya pikir adalah novel terjemahan. Saya juga teringan ada film asing dengan judul yang sama. Ternyata, buku ini ditulis oleh penulis Indonesia berdasarkan kisah nyata.

Ada 8 kisah seram yang terangkum dalam After School Horror. Menurut penulisnya, kisah-kisah ini merupakan pengalaman penulis sendiri dan orang-orang terdekatnya.

Ciuman Pertama

Dessy, siswa baru di sebuah sekolah menengah, berpura-pura sakit dan beristirahat di UKS. Ternyata, ia mendapat ‘penglihatan’ tentang kejadian 8 bulan lalu di sekolah tersebut yang melibatkan pembunuhan seorang siswa. Dessy juga mendapat teman misterius bernama Evan dan mereka jatuh cinta.

Kisah singkat ini sedikit mengingatkan saya pada novel Aku Tahu Kamu Hantu yang premisnya mirip, hanya minus cerita cintanya saja.

Teman Sekamar

Rina, mahasiswa baru yang merantau ke Jakarta, tinggal di asrama. Ia merasa senang bisa mandiri dan tinggal jauh dari orangtuanya. Rina menempati kamar A-13, angka yang berkonotasi negatif, berhubungan dengan kesialan.

Rina ternyata sekamar dengan gadis bernama Asri. Saat pertama kali bertemu, Rina terkejut dan ketakutan karena entah Asri datang dari mana.

Ternyata Asri adalah roommate yang baik. Ia juga sering merapikan kamar. Namun, Rina lama-lama gerah dengan sikap Asri yang agak posesif.

Teman Sekamar merupakan salah satu cerita terseram di buku ini. Lumayan bikin merinding.

Tapi, ada paragraf yang membuat saya bingung.

Asri, teman sekamar Rina, adalah mahasiswi jurusan MIPA semester tiga. Asri teman sekamar yang baik hati. Saat aku harus begadang hingga malam untuk mengerjakan tugas laporan, paper dan sejenisnya, ia mau membantu? Bahkan, untuk urusan menyikat kamar mandi, Asri mengerjakannya sendiri.

Ia memaklumi kesibukanku sebagai MABA (mahasiswa baru) yang sudah mulai pra-perkuliahan dua minggu sebelum ia sendiri masuk kuliah. Rina kembali merasa beruntung, sebab Asri yang lebih senior darinya, memiliki pengetahuan yang memadai tentang seluk-beluk kampus, seperti kantin favorit, spot internet kencang beserta waktunya, jadwal shuttle bus, hingga jadwal kereta.

Cerita Teman Sekamar menggunakan POV 3, tapi tiba-tiba jadi POV 1 dan kembali ke POV 3 secara mendadak.

Lalu kata paper dan mug (hal. 30) tidak dicetak miring, padahal dua kata tersebut adalah kata-kata dalam bahasa asing. Juga penggunaan tanda tanya tidak tepat.

Cerita ini lumayan seram, apalagi saya membacanya di malam hari dan tiba-tiba listrik padam.

Terlambat Datang

Prita, 24 tahun, adalah staf pengajar di sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris di Surabaya. Bangunan tempat Prita mengajar adalah bangunan peninggalan jaman Belanda. Seperti cerita horror dalam film mau pun buku, bangunan kuno identik dengan hantu, demikian juga dengan bangunan itu.

Konon, ada hantu seram yang terlihat di tangga. Kejadian paling parah adalah ketika suatu hari ada staf pengajar yang sempat dilarikan ke UGD gara-gara melihat hantu seram tersebut.

Prita mengalami kejadian aneh dan seram di kelas, hingga ia sadar bahwa ia menemukan petunjuk yang akan menyelamatkan seseorang.

Salah satu kisah favorit saya dari buku ini.

Makalah Remedial

Sophie dan Ninda mengambil jurusan berbeda di kampus, namun keduanya berteman akbrab dan tinggal di rumah kost yang sama.

Suatu sore, Ninda meminta Sophie untuk menemaninya mengerjakan tugas di perpustakaan. Gedung perpustakaan tersebut terletak dekat dengan taman dengan pohon-pohon besar dan rindang. Konon, di antara pohon-pohon tersebut sering ada penampakan hantu berbungkus kain putih yang melayang-layang.

Sophie dan Ninda bertemu dengan gadis aneh di perpustakaan. Gadis tersebut membantu Ninda mengerjakan tugasnya. Lalu, misteri tentang gadis itu terkuak secara tak sengaja.

Masih ditemukan typo, seperti di halaman 62:
Selain mudah mencari materi tanpa harus membeli bukunya, perpustakaan juga tempat yang sangat nyaman untuk belajar., dibandingkan kamar kost yang sempit dan penuh barang-barang.

Lalu, tiba-tiba di halaman 76 ada tokoh baru bernama Laras. Tanpa perkenalan, tokoh Laras dimunculkan.

Sepertinya bab ini belum selesai karena ending-nya menggantung.

Penunggu Kamar Kos

Jodi baru pindah ke rumah kos daerah Pogung, Yogyakarta. Salah satu teman Jodi melihat ada wanita cantik di kostnya, namun setelah diperiksa, tidak ada peremouan yang tinggal di rumah kost tersebut, karena rumah kost tersebut khusus untuk laki-laki.

Jodi mulai mengalami peristiwa aneh. Hawa dingin yang meniup tengkuknya, bau busuk, hingga wujud hantu penghuni kamar kost-nya menampakkan diri.

Bukan hanya Jodi yang diganggu oleh makhluk tersebut. Ketika Firman, teman Jodi, datang ke kost Jodi bersama pacarnya, tiba-tiba mereka jadi bertengkar dan suara pacar Firman berubah menjadi serak dan dalam.

Playlist Siapa?

Dian sangat ketergantungan dengan earphone. Ia mendengarkan lagu setiap saat. Saking gilanya dengan musik, hingga ia tertidur pun earphone itu terus menancap di kupingnya.

Karena keasyikan mendengarkan lagu, Dian kesulitan mendengar jika ada yang memanggilnya. Lama-lama, tak ada yang tertarik untuk bergaul dengannya.

Suatu hari, Dian pergi ke lab dan tertidur setelah mendengarkan playlist-nya. Tiba-tiba ia terbangun karena ia mendengar lagu jadul yang bukan miliknya.

Dian mendapati dirinya berada di sebuah rumah tua. Seorang gadis kecil berpakaian kuno yang mengaku bernama Mimi berbicara padanya melalui pikiran.

Kejadian aneh dialami Dian. Ia diseret ke tahun 1961, ke Panti Asuhan Kasih Iboe, tempat Mimi tinggal bersama anak-anak yatim piatu lainnya.

Cerita ini lumayan bikin penasaran dan berpotensi untuk jadi film horror keren ala The Others jika difilmkan. Sayangnya, ceritanya agak terburu-buru.

Yang pasti, untuk sementara waktu saya nggak mau mendengarkan lagu Nobody’s Child.

Di Gazebo Tengah Malam

Kalau yang ini ceritanya sekelompok mahasiswa diganggu oleh hanty iseng di gazebo. Entah kenapa saya ngakak baca cerita ini. Nggak serem sama sekali, malah jadi horror-comedy 😀
Saya membayangkan Komeng dan Budi Anduk jadi pemerannya.

Saat Jantung Berdegup Kencang

Dea adalah karyawan yang saat akhir minggu mengambil kuliah. Ada kejadian aneh di kelas. Terdengar suara anak-anak berlarian ketika sedang ada kuliah. Ketika Dea mengecek keluar, tidak ada siapa-siapa di lorong. Kejadian aneh dialami oleh Dea dan temannya, Alya. Gedung tua memang identik dengan kengerian.

Lalu, kisah kedua adalah tentang pengalaman Ikhsan di kampusnya. Ia melihat hantu setengah badan yang sudah terkenal di kampusnya.

Kisah ketiga adalah pengalaman seram yang dialami Yuna. Lift yang dinaikinya tidak mau berkompromi, dan ia harus melihat hantu di sebuah lantai.

Dari semua cerita di buku ini, yang paling tidak saya sukai adalah bab terakhir, karena satu bab dibagi tiga cerita. Terkesan buru-buru banget menulisnya.

Overall buku ini cukup menghibur dan bisa dibaca sekali duduk.

Meet The Author

20131225-021632.jpg

Nama : Nana R Praptini
Tgl lahir : 9 Juli 1961
FB : nana_r_praptini@yahoo.com
Twitter : nanarpraptini (tdk aktif)
Blog : tdk aktif
Penulis favorit : Sidney Sheldon, Dan Brown, Meg Cabot, Mary Higgins Clark, Agatha Christy, Alistair Mc Lean, Sandra Brown, V Lestari, S Mara Gd, Aditya Mulia, NiNit Yunita, Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu

Sejak kapan suka menulis?
Saya menulis sejak tahun 2005.

Bagaimana cara Nana menulis? Dikonsep/dibuat outline dulu apa langsung menulis?
Langsung menulis, tidak pakai outline

Sejak kapan Nana bisa melihat makhluk halus?
Sejak kecil

Apa ada pengalaman dari pembaca yang diganggu makhluk halus setelah membaca buku After School Horror?
Mungkin yang ini bisa ditanyakan ke pembaca ya

Tips menulis singkat dari Nana?
* Tulislah hal yang kamu benar-benar tahu dan suka
* Sebaiknya dibuat outline supaya cerita tidak melenceng dari ide awal
* Adakan riset yang memadai tentang materi yg kamu tulis
* Minta teman-teman dekat proof read begitu cerita selesai sebelum dikirim ke penerbit
* Libatkan perasaan kamu dalam menulis, karena sesuatu yang jujur dan tulus gampang menyentuh pembaca

Mau dapat buku After School Horror? Caranya mudah saja:

1. Berikan pendapatmu mengenai resensi buku After School Horror di kolom komentar.
2. Jangan lupa cantumkan nama, alamat email dan akun Twitter.
3. Pemenang akan dipilih berdasarkan komentar terbaik.
4. Akan ada satu pemenang yang akan dapat hadiah 3 buku horror selama virtual book ini berlangsung.
5. Pemenang yang berhak mendapatkan hadiah adalah yang memberikan komentar di 3 resensi buku horror yang akan diposting selama virtual book ini berlangsung di bulan Desember.
6. Giveaway ditutup tanggal 5 Januari 2014
7. Pemenang akan diumumkan tanggal 7 Januari 2014.
8. Good luck ^^

[Book Review] Tuesdays with Morrie by Mitch Albom @Gramedia

book_info

20131222-115311.jpg

Judul: Tuesdays with Morrie (Selasa Bersama Morrie)
Penulis: Mitch Albom
Edisi: Terjemahan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Juli 2011, cetakan kedelapan
Tebal: 209 halaman
ISBN: 978-979-22-5021-3
Kategori: Non Fiksi
Genre: Spiritual, Biografi
Dapat dari: Astrid
Bisa dibeli di: Bukabuku Harga: IDR 34,000
Kalimat pembuka:
Kuliah terakhir dalam hidup sang profesor yang sudah berusia lanjut itu berlangsung sepekan sekali di rumahnya di dekat jendela ruang kerja tempatnya dapat menikmati keindahan kembang sepatu yang bunganya merah jambu.

book_blurb

Bagi kita mungkin ia sosok orangtua, guru, atau teman sejawat. Seseorang yang lebih berumur, sabar, dan arif, yang memahami kita sebagai orang muda penuh gelora, yang membantu kita memandang dunia sebagai tempat yang lebih indah, dan memberitahu kita cara terbaik untuk mengarunginya. Bagi Mitch Albom, orang itu adalah Morrie Schwartz, seorang mahaguru yang pernah menjadi dosennya hampir dua puluh tahun yang lampau.

Barangkali, seperti Mitch, kita kehilangan kontak dengan sang guru sejalan dengan berlalunya waktu, banyaknya kesibukan, dan semakin dinginnya hubungan sesama manusia. Tidakkah kita ingin bertemu dengannya lagi untuk mencari jawab atas pertanyaan-pertanyaan besar yang masih menghantui kita, dan menimba kearifan guna menghadapi hari-hari sibuk kita dengan cara seperti ketika kita masih muda?

Bagi Mitch Albom, kesempatan kedua itu ada karena suatu keajaiban telah mempertemukannya kembali dengan Morrie pada bulan-bulan terakhir hidupnya. Keakraban yang segera hidup kembali di antara guru dan murid itu sekaligus menjadi sebuah “kuliah” akhir: kuliah tentang cara menjalani hidup. Selasa Bersama Morrie menghadirkan sebuah laporan rinci luar biasa seputar kebersamaan mereka.

thoughts

Surprised banget ternyata saya salah satu pemenang 2nd prize di blognya Astrid dalam rangka November Bloghop kemarin. Langsung aja saya nodong Astrid untuk menghadiahkan saya dua buku Mitch Albom: Tuesdays with Morrie dan Five People You Meet in Heaven. Terima kasih banyak ya, Astrid, untuk hadiah Natalnya :’)

Sebenarnya saya punya buku Tuesdays with Morrie yang saya beli dari OL Shop buku bekas. Namun, setelah diperiksa, bukunya ternyata buku jabakan. Saya paling nista membaca buku jabakan, nggak napsu. Setelah mendapat buku cetakan barunya, saya semangat banget membacanya.

Tuesdays with Morrie adalah buku kedua karya Mitch Albom yang saya baca tahun ini. Sebelumnya, saya membaca Have a Little Faith (review di sini).

Mirip dengan buku Have a Little Faith, buku ini membahas tentang makna hidup dari kacamata orang yang akan meninggal. Buku ini nggak terlalu tebal, namun membuat saya merenung panjang tentang hal sia-sia yang sudah saya lakukan selama ini.

Morrie Schwartz adalah seorang dosen senior yang disukai oleh para mahasiswanya di Brandeis University. Kelas sosiologinya kerap penuh oleh mahasiswa yang ingin mendengarkan kuliahnya. Tidak seperti dosen ilmu eksakta yang setelah selesai kuliah, tidak ada perpanjangan kontak, tidak demikian dengan Morrie. Seperti malaikat, ia bertindak sebagai perantara kasih orang-orang yang datang kepadanya untuk meminta bantuan.

Mitch Albom merupakan salah satu mahasiswa Morrie yang sudah lama hilang kontak dengannya. Mitch tidak sengaja menonton acara TV yang menyiarkan wawancara Morrie, dan segera ia mengontak sang guru tersebut.
Setiap hari Selasa, Mitch kembali belajar, dibimbing oleh Morrie yang kondisi fisiknya sudah sangat lemah.

20131222-014327.jpg

Pic from here

Morrie mengajarkan tentang berbagi dengan sesama, meluangkan waktu dengan orang-orang yang kita kasihi, pasrah dan menerima keadaan dan diri kita yang sekarang, bukan diri kita di masa lampau, juga belajar untuk membentuk budaya kita sendiri.

Budaya konsumerisme dan sosial media yang semakin mempersempit ruang interaksi dengan sesama manusia di dunia nyata adalah budaya yang salah, dan saya setuju. Saya semakin merenungkan tentang segala kesia-siaan yang saya lakukan.

Morrie juga mengajarkan tentang pentingnya memaafkan diri sendiri sebelum memaafkan orang lain. Saya kembali merenungkan tentang hubungan saya dengan beberapa orang yang dulu pernah dekat namun sekarang jadi jauh. I really want to reach to them and make things better. Semoga saja bisa.

Buku-buku Mitch Albom seperti antidote dari novel-novel fiksi yang saya baca, baik genre thriller mau pun romance. Rasanya seperti diguyur air dingin setelah membaca buku ini.

Satu hal lagi yang saya anggap penting yang saya petik dari buku ini adalah sehebat apapun seseorang, ia pasti memerlukan seorang guru. Seorang guru adalah orang yang bisa melihat kekurangan kita tanpa menghakimi, dan membimbing agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.

quotes

Yang paling penting dalam hidup adalah belajar cara memberikan cinta kita, dan membiarkan cinta itu datang. (hal. 55)

Sesungguhnya, begitu kita ingin tahu bagaimana kita akan mati, itu sama dengan belajar tentang bagaimana kita harus hidup. (hal. 87)

Ketika orang memanipulasi kita, membujuk kita membeli parfum tertentu supaya kita tampil menawan, atau membeli celana jeans yang akan membuat kiya tampak seksi—kemudian kita mempercayai orang-orang ini! Padahal semua omong kosong. (hal. 125)

20131125-062111.jpg

Until next time ^^

20131128-083529.jpg