[Book Review] Simple Lie by @NinaArdianti @Gagasmedia

book_infoSimple_Lie

book_blurba story about a girl who had a perfect life

Cantik, pintar, aktivis, popular, almost perfect di semua bidang, akademis maupun non-akademis. Digilai para cowok dan (diam-diam) dikagumi para cewek. Dan yang makin membuat dia dikagumi adalah karena sikapnya yang low profile, ramah ke semua orang, dan very down to earth.

a perfect mate

Happy First Anniversary, Re…,” ujar Fedi pelan.
Rere terdiam sesaat. Speechless. Nggak bisa berkata apa-apa. Ia lalu menatap Fedi dengan mata yang berkaca-kaca. How can she forget this day? Fedi ingat. Bahkan melakukan ini semua untuk Rere.

til another unperfect one came into her life

“Emang nggak bisa ganti ban sendiri ya?”
“Ya nggak bisa laaaah…. Gue cuma bisa makenya doang. Urusan bener-benerin mah payah, huehehe….”
Girls….” Ilham menatap Rere dengan pandangan mencela yang menyebalkan, “Trus apa yang akan lo lakukan seandainya gue nggak muncul dan menyelamatkan lo seperti pangeran di dongeng-dongeng?”

and changed her perfect life

“Gue nggak tau sampai kapan, Re,” jawabnya jujur.
“Tapi, kalau sampai titik di mana gue ngerasa bahwa batas waktu itu akan datang dan lo belum juga bisa memutuskan…”
Rere mengangkat wajahnya balas menatap Ilham yang sedang berbicara.
“… biar gue sendiri yang menentukan pilihan, Re….”

then everything is not as it seems

a novel about love:
find a desired one… without any doubt.

thoughtsRere itu cantik, pintar, rada tomboy, easy going, menyenangkan. Itu kesan pertama gue saat membaca bab awal novel ini. Rere memiliki seorang pacar yang kuliah di Fakultas Ekonomi, namanya Fedi. Dulu, Fedi adalah senior Rere di SMA. Fedi itu ganteng, kalem, dan perhatian sama Rere. Fedi juga pacar yang romantis. Ditengah kantin tiba-tiba Fedi memberi Rere kado berwarna pink dan mengucapkan happy anniversary. Namun, kehadiran Ilham, si cowok rada tengil tipe bad boy dengan wajah yang nggak kalah tampan berhasil mencuri perhatian Rere.

Karena kesibukan Fedi sebagai PO Festival Jazz FE, ia agak menelantarkan Rere. Pada kesempatan itu, Ilham sering bertemu dengan Rere. Mudah ditebak, Rere-Ilham-Fedi terjebak dalam cinta segitiga Bermuda. Apalagi, ketika Rere sedang membutuhkan bantuan, bukan Fedi yang ada di sampingnya, melainkan si beautiful stranger Ilham.

Ide novel ini sederhana. Bahasanya juga meremaja dan gaul banget. Nina menggambarkan suasana kampus sedemikian rupa sampai gue jadi teringat akan masa-masa kuliah dulu di mana terselip kisah sang mantan, hehehe.

Gue setuju dengan Nina, bahwa takdir itu seperti spiderweb. Manusia terhubung dengan manusia lainnya, lalu saling terhubung membentuk jaring-jaring, lalu pertemuan bisa menarik garis nasib yang baru. Jika garis itu begitu kuat, kemungkinan takdir yang merekatkannya.

Beberapa dialog terkesan cheesy, ketika Rere dan Fedi janjian bertemu untuk pergi ke QB (I miss that place). Tapi gue maafkan karena pick up line anak muda tahun 2007 tentu beda dengan yang dipakai anak-anak sekarang.

Lalu, yang bikin gue mengernyitkan dahi adalah saat Rere bilang pada Fedi bahwa Saskia lebih cantik dari dirinya. Errr, what’s the point?

Terus, scene Angga yang mengantar Rere untuk menaruh buku kurang penting. Namun, bisa dibuat jadi lebih menarik kalau kekonyolan Angga digali (gue langsung teringat Raditya Dika. Seandainya novel ini difilmkan, dia cocok banget jadi Angga).

Kalau gue boleh jujur, I don’t like the cover. Please, Gagas, kalau mau rilis ulang novel ini, kasih cover yang keren ya. This one is unflattering.

Masih ditemukan beberapa typo, namun nggak mengurangi esensi cerita.

Simple Lie adalah pengalaman pertama gue membaca karya Nina. I was impressed. Gue pernah membaca novel dengan genre yang sama, sempat difilmkan dan heboh saat itu, but it was a major turn off for me.  Gue jadi mau membaca novelnya Nina yang lain gara-gara Simple Lie ini. Cara bertutur Nina mengalir, cewek banget, dan crunchy kaya apple crisps. Dan selama membaca Simple Lie, gue tersenyum hampir tak berhenti, sampai gue mendaftar sebagai anggota #TeamIlham :))
Karena Ilham bad boy, cuek, songong, tengil, tapi romantis, suka baca Coelho, dan memiliki perasaan yang sensitif. Tipe cowok yang bikin gue melting kalau ketemu saat kuliah.

Tema cinta segitiga empat memang bukan tema yang baru, namun Nina mampu meraciknya dengan manis dan bikin gue geregetan. Simple Lie is a page turner. Simply love it.

quotesSaat kita mengenal seseorang lebih dekat – yang dulu biasanya mungkin hanya pemeran figuran dalam hidup kita – tiba-tiba saja ada begitu banyak kejadian yang langsung menghubungkan diri kita dengan orang tersebut. (hal. 49)

Mengenal Ilham itu kayak memakan MnM’s. Rere nggak pernah tahu warna apa yang akan ia ambil dari dalam bungkus cokelat itu. (hal. 84)

Kadang hati memang punya jalan pikirannya sendiri. (hal. 90)

Biasanya, orang yang udah mulai bohong sekali, maka akan menciptakan kebohongan berikutnya untuk menutupi kebohongan yang sebelumnya. (hal. 107)

dream_castSaatnya berkhayal untuk jadi casting director atau sutradara. Simple Lie ini movieable loh. Coba, produser, baca deh novelnya. Kalau dibikin film pasti seru banget. Cocok untuk ditayangkan saat liburan semesteran.

Pemeran yang (menurut gue) cocok untuk mewakili tokoh-tokoh yang diciptakan Nina adalah:

SLSL2

20130330-114838.jpg

Until next time!

20130725-125307.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on July 25, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. sepertinya dah punya buku ini deh. tapi dah agak lupa ceritanya.😀

  2. Baca buku ini jadi patah hati sama Ilham. Nggak rela Ilham sama Rere (emang gue siapa??). Mbak Nina emang selalu berhasil membuat tokoh-tokohnya (terutama Ilham) lovable dan adorable banget.😀

  3. aku belum baca nih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: