#STPC Interview: Meet the Proofreader Jia Effendie @Gagasmedia

20130819-105102.jpg

Ketemu lagi di segmen interview bersama salah satu orangdi balik layar novel London: Angel. Maaf banget atas keterlambatan postingannya, karena Lust and Coffee sedang sakit dan meringkuk dengan manis di tempat tidur.

Kali ini, Lust and Coffee berhasil mewawancarai salah satu proofreader (yang juga editor di Gagasmedia). Selain itu, dia juga seorang penulis yang aktif melahirkan karya berupa cerita pendek.

2886980fab52f4a59e89ae8074dbedef

Nama: Jia Effendie

Twitter: @JiaEffendie
Facebook

Goodreads

Web

Blog

Penulis favorit: Neil Gaiman, Jostein Gaarder, Seno Gumira Ajidarma, Pramoedya Ananta Toer, Roald Dahl.

Menurut Jia, London itu identik dengan:

Kabut, gerimis, Shakespeare, sihir.

Seandainya Jia diminta untuk menulis novel STPC, di mana lokasi yang menurut Jia paling keren untuk dijadikan setting?

Hmm… di mana, ya? Dari dulu sih aku kepingin nulis yang settingnya di Pantai Selatan #halah. Tapi ga masuk sama konsep STPC

OMG, horror jugaPantai Selatan, hihihi. Satu kata yang mewakili London:

Gloomy

Kita berandai-andai ya ^^. Kalau Jia boleh mengajak satu penulis luar negeri untuk terlibat dalam proyek STPC, siapa yang ingin Jia ajak?

Hmm hmm… ga kepikiran

Apa proyek novel selanjutnya yang akan Jia garap? Apa ada rencana untuk merilis novel sendiri?

Ada proyek serial lainnya setelah STPC dan SCHOOL. Tunggu aja. Rencana merilis novel sendiri? Tentu saja!

Ada tips singkat untuk penulis baru yang ingin mengirim naskahnya ke Gagasmedia? Apa yang harus diperhatikan?

Perhatikan benar kelengkapannya. Formulir harus diisi dengan benar, dan tulislah sinopsisnya semenarik mungkin dengan gaya bahasa lugas (jangan kebanyakan pakai metafor, ya, karena ini sinopsis). Sinopsis adalah bahan jualan kamu. Terus, pastikan naskahmu enggak dimulai dengan kalimat: “Seperti biasa, hariku dimulai dengan suara alarm…” atau “Matahari bersinar cerah.”

Tulis naskahmu dengan EYD yang benar. Minimalisasi kesalahan ketik. Artinya, edit dan edit lagi naskahmu sebelum dikirim ke penerbit.

Terima kasih banyak atas waktunya untuk menjawab pertanyaan dari saya.

Jangan kemana-mana karena masih ada postingan review, wawancara dengan penulis #STPC dan pengumuman pemenang STPC Giveaway.

Kisses,

20130725-125307.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on September 25, 2013, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 15 Comments.

  1. ditunggu novelnya mbak Jia🙂

  2. Huwaa… proof reader. keren >< Regards, Khairisa R. P, @rd_lite, reddishdelight@yahoo.co.id

  3. Huwaa… proof reader. keren ><
    Regards, Khairisa R. P, @rd_lite, reddishdelight@yahoo.co.id

  4. Bismillah, semoga gak kepotong lagi ><
    Regards, Khairisa R. P, @rd_lite, reddishdelight@yahoo.co.id

  5. Kejutan nih karena dihadirkan lagi “tokoh” BTS #STPC, saya kira bakalan ada liputan tea partynya atau mungkin langsung ke novel yang di Roma^^ hehe. Terima kasih untuk share insight dan tips naskahnya, semoga sukses buat kak Jia, dan plus semoga lekas sembuh buat Kak Yuska…
    Regards, Khairisa R. P, @rd_lite, reddishdelight@yahoo.co.id

  6. iin ekawati markus

    pengetahuan baru lagi sebelum ngirim naskah. TYSM mba Jia dan mba Yuska

    iin ekawati markus
    @nila_adam
    indahstewart@gmail.com

  7. Uwwwooww..akhirnya ada juga wawancara bareng Mbak Jia, aaakkk…sayangnya singkat banget… >.<

    Aku udah ngefans Mbak Jia sejak jaman kenal di The Hermes, tulisannya khas, aku punya buku kumpulan cerpennya yang terbit via nulisbuku.com, sampai sekarang menunggu novel Mbak Jia😉

    Luckty Giyan Sukarno,
    @lucktygs
    emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com

  8. Sebenarnya, Proofreader dan editor itu apa bedanya ya mbak? Trus apa sih yg bisa bikin kita jd Proofreader?
    Hehehe…. maaf, pertanyaannya keluar jalur.😀
    Eh, ngomong2 Mb Jie ini kayaknya tipe irit ngomong ya, jawabnya simpel banget. Tp cara berfikirnya unik. Tempat buat STPC pilihannya laut selatan. Ada apa dg laut selatan mbak?😀
    Dian. S
    @dianputuamijaya

  9. Jadi, dalam proses penerbitan naskah, ada beberapa proses yang harus dilalui.
    Setelah naskah diterima oleh penerbit, editor akan meminta penulis untuk merevisi tulisannya(biasanya yang direvisi adalah logika cerita, cara penulisan, tata bahasa, memeriksa konten apakah “berbahaya” atau tidak, memeriksa apakah informasi yang disampaikan di naskah tersebut sudah benar– karena novel, walaupun fiksi, HARUS MASUK AKAL).
    Nah, ketika proses revisi dan editing selesai, naskah akan masuk ke pracetak untuk dilayout. Setelah itu, proofreader akan membaca naskah yang hampir jadi ini untuk memastikan enggak ada typo atau kesalahan ketik, tata bahasanya udah oke. Pokoknya, si proofreader ini bertindak sebagai QC lah. Jadi, ketika dilempar ke pasaran, si buku udah enak dibaca, rapi, dan ga ada typo.
    Gitu, Dian🙂

    Nah, kenapa Pantai Selatan? Ini lebih panjang lagi jawabannya :))

  10. pertama2, cepat sembuh yaa, Yuskaa😉

    keduaa.. menarik ya baca interview dengan berbagai pihak yang terlibat sampai dengan terbitnya buku itu dan dilempar ke pasaran😀

    *menunggu wawancara2 selanjutnya ^o^*

  11. Halooo…
    pertama-tama saya harus bilang kalo pertama kali liat postingan ini saya nggak ngeh sama yang namanya proofreader itu apa. Tapi, setelah melewati masa gak jelas selama beberapa dekade *boong ding* maksudnya beberapa menit, saya baru ngerti.

    Norak ya?

    Iya, tau T.T

    Sejujurnya, saya ini pengen banget bisa mengirim naskah ke Gagas *curcol ya..* Tapi, gak kelar-kelar naskahnya T.T

    Oh, ya terima kasih buat tips mengirim naskah ke Gagas. Sangat bermanfaat. Semoga nanti saya bisa menyusul jadi penulis.😀

    Satu lagi. Itu beneran mau bikin cerita setting pantai selatan? Greget banget boo’ =.=

    Sekian deh, bercuap-cuapnya. Semoga bisa disambung lain kali. Hehehe

    Salam hangat,

    Nanda Febri
    @milo389
    febrifebruary03@gmail.com

  12. Baeu saja mengirimkan naskah ke GagasMedia. Semoga saja diterima dengan baik. Dan semoga saya sudah memenuhi kriteria yang diperlukan:)
    Kalau itu sampai di tangan Mbak Jia, semoga Mbak Jia suka ^^

    Natasha Adelina
    @natashey
    natasha.adelina@gmail.com

  13. Sampai sekarang aku masih bingung ngebedain “proof reader” sama “editor”. Katro banget ya,
    Tapi kalau ada STPC settingnya pantai selatan keren juga mbak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: