[Gagas Debut Tour] Book Review + Giveaway: Kei by Erni Aladjai @Gagasmedia

GD4

book_info

Jukeidul: Kei

Penulis: Erni Aladjai

Penerbit: GagasMedia

Terbit: 19 Agustus 2013

Tebal: 250 halaman

ISBN: 9789797806491

Kategori: Novel Fiksi

Genre: Roman, Perang Saudara, Kultur

Dapat dari: penerbit untuk diresensi

Bisa dibeli di: [Bukabuku] [Yes24]

Kalimat pertama: Di sinilah pada akhirnya, Namira Evav menemukan dirinya, terkurung dalam hiruk-pikuk ribuan calon penumpang dan teriakan penjual buah berdebu, sari markisa, hingga pedagang makanan kotak dengan isi; nasi setengah mentah, dan lauk sayap ayam yang dimasak asal-asalan.

book_blurb

Mari kuceritakan kisah sedih tentang kehilangan. Rasa sakit yang merupa serta perih yang menjejakkan duka. Namun, jangan terlalu bersedih, karena aku akan menceritakan pula tentang harapan. Tentang cinta yang tetap menyetia meski takdir hampir kehilangan pegangan.

Mari kuceritakan tentang orang-orang yang bertemu di bawah langit sewarna biru. Orang-orang yang memilih marah, lalu saling menorehkan luka. Juga kisah orang-orang yang memilih berjalan bersisian, dengan tangan tetap saling memegang.

Mari, mari kuceritakan tentang marah, tentang sedih, tentang langit dan senja yang tak searah, juga tentang cinta yang selalu ada dalam tiap cerita.

***

“Kei dituturkan lewat penokohan yang dinamis dan mendalam, pengelolaan alur yang intens dan kompleks tanpa menjadikan jalan cerita hilang. Latar yang dipilih pengarang berpadu secara selaras dengan konflik utama dalam cerita.”
Pidato A.S. Laksana — Sastrawan dan Juri Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2012

thoughtsNovel berjudul singkat dengan satu suku kata ini tadinya saya pikir adalah nama orang, ternyata saya salah besar. Kei merupakan salah satu kepulauan di Maluku Tenggara, a hidden paradise dengan pantai yang indah yang hampir tak terjamah turis.

Selain itu, tagline Kei juga sangat catchy, kutemukan cinta di tengah perang. Perang apa? Saya sempat berpikir perang kemerdekaan antara tahun 1942 sampai 1945. Ternyata saya salah lagi (untung saya sudah lulus SMA dan nggak sedang mengikuti ujian sejarah. Kalau nggak, dijamin nggak lulus).

Premisnya (yang juga tagline Kei) sangat sederhana. Cinta yang tumbuh di tengah perang saudara.

Adalah Namira, gadis asal desa Elaar yang beragama Islam bertemu dengan pemuda Protestan bernama Sala yang berasal dari desa Watran di lokasi pengungsian. Keduanya terusir dari tempat tinggalnya masing-masing karena adanya serangan dari kawanan pemuda dari desa tetangga. Kedua desa yang ditinggali oleh Namira dan Sala tadinya merupakan desa yang aman, damai dan tenteram. Namun, kedamaian tersebut terusik karena adanya penyerangan tak terduga dari desa seberang yang menewaskan banyak orang. Penduduk Maluku terbagi menjadi dua kelompok: kelompok putih dan merah. Keduanya saling menyerang dan menumpahkan darah.

Ketika keduanya harus kehilangan orangtua, Namira dan Sala harus berpisah karena adanya penyerangan ke daerah pengungsian, juga kampung Mery, tempat terakhir Namira mengungsi. Takdir memisahkan Namira dan Sala. Namira pergi ke Makassar, sedangkan Sala diajak Edo, temannya untuk mengadu nasib ke Jakarta.

Di Makassar, Namira bertemu dengan orang yang baik hati, sedangkan Sala bernasib sebaliknya. lalu, bagaimana nasib keduanya?

Novel Kei tidak hanya mengupas tentang kerusuhan di Maluku tahun 1999. Bukan hanya berkisah tentang pergolakan politik dan kesengsaraan. Lebih dari itu, Kei mengisahkan tentang cinta, persaudaraan, kasih, juga betapa pentingnya falsafah adat yang dianut oleh penduduknya.

Salah satu adegan yang paling berkesan adalah: ketika sekelompok pria hendak menyerang kampung Mery. Para wanita menghadang dengan memberikan sirih dan pinang. Seketika, si penyerang menjatuhkan senjata, dan tak berkutik di hadapan wanita.

Adat Kei mengajarkan bahwa pantang untuk membuat wanita menangis. Airmata wanita diibaratkan seperti emas.

Masih ditemukan beberapa typo, namun tidak mengganggu esensi cerita. Lalu, yang bikin saya tersenyum adalah kesukaan Mery dan Namira mendengarkan Poppy Mercury dan Nike Ardilla.

Di halaman 61 ada paragraf seperti ini:

“Jangan bicara begitu, lebih baik kita diam, Bu. Kondisi serupa ini, satu kata saja yang khilaf bisa membuat perkelahian besar,” dengan lembut Samrina memperingatkan Ibu yang bebicara menggebu-gebu itu.

Sepertinya Namira yang berbicara di situ, bukan Samrina.

Lalu, di halaman 207 tertulis seperti ini:

Mendengar ancaman Sala. Ali terdiam.

Seharusnya koma, bukan titik.

Beberapa tokohnya digambarkan mirip dengan selebriti terkenal. Misalnya, Sala dikatakan mirip dengan James Franco, lalu Bos Yo memiliki wajah mirip Bucek Depp. I don’t mind celebrity doppelganger, tapi lebih seru kalau dideskripsikan sedemikian rupa sehingga kita bisa membayangkan rupa tokohnya tanpa dimirip-miripi dengan celebrity.

Kisah cinta dua insan yang berbeda keyakinan memang sudah sering ditulis, namun penyampaian Erni khas sehingga membuat tema ini tidak basi. Hubungan antara Namira dan Sala diceritakan dengan manis, tidak menggebu-gebu. Seolah menjadi penyejuk dan penyegar disela suasana mencekam di tempat pengungsian. Dan mengapa orang Timur (Ambon atau Flores) itu selalu identik dengan preman atau debt collector di kota-kota besar ya? Agak ngeri mengingat hal ini. Padahal adat mereka mengajarkan segala kebaikan dan mengharamkan kekerasan. Jakarta memang sebegitu kejamnya sehingga bisa membuat orang baik menjadi jahat, benar-benar city of evil.

Ada bab yang membuat saya berkaca-kaca, yaitu ketika Sala harus kehilangan ibunya. Juga ketika Namira bertemu dengan Kumala dan ibunya.

Overall, novel Kei mengajarkan banyak hal, termasuk sejarah dan luhurnya adat penduduk Maluku.

quotesKita adalah telur-telur yang berasal dari ikan yang sama dan seekor burung yang sama pula. – pepatah adat Pulau Kei.

Kau bisa menghormati ibumu dengan menjadi lelaki yang tangguh, bekerja dan tahan kesendirian. (hal. 32)

Di saat rusuh begini, orang-orang mestinya banyak mengenang sejarah. (hal. 44)

20130923-121407.jpg

Intip review Kei yang lain di bawah ini:

Ariansyah
Elfa

GA1

Mau dapat novel Kei? Caranya mudah aja. Klik logo Rafflecopter di bawah ya🙂
RC

Giveaway ini berlangsung sampai 20 November 2013 dan pengumuman pemenang pada tanggal 23 November 2013.

Besok bakalan ada interview dengan Erni Aladjai mengenai serba-serbi novel Kei. Stay tuned ya ^^

Good luck ^^

20130923-121453.jpg

Please visit Gagas Debut Host:

Nike
Wangga Kharisnu
Hadi Kurniawan
Ditter
Sulis
Rido Arbain
Winda
Ifnur
Dunia Anak Remaja
Yuniari
Wuri
Halida
Epphy

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on November 5, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 30 Comments.

  1. Aulia Ratri
    @auliaaRatri
    aulian_rhatri@ymail.com

    Aku sempat penasaran sama novel ini karena covernya yang keren, tapi belum baca sinopsis dibelakang bukunya :p

    oke bgt review-ya Ka Yuska, aku emang lagi cari buku yang kental unsur kebudayaan Indonesianya, aku rasa buku ini tepat? Isn’t it?

    untuk urusan review-review-an, aku selalu nyari di blog ini untuk pastiin buku yang mau aku beli bakal memuaskan atau nggak. setelah beberapa bulan sering berkunjung ke blog-nya kaka, aku sering nemuin kesamaan pendapat kaka terhadap buku yang di-review sama pendapat aku setelah baca buku yang sama.

    oh iya, sukses buat novel kaka yang menang #Deathly7Sins yah, aku udah liat youtube-nya, Sure, aku penasaran banget!! Aku lagi jatuh cinta sama genre thriller😀

  2. tertarik baca postnya karena judulnya Kei, karakter fav saya di Moon Child *w*

    hmmm, salah satu temen pernah cerita masalah novel dengan cerita cinta beda keyakinan, Indonesia sekali ya, mungkin saya harus baca ini…..kapan-kapan😀

  3. ah ternyata harus nyebutin id
    Mide | @hami_02 | fmajeur@gmail.com

  4. Waduh, ini keren deh kelihatannya. Mengusung Indonesia banget, nggak yang sok-sokan pake luar negeri🙂 Wajib diapresiasi. Kisahnya juga menyentuh. Bener-bener pengen baca.

    ratrianugrah[at]ymail[dot]com
    @imawesomenerd

  5. baca review nya ajja udah seru, apalagi baca novelnya dari awal sampe abiss😀😀

    puspa_siwi@ymail.com
    @uuiiee_

  6. nama: Ratri Ade Prima Puspita
    email : ratri_ad26@yahoo.co.id
    akun Twitter: @ratweezia

    Ngomongin soal novel “Kei” aku pikir ini novel horor atau paling nggak novel misteri lah gara-gara liat covernya yang item-item ala dunia lain gitu :p Eh, ternyata novel percintaan yang dibungkus peristiwa perang saudara dalam ruang kultur masyarakat Maluku. Yang membuatku kaget adalah, menyinggung Poppy Mercury dan Nike Ardilla. Jarang banget ada novel kayak gini. Hmmm, malah jadi penasaran, kira-kira isinya seperti apa, nih?

    Mengenai reviewnya, aku suka gaya review Mbak Yuska. Bahasanya enteng dan gaya penulisannya menarik. Mbak Yuska juga cukup kritis dalam menyampaikan kritik novelnya So, kalau butuh rekomendasi buku keren, blogwalking aja ke blognya Mbak Yuska. Iya, kan?

    Terima kasih untuk GA-nya. Sukses selalu🙂

  7. Liat covernya nggak mencerminkan isinya. Tapi begitu tahu novel ini tentang cinta beda agama dan perang saudara, jadi pengen baca.

    tyashc@gmail.com
    @tyaas_hc

  8. awalnya nggak terlalu tertarik sama bukunya, soalnya kesannya berat, gak kaya novel romance teenlit pada umumnya. tapi, seperti biasa, review Mbak Yuska ini bikin penasaran dan jadi ada ketertarikan sama isi bukunya. kebetulan saya juga belum pernah baca-baca buku yang ada unsur ‘konflik’ gitu. hehehe. semoga dapet bukunya ini, deh:)

    Natasha Adelina
    natasha.adelina@gmail.com
    @natashey

  9. Belakangan ini saya agak jenuh sama novel cinta-cintaan drama ala Ibukota yang berkisar itu-itu saja. Nah, di tengah kejenuhan saya itu, saya membaca Notasi, yang anti mainstream, sangat bertolak belakang dengan genre kesukaan saya (contemporary romance).

    Hubungannya dengan review di atas? sepertinya Kei ini akan mirip dengan Notasi yang anti mainstream. Tapi semoga dengan ending yang berbeda. :))

  10. Ikutan ya kak😀

    Pertama-tama, itu, “Judul”nya kepenggal sama cover buku, mungkin bisa diedit😀 Overall, I really like the review. Bikin aku makin penasaran. Aku gak pernah baca kisah cinta semasa perang. It must be sweet xD

    Sama, aku juga kira Kei itu nama orang :p

    That’s all. Thanks for such a great review and giveaway. Keep writing!😀

  11. Yang jelas reviewnya sangat bikin orang penasaran. Penuturannya juga enak. Detail analisanya bikin langsung ‘ngeh’ apakah novel ini selera aku atau tidak, dan kesimpulan sementara, iya, novel ini selera aku.
    Nama : Dian. S
    Email : dian.sagit4@gmail.com
    Twitter : @DeeLaluna

  12. saya suka reviewnya, walaupun kelihatan panjang, namun saat dibaca mengalir saja, sampai enggak terasa udah bagian akhir saja. Kelebihan dan kekurangan dari buku ini juga dijelaskan. Jadinya, tidak hanya melihat satu sisi nya saja.

    Dari cover nya terkesan gelap isi novel, penuh kemisteriusan. Itu juga poin lebih dari novel ini🙂 Selain review disini, saya juga suka review mbak di yes24😀 *mbak juga menang kan di sana =))* #ehkokmalahbahasini :p

  13. Ila Aulia Rahmah

    Ila Aulia Rahmah
    @ilaciouss
    la_aulia97@yahoo.com

    Wah, tetep ya, reviewnya kak yuska itu lengkap. Semuanya ada, dari data novel, sinopsis, pendapat pribadi, rating samapai quote-quote yang bagus-bagus ada🙂
    Habis baca reviewnya, jadi lebih penasaran dengan kelengkapan ceritanya, tema perang dipadukan dengan cinta mungkin belum terlalu banyak, jadi bisa sebagai awal yang baik🙂

  14. Mbak maaf, saya lupa nulis identitas.
    Email: dianmayasari@gmail.com
    Twitter: @dianmayy

  15. *ralat*
    Mbak maaf, saya lupa nulis identitas.
    Email: dianmayasariazis@gmail.com
    Twitter: @dianmayy

  16. siti Rista
    @ristaRiztha
    rista.clover8@gmail.com

    Liat covernya aku kira ini novel horror atau thriller abis suram gitu tapi pas Baca sinopsis + review bikin aku sesak sekaligus penasaran dan siap-siap sedia tisu.

  17. Aku penasaran dengan novel ini yang mengambil latar belakang nonfiksi dan menceritakan kisahnya secara fiksi. Dan tumben aja Gagas menerbitkan buku dengan genre seperti ini lain dari yang lain.

    Review Mbak Yuska bikin aku makin pengen buku ini jadinya😄

  18. wah kesan pertama ngeliat cover buku sama kesan yg didapat setelah baca review novel sangat jauh berbeda >.<
    dilihat dari covernya saya kirain ini buku yang bernuansa misteri dan kebarat-baratan semacam novelnya Agatha Christie, ehh setelah baca review-nya ternyata bukan, jauh banget dan beda banget o.o

    dilihat dari review, bukunya Indonesia banget, tertarik deh dengan buku yang kaya gini, soalnya selain kita bisa nikmatin jalan cerita yang ada di novel, kita juga bisa nimba ilmu tentang hal yang belum kita ketahui, ya, mengenai Pulau Kei itu ^^ (Kei yg awalnya kukira adalah nama sebuah misteri :v )

    dan terlebih lagi ini novel ada romannya dan kata mba Yuska penyampaian romannya sangat khas sehingga ngga basi kalo dibaca, udah gitu mba Yuska gak buka spoiler gede-gede alhasil saya jadi penasaran dan aaaaaw…. pengen bacaa T^T

    Agiesta Anindya Putri

    @Agiesta_Anindya

    agiesta_ap@yahoo.co.id

  19. Saya langsung tertarik dengan novel Kei ini begitu melihat covernya. Simpel, tapi cantik.
    Jarang juga novel remaja dalam negeri yang mengangkat tema dalam novel Kei ini, jadi saya sungguh penasaran. Konfliknya dapat banget, dari peperangan, kehilangan bahkan sampai perbedaan agama. Pokoknya pengen baca! hehe.

    Nur Ramadhani Anwar
    @DhaniRamadhani
    dhanianwar.ramadhani2@gmail.com

  20. Selalu tertarik dengan yang namanya cinta beda agama. Temanya mainstream tapi tiap penulis punya jalan berbeda membawa pembacanya.
    Kayaknya, Novel Kei ini suguhan yang bagus untuk dibaca. Covernya simpel, menarik, dan nggak menye-menye. Hahahaha😀
    Oh, satu lagi, termakasih untuk reviewnya yang bagus. Revienya to the point nggak bertele-tele tapi menarik🙂

    Nanda Febri
    @milo389
    febrifebruary03@gmail.com

  21. Saya suka dengan review-nya Mbak. Jujur saya belum pernah baca novel yang berbaur dengan kultur dan perang-perangan (biasanya full romance), kayanya agak berat dan (mungkin) sedikit membosankan. Tapi baru Kei inilah yang membuat saya tertarik.
    Reviewnya yang begitu lengkap, penuturan Mbak yang gampang dicerna dan bikin tertarik.
    Pengen bacaaaa :3 *minum ramuan keberuntungan*
    Nama : Sabariah
    Email : sabariiah13@yahoo.com
    Twitter : @cabbyy_

  22. Nama: Rizka
    email: rizkaf8@gmail.com
    Twitter: @rizka2701

    Pertama liat buku pasti liat cover. Walaupun kata orang don’t judge anything from the cover. Tapi tetap saja judul dan bentuk cover yang menarik langsung menjadi pandangan pertama. Menurutku bentuk cover unique. Sampul putih ada warna hitam abstrak. Aku pikir itu novel yang ada unsur magic-nya. Ternyata novel percintaan yang ada unsur budaya dan diselipin perang Ambon. Judulnya cuma satu kata (seperti namaku, hehe) juga unique –> Kei. Aku baru tau ternyata Kei itu nama suku adat di daerah Maluku (diantara laut Banda dan Papua). Pantainya indah banget pulak. Hmm, kemana aja aku selama ini baru tau ada suku Kei? Nah, inilah alasan pertamaku ingin memiliki buku ini. Aku suka banget buku-buku yang ada unsur budaya Indonesianya. Karena Indonesia itu kaya budaya dan setiap budaya punya keunikan masing-masing. Aku juga suka dengan buku ini yang ada unsur politiknya. Karena aku suka dengan politik Indonesia yang penuh sandiwara.🙂

    Alasan kedua karena aku suka review dari Mbak Yuska yang bilang “Adat Kei mengajarkan bahwa pantang untuk membuat wanita menangis. Airmata wanita diibaratkan seperti emas”. Yaampun so sweet banget dah suku Kei ini. Kalau orang bilang Indonesia bangian timur itu terkenal debt collector atau city of evil, Aku justru berpendapat sebaliknya. Karena menurut pengalamanku yang selama ini hampir berbaur dengan orang2 dari beragam budaya Indonesia, justru orang2 dari Indonesia bagian timur itu yang berhati lembut. Kulit boleh (*sorry) gelap tapi hatinya putih banget. Mereka itu apa adanya. Tidak sok lembut.

    Alasan ketiga karena suka dengan cerita pasangan yang beda agama. Karena di Indonesia ini agama itu adalah segalanya untuk menikah. Suku dan adat boleh beda tapi agama itu harus sama. Penasaran saja ending ceritanya mereka bersatu dengan agama yang sama/beda atau gak bersatu sama sekali.

    Alasan keempat karena review kak yuska bikin penasaran orang yang pengen baca. Kak Yuska lengkap banget nulisnya. Sinopsis, review, quote, dan rating yang bernilai 4 menurut Kak Yuska menunjukan kalau buku ini layak untuk dimasukan dalam list buku yang wajib dibaca.

  23. Hai Kak Yuska, akhirnya ikutan giveaway Kakak lagi, semoga kali ini beruntung🙂

    Serius, review Kakak sama sekali ngga bertele-tele, langsung to the point. Aku suka.
    Kakak merhatiin juga beberapa typo, berarti Kakak teliti banget ya. Perlu diacungi 2 jempol bagi orang yang sangat teliti.

    Suka sama pengutipan Kakak di bagian quote yang ada di novel “Kei”, pakai dikasih halaman-halamannya juga, jadi bikin tertarik orang baca review lho🙂

    Dan btw, ini cerita tentang peperangan suku yang tetap melibatkan cinta ya? Ah, jadi makin kepengen baca! Apa mungkin hampir sama seperti novel “Notasi”?

    Adelia Ayu Mustikarini
    mustika.rini44@yahoo.com
    @AdeliaAM

  24. …nice resensi, btw. sy asli dri kei tpi blm dpt bukunya nih.. harus di cari..

    quotes yg pertama, dalam bahasa daerah kei bunyinya seperti ini..
    “…vu’ut en mehe ni tilur, manut en mehe ni ngivun..”

  1. Pingback: 12 Tahun Gagasmedia #TerusBergegas @Gagasmedia | lustandcoffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: