Scene on Three 6: James and the Giant Peach

sceneon3

Ketemu lagi sama Scene on Three edisi keenam. Sepertinya gue rada lama absen karena mengurus event yang lain *lap keringet*

Kali ini, gue akan mengambil satu scene dari buku karya Roald Dahl, James and the Giant Peach:

20130910-113937.jpg

Poor James was still slaving away at the chopping block. The heat was terrible. He was sweating all over. His arm was aching. The chopper was a large blunt thing far too heavy for a small boy to use. And as he worked, James began thinking about all the other children in the world and what they might be doing at this dens. Some would be walking in cool woods and picking bunches of wild flowers. And all the little friends whom he used to know would be down by the seaside, playing in the wet sand and splashing around in the water…

Ketika membaca adegan di atas, pikiran gue langsung melayang kepada illegal child labors yang tersebar di negara-negara berkembang. Dengan upah tak layak dan jam kerja panjang, anak-anak ini terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Gue nggak napsu punya barang bermerek, apalagi setelah membaca artikel di blog ini dan menonton videonya, tambah ga napsu lagi untuk memiliki barang branded. Miris bangetšŸ˜„

sceneonthree

Ikutan Scene on Three yuk. Caranya:

    1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
    2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
    3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
    4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
    5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Until next time!

20130330-114856.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on September 13, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. iin ekawati markus

    ironis….. mereka mungkin saja bekerja keras.. tpi upahx gk sebanding dengan kerja mereka. pemandangan yang menusuk hati

  2. child labor itu emang udah kayak benang kusut.
    Selama ada keluarga miskin, akan selalu ada anak-anak yang terpaksa bekerja. Dan selama ada anak yang bersedia dipekerjakan, akan ada pengusaha tanpa hati yang tega mempekerjakan.

    Kondisi ini masih ditambah dengan serikat buruh yang menuntut kenaikan upah tiap tahun. Otomatis perusahaan lebih milih tenaga kerja ilegal yang lebih murah. Bingung cari solusinyašŸ˜¦

    Bukan cuma barang branded, kak. Bahkan teri medan yang kita makan pun hasil dari child laboršŸ˜¦. Coba baca ini : http://blog.imanbrotoseno.com/?p=43 dan nonton ini : http://www.youtube.com/watch?v=3TREVcbarjk

    Dan menurut laporan ILO ampe skr masih ditemukan pekerja jermal di bawah umur

  3. Miris sebenarnya melihat anak2 yg ga bisa mendapatkan haknya sebagai ‘anak-anak’, tapi seperti kak Dewi bilang, masalahnya memang rumit. Semoga ke depannya kesadaran masyarakat semakin baik ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: