Monthly Archives: August 2013

15 Day Book Blogging Challenge Day 12: Blogger Fatigue

Halo, ketemu lagi di postingan 15 Days Book Blogging Challenge yang jadwalnya udah semakin lambat dan lambat.

20130716-054054.jpg

Tantangan hari ke-12 adalah:

How do you fight blogger fatigue?

Karena ada beberapa event, reading challenge dan utang review, sepertinya gue tidak boleh terlalu lama off ngeblog. Kalau pun istirahat, paling lama seminggu.
So, for me, there’s always a reason to go blogging, even writing and posting an article in the middle of the night.

Membuat draft postingan atau membuat scheduled post juga bisa membantu kalau mau istirahat. Biasanya, kalau gue punya waktu luang, gue akan memanfaatkan untuk menulis review/article untuk postingan yang dijadwalkan di tanggal tettentu, supaya nggak terlalu hectic. Mencicil nulis juga sangat membantu agar kita punya waktu istirahat, supaya nggak terlalu lelah.

Yang mau ikutan challenge ini, langsung ke TKP blognya April.

Happy Tuesday!

20130716-060442.jpg

Advertisements

Wishful Wednesday 27: Jessica Anya Blau

20130403-124544

Nggak ngeh kalo hari ini adalah hari Rabu. Minggu-minggu ini jadwal gue memang sedang hectic, dan banyak banget meme dan reading challenge yang agak keteteran. Selain itu, gue susah memegang gadget kalo AJ masih melek karena dia bakalan minta. *jadi curcol*

Baiklah, minggu ini gue kepengen punya tiga buku ini:

20130821-025652.jpg

The Summer of Naked Swim Parties

Fourteen-year-old Jamie will never forget the summer of 1976. It’s the summer when she has her first boyfriend, cute surfer Flip Jenkins; it’s the summer when her two best friends get serious about sex, cigarettes, and tanning; it’s the summer when her parents throw, yes, naked swim parties, leaving Jamie flushed with embarrassment. And it’s the summer that forever changes the way Jamie sees the things that matter#58; family, friendship, love, and herself.

Gue selalu curious dengan kehidupan orang-orang tahun 70an, flower generation, hippie, dan segala bentuk pemberontakan pada jaman itu. Bakalan menarik banget kalau peristiwa itu dilihat dari kacamata seorang gadis remaja.

20130821-030615.jpg

Drinking Closer to Home

They say you can never really go home again. Adult siblings Anna, Portia, and Emery are about to discover just how true that is.

Gue baca review dari salah satu book blogger yang gue follow kalau cerita ini tentang dysfunctional family. Dan tentu saja gue penasaran juga dengan buku ini.

20130821-031108.jpg

The Wonder Bread Summer

It’s 1983 in Berkeley, California. Twenty-year-old Allie Dodgson is a straitlaced college student working part-time at a dress shop to make ends meet. But when the shop turns out to be a front for a dangerous drug-dealing business, Allie finds herself on the lam, speeding toward Los Angeles in her best friend’s Prelude with a Wonder Bread bag full of cocaine riding shotgun and a hit man named Vice Versa on her tail. You can’t find a more thrilling summer read!

Ini juga kelihatannya seru karena melibatkan drug dealer. Setting 80s juga bikin penasaran, pasti jadi inget-inget waktu kecil dulu.

Yang mau ikutan Wishful Wednesday:

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam <emwishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr Linky. Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Happy Wednesday.

20130622-091605.jpg

STPC Project @ Lust & Coffee in September @Gagasmedia @Bukune

20130819-105102.jpg

Lust & Coffee bekerjasama dengan Gagasmedia dan Bukune akan menggelar special event di bulan September, yaitu Project Setiap Tempat Punya Cerita di mana kalian akan diajak untuk bertualang dari Paris hingga Tokyo.

Mulai tanggal 1 sampai 30 September 2013, bakalan ada review dari novel-novel serial STPC. Lalu, ada juga wawancara dengan penulis STPC, seperti Winna Efendi, Moemoe Rizal, Prisca Primasari, Kireina Enno, dll. Selain wawancara dengan penulis, para editor, ilustrator, bahkan proofreader akan ditodong untuk memberikan komentar mengenai serial STPC ini.

Untuk apresiasi pembaca blog Lust & Coffee, bakalan ada giveaway berhadiah paket novel serial STPC dilengkapi dengan note dan travel tag persembahan dari Gagasmedia dan Bukune.

Syarat giveaway akan diposting pada tiap review novel STPC yang akan dimulai dari novel Bangkok karya Moemoe Rizal. Tanggal posting giveaway pertama adalah 1 September 2013.

Jangan lupa catat ya tanggalnya dan siapkan kopormu untuk bertualang keliling dunia bulan depan ^^

See you in September 🙂

20130330-114856.jpg

Wishful Wednesday 26: The Dinner

20130403-124544

Masih suasana Idul Fitri, gue mau mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin. mohon maaf jika ada postingan yang kurang berkenan. Semoga liburan Idul Fitri kemarin menyenangkan ya.

Di postingan ke 26 ini, gue sedang kepingin banget buku yang ini:

20130813-062116.jpg

Synopsis from Bookdepository

A summer’s evening in Amsterdam and two couples meet at a fashionable restaurant. Between mouthfuls of food and over the polite scrapings of cutlery, the conversation remains a gentle hum of polite discourse – the banality of work, the triviality of holidays. But behind the empty words, terrible things need to be said, and with every forced smile and every new course, the knives are being sharpened. Each couple has a fifteen year old son. The two boys are united by their accountability for a single horrific act; an act that has triggered a police investigation and shattered the comfortable insulated worlds of their families. As the dinner reaches its culinary climax, the conversation finally touches on their children, and as civility and friendship disintegrates, each couple show just how far they are prepared to go to protect those they love.

Buku ini konon sedang heboh di kalangan blogger luar. Sastra Eropa memang selalu memikat, dan gue belum terlalu banyak membaca karya penulis Belanda. Sinopsisnya juga bikin penasaran. Kira-kira kejahatan apa yang melibatkan dua keluarga tersebut. Seperti Millenium Trilogy, novel The Dinner juga menjadi sensasi dan best seller di negaranya.

Review from NYTimes here

Yang mau ikutan Wishful Wednesday Giveaway Edition:

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini. Jangan lupa sertakan link OL bookstore-nya (bukabuku.com) atau kalau mau buku impor boleh kasih link bookdepository.com (free ongkir). Buku wishmu harus seharga Rp. 100,00/USD 10.
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr Linky. Jangan lupa, tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Untuk edisi Wishful Wednesday Giveaway Edition, peserta wajib punya blog:)

Happy Wednesday and happy blogoversary, Astrid :*

20130622-091605.jpg

15 Day Book Blogging Challenge Day 11: 5 Best Posts

Halo, ketemu lagi di postingan 15 Days Book Blogging Challenge yang jadwalnya udah semakin random >.<

20130716-054054.jpg

Tantangan hari ini adalah:

Show off! Your best 5 blog posts.

Different Types of Readers

Postingan yang paling banyak di-RT dan ditinggalkan komentar oleh pembaca baru. Beberapa pembaca baru juga muncul karena postingan ini 🙂

Book Review: Perfect Match

Posting review terpanjang dan terlengkap, karena memuat link review dari teman-teman blogger. Sampai sekarang gue masih hangover dan belum bisa move on dari buku ini. Highly recommended!

Confessions of a Former Book Snob

Prequel-nya Different Types of Readers, berisi pengakuan gue akan dosa masa lampau.

So Many Books, So Little Time

Bookrant gue yang ditanggapi positif oleh teman-teman pembaca dan sesama blogger. Banyak tips di kolom komentar 🙂

Confessions of a Bookaholic

Postingan pertama dari 15 Days Book Blogger Challenge. Sepertinya postingan terbaik gue didominasi oleh segala yang berbau confessions ya.

Yang mau ikutan challenge ini, langsung ke TKP blognya April

Happy Tuesday!

20130716-060442.jpg

Bookish Sunday: Different Types of Readers

20130811-040319.jpg

Biasanya seorang pembaca menilai buku dari segala segi, baik isi, cover, layout, bahkan gaya menulis si penulis. Sekarang, bagaimana kalau gantian kita yang ngejudge pembaca?

Ada beberapa tipe pembaca, seperti:

1. Fast Reader aka Roadrunner

Tipe ini mampu membaca dengan cepat, menulis review sesuai deadline, bahkan seringkali kekurangan bahan bacaan. Jika ada teman yang seperti ini, tidak perlu khawatir untuk meminjamkan buku, karena dijamin buku kita akan cepat juga dikembalikan. Fast reader pasti sering tongpes karena sering membeli buku lalu seminggu kemudian buku-buku tersebut sudah habis dilahap.

2. The Cheapskate aka Ogi alias Ogah Rugi

Pembaca Ogi sering dijumpai di lapak buku bekas, bazaar buku, dan segala rupa event obral buku demi mendapat buku impian dengan harga murah. Tipe Ogi ini juga sering memburu buntelan, giveaway, dan segala kuis berhadiah buku. Si Ogi ini juga rajin menyambangi perpustakaan agar tidak boros membeli buku. Well, who doesn’t like freebies?

3. The Compulsive Shopper aka bookaholic Rebecca Bloomwood

Tipe ini doyan banget mengejar diskonan, bazaar, dan segala rupa event jualan buku demi membeli buku sebanyak-banyaknya, namun kemungkinan besar hanya 10% dari seluruh koleksinya yang sudah dibaca. Tipe seperti ini lebih gawat daripada si pembaca cepat.

4. The Loyalist aka Penggemar Sejati

Pembaca tipe ini cenderung setia membaca karya penulis kesukaannya, tidak peduli bagus atau jelek rating bukunya. Kalau ia tidak menemukan karya lain yang dapat memuaskannya, maka ia akan menjadi…

5. The Re-reader aka Si Pembaca Ulang

Prinsip pembaca tipe ini adalah lebih baik membaca ulang buku favorit daripada beli kucing dalam karung. Tipe seperti ini juga tidak mudah tergoda dengan review bagus, harga murah, bahkan buku gratisan.

6. Tipsy til Hangover Reader aka Susah Pindah Ke Lain Buku/Tema

Sebuah buku bisa meninggalkan kesan bagi pembacanya. Jika kesan itu sudah menancap begitu dalam, maka pembaca akan sulit untuk move on hingga mencari buku dengan tema serupa untuk dilahap. Pembaca seperti ini bisa jatuh cinta pada tokoh fiksi dan sulit untuk move on sehingga membanding-bandingkan tokoh tersebut dengan tokoh lain dari buku yang ditulis oleh penulis yang sama maupun yang genrenya serupa.

7. The Hard-to-Please Reader aka author’s worst nightmare

Pembaca tipe ini biasanya teliti dan kritis. Ada saja kekurangan yang ditemukan lalu diselipkan dalam reviewnya. Tapi, jika ia suka sekali dengan suatu buku, ia tak akan berhenti untuk memuji dan membicarakannya dengan sesama pembaca. Setelah itu, jika ia membaca buku yang tidak memuaskannya, maka ia akan kembali dengan habit lamanya 😀

8. The Sharer aka Si Tukang Memberi Pinjaman Buku

Tipe seperti ini bagai Peri Yang Baik Hati. Buku-buku yang sudah dibaca dan direview, dipinjamkan kepada teman sesama pembaca dengan harapan si peminjam menikmati bacaan yang dimilikinya. Mirip sekali dengan satu-dua orang fellow readers yang bukunya sering gue pinjam. Tak jarang pula The Sharer ini menghibahkan bukunya demi mengurangi tumpukan buku. Thank you bu Dokter dan Iif :*

9. The Cover Lover

Review, rating, dan sinopsis tidak terlalu berpengaruh pada pembaca tipe ini. Yang penting covernya bagus, keren, sehingga tidak malu-maluin jika dipajang atau dipamerkan. We love pretty covers too.

10. The Anything Goes Reader aka Si Penyuka Apa Saja

Tak peduli hardcopy atau e-reader, tipe ini dengan senang akan membacanya. Tidak rewel atau bawel, yang penting membawa buku di tas. Terjebak macet, menunggu di halte, atau ruang tunggu dokter, tak masalah. Yang penting ada sesuatu untuk dibaca.

Kalau gue sepertinya campuran antara no. 3, 6, 9, dan 10. Bagaimana denganmu?

Happy Sunday.

20130330-114856.jpg

Pic from here

Top 10 Books by Ijul

Top10

Bulan ini, ada Ijul yang akan share TOP 10 favorite books-nya. Bulan Mei lalu, Ijul juga sudah diinterview di sini. Ijul adalah seorang pembaca dan book blogger yang menggandrungi genre metropop. Intip blog Ijul di sini.

ijultop10

Ijul’s favorite books:

1. Cewek Matre by Alberthiene Endah
2. Harry Potter (khususnya buku 5) by JK Rowling
3. Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh by Dee
4. My Partner by Retni SB
5. A.M.S.A.T. by Syahmedi Dean
6. A Very Yuppy Wedding by Ika Natassa
7. L by Kristy Nelwan
8. My Friend, My Dreams by Ken Terate
9. Twilight by Stephenie Meyer
10. Natsuka by Destika

Gue penasaran sama L-nya Kristy Nelwan. Beberapa kali ke toko buku tapi ga sempat membeli buku tersebut.
Thanks untuk rekomendasinya ya Ijul.

Share juga Top 10 list bacaanmu 🙂

20130330-114856.jpg

Happy S’mores Day

20130810-075223.jpg

Enjoy all the sweetness. I’m going to read:

20130810-075321.jpg

This novel is on my wishlist:

20130810-075422.jpg

Happy Weekend.

20130330-114856.jpg

Pic from here

[Book Review] Perfect Match by Jodi Picoult @Gramedia

book_info

20130731-101334.jpg

Judul Buku: Perfect Match (Pasangan Sempurna)
Penulis: Jodi Picoult
Penerjemah: Julanda Tantani
Penerbit: GPU
Tahun Terbit: 2010 (Mei, Cetakan I)
Jumlah Halaman: 504
ISBN: 9789792257687
Kategori: Novel Fiksi Terjemahan
Genre: Drama, Crime, Family
Harga: Rp. 35,000
Beli di: Bazaar Gramedia @ Lotte Bintaro
Kalimat pertama:

Ketika akhirnya monster itu benar-benar muncul dari balik pintu, dia mengenakan topeng.

book_blurb

Nina Frost, pengacara untuk anak-anak yang dianiaya. Bekerja keras memastikan sistem hukum yang memiliki banyak lubang bisa menahan para pelaku kejahatan di belakang terali. Tapi ketika anak laki-lakinya yang berusia lima tahun, Nathaniel, mengalami trauma karena penganiayaan seksual, Nina dan suaminya, Caleb—seorang pengrajin batu yang tenang dan praktis—hancur, tercabik-cabik dalam amarah dan keputusasaan di hadapan sistem pengadilan yang menggelikan, sesuatu yang Nina kenal dengan baik. Dengan mudahnya kejujuran dan pembelaan absolut Nina dijungkirbalikkan, dan dengan membabi buta dia mencari sendiri keadilan bagi anaknya—apa pun konsekuensinya, apa pun pengorbanannya.

thoughts

Nathaniel adalah anak dari pasangan Nina dan Caleb Frost. Dulunya ia anak yang periang, walau masih cadel dan kurang bisa melafalkan huruf L dan R dengan baik. Nathaniel juga gemar mendengarkan The Beatles, terutama White Album. Ketika lagu Rocky Racoon tidak lagi membuat Nathaniel riang, Nina mulai bertanya-tanya tentang perubahan drastis pada anaknya.
Nina dan gurunya, Ms. Lydia, mendapati Nathaniel yang berbeda. Ia jadi pemurung, mudah marah, juga mengompol.
Nathaniel juga beberapa kali melakukan tindakan yang membahayakan dirinya, seperti melompat dari monkey bar yang tinggi, juga menenggelamkan dirinya di dalam bak mandi.
Nathaniel juga melakukan aksi diam, membuat orangtuanya bingung dan cemas.
Setelah diperiksa oleh dokter, Nathaniel dirujuk untuk menemui seorang psikiater. Dan ternyata misteri yang terkubur di dalam diri Nathaniel itu terkuak. Nathaniel mengalami pelecehan seksual yang membuatnya trauma. Karena keterbatasan Nathaniel dalam berbahasa, ia sulit mengekspresikannya karena ia sendiri tidak tahu namanya.
Di ruang praktek dokter, ia meraih sebuah boneka laki-laki dan menempelkan sepotong krayon di daerah bokongnya. Seketika itu, Nina yang berprofesi sebagai asisten jaksa wilayah yang biasanya menangani kasus serupa yang dialami anak orang lain, lemas dan menangis sambil memeluk Nathaniel (bagian ini yang bikin airmata gue meleleh).

Salah satu ciri anak korban pelecrhan adalah DID (Dissociative Identity Disorder) di mana anak tersebut ingin menjadi orang/pribadi lain, atau mengasosiasikannya dengan tokoh tertentu. Seperti Nathaniel yang tiba-tiba ingin menjadi Batman dan tidak mengijinkan Nina untuk menjadi Robin. Memang wajar sekali anak-anak berpura-pura menjadi Batman atau Spiderman, namun scene Nathaniel yang ingin dipanggil Batman tersebut membuat gue bergidik.

Dua orang pria dewasa dicurigai melakukannya pada Nathaniel. Yang pertama adalah Patrick, teman dekat Nina sejak kecil, yang mencintai Nina secara diam-diam, dan masih dekat dengan keluarga Nina. Yang kedua adalah Caleb, suami Nina yang juga ayah kandung Caleb. Peristiwa itu membuat hubungan antara kedua suami istri itu renggang. Caleb diusir dari rumah, membuat Nathaniel terluka dan menyalahkan diri sendiri.

Nina dan Nathaniel mempelajari bahasa isyarat untuk membantu Nathaniel bicara. Ditengah kefrustrasiannya, Nathaniel menemukan gambar yang ia cari selama ini. Ia merobeknya, dan menunjukkannya pada Nina dan psikiater yang membantunya dalam terapi. Terkuaklah sosok monster yang melakukan kejahatan seksual pada Nathaniel. Nina berhasil menyeretnya ke persidangan. Peristiwa tak terduga pun terjadi. Nina menembak kepala orang yang diduga telah menghancurkan Nathaniel. Mulai detik itu, kehidupan Nina dan keluarganya berubah.

Perfect Match adalah novel karya Jodi Picoult yang gue baca untuk pertama kali. Dulu gue pernah menonton My Sister Keeper namun hanya sekilas. Satu kata untuk mendeskripsikan novel ini adalah disturbing. Beberapa kali gue harus menyeka airmata dan rehat sejenak demi cooling down dari adegan-adegan yang membuat gue ‘terganggu’.
Novel dengan tema pelecehan seksual selalu membuat gue bergidik, namun gue masih suka untuk membacanya. Sadomasochist ya?
Lalu, Jodi juga piawai dalam mendeskripsikan cerita dari berbagai sudut pandang berbeda (multiple POVs). Pada awalnya gue harus membaca dua kali jika sedang berganti POV. Namun, setelah 1/4 buku, gue sudah bisa mengikuti alurnya Jodi dengan lancar.
Kemampuan Jodi mengupas ranah hukum dan kegetiran kisah keluarga patut diacungi jempol. Love it!

Dalam beberapa hal, gue merasa memiliki kemiripan dengan Nina, terutama dalam hal kesabaran menghadapi anak yang sedikit terlambat bicara.
Gue merasakan kecemasan Nina dan Caleb sewaktu mengajari Nathaniel melafalkan kata-kata dengan baik, karena AJ juga seperti itu. Sempat khawatir kalau AJ mengalami speech delay. Tapi, gue meyakinkan diri bahwa setiap anak dibekali kemampuan berbahasa secara alami, jadi gue biarkan saja ia tumbuh demikian adanya. Gue membantu AJ untuk berbicara dengan lafal yang baik. Mungkin karena gue mengajari bahasa Indonesia dan Inggris dalam waktu bersamaan, membuat AJ jadi bingung bahasa. Selama ini, tontonan AJ memang channel berbahasa Inggris, jadi mau nggak mau gue mengajari keduanya. Lambat laun, AJ bisa mengikuti walau masih cadel dan beberapa kata terdengar seperti bahasa alien.

Membaca Perfect Match membuat gue ingin terus memeluk AJ, melindunginya dan tidak ingin lepas. Di titik ini, gue nggak bisa menyalahkan orangtua yang overprotective pada anak. Mungkin gue juga akan seperti itu setelah membaca buku ini.

Satu lagi yang bikin gue parno adalah ketika si pelaku berkata bahwa ia mencintai anak-anak. Pikiran gue langsung tertuju pada Michael Jackson dan kasus-kasusnya dulu.

quotes

Kejadian traumatik bisa melekat seperti duri di tenggorokan seorang anak. (hal. 33)

Bagaimana anak orang lain bisa lebih penting daripada anakmu sendiri? (hal. 52)

Pikiran kita bisa membuat tubuh kita sakit. (hal. 58)

Di mana Tuhan waktu peristiwa itu terjadi? (hal. 92)

Patrick pernah berkata mereka sengaja merendahkan suhu di ruang pemeriksaan sepuluh derajat lebih rendah daripada ruang-ruang lainnya di kantor polisi, untuk membuat si terdakwa merasa tidak nyaman. (hal. 123)

Mungkin ada benih kejahatan bahkan dalam diri orang-orang yang paling jujur sekalipun. (hal. 315)

Hubungan antarmanusia seringkali seperti ikatan tali yang rumit, sehingga butuh kehadiran manusia lain yang ahli melepaskan ikatan itu. (hal. 130)

tidbits

* Berdasarkan statistik, 1 dari 3 anak perempuan dan 1 dari 5 anak laki-laki mengalami kekerasan seksual sebelum menginjak usia 18 tahun.

* 90 persen korban kekerasan seksual mengenal pelaku. 68 persennya dilakukan oleh anggota keluarga.

* 13.6 juta kasus kekerasan pada anak dilaporkan setiap tahunnya di US.

* 80 persen dari orang dewasa berusia 21 tahun yang mengalami kekerasan sewaktu kecil menderita setidaknya satu gangguan psikologis.

*14 persen narapidana pria dan 36 persen narapidana wanita mengalami kekerasan seksual maupun fisik sewaktu kecil.

* Children of God, salah satu sekte yang didirikan di Huntington Beach, California, tahun 1968, melakukan ritual persembahan dengan melakukan kekerasan seksual pada anak-anak di bawah umur. Sekte ini pernah dilarang di Indonesia.

* River Phoenix (1970-1993) pernah diwawancarai oleh majalah Detail mengenai kasus kekerasan seksual yang menimpanya. Ia dan keluarganya (yang hippie) pernah menjadi anggota sekte Children of God. Phoenix mengaku ia mengalami kekerasan seksual ketika ia berusia 4 tahun. Pendapat River tentang sekte tersebut, “They’re disgusting. They’re ruining people’s lives”.

* Selain Children of God (yang sekarang sudah berganti nama menjadi Family International), banyak sekte yang melakukan kekerasan kepada anak dibawah umur, seperti Mormon (mantan anggotanya banyak yang merilis buku tentang kejahatan dalam lingkungan keagamaan tersebut). Pemuka agama mainstream juga beberapa kali dilaporkan karena melakukan kekerasan seksual pada anak-anak.

* Bahkan guru sekolah juga ada yang melakukan pelecehan seksual pada murid. Kejadian tragis dan traumatis ini pernah menimpa seorang teman di SD. Ia pernah disangka kesurupan karena berlaku aneh, namun setelah gue sadari, ia mungkin trauma hingga menjadi histeris di sekolah.

20130725-125152.jpg

dream_cast

Seandainya novel ini difilmkan, aktris/aktor yang cocok untuk mewakili tokoh-tokohnya:

pm

Need a second opinion?
Baca juga resensi dari teman-teman BBI:

Vaan Opan @ Kandang Baca link
B.Zee @ Bacaan B.Zee link
Maria @ Lemari Hobby Bukuku link

Submitted for:
Jodi Picoult Reading Challenge here

New Authors Reading Challenge here

Until next time.

20130330-114856.jpg

200 Years of Pride and Prejudice

20130809-123327.jpg

Nggak sengaja menemukan postingan tentang perayaan 200 tahun hari jadinya novel legendaris Pride and Prejudice karya Jane Austen. I was wowed by the enthusiasm of Janeiacs around the world. The anniversary is a big deal. Check out the link here

Seandainya perayaan Pride and Prejudice ini ada di Jakarta, dengan bahagianya gue bakalan menghadiri. Bayangkan aja, ada pameran novel edisi pertama Jane Austen, cosplay, pembacaan puisi/potongan novel, dan nonton film bareng di teater. Juga diskusi novel bersama fellow Janeites.

Karena gue juga baru tahu tentang perayaan ini setelah pertengahan lebih tahun 2013, gue tidak akan mengadakan event khusus.

Ingin merasakan hype-nya perayaan anniversary Pride and Prejudice dengan lanjut baca novel tersebut yang sempat tertunda.

Gue juga akan menonton filmnya yang dibintangi oleh Keira Knightly.

Happy anniversary, Pride and Prejudice ^^

Selamat menikmati hari libur.

20130622-091605.jpg

Pic from here