[Book Review] The Lady and the Unicorn by Tracy Chevalier

3631198

Judul: The Lady and the Unicorn
Penulis: Tracy Chevalier
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 979-22-2520-X
Kategori: Fiksi terjemahan
Genre: Historical fiction
Jumlah halaman: 295
Terbit: Februari 2007
Beli di Gramedia WTC Serpong

Book Blurb:

Jean le Viste, bangsawan Paris abad ke-15 yang dekat dengan Raja, menyuruh Nicholas de Innocents, seniman berbakat yang juga perayu wanita ukung, membuat desain permadani dinding untuk merayakan kenaikan statusnya dalam lingkaran kerajaan.

Nicolas sempat ragu karena belum pernah membuat desain permadani. Tapi setelah bertemu putri sulung Jean le Viste dan istri bangsawan itu, dia berubah pikiran. Meski tahu keinginannya terlalu berbahaya, Nicolas terlanjur terobsesi. Dia pun menuangkan semuanya dalam enam lukisan Lady dan Unicorn.

Di Brussels, Georges de la Chapelle, penenun yang sedang naik daun, memutuskan menerima proyek Jean le Viste. Menuangkan desain-desain Nicolas menjadi permadani merupakan tantangan terbesar dalam karirnya. Tantangan yang memaksanya mempertaruhkan segala yang penting: kelangsungan hidup bengkel tenun dan keluarganya.

Cover The Lady and the Unicorn klasik banget. Perpaduan warna merah dan emas, juga gambar Lady-nya sudah mewakili isi bukunya. Very medieval. Kedua, nama penulisnya yang nggak asi di telinga. Gue belum pernah baca karya Tracy Chevalier sebelumnya, tapi gue punya beberapa bukunya yang belum dibaca (shame on me). Terus, genre historical fiction adalah salah satu genre favorit. Sebisa mungkin buku-buku yang review-nya OK gue bakal baca. Dan terakhir, gue dapat buku ini di acara bazaar buku Gramedia di WTC Matahari, Serpong, kalo nggak salah.

Novel berseting tahun 1490 di Prancis ini menceritakan tentang asal mula pembuatan permadani The Lady and the Unicorn yang melegenda tersebut. Tracy Chevalier mengemas backstory tentang permadani tersebut yang juga berbuah kekacauan di Paris dan Brussels, baik keluarga bangsawan Jean le Viste maupun rakyat jelata George de la Chapelle.

The Lady and the Unicorn dimulai dengan bab dari POV Nicolas des Innocents. Gue nggak suka sama tokoh ini karena mata keranjang, oportunis dan angkuh. He’s so full of himself dan menganggap semua perempuan mudah didapat. Kalo ketemu cowok model gini, gue nggak bakal suka dari pandangan pertama, walau dia gantengnya selangit. after he made out with Claude le Viste, he went to Brussels and flirted with Alienor de la Chapelle. Disgusting.

Setelah bab Nicolas, satu per satu tokohnya berbicara. Ada Claude le Viste, putri pasangan Jean le Viste dan Genevieve de Nanterre. Claude yang menginjak usia puber tergoda oleh Nicolas yang genit, dan membuat ibunya hampir pingsan saat ajudannya, Beatrice, mengadukan kelakuan nakal Claude dengan Nicolas.

Lalu, cerita berpindah ke Brussels, di mana Nicolas dan Leon menemui tukang tenun ternama, Georges de la Chapelle. Konflik bergulir kepada Alienor, putri Georges dengan Christine yang cantik tetapi tuna netra. Alienor juga menjadi korban kegenitan Nicolas, namun Christine menghardik Nicolas dengan ketus dan memintanya untuk menjauhi Alienor. Christine dan Georges menghadapi tekanan dari Jacques Le Boeuf yang ingin meminang Alienor. Christine mendesak Alienor untuk menerima lamaran dari Jacques, namun Alienor jijik dengan bau Jacques.

Konflik bergulir hingga mengubah nasib para tokohnya.

Tokoh favorit gue adalah Philippe de la Tour. Mengingatkan gue akan Sgt. Paul Sutton yang diperankan Keanu Reeves di film A Walk in the Clouds.

Pesan moral dari buku ini: you can’t always get what you want. Para pasangan di buku ini tidak semua saling mencintai, kecuali George de la Chapelle dan istrinya, Christine.

Favorite Quotes from the Book:

“Orang akan melakukan hampir apa saja jika imbalannya uang”. Nicolas des Innocents
“Tendang saja kemaluannya supaya dia tidak bisa lagi menghamili gadis.” Maria-Celeste
“Aku lelah mengkhawatirkan apa yang akan terjadi padanya, sementara dia sendiri jelas-jelas tidak peduli pada dirinya sendiri”. Genevieve de Nanterre

20130315-110643.jpg

20130315-110700.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on March 18, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s