[Book Review] Daddy’s Little Girl by Mary Higgins Clark @Gramedia

book_infodaddy

book_blurb

Ketika Ellie Cavanaugh berusia delapan tahun, kakaknya, Andrea, tewas dibunuh di dekat rumah mereka di Oldham-on-the-Hudson.

Ada tiga tersangka: Rob westerfield, pemuda tampan dari keluarga kaya setempat, yang diam-diam menjalin hubungan dengan Andrea; Paulie Stroebel, teman sekelas yang diam-diam mencintai Andrea; dan Will Nebels, pekerja serabutan yang suka menawarkan jasa kepada para tetangga.

Kesaksian Ellie membuat pria yang ia yakini pembunuh kakaknya, dipenjara selama 22 tahun. Namun si terhukum tak pernah mengakui kesalahannya. Ketika orang ini dibebaskan bersyarat, Ellie memprotes pembebasannya. Namun si pembunuh tetap dibebaskan, dan kembali ke Oldham. Tak ingin nama orang ini dipulihkan, Ellie juga kembali ke Oldham dan melakukan penyelidikan untuk membuktikan orang ini memang bersalah.
Penyelidikan itu ternyata mengungkap peristiwa yang lebih mengerikan, yang selama ini tidak diketahui.

thoughts

Bulan ini pace baca gue agak melambat karena sedang menyelesaikan PR menulis yang belum kelar juga, sementara deadline kian dekat mengejar.

First impression gue terhadap buku ini: kenapa gue nggak baca buku karya Mary Higgins Clark dari dulu-dulu? Kurang eksplorasi dan kurang membaca menyebabkan gue hanya membaca buku dari pengarang tertentu saja. Lesson learned. Dengan adanya internet, informasi mengenai buku apa saja lebih mudah didapat, dan dengan begitu banyak opsi, semakin luas juga genre bacaan kita.

Daddy’s Little Girl bukan hanya menyentuh ranah kriminal dan misteri, tetapi juga efek psikologis yang diterima oleh Ellie, juga kedua orang tuanya setelah peristiwa pembunuhan Andrea. Bahkan, drama keluarga juga membumbui buku ini, membuat gue betah membacanya. Selain penasaran dengan pelaku pembunuhannya, gue juga terharu dan dalam beberapa bagian sempat menitikkan airmata. Gue menyelami perasaan orang tua Andrea saat kehilangan anak. Tentu sangat menyakitkan.

Merasa kasus Andrea belum selesai, Ellie bertekad untuk menyelidiki latar belakang Rob Westerfield, yang ia yakini sebagai pembunuh kakaknya tersebut. Setelah Rob bebas dari penjara, Ellie semakin gencar menulis artikel di internet, membuat publik yakin bahwa Rob memang benar-benar bersalah. Berdasarkan kesaksian Will Nebels, Paulie Stroebel, yang sewaktu duduk di bangku SMA menyukai Andrea, terseret sebagai tersangka. Paulie yang rapuh sangat terguncang dengan tuduhan tersebut. Seorang kerabat keluarga Westerfield melabraknya di tokonya, menyebabkan Paulie melakukan upaya bunuh diri.

Selama penyelidikan, Ellie diteror oleh orang tak dikenal. Ellie menempati kamar di apartemen Mrs. Hilmer. Seseorang membakarnya hingga Ellie harus dilarikan ke rumah sakit. Saat ia terkapar di rumah sakit, ia reuni dengan ayahnya yang sudah lama tidak pernah menemuinya. Ayahnya yang bercerai dengan ibunya, menikah lagi dan memiliki putra, Teddy Cavanaugh, seorang atlet basket ternama.

Tragedi demi tragedi terjadi mengikuti perjalanan Ellie selama melakukan investigasi. Namun, Ellie juga menemukan bukti-bukti penting tentang kasus pembunuhan Andrea.

Pembaca digiring untuk membenci Rob Westerfield. Ia digambarkan sebagai sosok pemuda yang mudah naik darah, tipikal jock yang suka membully. Rob juga berasal dari keluarga terpandang, mu gkin bisa disebut American royalty, yang sering melakukan politik uang. Tapi, kejutan demi kejutan membuat gue shocked dan terus ingin membaca buku ini sampai tuntas, penasaran dengan pembunuh Andrea dan motifnya, juga kenapa selama 22 tahun semuanya baru terungkap.

I’m so glad that I found this book. Biasanya seorang penulis memiliki ciri khas dan pattern dalam setiap karyanya. I think I’m officially a huge fan. Gue berharap Gramedia mau menerbitkan kembali buku-buku Mary Higgins Clark yang lama karena cukup sulit untuk didapat.

quotes

Mungkin ayahku memang baik untuk dua anaknya, untuk Andrea dan untukmu, batinku, tapi aku sepertinya terselip entah di mana.

Ada dua hal yang tidak akan dilakukan reporter investigasi: mengungkapkan sumbernya, serta menempatkan orang yang tidak bersalah dalam bahaya.

20130330-114930.jpg

Until next time.

20130330-114856.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on June 26, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: