[Book Review] Duet @penerbitharu

20130127-025823.jpg

Judul : Duet
Penulis: Angela Marchelin, Nita Ramadhita, Ryvannafiza
Penerbit: Haru (@penerbitharu)
Genre: Romance
Tebal : 212 halaman
Terbit: November 2012

Book Blurb:

Jika Young Hee tak menyukai kopi, ia tak akan pernah bertemu dengan Martin Jo yang selalu berlagak percaya diri.

Jika Tae Joon tak punya mimpi mengejar matahari terbenam, ia tak akan pernah melihat Na Bi di kamera bututnya.

Jika Min Woo tidak merusak CD limited edition suatu boyband, ia tak akan pernah berurusan dengan seorang fanboy seperti Sun Ho.

Pertemuan pertama itu membekas dengan kuat di benak mereka masing-masing, menjadi hari yang tak akan pernah mereka lupakan. Hari yang tak pernah mereka sangka akan menjadi titik tolak perubahan besar pada hidup mereka masing-masing…

Duet adalah kumpulan novela dari 3 pemenang Korean Story Contest 2012.

Thoughts:

Gue iseng ikutan kuis yang digelar sama @all_Kdramamovie bekerjasama dengan @penerbitharu. Waktu itu lagi macet-macetnya di daerah Wijaya, gue, suami dan anak on the way mau dinner untuk merayakan anniversary ke-4. Pas ngecek timeline, ada kuis berhadiah buku “Duet”. Ternyata, gue menang. Karena admin @all_Kdramamovie sakit, jadi pengiriman buku terlambat dan gue baru bisa baca buku ini bulan Januari 2013. Semoga admin @all_Kdramamovie yang bernama Debby sudah sembuh🙂

Buku “Duet” ini berisi tiga novella dengan benang merah yang sama: cinta, Seoul, food & beverages. Gue jadi lapar dan membayangkan lezatnya Korean Barbeque di kala hujan saat membaca buku ini. Jadi pengen ngacir ke Arang 22 dan Mugunghwa🙂
Tiga novella tersebut adalah:

1. Black Cafe by Angela Marchelin

Adalah Shin Young Hee, manajer Black Coffee, yang trauma akan hubungan cintanya yang lalu. Mantannya melakukan kekerasan terhadap Young Hee. Pertama kali bertemu dengan Martin Jo, yang diibaratkan seperti Dewa Hermes menurut Young Hee, tidak membuat Young Hee tergugah untuk membuka hatinya.
Domestic violence (tidak selalu diasosiasikan dengan kekerasa dalam rumah tangga) memang menyisakan trauma batin selain luka fisik. Kira-kira gue bisa membayangkan penderitaan yang dialami Young Hee pada saat masih berhubungan dengan mantannya: rendah diri, jauh dari lingkup sosial teman dan keluarga, juga tidak memiliki kontrol akan hidupnya sendiri. Korban KDRT atau Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) yang dialami Young Hee membutuhkan waktu untuk memulihkan luka batinnya, termasuk menerima cinta dari laki-laki, karena biasanya para korban KDP menjadi sangat defensif dan tertutup dalam urusan hati.
Tetapi, akhir novella “Black Cafe” berakhir sangat manis dan romantis. Gue jadi pengin nyoba Love Machine, walau perut gue selalu nggak tahan dengan kopi.

2. Chasing The Sunset by Nita Ramadhita

Tae Joon sangat menyukai fotografi. Ia tidak suka memotret manusia sebagai objeknya, melainkan alam dan matahari terbenam. Tetapi, semua berubah ketika Na Bi tertangkap lensanya saat Tae Joon memotret di Hill of Wind, puncak tertinggu Seoul Sup. Na Bi adalah gadis aneh dengan penampilan seperti anak kecil, suka mengejar angin, menangkap balon, dan menari di bawah hujan. Tae Joon tersedot ke dunia Na Bi dan menganggalkan logikanya. Tenyata, Na Bi menderita Peter Pan Syndrome, yang mengingatkan gue akan kasus almarhum Michael Jackson. Mayoritas pengidap Peter Pan Syndrome adalah laki-laki, tapi tidak menutup kemungkinan perempuan juga bisa.

Dalam buku berjudul “The Peter Pan Syndrome”, Dr. Dan Kiley menyebutkan,

The Peter Pan Syndrome (PPS) describes men, who are childlike in their relationships, their ability to handle responsibilities, and their pursuit of pleasure. “He’s a man because of his age; a child because of his acts. The man wants your love, the child your pity. The man yearns to be close, the child is afraid to be touched. If you look past his pride, you’ll see his vulnerability. If you defy his boldness, you’ll feel his fear” (p.3).

Pengidap Peter Pan Syndrome akan berhenti berkembang secara emosional di usia remaja. Cara mereka bertahan dengan masalah yang mereka hadapi adalah dengan ‘engaging in a great deal of primitive denial’.
Banyak yang bergantung pada obat-obatan dan alkohol untuk melupakan masalah yang mereka hadapi, seperti yang terjadi pada Michael Jackson. Jacko terkenal penyuka anak-anak dan membangun Neverland di rumahnya. Lalu, ketergantungannya pada obat-obatan juga terungkap pada saat hasil otopsi dibeberkan oleh media. Jacko yang menurut kabar mengalami penyiksaan secara seksual sejak kecil, menderita Dissociative Identity Disorder (DID) atau dulu lebih dikenal dengan istilah split personality disorder.

Kisah “Chasing The Sunset” menurut gue genrenya drama romance psikologis. Sedikit mengingatkan gue akan film “Mad Love” yang dibintangi oleh Drew Barrymore dan Chris O’Donnell, walau tokoh utamanya nggak mengidap Peter Pan Syndrome.

Tokoh Na Bi membuat gue tersenyum sambil membayangkan asyiknya berperilaku bebas dan don’t care kayak dia. People might think it’s crazy, but it’s a fun thing to do.

Di akhir cerita, gue jadi kurang simpatik dengan Tae Joon yang nggak mau melawan ego dan emosi untuk melupakan Na Bi saat ia sudah bersama dengan kekasih barunya.
Dan makna cinta bagi Tae Joon dan Na Bi pada akhirnya memang berbeda.

3. Duet by Ryvannafiza

Judul novel ini diangkat dari karya Ryvannafiza. Nuansa KPop sangat terasa di cerita ini. Min Woo, mahasiswa jurusan psikologi, memiliki impian terpendam untuk menjadi pianis handal. Takdir mempertemukannya dengan Sun Ho, teman adiknya, Ji Yool, seorang fan boy TVXQ yang masuk panti rehabilitasi karena kenakalannya.
Sejak awal gue curiga kalau penulisnya ngefans sama idol group lawas, Shinhwa, karena Min Woo adalah nama salah satu membernya. Dan ternyata, dugaan gue tepat, tokoh Min Woo memainkan intro T.O.P. Salah satu hits Shinhwa yang mengambil sampling dari karya klasik Tchaikovsky yang berjudul “Swan Lake Op.20”.
Dua manusia dengan karakter dan latar belakang yang sangat berbeda, bisa dekat dan bersahabat. Min Woo dan Sun Ho membuat lagu berjudul “Duet” dalam rangka audisi idol SM Entertainment, perusahaan raksasa yang menaungi TVXQ, Super Junior, juga SNSD. Persahabatan yang erat mengalahkan keinginan dan ego, nilai plus untuk cerita ini.
Dan gue masih terkekeh geli kalau ingat dengan tokob Sun Ho yang ngefans berat dengan TVXQ.

Persamaan dari ketiga novella diatas juga adalah pertemuan yang mengubah takdir para tokoh utamanya.

Selain psychological insights dan bumbu romance, novel ini juga memuat beberapa istilah dalam bahasa Korea yang tertangkap dalam berbagai K-Drama seperti:
Yeoboseyo, Ya!, bogeosippo, dan lain sebagainya.

Overall, novel ini sangat menghibur dan berhasil membuat gue berkhayal tentang bintang Korea yang memerankan tokoh-tokohnya.

20130127-030004.jpg

20130127-030019.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on January 27, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. mbak… jd pengin bukunya T__T”’

  2. aku juga punya iniii… :p

  1. Pingback: Jan – June Wrap Up Post | lustandcoffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: