Blog Archives

[Book Review] Queen, Empress, and Concubine by Claudia Gold

https://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg

20140726-045544.jpg

Judul: Queen, Empress, Concubine
Penulis: Claudia Gold
Penerjemah: Ida Rosdalina
Penerbit: Alvabet
Web Penerbit: link
Terbit: April 2012, cetakan pertama
Tebal: 152 halaman

ISBN: 978-602-9193-17-6
Kategori: Non Fiksi
Genre: Biografi, Sejarah
Beli di: Yes24
Harga: Rp. 115,900

book_blurb

Di balik dominasi laki-laki dalam sejarah, ternyata ada sejumlah perempuan hebat yang menjadi penguasa, sebagai ratu atau permaisuri, presiden atau perdana menteri. Kaum elit perempuan ini—yang berkuasa melalui suksesi dinasti, pemilu demokratis, atau dengan cara lain—telah mencapai kepemimpinan tertinggi dalam politik. Beberapa di antara mereka bahkan menjadi tokoh sangat berpengaruh dan karismatik dalam sejarah dunia.

50 Perempuan Penguasa melukiskan dengan jelas potret kehidupan 50 perempuan luar biasa yang memegang posisi politik sangat dominan dalam sejarah, dari Ratu Sheba di zaman kuno hingga Perdana Menteri Benazir Bhutto di era modern. Setiap profil tokoh digambarkan dengan jelas dalam konteks dan budaya setempat kala itu, sehingga memungkinkan sang penulis untuk tidak hanya menceritakan kisah hidup tokoh-tokoh perempuan yang penuh keberanian dan ketegasan ini, melainkan juga menyuguhkan informasi memikat perihal sejarah sosial alternatif selama 3.500 tahun terakhir.

Dilengkapi dengan gambar-gambar eksklusif untuk setiap tokoh serta didesain dengan tata letak isi yang bervariasi, buku ini benar-benar indah dan memikat. Dan, jika Anda meragukan kompetensi, keahlian, dan keagungan perempuan dalam kepemimpinan dan kekuasaan, buku ini akan dengan mudah membalikkan pandangan Anda.

thoughts

Saya nggak sengaja menemukan buku ini di situs Yes24. Tadinya saya mau membeli sepatu. Ternyata, memang dasar bukan rezeki, sepatu tersebut sold out. Saya bingung mau beli apa. Pada hari tersebut, buku ini muncul di halaman utama. Karena saya sedang menonton serial The Borgias, saya memutuskan untuk membeli buku ini. Dua tokoh dalam serial yang berdasarkan kisah nyata pemerintahan Vatikan era Paus Alexander VI tersebut, yaitu Lucrezia Borgia dan Catharina Sforza dibahas dalam buku ini.
Saya juga sedang membaca buku Maharani karya Pearl S. Buck. Tokoh utamanya, mantan selir yang menjadi Empress dinasti Qing, yaitu Ci Xi juga ada di buku ini.

Dari ke-50 tokoh wanita penguasa di buku ini, beberapa yang menarik perhatian saya adalah:
1. Nefertiti
Selain terkenal karena kecantikannya, Nefertiti dan suaminya, Akhenaten, berani membuat agama baru. Sebelumnya, rakyat Mesir memuja Amun-Ra. Saat Akhenaten berkuasa, ia menghancurkan kuil pemujaan terhadap dewa Amun, Mut, dan Khonsu, diganti dengan dewa tunggal, Aten.

2. Izebel
Istri raja Ahab yang memuja Baal ini menjadi musuh Elia. Suaminya yang dulu mengakui satu tuhan membiarkan istrinya membawa nabi-nabi palsu ke istananya. Ia juga membunuh nabi-nabi pemuja Yahweh. Sesuai ramalan Elia, Izebel mati mengenaskan. Sebelumnya saya pernah membaca kisah Izebel dari buku The Fifth Mountain yang reviewnya ada di sini.

3. Caterina Sforza
Musuh bebuyutan keluarga Borgia ini dikenal sebagai perempuan perkasa yang mampu berperang dalan keadaan hamil.
Ketika musuh mengancam akan membunuh anaknya, ia mengangkat roknya dan mempertontonkan kelaminnya sambil berkata bahwa ia tidak takut karena ia sanggup memproduksi lebih banyak anak lagi.

4. Mary Tudor
Ratu pertama Inggris yang ditolak ayahnya karena kasus pembatalan perkawinan antara ayahnya, Henry VIII dengan ibunya Catherine Aragon. Ia juga difitnah telah melakukan pembakaran massal kaum Protestan. Gara-gara peristiwa itu, ia dikenal dengan nama “Bloody Mary”.

5. Cixi
Selir kelas tiga yang naik pangkat menjadi istri raja karena kecerdasannya. Demi ambisinya untuk naik tahta, ia mencuri hati ibu suri, juga menjalin hubungan baik dengan kasim kerajaan dan pemegang kekuasaan politik. Ia melahirkan seorang putra yang kelak menjadi kaisar, namun anaknya mengangkat musuh Cixi menjadi menteri. Peristiwa berdarah tak terelakkan. Cixi memimpin tahun-tahun terakhir runtuhnya dinasti Manchu.

Yang saya sukai dari buku ini selain ukurannya yang besar (coffee table), juga ilustrasi dan halaman full color. Biografi tiap tokoh ringkas dan padat, dilengkapi inset kejadian penting dan kronologis dari awal mula berkuasa hingga tokoh tersebut tutup usia.

Sayangnya, terjemahannya masih terasa kaku di beberapa bagian.
Tapi secara keseluruhan saya suka buku ini. Gara-gara membaca buku ini saya jadi tertarik untuk mencari buku biografi beberapa tokohnya.

20140225-050101.jpg

Until next time

20131128-083529.jpg