[Book Review] Eva Braun: Life with Hitler by Heike B. Gortemaker

book_infoevab

book_blurbIn this groundbreaking biography of Eva Braun, German historian Heike B. Görtemaker delves into the startlingly neglected historical truth about Adolf Hitler’s mistress. More than just the vapid blonde of popular cliché, Eva Braun was a capricious but uncompromising, fiercely loyal companion to Hitler; theirs was a relationship that flew in the face of the Führer’s proclamations that Germany was his only bride. Görtemaker paints a portrait of Hitler and Braun’s life together with unnerving quotidian detail—Braun chose the movies screened at their mountaintop retreat (propaganda, of course); he dreamed of retiring with her to Linz one day after relinquishing his leadership to a younger man—while weaving their personal relationship throughout the fabric of one of history’s most devastating regimes. Though Braun gradually gained an unrivaled power within Hitler’s inner circle, her identity was kept a secret during the Third Reich, until the final days of the war. Faithful to the end, Braun committed suicide with Hitler in 1945, two days after their marriage.

Through exhaustive research, newly discovered documentation, and anecdotal accounts, Görtemaker has meticulously built a surprising portrait of Hitler’s bourgeois existence outside of the public eye. Though Eva Braun had no role in Hitler’s policies, she was never as banal as she was previously painted; she was privy to his thoughts, ruled life within his entourage, and held his trust. As horrifying as it is astonishing, Eva Braun will undoubtedly be referenced in all future accounts of this period.

thoughtsSepertinya gue belum bisa move on dari tema Holocaust. Setelah habis melahap The Diary of a Young Girl bulan lalu, gue masih penasaran dengan PD II, Hitler, juga hubungannya dengan perempuan bernama Eva Braun. Hitler ini memang fenomenal sekali. Selain kumis nanggungnya yang jadi trademark, ada kemungkinan dia meniru kumis Charlie Chaplin, salah satu orang yang dia benci dan dijuluki pseudo-Jew. Selain itu, Hitler memiliki kepribadian yang ‘unik’ alias rada-rada sakit. Kehidupan pribadinya juga nggak kalah menarik dari film-film thriller. Penuh dengan skandal berbau darah.

Eva Braun, perempuan yang lebih muda 23 tahun dari Hitler, mendampingi Hitler hingga mereka berdua tewas bunuh diri bersama di bunker Hitler. Eva yang digambarkan oleh banyak biografer sebagai perempuan muda yang enerjik, menarik, ramah, dan suka bersosialisasi, adalah sosok yang sangat bertolak belakang dengan Hitler yang kaku, kejam, dan bengis.

Eva lahir dan besar di keluarga yang bukan penganut anti-Semitik (kakak Eva, Ilse, pernah bekerja sebagai resepsionis di tempat praktek Dr. Marx, seorang Yahudi). Eva bekerja di sebuah studio foto milik Heinrich Hoffman. Ia pertama kali bertemu dengan Hitler di studio foto tersebut pada bulan Oktober 1929. Awal mulanya, Eva tidak tertarik pada Hitler yang kerap menghujaninya dengan hadiah dan mengajaknya kencan di tempat mewah. Bisa dibilang, pada awal mulanya, hubungan mereka artifisial. Tapi lama kelamaan, Eva mulai menganggap serius hubungan tersebut.

Hitler memiliki seorang keponakan, Angela (Geli) Raubal. Desas-desus mengatakan Hitler memiliki hubungan khusus dengan Geli. Tanggal 18 September 1931, di usia ke 23, Geli ditemukan tewas di kamar yang ditempatinya di apartemen Hitler di Munich. Tidak ada otopsi dan Geli dinyatakan tewas bunuh diri. Namun, Geli dikuburkan secara Katolik (gereja Katolik menolak menguburkan jenazah yang mati karena bunuh diri). Lalu, hidung Geli patah dan tubuhnya memar. Hitler diduga membunuh keponakannya sendiri. Lalu, ada juga ahli sejarah yang menyatakan bahwa Hitler terlibat cinta segitiga (biseksual) dan berakhir dengan terbunuhnya Geli Raubal (link).

Hubungan Hitler dengan Eva masih berlanjut, walau Eva jarang terlihat di depan publik dalam acara kenegaraan bersama Hitler. Sang Fuhrer memang pernah mengatakan bahwa ia menikahi negara Jerman, dan ia mendedikasikan hidupnya untuk Jerman.

Tahun 1935, kesehatan Hitler menurun. Ia menderita nervous tinnitus tiap malam dan ia juga takut mati karena kanker tenggorokan seperti yang diderita kaisar Friedrich III tahun 1888. Dalam waktu ini, ia sempat tidak menemui Eva selama berbulan-bulan.

Sosok Eva yang misterius menimbulkan gosip. Ada yang mengatakan keputusan politik Hitler dipengaruhi oleh Eva. Ada juga sumber yang mengatakan bahwa Eva adalah gadis polos yang tidak tertarik dengan dunia politik. Entah mana yang benar.

Eva yang manis dan terlihat ceria ternyata memiliki masalah psikologis. Ia pernah beberapa kali melakukan upaya bunuh diri. Pertama kali tahun 1932, ia mengambil pistol milik ayahnya dan menembak dirinya sendiri. Untungnya, ia berhasil diselamatkan. Kali kedua yaitu sewaktu Hitler mengalami masalah kesehatan. Mungkin Eva merasa dicuekin Hitler, ia melakukan upaya bunuh diri kedua dengan meminum obat tidur. Kakak Eva, Ilse, yang juga menemukan Eva dalam keadaan tidak sadar. Ia diduga merobek diary Eva yang menuliskan tentang percobaan bunuh dirinya yang kedua. Akhirnya, Eva dipindahkan oleh Hitler ke apartemen yang tidak jauh dari apartemen Hitler. Namun, Hitler dengan prinsipnya yang kuat ditambah dengan pencitraannya yang sejak semula menyatakan ia tak mau menikah karena ia menikahi negara Jerman, tidak mau mengajak Eva dalam acara kenegaraan. Eva akhirnya diperkenankan muncul dalam acara non formal, soiree bersama para istri pejabat Nazi. Menurut buku ini, Eva kurang disukai oleh para istri tersebut.

Hitler yang lahir dan sempat tinggal di Austria selama empat tahun, pada saat ia berkuasa, mengadakan Anschluß, atau persatuan Jerman-Austria. Ia bercita-cita ingin membuat kota Linz yang berada di utara Austria, sebagai ibukota seni Eropa, atau Roma-nya Jerman, menurut Hitler. Hitler juga berkeinginan untuk pensiun di Linz, hidup bersama Eva dan seekor anjing di masa tuanya, bahkan ia ingin dikuburkan di Linz.

Tahun 1944, Hitler sudah kehilangan kekuatannya. Kondisi fisiknya melemah. Padahal ia penganut pola hidup sehat dengan melakukan diet ketat: vegetarian, tidak merokok, tidak minum alkohol dan kopi. Teori yang mengatakan you are what you eat tidak berlaku pada Hitler. Ia mengeluh sakit perut, gangguan tenggorokan, bahkan sempat melakukan operasi. Hitler juga menderita gejala Parkinson. Karma’s a bitch, yo!.

Setelah Jerman kalah perang dan pengikut Hitler juga berkhianat padanya (karena muak dengan pembunuhan dan perang), Hitler merasa the end is near seperti lirik lagu “My Way”. Ia dan Eva bersembunyi di bunker bersama sisa-sisa pengikut setianya. Sebelum bunuh diri dengan menenggak cyanide, Hitler dan Eva menikah. Anjing mereka, Blondi, diberi racun. Mereka ditemukan mati pada tanggal 30 April 1945. Eva sudah merencanakan kematiannya sebelum melakukan double suicide. Ia menulis surat terakhir pada adiknya. Eva menelan pil berisi cairan racun dan mati lebih dulu di depan Hitler. Setelah Eva tak bernyawa, Hitler meminum racun lalu menembak pelipis kanannya. Mayat keduanya dibakar.

Walau buku ini berjudul Eva Braun, namun isinya didominasi oleh Hitler dengan kehidupannya semasa menjadi pimpinan Nazi. Eva Braun tidak diceritakan terlalu detil. Overall, this book is enjoyable. If you want to dig more about Nazi and World War II in Europe, you have to read this book. Terjemahannya juga enak dibaca dengan kosakata yang mudah dimengerti.
Sekarang gue malah jadi kecanduan baca buku tema Holocaust.

20130330-114930.jpg

Until next time.

20130330-114856.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on July 3, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: