[Book Review + Giveaway] London: Angel by Windry Ramadhina @Gagasmedia

20130819-105102.jpg

book_info

20130919-030245.jpg

Judul Buku: London: Angel (Setiap Tempat Punya Cerita #5)
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Gagasmedia
Terbit: 2013, Cetakan Pertama
Jumlah Halaman: 330
ISBN: 978-979-70-653-8
Kategori: Novel Fiksi
Genre: Romance, Travel Literature
Harga: Rp. 52,000
Beli di: Pinjam sama Luna
Kalimat pertama:

Sekarang, kota ini persis seperti apa yang dideskripsikan oleh Charles Dickens dalam salah satu bukunya, Bleak House.

book_blurb

Pembaca Tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.

Windry Ramadhina, penulis novel Orange, Memori, dan Montase mengajak kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tidak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemukannya. Apakah perjalanannya ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,
EDITOR

thoughts

London: Angel merupakan novel kelima dari STPC yang sudah terbit. Setelah novel ini, bakal ada Tokyo yang kabarnya merupakan novel terakhir dari seri STPC batch pertama.

Kesan pertama terhadap London: Angel adalah brave karena cover-nya yang bernuansa merah. Gue juga menangkap kesan bold dari tampilan cover-nya.

Tema yang diangkat London: Angel adalah jatuh cinta dengan sahabat. Menarik ya?🙂

Adalah Gilang, seorang aspiring writer yang mendapati dirinya (ternyata) jatuh cinta dengan Ning, sahabatnya yang dulu tinggal di sebelah rumahnya. Sebuah chat di YM dan celetukan Brutus yang membuat Gilang menyadari tentang perasaannya yang terdalam terhadap Ning, sesuatu yang sebelumnya tidak ia sadari. Sebelum Gilang mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya pada Ning, gadis itu sudah terbang ke London, lalu bekerja di sebuah galeri di sana.

Suatu malam di Bureau, di mana Gilang dan kawan-kawannya menghabiskan malam ala bujangan. Mereka mengompori Gilang untuk mengejar cintanya. Lalu, Gilang benar-benar terbang ke London untuk satu tujuan: Ning.

Tidak mudah bagi Gilang untuk menemui Ning. Karena niatnya memang mau kasih surprise, Gilang bertualang dulu di London. First stop: Underground. Tempat yang hiruk-pikuk di London ini sebenarnya seperti ceruk budaya. Jutaan manusia dari berbagai ras datang silih berganti. Underground juga cukup sering tampil di berbagai film Hollywood, salah satunya The Dark Knight Rises.

Lalu ada James Smith and Sons yang menjual suvenir payung dengan harga yang bisa bikin gue mengelus dada Chris Hemsworth. Tempat yang gue inget karena suatu kejadian yang melibatkan Goldilocks yang misterius dan V. Akhirnya gue bisa tersenyum pas baca suatu adegan “gara-gara payung Goldilocks” itu.

Windry piawai membuat cerita ini memorable. Ia memberi nama tokoh-tokohnya (kecuali Gilang, Ning, Ed, Mrs. Ellis dan Mr. Lowesley, juga beberapa tokoh minor seperti Ayu dan Finn) dengan nama tokoh fiktif seperti Brutus, Hyde, Dee and Dum.

Setelah membaca acknowledgement dari Windry, gue sadar bahwa nama tokoh Hyde bisa jadi diambil dari nama vokalis Laruku yang lagunya mengilhami cerpen cikal-bakal novel ini. Hyde-menurut keterangan penulis di novel-merupakan nama panggilan untuk salah satu tokohnya yang memiliki kepribadian ganda, seperti Dr. Jeckyll and Mrs. Hyde. Namun, gue menangkap Hyde-nya Laruku juga karena dia suka berpenampilan androgyny, sama-sama penganut dualisme. Interesting.

Satu lagi scene yang bikin gue senyum-senyum adalah waktu Ning bilang ia akan membuat steik a la Jamie Oliver. My husband loves it. Campuran oregano, rosemary dan lemon zest bikin steik jadi ‘unik’ rasanya. Heavenly tasty.

Lalu, Gilang mendeskripsikan rasa bibir Ning seperti sari apel ketika ia mimpi berciuman dengan Ning. Ooh la la, those lips do exist and I know how it tastes.

Novel London: Angel ini manis. Cocok dibaca saat hujan sambil menyesap hot choco ditemani CD-nya Lisa Onno. Walau pertamanya gue merasa kurang sabar dengan alurnya yang tidak terlalu cepat, namun gue sangat menikmati perjalanan Gilang, dengan atau tidak adanya Ning dalam adegannya.

Gue bisa cepat membaca novel ini karena hari ini kebetulan gue ikut casting. Sambil menunggu, gue baca dan habislah 170an halaman. Seneng kalau kemana-mana bawa buku, dijamin nggak akan mati gaya. Dan menunggu tidak lagi menjadi kegiatan yang menyebalkan.

quotes

Memangnya, kau bisa jatuh cinta kepada seseorang yang sudah kau kenal selama delapan tahun? (hal. 19)

Aku belajar dari Donalbein, kalau seorang lelaki tersenyum pada perempuan, pasti dia punya niat tersembunyi. (hal. 193)

Manusia memang tidak pernah belajar dari pengalaman. (hal. 212)

dream_cast
london

20130911-085212.jpg

Need a second opinion?

The Bookie Looker Review here
Ariansyah Abo Review here
Orinthia and Books Review here

Submitted for:

New Authors Reading Challenge here

IRRC 2013 here

STPCGA

Yuk, yang mau mendapatkan 3 paket novel serial #STPC @Gagasmedia @Bukune merapat kemari. Caranya gampang banget:

1. Follow akun @Gagasmedia @Bukune dan @WindryRamadhina

2. Twit link review + giveaway ini dengan kalimat seperti ini:

Mau dapetin paket novel #STPC dari @yuska77 @Gagasmedia @Bukune? Klik aja http://t.co/aYJmHOU8fN

3. Isi di kolom komentar tentang pendapatmu mengenai review novel London: Angel. Jangan lupa untuk mencantumkan:

Nama, akun twitter, dan email.

4. Setiap komentar yang kamu tinggalkan di tiap postingan dan twit selama proyek #STPC berlangsung akan mendapat 1 entry. Misalnya, kamu ngetwit link review + giveaway London juga meninggalkan komentar, maka kamu mendapatkan 2 entries.

5. Jangan lupa, besok ada postingan interview bersama Windry Ramadhina. So, stay tuned ya.

6. Giveaway STPC dimulai dari tanggal 1 September – 30 September 2013. Kamu bisa mengisi kolom komentar + tweet giveaway ini selama event STPC berlangsung.

7. Pengumuman pemenang tanggal 5 Oktober 2013

Good luck🙂

20130330-114856.jpg

P.S. Lust and Coffee diundang untuk menghadiri acara London: Angel Tea Party pada hari Minggu. Nantikan liputannya ya ^^

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on September 20, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 29 Comments.

  1. AAAAA Mbak Yuska emang paling bisa meramu kata-kata dalam reviewww! Gregetan banget pengen ngegigit bukunya. Eh salah, pengen ikut membaca bukunya! Hehehe. One of my dream city, one of my dream book, from one of my favorite writer!

    Natasha Adelina
    @natashey
    natasha.adelina@gmail.com

  2. Review kaka cukup mewakili perasaan-perasaan para pembaca London: Angel
    Tanpa banyak memberi gambaran isi novelnya, bikin pembaca semakin terdorong rasa penasaran untuk baca novel satu ini.

    Ratri Aulia
    @auliaaRatri
    aulian_rhatri@ymail.com

  3. aku udah baca buku ini dooooooong #edisisombong😀
    tapi gapapa kan aku ikutan ngisi komentar? hehe

    aku setuju sama reviewnya kak yuska!
    this book is so sweet dan buku ini cocok banget dibaca ketika hujan turun dan kalian baca buku ini d teras rumah sambil ngedengerin hujan (berhubung tema dari buku ini hujan) because i DID that LOL
    sayangnya, di buku ini hanya menggambarkan tempat-tempat tertentu dan kebanyakan berhubungan dengan seni/galeri di London
    bu overall, i love this book!

    Shyntia Hani Tiara Putri
    @tiaraaaaputri
    shyntia_hani@yahoo.com
    hani_shyntia@yahoo.com

  4. reviewnya udah bagus. ngga pake spoiler sampai bikin penasaran pengen baca kelanjutan hubungan gilang dan ning di london. Satu lagi yang bikin penasaran. ‘Perempuan yg muncul saat hujan’ yg ada di sinopsis itu kira-kira jd orang ketiga hubungan gilang dan ning kah? Hmm..

    Oiya ka yuska, itu kok malah disuruh follow ka winna sih. Bukannya harusnya follow ka windry ya?

    Ruth Munthe
    ruthmunthe18@gmail.com
    @ruthbookshelf

  5. iin ekawati markus

    seperti biasa…. kak Yuska cukup bisa menarik minat para reader… mentang-mentang ada GA yah.. ckckck. cukup detail review dan seperti biasa… endingnya sengaja di missing kan. but it’s okay. ini menjadi lebih memicu untuk segera beli bukunya.

    sukses terus buat kak Yuska dan kak Windry

    iin ekawati markus
    indahstewart@gmail.com
    @nila_adam

  6. Sesuai kata pengomen pertamaxnya, London juga one of my dream city, dengan tambahan kalau merah juga warna yang bikin saya seneng kalau dipakai dengan bagus, dalam hal ini untuk cover bukunya ><9

    Regards,
    Khairisa R.P
    @rd_lite
    reddishdelight@yahoo.co.id

  7. Sesuai kata pengomen pertamaxnya, London juga one of my dream city, dengan tambahan kalau merah juga warna yang bikin saya seneng kalau dipakai dengan bagus, dalam hal ini untuk cover bukunya ><

    Regards,
    Khairisa R.P
    @rd_lite
    reddishdelight@yahoo.co.id

  8. saya juga setujuu sama kak yuska tentang kesan bold yang jadi efeknya (?) ><9

    Regards,
    Khairisa R.P
    @rd_lite
    reddishdelight@yahoo.co.id

  9. SETUJU SOAL KESAN BOLD COVERNYA ><9

    Regards,
    Khairisa R.P
    @rd_lite
    reddishdelight@yahoo.co.id

  10. in sum, cuma mau bilang kalau saya senang bisa dapet gambaran pengalaman baca kak yuska dari komentari kecilnya tentang hal-hal yang diceritakan di novel T T dan soal covernya juga saya setuju, dan saya juga looking forward untuk backstory2 dan insight dari authornya T T maafkan saya udah ngespam, ini bukan maksud saya T T huhu regards, Khairisa R.P / @rd_lite / reddishdelight@yahoo.co.id

  11. Suka sama reviewnya karena nggak begitu spoiler dan malah kasih isyarat adegan mana saja yang bakal ditunggu-tunggu buat “terbaca”. Dulu pengen ke London, tapi bukan karena mau ngejar jodoh sih, bareng sama jodoh aja :”> *ditoyor*

    Oh ya di paragraf ke-7 ada yang typo kak… “Tempay yang gue inget karena suatu kejadian yang melibatkan Goldilocks yang misterius dan V.”

    Nukhbah Sany
    @nukhbahsany
    nukhbahsany26@yahoo.co.id

  12. london , salah satu tempat yg menarik.suka sama covernya . tema yang sering diangkat , jadi kepengen tau gimana cara kak windry nulis tema kyak gitu versinya

    lita andriana
    @Litaa_FAN
    yangchen85@yahoo.com

  13. jadi kepengin baca novel ini deh!! kisah perjalanan gilang sepertinya menarik. siapa gadis yang muncul di waktu hujan itu? apakah ning?atau perempuan lain? x)
    reviewnya mbak yuska di novel ini beda dari yang sebelum-sebelumnya, entahlah–aku jadi lebih tertarik sekali ingin baca ini😀

    irnalasari
    @irnari
    irnalasari@ymail.com

  14. Novel nya jadi best seller di Gramedia Palembang x)) SELAMAAT MBAK WINDRYYY~

    setelah baca review ini, besok saya mau ke gramedia lagi buat beli. Tadi masih ragu, karena belum baca review, untunglah review mbak yuska sudah hadir ^^; *bikin penasaran pula-__-*

    Seperti biasa, review mbak yuska bikin orang penasaran dengan bukunya, tidak bertele-tele, langsung bisa ke inti cerita&permasalahan cerita.😀

    delta kenda ramadita
    @DeltaYordani
    iam(dot)deltayordani(at)gmail.com

  15. ini dia STPC yg paling aku tunggu.. karena settingnya di London😀

    Aku suka banget sama cara reviewnya, nggak bertele-tele. bahkan hal-hal seperti nam tokohnya pun dicantumin! keren🙂

    Nama : Resita Putri
    Twitter : ResitaPutri_07
    email : resitaputri1@gmail.com

  16. Ning, wah namanya Indonesia sekali walaupun settingnya London. Poin positif nih. Tapi, inti cerita dr novel ini apa ya? mengejar cinta sejati? Atau perjuangan di negeri orang?
    Pertama lihat novel ini, aku memang tertarik sama covernya, mungkin krn warna merahnya yang bikin mencolok.
    Oke; siap2 berburu novel ini agar STPC Gagasmediaku lengkap😀

    Dian. S
    @dianputuamijaya

  17. Aduh, baca review ini jadi makin pengen baca STPC yang ini. Selain emang suka banget sama negaranya QE II, penulisnya juga salah satu favorit aku. Warna merah lagi…. nabung ah buat beli….

    Ashtrie Karana Putrie
    @Dmigia
    shinigami_light @ ymail. com

  18. Halo…
    Setelah lama saya menghilang, akhirnya saya kembali lagi *tabur bunga*

    Saya sudah baca London, karena novel ini adalah serial STPC pertama yang saya beli. hehehe. DAN SYA SUKAAAA!!! SAYA PECINTA HUJAN DAN BENAR-BENAR SUKA SAMA NOVEL MAGIS SATU INI!! *capslock jebol*

    Dua jempol untuk review ini karena entah kenapa saya tertarik lagi untuk membacanya. Review ini unik karena tidak terlalu membeberkan jalan ceritanya. Melainkan, karakter tokoh yang dibahas panjang lebar. dan itu menarik. Hanya membaca review tentang karakter tokoh dan bisa membangkitkan minat membaca. Saya rasa itu sangaaat bagus. Mungkin lain kali, saya harus coba.😀

    Lalu, untuk visualisasinya… Aku setuju sama yang jadi Ning. Tapi, yang untuk jadi Gilang, aku rasa kurang… apa ya? Greget mungkin.😀 Habisnya, gilang itu tipikal cowok yang kadang pinter, kadang keliatan banget begonya =.=”

    PS : Kalo kak Yuska ngelus dadanya Chris Hemsworth mungkin aku nanti ngelus dadanya Liam Hemsworth. Hahahahahah…

    Salam hangat,

    Nanda Febri
    @milo389
    febrifebruary03@gmail.com

  19. Saya setuju kalo Windry Ramadhina memang piawai membuat cerita yang memorable. Terbukti dari semua buku-buku terdahulunya yang menghadirkan kisah cinta yang hangat dan manis. Nah, untuk London: Angel ini sendiri terus terang makin bikin saya penasaran setelah membaca review diatas. Pengen buru-uru baca. Semoga saya berjodoh dengan buku ini karena saya sendiri selalu jatuh cinta dengan tulisan Windry Ramadhina . Amin!

    Sincerely,
    -Dian-
    @dianmayy
    dianmayasariazis@gmail.com

  20. Selalu suka karya dari Windry Ramadhina, tapi ada dua buku mbak Windry Ramadhina yang belum sempat aku baca Montase dan London salah satunya.

    Aduh waktu lagi serius ngebaca review ini tiba-tiba malah nyengir-nyengir sendiri karena tulisan yang ini “..dengan harga yang bisa bikin gue mengelus dada Chris Hemsworth.”
    hahaha ngakak benerean😀

    Intan Ratnasari
    @_tantintun
    ymmot_in@hotmail.com

  21. di buku ini dunia bukunya kerasa sekali, paling suka kal udah membahas penulid dunia yg sampai sekarang karyanya masih laris manis. aku lebih suka bagian Gilang ketemu dengan gadis yg terobsesi menemukan buku Wuthering Heights cetakan pertama, idenya luar biasa🙂

    Sulis
    @peri_hutan
    zhuelhiez(at)yahoo(dot)co(dot)id

  22. Aku udah baca beberapa novel tulisannya Windry Ramadhina suka banget; Montase dan Memori. Yang LONDON malah belum punya, jadi belum baca :p

    Aku pernah nonton video wawancara Windry Ramadhina di blognya GagasMedia, ternyata dia ngejelasin kalo tiap novel yang ditulis selalu melakukan obseravsi, minimal pengamatan lingkungan sekitar. Pantes, tiap tulisannya berasa nuansa yang dideskripsikan.

    Di review ini, aku suka banget kalimat Mbak Yuska di akhir:
    “Seneng kalau kemana-mana bawa buku, dijamin nggak akan mati gaya. Dan menunggu tidak lagi menjadi kegiatan yang menyebalkan.”

    Luckty Giyan Sukarno
    @lucktygs
    emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com

    URL Share:
    Twitter: https://twitter.com/lucktygs/status/383279232626872321
    Facebook: https://www.facebook.com/luckty/posts/10201997354355798
    Blog: http://catatanluckty.blogspot.com/2013/09/giveaway-london-angel-by-windry.html

    #TebarGaramKeberuntungan
    #MerapalJampiJampiTimbunan

    ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ

  23. Wah, menarik ya kayaknya. Dari covernya yang merah itu juga udah eye catching. Jatuh cinta ke sahabat sebenernya udah sering diangkat ya, tapi tetep penasaran sama yang ini😀

    Lulu
    namakulutfia[at]yahoo[dot]com
    @lulutfia_

  24. novel STPC kedua yg pengen aku baca setelah Bangkok ya ini, London. My dream city, my future #asik soalnya pengen banget kuliah di Cambridge, semoga mimpiku ini terwujud yaa (‘/\’)
    a lil bit dissapointed at the main characters, aku lebih prefer ke tokoh2 asli London, secara kan settingnya tuh di Inggris, biar lebih wah laaahh #apabanget
    tapi suka sama penamaan tokoh pendamping yg mengingatkan saya sama tokoh2 favorit: Mrs. Ellis (Brittany Ellis from Perfect Chemistry<3), Ed (Ed Warren from The Conjuring :p), Brutus (Popeye!), Hyde (Dr. Jekyll & Mrs. Hyde ofc), Dee (Dee Lestari hehe), Dum (Tweedledum from Through The Looking Glass). Cie, banyak kan? apakah ini suatu kebetulan atau…?
    Nah, saya malah penasaran sama tokoh Hyde………………..
    Dan mengomentari kalimat akhir mbak Yuska, kok kebalikan yaa, saya malah nggak betah baca buku di tempat umum:/

    Amelia
    @meliarawr
    fantasy_narnia@yahoo.com

  25. suka banget dg diksi mb windry, tapi entah kenapa belum menjadikannya sebagai salah satu penulis favorit. paling suka dengan memori, semoga juga dengan london.
    dan review di atas, ah, bertemu lagi dengan sebuah review yang menyematkan lagu apa yang cocok ketika sedang membaca sebuah buku. Saya juga sering membaca suatu buku dan ketika itu, mencari-cari dalam playlist lagu di otak saya lagu apa yang cocok buat menemani. :’)

    -Ahmad Turkhamun-
    turkhamun_ahmad@yahoo
    .com
    @thuthur22r

  26. Aku belum baca yang ibni, padahal udah suka banget sama novel2 mbak windry yang lain. Dari reviewnya mbak Yuska keliatan kayaknya novel ini bakal sangat melankolis ya. Apalagi ada hujan-nya

    gea
    @hartovansi
    gea.harovansi@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: