Monthly Archives: July 2013

Scene on Three 1: Waiting

sceneon3

Seneng banget kalau ada rekan sesama blogger bikin meme. Kali ini, Bzee ngehosting meme keren ini.

Scene on Three pertama dari gue diambil dari novel Waiting karya novelis asal Cina, Ha Jin. Novel ini mendapat penghargaan National Book Award. Gue membaca novel ini untuk Baca Bareng BBI tema Historical Fiction. Review-nya menyusul ya ^^

Banyak adegan menarik dan beberapa juga eksplisit sampai gue merinding. Salah satu yang gue ingat adalah yang ini:

On Lin’s desk lay a sheet of paper, half torn in the middle. It was a telegram from his elder brother, which said, “Father passed away. Return immediately.”

Thinking of his father, who had toiled in the fields all his life but grown poorer each year, Lin was tearful again and kept massaging the inner corners of his eyes with his forefinger and thumb. If only he had been able to go home and attend the funeral. He had asked the leaders to allow him to take an early leave, but they hadn’t approved, because throughout the spring of 1969 the hospital was in combat readiness. There had been conflicts between the Chinese and the Russian troops on the Amur and the Wusuli rivers in the winter.

Berdasarkan sejarah, saat itu memang terjadi perang dingin ketika komunis menancapkan taringnya di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Terjadi perpecahan ideologi antara Cina (waktu itu dipimpin oleh Mao Tse-tung) dengan Rusia (Sino-Soviet Split) terutama setelah kunjungan Nixon Ke Cina. Konflik memanas di perbatasan Cina-Soviet yang terjadi mulai 2 Maret hingga 11 September 1969 menyebabkan banyak kerusakan, kematian dan krisis ekonomi. Salah satu suku etnis di Cina, yaitu Uyghur yang menempati provinsi Xinjiang, berimigrasi ke Soviet karena faktor ekonomi yang memburuk di Cina. Tidak tanggung-tanggung, 60,000 penduduknya hijrah ke Soviet. Pihak Cina menyalahkan Soviet yang menyebabkan kehancuran populasi suku Uyghur, namun tidak ada kelanjutan untuk menyelesaikan kasus ini.

Gue selalu tertarik untuk membaca novel dengan genre historical fiction karena muatan sejarahnya yang bikin gue rajin mengunjungi pusat informasi Google untuk mencari informasi kejadian yang menjadi latar buku tersebut.

 

sceneonthree

Ikutan Scene on Three yuk. Caranya:

    1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
    2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
    3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
    4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
    5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Until next time!

20130330-114856.jpg

15 Day Book Blogging Challenge Day 7: Quirks

Hujan dan mendung tidak mengurangi niat gue untuk posting ’15 Days Book Blogging Challenge’. Seven is my lucky number, dan hari ini memasuki hari ke-7.

20130716-054054.jpg

Topik hari ini adalah tentang

Blogging quirks

Entah bisa dibilang quirky atau kebiasaan, gue selalu membuat draft review sebelum mempostingnya di blog. Gue juga belajar dari beberapa book blogger untuk membuat postingan dengan rapi. Akhirnya, sekarang gue terbiasa membagi-bagi segmen book info, book blurb, quotes, etc.

Gue juga agak addict dengan meme dan reading challenge walau seringnya nggak bisa khatam menyelesaikan target *self toyor*. Seneng aja liat blog rame kaya pasar penuh postingan meme.

Quirk lainnya adalah gue sering sekali berniat mendesign ulang blog. Udah bikin header dan lain-lain namun gagal dan masih pake desain lama. Sekarang gue pasrah dengan penampilan blog. Yang penting masih bisa posting udah cukup.

Yang ingin berpartisipasi ikutan challenge ini, bisa klik blognya April dan tinggalkan linkmu di sana.

Happy Monday!

20130716-060442.jpg

15 Day Book Blogging Challenge Day 6: Book Buying

Nggak kerasa sudah memasuki hari ke-6 dalam ’15 Days Book Blogging Challenge’. Walau masih dikejar hutang baca dan review, untungnya gue masih bisa menyempatkan diri untuk posting tantangan ini. It’s Sunday anyway, almost everyone gets lazy 😀

20130716-054054.jpg

Pertanyaan hari ini adalah:

Describe how you shop for books

I’m telling you, internet is evil. The new releases, reviews, and recommendations from online book stores, Goodreads, and your fellow book bloggers are always tempting.

Gue sangat mudah tergoda untuk membeli buku hanya dengan membaca resensi yang mampir di inbox email. Selain mengintip rating dan sinopsis, cover yang menarik juga menjadi pertimbangan untuk membelinya.

Gue tidak akan tertarik membeli buku dengan cover seperti ini:

20130721-051856.jpg

Gue membeli serial ‘Storm Born’-nya Michelle Read, karena tidak tahu cover-nya setipe dengan buku di atas. Gara-garanya gue membeli volume ke-3 di Periplus yang cover-nya bagusan.

Selain itu, faktor harga juga mempengaruhi keputusan gue untuk membeli sebuah buku. Nama penulisnya juga berpengaruh, namun gue tidak keberatan untuk membaca buku dari penulis baru.

Akhir-akhir ini gue lebih suka belanja online karena agak puyeng melihat display toko buku yang kurang rapi dengan beragam buku berjejer yang malah membuat eye fatigue (kecuali Periplus. Gue betah berlama-lama di sana). Yang ada malah beli stationery yang lucu-lucu. Beli bukunya malah nggak karena bingung duluan. Tapi, gue masih cinta kok dengan toko buku. Mendatanginya sambil melihat-lihat aja udah bikin gue senang.

Yang ingin berpartisipasi ikutan challenge ini, bisa klik blognya April dan tinggalkan linkmu di sana.

Happy Sunday!

20130716-060442.jpg

15 Day Book Blogging Challenge Day 5: Tearjerker

Sudah memasuki hari ke-5 dalam ’15 Days Book Blogging Challenge’. Belum ada hari yang bolong, hehehe. Semoga gue bisa terus rajin posting selama 15 hari berturut-turut tanpa jeda.

20130716-054054.jpg

Pertanyaan hari ini adalah:

Recommend a tearjerker.

Hmm… sebenarnya ada beberapa buku yang membuat gue menangis kejer. Diantaranya adalah:

bangkok

Fresh banget baru direview juga bulan Juli ini. Bagian yang paling mengharukan adalah bagian mendekati akhir, dimana Edvan ‘mengakui’ Edvin dan mereka berangkulan di pinggir pantai Pattaya.

the boy in the striped pyjamas

If you don’t shed any single tear while reading this book, you’re heartless. Enough said.

dimsum

Probably Clara’s best novel ever. Drama keluarga yang menyentuh dan membuat hidung gue merah kayak Pennywise.

concubine

Cinta segitiga yang berakhir tragis. Gue selalu menghubungkan Cheng Dieyi dengan Leslie Cheung yang kematiannya ‘mirip’. 😥

Yang ingin berpartisipasi ikutan challenge ini, bisa klik blognya April dan tinggalkan linkmu di sana.

 

Happy Saturday!

20130716-060442.jpg

15 Day Book Blogging Challenge Day 4: The Rage

Seperti dalam numerologi Cina dan Jepang, angka 4 mengandung banyak arti negatif. Demikian juga dengan hari keempat ’15 Days Book Blogging Challenge’ ini.

20130716-054054.jpg

Pertanyaan hari ini adalah:

Buku apa yang terakhir kali (pengin) kamu lempar?

Hahahaha, asli, pas baca pertanyaan tersebut, gue jadi senyum-senyum sendiri. Ada beberapa sih buku-buku yang dirave sama teman-teman dan reviewer namun pas gue baca gue langsung berpikir WTF?

Salah satu buku yang pengin banget gue lempar adalah:

fifty-shades-of-grey-cac1d39d5bb5c20810b1314bcbf61dee35d8219b-s6-c30

Siapa yang ga kenal buku ini? Novel yang sempat menghebohkan dunia maya dan social media ini dilansir sebagai ‘pendobrak’ trend di dunia literatur. Sex-lit atau erotica kembali berjaya membawa nama-nama seperti Sylvia Day, Laurell K. Hamilton, sampai Pauline Reage yang buku classic eroticanya (kembali) banyak dicari orang, Story of O.

Gue membaca FSoG karena penasaran, sekeren dan seracy apa sih novel ini sampai segitunya jadi fenomena dan dibicarakan di mana-mana. Ternyata oh ternyata, cuma segitu doang toh *kunyah jerami*

Plot-nya ga ada, ceritanya cuma sekadar dunia perbokepan antara Anastasia Steele dan Christian Grey. Tokoh-tokohnya unbelievable, Anastasia bodoh. Seorang virgin yang pasrah didominasi oleh Grey.

Gue pernah baca novel genre erotica ‘The Bride Stripped Bare’ (link review di sini) dan jauh lebih bagus dari ini. At least, TBSB ada storyline dan alasan kenapa si istri sampai selingkuh dan main gila di belakang suaminya, dan dia juga merasa jijik dengan dirinya sendiri. Lebih manusiawi dan masuk akal. Selain itu, isi novelnya nggak melulu urusan ranjang.

Menurut Guardian, ada beberapa buku yang lebih bagus daripada FSoG. Di sini.

Mungkin saja FSoG bukan buku yang jelek, namun sama sekali bukan selera gue. As simple as that. Jadi, no offense ya bagi penggemarnya *peace*

Jujur aja, gue bukan penggemar genre erotica, tapi gue juga tidak kapok membaca novel genre ini.

Beberapa buku kategori ini yang masuk daftar list bacaan gue:

1. Story of O – Pauline Reage

2. Justine – Marquis de sade

3. Ordeal – Linda Lovelace <– autobiography mantan artis porno kontroversial yang mengaku ia diperkosa dan ditodong pistol oleh suaminya saat membintangi film XXX ternama, ‘Deep Throat’. Read this.

Yang mau ikutan ’15 Day Book Blogging Challenge’ bisa klik blognya April dan tinggalkan link postinganmu di sana.

Happy Friday!

20130716-060442.jpg

[Book Review] Dengarlah Nyanyian Angin by Haruki Murakami @penerbitKPG

book_infohearthewind

book_blurb

 

“Tidak ada kalimat yang sempurna. Sama seperti tidak ada keputusasaan yang sempurna”

Dalam kisah ini, tokoh Aku pejantan tangguh tapi terobsesi dengan seorang penulis Amerika yang mati bunuh diri. Kekasih Aku gadis manis dan bersahaja tapi tak ragu-ragu menggugurkan janin dalam kandungannya, yang entah siapa ayahnya. Sobat kental Aku, Nezumi, anak hartawan tapi muak dengan kekayaan dan menenggelamkan diri dalam alkohol. Mereka bertiga melewati delapan belas hari yang tak terlupakan pada suatu musim panas di sebuah kota kecil di tepi laut.

Dengarlah Nyanyian Angin bercerita tentang anak-anak muda dalam arus perbenturan nilai-nilai tradisional dan modern di Jepang tahun 1960-1970-an. Dengan ringan, Haruki Murakami berhasil menggambarkan sosok kaum muda Jepang yang antikemapanan dan tak memiliki bayangan ideal akan masa depan.

 

thoughtsAkhirnya, gue baca juga bukunya Murakami setelah mendengar rave dari teman-teman sesama pembaca buku. Novel ini sebenarnya tipis dan bisa habis dibaca dalam satu-dua kali duduk. Tapi, gue menghabiskan dua hari karena ingin meresapi rangkaian kata Oom Murakami yang sarat dengan perenungan.

Novel ini premisnya sederhana banget. Seorang pemuda menjalani salah satu fase dalam hidupnya. Ia sering hang out di bar milik Jay, pria keturunan Cina yang memiliki kemampuan bahasa Jepang lebih baik dari si pemuda 21 tahun. Si pemuda itu memiliki seorang sahabat bernama Nezumi, seorang anak orang kaya yang galau dan akhirnya menjadi seorang novelis. Si pemuda itu juga terobsesi dengan penulis yang mati bunuh diri bernama Derek Heartfield.

Si pemuda bertemu dengan seorang gadis yang sebelah tangannya memiliki empat jari. Si gadis itu bekerja di toko piringan hitam. Hubungan si pemuda dan si gadis agak awkward. Novel ini juga banyak memuat misteri, seperti ketika si gadis menggugurkan kandungan yang entah siapa ayahnya. Lalu, seseorang di masa lalu si pemuda pernah memiliki piringan hitam California Girls-nya Beach Boys. Dan lagu tersebut sering disebut dalam buku ini.

Tidak ada konflik yang berarti, dan gaya penulisan Murakami juga tidak meledak-ledak. Plot novel (atau novella ya) ini cenderung datar, namun gue sangat terpesona dengan rangkaian kata yang indah namun tajam dan menusuk, juga sarat perenungan. Lalu, setelah membaca rangkaian kalimat itu, gue jadi ikut berpikir dan manggut-manggut. Ada kalanya gue tersenyum membaca halaman tertentu. Sedikit humor diselipi oleh Murakami, namun tidak kental dan terlalu banya. Sedikit saja. Seperti garam yang menghiasi bibir gelas tequila.

Setelah membaca bio Murakami yang ternyata memiliki jazz bar bersama istrinya, gue jadi ‘ngeh’ mengapa setting-nya banyak mengambil di Jay’s bar yang dihiasi asap rokok dan bir. Referensi novel klasik, film, dan lagu-lagu lawas era tahun 60an juga menghiasi novel ini. Kayaknya sangat asik jika bisa membaca novel ini sambil menyesap bir di tepi pantai. Atau segelas martini juga will do. Atau, bisa juga melawat JohnnyRockets di PIM untuk menikmati jukebox a la Jay’s Bar, walau suasananya jauh berbeda.

 

quotes

Apabila kau tidak bisa mengekspresikan sesuatu, berarti sesuatu itu tidak pernah ada. (hal. 20)

Kata-kata dokter itu benar. Peradaban adalah informasi. Tatkala sesuatu yang semestinya diungkapkan dan diinformasikan sudah tidak ada, maka peradaban akan berakhir. Trek…OFF. (hal. 21)

“Kamu sedang apa sekarang?”

“Aku sedang membaca buku.”

“Ck,ck,ck. Nggak baik tuh. Kamu harus mendengarkan radio. Kamu justru akan semakin terasing kalau membaca buku.” (hal. 41)

Ada pepatah nih, kamu boleh memberi piutang kepada perempuan, ugh, tapi jangan sekali-kali berutang. (hal. 42)

Orang yang baik tidak akan menceritakan kekacauan yang ada di dalam keluarganya kepada orang lain. (hal. 57)

Dimana pun tidak akan ada manusia yang tangguh. Yangada hanyalah manusia yang pura-pura tangguh. (hal. 90)

Kebohongan dan diam merupakan dosa besar yang merajalela dalam masyarakat sekarang. (hal. 98)

 

booktrack1. California Girls – The Beach Boys

2. Return to Sender – Elvis Presley

 

20130330-114930.jpg

Until next time!

 

20130330-114856.jpg

Booking Through Thursday: Summer Reading Redux

20130620-054847.jpg

Button taken from here

Udah berapa lama ya ketinggalan Booking Through Thursday  gara-gara ngejar setoran review.

Pertanyaan minggu ini adalah:

Do your reading habits change in the summer? Do you take your books outside more? Do you curl up in the air conditioning? Do you read fluff instead of serious books? Are you too busy playing in the sun or gardening or whatever to read much at all?

Yes, I curl up in the air conditioning because I live in Jakarta, the capital of the developing country (as Agnes Monica says).

Reading habit sih tidak banyak berubah, malah agak mengejar ketinggalan dan membaca untuk memenuhi janji review untuk reading challenge dan book club. Karena matahari enggan muncul (seandainya muncul juga gue nggak akan jemuran di rumah), jadi gue membaca di kamar yang nyaman saja, lalu nggak kerasa ketiduran deh 🙂

Reading list bulan ini kebanyakan sesuai tema baca bareng dan reading challenge aja. Bacaan serius hanya beberapa saja, termasuk satu novel Haruki Murakami.

Untuk yang mau partisipasi, silahkan klik di sini ya.

Happy Thursday

20130322-091443.jpg

15 Day Book Blogging Challenge Day 3: BFFs

Memasuki hari ketiga dari 15 Days Book Blogging Challenge yang diprakarsai oleh April.

20130716-054054.jpg

Pertanyaan hari ini adalah:

Who’s your blogger BFF?

Sejak gue ngeblog khusus tentang buku, sahabat (kutubuku) gue bertambah. Apalagi sejak bergabung dengan BBI, racun-racun menyebar dengan cepat seperti wabah 😀

My blogger BFFs are

1. Ifnur Hikmah

Kenal Iif gara-gara ikut acaranya Nulisbuku.com. Dari situ kita sering ngobrol soal buku bacaan, dunia penulisan, dan lain sebagainya. Blog Iif memang bukan cuma seputar buku. Tapi, tengok deh list bacaannya. Menarik dan lucu-lucu. Iif juga lugas dan kritis dalam menulis, mungkin karena dia orang media. Gue terkena racun Nicholas Sparks dan segala perchicklitan gara-gara dia.

2. Astrid

Kenal Astrid jauh sebelum gabung di BBI. Dulu gue ngemooch bukunya Clara Ng. Lalu, tidak sengaja nemu blognya dan gue suka isi komentar di blog Astrid. Lalu, ketemu lagi di acara launching ‘Singgah’.
Gue sangat suka dengan list bacaan Astrid yang beragam, mulai dari genre misteri, children lit, sampai sastra yang disisipi kultur. Tipe bacaan kita banyak yang sama. Dan memenya Wishful Wednesday juga sangat seru untuk diikuti, menambah sakaw akan buku.

3. Dewi

Julukan yang pantas untuk bu dokter adalah ‘peri buku’. Waktu gue baru banget jadi member BBI, Dewi meminjamkan novel ‘Kitchen’-nya Banana Yoshimoto pada gue. Buku itu sulit dicari sekarang, dan Dewi percaya aja minjemin buku itu ke gue. Thank you so very much.
Selain itu, kalau swap, bu dokter dengan sangat murah hati membiarkan gue mengambil buku lebih banyak. Terima kasih banyak :’)
Bu dokter juga bacaannya menarik dan genrenya luas. Blognya dihiasi artikel perbukuan yang bikin DNA kutubuku gue berkedut-kedut karena ingin melancong ke toko buku di berbagai tempat. Oiya, Dewi sering kasih buku gratis di blognya. Pantengin aja.

4. Ijul Yuliyono

Ijul ini punya blog mahakondang di jagat perbukuan Indonesia. Follower-nya banyak, baik di blog maupun twitternya. Koleksi buku Ijul banyak genre chicklit dan metropop, sangat spesifik. Reviewnya juga ‘crunchy’, sesuai dengan tagline blognya.
Selain menjadi sumber referensi bacaan chicklit, Ijul juga sangat baik hati bersedia gue titipin buku-buku hasil jarahan yang nggak sedikit. Ijul juga sangat rajin mengunjungi toko buku, dan update dengan info sale buku.

Yang mau ikutan ’15 Day Book Blogging Challenge’ bisa klik blognya April dan tinggalkan link postinganmu di sana.

Happy Thursday!

20130716-060442.jpg

Wishful Wednesday 22: Foot-Binding

20130403-124544

Welcoming Wednesday with a new and fresh wish..
Bagi para bookish, hari ini adalah hari di mana kita sharing buku-buku idaman.

Minggu ini, gue kembali teringat akan wishlist lama yang belum kesampean:

20130716-105730.jpg

This beguiling story is woven around the life of Fragrant Lotus, who has her feet bound in the supreme Golden Lotus style when she is six years old. Her beautiful feet allow her to marry into a wealthy family, and with steady determination she jockeys her way to head of the household, strategizing through the intricate politics of foot-binding competitions and the turbulent times of the anti-foot-binding movement at the turn of the century. Events in Fragrant Lotus’ life twist and unfold in a series of witty and often wicked ironies, obliterating easy distinctions between kindness and cruelty, the transcendent and the mundane, history and fable, forgery and authentic work. The novel’s waggish narrator exists in the tension between judgment and description, wryly deflating his reader’s certainties along the way. Feng’s engaging storytelling technique effectively undercuts the broad simplifications with which we inevitably approach his novel. The act of foot binding is horrific, but it is also an act of love; the bound foot is a symbol of entrapment and oppression, but it is also an emblem of exquisite beauty and refinement. Written in 1985, The Three-Inch Golden Lotus is a deeply affecting, thoroughly enjoyable literary revelation.

Gegara membaca novel ‘Explicit Love Story’ yang membahas tentang ukuran kaki, gue jadi teringat dengan buku ini. Selain novel ini, gue juga penasaran dengan karya Lisa See yang beejudul ‘Peony in Love’ yang juga membahas tentang foot-binding.

Yang mau ikutan Wishful Wednesday:

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky. Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Happy Wednesday.

20130622-091605.jpg

Wordless Wednesday: Gisele Bundchen

ww

20130716-052428.jpg

Original pic from here

Join Wordless Wednesday here

20130622-091605.jpg