[Book Review + Giveaway] Bangkok by Moemoe Rizal @Gagasmedia #STPC

20130819-105102.jpg

book_infobangkok

Judul: Bangkok

Penulis: Moemoe Rizal

Penerbit: Gagas Media

Genre: Drama, Travel Fiction, Roman, Keluarga

Terbit: 2013

Tebal: 436 Halaman

Harga: Rp 57.000

book_blurbPembaca tersayang,

Siapkan paspormu dan biarkan cerita bergulir. BANGKOK mengantar sepasang kakak dan adik pada teka-teki yang ditebar sang ibu di kota itu. Betapa perjalanan tidak hanya mempertemukan keduanya dengan hal-hal baru, tetapi juga jejak diri di masa lalu.

Di kota ini, Moemoe Rizal (penulis Jump dan Fly to The Sky) membawa Edvan dan adiknya bertemu dengan takdirnya masing-masing. Lewat kisah yang tersemat di sela-sela candi Budha Wat Mahathat, di antara perahu-perahu kayu yang mengapung di sekujur sungai Chao Phraya, juga di tengah dentuman musik serta cahaya neonyang menyala di Nana Plaza, Bangkok mengajak pembaca memaknai persaudaraan, persahabatan, dan cinta.

เที่ยวให้สนุก, tîeow hâi sà-nùk, selamat jalan,

EDITOR

thoughts

Sebuah warisan bagi orang yang ditinggalkan, selayaknya menjadi suatu amanat yang tidak boleh disia-siakan. Tapi, Edvan tidak antusias ketika menerima warisan dari Ibu yang telah sepuluh tahun tidak ditemuinya, dan tahu-tahu menyisakan kabar duka melalui sebuah nisan. Terlebih, warisan yang diberikan oleh Artika, nama ibu Edvan, bukanlah benda atau harta yang berharga, melainkan sebuah pencarian yang akan memakan waktu, tenaga, dan uang yang tak sedikit. Lalu, kenapa akhirnya Edvan tetap melakukan amanat dari ibunya??

Saya membaca novel ini dari rekomendasi sekaligus pinjaman seorang teman, saat dia tahu saya sedang mengerjakan naskah bergenre fiksi perjalanan. Katanya, novel ini menarik dan detail-detail tentang tempatnya tidak membosankan atau terkesan seperti sebuah artikel travel guide. Benar saja, saya mulai melahap halaman demi halaman dan menikmatinya! Kesimpulannya, saya suka cara Moemoe Rizal bertutur, ingatkan saya untuk mencari karya dia yang lainnya, lugas dengan alur yang dinamis. Di bab awal, kita akan dikenalkan dengan sosok Edvan yang arogan dan narsis luar biasa. Dia adalah seorang pemuda Indonesia yang telah menjadi arsitek hebat di Singapura. Dijelaskan kebanggan yang tersirat dari dirinya akan kesuksesannya mengerjakan proyek yang megah.

Novel ini mengambil sudut pandang orang pertama, yaitu Edvan yang bertutur. Dan novel ini mengobati kebosanan saya dengan membaca alur cerita yang lambat. Syukurlah pria yang bertutur di sini bukanlah pria yang melankolis, haha, kalau boleh saya menyimpulkan, di sini Edvan memiliki karakter kholeris. Keras kepala, semaunya, dan apa yang menjadi keinginannya harus terkabulkan. Diceritakan bahwa Edvan pulang ke Bandung setelah sepuluh tahun lamanya karena sebuah kabar duka tentang ibunya yang meninggal. Lalu, Edvan bertemu dengan saudara kandung satu-satunya yang seharusnya menjadi tandem yang mengasyikkan sebagai sesama pria, yaitu Edvin. Kenyataannya, Edvin yang ditemuinya berbeda 180 derajat dengan Edvin yang ada di bayangan Edvan. Melalui Edvin pula warisan untuk Edvan disampaikan, warisan yang akhirnya membawa mereka berdua terbang ke Bangkok untuk menemukan jurnal demi jurnal yang dititipkan oleh ibu mereka.

Sebuah pencarian yang seru. Setiap tempat diceritakan dengan detail dengan kesan kuat yang dituturkan oleh Edvan. Hadir pula Charm sebagai gadis Thailand yang mengiringi kisah petualangan Edvan di negeri gajah putih ini. Dan bisa ditebak, sepasang pemuda dan pemudi yang terlalu sering bersama akhirnya akan menimbulkan percik-percik roman di antara keduanya. Meski sulit dan terlalu arogan untuk mengakui, tapi akhirnya Edvan mengatakan kalau dia jatuh cinta kepada Charm. Sayangnya, Charm terlalu misterius dan tidak semudah itu untuk dijangkau. Belum lagi ada Max, adik Charm yang ikut membantu Edvan yang awalnya hanyalah sebuah side dish, tapi ternyata memberikan kisah yang tak terlupakan pula bagi Edvan.

Sebuah pencarian. Sebuah petualangan. Sebuah kisah yang seru dan mengajak kita untuk turut serta dalam setiap langkah kaki Edvan. Saya senang dengan cara bertutur Edvan yang cuek dan ceplas-ceplos. Banyak umpatan spontan, haha, tapi justru menjadikan novel ini semakin hidup. Hei Moemoe, apakah Edvan ini adalah penggambaran dari diri kamu sebenarnya?? *winks* hehehe. Pesan-pesan moral yang disampaikan dalam novel ini tentang hubungan keluarga juga sangat dalam. Edvin yang awalnya dibenci oleh Edvan karena keputusannya yang sensasional (betapa perubahan satu huruf saja dari nama Edvin telah menjungkirbalikkan kehidupannya), akhirnya malah membuat Edvan menyadari arti sebuah keluarga yang walau ia benci bagaimanapun juga, tapi senantiasa ada di hatinya.

Thailand dikenal sebagai negara yang murah senyum, dan gambaran ini mudah didapatkan dari seorang Charm. Thailand juga dikenal sebagai negara yang menghalalkan transgender, maka jangan heran kalau isu transgender di sini lumayan sering dibahas. Hal ini pula yang akhirnya membuat Edvan sadar, bahwa pada akhirnya bukan masalah sebuah keputusan itu benar atau salah, tapi walau bagaimanapun juga keluarga itu haruslah saling mendukung dan menjaga.

Bagaimana, apakah uraian saya ini cukup menarik minat kamu untuk membacanya?? Jika ya, saya ucapkan selamat bertualang ke negeri gajah putih bersama Edvan yang tampan, Charm yang memesona, Edvin yang manis, serta Max yang tulus. :)

GR

Dinoydata

Need a second opinon?

More on Bangkok reviews:
Ifnur Hikmah here

Metropop Lover here

The Book of Life here

STPCGA

Seperti yang sudah dimumkan bulan Agustus, Lust & Coffee bekerjasama dengan Gagasmedia akan membagikan novel STPC untuk pembaca blog ini ^^

Ada 3 paket hadiah yang akan dibagikan untuk 3 orang pemenang yang beruntung.

Caranya gampang banget:

1. Follow akun @Gagasmedia @Bukune dan @moemoerizal

2. Twit link review + giveaway ini dengan kalimat seperti ini:

Mau dapetin paket novel #STPC dari @yuska77 @Gagasmedia @Bukune? Klik aja http://t.co/VMarxz8Gbl

3. Isi di kolom komentar tentang pendapatmu mengenai review novel Bangkok. Jangan lupa untuk mencantumkan:

Nama, akun twitter, dan email.

4. Setiap komentar yang kamu tinggalkan di tiap postingan dan twit selama proyek #STPC berlangsung akan mendapat 1 entry. Misalnya, kamu ngetwit link review + giveaway Bangkok juga meninggalkan komentar, maka kamu mendapatkan 2 entries.

5. Jangan lupa, besok ada postingan interview bersama Moemoe Rizal. So, stay tuned ya.

6. Giveaway STPC dimulai dari tanggal 1 September – 30 September 2013. Kamu bisa mengisi kolom komentar + tweet giveaway ini selama event STPC berlangsung.

7. Pengumuman pemenang tanggal 5 Oktober 2013

Good luck ^^

20130725-125307.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on September 1, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 42 Comments.

  1. Sebelumnya salam kenal dan semoga sukses dengan event ini ya😀 This event is really interesting😀 saya sudah dari dulu penasaran tentang seri #STPC xD

    Sebenarnya kalau boleh jujur,Bangkok itu tidak pernah benar-benar begitu menarik bagi saya yang notabene sudah terlanjur direcoki mimpi-mimpi berbau Eropa dan sedikit Korea =)) Tapi ternyata saya justru menjadi tertarik untuk membaca #STPC di Bangkok ini karena reviewnya yang memuat hal-hal bagus dari buku yang bersangkutan dengan sangat baik😀

    Pertama, bagaimana dari review ini saya jadi mendapat ketertarikan karena novel ini juga ternyata berlandaskan tentang “keluarga”, yang jadi latar belakang mengapa suau perjalanan/kisah bisa terjadi Bangkok xD ini nampaknya suatu angin segar dari banyak cerita ain yang backgroundnya seperti tergravitasi pada masalah cinta dua manusia melulu =))

    Kedua, ulasan yang menyatakan mengenai penceritaan dan karakterisasi sang tokoh utama yang nampak menarik dengan sifatnya yang koleris itu xD reviewer sudah memberikan gambaran yang memadai mengenai pengalaman membacanya yang “terjadi” karena tokoh dari bukunya yang bersangkutan, sehingga saya sendiri jadi betul-betul ikut memertimbangkan untuk merasakannya sendiri😀

    Wah, ternyata sampai dua saja ya namun secara keseluruhan terima kasih atas reviewnya😀 good job dan semoga sukses😀

    Regards,
    Khairisa R.P
    @rd_lite
    reddishdelight@yahoo.co.id

  2. Bangkok… hmm. Sebenarnya ada beberapa hal yang saya mengerti mengenai Bangkok *karena beberapa kali liat film Thailand* dan novel ini seakan-akan jadi… apa ya istilahnya? Pencerahan buat saya? *halah*
    Sangat memiliki antusias tinggi saat membaca novel ini, padahal saya sempat cemas sendiri karena saya pikir pasti di novel ini pasti ada banyak Bahasa Thailand yang diselipkan, dan sudah pasti akan membuat saya mabok setengah melayang. Ya, ya saya tahu Bahasa Thailand mungkin terdengar canggung dan hebatnya…. saya tidak merasakan kecanggungan itu saat membaca novel ini *yah walaupun sempat melotot sebentar, sih*
    Oke.. itu tadi hanya kata pengantar sekarang kita langsung menuju ke intinya. Capcus!!
    Edvan. Wowowo, tokoh satu ini entah kenapa membuat saya senyum-senyum sendiri. Apa mungkin saya yang kurang waras? Jawabannya tidak. Ini semuanya karena ada sebuah sisi yang diangkat Mas Moemoe Rizal pada Edvan yang membuat mata saya berbinar-binar. Di awal, saya merasa Edvan ini pasti sifatnya setengah kampret, Bikin kesal karena terlalu narsis *saya benci cowok over narsis* tapi… saat Edvan memutuskan melakukan perjalanannya ke Bangkok untuk wasiat ibunya, saya harus berpikir ulang. Mungkin di sisi lain, Edvan ini mempunyai hati kecil yang ingin berontak karena masih menyayangi keluarganya. Dan saya amat sangat suka dengan sifat ini! Diam-diam menghanyutkan T.T
    Kemudian, Edvin/Edvina? Sebenarnya saya tidak terlalu menaruh simpati pada tokoh satu ini. Karena saya awalnya nggak suka penyelewengan yang terlalu nyeleweng (?) Tapi, simpati saya semakin lama semakin membesar pada Edvin. Yay! Dan yang saya harus acungi jempol adalah bagaimana Mas Moemoe Rizal menyajikan sebuah cerita keluarga yang bikin saya mewek. Maksud saya, ini benar-benar bikin hati kecil saya tersentil. Walaupun kita merasa benci *atau mungkin kesal/gemas/apalah* tapi ada sesuatu dari diri kita yang tanpa sadar akan bikin kita tahu bahwa keluarga itu benar-benar anugerah Tuhan yang paling besar. Kita bisa mendapat cinta dan kasih sayang yang tidak terbatas dalam hubungan keluarga.
    Oke lanjutt..
    Terus mengenai Charm *nama aslinya susah* saya tidak akan bercerita lebih lanjut. Kenapa? Saya iri dia bisa dekat sama Edvan! *plaak!* Tapi, saya suka dengan Charm yang terkesan misterius.
    Teruuss, Max. Asli, deh, saya bingung banget sama sifatnya Max. Dia ini keren tapi nggak keren *nahloh?* Maksudnya dia itu sepertinya gagah berani tidak peduli halangan yang merintang di depan mata *hah?* tapi dia itu sraight apa gay, sih? Ini yang saya maksud keren tapi nggak keren.
    Secara garis besar, novel ini adalah novel yang benar-benar bikin saya tersenyum senang, karena dari setumpuk novel yang saya baca akhir-akhir ini, novel ini bernai mengangkat unsur keluarga yang ceritanya nggak bikin saya menguap kebosanan. Tapi bikin saya menganggukkan kepala dan tersenyum karena ada sebuah ikatan magis yang dikuak Mas Moemoe Rizal dalam hubungan keluarga. Belum lagi, Mas Moemoe Rizal berani mengangkat hal transgender yang sejujurnya masih yah agak nggak ngeh di hati saya. Tapi, dengan cerita ini saya sadar, kalau segala hal akan dipandang sebagai sesuatu yang berbeda jika kamu melihatnya dari sudut pandang yang berbeda pula. Seperti transgender, saat kita melihatnya dari sudut pandang orang yang melakukannya, maka semuanya akan terasa sah-sah saja karena menurutnya hal itu yang akan membuat bahagia. Simpel tapi dalem banget maknanya. Tapi, saya merasa masih ada beberapa typo (atau mungkin nggak kali ya? soalnya saya bacanya ngebut) tapi tertutupi dengan cerita apik dari Mas Moemoe. Satu lagi, ada kalimat yang bikin saya senyum lebaaaar sekali. Apa itu? Ini dia…

    “Aku ingin wisata alam. Wisata yang bangunannya diciptakan langsung oleh Tuhan.”

    Kenapa saya suka kalimat ini? Karena… terkesan kita yang selama ini selalu mengagung-agungkan bangunan besar nan mewah tidak menyadari jika Tuhan pasti mempunyai bangunan yang seribu kali lebih “Wah” Terakhir… 5 bintang untuk buku yang supersekali ini. Hohoho.

    ps: nanti saya buat review di goodreads lagi deh. Biar wow! hehehe

    oh ya, saya kasih bocoran sedikit tentang saya yah! *numpang eksis*
    Nama : Nanda Febri
    Twitter : @milo389
    email : febrifebruary03@gmail.com

  3. Pendapat saya mengenai review ini sangat menarik sehingga membuat kita jadi ingin membacanya, karena menceritakan isi cerita secara garis besar namun tidak memberikan spoiler.
    Contohnya seperti apa yang terjadi dengan Edvin adik Edvan, karena saya udah tahu waktu buka-buka bab awal di gramedia. *hahaha*
    Dan di ulasan review ini juga menjelaskan gambaran tentang bagaimana sifat/karakter para tokoh walaupun hanya sedikit tapi sudah cukup untuk mewakili🙂

    Intan Ratnasari
    @_tantintun
    ymmot_in@hotmail.com

  4. Hallo kak Yuska… Makasih untuk review Bangkoknya dan giveawaynya juga.
    Saya biasanya nggak suka dengan novel kosong, maksudnya yg gk ada pengetahuan di dalamnya. Review kakak yg bilang kalo
    novel ini menarik dan detail-detail tentang tempatnya tidak membosankan atau terkesan seperti sebuah artikel travel guide membuat pembaca review penasaran dan ingin membaca.
    Review kakak juga memberi point2 yg meninggalkan detail dan membuat penasaran.
    Dan yg paling okay reviewnya cukup padat, singkat gk bertele-tele.
    rati pramita
    @ratipramita
    rira_pu@yahoo.com

  5. Dari kalimat pertama review ini di kepala aku tuh ada slide-slide bergerak aka film tentang bagian-bagian yang diceritakan di atas. Kayanya novel ini filmable banget yah. Kan seru tuh syutingnya di Indonesia dan Thailand. Apalagi ceritanya tentang konflik keluarga dan pencarian hal penting milik orang tua. Tapi sebelum ada filmnya, wajib bnget baca dulu novelnya sih. Jadi kepengen beli dan baca, padahal saya dari awal ga tertarik sama #STPC ini.

    Nama : Indah Lestari
    Twitter : @indtari
    Email : ind.lestari@gmail.com

  6. Dari awal keluar STPC, memang udah pengen dikoleksi aja buku-bukunya. Tapi berhubung baru punya 2 buku, siapa tahu GA ini bisa melengkapi koleksi saya :p

    Udah lama saya sering baca review-nya Mbak Yuska, isinya selalu menarik dibaca dan gak ada spoiler. Sama dengan yang satu ini, berhubung pengen punya bukunya jadi bacanya juga menggebu2 (?) sampe penasaran pengen baca bukunya. Berhubung pernah beberapa kali baca buku travel fiction yang isinya kaya travel guide, saya jadi semakin tertarik baca yang ini.

    Nama: Tammy Rahmasari
    Twitter: @alizarinnn
    E-mail: keikokukien28@gmail.com

  7. Sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan travelling, tapi tahu kalau ada novel #STPC jadi very excited. Apalagi dari reviewnya, negeri gajah putih diceritakan dengan detail. Tapi bukan hanya sisi travelling yang diunggulkan melainkan juga dramanya. I love drama. Makin penasaran dengan karakter Edvan disini.

    Nama : Hikmawati Cahyaning Tyas
    Twitter : @tyaas_hc
    Email : tyashc@gmail.com

  8. Bangkok, aku punya bukunya, tapi masih dalam timbunan, rencana mau baca mungkin bulan depan karena target saya mau menyelesaikan dulu buku-buku timbunan yang sudah dibeli sejak tahun kemaren dan masih belum dibaca hingga sekatang. >_<

    Tapi dari semua review dan termasuk review kak Yuska, memberi Bangkok penilaian yang sangat baik. Kebetulan saya belum pernah ke Bangkok, dengan adanya buku ini bisa membantu saya memberikan referensi seandainya saya pergi ke sana nanti.

    Selain itu saya penasaran sama unsur transgender yang ada dalam Bangkok. Pengen tau apa yang menyebabkan seseorang beralih menjadi transgender.

    Lina Riyanty
    @arynity
    lina.riyanty@gmail.com

  9. reviewnya menarik! saya makin pengin baca novelnya, apalagi ini udah jadi inceran lama. Tapi, belum sempat beli, baru baca satu STPC aja yang Last Minute in Manhattan.

    Yang saya suka dari review ini adalah yang dipaparkan gak cuma cerita singkatnya, tapi juga penggambaran tokohnya. Jadi, saya punya bayangan novel ini akan asik buat dibaca, karena tokoh kayak Edvan gini yang saya suka.
    Sudut pandang orang pertama, dari pihak laki-laki pula. Wah, bikin saya penasaran kayak gimana sih STPC dilihat dari sudut pandang laki-laki, saya pengin tahu juga😀

    Berpetualang ke negeri gajah putih? Itu jadi penutup review yang–buat siapapun udah baca-gak bisa bilang enggak. haha

    Reviewnya singkat, gak melebar kemana-mana. I like it😀
    Untuk keseluruhannya aman, gak buat spoiler.

    Thanks mbak Yuska yang sudah buat review + giveawaynya😀

    Nama: irnalasari
    twitter: @irnari
    email: irnalasari@ymail.com

  10. haloooo…. *numpang lewat* ini bisa diikutkan 1 entry nggak sih, kan ninggalin komentaaarrr… *kemudian berlalu*😀 hehehe, thx kak Yuska sudah mengizinkanku numpang beken di blog keceh inii😀

  11. lita andriana
    @Litaa_FAN
    yangchen85@yahoo.com

    huwaa !! pertamanya sih biasa aja , tapi kenapa setelah baca review nya jadi kepengen baca yaa. Alasannya pertama tentang transgender ; jarang banget ada yg bahas ini. Terus pengaruh dari film Thailand ; jadi kepengen belajar bahasa Thailand tapi susah banget cari buku yg bahas kayak gitu.

  12. Halo kak Yuska🙂 Terimakasih reviewnya dan giveawaynya ya. How interesting it is!🙂 Kalo kakak nanya apakah review-an ini cukup menarik minat saya untuk membacanya, aku ucapkan selamat kak😀 sangat sangat berhasil..
    Review kakak yang bilang kalo novel ini memiliki detail-detail tentang tempatnya tidak membosankan atau terkesan seperti sebuah artikel travel guide membuat pembaca review seakan travelling dalam bayangannya. Pastinya menambah pengetahuan juga.
    Review-an kakak yg menekankan kalau novel Bangkok ini menarik membuat para pembaca semakin ingin memiliki novelnya.
    Penggambaran tokohnya keren. Membuat saya ikut membayangkannya hihi. Saya suka gaya bercerita kakak, nyaman, cukup jelas namun tidak terlalu spoiler, padat, dan buat penasaran.

    Sabariah
    @cabbyy_
    sabariiah13@yahoo.com

  13. Hai, Kak.. salam kenal ya🙂

    Aku suka sama cara kakak ngereview novel. Enak dibaca sekaligus sukses bikin penasaran setelah selesai bacanya. Kalau menurutku, bahasa yang kakak pke itu langsung ke tujuan, ngga pke basa-basinya. Kakak juga ngga lupa ngejabarin hal-hal menarik yang ada di novel itu, tapi ngga sampai ngebocorin isi ceritanya. Intinya, reviewnya bagus dan menarik.

    O,iya Kakak nulis kata ‘kebanggan’ di review ini. Itu seharusnya ‘kebanggaan’ ya? ^^

    Nama : Resita Putri
    Twitter : @ResitaPutri_07
    email : resitaputri1@gmail.com

  14. Hi kak Yuska,thanks udah ngadain giveaway yg emang menarik untuk diikuti ini..apalagi novel #STPC kayak gini. Sering2 ya kaak..hehe🙂
    First of all, tau novel ini pas lagi search twitternya ka Moemoe Rizal,disitu ada salah satu akun yg review novelnya kak Moemoe yang berjudul ‘Bangkok’,dan banyak juga yg ngemention(+ngetwitpic) ke kak Moemoe dan komentar kalo novel ini bagus,keren dll. Setelah diklik link yg review tsb barulah tertarik buat baca, instead saya pernah baca novel ka Moemoe sblmnya yg berjudul Outrageous..dan ka Moemoe emg ngebuktiin cara dia nulis yg ‘oh-so-called’ bikin readers penasaran untuk menyelesaikan bacaannya.
    Laluuu saya googling lg tentang review novel bangkok ini dan muncul website kak Yuska..then I start with read Kak Yuska review.🙂
    Bangkok..ahh someday saya ingin bertualang di negeri gajah itu, gak lupa ingin mengunjungi Pattaya yg jadi lokasi syuting film The Beach Leonardo Dicaprio..dan Bangkok masuk “before-I-die-I-want-to” list saya. Saya kira novel ini merupakan travel guide novel pada umumnya,ternyata ini fiksi perjalanan..semakin penasaran lah saya kepingin membacanya karena saya blm pernah baca novel bergenre ini sblmnya. Secara tak langsung dengan cerita bersetting Bangkok pasti kak Moemoe mengajak para pembaca travelling bersama melalui serunya kisah kakak-adik ini. Reviewnya kak Yuska juga ngebantu readers lainnya buat yang penasaran banget sama isi buku tersebut. After taste ngebaca review kak Yuska..duh yaa yang makin penasaran tambah penasaran yang belum tau novelnya jadi tau. Ah ya kak sebelumnya saya gak ngerti apa itu #STPC ,saya sempet searching di google ‘apa itu STPC’ ehehehehe..
    Btw gak salah deh tadi ngeklilk riview-an nya Kak yuska, ya’ know..ulasan yang lengkap dengan bagaimana tokoh utama (membuat saya ikut membayangkannya,alur cerita yang (kata Kak Yuska) tidak lambat, jadi bisa dipastikan alur cerita tsb mengalir dengan seru, disebutkan pula tokoh lain yang terlibat disini, yaitu Charm dan Max..Charm yang misterius
    duh gak sabar buat menjelajah eksotika Bangkok..
    Dan hey..Thailand juga terkenal dengan kebebasan memilih untuk transgender..ga banyak loh novel yang mengangkat transgender jadi bagian isi ceritanya. Singkat cerita review dari kak Yuska ini membawa emosi para calon reader(maupun readers) dibuat penasaran sama detail yang tadi Kak Yuska beberin.
    Sekali lagi terimakasih sudah membuat review dan giveawaynya kak🙂
    Cheers

    Sarah Fauzia
    @sarah_fauzia
    sarah.fauzia@ymail.com

    XOXO

  15. Hai kak, ikutan GAnya ya😀

    Aku selalu suka sama novel yang bersetting di luar negeri, apalagi yang deskripsinya detail sampai-sampai pembacanya merasa seperti sedang diajak jalan-jalan. Nah, seri STPC ini sesuai ekspekstasiku itu. Saat membaca novel-novel di seri ini, rasanya seru banget. Aku baru baca Paris dan Melbourne sih, dan sekarang lagi baca London. Sudah punya Manhattan n Swiss juga, tapi belum dibaca. Aku rencananya pengen koleksi seri ini. Roma dan Bangkok belum kesampaian buat didapetin terus. Semoga setelah ini bisa deh. Aku yakin semua novel di seri ini pasti bagus. Terutama Bangkok, karena aku cukup kenala sm penulisnya xD Dan kyknya novel ini beda gitu dr yg lain. Penulisnya cowok, terus gk sepenuhnya romance, ada adventure n kekeluargaannya, which is more interesting for me. Aku memang suka romance, tp lbh suka kalo romancenya dicampur-campur hal lain biar gak bosan.

    Nah, setelah baca review di atas, aku jadi makin pengen baca deh. Duh, kak, tanggungjawab! Ayo aku tunggu kiriman Bangkoknya ke rumah! :p

    Hehehe sekian dan terima kasih. May the best ones win😀

    Alfindy Agyputri
    @alfindyagyputri
    alfindy.agyputri@yahoo.com

  16. Duh, maaf, ada yang kelupaan. Tentang review ini, udah bagus banget, karna berhasil bikin aku kepengen baca novelnya. Gak semua review berhasil menarik perhatianku, karna aku rada picky. Selain aku emang suka seri ini, review kakak bikin aku makin penasaran, apalagi setelah baca alur cerita and penokohan yang kakak paparkan. Aduh, Edvan itu tipe aku banget, cowok yang gak melankolis xD

    Makasih buat reviewnya kak :3 keep writing!

  17. Selalu suka dengan bacaan yang berbau traveling. Dan selalu ingin beli buku #STPC, cuma sayang kenapa buku terbitan Bukune gak pernah dijual di Toga Mas. Hehe.

    Review buku Bangkok ini menggugah saya buat ikut baca dan ikut merasakan sensasi sang penulis review yang mampu melahap tiap halaman tanpa terbebani. Apalagi ada yang nyebutkan transgender malah bikin penasaran, pasti satu tokohnya ada yang transgender. Mmm, jangan-jangan Charm itu jelmaan. Hahaha.

    Dan sebagai traveler bau kencur yang belum pernah ke Bangkok, mau dong dapat buku ini. Hehehe. Tengkyu Kak Yuska yang udah bikin giveaway ini. Sukses terus :*

    Maretha
    @mareretha
    primariayu@gmail.com

  18. Gue salah baca perintahnya…. HAAAAA *nangis kejer* Boleh komentar lagi kan? Yayayaya? hehehehe

  19. mau ikutan giveawaynya ya🙂

    aku udah baca dua dari seri stpc. keduanya bagus dan menarik. setelah baca reviewnya bangkok, jadi antusias pengen baca.

    jujur, belum pernah ke bangkok. cuma denger dari cerita ortu aja yg udh pernah mendaratkan kakinya disana. waktu baca reviewnya, aku tertarik untuk lebih mengenal bangkok dari buku ini. mungkin karena aku seneng baca sesuatu yang berbau travel. kalo reviewnya aja udah menarik, apa lagi novelnya.. gabisa bayangin. apalagi ditambah kisahnya edvan dan edvin.

    pokoknya bangkoknya di tunggu ya🙂 too confused abot it!

    meideline
    @MeidelineC

    Meidelinec@yahoo.com

  20. saya sudah punya bukunya mbak dan belum dibaca, ngeliat review ini jadi pengin cepet-cepet baca bankok, hehhe,,, sukses utk GA nya ya mbak😉

  21. Penasaran sama misteriusnya Charm & adiknya. Jadi nebak2 konflik2 petualangan Endvan & Edvin. Mau dong dapet giveaway nyaa.haha..

    Ria @RiaTriwastuti

  22. Woow dech pokoknya

    @mbahruwah

  23. wah, reviewnya komplit mbak😀
    Sama kayak mbak Yuska, aku juga suka banget sama novel ini. Karena banyak nyeritain tentang keluarga ya. Gaya bahasanya juga pas ya mbak. Intip-intip reviewku juga di http://bugot.wordpress.com @harovansi

  24. well, bangkok (thailand) memang salah satu tujuan wisata utama saya setelah indonesia, jerman, dan korea. bisa dibilang, negara gajah putih ini adalah negara asia tenggara yang paling berhasil dalam memajukan wisata yang berbau budaya. Makanya saya pengen banget nyoba kesana.

    Ditambah dengan review buku ini yang mengatakan bahwa banyak detail bangkok yang dijelaskan penulis, saya sangat tertarik untuk membaca novel ini. Apalagi gaya penulisan yang katanya tidak membosankan, semakin membuat saya ingin secepatnya membaca novel ini. Saya memang penyuka gaya bahasa yang sehari-hari dan tidak munafik daripada yang sok puitis tapi tidak sesuai kenyataan. Review yang ditulis pun, sekali lagi membuat saya penasaran walau tidak ada spoiler. Wajib baca!

    Nama: Ruth Munthe
    Twitter: @ruthmunthe
    Email: munthe.ruth@gmail.com

  25. Baca reviewnya beneran jadi pengen baca bukunya. Penggambaran tokoh yang menarik, banyak kejutan dan detil tentang wisata Thailand berhasil membuat saya penasaran akan buku ini. Jadi membayangkan tentang Thailand…*melipir ke toko buku cari bukunya

    Nama : Anita Kurniati
    Twitter : @Mrs.Haafidh
    email : callme_nita@yahoo.com

  26. Ashtrie K Putrie

    Banyak cerita tentang perjalanan di Thaland, terutama setelah Sea Games beberapa tahun yang lalu di Chiang Mai. Tentu saja ibukotanya Bangkok, tak boleh ketinggalan. Sebenarnya belum pernah baca buku seri STPC, tapi baca review ini jadi pengen baca bukunya. Sayang rental langganan lagi ga punya stok buku gagas media yang baru ini. Hiks…..
    *liat ketipisan dompet
    *liat timbunan buku dan ebook
    ~sekarat~

    Ashtrie Karana Putrie
    @Dmigia
    shinigami_light @ ymail. com

  27. iin ekawati markus

    cara kak yuska buat review itu aku paling suka. nggak tahu kenapa, bahasa itu bkin ngundang banget buat baca. review nya juga cukup menarik. so,.. Tunggu review berikutnya kak

    sukses terus buat kak Yuska
    Iin ekawati markus
    @nila_adam
    indahstewart@gmail.com

  28. Halo mbak,
    Menurutku review mbak cukup memberi gambaran tentang novel ini tanpa membocorkan bagian2 spesialnya. Jd, walaupun sudah tahu tentang apa novel ini sebenarnya, kita tetap bisa terkejut dg ceritanya.
    Keren deh mbak Reviewnya.

    @dianputuamijaya
    dian_putu26@yahoo.com

  29. Saya selalu suka tulisan Moemoe Rizal. Kocak dan apa adanya. Maka dari itu saya selalu menunggu karya-karyanya. Entah itu teenlit maupun mainstream romance. Terus terang, untuk serial STPC ini, saya belum baca satu pun serialnya. Nah, dengan adanya riview mbak Yuska ini, sangat teramat membantu dalam mengetahui seperti apa gambaran isi novelnya. Jauh sebelum ada giveaway ini, saya sudah suka ‘mengubek-ubek’ log mbak Yuska. Hehehe. Saya suka cara mbak Yuska me-review, gaya bertuturnya pun saya suka, gampang dipahami, namun tetap menghindari spoiler. Saya benci spoiler.

    Jadi terima kasih review-nya mbak Yuska.
    Saya makin penasaran dengan serial STPC, especially Bnagkok.🙂

    -Dian Maya-
    @dianmayy

  30. Sejauh ini Bangkok adalah #STPC yang paling keren versi Kubikel Romance, ceritanya lengkap, mulai dari travelling sampai kisah cinta, baik cinta terhadap seseorang, terhadap keluarga, paling komplit pokoknya🙂

    Sulis
    @peri_hutan
    zhuelhiez@yahoo.co.id

  31. Uwowww…. entah kenapa kota ini begitu memikat. Kapan ya bisa ampe sana??!?
    ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃ

    Bangkok ini adalah salah satu seri #STPC yang paling ramai diperincangkan. Beruntung banget Kak Yuska selain udah baca buku plus posting reviewnya sekaligus bisa wawancara penulisnya. Mupeng pangkat dua. Abis baca review ini jadi makin ngiler pengen ngoleksi seri #STPC semua…😉

    Luckty Giyan Sukarno
    @lucktygs
    emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com

    URL Share:
    Twitter: https://twitter.com/lucktygs/status/377098245232545792
    Facebook: http://www.facebook.com/luckty/posts/10201874128675233
    Blog: http://catatanluckty.blogspot.com/2013/09/giveaway-bangkok-by-moemoe-rizal.html

    #TebarGaramKeberuntungan
    #MerapalJampiJampiBuntelan

    ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ

  32. Bangkok, novel STPC pertama yang saya baca dan seperti biasa, saya hanyut dengan kata-kata bang moemoe rizal -,-

    walaupun udah baca, tapi saat lihat review mbak, kenapa saya malah deg-degan?😮 bacanya seperti orang penasaran dan ritme bacanya jadi cepat -______-; hahaha

    Saya juga merasa edvan itu seperti cerminannya bang moemoe rizal =)), tapi pernah baca balasan mentionan dari orang buat bang moemoe, bang moemoe langsung bilang tidak =))

    Nama : Delta Kenda Ramadita
    Twitter : @DeltaYordani
    Email: iam(dot)deltayordani(at)gmail(dot)com

  33. Pertama-tama, saya mau ngucapin terima kasih buat Kak Yuska, Kak Dini, dan Gagasmedia yang sudah memberikan review novel keren ini plus giveaway-nya😀

    Sejak awal saya tahu soal seri STPC, Bangkok-lah yang paling menarik perhatian saya. Entahlah, mungkin karena seri STPC lainnya banyak yang mengambil setting Eropa dan belakangan ini novel yang seperti itulah yang sedang menjamur di toko-toko buku, membuat saya (agak) bosan. Ditambah lagi saya tertular demam Asia dari teman saya, jadi tambah tertarik saat baca reviewnya. Hehe..

    Saya suka sekali dengan pilihan karakter seperti Edvan yang ceplas-ceplos dan sedikit arogan, karena saya memang selalu suka dengan novel yang diceritakan dari sudut pandang lelaki (yang selalu menarik plus lucu, hehe). Belum lagi temanya yang tidak cinta melulu, ada nilai keluarga di dalamnya, membuat saya semakin penasaran😀

    Singkatnya, review ini tuh, memberi informasi yang cukup banyak tapi gak spoiler. Malah makin penasaran sama Bangkok (yang menurut saya, belum banyak dijadikan setting luar negeri di novel2). :))

    Nama: Ayu Andini
    Twitter: @ayuandin1
    Email: andini.ayu27@yahoo.com

  34. Hai mbak Yuska. Makasih giveawaynya. Aku boleh ikutan kan ya? *senyum manis*

    Sebelum jawab pertanyaan mbak Yuska, aku mau nanya balik (iseng kok, bukan serius nanyanya). Ini aku harus komentar tentang reviewnya atau bukunya Mbak? Huehehe. :p

    Okelah, tentang review Bangkok. Well.. sebelumnya mau bilang makasih sama mbak Yuska karena udah ngereview buku ini, jadi rasa penasaranku tentang garis besar ceritanya seperti apa sudah cukup terpenuhi (meskipun belum sepenuhnya terpenuhi karena belum baca bukunya langsung hahaha). Aku sendiri belum pernah baca karyanya Moemoe Rizal. Dan dari review di atas, aku bisa ngambil kesimpulan awal kalau tulisan Moemoe Rizal itu patut dicicip. Tema yang diangkat juga cukup unik. Warisan berupa pencarian jurnal? Looks crazy tapi juga kelihatan seru dan menantang! *langsung masukin buku ke wishlist*

    Wish I’ll win! ^^

    Linda Zunialvi (@lindemort)
    email: znlinda[at]yahoo[dot]co[dot]id

  35. Jujur, saya kurang tertarik jika membahas Bangkok. Tidak ada alasan khusus sebenarnya. Hanya saja, kadang ada hal-hal yang tidak kita sukai tanpa alasan, disamping ada hal-hal yang kita sukai juga tanpa alasan.

    Tapi, itu malah memacu rasa penasaran saya tentang Bangkok ini. Soalnya, selain review Mbak Yuska yang–as always–legit dan menggoda ini, banyak review yang menampilkan bahwa novel Moemoe Rizal ini sangat blak-blakan. Untuk itu, saya sangat berharap bisa segera memegang satu copy-nya, dan membacanya.

    Siapa tahu, Bangkok menjadi destinasi impian baru saya!😀

    Natasha Adelina
    @natashey
    natasha.adelina@gmail.com

  36. BANGKOK!
    aku bener-bener penasaran dengan buku #STPC series yang satu ini.
    buku ini ‘katanya’ sih bagus banget dan buku ini juga jadi favorite ny mas ijul di #STPC series.
    jadi aku bener-bener pengen baca buku ini, so i beg you kaaaak yuska :”)

    i LOVE thailand.
    aku kenal negara ini karena film-film thailand yang booming banget di Indonesia.
    Mulai dari Crazy Little Things Called Love sampe K-drama Princess Hours pun pernah bersetting di negeri Gajah Putih ini.
    dari situ aku tau kalau negeri ini punya beragam tempat yang cantik-cantik.
    apalagi pas aku baca reviewnya di blog ini, aku semakin penasaran gimana tokoh-tokoh ini si Edvan dan Edvin megembara menelusuri tempat-tempat itu.

    Shyntia Hani Tiara Putri
    @tiaraaaaputri
    shyntia_hani@yahoo.com
    hani_shyntia@yahoo.com

  37. aku memilih Bangkok sbg destinasi pertama saya u/ mengikuti Giveaway #STPC ini karena saya sudah tau desas2us tentang novel ini. Dan… bener2 bikin penasaran! Hai, kak Moemoe, karyamu yg satu ini telah mengkudeta hati saya! Tapi kok nggak sinkron sama isi dompet, hayoloh tanggung jawab! #lah
    etapi serius… itulah yg saya rasakan kalau mendengar kata STPC Bangkok. Huwaaaa…
    Btw, as usual kak Yuska menuliskan review yg mengalir, sukses bikin pembaca tergiur :”
    pokok’e aku tresno karo repiu mbak Yuska! muaaahh

    Amelia
    @meliarawr
    fantasy_narnia@yahoo.com

  38. Review yang unik, simpel, dan menarik. Bohong? Baca sendiri! *kampret*

    review yang bagus karena mengundang minat membaca.😀

    Salam hangat,

    Nanda Febri
    @milo389
    febrifebruary03@gmail.com

  39. review-nya asik dibaca.. jadi makin penasaraaannn…
    udah baca beberapa review tentang novel ini dan semuanya bilang bagus..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: