[Book Review] Simply Sexy by Carly Phillips @Gramedia

book_info

20130908-070847.jpg

Judul: Simply Sexy (Simply Series #5)
Penulis: Carly Phillips
Penerjemah: Nur Aini
Penerbit: GPU
Terbit: Januari 2013
ISBN: 978-979-22-9123-0
Jumlah Halaman: 240
Kategori: Novel Fiksi Terjemahan
Genre: Romance, Chicklit, Contemporary
Beli di: http://www.rumah-buku.net harga Rp. 28,000
Kalimat pertama: Emma Montgomery berdiri di dekat jendela kantor redaksi koran sambil mengetukkan kuku-kukunya yang terawat dengan tak sabar.

book_blurb

Setelah sekian lama, Colin Lyons akhirnya pulang karena mendengar kabar ayah angkatnya sakit. Namun ia juga mendapati bahwa perusahaan koran milik sang ayah terancam bangkrut dan malah jadi mirip tabloid wanita—semua karena istri kedua ayahnya. Colin terpaksa memikirkan cara agar perusahaannya tidak hancur sekaligus mengembalikan koran tersebut ke jalur yang benar.

Hanya saja Colin dihadapkan pada masalah lain yang juga tak mudah, yaitu dalam wujud Rina Lowell, kolumnis hubungan asmara. Wanita itu telah menarik perhatiannya sejak hari pertama dan begitu bersemangat melakukan riset untuk kolomnya. Awalnya Colin berniat memanfaatkan Rina demi menyelamatkan koran milik ayahnya, namun kini ia sadar ia malah terlibat terlalu jauh dengan wanita itu…

thoughts

Harlequin… Gue sempat alergi mendengar nama penerbit yang identik dengan novel romance yang ‘dangkal’ dengan plot yang tidak greget. Kenapa sih kok gue kaya gitu? Karena gue punya pengalaman buruk dengan novel Harlequin. Waktu masih kerja (kalau nggak salah waktu itu gue sedang hamil AJ), ada bursa buku murah Gramedia di ITC Permata Hijau. Gue ke sana sama seorang teman, dan seperti beli kucing dalam karung, gue membeli beberapa novel Harlequin yang dibandrol harga 15 ribu. Teman gue bilang, kakaknya dia fans berat HQ. Banyak yang bagus.

Dengan riang gembira, gue menenteng kira-kira 5 novel HQ bersegel dengan judul yang romantis dan hot khas HQ. Pas gue membaca satu novel berjudul Kesatria Idaman Sang Pustakawati karya Cindy Gerard, gue bengong, karena novel itu nggak ada konflik yang berarti.

20130908-074426.jpg
Foto milik Rumah-Buku.net

Sejak saat itu, gue kapok membaca Harlequin. Semua buku HQ yang gue punya (termasuk 5 pararom yang gue beli di Periplus), gue hibahkan pada teman. Pokoknya, no Harlequin novels at home. Jauh-jauh dah sana.

Empat setengah tahun berlalu, gue iseng browsing di OL shop. Gue menemukan obralan Simply Series-nya Carly Phillips. Wait a sec, that name sounds familiar. Tentu saja, gue melipir ke Madame Goodreads untuk mencari tahu sinopsis dan review dari para pembaca. Not bad,agak chicklit-ish jadi sepertinya gue bakal tahan bacanya. Yep, I found my guilty pleasure, hihihi. *siap-siap dikepruk temen-temen yang anti HQ.

Jadi, ceritanya dibuka dengan adegan Emma, nenek tua berumur 80 tahunan yang bekerja di Ashford Times sebagai kolumnis. Colin menyelamatkan Emma dari rumah jompo. Di kantor, Emma bersahabat dengan janda yang suaminya meninggal, Rina. Emma yang hobi menjadi comblang, mulai berpikiran untuk menyomblangi Rina dengan Colin, si lelaki berambut hitam dengan mata biru mempesona (langsung terbayang Ian Somerhalder).
Colin adalah anak angkat Joe dan Nell (almarhum istri Joe). Joe yang sakit keras, menyerahkan perusahaan pada Corrine, istri barunya (yang mengingatkan gue dengan Nicole Kidman). Di tangan Corrine, Ashford Times berubah menjadi koran gosip, menyebabkan para donatur dan pemasang iklan mengeluarkan ultimatum bahwa mereka tidak akan mengucurkan dana jika Ashford Times tidak kembali seperti semula.

Dalam misi penyelamatan kantor, Colin ingin memikat Rina agar ia berpihak padanya, sedangkan Rina melakukan test drive observasi terhadap perilaku pria jika wanita melakukan make over.

Sudah bisa ditebak ke mana arah cerita ini. No spoiler, gue akan berhenti sampai di sini.

Jujur, gue suka dengan penuturan Carly Phillips yang simpel dan menggelitik. Beberapa bagian terasa kocak, membuat gue tertawa. Bagian lain membuat gue tersipu. Novel ini adalah novel HQ kedua yang membuat gue betah membaca sampai akhir. Ada satu novel HQ bahasa Inggris yang gue baca dan sangat chicklitish. Judulnya Suddenly Single dari Harlequin Flipside. Review here

Karakter di Simply Sexy yang paling gue suka adalah Emma. Pengen kaya dia kalau tua nanti, hahaha. Walau sudah berumur, Emma cerdas dan elegan. Mengingatkan gue akan Helen Mirren.

Oiya, masih ditemukan typo nih. Gue menemukan 3 diantaranya.

Simply Sexy seru untuk dinikmati tanpa berpikir. Bacaan yang menghibur sarat dengan adegan sexy. It’s pure entertainment. Just sit back, relax and enjoy it with a hot drink.

Oiya, Simply Sexy adalah buku kelima dari Simply Series. Tidak perlu dibaca berurutan. Ceritanya sebenarnya stand alone namun para tokoh dalam seri ini saling berhubungan.

20130908-093624.jpg

I’ll definitely read the whole series.

Quote yang paling gue suka adalah:
Penampilan yang cantik tidak berarti apa-apa jika wanita itu sendiri tidak merasa dirinya cantik. (hal. 122)

20130908-081724.jpg

Until next time

20130330-114856.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on September 8, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 13 Comments.

  1. iin ekawati markus

    aku belum baca buku ini.. terakhir aku baca iru simply sensual. dari review kak udah ada sedikit titik terang sih.. tpi masih ngambang. yaa’ iyalah…. gak seru dong kalau bagian yang SERU nya di show up…

    thank reviewx kak…. masuk list buku bulan ini kyakx

  2. Sebagai #PustakawanGarisKeras, aku juga punya HQ yang Kesatria Idaman Sang Pustakawati x)

  3. Hehehe. Sambil baca biasanya sambil bayangin dream cast utk novel itu ya, Mbak? Aaah, jd inget 50 Shades. Q sih ga suka sama novel itu, sebenernya, tapi tetep laaah, namanya romance ya pasti ada kan yg appealing. Kayak Twilight itu jg. Dasar cewe. *ditimpuk cewe2*

    Aku suka chartnya itu. Itu Mb yg bikin?

    Belom pernah baca Carly Phillips. Kebanyakan bacaanku ky semacam chick lit, kayaknya. Tp aku pernah baca Domestic Gods series. Itu lumayan sih. Kalo HQ, Nora Roberts itu termasuk jg ga sih sebenernya?

  4. Sebagai pembaca romance, gue belum pernah sekali pun baca Harlequin. Karena ya..karena..gak pernah tertarik, apalagi covernya yang, ehm, malu kalau dibawa-bawa di tempat umum :p Selama ini sukanya sama Johanna Lindsey yang Malory-Anderson family saga series aja. Ngumpulin seriesnya perjuangan banget, secara di Indonesia hak terbitnya dipegang 2 penerbit dan tidak diterbitkan berurutan😀

    Beda juga sama Fifty Shades series yang walaupun isinya kontroversial, buat yang gak suka baca buku atau belum baca bukunya, sampulnya okelah buat dibawa ke tempat umum. Gw baca ini di RS dong sambil nemenin mertua yang lagi sakit *menantu macam apa gue😀

    Tapi, baca review ini, mungkin memang sudah waktunya mencoba membaca Harlequin. Thank you review-nya🙂

  5. G sengaja nemukan review ttg buku harlequin, saya jenis pembaca byk buku tp paling g prnh baca dari pengarang indonesia, banyak koq harlequin yang bagus dan g kosong mgkn sekarang udh jd penulis kondang kyk diana palmer, linda howard, sandra brown, nora roberts semua brangkat dari harlequin, kl yang skrg mang harlequin nya kosong isinya makanya saya g prnh beli lg😀

  1. Pingback: Telling Tuesday 1 | lustandcoffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: