[Book Review] Marked: House of Night 1

20130114-014553.jpg

Title: Marked (The House of Night Book 1)
Authors: P.C. Cast and Kristin Cast
Published: April 1st, 2007
Publisher: St. Martin’s Griffin
Genre: YA/Paranormal/Vampire/Urban Fantasy/Supernatural
Format: Ebook

Enter the dark, magical world of the House of Night, a world very much like our own, except here vampyres have always existed. Sixteen-year-old Zoey Redbird has just been Marked as a fledgling vampyre and joins the House of Night, a school where she will train to become an adult vampyre. That is, if she makes it through the Change – and not all those who are Marked do.

It sucks to begin a new life, especially away from her friends, and on top of that, Zoey is no average fledgling. She has been chosen as special by the vampyre Goddess Nyx. Zoey discovers she has amazing powers, but along with her powers come bloodlust and an unfortunate ability to Imprint her human ex-boyfriend.

To add to her stress, she is not the only fledgling at the House of Night with special powers: When she discovers that the leader of the Dark Daughters, the school’s most elite group, is misusing her Goddess-given gifts, Zoey must look deep within herself for the courage to embrace her destiny – with a little help from her new vampyre friends.

Zoey adalah remaja keturunan suku Cherokee, salah satu suku terbesar dari 5 Indian tribes di Amerika. Suku Cherokee terkenal sangat spiritual. Buku pertama dari seri House of Night ini mengambil latar tempat di Tulsa, Oklahoma. menurut situs ini, memang banyak keturunan suku Cherokee yang bertempat tinggal di Tulsa.

Balik lagi ke Zoey, tokoh sentral dalam cerita ini. Zoey digambarkan sebagai anak pemberontak yang tidak bahagia sejak ibunya menikah lagi dengan John Heifer, ayah tirinya, seorang control freak yang juga salah satu tetua People of Faith, aliran agama radikal. Suatu hari, Zoey diikuti oleh seorang tracker, lalu muncul tanda bintang sabit didahinya, sebagai tanda bahwa Zoey adalah calon vampir yang harus pindah ke sekolah khusus calon vampir, House of Night. Perlahan, kekuatan supernatural Zoey semakin kuat, hingga ia didatangi langsung oleh dewi Nyx dan di”baptis” oleh Nyx. Zoey dijadikan mata dan telinga dewi Nyx.

Zoey bertemu dengan teman-teman baru, juga musuhnya, Aphrodite, ketua perkumpulan eksklusif, yaitu Daughters of Night. Aphrodite berambisi ingin menjadi high priestess. Masalah muncul ketika Zoey yang memiliki kekuatan istimewa menjadi murid Neferet, high priestess yang juga mengajar di House of Night.
Ditambah lagi Erik, mantan kekasih Aphrodite, suka dengan Zoey. Heath, mantan Zoey di sekolah lama, tidak putus asa, malah semakin semangat mengejar Zoey hingga ke House of Night.

Ciri-ciri vampir di buku ini agak berbeda dengan penjabaran vampir di buku Bram Stoker, Stephenie Meyer, atau Anne Rice.
Vampirism terjadi karena seseorang diberi tanda, dididik sebagai murid di House of Night, dan kuat hingga lulus sekolah. Hanya murid terpilih yang bisa menjadi vampir. Yang tidak lulus akan mati.

Bloodlust tetap ada, tapi biasanya semakin tinggi tingkatan seeorang, kevampirannya akan muncul.

Di buku ini, Zoey mengalami masa transisi dari remaja biasa hingga menjadi murid di House of Night, pre-vampire.

Yang seru adalah saat Zoey dan teman-temannya melakukan ritual purifikasi menggunakan elemen: udara, api, air, bumi, dan roh. Lebih mirip ritual witch daripada vampir.

Penggunaan herbs dalam ritual juga menarik. Menurut buku ini, sage digunakan untuk mengusir energi negatif. Ritual ini pada awalnya memang dilakukan oleh Native Americans, tetapi di jaman modern ini, ahli Fengshui juga melakukan hal yang sama, terutama jika baru pindah rumah atau kantor.

Smudging-Crystal

Menurut situs ini, weengush atau sweet grass digunakan untuk membersihkan tubuh, pikiran dan jiwa. Disakralkan oleh suku Indian karena sweet grass merupakan simbol penyucian. Agak membingungkan karena menurut situs tersebut, asap sweet grass tidak disukai roh jahat. Tetapi, menurut buku Marked, asap sweet grass bisa mengundang roh-roh lain yang jahat.

Zoey menyebutkan pohon oak dianggap sakral untuk bangsa Cherokee. Menurut situs ini, pohon oak dihubungkan dengan misteri api suci, salah satu elemen penting dalam ritual Cherokee.

Satu sisi, buku ini agak childish, tapi isinya sangat tidak childish. Apa gue bakal lanjut baca seri House of Night? Absolutely! This book is addicting.

Nggak sabar kelanjutan kisah Zoey dengan Erik dan Heath juga Aphrodite.

20130105-102345.jpg

20130105-102423.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on January 16, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: