[Gagas Debut Tour] Kei Character Analysis and Tidbits @Gagasmedia

GD6

kei

character

salaSala adalah anak yatim yang tidak mengenal ayahnya. Lahir dari pasangan di luar nikah, Sala kerap diolok-olok dan menjadi sasaran cemoohan teman-teman sekolahnya. Ketika Sala pulang sekolah dalam keadaan babak-belur habis menghajar temannya karena mengata-ngatainya anak haram, ia dimarahi ibunya, Martina.

“Nak, kau tahu dalam ajaran adat Kei, satu-satunya alasan orang berperang atau berkelahi adalah untuk mempertahankan kehormatan kaum perempuan dan kedaulatan batas wilayah. Tolong jangan berkelahi lagi. Laki-laki yang benar-benar lelaki tak akan sembarang berkelahi.” (hal 44).

Sala tumbuh menjadi lelaki yang bertanggung jawab dan sangat menyayangi ibunya. Ia juga sangat menjungjung adat Kei. Sala tidak pernah mau bertempur melawan saudaranya sendiri. Namun, takdir membawanya ke Jakarta dan bersentuhan dengan dunia hitam di sana.

Sala yang mencintai Namira juga memiliki hati yang lembut dan tulus. Seperti yang saya dengar dari orangtua, laki-laki yang menghormati ibunya pasti sangat menyayangi (calon) istrinya. So, untuk perempuan yang sedang tahap mencari jodoh, carilah laki-laki yang sayang sama ibunya.

Sala juga setia kawan, naif, dan rela berkorban demi orang yang ia sayangi. Di Jakarta, ia sangat menyayangi Ali, anak kecil yang dibawa oleh Bos Yo yang kemudian ia pelihara di markasnya.

Dari segi fisik, Sala berwajah mirip James Franco kalau menurut deskripsi penulisnya. Berambut ombak, kulit tan dan tubuh yang tegap, walau tidak terlalu tinggi. Sala juga pintar bermain gitar dan rajin beribadah di gereja. Pokoknya, Sala adalah gambaran pria idaman, hehehe.

NamiraNamira, gadis asal desa Elaar adalah gadis desa yang lugu dan ramah. Ia bersahabat dengan Mery, yang berbeda keyakinan dengannya. Hingga ia bertemu dengan Sala, pria beragama Protestan yang juga berseberangan dengannya yang muslim. Ketika kerusuhan terjadi, Namira terpisah dengan kedua orangtuanya yang entah berada di mana. Namira itu perempuan banget, perasaannya juga halus.

Namira juga diceritakan selalu beruntung bertemu dengan orang-orang baik yang selalu menolongnya. Pertama, ia bertemu Esme yang memberikannya kalung emas. Lalu, ketika desa Mery diserang, Namira dikira kenalan seseorang yang menariknya ke kapal pengungsi menuju Makassar. Tiba di Makassar, ia bertemu dengan gadis yang mengajaknya tinggal bersama ibunya, bahkan Namira diberi pekerjaan sebagai penjaga toko barang antik. Kebaikan selalu menghampiri orang baik juga. Namun, karena karakter Namira yang baik ini, konflik di novel Kei terasa kurang menggebu. Setelah membaca novelnya keseluruhan, saya baru mengerti bahwa antagonis memang tidak selalu harus berbentuk tokoh. Keadaan juga bisa menjadi antagonis yang menghancurkan hidup tokohnya.

Selain kedua tokoh utama novel Kei, ada dua tokoh minor yang menjadi favorit saya:

Ali

Ali adalah anak yang dipungut oleh Bos Yo dan menjadi pesuruh anak buah Bos Yo di markasnya. Ali sangat mengagumi Sala yang tidak banyak bicara dan memiliki sorot mata orang baik, tidak seperti kebanyakan anak buah Bos Yo yang berperangai buruk dan suka seenaknya menyuruh-nyuruh Ali.

Saking sayangnya Ali pada Sala, ia menyempilkan benda peninggalan kakeknya ditas Sala ketika ia bertolak kembali ke Kei. Benda tersebut menurut Ali akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya.

Satu lagi tokoh minor yang saya sukai adalah Rohana yang bertubuh tambun namun memiliki karakter periang dan suka melucu. Rohana juga yang meyakinkan Namira bahwa Sala adalah pria berhati baik dan bersungguh-sungguh mencintainya.

tidbits

kei
Pic from here

Kei adalah kepulauan yang letaknya terhimpit oleh laut Banda dan Papua. Kei memiliki pantai yang luar biasa indah, seperti foto di atas. Jadi pengin rebahan di atas pasir yang putih sambil menatap laut yang jernih.

Lalu, ada juga adat Maluku bernama Sasi Laut yang melarang penduduk untuk mengambil sumber daya laut dalam jangka waktu tertentu. Jika dilanggar, maka sanksinya berat, hingga dapat membuat keluarga malu.

Untuk lebih tahu lebih lanjut tentang sasi Laut, bisa dibaca di sini.

Kerusuhan di Maluku tahun 1999-2002 menyisakan trauma yang berkepanjangan bagi warganya. Pertikaian antar agama yang sebelumnya tidak pernah terjadi menjadi senjata bagi oknum tertentu untuk memecah-belah kerukunan warga Maluku.

120725_REUTERS_ID_IDPAMBON_
Pic from here

Para pengungsi dari Maluku banyak juga yang lari ke Jakarta, dan menjadi preman. Banyak bos dunia hitam yang berasal dari daerah Maluku dan memiliki ‘usaha penyedia jasa keamanan’ yang terorganisir dan berjalan secara underground.

Yang ingin tahu sepak terjang preman di Jakarta, bisa klik di sini.

Novel Kei berbicara tentang fakta yang difiksikan. Banyak fakta sejarah berbau politik yang mewarnai novel ini. Yang penasaran dengan Kei, bisa langsung ke toko buku ya🙂

Giveaway Aku Tahu Kamu Hantu dan Kei masih berlangsung lho hingga akhir November 2013. Jangan lupa untuk ikutan ya, siapa tahu kamu yang beruntung mendapatkannya.

Until next time,

20130923-121453.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on November 7, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. ka Yuska, punya referensi novel yang kental unsur kebudayaan Indonesia-nya? Aku boleh minta rekomendasi buku bagus?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: