[Book Review] From Batavia With Love by Karla M. Nashar

20130321-085356.jpg

Judul: From Batavia with Love: Seratus Tahun Cinta Menanti
Penulis: Karla M. Nashar
Penerbit: Gagas Media
Terbit: 2007, Cetakan Pertama
ISBN: 9797801780
Kategori: fiksi/roman/paranormal/supranatural/historical fiction
Jumlah halaman: 304

Book blurb:

Ketika Tara Medira mengunjungi museum, ia mulai mendapatkan serangkaian mimpi aneh. Mimpi yang mengantarnya kepada sosok dari masa lalu yang terjebak dalam sebuah penantian panjang. Sosok itu bernama Pieter van Reissen, aristokrat muda Belanda yang datang ke Batavia pada tahun 1905. Dan di masa lalu itu, Pieter memiliki kisah cinta dengan gadis pribumi bernama Yasmin. Cinta Pieter dan Yasmin berkembang kuat, namun tragedi terjadi. Cinta telah direnggut paksa oleh orang-orang di sekitar mereka.

Seratus tahun berlalu. Dan takdirlah yang mempertemukan jiwa resah Pieter dengan Tara. Hingga akhirnya, di antara mereka mulai terjalin ikatan batin. Mungkinkah Tara jatuh cinta kepada Pieter? Adakah hubungan antara Tara dengan Yasmin? Lalu apa yang membuat Pieter harus menunggu tepat seratus tahun untuk dapat mewujudkan keinginan terakhirnya itu?

Thoughts:

Gue dipinjemin buku ini sama editor sebagai referensi. Pertama, gue suka sejarah. Biasanya dengan senang hati gue bakal baca buku hisfic.
Ternyata, buku ini habis gue baca selama dua hari saja.

Bagian dari buku ini yang paling gue suka adalah part-nya Pieter dan Yasmin di era kolonialisme Belanda. Entah kenapa gue jadi membayangkan film Soegija, karena gambaran tentang pendudukan Belanda nempel di gue gara-gara nonton film itu.
Penulisnya sudah pasti melakukan riset mendalam. Banyak istilah-istilah dalam bahasa Belanda, juga nama tempat yang dulu dipakai.
Menarik banget karena selain menggambarkan suasana tempo dulu, penulis juga memberi sisipan pemikiran para tokohnya yang berbau politik.

Gue masih agak bingung dengan penjabaran menurut sinopsis. Apa Tara bermimpi tentang Pieter, atau ia mendapat vision?

Lalu, banyak bagian repetitif di buku ini, baik penjelasan atau potongan dialog Pieter dan Yasmin. Agak bosan dan bikin pengen skipped.
Dan satu lagi yang bikin dahi gue berkerut, saat Pieter bilang ke Tara, ia tahu semua tapi nggak boleh memberi tahu. Kalau ia beri tahu, ia akan berada di dunia orang mati. Gue merasa bagian ini ridiculous.

Kisah Tara sendiri mulai menarik menjelang ending, walau mudah diprediksi.

Yang gue perhatikan, penulisnya suka dengan nama yang mengandung huruf ‘r’: Tara, Era, Pieter, Adriaan, Rob, , Rio, Erick🙂

Overall, buku ini cukup menghibur dan mendidik. Jadi pengin ke Cafe Batavia dan Museum Fatahillah.

20130321-091538.jpg

20130321-091615.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on March 21, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Eh judul bukunya sama kayak Antologi cerpennya FLP DKI tahun.. emm.. 2003 kalo ga salah.

    yang dari gagas ini suka covernya.😀

  2. Sinta Nisfuanna

    baru tau tentang buku ini, jadi tertarik gara-gara ada setting sejarahnya. Tapi kalau liat tahun terbitnya, koq rasa2nya bakalan susah nyarinya

  1. Pingback: Jan – June Wrap Up Post | lustandcoffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s