[Book Review] White Lies by Riz Amelia @elfbooks

bookinfo

whitelies
Website | Facebook | Twitter

 

bookblurb

Clara dan Elaine Fawne, saudara kembar yang terpisah karena perceraian orangtua mereka. Walau berjarak jutaan mil, hubungan keduanya tidak pernah putus. Hingga akhirnya Clara memilih untuk pergi dari Jepang dan menyusul Elaine di Manhattan.

Segalanya berjalan dengan sangat baik.

Namun ketika tanpa sengaja Elaine bertemu Keane Ackley, siapa sangka pertemuan itu justru menjadi awal masalahnya dengan Clara. Kemudian, perlahan kisah kelam saudara kembar itu terungkap.

Pahitnya sebuah kejujuran akan jauh lebih baik daripada manisnya kebohongan yang mengatasnamakan kebaikan. Karena percayalah, ketika kebohongan itu terungkap, semua akan tersakiti.

 

thoughts

Clara dan Elaine adalah saudara kembar yang terpisah sejak lama. Elaine ikut dengan ayahnya, Nicolas Fawne, sedangkan Clara ikut ibunya, Mrs. Inoue.
Mereka bertemu di New York, dan pertemuan dengan Keane Ackley, penyanyi idola remaja, membuat mereka terlibat cinta segitiga.
Selain drama percintaan dengan Keane, Claire dan Elaine terlibat masalah keluarga yang cukup pelik, melibatkan masa lalu yang gelap. Semuanya seperti benang kusut yang memberi efek domino. Kematian Ray, si kakak tiri, menguak tabir masa lalu yang dikubur rapat.
Gue nggak akan kasih spoiler ya. Yang jelas, novel ini penuh kejutan.

Untuk penokohan, gue suka dengan Elaine yang cenderung ekspresif dan apa adanya. Clara terlalu banyak menyimpan rahasia dan terkesan egois (ini diakui oleh si tokoh sendiri). Elaine itu tipe what you see is what you get, if you don’t like me, it’s youe problem. Agak mirip dengan gue sih, walau gue nggak seekspresif Elaine.
Sedangkan tokoh Kris, gue masih agak bingung sebenarnya dia itu suka dengan siapa. Kemunculannya sering membuat gue bertanya. Kris seperti terlalu hati-hati (atau ragu-ragu) dalam bertindak.
Tokoh Mrs. Inoue digambarkan seperti ibu Dao Ming Si dalam serial Meteor Garden, perempuan tegas, ambisius, dan otoriter.

Sebenarnya gue mengharapkan Riz mengeksplorasi New York dengan segala kegemerlapannya, tapi gue malah merasa settingnya masih di Korea. Seperti kedai minum dan fans yang bergerombol di luar kantor management Keane. Kurang terasa New York-nya.

Overall, novel White Lies mampu membuat gue berkhayal tentang dunia teen idol di Amerika. Kalau kamu suka bacaan romance ringan yang disisipi drama keluarga, buku ini recommended.

20130330-114838.jpg

author

 

20130429-084309.jpg

Lust & Coffee berkesempatan untuk mewawancarai Riz Amelia. Novel White Lies merupakan novel debutnya yang diterbitkan oleh Elf Books.
Penggemar J.K. Rowling dan Cassandra Clare ini sudah menekuni dunia tulis menulis sejak duduk di bangku sekolah dasar. Riz juga sedang mengerjakan proyek selanjutnya yang akan diterbitkan oleh Eld Books.

1. Bisa diceritakan bagaimana proses kreatif “White Lies”?
White Lies itu aku tulis sejak September 2011, awalnya White Lies itu adalah sebuah fanfiction (cerita yang dibuat berdasarkan tokoh/karakter artis). Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar enam bulan (lama sekali XD), dan aku post di blog pribadi aku. Awalnya gak ada niatan untuk menjadikan fanfiction ini sebuah novel, tapi antusias pembaca serta comment yang aku dapat di blog, membuat aku yakin naskah ini masih bisa dirombak dan layak untuk terbit. Setting yang kupakai awalnya itu Korea, aku coba kirimkan ke Elfbooks sekitar bulan Juli 2012, tentu saja sudah melalui proses self-editing dan membuang bagian yang gak perlu. Dan taraaaa tiba-tiba dapat telepon dari Kak Delia sekitar bulan September, yang merupakan CEO Elfbooks bahwa naskahku berhasil lolos. Dengan catatan : Karena banyak sekali novel bersetting Korea yang sedang menjamur, setting harus diganti. Karena ini novel pertama, tentu aku setuju dan mulailah proses revisi, dan terbitlah White Lies di bulan Desember 2012 dengan setting baru yaitu Manhattan.

2. Adakah sosok nyata yang menginspirasi tokoh Clara, Eliaine, dan Keane?
Untuk Clara dan Elaine itu sendiri hampir semuanya imajinasi aku, tapi ada satu sifat Clara yang aku ambil dari diri aku sendiri, yaitu sifat cueknya. Sedangkan tokoh Keane ini terinspirasi dari sosok Changmin TVXQ, salah satu member grup idola di Korea Selatan.

3. Kenapa memilih setting New York? Punya memori khusus dengan kota NY?
Saat revisi penggantian setting, sempat bingung pilih Negara mana atau kota mana untuk menggantikan Seoul ini. Ada teman yang ngusulin sebaiknya pake setting Amerika, dan rubah sedikit latar belakang Fawne Sister ini. Dimulailah pencarian kota-kota yang bagus, dan langsung suka sama Kota Manhattan (Thanks to google!). Memori khusus gak ada, karena saya juga belum pernah ke sana.

4. Apa kegiatan favorit Riz selain membaca dan menulis?
Aku suka banget nonton film. Setiap hari sabtu selalu sempatin diri ke bioskop untuk nonton film yang punya genre suspense-romance, action, animation, adventure dan fantasy. Untuk film yang genrenya drama romance, entah kenapa aku kurang suka.

5. Jika Riz terdampar di pulau terpencil (makanan, tempat tinggal dan aie minum sudah tersedia), benda apa yang akan kamu bawa?
Laptop, kertas, pulpen, pensil, sketchbook (soalnya aku suka gambar), novel sekardus, kamera!

6. Sekarang sedang membaca buku apa?
Delirium by Lauren Oliver, recommended!

7. Siapa penulis favoritmu?
JK. Rowling, Cassandra Clare, Orizuka, Windry Ramadhina

8. Apa yang dilakukan ketika terjangkit “writer’s block”?
Baca novel sebanyak-banyaknya, nonton film, dengerin lagu, kerjain tugas kuliah -__-“

9. Apa proyek selanjutnya?
Ada dua naskah yang sedang tahap revisi, mudah-mudahan bisa terbit tahun ini. Bocoran sedikit, salah satu naskahnya bergenre action-romance.

10. Ada pesan untuk pembaca/penulis pemula?
Hemm, untuk pembaca : mari menghargai karya anak negeri! Karena seburuk, sebagus, sekeren apapun karyanya, membuat naskah itu butuh perjuangan. Kritik yang membangunlah yang membuat para penulis ini berkembang dan menghasilkan karya yang lebih baik.

Untuk penulis pemula : terus berkarya dan jangan takut atau ragu dengan karyamu. Jika naskahmu ditolak, pelajari kesalahanmu, dan perbaiki. Biasakan naskah kita didiamkan dulu setelah selesai menulis, baru dibaca ulang dan melakukan self-editing, bisa juga minta tolong sama sahabat atau kakak untuk mengomentari naskah kita. Naskah yang dikirimkan ke penerbit sebaiknya dalam keadaan yang benar-benar siap!

Terima kasih atas waktunya, Iky.

Riz Amelia bisa ditemui di:
Twitter: @ikyamelia
Facebook: Rizky Amelia Yulistianingsih
Blog: http://maximumshim.wordpress.com

20130330-114856.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on April 29, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: