[Opini Bareng] Hubungan Dengan Pembaca

image

Halo. Ketemu lagi di Opini Bareng, yaitu segmen khusus yang disponsori oleh BBI. Opini Bareng bulan ini bertepatan dengan Bookish Sunday, fitur Lust and Coffee yang muncul saat empunya blog sedang mood.

Kali ini saya akan membahas tentang buku yang terhubung dengan pembaca (books that are related to readers).

Buku pertama yang tokoh utamanya related dengan saya adalah:

image

Review

Saya pernah berada di posisi Hannah. Saya pernah depresi, sempat berpikir kematian akan membuat segala sesuatunya lebih baik. Tapi, saya bukan Hannah. Saya tidak akan ‘menghantui’ orang-orang yang pernah membully saya dengan kaset rekaman, dan tentu saja, saya masih hidup dan sehat wal afiat.

Pada saat saya membaca buku tersebut, beberapa kali saya menyeka airmata. Saya bisa merasakan kepedihan Hannah. Memang hidup saya tidak segelap hidup Hanna, tapi pada titik tertentu, saya memuji sekaligus mengutuk Jay Asher yang seolah bisa membaca saya.

Buku kedua yang saya banget adalah:

image

Review

Ok, tokoh utama novel Heart-shaped Box bukan cewek, tapi kami sama-sama pernah berkecimpung di dunia musik dan … berurusan dengan hantu. Saya nggak mau bercerita panjang lebar tentang pengalaman saya bersentuhan dengan makhluk halus, intinya saya dan Judas Coyne sama-sama pernah diteror hantu. Gilanya lagi, hantu pria bertopi ini pernah muncul di mimpi saya, duduk sambil menyeringai. One shitty fictional character comes to life.

Dan… ada juga satu buku yang saking ruwetnya sampai saya nggak kuat untuk lanjut membacanya:

image

Saya selalu berusaha open-minded dengan berbagai profesi dan latar belakang seseorang. Misalnya Roxana Shirazi yang pernah bekerja sebagai stripper, dan (masih) menjadi groupie band rock di AS dan Inggris. Atau Asa Akira yang (lebih ekstrim lagi) berprofesi sebagai bintang film porno. Bukan, bukan profesinya yang membuat saya ingin menggaruk tanah liat, tapi tulisannya. Buku Pamela des Barres konon laku keras dan sempat menghebohkan dunia perbukuan karena dia adalah salah satu pelopor groupie tahun 60-70an. Sayang, tulisannya membuat saya sakit kepala dan uang Rp. 140rb-an saya kandas begitu saja. Just my two cents, bayar editor dan rilis ulang. Mungkin akan lebih enak untuk dibaca.

Happy Sunday dan sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.

20141130-124836.jpg

image

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on April 26, 2015, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Itu buku linggisan semua? Dih saya bacanya terjemahan😀

  2. Waduh, ketemu hantu… *salah baca post ini malam2*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: