[Bookish Sunday] Prints vs Ebooks

20131027-015955.jpg

Nggak kerasa sudah hari Minggu dan besok pasti kita semua kembali harus menjalankan rutinitas. Sebelum menginjak fase I don’t like Monday, kita bersantai-santai hari ini sambil membahas topik yang nggak pernah bosan untuk dibahas bookaholic yaitu Books vs Ebooks.

20140302-033115.jpg
source

Kemarin Dinoy, sesama member BBI, menyentil masalah Ebooks vs Prints di timeline Twitter-nya. Saya sempat nyamber dengan memberikan link bargain ebooks dan beberapa situs untuk mendapat ebook gratisan. Banyak banget bookaholic yang lebih suka dengan prints alias buku fisik.

Sebagai seorang bookaholic akut, jujur saja saya juga lebih suka memegang buku fisik. Sensasinya memang berbeda dibanding membaca ebook. Tapi, sebagai pembaca keduanya, saya memiliki alasan kenapa saya menyukai buku fisik dan ebook.

Reasons Why I Love Prints

Selain merasa ‘memiliki’ buku karena ada bentuk fisiknya, memajang koleksi buku fisik (terutama hardcover) juga memiliki kepuasan tersendiri. Saya masih bercita-cita untuk memiliki rak minimalis berwarna putih yang tersebar di rumah saya, termasuk rak buku yang menempel di dinding dan dihiasi pigura yang isinya postcard cover buku terbitan Penguins seperti ini:

20140302-034226.jpg
Source

Kebayang gambar di atas bakalan cakep banget di taro di tengah-tengah rak dinding.

Lalu, buku fisik juga bisa dipinjamkan. Saya tidak memiliki akses perpustakaan luar negeri dan tidak bisa meminjam ebook. Dan, buku fisik bisa disumbangkan, sedangkan ebook tentu saja tidak bisa, kecuali disumbangkan beserta gadget-nya.

Saya juga berniat menyimpan beberapa koleksi buku saya untuk saya wariskan kepada AJ.

Saya juga bisa tahan lama membaca buku fisik dibandingkan membaca ebook. Baru membaca satu jam saja, mata saya sudah lelah dan terasa kering.

Namun, yang saya sebelin dari buku fisik adalah kertasnya yang cepat menguning (kecuali kertas HVS ya, tapi kurang enak dibaca juga dan membuat mata cepat lelah). Saya sudah berusaha merawat buku sebaik mungkin (sampai saya beli serap lembap segala). Buku-buku yang saya simpan di kontener tertutup memang lebih awet, tapi berapa banyak kontener yang harus saya beli untuk menyimpan buku-buku saya? Saya tidak punya cukup tempat untuk menampung koleksi saya yang lumayan banyak. Dengan terpaksa, banyak buku yang sehabis saya baca saya lego untuk menghemat tempat.

Reasons Why I Love Ebooks

Selain praktis, ebook juga murah. Saya langganan Bookperk yang beralamat di sini. Setiap hari, ada saja Bargain Ebook yang harganya kurang dari $2.00.

Ebook juga tidak membutuhkan space yang banyak. Saya hanya perlu menyimpannya di gadget yang saya bisa bawa kemana-mana. Saya nggak perlu membawa buki fisik yang berat. Tinggal baca saja via Blackberry atay iPad.

Saat malam tiba, di mana lampu kamar sudah dimatikan, saya juga masih bisa baca ebook untuk menemani saya sebelum tidur.

Saya daftar menjadi member Netgalley dan Edelweiss di mana saya bisa request Advance Reader’s Copy. Buku-buku yang belum beredar bisa kamu baca lebih dulu. Gratis dan legal karena langsung diberikan oleh penerbitnya. Syaratnya cuma satu, kalian harus menulis resensi buku yang kalian baca.

Baik buku fisik dan ebook memiliki keunggulan dan kekurangan. Seiring perkembangan zaman, maka buku pun juga berkembang. Saya belum pernah tamat mendengarkan audio book. Mungkin harus dicoba lagi sampai selesai.

Sekarang saya nggak mau fanatik dengan salah satu format. Apa pun formatnya, yang penting isinya. Selama saya masih bisa membaca, format tidak jadi masalah.

Bagaimana dengan kamu? Format apa yang paling kamu suka?

Happy Sunday and keep reading ^^

20131128-083529.jpg

About lustandcoffee

A housewife, a mother, a passionate literati, a writer, a tea addict & occasional traveler. I also translate some articles for a business magazine. I'm a contributor for Writer's Magz Indonesia.

Posted on March 2, 2014, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 13 Comments.

  1. Sekarang saya nggak mau fanatik dengan salah satu format. Apa pun formatnya, yang penting isinya. Selama saya masih bisa membaca, format tidak jadi masalah.

    ahh.. suka dhe ama kalimat di atas :D

  2. Topik menarik yang pelan tapi pasti kerap ditanyakan. Entah itu ditanyakan di forum atau sekadar dalam hati. Kalau aku, kurang afdol rasanya kalau nggak punya buku cetak. Waktu ditawarin untuk download buku, aku masih milih, kalau ada edisi cetaknya, aku mau edisi cetak aja, deh :p Ya, mentradisi, sih, dari zaman dulu bangett kita dibiasakan dengan buku cetak. Sekarang, ketika zaman sudah maju, fasilitas hidup kian diperbarui, sebagai pembaca buku kudu bisa menyesuaikan diri.

    Satu pertanyaan yang timbul, sampai kapan buku cetak bisa bertahan? Bertahan dari sisi materi (bahan baku hingga berbentuk buku siap baca) maupun non materi (perkembangan karakter manusia, gaya hidup, dsb).

  3. Kak Yuska untuk jadi member NetGalley itu reviewnya harus dalam bahasa inggris? Dan apa kalau kita request judul buat ARC nanti bakal langsung/ pasti dikasih? Atau ada jumlah tertentu untuk tiap judulnya gitu?

  4. @Indah: thank you ^^ yang penting semangat membaca tetap membara ya :’)

    @Ratri: Betul. Perdebatan ini memang nggak ada habisnya. Tiap orang punya opini dan preferensi masing-masing. Kita biasa dengan print books, format paling konvensional.
    Banyak banget toko buku fisik yang tutup, apalagi di US. Sedih banget pas baca. Semoga aja buku fisik masih terus beredar ya.

    @Nukhbah: review harus dalam bahasa Inggris. Aku waktu itu rekwes aja, dan dikasih. Yang penting setor review aja ^^

  5. Ijin reblog ya Mbak Yus… :D

    Klo aku sejauh ini milih buku cetak daripada ebook, gak kuat matanya ngeliat komputer terus :)

  6. Reblogged this on Ladeva's Blog and commented:
    Memang sich baik buku cetak maupun ebook ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi saya lebih suka buku cetak sich, berasa gitu dipegangnya dan gak pusing dengan layar komputer yang bisa bikin iritasi mata. :D

    Ada yang lebih suka ebook? Share dong! ;)

  7. @ladeva: monggo ^^
    ya, aku juga rada ngga tahan kalau baca ebook lama-lama. Tapi seenggaknya masih bisa baca sih.

  8. Keduanya suka. Dulu tetep suka yg prints karena suka nyium wanginya tapi semenjak pindah beberapa kali yg mengakibatkan ongkir buku2 melebihi semua ongkir barang sangking mahalnya mulai beralih ke ebook kecuali beberapa buku yg emang sukaaaaa bgt sehingga beli yg prints. Udah gitu pernah kejadian rumah bocor dan semua koleksi buku basah kuyup sekitar 5 box besar. Sedihnya bukan main hiks

  9. @nyonya seoatu: waduh, I feel you soal rumah bocor dan buku jadi korban. Pasti nyesek bukan main rasanya T.T

    Iya, keuntungan ebook ga akan kuyup kebasahan. Aku sedang memikirkan tentang hal yang sama, mau mengurangi koleksi prints untuk menghemat tempat,

  10. saya lebih suka buku fisik karena ada sentuhan seninya dari covernya, fontnya, maupun dari pembatas buku yang sering diberikan. Memang akan menjadi masalah ketika berbenturan dengan ketersediaan ruangan yang menampungnya sangat terbatas.

    kenapa juga saya suka ebook, tentu saja karena lebih praktis. Dapat dibawa kemana-mana, dapat dikategorikan dengan cepat dalam folder, dan dapat dilakukan pencarian kata dengan cepat (Control F).

    terlepas dari hal tersebut, mengoleksi dua format buku tersebut, tentu saja menjadi keasyikan tersendiri :)

  11. Bang Helvry: setuju, kurang afdol rasanya jika menikmati cover di ebook. Rasanya kurang puas.

  12. Ummm sebenernya paling suka kalo format nya buku fisik, rasanya beda sama format digital. Tapi ya itu kalo format fisik tuh menuh menuhin tempat, jadi kayaknya lama lama mau gak mau harus berlaih ke e-book deh :)

  13. waaa! sama! aku juga pengen punya rak buku kayak gitu.
    uuuu.. :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,481 other followers

%d bloggers like this: