[Book Review+Giveaway] Paris: Aline by Prisca Primasari @Gagasmedia

20130819-105102.jpg

book_info

20130912-105752.jpg

Judul Buku: Paris: Aline (Setiap Tempat Punya Cerita #1)
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Gagasmedia
Terbit: Januari 2013, Cetakan Ketiga
Jumlah Halaman: 212
ISBN: 978-979-780-577-7
Kategori: Novel Fiksi
Genre: Romance, Travel Literature
Harga: Rp. 42,000
Beli di: Hadiah dari Gagasmedia #UnforgotTEN
Kalimat pertama:
Wajah Sevigne Devereux berseri-seri saat menerima paket dari sahabat Indonesianya.

book_blurb

Pembaca tersayang,

Dari Paris, sepotong kisah cinta bergulir, merupakan racikan istimewa dari tangan terampil Prisca Primasari yang sudah dikenal reputasinya dengan karya-karya sebelumnya Éclair, Beautiful Mistake, dan Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa.

Ini tentang sebuah pertemuan takdir Aline dan seorang laki-laki bernama Sena. Terlepas dari hal-hal menarik yang dia temukan di diri orang itu, Sena menyimpan misteri, seperti mengapa Aline diajaknya bertemu di Bastille yang jelas-jelas adalah bekas penjara, pukul 12 malam pula? Dan mengapa pula laki-laki itu sangat hobi mendatangi tempat-tempat seperti pemakaman Père Lachaise yang konon berhantu?

Setiap tempat punya cerita. Dan inilah sepotong kisah cinta yang kami kirimkan dari Paris dengan prangko yang berbau harum.

Enjoy the journey,

EDITOR

thoughts

Dibuka dengan Sevigne yang menerima paket dari sahabatnya, Aline. Paket tersebut berisi undangan pernikahan dan diary Aline.

Lalu kisah tentang Aline dimulai ketika ia patah hati melihat Ubur-Ubur yang jadian dengan Lucie di bistro Indonesia tempat Aline bekerja part time. Karena patah hati, Aline minta cuti seminggu dari pekerjaannya (hmmm… agak berlebihan. Gara-gara patah hati gebetan jadian sama orang lain minta cuti seminggu, bagaimana kalau ada anggota keluarga yang meninggal?).
Setelah diijinkan untuk cuti, Aline berjalan-jalan di Jardin du Luxembourg. Ketika ia duduk di bangku taman, Di dekat kaki bangku taman, seonggok porselen pecah menarik perhatian Aline. Setelah menyatukan kepingan-kepingannya, sebuah nama yamg diduga sebagai pemilik porselen itu terbaca dengan jelas: Aeolus Sena.
Akhirnya Aline memutuskan untuk membawa porselen tersebut ke apartemennya di Quartier Latin. Setelah browsing, Aline menemukan alamat email Sena dan mereka mengadakan janji temu di Place de la Bastille jam 12 malam. Ok, memamg seniman itu rata-rata eksentrik. Namun janji temu jam 12 malam di penjara Bastille? Sounds like a serial killer. Ironisnya, si pria bernama Sena tidak muncul dan membatalkan janji via email. Minus dua deh penilaian gue terhadap cowok tidak gentleman ini.
Esok paginya, Aline menerima email dari Sena yang meminta bertemu kembali di Penjara Bastille (teuteup) jam 12 malam (cape deh). Dan, berapa kali dia membatalkan janji? Dua kali berturut-turut, menelantarkan seorang gadis tengah malam di Bastille. Untung malam kedua Aline ditemani oleh Ezra. Minus tiga buat Sena.
Esok siangnya, Aline dan Sena bertemu untuk pertama kalinya waktu makan siang di Beaumarchais Boulangerie, toko roti khas Prancis di dekat penjara Bastille.

20130912-112917.jpg
Pic from here

Sena ternyata berpenampilan seperti member boyband Korea yang memakai shawl berlapis warna-warni. Kebayangnya sih dia ini rada androgyny. Ditambah bawel dan narsis, mirip banget sama Kim Heechul ya.

20130912-111249.jpg

Sebelumnya, Sena janji untuk berusaha mengabulkan permintaan Aline karena membatalkan janji dua kali. Aline bercerita bahwa ia minta dibelikan tiket pulang ke Indonesia karena simpanannya menipis.
Menurut penuturan Aline, ia ke Paris karena menuruti kemauan ayahnya agar ia mengambil program S2 Sejarah di Pantheon-Sorbonne atau Universite Paris 1.

20130912-112404.jpg
Pic from here

Aline merasa perlu merecharge diri di Indonesia sebelum kembali lagi ke Paris. Drame bergulir antara Aline-Sena-Ubur-Ubur-Lucie. Gue nggak akan memberi spoiler, silahkan dibaca sendiri saja novelnya.

Kalimat yang agak mengganggu:
“Apa paling kamu rindukan dari Indonesia apa?” (hal. 52)
Mungkin seharusnya apa yang paling kamu rindukan dari Indonesia.

Lalu, adegan Aline yang mengirim email kepada mamanya. Ia sebenarnya kangen pada mamanya dan ingin mendengar suaranya, namun biaya telepon interlokal mahal. Ehem, jaman sekarang sudah canggih. Ada YM yang bisa sekaligus webcam atau Skype. Entah setting novel ini tahun berapa. Mungkin sebelum ada webcam ya. Tunggu, seharusnya sih tahun-tahun sekarang, karena ada adegan Tina menyodorkan ipad pada Sena ketika ia ingin Sena membaca hasil tulisannya.

Lalu, ketika Aline dan Sena mencicipi makanan di bistro tempat Aline bekerja, Sena mengeluh kalau rasanya hambar. Aline meracau tentang rekan-rekannya yang terkesan asal dalam membumbui masakan dan tidak mendengar saran dari Aline. Pemilik bistro tersebut Monsieur Borodin, mantan chef Prancis yang kurang ahli dalam meracik masakan Indonesia.
Ok, I don’t get this. Sebuah resto atau bistro pasti memiliki head of chef yang mengontrol kualitas makanan. Sebelum makanan tersaji di meja customer, bukankah seharusnya head of chef mencicipi terlebih dahulu? Dan ini bistro di Prancis lho, bukan warteg di Indonesia yang kerap luput dari quality control. Ditambah kinerja para pekerja bistro yang bersikap profesional jika ada bos saja.

Mungkin novel ini lebih cocok diberi label teen lit ya, karena ceritanya sangat remaja, dan terus terang gue yang sudah kepala tiga kurang cocok dengan genre ini. Seperti tidak ada koneksi.

Di luar itu semua, novel ini asyik buat diikuti. Kita diajak menyusuri kota Paris bersama Aline dan Sena.

Need a second opinion?

Kubikel Romance Review
Occultatalentum Review

Submitted for:

New Authors Reading Challenge here

IRRC 2013 here

STPCGA

Yuk, yang mau mendapatkan 3 paket novel serial #STPC @Gagasmedia @Bukune merapat kemari. Caranya gampang banget:

1. Follow akun @Gagasmedia @Bukune dan @PriscaPrimasari

2. Twit link review + giveaway ini dengan kalimat seperti ini:

Mau dapetin paket novel #STPC dari @yuska77 @Gagasmedia @Bukune? Klik aja [link]

3. Isi di kolom komentar tentang pendapatmu mengenai review novel Paris:Aline. Jangan lupa untuk mencantumkan:

Nama, akun twitter, dan email.

4. Setiap komentar yang kamu tinggalkan di tiap postingan dan twit selama proyek #STPC berlangsung akan mendapat 1 entry. Misalnya, kamu ngetwit link review + giveaway Paris juga meninggalkan komentar, maka kamu mendapatkan 2 entries.

5. Jangan lupa, besok ada postingan interview bersama Prisca Primasari. So, stay tuned ya.

6. Giveaway STPC dimulai dari tanggal 1 September – 30 September 2013. Kamu bisa mengisi kolom komentar + tweet giveaway ini selama event STPC berlangsung.

7. Pengumuman pemenang tanggal 5 Oktober 2013

Good luck🙂

20130330-114856.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on September 16, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 27 Comments.

  1. iin ekawati markus

    selalu suka sama cerita tentang Paris. untuk cerita tentang kota ini, selalu tidak ada habisnya. apalagi ceritanya dibalut cerita cinta yang romantis seromantis kotanya. so far reviewnya cukup detail. dan juga nilai plusnya itu adalah kak Yuska share beberapa gambar lokasi yang ada di novel.

    good job kak Yuska

    Iin ekawati markus
    indahstewart@gmail.com
    @nila_adam

  2. Haloo….

    Kembali lagi dengan saya! *siapa anda?*

    Sebenarnya… saya suka banget sama cover novelnya Paris. Kenapa? Karena Kalem. Warnanya cenderung lembut daripada serial STPC yang lain. Belum lagi, Sinposis yang ada di novelnya terasa menggoda. Tapi… ada yang berubah saat saya membaca review ini.

    Dulu waktu saya asik menjelajah goodreads, seneng banget ada serial STPC yg berjudul Paris. Saya banyak baca review tentang novel ini dan saya makin was-was. Ada dua kubu. Yang suka sama yang kecewa *yaiyalah, dimana-dimana juga kayak gitu*

    Nah, lewat review ini, saya mau berterima kasih (lagi) untuk tidak membocorkan jalan cerita novelnya. Tapi, untuk kalimat Mbak Yuska yang, “Mungkin novel ini lebih cocok diberi label teen lit” simpati saya jadi berkurang.

    Untuk visualisasi tokohnya…. saya ngakak. Kenapa? Tokoh cowoknya berasa kocak dan nggak menye-menye (bahasa apa ini?) Bayangin tokohnya kayak gitu jadi lucu aja.

    Terakhir, semoga reviewnya bisa menggoda minat membaca. hehehe😀

    Salam hangat,

    Nanda Febri
    @milo389
    febrifebruary03@gmail.com

  3. Wahaha. nggak nyangka ka yuska bikin kim hee chul jadi dream castnya. jadi penasaran gimana sih karakter sena ini sampai kata ka yuska kim hee chul cocok meraninnya. reviewnya nggak ngasih spoiler sihh. hehe :p

    Ruth Munthe
    ruthmunthe18@gmail.com
    @ruthbookshelf

  4. Hmm… udah dua kali baca review yang kesimpulannya mirip2 seperti ini. Jujur aja, jadi agak males beli bukunya. Tapi ya… saya mencoba untuk subjektif, jika ada kesempatan memiliki bukunya, akan saya baca. Karena memang menulis novel itu ga gampang. Saya juga belum tentu bisa nulis seperti Prisca *lalu mandangin draft yang ga kelar2* :))

    Setelah beberapa kali membaca review-nya Mbak Yuska. Sampai ke sini saya sadar, Mbak Yuska pasti akan mencoba berpendapat jujur atas bukunya di setiap review. Baik itu positif atau negatif. Keren, Mbak🙂

    Tammy Rahmasari
    @alizarinnn
    keikokukien28@gmail.com

  5. Dengan “sekilas” melihat hanya sebatas dari cover dan juga setting dari judulnya, sebenernya ini termasuk dalam novel STPC yang secara khusus lebih terekspektasikan buat saya meski kayaknya… kalau melihat dari review kakak, saya bakal butuh lebih banyak pertimbangan lagi untuk bener2 kepingin mendalami ceritanya xD

    sepertinya ini tentang persoal cinta ya yang sebenernya pasti bakal kedukung banget dengan paris as a setting xD meski soal si cowok aeolus itu kayak agak bikin cengo karena nyentrik yang rada what the gitu hehehe xD

    somewhat saya rasa saya bisa mengerti “persepsi” yang kakak dapat dari novel ini juga deh xD mungkin konflik soal ketiga tokohnya yang harus saya ketahui sendiri hehe. sekali lagi salut karena ketelitian dan “penalaran” kak yuska yang bisa sekaligus dijadiin masukan untuk kepenulisan sendiri juga xD thank you for being objective and honest in sharing your reading experience :Db

    regards,
    Khairisa R.P
    @rd_lite
    reddishdelight@yahoo.co.id

  6. udah baca novel kastil nya kak prisca.. jadi penasaran banget dengan paris !!
    aline nya siapa dreamcastnya kak ??

    lita
    @Litaa_FAN
    yangchen85@yahoo.com

  7. Wuah senangnya reviewku dicantumin di sini. Makasih, Kak😀 Maaf kalau resensiku jelek, maklum masih amatir. I hope you guys like it :3

  8. Paris aura misterinya kerasa sekali, aku suka mbak Priska menyajikan sedikit demi sedikit identitas Sena yang sesungguhnya🙂

    Sulis
    @peri_hutan
    zhuelhiez[at]yahoo[dot]co[dot]id

  9. aku berharap keindahan kota Paris dapat digambarkan dari cerita di buku ini
    Uli
    @UliKerenza
    kerenz_zia@yahoo.co.id

  10. Hohoho… iya sih, Sena emang bikin aku ilfeel beberapa kali. Apalagi kisahnya sama keluarga apa itu -lupa. Yg agak ekstrim itu lho, juga kerasa agak aneh.
    Tp, setting beberapa tempat yg dipilih mbak Alice itu tetap terasa eksotik dan bikin merasakan jg.
    Eh, Si Sena pas agak tengah2 udah agak gantleman lho.
    Dr novel ini, aku paling suka sama sketsanya😀

    Dian S
    @dianputuamijaya
    dian_putu26@yahoo.com

  11. ini novel seri stpc yg aku beli tapi malah belum kebaca sampai sekarang,
    hmm malah cenderung ke teenlit ya ternyata, eh tumben review yang ini ngga ada book meter buat rating novelnya mbak?
    jadi penasaran berapa ratingnya..
    hehe

    intan ratnasari
    @_tantintun
    ymmot_in@hotmail.com

  12. Lagi baca juga dan iya sih..agak kurang cocok sama gue. Btw, Heechul ya? Hahaa..iya sih, bawel plus tukang usil. Pas banget orangnya udah selesai army tuh *lho, ini kok malah bahas Heechul, maaf :p

  13. Membaca review novel ini, sudah terbayang seperti apa jalan ceritanya. Menarik tapi mungkin akan ada kalimat-kalimat yang saat membacanya cukup skip-skip saja. Ditambah kalimat mba Yuska yang mengatakan “novel ini lebih cocok disebut ‘teenlit’, semakin menguatkan saya bagaimana cerita di dalamnya. Review nya cukup jujur menurut saya, dan review kan memang harus subjektif ya, karena merupakan selera pembaca. Apakah saya tetap akan membaca bukunya meski menurut reviewnya kurang menarik? ooo…tentu saja, karena saya suka membaca, saya tidak akan melewatkan bacaan apapun. Hanya masalah prioritas saja, mana buku yang ingin saya baca terlebih dahulu…

    Anita
    @Mrs_Haafidh
    callme_nita@yahoo.com

  14. wah penasaran dengan tokoh Sena😀 beneran mirip heechul kah karakternya? xD
    dari kilasan ceritanya sepertinya cukup menarik. meskipun mbak yuska bilang ini lebih cocok berlabel teenlit, untuk saya gak masalah sih🙂

    saya suka dengan hal yang barbau Paris, dengan baca reviewnya mbak Yuska yang menyelipkan beberapa foto bikin saya mupeng.hehe

    nama: irnalasari
    twitter: @irnari
    email: irnalasari@ymail.com

  15. Penasaran ama ceritanya.. Penasaran ama Sena😀
    Ga ada spoiler, jadi tambah penasaran..
    Kalo udah penasaran gini, ga enak makan, ga bisa tidur..
    Wkwkwk

    Windy Kurnia Pradita
    niapradita@gmail.com
    @windyuchiha

  16. Review nya lebih banyak komentarnya kali ini =))
    tapi itu sangat membantu bagi orang-orang yang penasaran sama bukunya, saya pribadipun, udah tidak bersemangat jika buku nya itu termasuk kategori teenlit x))

    delta kenda ramadita
    @DeltaYordani
    iam(dot)deltayordani(at)gmail(dot)com

  17. Suka dan cinta banget sama Paris! One of my dream city, too. Hehehe. Saya juga sebenarnya sudah membaca buku ini dan beberapa kali ‘bingung’ sama gaya penulisannya. Tapi that’s Prisca! Entah kenapa selalu membayangkan Mbak Prisca dengan buku-buku dongeng manis khayalannya. Lebih match kali, ya? Tapi Paris ini manis banget; level manis yang pas. Gak bikin mual, juga gak terlalu hambar. Meski beberapa bagian terkesan ‘aneh’, tapi benang merahnya tetap berasa banget. Tetep cinta, lah, sama Sena hehehe.

    Natasha Adelina
    @natashey
    natasha.adelina@gmail.com

  18. Setuju bgt dengan review Ka Yuska ini!!!
    Aku juga udah baca bukunya -pinjem sih- :p. Ada beberapa bagian yang memang janggal dalam novel ini seperti acara janjian Sena-Aline yang bikin Aline nunggu berjam-jam di tengah malam dan pada akhirnya dibatalin. Yah meski pada akhirnya ada alasan yang tersimpan dalam cerita ini, jaga beberapa hal yang membuat novel ini penuh teka-teki.

    Mungkin ini karena seri STPC pertama kali yah, sehingga penggambaran setting Parisnya kurang gereget, ga detil.

    Aulia Ratri
    @auliaaRatri
    aulian_rhatri@ymail.com

  19. haaaiii salam kenal kak😀
    nemu giveaway ini dari iseng-iseng searching d twitter dan ternyata ada giveaway #STPC series! langsung deh ngecek blognya dari tanggal 1 x)

    jujur ya, aku baru baca #STPC London dan aku penasaran dengan buku lainnya gara-gara buku itu.
    aku memilih #STPC series ini randomly, so ketika aku baca London aku bener-bener ketagihan dan tentunya penasaran!
    tapi ketika baca review Paris ini, jujur karena kekurangan-kekurangan yang disebutkan di blog ini ngebuat aku gak terlalu penasaran lagi dengan buku ini.
    padahal aku cukup menyukai Paris, bahkan aku sempet kursus bahasa Prancis walaupun berenti di tengah jalan karena bahasa ini cukup sulit.
    tapi kita tahu gak ada yang sempurna, so aku cukup mengerti kalau memang terdapat banyak kesalahan di dalam buku ini.
    as long as itu tidak membuat aku terganggu, aku tetep pengen baca. itupun kalau menang hehe kalau gak, mungkin bisa minjem aja hehehehe😀

    Shyntia Hani Tiara Putri
    @tiaraaaaputri
    hani_shyntia@yahoo.com

  20. Belum pernah baca bukunya Prisca sih jadi gak ada bayangan gimana gaya tulisannya dia. Emang sih vonis cocokan label teen-lit di review ini agak ngeganggu. Teen-lit tuh kan gak berarti ngelupain common sense dalam cerita donk. Mungkin emang masalah selera sama umur sasaran pembaca di seri STPC ini gak terlalu jelas jadi rada jomplang antara satu buku dengan lainnya

    Ashtrie Karana Putrie
    @Dmigia
    shinigami_light @ ymail. com

  21. Sewaktu pertama kali novel Paris: Aline ini terbit, saya belum ngeh ternyata akan ada serial STPC dari Gagas Media. Nanti setelah menyusul Roma, Bangkok, dll, saya baru tahu ternyata Gagas punya proyek baru.

    Saya sendiri sudah pernah membaca salah satu tulisan mbak Prisca yang berjudul Eclair-Pagi Terakhir di Rusia. Cerita yang sangat complicated. Mengaduk emosi tapi anehnya, saya suka. Cara bertutur mbak Prisca itu lembut, manis dan menenggelamkan. Apa itu mewakili karakternya dia ya? hehehe

    Tentunya saya ingin kembali ‘mengecap’ tulisan beliau. Terlebih ini seri pertama dari serial STPC dan akan mengajak kita berkeliling Paris meski itu masih lewat tulisan, siapa coba yang tidk mau?

    Cuma yang agak ganggu, review diatas mengatakan ini cocoknya label teenlit? aduh, saya bukan mahasiswa, apalagi remaja. Tapi ya sudahlah, sejauh ini saya menyukai tulisan Prisca Primasari & tidak keberatan membaca karyanya dengan genre apapun.🙂

    Sincerely,
    -Dian-
    @dianmayy
    dianmayasariazis@gmail.com

  22. Karena aku belum pernah baca karyanya kak Prisca Primasari, jadi penasaran banget sama karyanya..

    Paris ini kelihatannya seru, di samping beberapa kesalahan yang udah disebutin di review.. Semoga bisa baca buku ini secepatnya^^

    Resita Putri
    @ResitaPutri_07
    resitaputri1@gmail.com

  23. Beberapa review yang aku baca tentang Paris banyak yang bilang kurang memuaskan. Tapiii aku tetep penasaran karena settingnya Paris! Mungkin gak bisa jadi buku favorit, tapi lumayanlah jalan-jalan ke Paris lewat buku ini😀

    Lulu
    namakulutfia[at]yahoo[dot]com
    @lulutfia_

  24. yah walaupun kesan kak Yuska tentang Paris ini berbeda dg seri STPC lainnya, teteup nggak bikin rasa nyidamku goyah😀 malah bertambah…. wkwkwk
    abis kak Yuska mbocori karakter Sena yg totally geeky, absurd, weird, nerd, dumb, but damn cute :3 belom apa2 udah kesemsem (plus sotoy) sama tokoh cowok ini muehehe. Mungkin memang nyebelin, tapi langka lho! Sena ini wajib dikoleksi #eh

    Amelia
    @meliarawr
    fantasy_narnia@yahoo.com

  25. salah satu seri STPC yang ga bisa di lewatkan😀 . berharap bisa baca juga novel ini secepatnya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: