[Book Review] The Moon Opera by Bi Feiyu @Elexmedia

book_info

20141212-060641.jpg

Judul: The Moon Opera
Penulis: Bi Feiyu
Penerjemah: Indrayati Soebakdi J.A.
Penerbit: Elex Media Komputindo
Web Penerbit: klik
Goodreads: klik
Terbit: 30 Oktober 2013
Tebal: 144 halaman
ISBN: 9786020224084
Kategori: Fiksi
Genre: Budaya, Chinese Literature
Beli di: Mbak Maria
Harga: Rp. 15,000 (Clearance Sale)
Kalimat pembuka:
Bagi Qiao Bingzhang acara makan malam itu seperti kencan buta, dan dia baru menyadari setelah separuh acara berlangsung, bahwa lelaki yang duduk di seberangnya adalah seorang pengusaha pabrik rokok.

book_blurb

Bi Feiyu—seorang pujangga muda dari Cina yang berbakat—mengangkat kehidupan opera Cina dan bintangnya, menciptakan kembali segala godaan dan kesuksesan yang dihasilkan dari pementasan itu.

Seorang diva yang iri hati, Xiao Yanqiu, bintang dari Opera Rembulan—sebuah opera Cina yang sukses di zamannya—mencelakai pemeran penggantinya dengan air mendidih hingga cacat wajah seumur hidup. Dengan alasan itulah dia dikucilkan oleh anggota rombongan sandiwaranya, dan beralih menjadi seorang pengajar di sebuah akademi drama.

Dua puluh tahun kemudian, seorang bos pabrik rokok menawarkan diri untuk menanggung semua biaya pementasan ulang opera terkutuk itu, namun hanya jika Xiao Yanqiu yang memerankan peran Chang’e. Maka dia pun melakukannya, dan percaya bahwa dia adalah seorang dewi bulan yang hidup dalam keabadian.

Kisah yang dipenuhi dengan intrik, drama, dan kecemburuan di belakang panggung sebuah opera Peking, The Moon Opera menyajikan gambaran mengagumkan tentang seorang wanita dengan dunia yang secara tidak sadar telah menjunjung sekaligus membatasinya.

Editor’s Note
Kisah ini dituliskan dengan singkat namun dramatis oleh sang penulis. Sang penulis menampilkan emosi yang mengena dalam tulisannya. Membawa kita masuk ke dalamnya sehingga kita dapat mengikuti aliran emosi yang dibawa sang penulis ke dalam kisah itu. Dinominasikan dalam Independent Foreign Fiction Prize tahun 2008.

thoughts

The torment of envy is like a grain of sand in the eye.
(Chinese Proverb)

Di mana wanita berkumpul, di situ ada iri hati. Mungkin perempuan memiliki kadar iri dan cemburu yang lebih besar daripada pria. Entahlah. Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui kasus pencemaran nama baik hingga kriminal yang pelakunya wanita atas dasar iri hati atau cemburu.

Xiao Yanqiu, tokoh sentral dalam The Moon Opera, dikisahkan berparas cantik, memiliki tubuh indah dan lentur, serta suara merdu yang mampu memukau penonton opera. Di usia sembilan belas, Yanqiu tampil sebagai Chang’e (pemeran utama wanita dalam pertunjukan opera Cina). Dalam setiap pertunjukan opera, selalu ada pemeran pengganti untuk mendukung pemeran utama. Li Xuefen, aktris tersohor pada zamannya, bertugas sebagai pemeran pengganti dalam Opera Rembulan. Yanqiu yang tidak mau berbagi dengan Xuefen, memonopoli peran dalam panggung dan tidak memberi kesempatan pada Xuefen untuk unjuk kebolehan di depan penonton.

Konflik tak terelakkan. Yanqiu menyiram wajah Xuefen dengan air panas. Opera Rembulan tidak jadi dipentaskan.

Waktu berlalu dan Yanqiu bertambah usia. Pemilik pabrik rokok ingin agar Opera Rembulan kembali dipentaskan. Yanqiu bersemangat ingin kembali naik pentas, tapi kemampuan yang dulu ia miliki telah hilang. Chunlai, Chang’e baru yang masih muda didapuk untuk menggantikan Yanqiu. Sadar akan kemampuannya, Yanqiu melatih Chunlai agar penampilannya sempurna. Namun dalam hati, Yanqiu masih belum rela untuk mundur sebagai pemeran pengganti.

Selain konflik dalam grup opera, rumah tangga Yanqiu dengan suaminya, Miangua, juga mengalami turbulensi. Pada akhirnya, saya sebagai pembaca merasa kasihan pada Yanqiu.

Novel ini pendek dan sebenarnya bisa dibaca dalam sekali duduk. Namun saya tidak menemukan greget seperti saat membaca Farewell, My Concubine yang juga berkisah tentang pemain opera Cina dan rasa cemburu yang memicu konflik. Beberapa bagian The Moon Opera membuat saya bosan, terutama bagian Yanqiu dan Miangua. Novel ini singkat tapi kurang padat. Tokoh Yanqiu juga sangat menyebalkan. Airmata penyesalan seolah palsu dan tetap tidak menimbulkan rasa simpati.
Mungkin jika membaca bahasa aslinya, buku ini akan lebih enak dibaca. Sayang saya tidak bisa bahasa Mandarin.

Yang saya sukai dari buku ini adalah kutipannya. I’m a sucker for beautiful quotes. Gara-gara membaca buku ini, saya jadi kepikiran ingin punya 1 notebook khusus berisi kutipan.

Saya masih punya 1 buku karya Bi Feiyu lagi yang mengantri di timbunan. Semoga lebih seru dari The Moon Opera.

image

Ada saat ketika seorang wanita seakan memang terlahir untuk menjadi milik pria yang ditangisinya. (hal. 37)

Lelaki berkelahi dengan lelaki lain, tetapi perempuan menghabiskan seluruh hidup mereka untuk memerangi diri sendiri. (hal. 46)

20141212-072005.jpg

Need a second opinion?
Juushika

Have a fantastic day!

image

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on December 11, 2014, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Yanqiu ini tipe tokoh yang sebenarnya cukup menyebalkan, ada banyak sisi dalam dirinya yang menginginkan bahwa ia akan terus selamanya menjadi si pemeran utama, padahal kan tidak seperti itu. Yah, bagaimanapun, seorang wanita selalu ingin bersaing–tidak saja dengan para pria, tapi juga dengan sesama wanita.

    Aku sih berharap bisa belajar tentang Opera China-nya dari buku ini, belum pernah mencicipi soalnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: