[Book Review] The Diary of a Young Girl by Anne Frank

book_info

AF

book_blurb

The diary as Anne Frank wrote it. At last, in a new translation, this definitive edition contains entries about Anne’s burgeoning sexuality and confrontations with her mother that were cut from previous editions. Anne Frank’s The Diary of a Young Girl is among the most enduring documents of the twentieth century. Since its publication in 1947, it has been a beloved and deeply admired monument to the indestructible nature of the human spirit, read by millions of people and translated into more than fifty-five languages. Doubleday, which published the first English translation of the diary in 1952, now offers a new translation that captures Anne’s youthful spirit and restores the original material omitted by Anne’s father, Otto — approximately thirty percent of the diary. The elder Frank excised details about Anne’s emerging sexuality, and about the often-stormy relations between Anne and her mother. Anne Frank and her family, fleeing the horrors of Nazi occupation forces, hid in the back of an Amsterdam office building for two years. This is Anne’s record of that time. She was thirteen when the family went into the “Secret Annex,” and in these pages, she grows to be a young woman and proves to be an insightful observer of human nature as well. A timeless story discovered by each new generation, The Diary of a Young Girl stands without peer. For young readers and adults, it continues to bring to life this young woman, who for a time survived the worst horrors the modern world had seen — and who remained triumphantly and heartbreakingly human throughout her ordeal.

thoughts

The Diary of a Young Girl merupakan salah satu buku tentang Holocaust yang paling terkenal. Sampai sekarang, banyak sekolah yang mewajibkan siswanya untuk membaca karya Anne Frank ini. Bahkan salah satu penerbit yang fokus di buku Young Adult baru saja merilisnya dengan judul berbeda.

Gue belum pernah membaca buku harian Anne Frank ini. Kebetulan gue sedang mood membaca tema Holocaust dan historical (fiction), dan eventnya berbarengan dengan tema baca bareng BBI. Selain itu, tanggal 12 Juni kemarin adalah hari ulang tahun Anne. Momennya sangat tepat untuk membaca buku ini.

The Diary of a Young Girl tidak sengeri The Boy in the Striped Pyjamas. Mungkin karena Anne menceritakan kesehariannya di Annex, tempat ia dan keluarganya bersembunyi. Anne menggambarkan situasi yang mencekam, namun tidak terlalu seram. Sebelum bersembunyi, Anne masuk ke sekolah khusus untuk kaum Yahudi karena peraturan anti-semitik yang dibuat oleh si kumis nanggung, Hitler. Orang Yahudi diperlakukan seperti orang kulit hitam di Amerika sewaktu diskriminasi rasial masih marak sebelum tahun 1970an. Hitler membenci kaum Yahudi karena mereka dianggap sebagai penyebab kekalahan Jerman pada PD I, krisis ekonomi, dan semua bencana yang terjadi di Jerman. Dan, bodohnya, banyak yang mempercayai omong kosong si Fury berkumis nanggung itu.

Keluarga Frank menempati annex di kantor lama ayah Anne, Otto. Pegawai di kantor tersebut menyembunyikan Anne dan keluarganya, dan menyuplai makanan serta kebutuhan sehari-hari. Mereka tinggal bersama keluarga van Daan juga Mr. Dussel yang sering membuat Anne kesal. Anne menyukai Peter van Daan, namun Otto melarang hubungan mereka.

Selama dua tahun, dimulai saat Anne berulangtahun ke 13 pada tahun 1942, ia mulai menulis diary yang ia beri nama Kitty. Anne mencurahkan segala perasaannya dalam diary tersebut, termasuk betapa ia merasa seperti pengecut saat ia melihat beberapa orang Yahudi yang digiring entah kemana, juga disiksa. Sementara ia dan keluarganya bersembunyi di balik rak buku. Selama dua tahun bersembunyi di annex, tentu membuat penghuninya depresi dan ketakutan. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Demi keselamatan, mereka harus bersembunyi seperti tikus di gudang.

Ending dari kisah Anne Frank memang menyedihkan. Seseorang melaporkan keberadaan keluarga Frank, hingga mereka semua ditangkap. Otto selamat dan berhasil keluar dari camp. Ia menerima buku harian anaknya, menyortirnya, dan menerbitkannya. Anne Frank bercita-cita ingin menjadi penulis atau jurnalis. Walau ia sudah tiada, mimpinya menjadi kenyataan, bahkan namanya terkenal hingga ke segala penjuru dunia. Namun, hingga saat ini, si pengkhianat yang melaporkan tentang penghuni annex masih menjadi misteri.

Banyak kontroversi yang mengiringi buku ini. Ada yang menyebutkan bahwa diary Anne adalah rekayasa Yahudi. Ada juga yang bilang bahwa tulisan Anne ditulis oleh orang lain. Supaya memiliki efek dramatis, dibuat seolah-olah itu adalah karya anak Yahudi yang meninggal semasa holocaust. Gue baca di salah satu blog, bahwa seseorang bernama Meyer Levin, penulis kebangsaan Amerika, dijanjikan uang sejumlah $50,000 oleh Otto Frank untuk menulis buku dengan memakai nama Anne. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa holocaust itu fiktif. Untuk membuktikan keraguan publik, tulisan tangan Anne Frank diteliti. Hasilnya positif, diary itu bukan hoax. Hanya saja Otto memilah-milah tulisan yang layak untuk konsumsi publik. Anne menuliskan di buku hariannya bahwa ia kurang suka dengan ibunya. Tulisan yang menyudutkan ibu dan penghuni annex yang lain tidak diterbitkan. Layaknya naskah yang masuk ke meja editor, tentu semua mengalami proses editing. Begitu juga dengan tulisan Anne Frank.

Kontroversi baru kembali muncul ketika The Diary of a Young Girl – Definitive Edition dirilis. Buku tersebut dibanned oleh beberapa sekolah karena dianggap terlalu raunchy untuk remaja.

Despite the controversies, I enjoyed reading Anne’s honest writings about her innermost feelings toward the situation. Kadang ABG banget, kadang galau, kadang centil, bitter, kadang ia bisa menjadi sangat dewasa. Buku ini salah satu peninggalan sejarah selama PD II dan gue yakin kalau buku ini otentik.
Gue pasti akan menyuruh anak gue baca buku ini, tapi menunggu dia cukup umur dulu. Hopefully one day I can visit Anne Frank museum and the annex where she lived. Satu pelajaran paling berharga yang gue dapat dari buku ini adalah: seburuk apapun situasi yang kita alami, jangan menyerah atau putus asa. Bertahan hidup hingga takdir membawa kita.

quotes

I keep my ideals, because in spite of everything I still believe that people are really good at heart.

I wish I could ask God to give me another personality, one that doesn’t antagonize everyone.

Think of all the beauty still left around you and be happy.

Laziness may appear attractive, but work gives satisfaction.

I don’t think of all the misery, but of the beauty that still remains.

How wonderful it is that nobody need wait a single moment before starting to improve the world.

We all live with the objective of being happy; our lives are all different and yet the same.

I wish I could come out of the closet.

tidbits* Sebelum diberi judul “the Diary of a Young Girl”, naskah tulisan Anne diberi judul “The Annex”.

* Selain memberi nama Kitty, Anne menjuluki diarynya dengan sebutan Pop, Phien, Jetty, Loutje, etc.

* Anne mengalami depresi selama bersembunyi di Annex. Ia mengkonsumsi valerian untuk mengatasi depresi.

 

bookj5

 

Setelah membaca The Diary of a Young Girl, gue tertarik untuk membaca dua buku berikut:

annef

Rencananya kisah Anne Frank akan diremake oleh Disney dalam waktu dekat.

Berdasarkan biografi Melissa Muller

Anne Frank The Whole Story Part 1
Anne Frank The Whole Story Part 2
The Diary of Anne Frank 2009 here

Tentang Sengketa Anne Frank di sini

Anne Frank’s film footage here

 

20130622-091605.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on June 27, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 11 Comments.

  1. Jadi inget terjemahan judul “Kitty” yang menuai kontroversi😀 Btw, salah satu penyesalan terbesar aku waktu kuliah di Belanda dulu adalah nggak sempet ke museum Anne Frank😦 I wish I could go back one day.

  2. Eaa, tema kita masih samaan mb yuska: hooocaust. Utk sastra europe aku baca novella karangan Hans Keilson, Comedy in a Minor Key. Ttg pasangan suami istri sipil, yg nyembunyiin seorang Yahudi dirumahnya.

  3. Aq masih baca edisi terjemahannya, ada dua penerbit jadi agak beda. Yg Yuska baca ini bukan Definitive Edition ya ? Penasaran sama artikel yang dibanned itu …
    Ngomong-omong soal Holocaust, coba baca karya Elie Wiesel, aq sdh baca yang Night duh bikin merinding, soalnya ini juga kisah nyata pengalaman si Elie.
    The Boy with Stripped Pjamas …jadi inget aq pengen teriak waktu terakhirnya, jangan ke pagar itu !!!

    • Aku catet buku Elie Wieselnya. Lagi tertarik baca tema Holocaust nih. Iya, aku baca ebook yang bukan definitive edition. Btw versi terjemahan yang mana yang dibaca?

      Sent from my iPad

  4. Aku suka buku ini lebih ke Anna-nya. Cara pikirnya lumayan dewasa buat usianya. Sama nih, abis baca buku ini aku pengen banget bisa ngunjungi museum dan annex-nya… sayang belum kesampean😀

  5. Saya mampir ke sini karena baru saja membaca artikel tentang Pusat Anne Frank di Berlin dan kemudian saya mencari artikel-artikel lain yang berhubungan. Tidak saya sangka, saya jadi tahu (atau ingat, karena saya lupa apakah dulu sudah tahu atau belum), bahwa Anne Frank itu ultah tanggal 12 Juni. Sebentar lagi.
    Ada tidak ya, peringatan yang diadakan pada hari ulang tahunnya?

  1. Pingback: Jan – June Wrap Up Post | lustandcoffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: