[Book Review] Mencintaimu Pagi, Siang, Malam by Andrei Aksana

posting bareng BBI 2014

https://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg

10794324Judul: Mencintaimu Pagi, Siang, Malam
Penulis: Andrei Aksana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Februari 2011
Tebal: 224 halaman
ISBN: 978-979-22-6733-4
Kategori: Kumpulan Puisi
Genre: Romance
Beli di: Bazaar Gramedia Bintaro Plaza
Harga: Rp. 10,000
Bisa dibeli di: Bukabuku – Harga: Rp. 42,500
Kalimat pembuka:
Pagi untuk mencintaimu, seolah tak ada lagi hari esok.

book_blurb

@FiraBasuki:
Mencintai kamu.
Seperti dilebihkan waktu.
Setiap pagi bertambah rasaku.

@djenarmaesaayu:
Love is when you are falling in love every day with the same person.

@ratihkumala:
Musim panas sedang gerah dan patah hati.
Izinkan terik siang ini dia berteduh di mimpimu.

@clara_ng:
Malam adalah memoar luka, seperti angin mencatat pilu di palung mata dara-dara.
Pada keringat dadanya, gairah syahwat menelanjangi cinta.

thoughtsBelum pernah saya membaca buku kumpulan puisi sebelumnya. Thanks toBBI yang sudah menggelar event baca bareng dan mengambil tema buku ini. Kalau nggak mungkin saya juga nggak bakalan baca buku kumpulan puisi.

Puisi itu, terus terang, bukan genre favorit saya juga. Bisa dibilang saya menghindari buku puisi karena takut ribet dengan kata-kata puisi yang berbunga-bunga namun maknanya nggak jelas (atau saya nggak ngerti maksudnya). Ternyata, membaca puisi itu cukup menyenangkan. Apalagi buku kumpulain puisi karya Andrei Aksana ini termasuk ringan dan nggak njelimet. Kalimat-kalimat puitis nan indah mewarnai buku ini. Biasanya saya membaca novel karya Andrei yang juga disisipi puisi (yang saya kurang suka), tapi—anehnya—saya cukup menikmati buku Mencintaimu Pagi, Siang, Malam ini.

Karena saya bukan penggemar kalimat puitis nan indah berbunga dan bergelora, beberapa puisi pendek yang saya sukai dari buku ini justru yang tidak memakai kata ‘cinta’.

 

Pagi adalah hati yang percaya,
meski kamu entah di mana. (hal. 16)

Pagi untuk melupakan.
Semua yang semalam tak tergenggam. (hal. 21)

Pagi ketika kereta lewat,
tapi kamu tetap di peron,
menunggu tanpa pamrih. (hal. 24)

 

Di dalam buku ini ada cinta yang berbuah manis, cinta tak terbalas, perselingkuhan, juga kesendirian. Pokoknya semua tentang cinta. Namun, karena begitu banyak cinta yang diumbar, saya sempat tersendat membaca buku ini karena saya jenuh dengan cecintaan yang seolah tak berujung.

Sesuai dengan judulnya, penulis mengungkapkan perasaannya saat pagi, siang, hingga malam menjelang. Puisi malam terakhir ditutup dengan bittersweet, seolah ingin menutup cerita dan siap membuka lembaran yang baru.

 

20140225-050101.jpg

Until next time

20131128-083529.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on March 28, 2014, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. ini mngkin pengalaman baru aku kalau aku punya buku kumpulan puisi itu. Dari cover nya aja kelihatan bagus apalagi isinya dan isinya kumpulan puisi yang mengagumi cinta.
    aku rasa buku ini bagus untuk referensi puisi. dan sedikit puisi rayuan gombal tapi yang menusuk hati #hhhh:)

  2. dari sekejab cuplikan puisi nya itu, bagus bagus ya ….
    jadi ingin dapetin buku nya dan baca baca baca….
    #aamiin

  3. saya suka Andrei aksana. tulisannya romantis

  4. Bintang Maharani

    Sama lho, Mbak. Saya juga sebenarnya nggak begitu bersahabat sama buku kumpulan puisi. Bukan penyuka yang sastra banget gitu. Nama Andrei Aksana pun baru denger kali ini. Kalau baca puisi itu kadang lebih kejam dari cerpen. Baru mau menyelami maknanya, eh, malah sudah habis kalimatnya.
    Tapi perkenalan pertama saya pada bukumpu adalah saat saya pernah salah beli buku gara-gara kemakan omongan temen yang seenak jidatnya nawarin, “beli ini aja nih, bagus loh bukunya!” Saya kira novel. Pas buka sampe rumah ternyata kumpulan puisi.
    Judulnya “Cinta Itu, Kamu” dari Moammar Emka terbitan GagasMedia. Puisinya tentu aja semua tentang cinta pada si Kamu, dan isinya bagus-bagus. Malah dari buku itu dapat CD juga berisi suara orang baca puisi yang diiringi nada. Ternyata dengerin orang baca puisi itu lebih bersensasi ketimbang baca puisi dari tulisan. Saya lebih betah dengerin CD-nya😄
    Tapi ya itu, seperti kata Mbak Yuska di atas, baca buku dengan satu tema begini jadi mudah bosan bacanya dengan ratusan puisi yang semuanya tentang cinta…😦
    Kalau Mbak Yuska mau coba cicip “Cinta Itu, Kamu” silakan lho dicoba. Siapa tahu bisa menggiring Mbak Yuska merasakan jatuh cinta kembali😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: