[Book Review] Warna Air by Kim Dong Hwa

book_info

8949011

Judul: Warna Air (Trilogi Warna #2)
Penulis: Kim Dong Hwa
Penerjemah: Rosi L. Simamora
Editor: Tanti Lesmana
Illustrator: Kim Dong Hwa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Agustus 2010
Tebal: 320 halaman
ISBN: 9789792259889
Kategori: Novel Grafis
Genre: Family, Sex Ed, Romance, Korean Culture
Beli di: Bukabuku.com
Kalimat pertama:
Bunga-bunga ini indah sekali.

book_blurbWarna Air adalah buku kedua dari Trilogi Warna karya Kim Dong Hwa, Dalam buku ini, Ehwa yang cantik telah bertambah dewasa, sementara hubungan ibunya dengan si tukang gambar semakin serius. Ehwa, yang telah mengerti rasanya jatuh cinta, untuk pertama kali dalam hidupnya menyimpan rahasia dari ibunya.

Alam pedesaan Korea yang dilukiskan dengan indah menjadi latar belakang kisah tentang cinta dan perjalanan menjadi dewasa ini.

thoughts

Buku kedua dari trilogi Warna ini mengisahkan Ehwa remaja yang mulai beranjak dewasa muda. Ehwa mengutarakan isi hatinya mengenai pria yang ia sukai: Chung-Myung dan Sunoo kepada ibunya. Ehwa merasa kedua laki-laki itu datang dan pergi dalam sekejap. Ibu Ehwa berkata, bahwa pria ketiga yang akan memikat Ehwa. Third time’s fhe charm, seperti.n141) kata pepatah.

Pria ketiga yang datang dalam hidup Ehwa adalah Duksam, laki-laki bertubuh tinggi tegap yang jago bergulat.

Lucunya, Duksam datang ketika Ehwa mandi, dan kembali ketika ibunya mandi *LOL*

Eksplorasi seksual Ehwa juga sudah sampai ke hubungan intercourse antar sepasang kekasih. Bongsoon, sahabat Ehwa yang lebih ahli dalam masalah ini mengajari Ehwa bagaimana cara orang dewasa melakukan aktivitas ‘rahasia’.

Yang lucu adalah ketika Ehwa membahas tentang bunga kastanye kepada ibunya. Muka ibunya langsung menjadi merah. Bunga kastanye ternyata memiliki konotasi seksual.

Salah satu bab yang kocak adalah ketika Master Cho, kakek mata keranjang bos Duksam naksir Ehwa dan meminta jasa mak comblang untuk mendapatkan Ehwa. Segala daya upaya ia lakukan demi mendapatkan Ehwa. Ibu Ehwa berang, karena tentu saja si tua bangka Cho tidak pantas untuk anaknya. Seperti layaknya bunga yang cantik, semakin banyak kumbang yang melihatnya, maka semakin banyak yang ingin hinggap di atasnya. Begitu juga dengan perempuan cantik yang sering jalan keluar.

Warna Air tidak seseru Warna Tanah, namun masih asik untuk dinikmati.

quotes

Kau bisa mengatakan banyak hal tentang seorang laki-laki hanya dari kesan yang ditimbulkannya. (hal. 48)

Meskipun cinta yang di mata bagaikan petir, cinta di hati adalah seperti perapian. (hal. 52)

Konon katanya perempuan tidak pernah terlalu tua untuk bunga. (hal. 59)

Jangan memercayai seorang gadis yang mengatakan ia tidak bakal menikah. (hal 141)

Memiliki orangtua yang baik dan anak-anak yang baik adalah anugerah, namun bertemu suami yang baik adalah sesuatu yang langka dan indah. (hal. 163)

Wanita tak perlu memanjakan dirinya untuk membuat seseorang terkesan. Dia bisa melakukannya hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri. (hal. 208)

Takdir tak pernah mau mendengarkan perintah kita, jadi janganlah kita mencoba memanipulasinya. (hal. 252)

20131119-085715.jpg

Until next time

20130330-114856.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on November 28, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: