[Book Review] Maharani by Pearl S. Buck

image

image

image

Judul: Maharani (The Imperial Woman)
Penulis: Pearl S. Buck
Alih bahasa: Lily Wibisono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Web Penerbit: klik
Terbit: Agustus 1993, cetakan kedua
Tebal: 800 halaman (Buku 1 & 2)
ISBN: 979-511-563-4
Format: paperback
Kategori: Fiksi
Genre: Romance, Historical Fiction
Beli di: Second OLshop
Harga: IDR 30,000
Kalimat Pembuka:
Suatu hari di bulan April, di kota Peking, pada bulan keempat tahun Masehi 1852, bulan ketiga perhitungan Cina, tahun kedua ratus delapan Manchu, pada zaman Dinasti Ch’ing yang agung.

image

Maharani merupakan kisah yang banyak menggambarkan intrik-intrik khas timur, serta kekejaman yang tersembunyi di balik kemegahan dan kemewahan istana kekaisaran Manchu di Cina. Novel ini juga menyajikan kisah yang romantis dan mendebarkan tentang seorang wanita ambisius yang rela mengorbankan ikatan kekeluargaan serta pria yang dicintainya demi meraih kekuasaan. Ia berhasil selamat dari usaha-usaha untuk menyingkirkan dirinya serta percobaan-percobaan pembunuhan yang ditujukan terhadapnya, hingga dapat mempertahankan kedudukannya sebagai penguasa suatu negeri yang amat besar. Wanita cantik dan cerdas ini adalah Tzu Hsi, selir favorit seorang kaisar yang lemah, ibu sang Pewaris, wanita terakhir dan terbesar yang memerintah Cina. Ia adalah Sang Ratu Takhta Naga.

image

Ketika saya mengetik blurb, saya membacanya dengan suara Maria Oentoe. Siapakah beliau? Googling ya, adik-adik 😁.

Ok, sekarang pendapat saya tentang buku ini. Karena saya membaca buku edisi jadul, buku ini terasa panjang. Bayangkan saja, buku 1 dan 2 digabungkan jadi 800 halaman. Lumayan tebal. Saya juga agak lama membaca buku ini, karena selingkuh dulu dengan buku yang lain.
Bukan karena buku ini jelek (malah sebaliknya, saya suka banget sama buku ini), tapi karena saya butuh selingan ketika membaca buku ini.

Maharani bercerita tentang Orchid yang dipanggil ke istana untuk menjadi selir kaisar. Di istana, selir juga ada tingkatan. Orchid terpilih menjadi selir kelas 3, yang paling rendah. Seiring waktu, karena ia memiliki tubuh yang molek, wajah yang cantik, juga kepandaian yang bahkan melebihi calon istri kaisar, Orchid diangkat menjadi selir kelas satu dan menjadi kesayangan kaisar.
Sepupu Orchid, Sakota, yang dipilih kaisar untuk menjadi istrinya, posisinya tergeser karena Orchid lebih disayang oleh kaisar.

Sebenarnya, Orchid sudah dijodohkan dengan Jung Lu, pengawal istana. Keduanya saling mencintai. Namun Orchid memilih untuk menjadi selir istana demi meraih kekuasaan. Orchid (atau Ci Xi) mengandung dan melahirkan seorang putra, membuat kedudukannya semakin kuat di kerajaan.

Ci Xi adalah tipe wanita yang rela melakukan apa saja demi mencapai tujuan. Ia pintar mengambil hati ibu suri, kaisar, hingga kasim istana. Ia juga lihai dalam melakukan strategi politik untuk menjatuhkan lawannya.

Ketika puteranya menduduki tahta kaisar, Ci Xi masih berkuasa. Ia juga merasa insecure saat kaisar memiliki istri yang dicintainya, membuat Ci Xi ketakutan menantunya ingin merebut kekuasaan. Dan yang membuat Ci Xi cemburu adalah kaisar dan istrinya saling mencintai, tidak seperti dirinya yang harus berpisah dengan kekasihnya, Jung Lu, dan menikah dengan almarhum kaisar yang ia benci.

Buku ini alurnya tidak terlalu lambat walau cukup panjang. Saya juga suka dengan pemikiran Ci Xi yang praktis, tidak seperti kebanyakan wanita. Ia juga pintar berdiplomasi, suka membaca buku politik, pintar melukis, dan lihai membaca kelemahan lawan. Sedikit banyak saya jadi membandingkan Ci Xi dengan Empress Ki.

Maharani pertama kali terbit tahun 1956. Bayangkan bagaimana jadulnya bahasa yang digunakan Pearl S. Buck. Namun, saya tidak terganggu sama sekali. Gaya bercerita Pearl S. Buck tidak manis dan puitis, tapi lebih straight to the point dan menghentak-hentak penuh luapan emosi. Apalagi latar waktu Maharani di era dinasti Qing yang penuh gejolak di mana bangsa Barat datang untuk ‘mengacau’ dan terjadi perubahan pandangan terhadap budaya dan tradisi Tiongkok karena pengaruh bangsa Barat. Pada masa itu perdagangan opium juga marak di Cina, membuat banyak orang Cina jadi pecandu.
Karena saya suka dengan sejarah, mau tidak mau saya jadi membandingkan buku ini dengan sejarahnya. Dan saya menemukan buku ini:

image

Nanti saya akan baca dan tulis resensinya sebagai bahan perbandingan.

Satu pepatah yang mewakili cerita ini adalah “You can’t always get what you want.” Selalu harus ada yang dikorbankan dalam hidup.

image

Apakah seorang yang berjiwa besar akan menyombongkan jasanya?

Aku tidak mengerti mengapa kita harus menerima agama asing, sementara kita sendiri telah mempunyai tiga agama yang baik.

Wanita yang berkuasa tak pernah punya orang kepercayaan.

image

image

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on March 11, 2015, in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. halo mbak Yuska, salam kenal :)) nice review. dari dulu aku juga udah penasaran ma buku ini tapi sampe sekarang belum kesampean baca :p

  2. Punya buku ini, Maharani yang sudah jadi 1buju, tapi masih menumpuk manis ditimbunan karena bukunya lumayan tebel. Dari resensinya, Orchid/ Ci Xi ini wanita ambusius, cantik dan cerdas sampai mampu menjadi selir favorit dan membuat putranya naik tahta.
    Tapi mungkin, ada bagian dari dirinya yang haus akan cinta yang ditinggalkannya. Buku yang menarik, hanya pasti makan waktu buat mencernanya🙂 #hmm puas dulu baca resensinya saja.

  3. Aku juga punya buku ini, beli bekas juga🙂. tapi waktu beli blurbnya gak kubaca, langsung beli karena pengarangnya.

    Sampai sekarang belum kubaca, karena tebal dan masih banyak timbunan. Membaca review mbak Yuska jadi sedikit paham jalan ceritanya. Dan sepertinya sangat menarik karena karakter2 wanitanya tidak lemah dan berambisi. Biasanya cerita macam begini (seperti drama Jepang Oo-oku) ceritanya dari sudut pandang istri yang dicintai raja dan ditindas oleh istri jahat. Jadi pingin baca, karena kukira selama ini cerita romance biasa :p

  1. Pingback: Lucky No. 15 Reading Challenge | lustandcoffee

  2. Pingback: 12 Tahun Gagasmedia #TerusBergegas @Gagasmedia | lustandcoffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: