#STPC Interview: Meet the Author Winna Efendi @Gagasmedia

20130819-105102.jpg

winna

Ketemu lagi dengan segmen Meet the Author dalam rangkaian #STPC Tour di blog Lust and Coffee. Kali ini, Winna Efendi akan berbagi tentang proses kreatif selama penggarapan novel Melbourne: Rewind. Simak perbincangan Lust and Coffee dengan Winna berikut ini:

 

Mengapa memilih Melbourne sebagai setting novel untuk seri STPC?

Awalnya, naskah Melbourne: Rewind tidak bersetting di Melbourne. Ide awalnya pun bukan tentang dua mantan yang bersua kembali, tetapi tentang dua sahabat yang sudah dewasa. Namun seiring dengan revisi, naskah tersebut berkembang menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda, dan setting Melbourne terpilih karena saya menyukai eksotisme kota tersebut – paduan antara street style, art, tradisi dan modern. Melbourne is an eclectic city, dan aku ingin mengeksplorasinya lebih jauh.

 

Darimana dapat ide untuk novel ini?

Awalnya ide novel terinspirasi dari 3 cerita pendekku di komunitas Kemudian, tentang seseorang yang berbagi selera musik yang sama dengan pacar sahabatnya. Ketiga cerpen ini pun ada dalam novelnya, walau ada beberapa bagian yang diubah.

Seiring dengan revisi, saya merasa ide dua orang yang pernah berhubungan kembali kemudian bertemu lagi adalah sesuatu yang menarik untuk dikembangkan. Bagaimana perasaan-perasaan lama muncul kembali, seiring dengan perubahan dan perasaan baru. Akan seperti apa hubungan mereka? Apakah mereka dapat berteman, atau berharap lebih tentang masa lalu yang muncul di masa kini? I find that really interesting, so I work on that.

Berapa lama riset untuk Melbourne? Apa Winna sempat berkunjung ke sana sebelumnya?

Sebagian besar dari ambiance kota Melbourne kuambil dari pengalamanku tinggal di Brisbane semasa kuliah.

Risetnya sendiri diiringi dengan membaca blog para Melbournites, membaca buku travel, dan browsing. Kurang lebih beberapa bulan, kemudian dilanjutkan selama proses menulis, untuk memperdalam cerita. Jujur, fokusku lebih kepada hubungan kedua karakter utama dalam buku, sedangkan Melbourne merupakan sebuah tempat yang membawa banyak kenangan sekaligus menjadi ‘warna’ tersendiri dalam cerita.

Aku pribadi belum pernah ke Melbourne, though I’d love to, someday.

 

Berapa lama proses menulis novel ini?

Menulisnya diselingi dengan hiatus dan proyek-proyek novel lain, jadi dari awal sekali idenya terbentuk sampai akhir selesai memakan waktu bertahun-tahun. Tapi begitu memutuskan untuk fokus, kira-kira selesai dalam waktu 6 bulan.

 

Pernah didatangi para tokohnya lewat mimpi?

Karakter-karakter dalam novelku belum pernah hadir dalam mimpi. Tapi buatku pribadi, mereka hidup, and they live to tell their stories to me so I can write them.

 

Adakah curhat terselubung di dalam novel Melbourne?

Melbourne: Rewind bukanlah curhat pribadi secara eksklusif. Aku ingin menyampaikan emosi dan perasaan banyak orang, berharap sekeping cerita ini sedikit menginspirasi orang banyak dan mewakili perasaan mereka J Mungkin karena itulah naskah ini adalah salah satu naskah favoritku secara pribadi, juga yang terasa paling personal.

 

Ada kejadian menarik selama proses penulisan novel Melbourne?

Saat menulis, aku banyak berkomunikasi dengan teman-teman masa SMA dulu yang kini tinggal dan bekerja di Melbourne. It was fun learning about their favorite dessert places, tentang tempat-tempat tak terjamah yang tak kuketahui sebelumnya. Asyik juga mencari lagu-lagu untuk menyusun playlist pribadi Laura, dan menemukan berbagai lagu baru yang seru saat melakukannya.

Selain itu, senang juga mendengarkan feedback pembaca setelah bukunya terbit. Aku menerima beberapa mention di Twitter juga email, mengenai bagaimana mereka juga mengalami apa yang dialami karakter-karakter dalam novel Melbourne. Sampai sekarang bahkan ada seorang pembaca yang masih bertukar email denganku mengenai kisahnya sendiri, yang menyerupai kisah Max dan Laura. Itu adalah hal-hal terbaik yang kualami saat dan setelah menulis Melbourne: Rewind.

 

Apa yang dipikirkan Winna ketika menciptakan tokoh Laura dan Max?

Just that I’d love to create real characters with real flaws and personalities, dengan perasaan-perasaan yang jujur, ketakutan, mimpi dan keinginan masing-masing.

 

Ada rencana untuk membuat spin off Melbourne, dengan tokoh utama Cecily dan Evan misalnya?

Untuk sekarang belum ada ide yang melintas mengenai itu. But, who knows? 

 

Apa proyek selanjutnya yang akan Winna kerjakan setelah Melbourne?

Ada satu naskah yang sedang diproses oleh Gagas Media, salah satu proyek mereka juga, kali ini kembali ke genre remaja.

Setelah itu, sedang mengumpulkan ide untuk naskah-naskah selanjutnya

 

Terima kasih banyak atas waktunya untuk menjawab 10 pertanyaan dari saya. Ditunggu karya-karya Winna selanjutnya.

 

Until next time

20130725-125307.jpg

 

 

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on September 12, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 11 Comments.

  1. Beneran ga nyangka kalo Winna belum pernah ke Melbourne. Deskripsi tempatnya kerasa nyata banget >.<

  2. Aku juga terhanyut banget di Melbourne. Nggak seperti tempelan ya penemoatan settingnya.

  3. iin ekawati markus

    interviewx khas kak winnaa lah,… penulis refrain udah gk bsa di abaikan lagi tulisannya. oh.. iya,,, kayak Tammy blg, deskripsi novelnya apik banget kyak penulis udah kenal banget sama kota Melbourne…..

    good job buat kak Winna

    eh, kak Yuska juga

  4. rasanya jadi merasa tersentuh gimana gitu setelah tahu gimana latar belakang ide cerita Melbourne dan bagaimana tanggapan pembacanya ke kak Winna. :”’ salut deh kalau ceritanya bisa sesuai keinginan kak Winna untuk bisa “menyentuh” banyak orang hehehe.

    begitu juga dengan riset dan seluk beluk penulisannya yang terbukti “total” lagi bagi tiap penulis STPC khususnya Kak Winna ^^ saya sangat mengapresiasinya😀 apalagi juga setelah tahu kalau ternyata kak Winna belum pernah langsung ke Melbourne tapi sudah mampu membagikan dan mengolah “persepsinya” dengan apik di bukunya melalui banyaaak sekali sumber xDb keren!

    terus saya sebenarnya masih penasaran mengenai pencarian lagu untuk tiap bab nya ini kirakira memakan berapa lama juga ya? soalnya saya kira mungkin lagu2nya jenis2 yang “gak mainstream” dan dipilih khusus unruk membangun “feel” jadi nggak bisa “asal” ^^a salut deh buat kak Winna dan begitu juga dengan kak Yuska yang udah all out dan gak setengah-setengah memaintain jalannya STPC :Db semangat dan sukses ya untuk kakak-kakak xD #sokimutyak #plak

    With warmest regards,
    Khairisa R.P
    @rd_lite
    reddishdelight@yahoo.co.id

  5. kak winna emang ga pernah setengah setengah kalau nulis novel..jadi kepengen tau novel selanjutnya. ditunggu !!

    lita
    @Litaa_FAN
    yangchen85@yahoo.com

  6. Pendapat saya tentang sesi tanya jawab ini… WOW.
    udah gitu doang

  7. belom pernah baca >,< jadinya enggak tau gimana mbak winna mendeskripsikan Melbourne.

    wah, sepertinya pembaca banyak yang curcol ke mbak =)) berarti, buku ini kena banget di hati pembaca ^^

  8. Di novel ini aku ngerasa ada yg beda dr novel2 Kak Winna. Yg biasanya bertema teman jd cinta. Tp kali ini cinta jd teman trus jd cinta lagi.
    Trus adanya campuran kehadiran lagu2 yg ternyata enak banget, bikin novel terasa unik banget . Karakter Max dan Laura jg kuat banget. Tp endingnya wao…. Over all, udah keren ‘kok.

    Dian. S
    @dianputuamijaya

  9. dari segi setting menurutku Melbourne berada di posisi paling belakang diantara buku STPC gagas, tapiiiiiii aku suka banget sama ceritanya, buku Winna yang paling aku suka, i loveeeeeee Max🙂

  10. Setelah baca review dari Mbak Yuska, sudah sangat kepingin membaca dan merasakan sendiri sensasi di Melbourne hasil racikan Mbak Winna. Saya sudah lama ngikutin karya Mbak Winna dan sangat menggemari buku-bukunya yang manis itu;) Semakin penasaraaan.

    Natasha Adelina
    @natashey
    natasha.adelina@gmail.com

  1. Pingback: PROSES KREATIF WINNA EFENDI – GALUH PUTRI R – The Unpopular Opinions 2k16

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: