Wishful Wednesday 41: Bookish Books

20130403-124544

Bonjour!

Menjelang Natal biasanya saya semangat, tapi nggak tahu kenapa tahun ini terasa agak sepi dan mellow.
Dan tahun ini saya ngga kepincut dengan buku berbau natal.

Setelah browsing ke blog tetangga, saya jadi kepengin punya 2 buku ini:

image

The Novel Cure:
From Abandonment to Zestlessness: 751 Books to Cure What Ails You
By Ella Berthoud, Susan Elderkin

“The Guardian” (UK) “An exuberant pageant of literary fiction and a celebration of the possibilities of the novel.” A novel is a story transmitted from the novelist to the reader. It offers distraction, entertainment, and an opportunity to unwind or focus. But it can also be something more powerful–a way to learn about how to live. Read at the right moment in your life, a novel can–quite literally–change it. “The Novel Cure “is a reminder of that power. To create this apothecary, the authors have trawled two thousand years of literature for novels that effectively promote happiness, health, and sanity, written by brilliant minds who knew what it meant to be human and wrote their life lessons into their fiction. Structured like a reference book, readers simply look up their ailment, be it agoraphobia, boredom, or a midlife crisis, and are given a novel to read as the antidote. Bibliotherapy does not discriminate between pains of the body and pains of the head (or heart). Aware that you’ve been cowardly? Pick up “To Kill a Mockingbird “for an injection of courage. Experiencing a sudden, acute fear of death? Read “One Hundred Years of””Solitude “for some perspective on the larger cycle of life. Nervous about throwing a dinner party? Ali Smith’s “There but for The “will convince you that yours could never go “that “wrong. Whatever your condition, the prescription is simple: a novel (or two), to be read at regular intervals and in nice long chunks until you finish. Some treatments will lead to a complete cure. Others will offer solace, showing that you’re not the first to experience these emotions. “The Novel Cure “is also peppered with useful lists and sidebars recommending the best novels to read when you’re stuck in traffic or can’t fall asleep, the most important novels to read during every decade of life, and many more. Brilliant in concept and deeply satisfying in execution, “The Novel Cure “belongs on everyone’s bookshelf and in every medicine cabinet. It will make even the most well-read fiction aficionado pick up a novel he’s never heard of, and see familiar ones with new eyes. Mostly, it will reaffirm literature’s ability to distract and transport, to resonate and reassure, to change the way we see the world and our place in it. “The Economist” “Astute and often amusing . . . a charming addition to any library. Time spent leafing through its pages is inspiring – even therapeutic.”

Saya nggak perlu intip Goodreads untuk ngecek rating buku ini. Saya yakin pasti keren dan memuaskan ingin tahu saya tentang buku-buku yang belum saya baca.

Nah, buku satunya yang ini:

image

The Bookshop Book
By Jen Campbell

We’re not talking about rooms that are just full of books.

We’re talking about bookshops in barns, disused factories, converted churches and underground car parks. Bookshops on boats, on buses, and in old run-down train stations. Fold-out bookshops, undercover bookshops, this-is-the-best-place-I’ve-ever-been-to-bookshops.

Meet Sarah and her Book Barge sailing across the sea to France; meet Sebastien, in Mongolia, who sells books to herders of the Altai mountains; meet the bookshop in Canada that’s invented the world’s first antiquarian book vending machine.

And that’s just the beginning.

From the oldest bookshop in the world, to the smallest you could imagine, The Bookshop Book examines the history of books, talks to authors about their favourite places, and looks at over two hundred weirdly wonderful bookshops across six continents (sadly, we’ve yet to build a bookshop down in the South Pole).

The Bookshop Book is a love letter to bookshops all around the world.

“A good bookshop is not just about selling books from shelves, but reaching out into the world and making a difference.”

David Almond
(The Bookshop Book includes interviews and quotes from David Almond, Ian Rankin, Tracy Chevalier, Audrey Niffenegger, Jacqueline Wilson, Jeanette Winterson and many, many others.)

Who doesn’t love bookshop? Buku ini selain covernya cute, isinya pasti bikin saya senyum-senyum sambil ngiler.

Itu saja wishlist saya minggu ini, semoga suatu hari bisa terkabul.

Yang mau ikutan pamer wishlist-nya langsung aja klik Perpus Kecil

image

[Book Review] The Moon Opera by Bi Feiyu @Elexmedia

book_info

20141212-060641.jpg

Judul: The Moon Opera
Penulis: Bi Feiyu
Penerjemah: Indrayati Soebakdi J.A.
Penerbit: Elex Media Komputindo
Web Penerbit: klik
Goodreads: klik
Terbit: 30 Oktober 2013
Tebal: 144 halaman
ISBN: 9786020224084
Kategori: Fiksi
Genre: Budaya, Chinese Literature
Beli di: Mbak Maria
Harga: Rp. 15,000 (Clearance Sale)
Kalimat pembuka:
Bagi Qiao Bingzhang acara makan malam itu seperti kencan buta, dan dia baru menyadari setelah separuh acara berlangsung, bahwa lelaki yang duduk di seberangnya adalah seorang pengusaha pabrik rokok.

book_blurb

Bi Feiyu—seorang pujangga muda dari Cina yang berbakat—mengangkat kehidupan opera Cina dan bintangnya, menciptakan kembali segala godaan dan kesuksesan yang dihasilkan dari pementasan itu.

Seorang diva yang iri hati, Xiao Yanqiu, bintang dari Opera Rembulan—sebuah opera Cina yang sukses di zamannya—mencelakai pemeran penggantinya dengan air mendidih hingga cacat wajah seumur hidup. Dengan alasan itulah dia dikucilkan oleh anggota rombongan sandiwaranya, dan beralih menjadi seorang pengajar di sebuah akademi drama.

Dua puluh tahun kemudian, seorang bos pabrik rokok menawarkan diri untuk menanggung semua biaya pementasan ulang opera terkutuk itu, namun hanya jika Xiao Yanqiu yang memerankan peran Chang’e. Maka dia pun melakukannya, dan percaya bahwa dia adalah seorang dewi bulan yang hidup dalam keabadian.

Kisah yang dipenuhi dengan intrik, drama, dan kecemburuan di belakang panggung sebuah opera Peking, The Moon Opera menyajikan gambaran mengagumkan tentang seorang wanita dengan dunia yang secara tidak sadar telah menjunjung sekaligus membatasinya.

Editor’s Note
Kisah ini dituliskan dengan singkat namun dramatis oleh sang penulis. Sang penulis menampilkan emosi yang mengena dalam tulisannya. Membawa kita masuk ke dalamnya sehingga kita dapat mengikuti aliran emosi yang dibawa sang penulis ke dalam kisah itu. Dinominasikan dalam Independent Foreign Fiction Prize tahun 2008.

thoughts

The torment of envy is like a grain of sand in the eye.
(Chinese Proverb)

Di mana wanita berkumpul, di situ ada iri hati. Mungkin perempuan memiliki kadar iri dan cemburu yang lebih besar daripada pria. Entahlah. Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui kasus pencemaran nama baik hingga kriminal yang pelakunya wanita atas dasar iri hati atau cemburu.

Xiao Yanqiu, tokoh sentral dalam The Moon Opera, dikisahkan berparas cantik, memiliki tubuh indah dan lentur, serta suara merdu yang mampu memukau penonton opera. Di usia sembilan belas, Yanqiu tampil sebagai Chang’e (pemeran utama wanita dalam pertunjukan opera Cina). Dalam setiap pertunjukan opera, selalu ada pemeran pengganti untuk mendukung pemeran utama. Li Xuefen, aktris tersohor pada zamannya, bertugas sebagai pemeran pengganti dalam Opera Rembulan. Yanqiu yang tidak mau berbagi dengan Xuefen, memonopoli peran dalam panggung dan tidak memberi kesempatan pada Xuefen untuk unjuk kebolehan di depan penonton.

Konflik tak terelakkan. Yanqiu menyiram wajah Xuefen dengan air panas. Opera Rembulan tidak jadi dipentaskan.

Waktu berlalu dan Yanqiu bertambah usia. Pemilik pabrik rokok ingin agar Opera Rembulan kembali dipentaskan. Yanqiu bersemangat ingin kembali naik pentas, tapi kemampuan yang dulu ia miliki telah hilang. Chunlai, Chang’e baru yang masih muda didapuk untuk menggantikan Yanqiu. Sadar akan kemampuannya, Yanqiu melatih Chunlai agar penampilannya sempurna. Namun dalam hati, Yanqiu masih belum rela untuk mundur sebagai pemeran pengganti.

Selain konflik dalam grup opera, rumah tangga Yanqiu dengan suaminya, Miangua, juga mengalami turbulensi. Pada akhirnya, saya sebagai pembaca merasa kasihan pada Yanqiu.

Novel ini pendek dan sebenarnya bisa dibaca dalam sekali duduk. Namun saya tidak menemukan greget seperti saat membaca Farewell, My Concubine yang juga berkisah tentang pemain opera Cina dan rasa cemburu yang memicu konflik. Beberapa bagian The Moon Opera membuat saya bosan, terutama bagian Yanqiu dan Miangua. Novel ini singkat tapi kurang padat. Tokoh Yanqiu juga sangat menyebalkan. Airmata penyesalan seolah palsu dan tetap tidak menimbulkan rasa simpati.
Mungkin jika membaca bahasa aslinya, buku ini akan lebih enak dibaca. Sayang saya tidak bisa bahasa Mandarin.

Yang saya sukai dari buku ini adalah kutipannya. I’m a sucker for beautiful quotes. Gara-gara membaca buku ini, saya jadi kepikiran ingin punya 1 notebook khusus berisi kutipan.

Saya masih punya 1 buku karya Bi Feiyu lagi yang mengantri di timbunan. Semoga lebih seru dari The Moon Opera.

image

Ada saat ketika seorang wanita seakan memang terlahir untuk menjadi milik pria yang ditangisinya. (hal. 37)

Lelaki berkelahi dengan lelaki lain, tetapi perempuan menghabiskan seluruh hidup mereka untuk memerangi diri sendiri. (hal. 46)

20141212-072005.jpg

Need a second opinion?
Juushika

Have a fantastic day!

image

[Event] Baca Bareng dan Opini Bareng 2015

image

Akhirnya… tema baca bareng BBI diposting juga. Setelah gagal menuntaskan bacaan tahun ini, saya bertekad untuk rajin baca tahun depan.

Seperti biasa, BBI selalu menawarkan keseruan dalam tema bacaan tiap bulannya.
Buku-buku yang dibaca sesuai tema—bisa fiksi maupun non fiksi—wajib diresensi dan diposting di blog resensinya di blog pada tanggal yang telah ditentukan di pukul 09.00 WIB.

Tema Baca Bareng:

Januari: Buku Secret Santa, dipos tanggal 30 Januari 2015.
Februari: Profesi, yaitu buku-buku yang di dalamnya dijelaskan cukup rinci mengenai profesi tokoh-tokohnya. Misalnya, Twivortiare Ika Natassa yang menjelaskan profesi bankir. Dipos tanggal 27 Februari 2015.
Medium Raw by Anthony Bourdain

Maret: Adaptasi buku ke film atau film ke buku, misalnya The Fault in Our Stars, Supernova, dll, dipos tanggal 31 Maret 2015.
Salmon Fishing in the Yemen by Paul Torday

April: Buku yang sudah diterbitkan yang sebelumnya dipos online (wattpad, blog, forum, dll), misalnya Coup(L)ove Rhein Fathia, Kambing Jantan Raditya Dika, dll., dipos tanggal 30 April 2015.
My Life With the Walter Boys by Ali Novak

Mei: Buku bertema Hak Asasi Manusia dan kritik sosial, misalnya I am Malala, Kumpulan Puisi Wiji Thukul, A Time to Kill John Grisham, dll., dipos tanggal 29 Mei 2015.
I am Malala by Malala Yousafzai

Juni: Budaya dan setting Indonesia, misalnya Laskar Pelangi Andrea Hirata, Lampau Sandi Firly, dll., dipos tanggal 30 Juni 2015.
Canting by Arswendo Atmowiloto

Juli: Kenakalan anak-anak, misalnya serial Malory Towers Enyd Blyton, serial Anak-anak Mamak Tere Liye, dll., dipos tanggal 31 Juli 2015.
Charlie and the Chocolate Factory by Roald Dahl

Agustus: Seputar Perang Dunia I dan II, misalnya Code Name Verity Elizabeth Wein, A Farewell to Arms Ernest Hemingway, dll., dipos tanggal 28 Agustus 2015.
The Sky Suspended by Jim Bailey

September: Sastra Eropa, misalnya buku-buku Jane Austen, Leo Tolstoy, dll., dipos tanggal 30 September 2015.
The Dinner by Herman Koch

Oktober: Horror, misalnya buku-buku Eve Shi, R.L. Stines, dll., dipos tanggal 30 Oktober 2015.
The Shining by Stephen King

November: Detektif / Thriller / Misteri, misalnya Gone Girl Gillian Flynn, Da Vinci Code Dan Brown, Agatha Christie, dll., dipos tanggal 27 November 2015.
Sister by Rosamund Lupton

Desember: Baca bareng 1 judul, ditentukan kemudian, dipos tanggal 28 Desember 2015.

Tahun ini ada yang istimewa. Bukan hanya menulis resensi, kita juga diberikan kesempatan untuk berbagi pendapat mengenai hal perbukuan dalam Opini Bareng

Kegiatan Opini Bareng

Opini Bareng ini bentuk kegiatannya lebih fleksibel dan bebas daripada Baca Bareng. Tema yang diberikan bisa kita eksplor dalam satu bulan. Kita juga diberi kebebasan dalam menyampaikan opini. Saya akan posting opini bareng di segmen Bookish Sunday saja.

Tidak ada tanggal khusus posting bareng dan teman-teman bisa membuat 1 pos atau lebih bertema sama dalam 1 bulan. Di bawah ini adalah tema Opini Bareng dan prompts.

Tema Opini Bareng

♥ Januari: Ekspektasi

Pernahkah kamu ingin membaca suatu buku karena mendengar buku itu bagus atau merasa sepertinya buku itu “gue banget”? Bagaimana setelah kamu akhirnya membaca buku yang kamu inginkan itu? Atau pernah sebaliknya, menyangka tidak akan suka suatu buku tetapi ketika kamu selesai membacanya kamu malah menikmatinya?

♥ Februari: Karakter Tokoh Utama

Apakah kamu lebih menyukai karakter utama yang serbasempurna, mirip dengan kepribadianmu, atau yang hidupnya penuh dengan masalah dan ketidaksempurnaan? Apakah kamu menyukai tokoh utama yang cerewet atau pendiam?

♥ Maret: Alur Cerita

Apakah kamu tipe yang ingin alur cerita maju teratur atau melompat-lompat? Buku dengan alur yang paling menyenangkan dan paling menyebalkan yang pernah kamu baca?

♥ April: Hubungan dengan Pembaca

Apakah kamu pernah merasa terhubung dengan suatu bacaan? Apakah kamu pernah mendapati buku yang pesan moralnya sama sekali bertentangan dengan pendapatmu? Bagaimana menyikapinya?

♥ Mei: Realita Sosial

Pernah merasa buku yang kamu baca sangat jauh dari kenyataan? Sangat sesuai dengan kenyataan? Kemungkinan akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat?

♥ Juni: Setting dalam buku

Bagaimana penulis menuliskan latar buku yang kamu baca? Apakah membuatmu dapat membayangkan tempat itu pada waktu itu?

♥ Juli: Side-kick characters

Pernah membaca buku di mana karakter utama memiliki teman baik? Apakah si teman baik itu berhasil mencuri perhatianmu? Apakah si teman baik berpengaruh besar pada si tokoh utama?

♥ Agustus: Amanat

Apakah buku yang kamu baca membuatmu belajar sesuatu dan sampai kini kamu terapkan dalam kehidupanmu?

♥ September: Peran Wanita

Pernahkah kamu membaca buku di mana wanita tampil sebagai tokoh yang sangat kuat dan patut dikagumi? Atau justru sebaliknya, tak berdaya dan menyusahkan? Dari buku yang kamu baca, bagaimana peran wanita dalam buku itu?

♥ Oktober: Klimaks

Apakah buku yang kamu baca memiliki titik di mana rasanya kamu sangat deg-degan, geregetan, dan sebagainya? Ataukah datar saja? Mana yang lebih kamu suka?

♥ November: Logika dalam Cerita

Apakah buku yang kamu baca masuk akal? Apakah kamu tidak keberatan membaca buku yang tidak masuk akal secara logikamu?

♥ Desember: Bebas

Pilih satu hal yang menurutmu menarik untuk dibahas. Bisa terkait selera bacaan pribadimu secara umum bisa juga terkait bacaanmu bulan ini.

Saya akan mengupdate list bacaan saya.

Button credit: BBI

See you.

image

Quotastic Friday 4

image

image

Pic source here

Happy Friday 😍

image

Letter from November: Winners Announcement

image

Haloooo,

Saatnya mengumumkan pemenang GA Letter from November nih.
Setelah kami para host berdiskusi dan voting, inilah pemenangnya:

1st – REZKY
Rp 350.000,-

2nd – WINDHY
Rp 250.000,-

3rd – ISNA
Rp 150.000,-

Kalian akan menerima email dari kami dan dalam 2×24 jam harus membalasnya. Jumlah harga buku yang kalian inginkan belum termasuk nilai diskon ya. Dan ingat, apabila jumlah harga buku yang diminta kamu melebihi batas di atas dan telah diberikan dua kali kesempatan untuk revisi, kamu akan digugurkan dan dipilih pemenang lain.
Oh ya, hadiah yang dipilih oleh pemenang harus dari 1 online store yang sama. Congrats, winners!

Jawaban riddle yang benar adalah:

1. Through Tinted Glass -> Menaklukkan Maut by Josh Bazell

2. Asrina -> -> Antologi Rasa by Ika Natassa

3. Book to Share -> Night Film by Marisha Pessl

4. Book-Admirer -> The Reptile Room by Lemony Snicket

5. Desty Baca Buku -> Handle With Care by Jodi Picoult

6. Clair de Lune -> Digital Fortress by Dan Brown

7. Lust and Coffee -> Heartbeat by Elizabeth Scott

8. Markica -> Shin Suikoden by Eiji Yoshikawa

9. Esti Sulistyawan -> The God of Small Things by Arundhati Roy

10. Lamunyata -> Lukisan Kaligrafi by A. Mustofa Bisri

11. Read Between Pages -> Malaikat Lereng Tidar by Remy Sylado

12. Rahmah -> A Miracle of Touch by Riawani Elyta

13. Review What I’ve Read -> Catatan Musim by Tyas Effendi

14. Ren’s Little Corner -> Kiss of Steel by Bec McMaster

15. Lady Book’s Notes -> Wonder by R.J. Palacio

16. Harlequin Romance -> Devil in Winter by Lisa Kleypass

Daaaan… seperti janji saya, ada pemenang hiburan juga untuk pembaca Lust and Coffee. Surprise gift-nya adalah:

image

Selamat ya Nurul Hikmah, kamu berhak mendapat paket buku Athena dan merchandise STPC.

Terima kasih banyak untuk para peserta dan semua host Letter from November. Kita ketemu lagi tahun depan ya. Ciao!

image

[Book Review] China Dolls by Lisa See

image

20141202-061222.jpg

Title: China Dolls
Author: Lisa See
Publisher: Random House
Web Link: here
Date of Release: June 3, 2014
No. of Pages: 496
ISBN: 9780812992892
Format: Ebook
Category: Fiction
Genre: Historical Fiction, Asian Lit, Chinese Lit, War, Drama
Buy the book at: Bookdepository, Barnes and Noble, Amazon
Opening Line:
I traveled west—alone—on the cheapest bus routes I could find.

image

NEW YORK TIMES BESTSELLER • NAMED ONE OF THE BEST BOOKS OF THE YEAR BY THE WASHINGTON POST

The author of Snow Flower and the Secret Fan, Peony in Love, and Shanghai Girls has garnered international acclaim for her great skill at rendering the intricate relationships of women and the complex meeting of history and fate. Now comes Lisa See’s highly anticipated new novel, China Dolls.

It’s 1938 in San Francisco: a world’s fair is preparing to open on Treasure Island, a war is brewing overseas, and the city is alive with possibilities. Grace, Helen, and Ruby, three young women from very different backgrounds, meet by chance at the exclusive and glamorous Forbidden City nightclub. Grace Lee, an American-born Chinese girl, has fled the Midwest with nothing but heartache, talent, and a pair of dancing shoes. Helen Fong lives with her extended family in Chinatown, where her traditional parents insist that she guard her reputation like a piece of jade. The stunning Ruby Tom challenges the boundaries of convention at every turn with her defiant attitude and no-holds-barred ambition.

The girls become fast friends, relying on one another through unexpected challenges and shifting fortunes. When their dark secrets are exposed and the invisible thread of fate binds them even tighter, they find the strength and resilience to reach for their dreams. But after the Japanese attack Pearl Harbor, paranoia and suspicion threaten to destroy their lives, and a shocking act of betrayal changes everything.

image

I have some Lisa See books in my shelf but hadn’t had the chance to read them. One of book bloggers mentioned this book and I was intrigued (cover lust!). The cover is beautiful. Then I looked again, there’s San Francisco Gate in the background. I assumed this novel was about Chinese socialite or… prostitute in San Francisco. But I was wrong.

China Dolls tells about three Chinese club performers (think about Moulin Rouge) set during WWII in San Francisco. Grace is the first character introduced in this book. She escapes from her abusive father to San Francisco, hoping the city offers her the opportunity to exhibit her talents.

Helen comes from a traditional Chinese family who lives together in a compound. She’s looking for a bit of adventure amidst her mundane life.

Ruby, a diva-ish over the top creature, is the most interesting character in this story. She is somewhat mysterious, hiding her background with her prima donna attitude. Bluntly, she’s the sluttiest among the rest.

Fate brings them together and their secret is unwrapped layer by layer.

I have mixed feelings about these three characters. I love and hate them at the same time. Grace is quite persistent. She’s also a hard worker. But when it comes to love, she’s as fragile as glass.
Ruby is, obviously, the most ambitious performer that she’s willing to do anything to reach her goal. She even dances topless in a club to be famous. During that time, flaunting boobs is almost taboo. The crowd loves her, but she’s not that lucky in life and love. Someone close to her betrays her, telling the authorities that in fact she is a Japanese. Apparently, Japanophobes peaked during WWII and, like any other Japanese, Ruby is sent to a camp and being locked up until only-God-knows-when.
Helen is the most boring person in the story. Eventually, she’s quite a shocker in the end. I think Helen is the key person who sticks them together in a bad good way.

China Dolls depicts the life of Chinese club performers during their heyday in 1940s. All of the places Lisa mentioned in the book are real. She interviewed ex performers who influence the main characters in the story.

I love Lisa’s writing style and the drama, of course. What do you expect when women gather?
I learned about Japanese (both American born and immigrants) and how they were treated during Anti-Japanese sentiment in the US.

Racism isn’t pretty.

image

I wanted to go so many places when I was young, but it takes guts—and talent—to leave everything and everyone you know.

The fear of death is a powerful aphrodisiac.

We forgot time. We forgot our responsibilities. We forgot everything except that in that moment we loved each other more than two people had ever loved each other.

Every particle of happiness has a price.

image

image

[Bookish Sunday] Reading With Kids

20141130-124836.jpg

Halo.
Udah lama saya nggak posting Bookish Sunday karena kesibukan di dunia nyata. Sebenarnya saya sedang terjangkit reader’s and writer’s block super parah. Hampir setengah tahun saya tidak menyentuh buku karena kehilangan gairah. Tapi akhir-akhir ini saya mampu menyelesaikan bacaan dan saya kembali bersemangat untuk membaca.

Cukup dulu curhat pribadi saya.

Postingan kali ini berhubungan dengan pengalaman saya membaca bersama anak saya, AJ.

Sejak masih bayi, AJ memang sudah tertarik dengan buku. Mungkin karena tampilan fisik buku bayi yang super menarik dengan warna-warna cerah. Buku pertama yang dimiliki AJ adalah buku kain tentang hewan laut.

20141130-115156.jpg

Dia suka sekali memegang buku tersebut sambil meremas-remas pinggirannya. Saya pikir buku kain bagus juga untuk melatih fine motor skills.

Setelah AJ berusia 1-2 tahun, dia mulai mengenal tokoh-tokoh kartun dari channel Disney Junior. Saya membelikan AJ majalah Playhouse Disney dan dia suka sekali membuka lembar demi lembar sambil ngoceh-ngoceh menirukan perkataan tokoh favoritnya.

image

Pada fase ini, AJ tidak suka jika saya yang membacakan cerita. Dia lebih suka membaca sendiri sambil melatih imajinasinya. Dia juga sangat choosy dalam memilih buku bacaan. AJ hanya ingin membaca buku-buku dengan gambar tokoh kartun yang ia kenal. Saya pernah menyodorkan dia buku dengan cover binatang atau buku religi anak. AJ tidak mau menyentuh buku-buku tersebut.

Menginjak usia 3 tahun, AJ sudah memiliki tokoh kartun favorit dan spesifik. Dia sangat suka dengan Lightning McQueen dan Thomas the engine. AJ juga hanya mau membaca buku atau majalah yang berhubungan dengan kedua tokoh tersebut. Dia mulai meminta saya untuk membacakan buku dan mulai fokus mempelajari adegan dan narasi.

Setelah AJ duduk di kelas TKA, dia mulai membaca buku-buku selain Cars dan Thomas. Di sekolah, AJ belajar tentang 7 Habits of Highly Effective Kids. Setiap habit, gurunya memberikan referensi buku untuk dibaca di rumah. AJ sering meminta saya untuk membacakan buku-buku yang dulu tak mau ia sentuh. AJ juga sering memberi laporan kepada saya tentang kegiatan yang ia lakukan bersama teman-temannya di sekolah. Ia suka ke perpustakaan sambil browsing buku anak.

20141130-010148.jpg

Akhir-akhir ini AJ paling suka membaca buku tentang opposites and sorting out. Ia meminta saya untuk membacakan buku tersebut berulang-ulang. Kadang saya lelah juga harus read aloud. Kalau saya sedang capek, saya minta AJ untuk membacakan buku tersebut untuk saya.

Yang saya pelajari dari kegiatan membaca bersama anak ini adalah:
1. Anak biasanya tertarik dengan tema spesifik. Sama dengan pembaca dewasa yang memiliki genre favorit. Keponakan saya suka dengan binatang dan ia selalu memilih buku binatang untuk dibacakan.

2. Anak lebih suka dibiarkan daripada didikte. Saya pernah sok tahu membacakan buku untuk AJ tapi temanya ia tidak suka. AJ marah lalu menutup buku tersebut.

3. Membiarkan anak membacakan cerita untuk orangtua itu sangat menyenangkan. Secara tidak disadari, anak melatih kepercayaan dirinya dan orangtua biasanya bakalan surprised dengan kemampuan anak yang tidak disangka.

4. Membaca adalah cara ampuh untuk melatih bicara juga memperkaya kosakata baru. Biasanya saya biarkan AJ menunjuk gambar objek asing di buku. Jika ia tidak tahu benda tersebut lalu bertanya pada saya, saya baru beritahu.

5. Mengulang-ulang cerita membuat anak lebih matang dalam memahami konsep. Ada beberapa adegan favorit AJ yang saya bacakan berulang kali. Dia jadi lebih memahami esensi adegan tersebut. Saya suka mengulang-ulang adegan yang berhubungan dengan good habits termasuk menyayangi sesama dan suka bekerjasama.

6. Anak-anak suka cerita lucu. Saat mereka tertawa, orangtua juga tertular virus tawa. Perasaan saya sulit dilukiskan dengan kata-kata.

7. Sesi yang paling saya sukai adalah review. Saya biasanya bertanya pada AJ sambil menunjuk gambar atau adegan dalam buku. Kadang saya sengaja salah-salahkan dan membiarkan AJ menerangkan seolah ia adalah gurunya.

8. Bonding through reading. Membaca bersama anak membuat hubungan orangtua dengan anak jadi lebih dekat dan anak biasanya lebih bisa mendengarkan orangtua setelah selesai membaca.

9. Rasa ingin tahu anak juga tersalurkan dengan membaca. Biasanya semakin banyak membaca, rasa ingin tahu anak juga semakin besar.

10. Untuk kasus AJ (anak super aktif), membaca juga membuatnya jadi lebih tenang. AJ, yang biasanya melompat kesana-kemari sambil berteriak-teriak, mau duduk tenang saat membaca. Ia juga belajar untuk bisa mendengarkan orang lain, konsentrasi, dan melatih thinking skillsnya.

Saya masih dalam proses menjadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan untuk AJ. So far ia sangat menikmati sesi membaca. Menurut saya, membaca membuat anak dan orangtua saling belajar dan dampak positifnya bisa terlihat dalam waktu singkat.

20141130-011700.jpg

Reading is super fun.

Happy Sunday

20141130-121357.jpg

Quotastic Friday 3

image

image

image

Do you have favorite quotes? You can post on your blog or simply share yours here in the comment section below.

Have a great weekend 😚

image

Wishful Wednesday 40: Classics Edition

20130403-124544

Hola!

Nggak kerasa udah 40 kali ikutan WW ini walau nggak rutin tiap minggu. Thank you, Astrid, untuk ngehost meme seru ini dan masih aktif sampe sekarang.
Oiya, saya juga mau ngucapin Happy Birthday untuk Astrid. Semoga panjang umur, sehat, bahagia, dan diberi rejeki untuk membeli buku yang banyak 😚

Saya punya beberapa wishlist minggu ini.

image

A Streetcar Named Desire by Tennessee Williams – $9.15 | Link

Beberapa kali saya liat buku ini seliweran di Bookdepository tapi belum tertarik untuk baca. Karena saya terobsesi dengan Marlon Brando muda saat ini, dan saya juga menonton film-film lawas beliau, saya jadi ngebet pengin baca buku ini.

Ini penampakan Stanley Kowalski di film A Streetcar Named Desire.

image

image

Stop dulu deh posting gif Stanley sebelum bengek saya kambuh.

image

Breakfast at Tiffany’s by Truman Capote – $8.85 | Link

Saya sering lihat buku terjemahannya di OL Shop dan IBF, tapi (sama dengan buku di atas) saya belum kepengin beli. Memang Penguin ini racun banget. Semua covernya keren dan saya jadi niat mau ngoleksi buku klasik terbitan Penguin.
Setelah baca sinopsisnya, saya jadi penasaran dengan sosok Holly yang menurut salah satu blogger mirip James Bond tapi versi cewek.

Dan wishlist yang terakhir adalah…

image

Death of a Salesman by Arthur Miller – $8.63 | Link

Saya terpikat dengan karya Miller setelah membaca The Crucible. Sebenarnya waktu kuliah saya sempat diberi tugas untuk membaca buku ini dan membuat presentasi review-nya. Namun saya terjangkit amnesia partial dan saya lupa sama sekali dengan isi buku ini.

Untuk yang ingin ikut posting Wishful Wednesday, syarat-syaratnya sebagai berikut:
1. Buat posting Wishful Wednesday di blog-mu – (yep, it’s only for blogger this time, sorry guys!). Tapi nggak harus blog buku kok, yang penting blog-mu masih aktif. Jangan lupa cantumkan button Wishful Wednesday dalam postinganmu (bisa di-copy dari postingan ini). Posting diterbitkan di blog masing-masing hari Rabu, 26 November 2014, bertepatan dengan Wishful Wednesday [135] di blog Perpus Kecil.

2. Isi postingan adalah tentang buku yang sedang menjadi wish-mu saat ini (boleh lebih dari satu buku), beserta alasan kenapa kamu ngebet banget pengen punya buku tersebut. Tampilkan juga gambar cover buku incaranmu ya!

3. Syarat buku inceran:  Buku boleh berbahasa Indonesia maupun Inggris, tapi harga  maksimalnya (setelah harga diskon dan total di luar ongkir) adalah IDR 100,000 atau USD 10. Dalam postingan tersebut, kamu wajib mencantumkan link tempat buku ini bisa dibeli online (contoh toko buku online lokal: Bukukita.com, Bukabuku.com, Inibuku.com). Untuk buku berbahasa Inggris, hanya dapat mencantumkan link bookdepository.com (free ongkos kirim ke Indonesia), atau opentrolley.co.id. Pastikan buku incaranmu masih tersedia stoknya, dan bukan merupakan buku yang sudah tidak diterbitkan (out of stock/out of print).

4. Setelah posting, kamu wajib memasukkan link postinganmu ke Mr.Linky yang ada di bagian bawah postingan ini. DUA orang (yep, dua lho!) pemenang akan dipilih menggunakan random.org berdasarkan nomor urutannya di Mr. Linky. Setiap blog hanya boleh membuat satu postingan dan memasukkan satu link ke Mr. Linky.

5. Giveaway ini hanya diadakan dalam SATU HARI saja, yaitu Rabu, 26 November 2014. Link postingan di Mr. Linky dapat disubmit saat Wishful Wednesday [135] terbit, dan link terakhir ditunggu hingga pukul 23.59 WIB. Peserta yang sudah posting tapi tidak memasukkan link-nya ke Mr. Linky hingga batas waktu yang ditentukan, dianggap GUGUR.

6. Pemenang akan diumumkan hari Rabu, 3 Desember 2014  pk. 10.00 WIB melalui blog ini. Pemenang diberikan waktu 2×24 jam untuk konfirmasi melalui email ke astridfelicia@hotmail.com. Bila lebih dari waktu tersebut belum ada konfirmasi, maka akan dipilih pemenang lainnya. Pemenang harus memiliki alamat kirim di Indonesia.

7. Bila buku yang menjadi wishlist sudah tidak dicetak lagi, atau tidak bisa ditemukan di website yang sudah dicantumkan, maka pemenang diberi kesempatan satu kali lagi untuk memilih buku lainnya.

Tunggu apa lagi? Buruan posting wishlist-mu dan semoga kamu beruntung ya.

Happy Wednesday😍

image

Treesofreverie Read-A-Thon

image

Hello,

It’s been awhile since I last joined the read-a-thon. I’ve been abandoning my books (sorry, dear books). Honestly, I miss the joy of reading. So, to feel the sparks again, I decided to join this read-a-thon to close 2014.

Hosted by TreesofReverie, this event will start on Saturday, Nov 6 until Sunday, December 14.

For the complete FAQs and any other tidbits, please visit TreesofReverie.

Here’s a list of book that I’m planning to read during the event:

1. The Silent Sister by Dianne Chamberlain
2. The Book of Mormon Girl by Joanna Brooks
3. The Moon Opera by Bi Feiyu

Have fun and happy reading.

image

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,524 other followers