[Book Review] Vampire Academy: The Graphic Novel by Richelle Mead

book_info

20131123-104305.jpg

Title: Vampire Academy: The Graphic Novel
Author: Richelle Mead
Adapted by: Leigh Dragoon
Illustrator: Emma Vieceli
Publisher: Razorbill
Published: August 23, 2011
No. of Pages: 144
ISBN: 9781595144294
Category: Graphic Novel
Genre: Romance, Young Adult, Paranormal
Bought at: Periplus Pondok Indah Mall IDR 20,000
Link: Periplus

book_blurb

After two years on the run, best friends Rose and Lissa are caught and returned to St. Vladimir’s Academy, a private high school for vampires and half-bloods. It’s filled with intrigue, danger—and even romance.

Enter their dark, fascinating world through a new series of 144-page full-color graphic novels. The entire first Vampire Academy novel has been adapted for book one by Leigh Dragoon and overseen by Richelle Mead, while the beautiful art of acclaimed British illustrator Emma Vieceli brings the story to life.

thoughts

Penasaran dengan novelnya, saya memilih membaca novel grafisnya lebih dulu sekalian intip preview-nya.

Vampire Academy dibuka dengan adegan Rose yang bermimpi tentang kecelakaan yang menimpanya.
Ia dan Lissa bersahabat sejak kecil. Rose ditakdirkan untuk menjadi pelindung Lissa, asa hubungan batin yang kuat. Jika hal buruk terjadi pada Lissa, Rose merasakannya. Seperti ada telepati.

Mereka berdua lari dari St. Vladimir’s Academy, sekolah (calon) vampir. Dijemput Dimitri dan rekannya, Rose dan Lissa digiring ke kampus.

Rose adalah dhampir (setengah manusia, setengah moroi). Kekuatan supranatural yang dimilikinya hanyalah kemampuan telepati dengan Lissa. Sedangkan Lissa adalah moroi (vampir, makhluk abadi). Lissa mampu menyembuhkan dan mengontrol pikiran manusia.

Di sekolah, keadaan tidak bertambah baik. Ada Mia, social climber, yang iri dengan Lissa yang keturunan bangsawan. Lalu ada Dimitri yang jatuh cinta paea Rose. Ada juga Christian, keturunan Strigoi (mantan moroi/dhampir/manusia yang kehilangan kekuatan magis dan menjadi makhluk abadi dengan meminum darah moroi).

Dalam novel ini, tokoh yang saya sukai hanya Dimitri dan Christian. Seperti mitos novel YA pada umumnya, tokoh perempuannya menyebalkan. Bahkan saya tidak memiliki simpati pada Lissa yang digambarkan lemah dan diteror oleh seseorang.

Setelah membaca novel grafisnya, saya jadi mikir ulang mau baca novelnya.

Ilustrasinya lumayan, beda gaya sih dengan Kim Dong Hwa. Warna-warna yang dipakai terkesan suram dan gelap (ya, tema vampir sih).

Overall, novel grafis ini cukup menghibur dan bisa dibaca cepat. Really worth the money.

quotes

Magic can’t create emotions that aren’t already there.

Feeding is better than sex – or so I imagine since I’ve never had sex.

20130923-121407.jpg

Until next time

20130330-114856.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on November 28, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: