Bookish Sunday: Ranting About Books

20131027-015955.jpg

Ketemu lagi di segmen Bookish Sunday yang sudah cukup lama belum diupdate.
Di luar hujan cukup deras, langit mendung, dan gue bersantai di atas tempat tidur sambil rehat dari bacaan yang akan segera direview.

Tiba-tiba sekelebat pikiran tentang ‘ngedumelin buku’ terlintas di kepala. Beberapa kali gue bertemu dengan bacaan yang bikin gue menghela napas, bikin gemas ingin garuk-garuk tanah saking nggak sregnya di hati. Jadi, gue ingin mengeluarkan uneg-uneg tentang hal ini.

Ranting about Books

Ada nggak di antara para pembaca sekalian yang merasa puas dan bahagia dengan semua buku yang sudah kalian baca? Jika iya, beruntunglah kalian, karena tidak demikian dengan gue.

Di antara sekian banyak buku yang sudah gue lahap, terselip diantaranya beberapa buku yang bikin gue agak menyesal sudah membacanya. Menyesal karena gue telah membaca buku-buku yang membuat gue emosi jiwa.

Menurut gue, tidak ada namanya buku jelek atau bacaan sampah. Tidak sama sekali. Semua buku/bacaan yang beragam tentu memiliki segmennya masing-masing, punya penggemar dan jodohnya masing-masing. Buku A yang menurut gue nggak banget, bisa mendapat rating tinggi dari orang lain. Sebaliknya, buku B yang ratingnya terseok-seok di Goodreads, mendapat rating tinggi dari gue, bahkan masuk dalam bacaan favorit tahun ini.

Lalu, kenapa buku A dapat rating jelek dari gue?
Bisa jadi karakternya nggak gue sukai. Gue nggak suka karakter Mary Sue. Menurut gue, semua karakter (baik nyata atau fiksi) punya sisi yin-yang. Namun, terkadang ada juga karakter antagonis yang dibikin sedemikian rupa sehingga gue benci dengannya. Atau tokoh utama yang cengeng dan menye-menye. Karena dalam kehidupan nyata gue tidak suka dengan karakter seperti itu, gue menghindari juga bacaan yang ada karakter tersebut.

Hal lain adalah deskripsi dan narasi dengan menggunakan bahasa bertele-tele. Gue lebih memilih tulisan yang straight to the point tanpa kalimat berbunga kayak Taman Wiladatika.

Mengenai genre, gue memang tidak membaca semua genre. Seperti fantasi atau sci-fi, gue sangat selektif membaca buku genre ini karena gue bukan penikmat genre ini. Untuk romance juga tidak semua gue lahap. Gue agak menghindari label Harlequin karena pernah kapok membaca bukunya, namun, serial Simply-nya Carly Phillips cukup menarik dan gue telah membaca dua buku diantaranya.

20131027-021932.jpg

Ranting about books: is it appropriate?

Ada percakapan antara gue dengan rekan pembaca buku. Kira-kira diskusi kita seperti ini:

Kalau bukunya nggak banget, gimana sih kita nulis reviewnya?

Meresensi buku yang bukan selera kita merupakan tugas berat. Berat karena kita harus bekerja dan meluangkan waktu untuk menulis tentang sesuatu yang tidak kita sukai.

Menulis buku itu tidak gampang. Diperlukan riset, proses berpikir, menulis, lalu revisi yang menguras pikiran, emosi juga tenaga. I know it very well. Lalu, setelah hasil kerja keras kita dirilis, orang-orang memberi review buruk untuk karya kita. Sakit hati? Jelas. Nggak ada penulis yang senang karyanya dicela.
Lalu, bagaimana dengan kejujuran mereview sendiri? Pembaca berhak memberi kritikan tentang suatu karya. Gue setuju dengan hal ini. Kritikan adalah asupan vitamin untuk penulis agar bisa menulis lebih baik lagi. Jika penulis hanya mendapat pujian saja, tentu tidak baik bagi perkembangannya, nanti malah jadi manja, hahaha. Sama dengan seorang anak yang tidak pernah dimarahi. Jika ia menerima pujian terus sepanjang hidupnya, kebayang kan kelak dia besar seperti apa.

Mengeluarkan uneg-uneg dan pikiran kita tentang suatu karya yang menurut kita kurang bagus wajar-wajar aja. Namun gue menghindari hanya ranting saja. Seburuk-buruknya suatu bacaan, gue berusaha mencari sisi positif dan keunggulan bacaan tersebut agar review menjadi imbang.

Happy Sunday and keep on reading.

20131027-023812.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on October 27, 2013, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. naaah gue kamaren baru ngerivew me before you yang disukain semua orang, tapi gue sendiri kurang sreg ;p rada tricky emang ngereview buku yang ga disuka – apalagi kalo bukunya favorit banyak orang. tp menurut gue sih asal kita tetap dalam batas2 kesopanan, gak papa juga lah😀

    • Oiya sempet baca postinganmu tapi belum komen.

      Memang susah kalo ngereview buku yang nggak sreg. Setuju sih, yang penting nggak sampai mencaci-maki di socmed🙂

      Sent from my iPad

  2. Nah mbak, ini yang diceritain mbak , pernah juga dialami :))
    numpang curcol yah mbak😀

    Saya juga pernah ngalami karena mengkritik buku si penulis di Goodreads, si penulisnya marah lalu unfollow di twitter =)) Padahal, saya juga kasih masukan atas kritik saya tersebut, tapi sepertinya si penulis tetep enggak terima =))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: