Scene on Three 3: Perfect Match

sceneon3

Akhirnya sampai juga di awal Agustus yang masih sering hujan ini. Hari-hari gini lagi musim mudik Lebaran. Stay safe, ya teman-teman.

Liburan terasa belum lengkap tanpa buku bacaan. Walau gue nggak berlibur secara khusus, tapi selalu ada bacaan yang menemani di kala senggang.

Kali ini gue ingin membagikan satu scene dalam buku Perfect Match yang sedang gue baca. Novel ini adalah novel terjemahan karya Jodi Picoult terakhir yang diterjemahkan oleh Gramedia. Semoga ada lagi novel Jodi yang bakal diterjemahkan.

Dr. Robichaud mengatakan sesuatu, tapi suaranya seolah tak terdengar. Pandanganku tertuju pada Nathaniel, yang sedang duduk di sudut kamar bermain. Di atas pangkuannya, dia memegangi boneka yang ditelungkupkan. Dengan tangan lain, dia menusukkan krayon di pantat boneka itu. Dan wajahnya, oh, wajahnya – sama kosongnya seperti selembar kertas putih. (hal. 58)

Mungkin adegan tersebut adalah adegan paling disturbing dalam buku tersebut. Saat membacanya, gue langsung mual dan nyesek. Child molesters adalah salah satu monster yang harus dihukum berat. Dan mata gue juga sukses meleleh selama membaca buku ini.

 

sceneonthree

Ikutan Scene on Three yuk. Caranya:

    1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
    2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
    3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
    4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
    5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Until next time!

20130330-114856.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on August 2, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. iya ampun, buku ini memang mengaduk2 emosi banget, dan twist-nya bener2….. endingnya…..
    hihi, selamat melanjutkan baca :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: