Singgah: Penggalan Kisah di Stasiun, Bandara, Terminal & Pelabuhan

16047583

Terminal, bandara, pelabuhan, stasiun: Tempat persinggahan, keberangkatan, perhentian.

Ada banyak kisah tentang pertemuan dan perpisahan. Tentang orang-orang yang menanam kakinya di sana. Mereka yang berbagi luka dan cinta. Tentang rindu yang diam-diam dipendam. Tempat yang selalu ingar bingar, tetapi juga melesapkan sepi yang menggerogoti jiwa—tanpa suara.

Seorang lelaki menapak tilas jejak kekasihnya yang hilang ke sebuah dermaga, lelaki lainnya memancing bintang. Di stasiun, pak tua berpeci lusuh duduk menanti mataharinya setiap dini hari. Di bandara, koper-koper tertukar, dan ada cinta yang menemukan pelabuhannya. Di terminal, panas kopi membakar lidah dan hati.

Sebelas penulis merangkai kenangan di tempat tempat persinggahan. Mengantar pergi, menjemput pulang.

@jiaeffendie @duabadai @agastiazirtaf @yuska77 @benzbara_ @mbakanggun @adit_adit @harigelita @adelliarosa @putrafara @myARTasya

Adalah suatu kebahagiaan tersendiri bisa menyumbangkan sebuah cerita pendek untuk proyek luar biasa ini. Bersanding dengan nama-nama besar di buku ini, membuat gue terpacu untuk menghadirkan karya terbaik.

Jia yang pertama kali mengontak gue untuk ikut mengeroyoki proyek “Singgah”. Cerpen pertama selesai. Failed. Gagal maning. Nggak dapet feel-nya. Karena kebaikan hati Jia, ia mau memberikan kesempatan kedua, gue akhirnya berhasil menyelesaikan cerita pendek berjudul “Moksha”. Cerpen tersebut adalah versi lain dari “Surat Shivani” yang pernah terbit secara independen melalui @nulisbuku. Judul bukunya “E-LoveStory #1”. Kebetulan, nulisbuku.com mengadakan lomba cerpen, dan “Surat Shivani masuk jadi salah satu finalisnya. Tuhan mempertemukan gue dengan Jia saat kita sama-sama menjadi kontributor kumpulan cerpen “Cerita Sahabat 2”.

“Moksha” adalah cerita tentang cinta yang terhalang adat, kasta dan agama. Tokoh utamanya, Shivani, adalah perempuan keturunan India, ras minoritas di Indonesia. Shivani jatuh cinta pada Panji Laksmana, pria Jawa tulen yang dikenalnya saat ia melakukan sesi foto di sebuah butik di Bali.

Gue suka mengangkat latar budaya dalam tulisan gue. Sejak duduk di bangku SD, gue terpikat dengan ilmu sosial. Menelusuri budaya India yang erat dengan falsafah Hindu itu seru banget. Banyak hal yang bikin gue surprised dan terbengong-bengong.

Cerpen-cerpen lain di buku ini jempolan, keren-keren banget. Buku ini penuh warna dan tiap cerpennya punya rasa yang berbeda.

“Singgah” sudah bisa didapatkan di:

Gramedia.com
Kutukutubuku.com
inibuku.com.

Atau untuk yang mau ikutan giveaway-nya bisa klik Goodreads Giveaway.
Ada 2 buku yang dibagikan. Siapa tahu kamu beruntung🙂

20130109-072811.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on January 10, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: