BBI Anniversary 2014 Giveaway Hop Winners

20140306-121213.jpg

Akhirnya bisa pegang lappie dan update pemenang BBI Anniversary Giveaway Hop.

Sebelumnya saya minta maaf atas keterlambatan pengumuman pemenang ya. Karena kesibukan lain, saya jadi jarang update blog.

Dan… dari lubuk hati paling dalam, saya ingin mengucapkan…

Dirgahayu BBI
Makin jaya, makin kece, dan makin eksis di dunia perbukuan.

Pemenang BBI Bloghop Anniversary 2014 adalah …

Pemenang 1:

Aulia Ratri
@auliaaRatri
aulian_rhatri@ymail.com

Kamu berhak mendapat buku senilai Rp. 100,000 yang bisa dibelanjakan di Bukabuku.

Pemenang 2:

Amelia Aura
ameliaura66@gmail.com
@meliarawr

Kamu berhak mendapat paket buku White Lies, Sunrise Serenade, dan Hatimu.

Selamat untuk para pemenang. Kirimkan data diri beserta alamat lengkap ke: raining.lin77@gmail.com saya tunggu 2×24 jam ya. Kalau tidak ada konfirmasi, hadiah akan saya alihkan.

Terima kasih banyak untuk para peserta giveaway. Semoga beruntung di lain kesempatan.

20130622-091605.jpg

[Book Review] Mencintaimu Pagi, Siang, Malam by Andrei Aksana

posting bareng BBI 2014

http://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg?w=604

10794324Judul: Mencintaimu Pagi, Siang, Malam
Penulis: Andrei Aksana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Februari 2011
Tebal: 224 halaman
ISBN: 978-979-22-6733-4
Kategori: Kumpulan Puisi
Genre: Romance
Beli di: Bazaar Gramedia Bintaro Plaza
Harga: Rp. 10,000
Bisa dibeli di: Bukabuku – Harga: Rp. 42,500
Kalimat pembuka:
Pagi untuk mencintaimu, seolah tak ada lagi hari esok.

book_blurb

@FiraBasuki:
Mencintai kamu.
Seperti dilebihkan waktu.
Setiap pagi bertambah rasaku.

@djenarmaesaayu:
Love is when you are falling in love every day with the same person.

@ratihkumala:
Musim panas sedang gerah dan patah hati.
Izinkan terik siang ini dia berteduh di mimpimu.

@clara_ng:
Malam adalah memoar luka, seperti angin mencatat pilu di palung mata dara-dara.
Pada keringat dadanya, gairah syahwat menelanjangi cinta.

thoughtsBelum pernah saya membaca buku kumpulan puisi sebelumnya. Thanks toBBI yang sudah menggelar event baca bareng dan mengambil tema buku ini. Kalau nggak mungkin saya juga nggak bakalan baca buku kumpulan puisi.

Puisi itu, terus terang, bukan genre favorit saya juga. Bisa dibilang saya menghindari buku puisi karena takut ribet dengan kata-kata puisi yang berbunga-bunga namun maknanya nggak jelas (atau saya nggak ngerti maksudnya). Ternyata, membaca puisi itu cukup menyenangkan. Apalagi buku kumpulain puisi karya Andrei Aksana ini termasuk ringan dan nggak njelimet. Kalimat-kalimat puitis nan indah mewarnai buku ini. Biasanya saya membaca novel karya Andrei yang juga disisipi puisi (yang saya kurang suka), tapi—anehnya—saya cukup menikmati buku Mencintaimu Pagi, Siang, Malam ini.

Karena saya bukan penggemar kalimat puitis nan indah berbunga dan bergelora, beberapa puisi pendek yang saya sukai dari buku ini justru yang tidak memakai kata ‘cinta’.

 

Pagi adalah hati yang percaya,
meski kamu entah di mana. (hal. 16)

Pagi untuk melupakan.
Semua yang semalam tak tergenggam. (hal. 21)

Pagi ketika kereta lewat,
tapi kamu tetap di peron,
menunggu tanpa pamrih. (hal. 24)

 

Di dalam buku ini ada cinta yang berbuah manis, cinta tak terbalas, perselingkuhan, juga kesendirian. Pokoknya semua tentang cinta. Namun, karena begitu banyak cinta yang diumbar, saya sempat tersendat membaca buku ini karena saya jenuh dengan cecintaan yang seolah tak berujung.

Sesuai dengan judulnya, penulis mengungkapkan perasaannya saat pagi, siang, hingga malam menjelang. Puisi malam terakhir ditutup dengan bittersweet, seolah ingin menutup cerita dan siap membuka lembaran yang baru.

 

20140225-050101.jpg

Until next time

20131128-083529.jpg

[Book Review] For One More Day by Mitch Albom

http://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg?w=604

for-one-more-day
Judul: For One More Day (Satu Hari Bersamamu)
Penulis: Mitch Albom
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Desember 2007
Tebal: 248 halaman
ISBN: 978-979-22-3433-6
Kategori: Novel Fiksi
Genre: Family, Death, Sports
Beli di: Lotte Mart Bintaro
Harga: Rp. 15,000
Kalimat Pembuka:
“Biar kutebak. Kau ingin tahu kenapa aku mencoba bunuh diri.”

book_blurbFor One More Day adalah kisah tentang seorang ibu dan anak laki-lakinya, kasih sayang abadi seorang ibu, dan pertanyaan berikut ini: Apa yang akan kaulakukan seandainya kau diberi satu hari lagi bersama orang yang kausayangi, yang telah tiada? Ketika masih kecil, Charley Benetto diminta untuk memilih oleh ayahnya, hendak menjadi “anak mama atau anak papa, tapi tidak bisa dua-duanya.” Maka dia memilih ayahnya, memujanya—namun sang ayah pergi begitu saja ketika Charley menjelang remaja. Dan Charley dibesarkan oleh ibunya, seorang diri, meski sering kali dia merasa malu akan keadaan ibunya serta merindukan keluarga yang utuh. Bertahun-tahun kemudian, ketika hidupnya hancur oleh minuman keras dan penyesalan, Charley berniat bunuh diri. Tapi gagal. Dia justru dibawa kembali ke rumahnya yang lama dan menemukan hal yang mengejutkan. Ibunya—yang meninggal delapan tahun silam masih tinggal di sana, dan menyambut kepulangannya seolah tak pernah terjadi apa-apa.

thoughts

For One More Day adalah buku ketiga karya Mitch Albom yang saya baca, dan buku fiksi pertama karya beliau yang saya baca. Beruntung saya berhasil menemukan buku ini di boks obralan Gramedia Lotte Mart, Bintaro. Ternyata, buku ini diobral karena penerbit merilis ulang dengan cover baru yang lebih cantik.

for-one-more-day-baru

For One More Day bercerita tentang Chick Benetto yang menghabiskan satu hari bersama almarhum ibunya, Posey. Chick adalah mantan atlet bisbol pro yang pernah masuk World Series. Hidupnya hancur setelah ia cedera dan tidak bisa lagi bermain bisbol. Lalu, hubungannya dengan istrinya, Catherine, dan putrinya, Maria, juga tidak baik. Ia bahkan tidak diundang untuk menghadiri pernikahan Maria. Chick mencoba untuk mematikan rasa sakit dengan minum-minuman keras, dan ia bertekad untuk mengakhiri hidupnya karena ia sudah merasa tidak berguna lagi. Sebuah kecelakaan membuatnya kembali ke rumah masa kecilnya, dan ia menghabiskan satu hari bersama ibunya.

Setelah membaca tiga buku, saya berkesimpulan bahwa Mitch Albom suka mengangkat tema kematian dalam buku-bukunya. Mitch seolah ingin menekankan bahwa hidup sangat singkat, jadi jangan sia-siakan kesempatan untuk melakukan sesuatu sehingga jika orang tersebut/kita pergi meninggalkan dunia, tidak ada penyesalan yang tertinggal.

Sama seperti buku-buku terdahulunya, buku ini ditulis dengan apik dan membuat pembaca berkaca-kaca. Setelah melahap buku ini, saya jadi ingin memeluk orangtua saya dan mengucapkan terima kasih kepada mereka.

Bacaan yang recommended jika kamu ingin berderai-derai dan memboroskan tisu.

quotes

“Aku melakukan apa yang penting bagiku,” katanya. “Aku menjadi seorang ibu.” (hal. 165)

Percaya, kerja keras,cinta—kalau kau punya hal-hal ini, kau bisa melakukan apa pun. (hal. 202)

 

20131125-062111.jpg

 

Need a second opinion?

Bacaan Bzee
Crazy in Books
Membaca Buku

Until next time ^^

20131128-083529.jpg

BBI Anniversary 2014 Project Giveaway Hop

20140306-121213.jpg

Yay, first giveaway hop in 2014!

Memperingati hari jadi BBI tanggal 13 April, saya ingin berbagi kebahagiaan dengan membagikan hadiah untuk pembaca blog Lust and Coffee. Saya akan pilih dua orang pemenang dengan hadiah sebagai berikut:

Bookvcr

Pemenang I: mendapatkan voucher buku senilai Rp. 100,000 yang bisa dibelanjakan di toko buku online lokal mana saja.

bks
Pemenang II: mendapatkan paket buku: White Lies by Riz Amelia, Sunrise Serenade by Dian Syarief Pratomo & Sundea, dan Hatimu by Salsa Oktifa.

Ongkos kirim ditanggung Lust and Coffee ^^

Nah, sekarang syarat-syaratnya ya…

1. Berdomisili di Indonesia
2. Follow @BBI_2011 dan @yuska77 di Twitter
3. Follow blog Lust and Coffee via email atau Bloglovin
4. a. Berikan ucapan selamat ulang tahun untuk BBI di Twitter dengan mention @BBI_2011.
Contoh: Dirgahayu @BBI_2011 semoga semakin rajin menyebarkan virus membaca cc: @yuska77 wp.me/p1d1V6-1g2
b. Tulis di kolom komentar tentang pendapatmu mengenai blog Lust and Coffee. Boleh layout, isi, atau apa saja. Berikan rekomendasi buku yang keren untuk saya.
Jangan lupa cantumkan Nama, alamat email dan akun Twittermu.
5. Pemenang akan dipilih berdasarkan komentar terbaik, jadi buatlah sekreatif mungkin ya ^^
6. Periode giveaway mulai 14 Maret sampai 11 April 2014 pukul 23:59
7. Good luck and have fun ^^

Oiya, jangan lupa untuk mampir di blog teman-teman yang lain untuk ikutan giveaway-nya juga. Ada banyak hadiah di sana. List teman-teman yang mengadakan giveaway di sini. Cek postingn paling bawah ya.

Happy bloghopin’

20130622-091605.jpg

New Authors RC 2014: Books I Read in January-February

20140306-072420.jpg

Senang banget bisa ikutan Reading Challenge ini untuk yang kedua kalinya. Tahun lalu saya nggak bisa ikutan full dari awal karena saya baru mendaftar jadi member BBI sekitar bulan April kalau nggak salah. Terima kasih banyak untuk Ren yang masih setia jadi host RC ini.

Saya selalu suka kejutan dari pengarang yang belum saya baca. Banyak yang akhirnya jadi pengarang favorit saya. Oleh karena itu, saya ikutan lagi RC ini karena saya suka mencari bacaan dari pengarang yang belum pernah saya baca.

Berikut adalah list buku-buku yang saya baca selama bulan Januari hingga Februari 2014:

DB

1. The Christmas Train – David Baldacci (Januari) – Review di sini

Saya penasaran dengan karya David Baldacci yang menurut seorang teman bagus. Tapi, entah kenapa saya nggak dapat feel-nya di buku ini. Waktu itu saya membeli buku ini di Bookdepository selain karena murah, saya juga sekalian ikutan RC Christmas Themed Book di blog HobbyBuku Desember lalu. Ternyata saya nggak sanggup menyelesaikan buku ini. Saya masih punya satu buku David Baldacci di timbunan. Kalau masih nggak sreg juga, sepertinya saya bakal give up dengan Baldacci.

HD2. Seribu Kerinduan – Herlina P. Dewi (Januari) – Review di sini

Dewi adalah pemred editornya Stiletto Book dan Seribu Kerinduan adalah karya debut beliau. Cukup suka dengan plot dan diksinya. Bahasa Dewi agak nyastra, beda dengan buku-buku keluaran Stiletto lain yang condong chick lit.

18957779

3. Under the Jeweled Sky – Alison McQueen (Januari) – Review di sini

Saya dapat versi ebooknya dari Netgalley dan saya jatuh cinta dengan segala sesuatu dari buku ini. Diksinya indah, settingnya juga bikin saya pengin ke India, juga cover-nya yang cantik.

re_news_picture_504. Pasung Jiwa – Okky Madasari (Februari) – Review di sini

Sebenarnya saya punya beberapa buku Okky Madasari, tapi baru membaca buku yang menjadi sala satu finalis KLA Award 2014 ini bulan lalu, bertepatan dengan baca bareng Reigt Book Club. Saya nggak menyangka kalau saya jatuh hati dengan gaya penulisan Okky Madasari. Jujur saja, saya baru-baru ini memberanikan diri untuk membaca genre sastra, terutama sastra Indonesia. Sebelumnya udah ciut duluan, takut nggak mengerti bahasa sastra. Tapi, ternyata gaya penulisan Okky blak-blakan dan straigt to the point. Saya nggak sabar ingin membaca karya Okky yang lainnya.

20140221-042907.jpg5. Slammed – Colleen Hoover (Februari) – Review di sini

Slammed juga merupakan salah satu buku yang dibaca bareng Reight Book Club. Saya masih ada utang satu review lagi, yaitu The Fault in Our Stars. Sebenarnya, buku Slammed bukan tipe bacaan saya karena romance yang terlalu manis. Awalnya saya sempat mandek baca. Tapi setela dilanjutkan, saya mala jadi ketagihan. Oiya, buku ini direkomendasikan oleh HobbyBuku. Saya nggak sabar ingin baca lanjutannya.

Karena saya mendaftar di level Easy (1-15 buku), maka saya masih arus membaca 10 buku lagi nih. Moga-moga bisa terkejar, syukur-syukur bisa naik level.

Buku apa saja yang kamu baca di bulan Januari-Februari?

Until next time ^^

20131105-024143.jpg

Wishful Wednesday 36: Teatime for The Firefly

20130403-124544

Nggak kerasa sudah menginjak bulan Maret, dan saya sudah 2 bulan hiatus Wishful Wednesday.

Bertepatan dengan Rabu Abu, saya juga sekalian ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah menyambut pra-Paskah untuk teman-teman yang merayakannya ya.

Saya sedang ngidam karya sastra Asia, terutama India, setelah terkesan dengan karya Chitra Divakaruni, yaitu Arranged Marriage yang review-nya ada di sini.

Saya juga lagi kesengsem dengan buku-buku terbitan Harlequin yang bukan genre romance yang biasanya bertebaran di rak pajang Gramedia atau di website Harlequin. Salah satunya adalah ini:

20140305-040516.jpg

Description

Layla Roy has defied the fates.

Despite being born under an inauspicious horoscope, she is raised to be educated and independent by her eccentric grandfather, Dadamoshai. And, by cleverly manipulating the hand fortune has dealt her, she has even found love with Manik Deb—a man betrothed to another. All were minor miracles in India that spring of 1943, when young women’s lives were predetermined—if not by the stars, then by centuries of family tradition and social order.

Layla’s life as a newly married woman takes her away from home and into the jungles of Assam, where the world’s finest tea thrives on plantations run by native labor and British efficiency. Fascinated by this culture of whiskey-soaked expats who seem fazed by neither earthquakes nor man-eating leopards, she struggles to find her place among the prickly English wives with whom she is expected to socialize, and the peculiar servants she now finds under her charge.

But navigating the tea-garden set will hardly be her biggest challenge. Layla’s remote home is not safe from the powerful changes sweeping India on the heels of the Second World War. Their colonial society is at a tipping point, and Layla and Manik find themselves caught in a perilous racial divide that threatens their very lives.

Saya tertarik ingin memiliki buku ini selain coverlust juga judulnya yang bikin saya kepingin baca. Sebagai seorang tea addict, saya selalu penasaran dengan novel dengan latar budaya minum teh.

Yang ingin berpartisipasi posting meme Wishful Wednesday, langsung aja klik blognya Astrid. Jangan lupa untuk memasang logo, follow blognya, dan masukkan link postingan di Mr. Linky yang ada di bawahnya.

Happy Wednesday

20130622-091605.jpg

[Bookish Sunday] Prints vs Ebooks

20131027-015955.jpg

Nggak kerasa sudah hari Minggu dan besok pasti kita semua kembali harus menjalankan rutinitas. Sebelum menginjak fase I don’t like Monday, kita bersantai-santai hari ini sambil membahas topik yang nggak pernah bosan untuk dibahas bookaholic yaitu Books vs Ebooks.

20140302-033115.jpg
source

Kemarin Dinoy, sesama member BBI, menyentil masalah Ebooks vs Prints di timeline Twitter-nya. Saya sempat nyamber dengan memberikan link bargain ebooks dan beberapa situs untuk mendapat ebook gratisan. Banyak banget bookaholic yang lebih suka dengan prints alias buku fisik.

Sebagai seorang bookaholic akut, jujur saja saya juga lebih suka memegang buku fisik. Sensasinya memang berbeda dibanding membaca ebook. Tapi, sebagai pembaca keduanya, saya memiliki alasan kenapa saya menyukai buku fisik dan ebook.

Reasons Why I Love Prints

Selain merasa ‘memiliki’ buku karena ada bentuk fisiknya, memajang koleksi buku fisik (terutama hardcover) juga memiliki kepuasan tersendiri. Saya masih bercita-cita untuk memiliki rak minimalis berwarna putih yang tersebar di rumah saya, termasuk rak buku yang menempel di dinding dan dihiasi pigura yang isinya postcard cover buku terbitan Penguins seperti ini:

20140302-034226.jpg
Source

Kebayang gambar di atas bakalan cakep banget di taro di tengah-tengah rak dinding.

Lalu, buku fisik juga bisa dipinjamkan. Saya tidak memiliki akses perpustakaan luar negeri dan tidak bisa meminjam ebook. Dan, buku fisik bisa disumbangkan, sedangkan ebook tentu saja tidak bisa, kecuali disumbangkan beserta gadget-nya.

Saya juga berniat menyimpan beberapa koleksi buku saya untuk saya wariskan kepada AJ.

Saya juga bisa tahan lama membaca buku fisik dibandingkan membaca ebook. Baru membaca satu jam saja, mata saya sudah lelah dan terasa kering.

Namun, yang saya sebelin dari buku fisik adalah kertasnya yang cepat menguning (kecuali kertas HVS ya, tapi kurang enak dibaca juga dan membuat mata cepat lelah). Saya sudah berusaha merawat buku sebaik mungkin (sampai saya beli serap lembap segala). Buku-buku yang saya simpan di kontener tertutup memang lebih awet, tapi berapa banyak kontener yang harus saya beli untuk menyimpan buku-buku saya? Saya tidak punya cukup tempat untuk menampung koleksi saya yang lumayan banyak. Dengan terpaksa, banyak buku yang sehabis saya baca saya lego untuk menghemat tempat.

Reasons Why I Love Ebooks

Selain praktis, ebook juga murah. Saya langganan Bookperk yang beralamat di sini. Setiap hari, ada saja Bargain Ebook yang harganya kurang dari $2.00.

Ebook juga tidak membutuhkan space yang banyak. Saya hanya perlu menyimpannya di gadget yang saya bisa bawa kemana-mana. Saya nggak perlu membawa buki fisik yang berat. Tinggal baca saja via Blackberry atay iPad.

Saat malam tiba, di mana lampu kamar sudah dimatikan, saya juga masih bisa baca ebook untuk menemani saya sebelum tidur.

Saya daftar menjadi member Netgalley dan Edelweiss di mana saya bisa request Advance Reader’s Copy. Buku-buku yang belum beredar bisa kamu baca lebih dulu. Gratis dan legal karena langsung diberikan oleh penerbitnya. Syaratnya cuma satu, kalian harus menulis resensi buku yang kalian baca.

Baik buku fisik dan ebook memiliki keunggulan dan kekurangan. Seiring perkembangan zaman, maka buku pun juga berkembang. Saya belum pernah tamat mendengarkan audio book. Mungkin harus dicoba lagi sampai selesai.

Sekarang saya nggak mau fanatik dengan salah satu format. Apa pun formatnya, yang penting isinya. Selama saya masih bisa membaca, format tidak jadi masalah.

Bagaimana dengan kamu? Format apa yang paling kamu suka?

Happy Sunday and keep reading ^^

20131128-083529.jpg

[Book Review] Betrayal by Danielle Steel

http://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg?w=604

20140301-112809.jpg

Title: Betrayal
Author: Danielle Steel
Publisher: Corgi
Published: February 28, 2013
No. of Pages: 400 pages
ISBN: 978-0-55215-905-0
Format: Mass Market Paperback
Bought at: Periplus Pondok Indah
Price: IDR 69,000 (Bargain) — I redeemed a voucher
Buy the book at: Periplus | Bookdepository | Google Play
Goodreads: here
Opening sentence:
The two men who lay parched in the blistering sun of the desert were so still they barely seemed alive.

book_blurb

Tallie Jones is a Hollywood legend. An ambitious and passionate film director, her award-winning productions achieve the rare combination of critical and commercial success. But she has little interest in the glitz and glamour of Los Angeles, instead focusing intently on her work and family.

She has close, loving relationships with her daughter, her elderly father and Hunter Lloyd – her co-producer and partner of four years. Completing her trusted circle is Brigitte Parker – Tallie’s best friend and devoted personal assistant. They’ve been friends since film school, and Brigitte’s polished glamour and highly organized style provides a perfect balance to Tallie’s casual appearance and down-to-earth approach to life.

However as Tallie is in the midst of directing her most ambitious film to date, small disturbances start to ripple through her faultlessly ordered world. An audit reveals worrying discrepancies in her financial records, which have always been maintained by her trusted accountant, Victor Carson. Receipts hint at activities of which she has no knowledge. Someone close to Tallie has been steadily helping themselves to enormous amounts of her money. Her once safe world of trusted associates is suddenly shaken to its very core – and Tallie is in shock, trying to figure out who has betrayed her among those she trusts and holds dear…

thoughts

Saya sudah tahu nama Danielle Steel sejak lama, tapi baru kali ini punya kesempatan untuk membaca karya beliau. Betrayal merupakan novel DS ke-86. Bisa dibayangkan jika ada yang mengoleksi novel-novel karya DS, rak bukunya pasti penuh oleh karya DS.

Terus terang saya mengambil buku ini karena terpikat dengan cover-nya yang cantik. Sederhana tapi memikat. Mengingatkan saya dengan cover buku karya David Levithan yang ini:

20140301-115625.jpg

Betrayal berkisah tentang Tallie Jones, sutradara ternama di Hollywood yang tinggal bersama partnernya Hunt Lloyd selama empat tahun. Tallie dan Hunt telah sukses bersama-sama membuat film yang ngehits di pasaran. Ketika sedang mengerjakan sebuah proyek yang disponsori oleh investor Jepang, akuntan Tallie, Victor Carson, menemukan keganjilan dalam laporan keuangan Tallie. Ada penarikan uang tunai sebesar $25,000 per bulan selama empat tahun, ditambah tagihan hotel yang tidak dikenal oleh Tallie. Pada mulanya, Tallie mengira ada yang mencuri kartu kreditnya, tapi ternyata hasil audit Victor tidak salah. Ayah Tallie membantunya memeriksa laporan keuangan tersebut, dan Victor tidak mengada-ada. Seseorang yang dekat dengan Tallie mencuri uang tersebut.

Tallie memiliki sahabat sekaligus asisten pribadi selama 17 tahun. Brigitte Parker telah menjadi kaki tangan dan orang kepercayaan Tallie. Namun, kecurigaan juga jatuh padanya, karena ia yang mengatur keuangan Tallie.

Di tengah kebingungannya, Tallie menghubungi pengacaranya, Greg Thomas. Ia menyarankan Tallie untuk menghubungi kenalannya, Margaret Simpson, seorang investigator yang biasa menangani kasus serupa. Berdasarkan pengintaian dan hasil investigasi Meg, diketahui Hunt berselingkuh dengan janda beranak satu, Angela, yang menjadi korban kekerasan domestik. Sebelum berhubungan dengan Angela, Hunt pernah berselingkuh dengan Brigitte, sahabatnya. Tallie shock dan sakit hati mendengar hasil temuan tersebut.

Tallie mengkonfrontasi Hunt disertai bukti foto yang diambil oleh Meg. Mereka berpisah, karena Angela hamil. Meg menyarankan Tallie untuk menghubungi agen FBI bernama Jim Kingston untuk investigasi mengenai uang yang hilang tersebut.

Cerita Betrayal klise menurut saya: sahabat yang berselingkuh dengan kekasih tokoh utama. Banyak repetisi di novel ini. Dan yang agak mengganggu adalah cara penulisan DS yang kurang detail. Di novel ini, saya tidak bisa merasakan kesedihan Tallie, bagaimana ia sakit hati karena ulah Hunt dan Brigitte. Terasa datar saja.

Novel ini page turner—lumayan membuat saya penasaran tentang kelanjutan investigasi terhadap Hunt dan Brigitte, tapi di tengah-tengah saya agak jenuh membaca buku ini. Menurut beberapa review, novel ini kurang greget, dan saya setuju dengan pendapat tersebut. Karena saya juga baru pertama kali membaca karya DS, saya belum bisa membandingkan buku ini dengan buku lain karya beliau.

Saya masih penasaran dengan beberapa judul yang menurut teman-teman bagus.

20140225-050101.jpg

Until next time

20131128-083529.jpg

[Book Review] Larasati by Pramoedya Ananta Toer

posting bareng BBI 2014

http://lustandcoffee.files.wordpress.com/2013/06/book_info.jpg?w=604

20140225-043207.jpg

Judul: Larasati

Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Penerbit: Hasta Mitra

Terbit: Juli 2000, cetakan kedua

Tebal: 178 halaman

Kategori: Novel Fiksi

Genre: Historical Fiction, Classics, Sastra Indonesia
Beli di: pinjam punya almarhum mertua
Harga: Rp. 23,000

Kalimat pembuka:
Setelah mendapat tempat di pojok, kapten itu mendekatkan bibirnya pada kupingnya, berbisik perlahan penuh perasaan “Aku memang banyak bersalah, Ara,” ia tak begitu yakin akan suaranya.

book_blurb

LARASATI – sebuah roman revolusi semasa perjuangan bersenjata 1945-1950. Kisah tentang pemuda-pemuda Indonesia yang rela membaktikan jiwa raga demi proklamasi kemerdekaan, kisah-kisah tentang para pahlawan sejati dan pahlawan munafik, pertarungan di daerah republik dan daerah pendudukan Belanda – antara yang setia dan yang menyeberang, antara uang ORI dan uang Nica, dengan wanita sebagai tokoh utama – bintang film tenar yang dengan caranya sendiri memberikan diri dan segalanya untuk kemenangan revolusi. Potret revolusi semasa yang menghidupkan kembali sepenggal sejarah di tahun-tahun awal proklamasi kemerdekaan, sebuah potret jujur gaya Pramoedya tentang kebesaran dan kekerdilan, kekuatan dan kelemahan revolusi. Sebuah fiksi yang menghanyutkan kita seakan menghayati kembali suatu dokumentasi non fiksi Indonesia semasa romantika pertempuran berkecamuk di “jaman bersiap!”

thoughts

Lega banget bisa menyelesaikan Larasati dalam dua hari. Saya pikir saya nggak bakal sanggup menyelesaikan novel ini.

Larasati merupakan buku karya Pram kedua yang saya baca. Sebelumnya, saya pernah membaca Dongeng Calon Arang yang saya baca waktu kuliah dalqm bahasa Inggris. Jadi, saya cukup terkejut dengan gaya bahasa Pram.

Larasati bercerita tentang perempuan bernama Larasati (dipanggil Ara), seorang bintang panggung yang kemudian menjadi bintang film ternama, yang harus pergi meninggalkan Yogya ke Jakarta dengan kereta. Saat itu paska kemerdekaan, di mana kondisi politik tak menentu karena Belanda yang ditunggangi sekutu datang kembali ke Indonesia, menduduki beberapa tempat, dan melakukan agresi militer melawan tentara pemuda independen.

Ara yang terbiasa lari dari satu pelukan pria ke pelukan pria lain akhirnya sampai ke Jakarta, bertemu dengan pejabat inlander, kolonel Belanda, dan kenalannya, Mardjohan, yang sudah naik pangkat menjadi sutradara. Ara diminta untuk membintangi film dokumenter tentang pengungsian. Tak sudi menjadi anjing Belanda, Ara kabur ke rumah ibunya, Lasmidjah, yang bekerja sebagai babu di rumah orang Arab. Sersan supir NICA yang membantu Ara melarikan diri.

Ara bertemu dengan pemimpin pemuda di kampung itu. Bersama-sama mereka melakukan penyerangan terhadap pasukan NICA yang suka membunuhi pemuda Republik.

Saya sempat kebosanan membaca buku ini, terutama di bagian awal. Saya juga masih meraba gaya bahasa Pram. Terus terang, saya jarang membaca sastra, apalagi sastra jadul. Ternyata saya dibuat puyeng dengan tat bahasa jadul yang seenaknya. Dalam satu kalimat/paragraf, sah-sah saja memuat 2 POV yang berbeda tanpa adanya tanda baca berarti. Seperti ini misalnya:

Tapi ia berjanji dalam hatinya, tidak bakal aku main untuk propaganda Belanda, untuk maksud-maksud yang memusuhi Revolusi. (hal. 2)

Kini mendadak saja ia merasa lapar. Aku mesti berbuat apa sekarang? Di rumah ini tidak ada makanan. Tidak ada orang selain aku. Ia turun dari ambin ke luar, di beranda duduk nenek yang kemarin. (hal. 112)

Syukurlah, seiring perkembangan zaman, EYD juga semakin disempurnakan. Kalau sampai hari ini aturan penulisan boleh seperti itu, saya mungkin akan jambak-jambak rambut orang yang ada di sebelah saya setiap kali baca buku.

Dalam buku ini juga terlihat jelas Pram sangat benci dengan pemerintah boneka. Beliau menuliskan, orang-orang yang berpura-pura revolusioner terlihat seperti banteng dungkul. Perundingan-perundingan di Belanda semakin menunjukkan kelembekan mereka.

Saya kurang paham politik dan tidak terlalu mengerti politik. Namun, buku ini membuka pandangan saya tentang masa-masa paska kemerdekaan, di mana rakyat semakin menderita dan miskin. Dari dulu hingga kini, banyak pejabat yang mencuri dari rakyat sehingga keadilan tidak dapat ditegakkan.

Buku ini lebih cocok dibaca menjelang hari kemerdekaan di bulan Agustus karena bisa membangkitkan rasa kebangsaan. Tapi, dari sisi emosi, saya tidak tergerak atau bersimpati pada Ara walau ia ikut berjuang dengan laskar pemuda. Hubungan Ara dengan prianya, pemimpin laskar pemuda, atau ibunya tidak membuat saya tersentuh. Seperti kurang greget, entahlah. Mungkin buku lain Pram bisa menggugah emosi.

Saya penasaran dengan tetralogi Buru. Moga-moga masih mudah untuk dicari.

quotes

Barangsiapa kurang dendamnya akan lebih takutnya. (hal. 112)

Setiap pejuang harus selalu bersedia untuk kalah. (hal. 152)

20140225-050101.jpg

Until next time

20131128-083529.jpg

[Bookish Sunday] Not My Cup of Tea

20131027-015955.jpg

Halo, ketemu lagi di segmen Bookish Sunday yang sudah cukup lama saya tinggalkan. Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan, sempat melancong ke Bali bersama keluarga, kemudian terkapar dengan sukses selama beberapa hari, akhirnya saya sempat merenungkan tentang topik hari ini yaitu buku atau genre not my cup of tea.

Kebetulan saya mengikuti reading challenge-nya Astrid di sini, ada satu kategori dimana peserta harus membaca buku not my cup of tea.

Agak icky juga waktu mikirin harus membaca buku-buku bukan bacaan saya. Misalnya, buku fantasi (OK, saya bukan penggemar fantasi, tapi beberapa buku fantasi ada yang saya suka), romance ala Harlequin, buku motivasi, bisnis, dan non-fiksi yang terkesan seperti text book. Oh, dan saya juga tidak suka dengan Sci-Fi. Saya suka mistery dan thriller, tapi njelimetnya Sci-Fi bikin kening saya berdenyut. Pokoknya udah ilfil duluan deh dengar kata Sci-Fi.

Beberapa buku genre yang saya suka aja ada yang bikin kening berkerut, bikin saya menguap kebosanan, sampai ingin melempar buku saking kesalnya dengan tokoh utama. Apalagi membaca buku yang bukan cangkir teh saya.

Yang saya ingat waktu tahun lalu book club Reight mengadakan baca bareng The Ocean at the End of the Lane. Hanya dua member yang nggak suka buku ini, salah satunya saya. Entahlah, seluruh isi buku tersebut tidak menarik bagi saya. Beberapa bagian di buku itu mengingatkan saya pada Twilight dan serial American Horror Story. Selama membaca buku tersebut, saya tersiksa, tapi saya paksakan membaca sampai habis.

tumblr_inline_myixo4T7Mu1s5mn14

Saya belum kapok membaca karya Gaiman. Saya membeli beberapa buku beliau, siapa tahu ada yang saya suka. Jika setelah saya baca saya tidak suka, maka saya akan menyerah dan tidak akan membaca buku karya Gaiman lagi.

Begitu juga dengan genre yang bukan cangkir teh saya. Jika kita bergabung dalam suatu kelab buku atau ikut reading challenge, kadang kategorinya tidak sesuai dengan kesukaan kita. Mau nggak mau kita membaca genre yang tidak kita sukai.

Apa sih keuntungan membaca buku not my cup of tea?

Seingat saya, mulai saya duduk di bangku SMP, saya benci dengan angka dan pelajaran yang mengharuskan saya berhitung. Saya menghindari kelas IPA waktu SMA karena saya benci hitungan, padahal waktu itu guru pembimbing saya agak memaksa saya untuk masuk kelas IPA. Hell no, I wanted to learn things I enjoy the most.

Sekarang setelah saya menikah dan punya anak, saya ingin membimbing anak saya. Saya agak menyesal kenapa dulu saya nggak berusaha lebih keras untuk belajar matematika. Setidaknya, saya punya sedikit ilmu untuk mengajari anak saya.

Math is definitely not my cup of tea, but now I realize that I need to learn again to teach my son. Bisa saja saya mendaftarkan anak saya kursus matematika, tapi saya pikir saya akan memiliki lebih banyak waktu bersama dengan mengajar matematika di rumah.

Demikian juga dengan membaca buku not my cup of tea. Mungkin sekarang saya sebal dan menghindari beberapa genre, tapi saya yakin suatu saat pasti ada yang saya butuhkan dari bacaan tersebut, entah untuk kepentingan apa.

Seperti mama saya pernah bilang, semua buku pasti ada gunanya.

Jadi, sedikit demi sedikit saya mulai melonggar dengan membaca buku-buku not my cup of tea (tapi saya masih keukeuh nggak mau baca buku motivasi). Walau saya tahu bakal menyiksa, siapa tahu ada sesuatu yang belum saya temukan di sana.

Bagaimana dengan kamu?

Happy Sunday and keep reading ^^

20131128-083529.jpg

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,485 other followers