[Book Review] Peach Blossom Pavilion by Mingmei Yip

image

image

image

Title Peach Blossom Pavilion
Author: Mingmei Yip
Publisher: Kensington
Author’s Link: link
Date of Release: June 1, 2008
No. of Pages: 432
ISBN: 9781617739088
Format: Ebook
Category: Fiction
Genre: Chinese Lit, Historical Fiction, Romance
Where to Buy: Better World Books, $7.99 here
Opening Line:
The California sun slowly streams in through my apartment window, then gropes its way past a bamboo plant, a Chinese vase spilling with plum blossoms, a small incense burner, then finally lands on Bao Lan-Precious Orchid-the woman lying opposite me without a stitch on.

image

In a sunny California apartment, a young woman and her fiancé arrive to record her great-grandmother’s story. The story that unfolds of Precious Orchid’s life in China, where she rises from a childhood of shame to become one of the most successful courtesans in the land, is unlike any they’ve heard before. . .

When Precious Orchid’s father is falsely accused of a crime and found guilty, he is executed, leaving his family a legacy of dishonor. Her mother’s only option is to enter a Buddhist nunnery, so she gives her daughter over to the care of her sister in Shanghai.

At first, life at Peach Blossom Pavilion feels like a dream. Surrounded by exotic flowers, murmuring fountains, colorful fishponds, and bamboo groves, Precious Orchid sees herself thriving. She is schooled in music, literature, painting, calligraphy, and to her innocent surprise, the art of pleasuring men. For the beautiful Pavilion hides its darker purpose as an elite house of prostitution. And even as she commands the devotion of China’s most powerful men, Precious Orchid never gives up on her dream to escape the Pavilion, be reunited with her mother, avenge her father’s death, and find true love. And as the richest, most celebrated Ming Ji or “prestigious courtesan” in all of China, she just might have her way even if it comes with a devastating price. . .

Sweeping in scope and stunning in its evocation of China, Peach Blossom Pavilion is a remarkable novel with an unforgettable heroine at the heart of its powerful story. . .

image

Peach Blossom Pavilion adalah buku kedua karya Mingmei Yip yang saya baca. Saya pertama kali berkenalan dengan karya beliau melalui Petals From The Sky (link review), dan saya baca versi terjemahannya. Meskipun mendapat rating ‘pas-pasan’ di Goodreads, saya menyukai buku ini. Bahasanya puitis dan ceritanya bikin hati ‘nyes’.
Saya agak heran dengan rating buku Peach Blossom Pavilion yang lebih tinggi tapi saya nggak suka dengan buku ini.

Alasan saya:
1. Ceritanya terlalu mirip dengan Memoirs of a Geisha. Biaa dibilang Peach Blossom Pavilion adalah ripoff-nya MoaG.
2. Bahasa yang digunakan nggak seindah Petals from the Sky. Terlalu brutal vulgar untuk ukuran buku historical fiction. Terlalu banyak kata fuck yang bikin saya risih. Saya nggak akan protes menemukan fuck yang bertebaran di buku erotica, misalnya. Pemilihan kosa katanya kurang tepat.
3. Di luar kemiripan dengan MoaG, buku ini terlalu sinetronish. Xiang Xiang anak orang berada. Bapaknya dieksekusi padahal nggak bersalah. Ibunya jadi biksuni. Xiang Xiang dititipkan pada kenalannya, Fang Rong, yang mengaku orang kaya dan berjanji untuk membesarkan Xiang Xiang. Ibunya ini tidak tahu latar belakang Fang Rong, asal kasih dan percaya. Sesampainya di rumah bordil, Fang Rong dan suaminya tertawa seperti orang-orang jahat di sinetron gitu, mengejek ibu Xiang Xiang, berkata bahwa mereka mendapatkan anak cantik dengan gratis. Oh my
4. Ciri-ciri fisik yang digambarkan Mingmei Yip di buku ini juga sangat stereotip. Fang Rong digambarkan gemuk dengan tompel di pipi dan penampilan lebay.

Jujur aja, saya kecewa dengan buku ini, tidak sesuai dengan harapan. Seandainya saya membaca buku ini lebih dulu, mungkin saya tidak mau lagi membaca buku karya Mingmei Yip.

Yang saya sukai dari buku ini mungkin hanya pace-nya cepat dan bahasanya yang mudah dipahami.

Saya belum kapok untuk membaca buku karya Mingmei Yip. Tapi, jika mengecewakan lagi, saya akan berhenti dan melupakan Mingmei Yip.

image

image

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on March 6, 2015, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Wah saya malah belum pernah baca buku-buku Mingmei Yip. Koleksi bacaan saya dari pengarang Asia selain Indonesia tentunya tidak begitu banyak. Kalau menilik dari cuplikan di atas, gaya bahasanya memang mudah dipahami. Tapi kalau mirip dengan Memoirs of a Geisha sih hemmm rasanya mikir-mikir untuk baca. Memoirs of a Geisha sudah bagus, saya bacanya antara sedih, kesal, campur-aduk. Kalau ada buku yang ceritanya mirip tapi kualitasnya di bawahnya jadi malas bacanya. Terima kasih info bukunya, yang Petals of The Sky jadi pengin baca.

  1. Pingback: 100 Days of Asian Reads Challenge | lustandcoffee

  2. Pingback: Lucky No. 15 Reading Challenge | lustandcoffee

  3. Pingback: Daftar Peserta #ReviewMaret |

  4. Pingback: Daftar 10 #ReviewMaret Terbaik |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: